SANCTUM DOMINE: Jurnal Teologi, vol. 14, no. : 211-234 Copyright @ SANCTUM DOMINE: Jurnal Teologi pISSN: 20888236. eISSN: 27220079 DOI: 10. 46495/sdjt. Submitted: November 2, 2024 / Accepted: December 13, 2024 Relevansi Teologi Sistematika dalam Membentuk Konstruksi Pendidikan Multikultural di Indonesia Obet Nego Sekolah Tinggi Theologia Ebenhaezer Tanjung Enim. Indonesia obetnego0807@gmail. Yohanes Sekolah Tinggi Teologi Arastamar Riau. Indonesia yohanessukarjo2@gmail. Abstract This research aims to address the low implementation of multicultural values in education in Indonesia, which has the potential to exacerbate social polarization and inter-group conflict. In this context, a multicultural education approach becomes increasingly urgent to promote tolerance, equality, and cross-cultural dialog. This research uses a qualitative content analysis method by reviewing literature, including scientific articles and books, relevant to systematic theology and multicultural education. The selection of literature was based on relevance to the integration of theological values in multicultural education, with a focus on practical applications in the Indonesian school context. The results show that systematic theology, through Biblical theological principles such as love, justice, and respect for diversity, can be a strong foundation for developing a multicultural education curriculum. The findings include a practical framework for designing learning strategies that support equality and inclusiveness, while reducing the potential for intergroup conflict in educational settings. This research makes a significant contribution in strengthening the relationship between theology and education, while offering an integrative model that is relevant to the context of plurality in Indonesia. Keywords: Indonesia. Multicultural. Education. Systematic Theology Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengatasi rendahnya implementasi nilai-nilai multikultural dalam pendidikan di Indonesia, yang berpotensi memperburuk polarisasi sosial dan konflik antar kelompok. Dalam konteks ini, pendekatan pendidikan multikultural menjadi semakin mendesak untuk mendorong toleransi, kesetaraan, dan dialog lintas budaya. Penelitian ini memanfaatkan pendekatan kualitatif dan menggunakan metode analisis isi dengan meninjau literatur, termasuk artikel ilmiah dan buku, yang relevan dengan teologi sistematika dan pendidikan multikultural. Pemilihan literatur didasarkan pada relevansi terhadap integrasi nilai-nilai teologis dalam pendidikan multikultural, dengan fokus pada aplikasi praktis di konteks sekolah Indonesia. Hasil penelitian menunjukkan bahwa teologi sistematika dalam konteks pendidikan multikultural menyoroti konsep Imago Dei, kesetaraan dalam Kristus, kasih agape, kemajemukan sebagai berkat, dan rekonsiliasi. Konsep-konsep ini menginspirasi penghargaan terhadap martabat manusia, kesetaraan, toleransi, penerimaan terhadap 212 | SANCTUM DOMINE: Jurnal Teologi, vol. 14, no. keberagaman, serta usaha membangun hubungan yang harmonis demi menciptakan lingkungan pendidikan yang inklusif dan damai. Penelitian ini memberikan kontribusi signifikan dalam memperkuat hubungan antara teologi dan pendidikan, sekaligus menawarkan model integratif yang relevan dengan konteks pluralitas di Indonesia. Kata Kunci: Indonesia. Multikultural. Pendidikan. Teologi Sistematika PENDAHULUAN mempromosikan toleransi, kesetaraan, dan Indonesia, dengan lebih dari 17. inklusi, serta mengurangi stereotip dan pulau dan ratusan kelompok etnis serta prasangka yang sering menjadi akar agama, adalah salah satu negara paling beragam di dunia. 1 Keberagaman ini Namun, survei yang dilakukan oleh menjadi ciri khas identitas bangsa, tetapi LaKIP menunjukkan bahwa intoleransi sekaligus menghadirkan tantangan besar masih menjadi masalah yang signifikan di dunia pendidikan Indonesia. Misalnya. Pendidikan memegang peranan penting 62,7% guru dan 40,7% siswa menolak keberadaan tempat ibadah agama lain di lingkungan mereka, sementara hampir Menurut Wulandari, pendidikan adalah 50% siswa mendukung aksi radikal atas proses membangun kemampuan kognitif dasar agama. 5 Data ini mengindikasikan dan emosi yang matang. Oleh karena, manusia tidak layak disebut sebagai pendekatan pendidikan yang tidak hanya AumanusiaAy Dalam konteks ini, pendidikan multikultural Siti Musdah Mulia. AuPolitik Identitas: Ancaman Terhadap Masa Depan Pluralisme Di Indonesia,Ay in Politik Identitas Dan Masa Depan Pluralisme Kita, ed. Martin Sinaga, 1st ed. (Jakarta: Democracy Project, 2. , 44. Hendrik Legi and Herdianto Sibarani. AuProblematika Pendidikan Kristen Di Indonesia Di Tengah Kemerosotan Moral,Ay TEVUNAH: Jurnal Teologi Dan Pendidikan Kristen 1, no. 166Ae81, https://doi. org/10. 59361/tevunah. Taat Wulandari. Konsep Dan Praksis Pendidikan Multikultural. UNY Press. Pertama (Yogyakarta: UNY Press, http://repositorio. ni/2986/1/5624. Swandriyani Hudianto. Kalis Stevanus, and Carolina Etnasari Anjaya. AuTransformasi multikultural tetapi juga berakar pada nilai-nilai moral dan etika yang kuat. Pendidikan Futuristik Melalui Konstruksi Masyarakat Pancasila Sebagai Implementasi Pendidikan Multikultural: Sebuah Perspektif Kristiani,Ay Jurnal Teologi Berita Hidup 5, no. 329Ae46, https://doi. org/doi. org/10. 38189/jtbh. Josep Tatang and Victor Deak. AuPeran Pendidikan Agama Kristen Dalam Memelihara Interaksi Sosial Dalam Masyarakat Multikultural Indonesia,Ay Formosa Journal Multidisciplinary Research 1, no. : 1185Ae https://doi. org/10. 