https://journals. upi-yai. id/index. php/IKRAITH-EKONOMIKA P-ISSN : 2654-4946 E-ISSN : 2654-7538 Determinan Nilai Perusahaan Pada Perusahaan Sektor Konsumsi Yang Terdaftar Di Bursa Efek Indonesia Periode 2015 2021 Yusdianto Program Studi Akuntansi. Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Persada Indonesia Y. e-mail : y. anton1977@gmail. Rio Hendrawan Program Studi Akuntansi. Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Persada Indonesia Y. e-mail : riohendrawan21@gmail. Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk menguji determinan terhadap Nilai Perusahaan atas Ukuran Perusahaan dan Likuiditas pada Perusahaan Sektor Konsumsi yang Terdaftar Di Bursa Efek Indonesia Periode 2015-2021. Berdasarkan metode purposive sampling, jumlah sampel dalam penelitian ini adalah 18 perusahaan. Pengujian penelitian ini didasarkan kepada pengujian data panel, uji asumsi klasik dan uji hipotesis. Alat ukur yang digunakan untuk analisis ini adalah program Eviews 10. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa berdasarkan uji parsial . , variabel Ukuran Perusahaan berpengaruh positif terhadap nilai perusahaan dan Likuiditas berpengaruh positif terhadap Nilai Perusahaan. Secara bersama-sama . Ukuran Perusahaan dan Likuiditas berpengaruh terhadap Nilai Perusahaan dengan nilai probabilitas 0,000000 < 0,05. Kata Kunci : Ukuran Perusahaan. Likuiditas. Nilai Perusahaan Abstract This study aims to examine the determinants of firm value on firm size and liquidity in consumption sector companies listed on the Indonesia Stock Exchange for the 2015-2021 period. Based on the purposive sampling method, the number of samples in this study were 18 companies. The testing of this research is based on panel data testing, classical assumption test and hypothesis testing. The measuring instrument used for this analysis is the Eviews 10 program. The results of this study indicate that based on the partial test . , the Firm Size variable has a positive effect on firm value and liquidity has a positive effect on firm value. Taken together . Firm Size and Liquidity have an effect on Firm Value with a probability value of 0. 000000 <0. Keywords: Firm Size. Liquidity. Firm Value JURNAL IKRATH-EKONOMIKA Vol 6 No 2 Juli 2023 P-ISSN : 2654-4946 E-ISSN : 2654-7538 https://journals. upi-yai. id/index. php/IKRAITH-EKONOMIKA PENDAHULUAN Perkembangan akan dinamika pembangunan di Indonesia sedang mengalami beberapa koreksi yang dikarenakan adanya wabah dunia terhadap covid-19 dalam 2 . tahun terakhir ini, akan tetapi pemerintah optimistis di akhir tahun 2021 mengalami kebangkitan kembali dengan pemulihan yang cukup signifikan yakni sesuai dengan siaran pers dari Menko Perekonomian, yang mana Indonesia telah berhasil mendongkrak pertumbuhan perekonomian nasional sebesar 3,69% . Dengan angka pertumbuhan tersebut. PDB per kapita Indonesia meningkat menjadi Rp62,2 juta . tau setara dengan US$4. , lebih tinggi dari PDB per kapita sebelum pandemi yang sebesar Rp59,3 juta di 2019. Yang mana ini didorong oleh kepercayaan masyarakat untuk mengkonsumsi barang ataupun jasa dan menyebabkan peningkatan produksi sebagai respon dari dunia usaha. Sepanjang 2021. Investasi yang tumbuh sebesar 3,80% . telah menjadi sumber pertumbuhan tertinggi dari sisi pengeluaran. Sedangankan industri pengolahan yang menjadi sumber pertumbuhan tertinggi dari sisi produksi, berhasil tumbuh sebesar 3,39% . Menurut Husnan dalam Nuzula, et. berpendapat bahwa bagi perusahaan yang belum go public nilai perusahaan merupakan sejumlah biaya yang bersedia dikeluarkan oleh calon pembeli jika perusahaan tersebut dijual, sedangkan bagi