Journal of Berastagi Agriculture (JOBA) Volume 1. Nomor 2 Desember . :7-16 ISSN : 2829-6478 (Onlin. ISSN : 2963-7015 (Prin. ANALISIS USAHA BUDIDAYA JAMUR TIRAM AuMASHROOM HOUSE" JL. STM UJUNG. SUKA MAJU. KECAMATAN MEDAN JOHOR ANALYSIS OF OYSTER MUSHROOM CULTIVATION BUSINESS "MASHROOM HOUSE" JL. STM UJUNG. SUKA MAJU. MEDAN DISTRICT JOHOR Nurhadida Nasution. Nurhandoyo2. Wargianto3 Dosen Prodi Agribisnis. Universitas Deli Sumatera. Sumatera Utara. Medan Mahasiswa Prodi Agribisnis. Universitas Deli Sumatera. Sumatera Utara. Medan Email korespondensi: nurhadidanasution96@gmail. ABSTRAK Pengetahuan dan keterampilan masyarakat dalam usaha pembuatan Jamur Tiram khususnya dalam analisa finansialnya, sehingga masih banyak pengrajin pembuat Jamur Tiram yang menjalankan usaha tersebut hanya sebagai usaha sampingan. Hal tersebut di atas telah mendorong peneliti untuk meneliti tentang usaha pembuatan Jamur Tiram dengan tujuan : . Untuk mengetahui biaya yang dikeluarkan dalam melaksanakan kegiatan usaha pembuatan Jamur Tiram, dan . Untuk mengetahui pendapatan dan penerimaan dari usaha pembuatan Jamur Tiram di jl. stm ujung, suka maju, kec. medan johor. Pelaksanaan penelitian ini perlu dilakukan untuk menjawab permasalahan yang dihadapi oleh petani khususnya petani jamur tiram. Metode analisis data yang digunakan adalah observasi partisipatif. Biaya yang di keluarkan untuk satu kali proses produksi budidaya jamur tiram dengan skala luas kumbung 7,9 m x 2,8 m adalah sebesar Rp. Biaya tersebut antara lain biaya tetap dan biaya variabel. Harga jual jamur tiram Rp. 000/ kg dan total pendapatan Rp. Produksi jamur tiram selama 8 bulan sebanyak 382 kg dengan total penerimaan Rp. Hasil analisis B/C ratio menunjukan angka 1. 82 artinya usaha jamur tiram yang dijalankan menguntungkan. Berdasarkan BEP Produksi pada penjual 134,86 kg jamur tiram terjadi Break Even Point dan pada pejualan ke 135 kg jamur tiram, baru mulai memperoleh keuntungan. BEP Harga 35. 304 Artinya dengan produksi 382 Kg jamur, maka titik impas modal terjadi jika harga jamur Rp. BEP Penerimaan 13. 828 Artinya usaha jamur tiram putih yang dijalankan oleh petani Rumah Jamur Welury satu kali produksi mampu memberikan keuntungan karena total penerimaan lebih tinggi dari nilai titik impas yang diperoleh dari perhitungan BEP Penerimaan. Kata Kunci: Analisis BEP. Analisis Pendapatan. Analisis Penerimaan. B/C Ratio ABSTRACT The knowledge and skills of the community in the business of making Oyster Mushrooms, especially in financial analysis, means that there are still many craftsmen making Oyster Mushrooms who run this business only as a side business. The above has encouraged researchers to research the Oyster Mushroom making business with the aim of: . To find out the costs incurred in carrying out Oyster Mushroom making business activities, and . To find out the income and receipts from the Oyster Journal of Berastagi Agriculture (JOBA) Volume 1. Nomor 2 Desember . :7-16 ISSN : 2829-6478 (Onlin. ISSN : 2963-7015 (Prin. Mushroom making business on Jl. tip stm, likes to go forward, small. Johor Field. The implementation of this research needs to be done to answer the problems faced by farmers, especially oyster mushroom farmers The data analysis method used was participatory observation. The costs incurred for a one-time production process of oyster mushroom cultivation with an area of 7. 