55927/fjmr. Asmuri. AuPendindidikan Multikultural: Telaah Terhadap Sistem Pendidikan Nasional Dan Pendidikan Agama Islam,Ay Potensia: Jurnal Kependidikan Islam 2, no. : 25Ae44. Relevansi Teologi Sistematika dalam Membentuk Konstruksi P e n d i d i k a n M u l t i k u l t u r a l d i I n d o n e s i a | 213 Teologi sistematika, sebagai disiplin Kristen dalam mengurangi konflik lintas yang mendalami prinsip-prinsip teologis, budaya dan agama. 8 Suardana dan teman- menawarkan landasan filosofis dan moral teman menulis AuMulticultural Christian Education in an Indonesian Church Nilai-nilai seperti kasih. ContextAy, menyoroti perlunya pendekatan keadilan, pengampunan, dan perdamaian dapat menjadi dasar yang kokoh untuk multikultural,9 sementara Susanto yang mendukung kurikulum yang inklusif. Sugirtharajah mencatat bahwa integrasi Pendidikan menegaskan bahwa pendidikan Kristen AuTinjauan Teologis Kristiani Tentang MultikulturalAy, sistematika memiliki potensi besar dalam membentuk masyarakat yang toleran dan sebagai refleksi ajaran Kristus. 10 Namun, studi-studi Indonesia, di mana agama memiliki pengaruh yang kuat dalam kehidupan konsep teologi sistematika sebagai dasar sehari-hari. Penelitian Indonesia yang majemuk. membahas berbagai aspek pendidikan Artikel ini bertujuan untuk mengisi multikultural dalam konteks kekristenan. Doni, misalnya, dalam artikelnya yang pertanyaan: Bagaimana konsep-konsep berjudul AuKajian Teologis Pandangan dalam teologi sistematika dapat dijadikan Multikultural dari Prespektif Pendidikan dasar dalam mengonstruksi pendidikan Agama Kristen tentang MultikulturalAy, multikultural di Indonesia? Penelitian ini mengeksplorasi peran pendidikan agama akan menganalisis konsep-konsep teologi Alister E. McGrath. Christian Theology: An Introduction (New Jersey: Wiley-Blackwell Publishing, 2. Stanley J. Grenz and Roger E. Olson, 20th-Century Theology: God & the World in a Transitional Age (Downers Grove. Illinois: InterVarsity Press, 1. Nicholas Wolterstorff. Justice: Rights and Wrongs (New Jersey: Princeton University Press, 2. Wolfhart Pannenberg. Systematic Theology Vol. 1-3 (Grand Rapids. Michigan: Wm. Eerdmans Publishing, 1. Sugirtharajah. The Bible and Empire: Postcolonial Explorations (Cambridge: Cambridge University Press, 2. Doni A. AuMultikultural Umat Beragama Di Indonesia Berdasarkan 1 Korintus 9:19-23 Dan Implikasinya Bagi Pendidikan Agama Kristen,Ay Coram Mundo: Jurnal Teologi Dan Pendidikan Agama Kristen 5, no. : 44Ae50, https://doi. org/10. 55606/corammundo. Made Suardana. Putu Ayub Darmawan, and Regita Oktavina Runtukahu. AuMulticultural Christian Education in an Indonesian Church Context,Ay Pharos Journal of Theology 104, no. 1Ae12, https://doi. org/10. 46222/pharosjot. Hery Susanto. AuTinjauan Teologis Tentang Pendidikan Kristiani Multikultural,Ay EDULEAD: Journal of Christian Education and Leadership 2, . 1Ae16, https://doi. org/10. 47530/edulead. 214 | SANCTUM DOMINE: Jurnal Teologi, vol. 14, no. sistematika yang relevan dan bagaimana Klasifikasi Data yaitu dengan melakukan penerapannya dapat memperkaya praktik seleksi berdasarkan relevansi terhadap pendidikan untuk meningkatkan inklusi dan keberagaman dalam sistem pendidikan mengelompokkan data berdasarkan tema Indonesia. Dengan harapan, artikel ini utama, seperti konsep teologi sistematika, dapat memberikan kontribusi berharga nilai-nilai multikultural, dan aplikasinya bagi pemerintah, lembaga pendidikan, dan dalam pendidikan di Indonesia. Ketiga, para pendidik dalam membangun sistem Analisis Data yaitu Mengidentifikasi tema- pendidikan yang lebih inklusif. tema kunci yang muncul dari literatur, dan menganalisis hubungan antara tema-tema METODE PENELITIAN tersebut untuk menjelaskan bagaimana konsep-konsep teologis dapat diterapkan Penelitian dalam pendidikan multikultural. Keempat. Penyimpulan dan Penyajian Hasil yaitu content analysis . nalisis is. untuk Dengan tahapan ini, penelitian sistematika dalam membentuk konstruksi menghasilkan kesimpulan yang valid dan pendidikan multikultural di Indonesia. terstruktur, serta relevan dengan topik yang Content metode inti untuk memastikan pendekatan yang sistematis, obyektif, dan dapat Proses HASIL DAN PEMBAHASAN sebagai berikut: Pertama. Pengumpulan Pengertian dan Dasar Berpikir Teologi Sistematika Data yaitu dengan mengidentifikasi dan mengumpulkan sumber-sumber literatur yang relevan, seperti artikel jurnal, buku, makalah konferensi, dokumen resmi, dan teks-teks teologis. Kedua. Pemilihan dan Satu Elo et al. AuQualitative Content Analysis,Ay SAGE Open 4, no. https://doi. org/10. 1177/2158244014522633. Marilyn Domas White and Emily E. Marsh. AuContent Analysis: A Flexible Methodology,Ay Library Trends 55, no. : 22Ae45. Istilah "teologi" dapat didefinisikan secara sederhana sebagai disiplin ilmu Tuhan menunjukkan dirinya. 12 Namun menurut Macquarrie, teologi adalah jenis penelitian https://doi. org/10. 1353/lib. G N Shava et al. AuQualitative Content Analysis . Utility . Usability and Processes in Educational Research,Ay International Journal of Research and Innovation in Social Science V, no. VII . : 553Ae58. Millard J. Erickson. Christian Theology (Grand Rapids: Baker Academic, 2. Relevansi Teologi Sistematika dalam Membentuk Konstruksi P e n d i d i k a n M u l t i k u l t u r a l d i I n d o n e s i a | 215 yang bertujuan untuk menyampaikan teologi sistematika sebagai disiplin ilmu dasar-dasar iman melalui bahasa yang tepat dan mudah dipahami. Teologi pernyataan koheren dari doktrin iman Kristen terutama bersumber dari Kitab Erikson Suci, diaplikasikan dalam konteks budaya kemudian menyatakan bahwa teologi umum, yang direlevansikan pada isu-isu adalah upaya untuk menafsirkan dan 18 Dengan demikian, teologi merumuskan secara rasional hal-hal yang sistematika adalah cabang teologi yang berkenaan dengan iman Kristen, yang Kitab Suci, doktrin-doktrin Kristen menerapkannya ke dalam konteks budaya, secara sistematis. Tujuan utamanya adalah sosial, dan masalah kontemporer. 