perusahaan yang sudah go public nilai perusahaannya dapat dilihat dari besarnya nilai saham yang ada di pasar modal. Terdapat beberapa faktor yang dapat menentukan nilai Wedari dalam Dewi dan Wijaya . menyebutkan bahwa ukuran perusahaan adalah peningkatan dari kenyataan bahwa perusahaan besar akan memiliki kapitalisasi pasar yang besar, nilai buku yang besar dan laba yang tinggi. Sedangkan pada perusahaan kecil akan memiliki kapitalisasi pasar yang kecil, nilai buku yang kecil dan laba yang rendah. Salah satu indikator ukuran perusahaan adalah aset yang dimiliki oleh perusahaan Semakin besar aset yang dimiliki perusahaan menandakan ukuran perusahaan yang semakin besar. Perusahaan yang memiliki ukuran lebih besar tentunya akan lebih menarik bagi para investor karena perusahaan tersebut memiliki banyak faktor yang bisa mendukung operasional Dengan banyaknya investor yang berminat menanamkan modal, tentunya harga saham perusahaan tersebut akan meningkat dan pada akhirnya bisa meningkatkan nilai perusahaan. Hubungan ukuran perusahaan dan nilai perusahaan menurut penelitian yang dilakukan oleh Ni Nyoman dan Moeljadi . JURNAL IKRATH-EKONOMIKA Vol 6 No 2 Juli 2023 menyatakan bahwa size berpengaruh positif dan signifikan mempertimbangkan ukuran perusahaan dalam membeli Ukuran perusahaan adalah gambaran perusahaan yang menunjukkan keberhasilan perusahaan yang dapat tercermin dari total asset yang dimiliki perusahaan. Bambang Riyanto . mengatakan suatu perusahaan yang besar dimana sahamnya tersebar luas, setiap perluasan modal saham hanya akan mempunyai pengaruh kecil terhadap kemungkinan hilangnya atau tergesernya control dari pihak dominan terhadap perusahaan yang Semakin besar ukuran perusahaan maka semakin tinggi tingkat utang yang digunakan untuk mengembangkan prospek perusahaan. Penelitian dari Santoso dan Priantinah . dan Puspawardhani . mengatakan bahwa ukuran perusahaan berpengaruh positif dan signifikan terhadap struktur modal. Likuiditas merupakan kemampuan perusahaan memenuhi kewajiban jangka pendeknya yang mana dapat meningkatkan nilai perusahaan karena nilai hutang yang sedikit namun nilai likuiditas yang tinggi juga menunjukkan banyak dana perusahaan yang menganggur yang pada akhirnya mengurangi kemampuan laba perusahaan. Likuiditas merupakan ukuran kinerja perusahaan dalam kemampuan perusahaan untuk memenuhi kewajiban keuangan yang segera harus dilunasi yaitu kewajiban keuangan yang jatuh temponya sampai dengan 1 tahun (Sitanggang, 2. Semakin tinggi tingkat likuiditas perusahaan maka semakin baik posisi perusahaan di mata kreditur karena perusahaan dianggap dapat membayar kewajibannya kepada kreditur pada tepat waktu, tetapi hal ini mengakibatkan dana atau keuangan yang menganggur sehingga tidak memaksimalkan pinjaman dana yang diperoleh untuk meningkatkan keuntungan dari Dengan menganalisis dan membaca laporan keuangan, maka informasi yang didapat digunakan untuk melihat kondisi dan kinerja perusahaan untuk suatu periode tertentu dan berguna untuk memperkirakan perkembangan perusahaan baik dari segi keuangan, sumber dayanya dan lain-lain di masa mendatang. Apabila terjadi perubahanperubahan dalam laporan keuangan, hal ini dapat berdampak positif bagi investor dengan naiknya harga saham atau berdampak negatif dengan turunnya harga Berdasarkan uraian tersebut diatas, maka penelitian ini mencoba menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi Nilai Perusahaan, dengan judul Determinan Nilai P-ISSN : 2654-4946 E-ISSN : 2654-7538 https://journals. upi-yai. id/index. php/IKRAITH-EKONOMIKA Perusahaan Pada Perusahaan Konsumsi Yang terdaftar di BEI Periode Tahun 2015 