Jurnal Ekonomi dan Bisnis Nias Selatan Volume 3, nomor 1. Juli 2019, hal 52-60 Pengaruh Pengalaman Kerja Terhadap Prestasi Kerja Pegawai Pada Kantor Camat Amandraya Timotius Duha1. Paskalis Dakhi 2, dan Sugiarta Sriwibawa Sarumaha3 ABSTRAK Ruang lingkup penelitian ini bertujuan. Untuk mengetahui pengaruh pengalaman kerja terhadap Prestasi Kerja pada Kantor Camat Amandraya. Jenis penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dan bersifat asosiatif dengan unit analisis yang diteliti adalah pegawai pada Kantor Camat Amandraya. Penelitian ini termasuk penelitian populasi dengan jumlah populasi sebanyak 30 orang dan dijadikan sampel. Koesioner di uji validitas dan reliabilitasnya sebelum melakukan pengumpulan data penelitian. Alatuji yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan uji asumsi klasik. Metode analisis data yang digunakan adalah analisis regresi sederhana. Berdasarkan hasil penelitian, bahwa variabel pengalaman kerja berpengaruh terhadap prstasi kerja pegawai pada Kantor Camat Amandraya. Hal ini dapat di lihat dari hasil estimasi yang dilakuka nmaka variabel pengalaman kerja bepengaruh terhadap variabel prestasi kerja mengetahui nilai thitung . > ttabel . dan tingkat signifikansi 0,000 < 0,05, maka Ha diterima dan H0 ditolak, artinya variabel pengalaman kerja (X) berpengaruh terhadap variabel prestasi kerja pegawai (Y), dan nilai koefisien determinasi sebesar 0,776 . ,6%) keragaman varibel terikat . restasi kerja pegawa. dapat dijelaskan variabel bebas . engalaman kerj. sedangkan sisanya 22. 4 % dipengaruhiolehvariabel lain. Saran yang diajukan peneliti, hendaknya pimpinan mengambil keputusan untuk mempromosikan pegawai dengan transparan, disarankan kepada seluruh pegawai untuk melaksanakan pekerjaan sesuai dengan peraturan yang telah ditetapkan serta penyediaan fasilitas kerja yang memadai untuk mendukung penyeesaian pekerjaan, sehingga hal tersebut dapat memberikan hasil prestasi kerja yang baik sesuai dengan harapan atau tujuan yang ingin dicapai oleh sebuah organisasi. Kata Kunci : Pengalaman Kerja dan Prestasi Kerja. Dosen Tetap STIE Nias Selatan, timotiusfamduha@gmail. Dosen Tetap STIE Nias Selatan, tiurpurnamadamanik@gmail. Alumni Program Studi Manajemen STIE Nias Selatan . ugiarta@gmail. PENDAHULUAN Salah satu aspek yang paling sulit di hadapi manajemen pada seluruh organisasi saat ini adalah bagaimana membuat pegawai mereka bekerja secara efisien dan efektif. Oleh karena itu, sumber daya manusia sangatlah penting dalam sebuah keberhasilan organisasi, maka sumber daya manusia secara otomatis menjadi tolak ukur dalam organisasi. Untuk mencapai prestasi kerja yang tinggi faktor manusia merupakan variabel yang sangat penting karena berhasil tidaknya suatu organisasi, sebagian besar ditentukan oleh perilakuAeperilaku manusia yang melaksanakan atau memegang pekerjaan. Mengingat begitu besarnya peran dan kedudukan sumber daya manusia sebagai pegawai dalam kegiatan organisasi, maka diperlukan pengalaman yang tinggi sehingga dapat dijaga mekanisme kerja yang baik Pengalaman kerja berkaitan dengan kemampuan dan kecakapan pegawai dalam melaksanakan tugas yang diberikan kepadanya. Pengalaman kerja tidak hanya ditinjau dari keterampilan, keahlian, dan kemampuan yang dimiliki saja, akan tetapi pengalaman kerja dapat dilihat dari pengalaman seseorang yang telah bekerja atau lamanya bekerja pada suatu instansi. Semakin banyak pengalaman yang dimiliki akan semakin terampil dia dalam menjalankan pekerjaannya. Untuk mengukur tingkat pengalaman yang ada dapat melihat dengan tingkat pengetahuan yang