14 Lebih lanjut Frame menjelaskan istilah teologi dengan penjelasan sebagai berikut: Authe menjelaskan hubungan antar mereka, dan application of the Scripture, by person, to every area of life. Ay15 teologis yang koheren. Rumusan prinsip-prinsip alkitabiah Istilah sistematika dalam bahasa Yunani ditulis dengan kata AosunistanoAo, berarti Auberdiri bersamaAy, dan Auuntuk mengaturAy, manusia adalah bagian dari keterkaitan sistematika adalah perumusan teologi secara terstruktur. 16 Chafer menjelaskan Dengan demikian, melalui mengumpulkan, menyusun secara ilmiah, prinsipnya, yakni: berhubungan dengan Allah dan karyaNya. Erickson Allah Allah Pencipta Multikultural John Macquarrie. Principle of Christian Theology (London: SCM Press, 1. Millard J. Erikson. Teologi Kristen Vol. (Malang: Gandum Mas, 2. , 27-28. John M. Frame. Systematic Theology: An Introduction to Christian Belief (Philipsburg: P & R, 2. Morton H. Smith. Systematic Theology. Volume One: Prolegomena Theology Anthropology Christology (Eugene. Oregon: Wipf and Stock Publishers, 2. Lewis Sperry Chafer. Systematic Theology, 8 Vol (Dallas: Dallas Seminary, 1. , 6. Millar J. Erikson. Christian Theology, 3 Vol (Grand Rapids: Baker, 1. , 21. 216 | SANCTUM DOMINE: Jurnal Teologi, vol. 14, no. Sebagaimana semesta membentuk budaya. Edward Alkitab, pada hari keenam, manusia Tailor mengatakan. AuCulture is that Allah, complex whole includes knowledge, belief. Allah art, morals, law, custom and any other semua makhluk lainnya. Selain itu, dalam capabilities and habits aquired by man as Kejadian 1:26Ae27. Alkitab menuliskan member of society. Ay21 Horton dan Hunt bahwa sebagai segambar dan serupa Frederico definisi ini menjadi. AuCulture is the Allah, dimiliki-Nya. Ini learned and shared attitudes, values, and memiliki tiga tujuan. Pertama, manusia way of behaving of the members of akan memiliki hubungan dengan Allah. Ay22 Kedua, mereka akan memiliki kemampuan Perintah Allah kepada manusia untuk mengemban tanggung jawab budaya adalah dasar dari kebudayaan, yang atas alam semesta sebagai wakil Allah di merupakan dasar dari istilah multikultural dunia ini. Ketiga, akan ada relasi yang (Kej. 1: . Ada hubungan antara ability selaras antara manusia dengan manusia, dan responsibility. Allah masih menuntut alam, dan yang paling penting, antara manusia dan Sang Pencipta. 19 Sehubungan Dengan dengan segambar dan serupa. Sudarmanto keistimewaan sebagai makhluk, manusia menyatakan bahwa manusia telah menjadi makhluk sosial sebagai gambar dan rupa Allah. Tempat di mana manusia diciptakan karena itu, setiap individu memiliki untuk hidup dalam hubungan sosial. kewajiban dan tanggung jawab untuk Karena Allah menciptakan manusia Oleh menjaga kesetaraan dalam keberagaman dalam gambaran dan keserupaan dengan segala potensi yang ada pada manusia. Dia Sebaliknya, menolak keberadaan orang juga memberi mereka kemampuan untuk lain sama dengan menolak keberadaan menciptakan budaya. Interaksi antara Allah sebagai pencipta manusia. manusia dan ciptaan-ciptaan lain di alam Hendra Rey. Manusia: Dari Penciptaan Sampai Kekekalan (Malang: gandum Mas, 2. Gunaryo Sudarmanto. AuMeretas Rancang Bangun Teologi Multikultural,Ay Voice of Wesley: Jurnal Ilmiah Musik Dan Agama 1, no. 121Ae46, https://doi. org/10. 36972/jvow. Stepen Grunlan, ed. Christian Perspektif on Sociology (Grand Rapid. Michigan: Zondervan Allah. Kedaulatan Allah atas Multikultural Publishing House, 1. dikutip oleh Lotnatigor Sihombing. Kultus Dan Kultur: Sikap Etis Kristen Terhadap Kebudayaan (Batu: Sekolah Tinggi Theologia AuI-3,Ay 1. Grunlan. Christian Perspektif on Sociology. Sihombing. Kultus Dan Kultur: Sikap Etis Kristen Terhadap Kebudayaan. Relevansi Teologi Sistematika dalam Membentuk Konstruksi P e n d i d i k a n M u l t i k u l t u r a l d i I n d o n e s i a | 217 alam semesta yang saling berkaitan dan Dalam Inggris. AuberdaulatAy ditulis dengan sovereign. Dalam bahasa Latin, ditulis dengan AuatasAy. Zaluchu mengafirmasi bahwa berdasarkan Alkitab, kedaulatan Allah berarti bahwa Dia yang mengendalikan segala sesuatu, dan tidak ada yang terjadi tanpa perintah atau izinNya. Allah melakukan segala sesuatu sesuai dengan kehendak-Nya sendiri. Greene sebagaimana dikutip oleh Tarigan, bahwa Allah menyerahkan ciptaan-ciptaan-Nya kepada manusia untuk dipelihara dan dikelola dalam leluhur-Nya. Hal ini menunjukkan bahwa manusia seharusnya Allah, yang memiliki kekuasaan penuh atas semua yang Dia ciptakan, meminta manusia untuk berbuat baik Jika Allah menginginkan setiap orang berbuat baik, oleh karena itu, setiap individu, secara sesama manusia tanpa memandang siapa mereka dan apa pun latar belakangnya. Kedaulatan Allah atas berbagai ciptaanNya inilah yang seharusnya menentukan Dengan demikian, keberagaman yang kedaulatan-Nya yang absolut dan kekal. mencintai Allah sepanjang hidupnya, melalui segala sesuatu yang ada dalam Artinya, manusia memiliki kepada Allah maupun sesama sebagai Dalam Teologi Multikultural. Sudarmanto Solidaritas dan Identifikasi Diri Kristus Fundamen dari Multikultural melalui karya-Nya. Dia memasukkan keberagaman manusia ke dalam sistem Sonny Zaluchu. AuPenderitaan Kristus Sebagai Wujud Solidaritas Allah Kepada Manusia,Ay DUNAMIS: Jurnal Penelitian Teologi Dan Pendidikan Kristiani 2, no. : 61, https://doi. org/10. 