2021 LANDASAN TEORI DAN HIPOTESIS Keown et al. menyatakan bahwa. Masalah keagenan . gency proble. adalah masalah yang berasal dari konflik kepentingan antara manajer . dan pemegang saham. Walaupun tujuan perusahaan adalah memaksimalkan kesejahteraan para pemegang saham, kenyataannya masalah keagenan dapat terjadi pada saat tujuan ini diimplementasikan. Masalah keagenan timbul akibat dari pemisahan tugas antara pemegang manajemen perusahaan dengan pemegang saham. yang membahas tentang naik turunnya harga di pasar seperti harga saham, obligasi dan sebagainya, sehingga akan memberi pengaruh pada keputusan investor Ukuran Perusahaan Ukuran perusahaan menunjukan aktifitas perusahaan yang dimiliki perusahaan. Semakin besar ukuran perusahaan berarti semakin besar aktiva yang bisa dijadikan jaminan untuk memperoleh utang sehingga utang akan meningkat. Sebuah mempertahankan keberadaannya dengan baik akan memiliki akses yang mudah di dalam pasar modal bila dibandingkan dengan perusahaan yang kecil, hal ini karena aksebilitas yang mudah terhadap pasar modal berarti memiliki fleksibilitas yang besar dan kemampuan untuk mengumpulkan dana dalam waktu singkat, dengan demikian perusahaan besar biasanya mampu membayarkan rasio dividen yang lebih tinggi dibandingkan perusahaan kecil dan hal ini akan mengindikasikan suatu kenaikkan nilai perusahaan sehingga banyak investor yang tertarik untuk berinvestasi (Wijaya, et. al, 2. Namun berbeda dengan pendapat Sulasmiyati, et. ukuran perusahaan dinilai dari total aset yang dimiliki perusahaan untuk kegiatan operasinya. Semakin besar perusahaan maka semakin besar pula dana yang dibutuhkan untuk kegiatan operasional perusahaan. Salah satu sumber dana perusahaan yaitu berasal dari pihak eksternal atau utang. Sumber dana tersebut akan mempengaruhi kewajiban perusahaan yang akan ditanggung semakin besar pula. Aset yang dijadikan jaminan untuk memperoleh utang lebih besar nilainya daripada pengembalian aset yang diterima perusahaan. Sehingga hal tersebut menunjukkan kurang solvabilitasnya antara aset dan utang pada perusahaan. Insovable pada perusahaan menimbulkan kekhawatiran bagi para investor. Hal tersebut disebabkan oleh tingginya risiko dalam perusahaan sehingga memperbesar potensi terjadinya kebangkrutan dan ukuran perusahaan yang bukan merupakan pertimbangan bagi investor dalam berinvestasi. Ukuran peerusahaan ditulis Ukuran perusahaan ditulis dengan rumus berikut (Asni dan Wijaya dalam Sulasmiyati. Penelitian ukuran perusahaan dapat menggunakan tolak ukur aset. Karena total aset perusahaan bernilai bersar maka hal ini dapat disederhanakan dengan mentranformasikan ke dalam logaritma natural (Ghozali, 2. sehingga ukuran perusahaan dapat dihitung dengan : Ukuran Perusahaan = Ln (Total Ase. Likuiditas Semakin tinggi tingkat likuiditas sebuah organisasi perusahaan, maka semakin baik pula kinerja perusahaan Sebaliknya, semakin rendah tingkat likuiditas sebuah organisasi perusahaan, maka semakin buruk lah kinerja perusahaan tersebut. Perusahaan yang memiliki tingkat likuiditas yang tinggi biasanya lebih berpeluang mendapatkan berbagai macam dukungan dari pihak-pihak luar seperti lembaga keuangan, kreditur, dan juga pemasok bahan baku. Menurut Dwi Prastowo . :2. rasio likuiditas berfungsi untuk mengukur kemampuan suatu perusahaan dalam memenuhi kewajiban jangka pendeknya. Likuiditas suatu perusahaan tersebut dalam memenuhi kewajiban jangka pendeknya kepada kreditor jangka pendek. Alat ukur untuk mengukur likuiditas perusahaan biasanya digunakan angka rasio modal kerja, current ratio, acid-test/quick ratio, perputaran piutang . ccount receivable