dimiliki dan tingkat keterampilan yang telah dikuasai seorang karyawan. Dengan pengalaman yang banyak maka penguasaan keterampilan semakin meningkat. Prestasi kerja dapat dicapai oleh seseorang atau sekelompok orang dalam suatu organisasi, sesuai dengan harapan organisasi dilihat dari hasil kerja pegawai yang dihasilkan, dalam rangka meningkatkan prestasi kerja yang tinggi dalam suatu organisasi yang Hal ini prestasi kerja merupakan hal yang penting bagi organisasi serta pegawai itu sendiri, karena seorang pegawai tanpa menghasilkan prestasi kerjanya bagi organisasi maka akan berdampak pada harapan yang ingin dicapai dan mendatangkan hasil yang tidak memuaskan dan tidak sesuai dengan harapan organisasi dan dapat mengakibatkan kurangnya pencapaian sasaran dan tujuan organisasi atau perusahaan serta dapat juga menghambat jalannya program organisasi yang dibuat. Dalam organisasi pemerintahan, bawahan bekerja selalu tergantung pada kemampuan yang dimiliki. Bila pegawai memiliki kemampuan tetapi tidak pengalaman kerja, maka tugastugas yang berikan tidak dapat dikerjakan dengan baik. Pegawai melaksanakan tugastugasnya dengan tidak baik, sangat mungkin organisasi tersebut tidak dapat menghasilkan prestasi kerja yang tinggi. Organisasi membutuhkan pegawai yang memilki pengalaman kerja baik dan dapat melaksanakan pekerjaan dan menghasilkan prestasi kerja yang tinggi. Sukses tidaknya seorang pegawai dalam bekerja akan dapat di ketahui apabila organisasi dalam mencapai hasil prestasi kerjanya. Organisasi atau intansi membutuhkan pegawai yang memiliki pengalaman kerja sehingga memberikan hasil prestasi kerja yang tinggi bagi organisasi atau instasnsi pemerintahan. Kantor Camat Amandraya yang berada di wilayah Kabupaten Nias Selatan merupakan salah satu instansi pemerintah Kabupaten Nias Selatan yang berupaya untuk meningkatkan kualitas pelayanan yang lebih baik sehingga mampu melaksanakan kewajiban dan terciptanya tujuan suatu organisasi. Selama ini hasil prestasi kerja Camat Fanayama dalam menangani pelayanan kepada masyarakat belum terbilang belum maksimal. Hal ini dapat dilihat dari cara kerja pegawai yang masih terbilang lamban, salah satu contoh konkret rendahnya prestasi kerja yang dimiliki pegawai adalah keahlian pegawai yang tidak sesuai pekerjaan yang diberikan hal ini berdampak pada hasil kerja, motivasi kerja berupa pelatihan tidak diberikan sehingga kurangnya semangat kerja pegawai, keterampilan pegawai yang dimiliki tidak seimbang berdampak pada hasil kerja yang tidak tercapai target sehingga mempengaruhi tingkat prestasi kerja, kualitas dan kuantitas kerja yang tidak memuaskan, kondisi kerja yang tidak sesuai dengan keadaan dan sikap pegawai dalam bekerja tidak sesuai dengan hasil yang diberikan baik kepada organisasi ataupun pelayanan kepada masyarakat. Sehingga hal ini mengakibatkan masalah yang membuat pegawai tidak mencapai visi dan misi di dalam organisasi dalam menghasilkan prestasi kerja yang tinggi. Berdasarkan latar belakang masalah tersebut, penulis tertarik untuk melakukan penelitian yang berjudul AuPengaruh Pengalaman Kerja Terhadap Prestasi Kerja Pegawai Pada Kantor Camat Amandraya. TINJAUAN LITERATUR Konsep Pengalaman Kerja Pengalaman kerja yang dimiliki pegawai dapat memberikan hasil yang lebih baik didukung dengan keampuan yang dimiliki pegawai. Menurut Hariandja . , mengatakan bahwa AuPengalaman kerja adalah suatu pekerjaan atau jabatanyang pernah diduduki sebelumya selama kurang waktu tertentuAy. Selain itu ada pendapat lain menurut Hasibuan . AuPengalaman kerja seorang pelamar hendaknya mendapat