30648/dun. Greene. Reclaiming the Future of Christian Education: A Transforming Vision (Colorado Springs: Association of Christian Schools International, 1. dikutip oleh Setelah manusia jatuh ke dalam dosa, menimbulkan tindakan pemberontakan dari dua arah: satu terhadap Allah dan yang lain terhadap makhluk ciptaan. Dalam dosa, manusia menguasai semua makhluk Dia menjadi lebih jahat dan terus menderita karena berpisah dengan Allah. Musa S. Tarigan. AuKebenaran Allah Sebagai Dasar Pendidikan Kristen,Ay JOHME: Journal of Holistic Mathematics Education 3, no. : 80Ae95, https://doi. org/https://dx. org/10. 19166/johme. 1684 Vol. Gunaryo Sudarmanto. Teologi Multikultural (Batu: Departemen Multimedia YPPII Batu, 2. , 93. 218 | SANCTUM DOMINE: Jurnal Teologi, vol. 14, no. Menurut Yesaya 59:2, disebutkan manusia surat Roma 8: 18Ae30. Seperti yang berpisah dari Allah disebabkan dosa dinyatakan oleh Siahaan. Allah hadir mereka, dan secara bersamaan mereka mengalami kesulitan. Terkait dengan hal mengungkapkan keluhan mereka yang Agustinus yang mengatakan bahwa dosa tidak tersampaikan kepada Allah. Ini adalah gambaran kesombongan manusia. adalah salah satu contoh bagaimana Allah Di mana manusia sebenarnya adalah makhluk yang bergantung, mereka ingin menderita di dunia ini. 29 Ryken. Wilhoit, melepaskan diri dari ketergantungan dan dan Longman juga mengatakan, seperti mencoba berdiri sendiri tanpa Allah, tetapi yang dikutip oleh Zaluchu, bahwa Allah tidak dapat. 27 Dengan demikian. Allah telah mengalami penderitaan yang lebih telah menyiapkan rencana besar untuk dunia yang terkutuk oleh dosa ini. Dengan Penderitaan yang berpuncak di dalam diri memberikan Anak-Nya yang tunggal. Yesus menunjukkan bagaimana Allah Yesus Kristus. Allah telah merencanakan menanggung penderitaan dunia kepada untuk menebus semua orang dari dosa dirinya sendiri. 30 Kasih yang sama Yesus melalui penderitaan Kristus di kayu salib. tampak pada semua orang yang dia Allah melakukan semua ini agar orang Baik untuk orang Yahudi, orang yang berdosa dapat berdamai dengan- Samaria, maupun orang yang bukan Nya. Yahudi. Zaluchu Karya penebusan melalui inkarnasi Tuhan solidaritas-Nya Roh-Nya, orang-orang anak-Nya. Melalui penjelasan tentang prinsip Yesus, diinginkan dapat menjadi standar bagi Paulus menceritakan tentang penderitaan ilahi selama penebusan dalam keberagaman dan kebersamaan yang ada di Darrow L. Miller. Membangun Bangsa Dengan Pikiran Allah (Jakarta: YPPM, 2. , 188. dikutip oleh Sonny Eli Zaluchu. AuPenderitaan Kristus Sebagai Wujud Solidaritas Allah Kepada Manusia,Ay Dunamis: Jurnal Teologi Dan Pendidikan Kristiani 2, no. : 61Ae74. Zaluchu. AuPenderitaan Kristus Sebagai Wujud Solidaritas Allah Kepada Manusia,Ay 2017. Harls Evan Siahaan. AuMengajarkan Nasionalisme Lewat Momentum Perayaan Paskah: Refleksi Kritis Keluaran 12: 1-51,Ay DUNAMIS: Jurnal Teologi Dan Pendidikan Kristiani 1, no. 39Ae54, id/ejournal/index. php/dunamis. James C. Wilhoit Leland Ryken. Kamus Gambaran Alkitab (Surabaya: Penerbit Momentum, 2. , 241. Zaluchu. AuPenderitaan Kristus Sebagai Wujud Solidaritas Allah Kepada Manusia,Ay 2017. Yonatan Arifianto. AuDeskripsi Sejarah Konflik Horizontal Orang Yahudi Dan Samaria,Ay PASCA : Jurnal Teologi Dan Pendidikan Agama Kristen . 33Ae39, https://doi. org/10. 46494/psc. Relevansi Teologi Sistematika dalam Membentuk Konstruksi P e n d i d i k a n M u l t i k u l t u r a l d i I n d o n e s i a | 219 Indonesia Berdasarkan Dengan inkarnatif Yesus, pelayanan-Nya yang keselamatan tidak terbatas pada bangsa Israel. keadaan manusia, kematian-Nya di atas Martins menjelaskan bahwa Kitab kayu salib, dan kekuatan kebangkitan-Nya Yunus melukiskan keberadaan Allah yang untuk menyelamatkan semua orang yang berdaulat atas seluruh ciptaan. Allah berdosa, ada dasar teologis yang kuat yang digambarkan dalam cerita Niniwe sebagai mempengaruhi cara seseorang berperilaku Allah yang baik hati dan penuh kasih, yang terhadap sesama manusia. 33 Menurut Doeka. Allah Universalitas Kasih Allah Esensi dari Multikultural Prinsip universalitas kasih Allah adalah inti dari teologi multikultural. Berbicara kasih tentang Allah berarti berbicara tentang pekerjaan keselamatan Allah untuk setiap orang. Hanya melalui pekerjaan Kristus di kayu salib, anugerah Allah dapat menyelamatkan manusia dari 32 Istilah universal memiliki arti AuumumAy . erlaku untuk setiap individu . keseluruhan dunia. Ay Begitu juga frasa Ausetiap orangAy dalam Yohanes 3:16 AoduniaAo. Di sini digarisbawahi bahwa tawaran keselamatan tersebut berlaku untuk semua orang di dunia, termasuk bangsa di luar Israel dan bangsa Israel telah mendengarkan raja dan orang Niniwe disampaikan Yunus tentang hukuman, tanpa peduli apakah bangsa yang dipilih atau tidak. Jika seseorang ingin melakukan pertobatan, kemurahan hati Allah akan menempatkannya di tempat yang sesuai. Kitab Yunus menunjukkan bahwa kemurahan hati Allah dalam bentuk keselamatan dapat diterima oleh semua orang, tidak terbatas pada identitas suatu bangsa atau individu. Kepedulian Allah terhadap kota dan orang asing sama dengan yang Dia lakukan terhadap orang Israel dan Yerusalem. Mereka juga mendapat perhatian yang sama dari Allah karena doa dan pertobatan Jika setiap orang memiliki prinsip universalitas kasih Allah ini, maka tidak Harun Hadiwijono. Iman Kristen (Jakarta: BPK Gunung Mulia, 1. , 261. Martins. Plot and Purpose in the Old Testament (USA: Varsity Press, 1. Fredrik Y. Doeka. AuMerajut Ke- Indonesia-an Yang Multikultural Dalam Pandangan Gereja Knitting Multicultural Indonesia in the Church Ao s View,Ay Millah : Jurnal Studi Agama 18. Studi Agama-Agama . : 15Ae30, https://doi. org/10. 