turnove. , dan perputaran persediaan . nventory turnove. Fungsi Likuiditas Likuiditas memiliki setidaknya empat fungsi utama bagi perusahaan yaitu : Sebagai media untuk menjalankan aktivitas bisnis sehari-hari. Sebagai antisipator dana dana yang dibutuhkan secara tiba-tiba atau pun mendesak. Sebagai pemuas nasabah . husus lembaga keuanga. yang ingin melakukan pinjaman ataupun penarikan JURNAL IKRATH-EKONOMIKA Vol 6 No 2 Juli 2023 P-ISSN : 2654-4946 E-ISSN : 2654-7538 https://journals. upi-yai. id/index. php/IKRAITH-EKONOMIKA Sebagai poin penentu tingkat fleksibelitas perusahaan dalam mendapatkan persetujuan investasi ataupun usaha yang menguntungkan. Jenis-Jenis Rasio Likuiditas Current Ratio (Rasio Lanca. Rasio ini menunjukkan sejauh mana aktiva lancar dapat digunakan untuk menutupi kewajiban jangka pendek/hutang Semakin besar perbandingan aktiva lancar dengan hutang lancar maka semakin tinggi kemampuan perusahaan menutupi kewajiban jangka pendek. Apabila current ratio 1:1 atau 100% berarti bahwa aktiva lancar dapat menutupi semua hutang lancar. Rasio ini lebih aman jika berada diatas satu atau diatas 100% artinya aktiva lancar akan mampu membayar kewajiban lancarnya tanpa mengganggu operasi perusahaan. Quick Ratio (Rasio Cepa. Rasio ini merupakan rasio uji cepat yang menunjukkan kemampuan perusahaan membayar kewajiban jangka pendek dengan aktiva lancar tanpa memperhitungkan persediaan karena persediaan memerlukan waktu relatif lebih lama untuk diuangkan disbanding asset lain. Quick asset ini terdiri dari piutang dan surat-surat berharga yang dapat direlisir menjadi uang dalam waktu relatif pendek. Jadi semakin besar rasio ini semakin baik. Lebih baik jika rasio ini dapat mencapai 1: 1 atau 100% karena jika terjadi likuidasi maka perusahaan dapat membayar kewajiban jangka pendeknya disebabkan sumber yang digunakan adalah aktiva yang cepat dapat diuangkan. Apabila rasio ini 100% atau 1 : 1 hal ini berarti bahwa Rp 1 uang kas yang ada dalam perusahaan mencukupi Rp 1 hutang lancar yang ada. Cash Turnover Ratio (Rasio Perputaran Ka. Rasio ini akan menunjukkan nilai relative antara nilai penjualan bersih terhadap kerja bersih. Modal kerja bersih merupakan seluruh komponen aktiva lancar dikurangi total utang lancar. Rasio ini dihitung dengan cara membagi nilai penjualan bersih dengan modal kerja Rasio ini menunjukkan seberapa besar penjualan untuk modal kerja yang dimiliki perusahaan. Working Capital to Total Asset Ratio Rasio ini dapat menilai likuiditas dari total aktiva dan posisi modal kerja. Nilai Perusahaan Sebagai variabel dependen Nilai perusahaan merupakan variabel yang dipengaruhi atau menjadi akibat karena adanya variabel ukuran perusahaan maupun likuiditas Indikator nilai perusahaan dalam penelitian ini yaitu Harga Nilai Buku atau disebut dengan PBV (Price Book Valu. PBV dirumuskan sebagai Berikut : Book Value (BV) adalah nilai buku per lembar saham di dapat dengan rumus : Cash Ratio (Rasio Ka. Rasio ini merupakan alat untuk mengukur seberapa besar uang kas yang tersedia untuk membayar hutang yang dapat ditunjukkan dari tersedianya dana kas atau setara dengan kas seperti rekening giro. Semakin besar perbandingan kas atau setara kas dengan hutang lancar semakin baik. JURNAL IKRATH-EKONOMIKA Vol 6 No 2 Juli 2023 Kerangka Pemikiran Berdasarkan teori teori dan kajian-kajian penelitian terdahulu, maka disusun kerangka konseptual mengenai pengaruh kepemilikan institusional dan ukuran perusahaan P-ISSN : 2654-4946 E-ISSN : 2654-7538 https://journals. upi-yai. id/index. php/IKRAITH-EKONOMIKA terhadap kinerja keuangan seperti yang dijelaskan dalam gambar sebagai berikut : Gambar 