pertimbangan utama dalam proses seleksi yakni orang yang berpengalaman merupakan calon pegawai yang siap pakaiAy. Pengalaman kerja menurut pendapat Alwi . , adalah Aujangka waktu atau lamanya seseorang bekerja pada suatu instansi, kantor atau sebagainyaAy. Konsep Prestasi kerja Menengatuhi berhasilnya ata tidakanya pegawai dalam bekerja dapat dilihat dari prestasi kerjanya seorang pegawai. Menurut Hasibuan . , mengemukakan prestasi kerja adalah suatu hasil kerja yang di capai seseorang dalam melaksanakan tugas-tugas yang dibebankan kepadanya yang didasarkan atas kecakapan, pengalaman dan kesungguhan serta waktu. Menurut Mangkunegara . , prestasi kerja adalah hasil kerja secara kualitas dan kuantitas yang dicapai oleh seseorang pegawai dalam melaksanakan tugasnya sesuai dengan tanggung jawab yang di berikan kepadanyaAy. Menurut Gomes . , prestasi merupakan catatan terhadap hasil produksi dari sebuah pekerjaan tertentu atau aktivitas tertentu dalam periode waktu tertentu. Kerangka Teori Pengaruh pengalaman kerja terhadap prestasi kerja Pengalaman kerja sangat berperan dalam meningkatkan prestasi kerja pegawai. pegawai akan lebih mudah dan cepat dalam melaksanakan pekerjaan atau tugasnya, karena mempunyai pengalaman yang lebih dalam pekerjaannya, sehingga dapat meningkatkan prestasi kerjanya seorang pegawai yang memiliki pengalaman kerja. Adanya pengaruh pengalaman kerja terhadap prestasi kerja pegawai di dukung oleh pendapat dari Robbins dan Timothy . menyatakan bahwa: AuBahwa pengalaman kerja adalah tingkat penguasaan pengetahuan dan keterampilan seseorang dalam bekerja yang tampaknya menjadi sebuah dasar perkiraan yang baik atas prestasi kerja pegawaiAy. Adanya pengaruh disiplin kerja dan pengalaman kerja terhadap prestasi kerja pegawai didukung oleh pendapat Setyawan . menyatakan bahwa : kerja yang baik dan pengalaman kerja yang tinggi tentunya akan mempengaruhi tingkat prestasi kerja pegawai dalam organisasi tersebut. Ranupandojo . , pengalaman kerja adalah:AuUkuran tentang lama waktu atau masa kerja yang telah ditempuh seseorang dapat memahami tugas-tugas suatu pekerjaan dan telah melaksanakan dengan baik dan dengan lama atau masa kerja yang tinggi akan mempengaruhi tingkat prestasi kerja pegawai dalam organisasi tersebut. Faktor-faktor yang mempengaruhi pengalaman kerja Menurut Ahmad faktor-faktor mempengaruhi pengalaman kerja seseorang pegawai yaitu: Waktu Semakin lama seseorang melaksanakan tugas akan memperoleh pengalaman kerja yang lebih banyak. Frekuensi Semakin sering melaksanakan tugas sejenis umumnya orang tersebut akan memperoleh pengalaman kerja yang lebih baik. Jenis tugas Semakin banyak jenis tugas yang dilaksanakan oleh seseorang maka umumnya orang tersebut akan memperoleh pengalaman kerja yang lebih banyak. Penerapan Semakin banyak penerapan pengetahuan, keterampilan, dan sikap seseorang dalam melaksanakan tugas tentunya dapat meningkatkan pengalaman kerja orang tersebut. Hasil Seseorang yang memiliki pengalaman kerja lebih banyak akan dapat memperoleh hasil pelaksanaan tugas yang lebih baik. Faktor-Faktor yang mempengaruhi prestasi kerja Menurut Hasibuan . , mengatakan bahwa faktor yang mempengaruhi prestasi kerja yaitu: Faktor kemampuan . Secara psikologis, kemampuan . pegawai terdiri dari kemampuan dan kemampuan reality . nowledge skil. Artinya pegawai yang memiliki IQ diatas rata-rata (IQ 110. dengan pendidikan yang memadai untuk jabatannya dan terampil dalam mengerjakan pekerjaan sehari-hari, maka ia akan lebih mudah mencapai kinerja yang Faktor motifasi . Motifasi terbentuk dari sikap . seorang pegawai dalam menghadapi situasi . Motifasi merupakan kondisi yang menggerakkan diri pegawai yang terarah untuk mencapai tujuan organisasi. Indikator-indikator pengalaman kerja Menurut Foster . , mengatakan bahwa indikator-indikator pengalaman kerja Lama waktu/masa kerja Ukuran tentang lama waktu atau masa kerja yang telah ditempuh seseorang dapat memahami tugas-tugas suatu pekerjaan dan telah melaksanakan dengan baik. Tingkat pengetahuan dan ketrampilan yang dimiliki Pengetahuan merujuk pada konsep, prinsip, prosedur, kebijakan atau informasi lain yang dibutuhkan oleh pegawai. Pengetahuan juga mencakup kemampuan untuk memahami dan menerapkan informasi pada tanggung jawab pekerjaan. Sedangkan ketrampilan merujuk pada kemampuan fisik yang dibutuhkan untuk mencapai atau menjalankan suatu tugas atau pekerjaan Penguasaan terhadap pekerjaan dan peralatan. Tingkat penguasaan seseorang dalam pelaksanaan aspek-aspek teknik peralatan dan teknik pekerjaan. Indikator Prestasi Kerja Adapun beberapa indikator penilaian prestasi keja menurut Hasibuan . , yaitu: Kesetiaan Kesetiaan dicerminkan oleh kesediaan pegawai menjaga dan membela organisasi di dalam maupun diluar pekerjaannya. Kejujuran Penilaian menilai kejujuran dalam melaksanakan tugas-tugasnya memenuhi perjanjian baik bagi dirinya sendiri maupun terhadap orang lain seperti kepada para bawahannya. Kedisiplinan Penilai menilai disiplin karyawan dalam mematuhi peraturan-peraturan yang ada mengajukan pekerjaannya sesuai dengan instruksi yang diberikan kepadanya. Kreativitas Kemampuan pekerjaannya, sehingga bekerja lebih berdaya guna. Kerja Sama Kesediaan pegawai berpartisipasi dan bekerja sama dengan pegawai lain, sehingga hasil pekerjaan akan lebih baik. Kepemimpinan Kemampuan untuk memimpin, mempengaruhi, mempunyai pribadi yang kuat, dihormati, beribawa dan dapat memotivasi orang lain atau bawahannya untuk bekerja secara efektif. Kepribadian Sikap, perilaku, kesopanan, di sukai, memberikan kesan yang menyenangkan, memperhatikan sikap yang baik dan penampilan simpatik serta wajar dari pegawai Prakarsa Kemampuan berfikir yang rasional dan berdasarkan inisiatif sendiri untuk menganalisa, menilai, menciptakan, memberikan alasan, mendapat kesimpulan dan membuat Kecakapan Kecakapan pegawai dalam menyatakan dan menjelaskan semua yang terlibat di dalam penyusunan kebijakan organisasi. Tanggung Jawab Kejadian pegawai dalam mempertaggungjawabkan pekerjaan dan hasil kerjanya, sarana dan prasarana yang di gunakannya perilaku serta hasil kerja dari bawahannya. Hipotesis Penelitian Hipotesis penelitian merupakan jawaban sementara terhadap permasalahan penelitian. Sebagaiamana yang tertulis pada rumusan masalah dalam penelitian ini, maka hipotesis terhadap rumusan masalah adalah diduga ada pengaruh antara pengalaman kerja terhadap prestasi kerja pegawai pada Kantor Camat Amandraya. METODOLOGI PENELITIAN Pengujian Instrumen Penelitian Pengujian instrumen dalam penelitian ini, yaitu pengujian validitas dan reliabilitas atas daftar kuesioner yang digunakan untuk mendapatkan data penelitian yang memiliki tingkat validitas dan reliabilitas memenuhi batasan yang diisyaratkan. Suatu alat ukur atau instrumen pengumpul data harus memenuhi syarat validitas dan reliabilitas sehingga data yang diperoleh dari pengukuran jika diolah tidak memberikan hasil yang menyesatkan. Pengujian Asumsi Klasik Pengujian gejala asumsi klasik dilakukan agar hasil regressi yang dilakukan memenuhi kriteria BLUE (Best Linier Unbias Estimato. Uji asumsi klasik ini terdiri uji normalitas dan uji heteroskedastisitas