220 | SANCTUM DOMINE: Jurnal Teologi, vol. 14, no. ada seorang pun yang bertindak sebagai budaya dan agama yang luar biasa. AohakimAo bagi sesamanya. Setiap orang Indonesia menghadapi berbagai tantangan yang beragama Kristen harus berhati-hati signifikan dalam mengimplementasikan Nurcahyono Keanekaragaman multikultural dirancang sebagai upaya seperti mengasihi diri sendiri (Matius menghargai perbedaan, serta membangun 22:. Sebagai ciptaannya, manusia juga 35 Namun menurut Furqon, data Dengan Teologi empiris menunjukkan berbagai kendala sistematika merumuskan doktrin iman yang menghambat tercapainya tujuan Kristen pendidikan multikultural yang diharapkan. relevansinya dengan konteks budaya. Salah satu kendala yang paling mendasar Multikultural menekankan tanggung jawab manusia untuk menjaga keharmonisan pemahaman mendalam tentang pentingnya nilai keberagaman, baik dari sisi kebijakan Kedaulatan Alkitab Allah Allah. di lingkungan keberagaman sebagai bagian dari rencana- sekolah, hingga interaksi antar siswa yang Nya, sementara solidaritas dan identitas Kristus ketidakmampuan menerima perbedaan. hubungan harmonis. Universalitas kasih Kurangnya Allah menekankan pentingnya mengasihi dihilangkan dari berbagai faktor, seperti sesama tanpa membedakan latar belakang budaya dan identitas. mencerminkan keberagaman budaya dan Peta Pendidikan Multikural di Indonesia Sebagai negara dengan keragaman Okta Hadi Nurcahyono. AuPendidikan Multikultural Di Indonesia: Analisis Sinkronis Dan Diakronis,Ay Habitus: Jurnal Pendidikan. Sosiologi, & Antropologi 2, no. : 105, https://doi. org/10. 20961/habitus. eksklusif daripada mendorong dialog Mohamad Furqon. AuPendidikan Multikultural Dalam Dunia Pendidikan Di Indonesia,Ay Jurnal Pendidikan Nusantara: Kajian Ilmu Pendidikan Dan Sosial Humaniora 1, no. : 1Ae12. Relevansi Teologi Sistematika dalam Membentuk Konstruksi P e n d i d i k a n M u l t i k u l t u r a l d i I n d o n e s i a | 221 37 Selain itu. Suryaningsih et pendidikan multikultural yang harmonis. al menjelaskan bahwa penguatan nilai- Intoleransi ini juga semakin diperparah oleh kurikulum pendidikan yang kurang diinventarisasi dengan baik dalam praktik merefleksikan keberagaman budaya dan sehari-hari baik di ruang kelas maupun agama yang ada di Indonesia. 40 Dalam lingkungan pendidikan yang lebih luas beberapa kasus, kurikulum dan bahan ajar turut memperparah situasi ini. 38 Dengan memiliki pendekatan yang teologis dan kata lain, tantangan ini tidak hanya muncul tidak mendorong dialog lintas agama, dari kebijakan, tetapi juga dari pemahaman sehingga menghambat pemahaman siswa yang ada di kalangan guru, siswa, dan tentang keberagaman yang seharusnya pemangku kepentingan. Akibatnya. Masalah intoleransi yang masih pendidikan tidak menjadi sarana untuk meluas di kalangan guru dan siswa menjadi membangun inklusivitas dan keadilan salah satu isu mendasar dalam pendidikan sosial, tetapi justru sering kali memperkuat multikultural di Indonesia. Hasil survei eksklusivitas dan prasangka negatif. 41 Hal yang dilakukan oleh LaKIP (Lembaga ini membentuk lingkungan pendidikan Kajian Islam Perdamaia. menunjukkan fakta yang memprihatinkan, keberadaan tempat ibadah agama lain di mempengaruhi interaksi dan hubungan lingkungan sekitar mereka dan enggan sosial di lingkungan sekolah. Selain itu, untuk turut berpartisipasi dalam perayaan menurut Elhefni dan Wahyudi, rendahnya hari besar agama lain. 39 Temuan ini menunjukkan bahwa dunia pendidikan masih jauh dari nilai-nilai keterbukaan dan keterbatasan pelatihan yang mereka miliki semangat inklusivitas yang seharusnya juga turut memperburuk situasi ini. Banyak guru yang masih menggunakan metode Endang Yuliana. AuImplementasi Pendidikan Multikultural Berbasis Kurikulum Merdeka Di Kinderstation Senior High SSchool Yogyakarta,Ay https://dspace. id/bitstream/handle/12345678 9/45762/19913069. pdf?isAllowed=y&sequence=1 Tri Suryaningsih. Arifin Maksum, and Arita Marini. AuMembentuk Profil Pelajar Pancasila Dimensi Berkebinekaan Global Melalui Pendidikan Multikultural Di Sekolah Dasar,Ay DWIJA CENDEKIA: Jurnal Riset Pedagogik 7, no. , https://doi. org/10. 20961/jdc. Tatang and Deak. AuPeran Pendidikan Agama Kristen Dalam Memelihara Interaksi Sosial Dalam Masyarakat Multikultural Di Indonesia. Ay Ditta Delfiana Putri et al. AuAnalisis Hubungan Pendidikan Multikultural Dan Pendidikan Inklusi,Ay Pendas: Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar 9, no. : 2765Ae80. Putri et al. 222 | SANCTUM DOMINE: Jurnal Teologi, vol. 14, no. segregasi yang muncul dalam lingkungan menciptakan lingkungan belajar yang pendidikan akibat konflik tersebut juga menghambat kesempatan siswa untuk 42 Situasi ini mengakibatkan belajar nilai-nilai inklusivitas dan saling siswa yang memiliki latar belakang agama 45 Akibatnya, generasi muda atau budaya berbeda menjadi korban cenderung tumbuh dengan pemahaman diskriminasi atau marginalisasi di sekolah. Akibatnya, mereka mengalami tekanan psikologis yang berdampak pada prestasi Indonesia. Dalam jangka panjang, kondisi ini tidak hanya memengaruhi hubungan Menurut Rosyada interpersonal di sekolah tetapi juga dapat Pendidikan yang tidak mengadopsi berkontribusi pada ketegangan sosial yang pendekatan multikulturalisme juga dapat lebih luas dalam masyarakat. 46 Oleh karena itu, penting bagi pemangku kebijakan dan Fenomena pihak terkait untuk segera menciptakan kelompok agama atau etnis minoritas lingkungan pendidikan yang inklusif dan menjadi bukti nyata. Konflik sosial di aman agar konflik seperti ini dapat masyarakat, seperti yang terjadi di Ambon pada periode 1999-2002, juga sering kali Meski berbagai tantangan tersebut Kejadian tersebut menyebabkan segregasi sangat kompleks, peluang untuk perbaikan sekolah berdasarkan agama, yang pada tetap terbuka lebar. Dengan langkah- akhirnya memperburuk interaksi lintas langkah strategis seperti revisi kebijakan budaya dan agama yang seharusnya pendidikan, penguatan kapasitas guru, dan integrasi nilai-nilai multikultural ke dalam Elhefni and Apri Wahyudi. AuStrategi Pengembangan Pendidikan Multikultural Di Indonesia,Ay Elementary: Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar . https://doi. org/10. 