1. Kerangka Pemikiran Sumber : Penulis Hubungan ukuran perusahaan terhadap nilai Ukuran perusahaan dinilai mampu mempengaruhi nilai Semakin besar ukuran perusahaan maka akan semakin mudah perusahaan memperoleh sumber pendanaan, sehingga perusahaan cenderung memiliki sumber dana yang lebih banyak guna menunjang kegiatan Sehingga perusahaan mendapatkan lebih banyak peluang untuk memperoleh laba yang lebih tinggi, dengan semakin tingginya perolehan laba akan meningkatkan harga saham perusahaan yang pada ujungnya akan meningkatkan nilai perusahaan. Perusahaan yang memiliki ukuran perusahaan yang lebih besar cenderung mempunyai pengaruh terhadap peningkatan profitabilitas dan nilai perusahaan (Hansen dan Juniarti, 2. Sunarto dan Budi . serta Niresh dan Velnampy . menyatakan bahwa ukuran perusahaan mempunyai pengaruh positif signifikan terhadap profitabilitas. Perusahaan yang berukuran lebih besar akan relatif stabil dan mampu menghasilkan profit. Begitu pula sebaliknya, jika ukuran suatu perusahaan dikatakan kecil maka perusahaan tersebut memiliki tingkat efisiensi yang rendah dengan tingkat leverage financial yang lebih tinggi. Hubungan likuiditas perusahaan terhadap nilai Penelitian yang dilakukan Winarto . menemukan bahwa likuiditas berpengaruh positif terhadap nilai perusahaan pada penelitian yang dilakukan perusahaan manufaktur yang terdaftar di BEI periode 2005 2010. Putra dan Lestari . juga menyatakan likuiditas berpengaruh positif pada nilai perusahaan pada perusahaan manufaktur yang terdaftar di BEI. Hasil penelitian ini juga didukung oleh penelitian lainnya seperti Anzlina dan Rustam . sertaJariah . , yang berpengaruhnya likuiditas terhadap nilai perusahaan Hubungan ukuran perusahaan dan likuiditas terhadap nilai perusahaan Ukuran perusahaan maupun likuiditas adalah hal yang penting yang merupakan sebagai tolak ukur strategi perusahaan dalam menentukan sebuah nilai perusahaan Hasil penelitian yang dilakukan oleh Ni Kadek Ayu Sudiani. Ni Putu Ayu Darmayanti . , menyatakan bahwa profitabilitas berpengaruh positif terhadap nilai perusahaan. Likuiditas berpengaruh terhadap nilai perusahaan. Pertumbuhan perusahaan berpengaruh terhadap nilai Investment opportunity aset berpengaruh positif terhadap nilai perusahaan sehingga secara tidak langsung keterkaitan antara ukuran perusahaan dan likuiditas berpengaruh terhadap nilai perusahaan. Populasi dan Sampel Populasi yang akan menjadi objek penelitian ini adalah perusahaan sektor konsumsi yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia periode 2015 2021 yang berjumlah 64 Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini dengan menggunakan metode purposive sampling, sehingga terdapat 18 perusahaan dengan kriteria yang Dengan data tabel sebagai berikut . Tabel 1. Kriteria Sampel Kriteria Jumlah perusahaan manufaktur sektor industri barang komsumsi yang terdaftar di bursa efek Indonesia selama periode Perusahaan manufaktur sektor industri barang komsumsi yang tidak konsisten melaporkan laporan keuangan selama periode 2015 2021 Perusahaan manufaktur sektor industri barang komsumsi yang mengalami kerugian selama periode 2015 2021 Jumlah Perusahaan . JURNAL IKRATH-EKONOMIKA Vol 6 No 2 Juli 2023 P-ISSN : 2654-4946 E-ISSN : 2654-7538 https://journals. upi-yai. id/index. php/IKRAITH-EKONOMIKA Perusahaan manufaktur sektor industri barang konsumsi yang tidak memiliki data yang sesuai dengan variabel yang Data Outlier Jumlah perusahaan yang terpilih menjadi Tahun Penelitian Total observasi . X . Sumber : Diolah oleh Penulis . Jenis dan Sumber Data Jenis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data . econdary