dapat dijelaskan dibawah ini. Uji Hipotesis Untuk mengetahui apakah variabel-variabel bebas mempunyai pengaruh positif dan signifikan atau tidak terhadap variabel terikat dan seberapa besar pengaruhnya. Maka bentuk pengujian yang digunakan adalah Uji t dan Koefisien Determinasi (Uji ycI2 ) HASIL DAN PEMBAHASAN Pokok Permasalahan dalam penelitian ini adalah pengalaman kerja dan Prestasi kerja pegawai pada Kantor Camat Amandraya Kabupaten Nias Selatan. Berdasarkan hasil penganalisaan dan melaluio pengujian validitas dan reabilitas angket tentang pengalaman kerja dan prestasi kerja pegawai diperoleh data bahwa item angket tersebut memenuhi kriteria valid dan reabel sehingga angket yang telah disusun oleh penulis dapat digunakan sebagai instrumen penelitian. Berdasarkan pengujian hipotesis, diketahui bahwa secara parsial pengalaman kerja berpengaruh terhadap prestasi kerja pegawai di Kantor Camat Amandraya. Untuk mempermudah pembacaan hasil dan interprestasi analisis regresi sederhana maka digunakan persamaan berikut. Y= 5,629 1. Keterangan : = Variabel terikat yca = 5,629 = 1,356 = Variabel bebas Model regresi di atas menunjukan bahwa koefisien variabel bebas memiliki tanda Ini berarti bahwa peningkatan variabel bebas . engalaman kerj. akan meningkatkan prestasi kerja pegawai atau sebaliknya. Persamaan regresi linear sederhana Y= 5,629 1. X, memberikan pemahaman bahwa nilai konstanta sebesar 5,629 merupakan nilai pretasi kerja pegawai saat pengalaman kerja nol . Satuan ini Menunjukan Pimpinan Kantor Camat Amandraya berupaya untuk menempatkan pegawai yang memiliki pengalaman kerja yang tinggi pada posisi yang tepat, sehingga prestasi kerja pegawai mengalami peningkatan. Dengan demikian untuk meningkatkan prestasi kerja pegawai kantor Camat Amandraya mutlak diperlukan pegawai yang memiliki pengalam kerja yang tinggi. Model regresi tersebut menunjukan arah pengaruh variabel bebas terhadap variabel Persamaan regresi linier sederhana variabel pengalaman kerja (X) menghasilkan kofisien reresi sebesar 1,356 dan bertanda positif. Nilai tersebut memberikan arti bahwa jika pengalaman kerja meningkat 1 satuan memberikan dampak pada peningkatan pada variabel prestasi kerja pegawai sebesar 1,356 satuan. Uji hipotesis secara parsial variabel pengalaman kerja (X) sebagai variabel dependen dengan nilai thitung sebesar 9,862 dengan tingkat signifikan sebesar 0,000 > ttabel sebesar 1,967 dengan tingkat signifikan 0,05 dan Pvalue 0. 000 < 0. dengan demikian dapat disimpulkan bahwa secara parsial variabel pengalaman kerja berpengaruh terhadap prestasi kerja pegawai pada Kantor Camat Amandraya. Selanjunya Koefisien determinasi (R. sebesar 0,881 berarti pengaruh variabel pengalaman kerja terhadap prestasi kerja pegawai Kantor Camat Amandraya sebesar 88,1 % sedangkan 11,9 dipengaruhioleh variabel lain yang tidak diteliti oleh peneliti. KESIMPULAN Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan yang telah diuraikan, penulis menyimpulkan bahwa variabel pengalaman berpengaruh positif dan signifikan terhadap variabel prestasi kerjapegawai pada Kantor Camat Amandraya Kabupaten Nias Selatan. Hal ini dapat lihat dari hasil estimasi yang dilakukan, maka variabel pengalaman kerja berpengaruh positif dan signifikan terhadap prestasi kerja pegawai pada Kantor Camat Amandraya Kabupaten Nias Selatan. Dengan nilai thitung . > ttabel . dantingkat signifikansi 0,000 < 0,05, maka Ha diterimadan H0ditolak, artinya bahwa secara parsial variabel pengalaman kerja berpengaruh terhadap prestasi kerja pegawai pada Kantor Camat Amandraya. DAFTAR PUSTAKA