32332/elementary. Atin Supriatin and Aida Rahmi Nasution. AuImplementasi Pendidikan Multikultural Dalam Praktik Pendidikan Di Indonesia,Ay Elementary: Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar 3, no. : 1. Yenny Puspita. AuPentingnya Pendidikan Multikultural,Ay in Prosiding Seminar Nasional Pascasarjanasional Universitas PGRI Palembang (Palembang: Universitas PGRI Palembang, 2. , 285Ae91. Dede Rosyada. AuPendidikan Multikultural Di Indonesia Sebuah Pandangan Konsepsional,Ay Sosio-Didaktika: Social Science Education Journal . 1Ae12, https://doi. org/10. 15408/sd. Suryaningsih. Maksum, and Marini. AuMembentuk Profil Pelajar Pancasila Dimensi Berkebinekaan Global Melalui Pendidikan Multikultural Di Sekolah Dasar. Ay Elhefni and Wahyudi. AuStrategi Pengembangan Pendidikan Multikultural Di Indonesia. Ay Relevansi Teologi Sistematika dalam Membentuk Konstruksi P e n d i d i k a n M u l t i k u l t u r a l d i I n d o n e s i a | 223 dan agama mereka. 48 Uling menjelaskan Indonesia dapat berfungsi sebagai landasan utama dalam membangun masyarakat yang manusia, hubungan sesama, dan tanggung jawab setiap satu sama lain sangat Pendekatan menyeluruh ini dipengaruhi oleh konsep ini. Menghormati dan menghargai martabat setiap orang adalah konsekuensi langsung dari ajaran membangun bangsa yang lebih toleran dan AuImago Dei. Ay49 Ini berarti setiap orang harus memandang sesamanya sebagai pribadi yang memiliki nilai yang sama di Penerapan Teologi Sistematika dalam Pendidikan Multikultural Peneliti akan menjelaskan teologi sistematika dalam konstruksi pendidikan hadapan Allah, bukan hanya sebagai anggota suku, bangsa, atau agama tertentu. Dalam heterogen seperti Indonesia, gagasan ini multikultural sebagai berikut: perbedaan dan memperlakukan setiap Pendidikan Multikultural dengan Dasar Citra Allah (Imagio De. Salah satu konsep utama dalam teologi Kristen adalah doktrin AuImago DeiAy, "Gambar Allah", diciptakan berdasarkan gambar dan rupa Allah. Ini berarti bahwa setiap orang memiliki martabat dan nilai yang sama di hadapan Allah terlepas dari budaya, etnis. Tony Wiyaret Fangidae. AuThe Image of God in Genesis 1,Ay Theologia in Loco 2, no. 92Ae117, https://doi. org/10. 55935/thilo. Manintiro Uling. AuTinjauan Manusia Sebagai Gambar Allah Terhadap Kasus Human Trafficking Di Indonesia,Ay TE DEUM (Jurnal Teologi Dan Pengembangan Pelayana. 9, no. 231Ae47, https://doi. org/10. 51828/td. Obet Nego. AuTeologi Multikultural Sebagai orang dengan kasih sayang. 50 Selain itu. AuImago DeiAy memiliki pesan moral yang Tiyono menegaskan bahwa jika setiap orang adalah representasi Tuhan, maka semua orang bertanggung jawab secara moral untuk memperlakukan satu sama lain dengan keadilan, kasih, dan belas Mengatasi ketidakadilan sosial, memperjuangkan hak asasi manusia untuk semua orang. Respon Terhadap Meningkatnya Eskalasi Politik Identitas Di Indonesia,Ay PASCA: Jurnal Teologi Dan Pendidikan Agama Kristen 16, no. 121Ae39, https://doi. org/10. 46494/psc. Dolf Tiyono et al. AuDolf TiyonoMemahami Imago Dei Seabagai AoGolden SeedAo Memahami Imago Dei Sebagai AoGolden Seed,AoAy Pelayanan Kristiani 1, no. : 39, http://w. id/jurnal/index. php/epigra 224 | SANCTUM DOMINE: Jurnal Teologi, vol. 14, no. Konsep AuImago DeiAy jika diterapkan beragam seperti Indonesia. dalam pendidikan akan mengonstruksi pendidikan multikultural yang bersifat 52 Pendidikan harus membantu keberagaman manusia sebagai manifestasi dari gambar Allah di dalam diri mereka. Menurut Hakim dan Darojat, hal ini memberi pendidikan yang mendorong penghargaan terhadap perbedaan, dan membuat lingkungan belajar yang aman dan inklusif di mana semua siswa dapat Dengan demikian, konsep AuImago DeiAy bukan hanya sebuah doktrin teologis tetapi juga prinsip moral dan pedagogis yang mendorong setiap orang untuk menghormati, menghargai, dan meningkatkan martabat manusia di tengahtengah Penghayatan tentang ide-ide ini dapat Pendidikan Multikultural dengan Dasar Inklusivitas dan Kesetaraan dalam Kristus Menurut surat Galatia 3:28, ada Imanuel Herman Prawiromaruto and Kalis Stevanus. AuPendidikan Karakter Kristen Melalui Pengutamaan Formasi Rohani,Ay DUNAMIS: Jurnal Teologi Dan Pendidikan Kristiani 7, no. 543Ae56, https://doi. org/10. 30648/dun. Brian Amrico Welan and Budi Wibawanta. AuNatur Siswa Sebagai Gambar Dan Rupa Allah Dalam Pendidikan Kristen Yang Holistis,Ay KAIROS: Jurnal Ilmiah 2, no. : 35Ae48. Arif Rohman Hakim and Jajat Darojat. AuPendidikan Multikultural Dalam Membentuk Karakter Dan Identitas Nasional,Ay Jurnal Ilmiah Profesi Pendidikan 8, no. : 1337Ae46, https://doi. org/10. 29303/jipp. Kristus, menghilangkan perbedaan etnis, sosial, dan gender di antara orang percaya. 55 Ini menunjukkan bahwa di hadapan Allah, semua orang memiliki kesetaraan nilai. Dalam pendidikan, implementasi tekanan diberikan terhadap keberagaman, antidiskriminasi, dan kerja sama antarbudaya. Hal ini menghadirkan atmosfer belajar yang inklusif di mana setiap pribadi dihargai dan didukung. Ini mempersiapkan siswa untuk membangun masyarakat yang beragam dengan pemahaman yang lebih baik tentang toleransi dan kesetaraan. Konsep ini memaksakan penerapan dalam pendidikan yang inklusif, menghargai keberagaman, dan menentang diskriminasi dan prasangka. membangun perdamaian, keadilan, dan keharmonisan dalam masyarakat yang Terutama dan terpenting, pendidikan harus menjadi wadah untuk mendorong Christo Antusias Davarto Siahaan. AuGalatia 3:28 Dan Pelayanan Perempuan: Sebuah Penafsiran Menggunakan Epistolary Approach Untuk Menjelaskan Pelayanan Kaum Perempuan Di Gereja,Ay Jurnal Teologi Pambelum 3, no. Agustus . : 1Ae28, https://doi. org/10. 