dat. Penelitian menggunakan bahan yang bukan dari sumber pertama sebagai sarana untuk memperoleh data atau informasi untuk menjawab masalah yang diteliti. Data sekunder merupakan data yang diperoleh peneliti secara tidak langsung melalui media perantara. Data ini diperoleh melalui study Data sekunder dalam penelitian ini meliputi data-data laporan keuangan dan harga saham yang diperoleh dari website Bursa Efek Indonesia (BEI) yaitu id selama periode pengamatan 2015-2021. = Nilai Perusahaan = Konstanta X_1 = Ukuran Perusahaan X_2 = Likuiditas b_. = Koefisien regresi = Error terms HASIL DAN PEMBAHASAN Analisis Statistik Deskriptif Tabel 1. Analisa Statistik Deskriptif Metode Pengumpulan Data Metode pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode observasi dokumentasi dengan melihat laporan keuangan perusahaan sampel. Dengan metode ini dapat dikumpulkan data laporan keuangan perusahaan dari tahun 2015 sampai 2021 dan melakukan perhitungan Kepemilikan Institusional dan Ukuran Perusahaan terhadap Kinerja Keuangan. Selain itu dengan mengolah laporan keuangan perusahaan untuk memperoleh data yang Data diperoleh melalui Indonesian Capital Market Directory Book (ICMD dan w. id dengan cara mempelajari literatur yang berkaitan dengan permasalahan penelitian. Teknik Analisis Data Sumber : Hasil olahan Eviews Analisis Regresi Data Panel Analisis dengan data panel digunakan untuk mengetahui berapa besar Ukuran Perusahaan dan Likuiditas perusahaan terhadap nilai perusahaan. Untuk mengetahui metode yang paling efisien dari tiga model persamaan yaitu Common Effect Model (CEM). Fixed Effect Model (FEM) dan Random Effect Model (REM). Dapat disimpulkan bahwa Fixed Effect Model (FEM) adalah model yang paling tepat dalam pengujian hipotesis ini. Tabel 2. Analisis Regresi Data Panel Penelitian ini menggunakan teknik Analisis Regresi Linier Berganda. Analisis regresi merupakan suatu metode yang digunakan untuk menganalisa hubungan antar variabel. Hubungan tersebut dapat diekspresikan dalam bentuk persamaan yang menghubungkan variabel dependen dengan satu atau lebih variabel independen. Regresi Linier Berganda digunakan untuk mengetahui Kepemilikan Ukuran Perusahaan dan Likuiditas terhadap Nilai Dengan model regresi sebagai berikut . JURNAL IKRATH-EKONOMIKA Vol 6 No 2 Juli 2023 P-ISSN : 2654-4946 E-ISSN : 2654-7538 https://journals. upi-yai. id/index. php/IKRAITH-EKONOMIKA Sumber : Diolah oleh penulis Berdasarkan hasil uji multikolinearitas diatas, dapat diketahui bahwa semua variabel independent memiliki nilai korelasi < 0,80, sehingga semua variabel independent tidak memiliki masalah multikolinearitas. Uji Heterokedastisitas Tabel 4. Uji Heterokedastisitas Sumber : Hasil olahan Eviews Uji Asumsi Klasik Uji Normalitas Sumber : Hasil olahan Eviews Gambar 2. Grafik Uji Normalitas Sumber : Hasil olahan Eviews Dapat dilihat histogram uji residual, nilai probabilitas 175045 > 0. 05, maka data sudah berdistribusi normal. Sedangkan dilihat dari uji statistik Jarque-Bera diperoleh nilai sebesar 3. Berdasarkan tabel Chi-Square dengan df = k-1 = . = 3 dapat dilihat sebesar 7. dengan derajat kebebasan 0. %) sehingga Chi-Square 485429 < 7. 815, maka artinya data penelitian ini berdistribusi normal. Uji Multikolinearitas Tabel 3. Uji Multikolinearitas Berdasarkan hasil dari uji heterokedastisitas pada tabel di atas maka dapat disimpulkan bahwa Hasil dari tabel uji heterokedastisitas diatas dapat disimpulkan bahwa H0 diterima karena hasil probabilitas setiap variabel independen berada diatas 0. 05 dengan rincian probabilitas Ukuran Perusahaan (SIZE) sebesar 0. 9422 dan Likuiditas (CR) sebesar 0. 