9m x2. 8m kumbung is Rp. These costs include fixed costs and variable costs. The selling price of oyster mushrooms is Rp. 100,000/kg and the total income is Rp. Oyster mushroom production for 8 months was 382 kg with a total revenue of Rp. 200,000. The results of the analysis of the B/C ratio show the number 1. 82, which means that the oyster mushroom business that is run is profitable. Based on the BEP Production of the seller of 134,86 kg of oyster mushrooms, a Break Even Point occurred and on the sale of 135 kg of oyster mushrooms, he just started to make a profit. BEP Price 304 This means that with the production of 382 Kg of mushrooms, the break-even point occurs if the price of mushrooms is Rp. BEP Revenue 13. 828 This means that the white oyster mushroom business run by the farmer of the Welury Mushroom House is able to provide a profit because the total revenue is higher than the break-even point value obtained from the calculation of the BEP Revenue. Keywords: BEP analysis. B/C ratio. Income analysis. Revenue analysis PENDAHULUAN tetapi juga tanaman perkebunan dan Pertanian memegang peranan penting Kegiatan petani khususnya bidang hortikultura terbagi menjadi Hal ini dapat ditunjukkan dari empat golongan yaitu tanaman buah- banyaknya penduduk atau tenaga kerja buahan, tanaman sayuran, tanaman obat dan tanaman bunga yang semakin banyak diminati petani, karena mampu Indonesia dianugerahi kekayaan alam memberikan keuntungan yang lebih tinggi dibandingkan dengan tanaman Indonesia yang dinilai sangat strategis. palawija pada area yang sama. Salah satu Dilihat dari sisi geografis. Indonesia tanaman hortikultura yang mempunyai kontribusi terhadap manusia adalah memiliki curah hujan yang tinggi. tanaman jamur tiram. Jamur tiram adalah Kondisi ini yang membuat Indonesia salah satu jenis jamur yang populer di memiliki lahan yang subur dan banyak Indonesia. jenis tumbuhan yang dapat tumbuh mengolah jamur tiram menjadi menu dengan cepat (Aninsi, 2. makanan ringan sampai berat. Bukan Sebagai Perkembangan sektor pertanian tidak hanya komoditas tanaman pangan. Biasanya hanya bisa Anda olah menjadi berbagai menu makanan, jamur tiram Journal of Berastagi Agriculture (JOBA) Volume 1. Nomor 2 Desember . :7-16 ISSN : 2829-6478 (Onlin. ISSN : 2963-7015 (Prin. memiliki kandungan gizi yang baik untuk kesehatan (Setiyawan, 2. Kumbung dibuat dari kayu atau bambu Menurut sejarah jamur tiram sudah yang dilengkapi dengan rak-rak untuk dibudidayakan di Cina sejak 1000 tahun meletakkan baglog. Baglog merupakan yang lalu, sementara itu di Indonesia media untuk menumbuhkan jamur tiram mulai dibudidayakan pada tahun 1980 di yang berbahan dasar serbuk gergaji. Wonosobo Baglog (Rahmat , 2. Permintaan jamur tiram yang cukup silinder yang ujungnya diberi cincin tinggi masih belum terpenuhi, masih yang terbuat dari bambu atau pralon banyak yang di datangkan dari luar sebagi tempat untuk keluarnya jamur Berdasarkan hal tersebut perlu (Indarto, 2. (Zulfarina et al. , 2. Komoditas tanaman hortikultura di Indonesia memiliki beragam jenis dan Jamur tiram putih saat ini banyak