59002/jtp. Roy Martin Simanjuntak et al. AuKesetaraan Hula-Hula Dengan Boru Dalam Budaya Batak Toba: Tinjauan Sosio-Teologis Galatia 3:28,Ay Kurios . 404Ae12, https://doi. org/10. 30995/kur. Legi and Sibarani. AuProblematika Pendidikan Kristen Di Indonesia Di Tengah Kemerosotan Moral. Ay Relevansi Teologi Sistematika dalam Membentuk Konstruksi P e n d i d i k a n M u l t i k u l t u r a l d i I n d o n e s i a | 225 Pendidikan juga harus mendorong menciptakan lingkungan belajar yang kerja sama dan pemahaman antarbudaya. menyambut semua siswa, tidak peduli latar Wirda berpendapat bahwa hal ini dapat belakang mereka. 58 Sekolah harus menjadi tempat di mana setiap orang merasa didukung, dihargai, dan dihormati karena memberikan kesempatan untuk diskusi keberagaman mereka. Menurut Poceratu antarbudaya di dalam dan di luar kelas, dan dan teman-teman. Salah satu tanggung memberi siswa kesempatan untuk belajar jawab guru dan administrator pendidikan melintasi budaya. Siswa harus dididik adalah memastikan bahwa keberagaman budaya, etnis, dan sosial diakui dan yang berbeda, menghargai keunikan setiap dihargai dalam setiap aspek kehidupan budaya, dan bekerja belajar sama dengan Selain itu, pendidikan harus orang-orang dari latar belakang yang menentang diskriminasi dan prasangka. Rahim lingkungan belajar yang ramah dan Ini Metode perspektif-perspektif mendukung di mana setiap siswa merasa dihargai dan diterima. Selain itu, menurut membedakan, memberi peringatan, atau Khairunida dan teman-teman, hal ini mengabaikan orang lain berdasarkan ras, mempersiapkan generasi berikutnya untuk agama, gender, atau status sosial mereka. menjadi pemimpin global yang dapat Untuk memerangi ketidakadilan sosial dan membangun masyarakat yang beragam ketimpangan akses terhadap pendidikan, 62 Pendidikan dapat menjadi kekuatan yang kuat dalam membangun Indah Wahyu Ningsih. Annisa Mayasari, and Uus Ruswandi. AuKonsep Pendidikan Multikultural Di Indonesia,Ay EDUMASPUL: Jurnal Pendidikan 6, no. : 1083Ae91, https://doi. org/10. 47435/al-qalam. Imelda Christy Poceratu. Yance Zadrak Rumahuru, and Pitersina Christina Lumamuly. AuTransformasi Kearifan Lokal Berbasis Pendidikan Agama Kristen Multikultural Pada Pendidikan Tinggi,Ay IMMANUEL: Jurnal Teologi Dan Pendidikan Kristen 3, no. : 166Ae78, https://doi. org/10. 46305/im. Rahmawaty Rahim. AuSignifikansi dunia yang lebih adil, harmonis, dan Pendidikan Multikultural Terhadap Kelompok Minoritas,Ay Analisis XII, no. : 161Ae82. Aina Wirda et al. AuUrgensi Pendidikan Multikultural Di Sekolah Dan Masyarakat Indonesia Sebagai Bentuk Keragaman Budaya,Ay Yasin: Jurnal Pendidikan Dan Sosial Budaya 3, no. 1Ae7, https://doi. org/10. 58578/yasin. Daan Dini Khairunida et al. AuPendidikan Multikultural Di Kelas Global: Strategi Pengajaran Responsif Budaya,Ay Jurnal Cahaya Mandalika ISSN 2721-4796 (Onlin. 3, no. : 1857Ae63, https://doi. org/10. 36312/jcm. 226 | SANCTUM DOMINE: Jurnal Teologi, vol. 14, no. sejahtera dengan memperjuangkan nilai- manusia untuk melampaui batasan budaya, nilai kesetaraan, inklusi, dan kerja sama. etnis, dan sosial ketika mencintai sesama. Ini membuka mata setiap orang tentang Pendidikan Multikultural dengan Dasar Kasih dalam Interaksi Sosial Salah satu konsep paling penting dan mendalam dalam iman Kristen adalah kasih Allah, yang dalam ajaran Kristen dikenal sebagai kasih agape. Ini adalah kasih yang tidak terbatas pada keadaan, waktu, atau perbuatan. 63 Puncak kasih ilahi kepada manusia adalah kasih agape. Dalam Matius 22:39, Allah mencintai sesamanya seperti diri sendiri, menunjukkan betapa pentingnya kasih ini dalam hubungan koneksi sosial. Wantoro menjelaskan bahwa kasih agape adalah kasih yang tulus dan mendalam yang tidak hanya bersumber dari perasaan atau emosi, tetapi juga berasal dari tindakan yang nyata dan berkelanjutan. 64 Ini adalah kasih yang bermula dari pemahaman yang mendalam tentang nilai setiap orang sebagai ciptaan Tuhan, bukan dari apakah seseorang pantas atau tidak. Kasih agape mengajarkan setiap Rencan Carisma Marbun. AuKasih Dan Kuasa Ditinjau Dari Perspektif Etika Kristen,Ay Jurnal Teologi Cultivation 3, no. : 88Ae97, https://doi. org/10. 46965/jtc. J Wantoro. AuAgape Sebagai Landasan Learning Live Together Untuk Mengembangkan Karakter Individu. Keluarga. Dan Masyarakat,Ay Jurnal Excelsior Pendidikan, 2021, 221Ae34, https://excelsiorpendidikan. id/index php/JEP/article/view/17. Diana Kristanti et al. AuProfesionalitas siapa sesama tersebut dan mendorong membedakan mereka. 65 Adang dan Zega menerangkan bahwa kasih agape adalah solusi yang kuat dalam masyarakat yang rentan oleh konflik dan perbedaan. Ini adalah panggilan untuk meningkatkan kebaikan, keadilan, dan kasih sayang dalam semua interaksi sosial. 66 Mengasihi orang lain dengan cara yang sama seperti membuat hidup mereka lebih baik, namun juga menjadikan setiap orang menjadi satu keluarga manusia di bawah cinta yang universal dari Allah. Lingkungan multikultural harus menjadi tempat di mana prinsip kasih sayang, empati, dan pengertian ditekankan secara kuat. Guru dan karyawan sekolah harus menjadi contoh dalam menerapkan prinsip-prinsip ini dan menciptakan lingkungan kelas yang ramah dan mendukung. 