2066, sehingga data dalam model regresi ini dapat dikatakan tidak terdapat masalah Heteroskedastisitas. Uji Hipotesis Uji Koefisien Korelasi Pada table 2 diatas maka disimpulkan Model Fixed Effect Model (FEM) didapat koefisien korelasi berganda R2 (Rsquare. antara Ukuran Perusahaan (SIZE) dan Likuiditas (CR) dengan Nilai Perusahaan (PBV) adalah sebesar 961770, maka 961770 menunjukkan bahwa terjadi hubungan yang sangat kuat antar variabel independen dengan variabel JURNAL IKRATH-EKONOMIKA Vol 6 No 2 Juli 2023 P-ISSN : 2654-4946 E-ISSN : 2654-7538 https://journals. upi-yai. id/index. php/IKRAITH-EKONOMIKA Analisis Regresi Berganda Uji regresi linear berganda dilakukan untuk menguji seberapa besar arah pengaruh variabel independen terhadap variabel dependen. Variabel independen dalam penelitian ini Ukuran Perusahaan Likuiditas Sedangkan variabel dependen dalam penelitian ini adalah Nilai Perusahaan. Persamaan yang digunakan untuk menguji hipotesis dalam penelitian ini adalah sebagai PBV = 22. 48363 - 0. 720288 (X. - 0. (X. e Keterangan : Kinerja Keuangan Perusahaan Konstanta Koefisien Regresi Ukuran Perusahaan Likuiditas Error . ingkat kesalahan penggangg. Berdasarkan hasil persamaan regresi berganda diatas, dapat di analisis pengaruh masing-masing variabel independen terhadap variabel dependen sebagai berikut: Nilai konstanta . 48363 hal ini menunjukkan bahwa jika koefisien regresi variabelvariabel independen Ukuran Perusahaan dan Likuiditas (CR), maka Nilai Perusahaan adalah sebesar Nilai koefisien regresi Ukuran Perusahaan (SIZE) memiliki hubungan negatif sebesar 0. 485847, artinya jika nilai Ukuran Perusahaan mengalami peningkatan sebesar 1 . satuan maka Nilai Perusahaan akan mengalami penurunan 0. 485847, dengan asumsi koefisien regresi variabel lain adalah nol. Nilai koefisien regresi Likuiditas (CR) memiliki hubungan negatif sebesar -0. 183749, artinya jika nilai Likuiditas mengalami peningkatan 1 . satuan maka Nilai Perusahaan akan mengalami penurunan 0. 183749, dengan asumsi koefisien regresi variabel lain adalah nol. Uji Partial (Uji . Berdasarkan hasil pada tabel uji pasial diatas dilihat pengaruh variabel independen terhadap variabel dependen secara parsial sebagai berikut: Hasil uji regresi parsial . terhadap variabel Ukuran Perusahaan diperoleh nilai tstatistic > ttabel . 285167 < 1. dan probabilitas lebih kurang dari JURNAL IKRATH-EKONOMIKA Vol 6 No 2 Juli 2023 05 . 018 < 0. , maka secara parsial variabel Profitabilitas berpengaruh signifikan terhadap Nilai Perusahaan. Hasil uji regresi parsial . terhadap variabel Likuiditas diperoleh nilai tstatistic < ttabel (-2. < 1. dan probabilitas lebih kecil dari 0. 0228 < 0. , maka secara parsial variabel Likuiditas berpengaruh signifikan terhadap Nilai Perusahaan. Uji Koefisien Regresi Bersama-sama (Uji . Diperoleh Ftabel sebesar 3. Jadi Fstatistic 31. Ftabel 3. 07 dengan nilai probabilitas 0. 000000 < 0. sehingga dapat disimpulkan bahwa secara bersama-sama variabel Ukuran Perusahaan (SIZE), dan Likuiditas (CR) berpengaruh Bersama-sama dan signifikan terhadap variabel Nilai Perusahaan. Uji Koefisien Determinasi Berdasarkan tabel output model Fixed Effect Model diatas dapat diketahui bahwa nilai Adjusted R-Squared sebesar 925003 artinya secara bersama-sama variabel Ukuran Perusahaan (SIZE), dan Likuiditas (CR) memiliki kontribusi sebesar 92,5% dalam menjelaskan Nilai Perusahaan, sedangkan sisanya sebesar 7,5% dipengaruhi variabel lain yang tidak diteliti atau tidak dimasukkan dalam model penelitian ini. PEMBAHASAN Pengaruh Ukuran Perusahaan Terhadap Nilai Perusahaan Hasil uji regresi secara parsial menggunakan Fixed Effect Model (FEM) menghasilkan bahwa variabel Ukuran Perusahaan dengan nilai probabilitas sebesar 0,0018 < nilai signifikansi 0,05, artinya secara parsial variabel Ukuran Perusahaan berpengaruh dan signifikan terhadap Nilai Perusahaan. Hal ini sesuai dengan penelitian menurut Hidayati . ukuran perusahaan dapat dicerminkan dari seluruh total aset yang dimiliki oleh perusahaan dalam memenuhi pendanaan perusahaan dan total aset yang besar juga dapat membantu perusahaan dalam mempermudah masalah pendanaan kebutuhan perusahaan, jika dilihat dari sisi manajemen kemudahan dalam mengendalikan pendanaan tersebut akan meningkatkan nilai Pengaruh Likuiditas Terhadap Nilai Perusahaan Hasil uji regresi secara parsial dengan menggunakan Fixed Effect Model (FEM) menghasilkan bahwa P-ISSN : 2654-4946 E-ISSN : 2654-7538 https://journals. upi-yai. id/index. php/IKRAITH-EKONOMIKA variabel Likuiditas dengan nilai probabilitas sebesar 0,228 < nilai signifikansi 0,05, artinya secara parsial variabel Likuiditas berpengaruh dan signifikan terhadap Nilai Perusahaan. Hal ini sejalan dengan penelitian Reeza . yang menyatakan likuiditas berpengaruh positif dan signifikan terhadap nilai Tinggi likuiditas dapat menunjukkan dana yang tersedia untuk membayar dividen, membiayai operasi perusahaan dan investasi sehingga persepsi investor pada kinerja perusahaan semakin baik. Hal ini disebabkan perusahaan yang memiliki tingkat likuiditas yang tinggi mempunyai dana internal yang besar, sehingga perusahaan juga menggunakan dana internalnya terlebih dahulu untuk membiayai investasinya sebelum menggunakan pembiayaan eksternal melalui hutang. Hal tesebut dapat meningkatkan permintaan investor terhadap saham perusahaan meningkat. Peningkatan permintaan saham akan mengakibatkan nilai perusahaan akan meningkat. Pengaruh Ukuran Perusahaan dan Likuiditas secara bersama-sama terhadap Nilai Perusahaan Berdasarkan hasil uji F output Fixed Effect Model (FEM) yang telah dilakukan diatas, dapat dilihat bahwa nilai Fstatsitic sebesar 31. 45125 dengan nilai Prob. F-statistik sebesar 0. jadi dapat disimpulkan nahwa nilaai Fstatistic 31. 45125 > Ftabel 07 dan tingkat signifikan Prob. F-statistik 0. < 0. artinya variabel bebas yaitu Ukuran Perusahaan. Leverage, dan Likuiditas secara bersamasama . mempengaruhi variabel terikat yaitu Nilai perusahaan. Berdasarkan hasil koefisien determinasi dapat disimpulkan ketiga varabel independen memiliki kontribusi sebesar 92. 5% dalam menjelaskan Nilai Perusahaan. KESIMPULAN Ukuran Perusahaan memiliki thitung -3. 285167 < ttabel 66724 dan probabilitas sebesar 0. 0018 sehingga 0018 < 0. 05 berarti hal ini menyatakan Probabilitas secara parsial berpengaruh positif dan signifikan terhadap Nilai Perusahaan pada perusahaan manufaktur sektor industri barang konsumsi di BEI periode 20152021. Likuiditas memiliki thitung -2. 347861 < ttabel 1. dan probabilitas sebesar 0. 0228 sehingga 0. 0228 < 0. berarti hal ini menyatakan Likuiditas secara parsial berpengaruh positif dan signifikan terhadap Nilai Perusahaan pada perusahaan manufaktur sektor industri barang konsumsi di BEI periode 2015-2021. Berdasarkan hasil uji F output Fixed Effect Model (FEM) yang telah dilakukan diatas, dapat dilihat bahwa nilai F statistik sebesar 31. 45125 dengan nilai Prob. F statistik dan df1 = k-1 = 3-1 = 2 dan df2 = n-k = 126 -3 = 123 Jadi fhitung 31. 45125 > F_tabel 1. dengan nilai Prob. 000000 < 0. 05 maka H0 ditolak dan Ha diterima. Sehingga dapat disimpulkan bahwa Ukuran Perusahaan dan likuiditas secara bersama-sama berpengaruh terhadap Nilai Perusahaan pada sector industri barang konsumsi di BEI Periode 2015 2021. DAFTAR PUSTAKA