dapat dibagi menjadi empat kelompok dibudidayakan oleh masyarakat untuk memenuhi kebutuhan pasar. Hal ini tanaman sayuran, tanaman biofarmaka dan tanaman hias. Tanaman hortikultura merupakan salah satu bahan pangan yang memiliki peranan penting bagi yang banyak dicari dan merupakan kehidupan sehari-hari manusia adalah bahan pangan yang menyehatkan. Jamur sayur-sayuran karena merupakan sumber tiram putih juga dapat diolah menjadi gizi bagi tubuh manusia. Selain itu jamur berbagai macam menu olahan seperti tiram merupakan jenis komoditi yang kripik jamur, sate jamur, isi risoles, sop memiliki nilai ekonomi tinggi. Hal jamur, spagheti jamur, dsb. Jamur tiram tersebut karena jamur tiram dapat dapat dikembangkan sebagai usaha dijadikan sebagai sumber pedapatan bagi sampingan karena jamur tiram tidak petani (Soares, 2. Tingginya nilai memerlukan perawatan khusus yang ekonomi pada jamur tiram ini dapat terus menerus sepanjang hari. Jamur tiram dibudidayakan dalam kumbung Makabori dan Tapi . , minat usaha buah-buahan. Menurut dapat terbentuk dari adanya peluang usaha yang memiliki nilai ekonomi kumbung diemperan rumah dengan Journal of Berastagi Agriculture (JOBA) Volume 1. Nomor 2 Desember . :7-16 METODOLOGI PENELITIAN ISSN : 2829-6478 (Onlin. ISSN : 2963-7015 (Prin. Metode kuantitatif digunakan untuk Penelitian dilaksanakan selama dua bulan terhitung dari bulan Maret penerimaan dan pendapatan jamur tiram. sampai Mei 2022, yang berlokasi di . Total Biaya Produksi. Penerimaan. Kelurahan Andai Distrik Manokwari Selatan Kabupaten Manokwari. Metode menggunakan rumus Sadono . pemilihan lokasi pada penelitian ini . Rumus Biaya Produksi : dilakukan secara purposive . TC = TFC TVC Keterangan : Rumah Jamur Welury. Pendapatan Pengumpulan data dilakukan dengan TC = Total Cost (Biaya Tota. TFC = Total Fixed Cost (Total Biaya Teta. TVC = Total Variable Cost (Total Biaya pokok-pokok pembahasan. Variabe. Data yang digunakan dalam . Rumus Penerimaan : penelitian ini adalah data primer dan data TR = P. Data primer diperoleh dengan Keterangan : TR = Total Revenue (Total Penerimaa. P = Price (Harg. wawancara dengan informan, dengan Q = Quantity (Jumlah Produks. menggunakan daftar pertanyaan yang . Rumus Pendapatan : telah disusun sesuai dengan tujuan A=TRAeTC Data sekunder diperoleh dari Keterangan : literatur, dinas pertanian kabupaten. BPS A = keuntungan bersih (R. dan monografi desa/kecamatan. TR = Total Penerimaan (R. Metode analisis data yang digunakan TC = Biaya Total (R. adalah metode kualitatif . Analisis Kelayakan Usaha . Analisis Rasio Keuntungan atas Biaya ditampilkan dalam bentuk abstrak atau dihitung dengan menggunakan rumus merupakan suatu data yang bukan (Hasanah, 2. merupakan data angka sehingga tidak B/C = A dapat diperhitungkan dan di ukur. Journal of Berastagi Agriculture (JOBA) Volume 1. Nomor 2 Desember . :7-16 ISSN : 2829-6478 (Onlin. ISSN : 2963-7015 (Prin. Usaha jamur tiram putih dikatakan layak yang Semakin Menurun (The Law of apabila nilai B/C > 0 Deminishing . Analisis Break Event Point (BEP) dikemukakan oleh Bruce . dalam Analisis titik impas atau BEP merupakan Watimena . , yang menyatakan cara untuk mengetahui batas penjualan bahwa kenaikan hasil akan mengalami minimum agar suatu