67 Agustian dan Yesus Dalam Mengajar Tentang Kasih,Ay Didache: Journal of Christian Education 1, no. : 35, https://doi. org/10. 46445/djce. Reni Marlince Adang and Abad Jaya Zega. AuPentingnya AoKasihAo Dalam Surat 1 Yohanes: Tafsiran Terhadap Kasih Agape,Ay Prosiding Seminar Nasional Pendidikan Dan Agama 4, no. 94Ae102, https://doi. org/10. 55606/semnaspa. Hasanuddin Hasanuddin. Fikriyah Iftinan Fauzi, and Muhammad Abrar Parinduri. AuAnalysis Relevansi Teologi Sistematika dalam Membentuk Konstruksi P e n d i d i k a n M u l t i k u l t u r a l d i I n d o n e s i a | 227 teman-teman menambahkan, hal ini tidak merekonsiliasi relasi yang terputus antara Allah dan manusia serta satu sama lain. menghormati dan mendukung satu sama Program pendidikan harus mencakup metode-metode konkret untuk mengakhiri kesempatan untuk berbagi pengalaman, kekecewaan, mendorong pengampunan, mendengarkan perspektif yang berbeda, dan membangun komunitas yang saling dan membangun hubungan yang baik. Bahkan dalam situasi yang Pendekatan pendidikan yang berpusat pada sulit, guru harus mengajarkan siswa kasih sayang dan empati membantu siswa pentingnya bersahabat dengan orang lain. tidak hanya belajar untuk sukses di Selain itu, mereka harus menunjukkan sekolah, tetapi juga menjadi orang yang penyesalan dan keinginan mereka untuk ramah, toleran, dan bertanggung jawab memperbaiki hubungan yang rusak dengan untuk membangun komunitas yang ramah menunjukkan contoh nyata. dan damai. Pendidikan juga harus memberi siswa kesempatan untuk belajar bagaimana Pendidikan Multikultural dengan Dasar Rekonsiliasi dan Pengampunan Prinsip utama dalam ajaran Kristen adalah panggilan untuk menjadi pelaku diilhami oleh kasih Allah yang melampaui perbedaan budaya dan etnis. Ayat 2 Korintus 5:18-19 menekankan betapa Kristen berkomunikasi, memecahkan masalah, dan menangani konflik. Menurut Supardi, keterampilan ini akan membantu mereka mengatasi perbedaan budaya dan etnis dengan bijaksana dan menghargai. Selain itu, pendidikan harus menekankan betapa pentingnya membangun komunitas yang inklusif di mana setiap orang dihargai dan diterima tanpa melihat latar belakang 71 Prakastyo menambahkan, siswa of SaraAoS Post-Conflict Multicultural Education: Indigenous Psychological Studies,Ay Psikoislamedia : Jurnal Psikologi 8, no. https://doi. org/10. 22373/psikoislamedia. M Agustian et al. AuMeningkatkan Kompetensi Guru Di Lingkungan Forum Guru Agama Nasional Untuk Memaksimalkan Sikap Intoleran Dengan Pendekatan Pendidikan Multikultural Di Kelas,Ay Jurnal Widya Laksana 12, 1 . : 134Ae41. Valeri Wattimena. Singo Tomhisa, and Vincent Kalvin Wenno. AuMemaknai Pengampunan Dalam 2 Korintus 2:5-11 Menurut Paulus Dan Implikasinya Bagi Kehidupan Masa Kini,Ay Noumena: Jurnal Sosial Humaniora Dan Keagamaan 3, no. : 154Ae65, https://doi. org/10. 46305/im. Jefrit Johanis Messakh et al. AuPeran Pendidikan Agama Kristen Dalam Membangun Moderasi Beragama Di Era 5. 0,Ay Edukatif : Jurnal Ilmu Pendidikan 5, no. : 2160Ae72, https://doi. org/10. 31004/edukatif. Iwan Supardi and Sumarno Sumarno. AuModel Pendidikan Multikultural Ramah Di Sekolah Ethno-Religio Segregation (E-R. Kota Pontianak,Ay Jurnal Penelitian Dan Evaluasi 228 | SANCTUM DOMINE: Jurnal Teologi, vol. 14, no. nilai-nilai penghargaan terhadap martabat individu, kehidupan sehari-hari mereka melalui keberagaman, dan pemulihan hubungan kegiatan yang mendorong kerja sama, untuk menciptakan lingkungan pendidikan saling pengertian, dan dihargai terhadap yang inklusif dan damai. Oleh KESIMPULAN DAN SARAN multikultural membentuk generasi yang mampu mengatasi konflik, memperbaiki Penelitian ini menunjukkan bahwa hubungan yang rusak, dan membangun konsep-konsep dalam teologi sistematika masyarakat yang lebih damai, harmonis, dan berdampingan melalui pendidikan mengonstruksi pendidikan multikultural di yang menanamkan nilai-nilai rekonsiliasi Indonesia. Dengan menekankan prinsip Imago Dei, kesetaraan dalam Kristus. Menurut Rerung, dalam Kristus, umat Allah dipanggil untuk anugerah, dan rekonsiliasi, nilai-nilai ini 73 Ini termasuk mengatasi dapat membentuk kerangka berpikir yang budaya dan etnis, dan implementasi mendukung lingkungan pendidikan yang program pendidikan harus mencakup inklusif dan harmonis. Pendekatan ini pengampunan, dan membangun komunitas yang saling menghormati. membangun dialog lintas budaya untuk Dengan Teologi mengurangi polarisasi sosial dan konflik antar kelompok. Oleh karena itu, integrasi multikultural menekankan prinsip Imago nilai-nilai Dei, kesetaraan dalam Kristus, kasih agape, kemajemukan sebagai anugerah, membangun kesetaraan dan kerukunan dan rekonsiliasi. Prinsip ini mendorong dalam lingkungan sekolah di Indonesia. Pendidikan 18, no. : 202Ae14, https://doi. org/10. 21831/pep. Natanael Difrera Prakastyo. Elieser R. Marampa, and Simanjuntak Eddy. AuToleransi Yang Tak Nyata: Problematika Hak Kebebasan Beragama Dalam Perspektif Pendidikan Kristen,Ay SOPHIA: Jurnal Teologi Dan Pendidikan Kristen . 91Ae102, https://doi. org/10. 34307/sophia. Alvary Exan Rerung. AuSpiritualitas Pengampunan Berdasarkan Analisis Teologis Kisah Para Rasul 15:35-41,Ay Vox Dei: Jurnal Teologi Dan Pastoral 3, no. : 31Ae45, https://doi. org/10. 46408/vxd. Relevansi Teologi Sistematika dalam Membentuk Konstruksi P e n d i d i k a n M u l t i k u l t u r a l d i I n d o n e s i a | 229 dengan menciptakan kerangka pendidikan yang berbasis pada prinsip kesetaraan dan Sekolah Indonesia Program berbasis prinsip Imago Dei dan interaksi budaya, dialog lintas agama, dan pelatihan tenaga pendidik. Dukungan pemangku kepentingan juga penting untuk menciptakan lingkungan pendidikan yang toleran dan inklusif. DAFTAR PUSTAKA