perusahaan tidak titik optimum produksi yang paling tinggi setelah itu akan mengalami memperoleh laba atau laba sama dengan penurunan hasil produksi. Kasus ini Secara matematik, analisis BEP membuktikan bahwa hukum The Law of dapat dihitung dengan rumus (Gray C. Deminishing Returns terbukti. dkk, 1. dalam Wattimena . Tabel 1. Produksi Jamur Tiram Return. sebagai berikut: BEP Produksi = BEP Harga = biaya total harga jual biaya total Total Volume BEP Penerimaan Total biaya tetap 1 Oe (Total biaya variabel O penerimaan total Produksi maksimal jamur tiram adalah 6 HASIL DAN PEMBAHASAN bulan, tetapi karena usaha jamur ini Dari hasil pengamatan dapat dilihat pada adalah usaha sampingan petani tidak Tabel 1 dan Gambar 1, yaitu produksi jamur tiram dari bulan Oktober terus seharusnya pada bulan Maret sudah maksimal pada bulan Desember sampai diganti dengan yang baru disana masih bulan Februari dan mulai mengalami dipertahankan (Toni, 2. Baglog penurunan produksi pada bulan Maret dapat di panen 5 sampai 8 kali selama sampai Mei. Faktor yang yang menjadi masa produksi apabila dirawat dengan penyebab turunnya jumlah produksi baik dan baglog yang beratnya 1 kg menghasilkan 0,5 - 0,8 kg kg jamur berlakunya Hukum Pertambahan Hasil Apabila tertutup sempurna dengan miselium. Journal of Berastagi Agriculture (JOBA) Volume 1. Nomor 2 Desember . :7-16 ISSN : 2829-6478 (Onlin. ISSN : 2963-7015 (Prin. kira-kira 2-3 minggu setelah pembukaan orang setiap hari dan pada tahapan- baglog jamur sudah mulai tumbuh dan tahapan tertentu misalnya pengisian sudah dapat dipanen. Biaya produksi jamur tiram untuk satu kali produksi Biaya untuk satu kali proses produksi budidaya jamur tiram dengan skala luas kumbung 7,9m x 2,8m adalah sebesar Rp. 325 biaya produksi terdiri dari biaya tetap dan biaya tidak tetap. Biaya tetap terdiri dari biaya penyusutan kumbung, biaya penyusutan alat, tenaga kerja, dan biaya lain-lain. Tabel 2. Biaya tetap produksi jamur perbaikan/pemeliharaan menggunakan tenaga tambahan kurang lebih 20 HOK dengan upah Rp. sesuai beban kerja. Biaya lain-lain yang dimaksudkan adalah biaya-biaya yang dikeluarkan untuk menunjang kegiatan budidaya jamur tiram putih selama proses produksi yang meliputi biaya listrik, sewa lahan, transportasi dan biaya tak terduga yang disediakan untuk pengeluaran yang diluar perencanaan . idak diperkiraka. Table 3. Biaya Tidak Tetap Produksi Jamur Tiram Biaya penyusutan kumbung di hitung dalam 1 kali produksi. Kumbung yang dibuat sebanyak 1 buah dengan luas 7,9 m x 2,8 m. Biaya penyusutan alat yang dimaksudkan adalah biaya penyusutan terhadap alat-alat yang digunakan untuk produksi jamur tiram putih. Biaya tenaga kerja yang di perhitungkan adalah jenis kegiatan budidaya adalah pemeliharaan Tugas pemeliharaan rutin 1 Biaya tidak tetap terdiri dari biaya bahan-bahan yang digunakan dalam produksi baglog jamur tiram putih. Total biaya 1 kali produksi jamur tiram adalah Rp. Journal of Berastagi Agriculture (JOBA) Volume 1. Nomor 2 Desember . :7-16 ISSN : 2829-6478 (Onlin. ISSN : 2963-7015 (Prin. memperoleh keuntungan dari usaha yang Penerimaan Manajemen yang baik Penerimaan usahatani adalah perkalian antara produksi yang diperoleh dengan harga jual. Penerimaan juga sangat Untuk mengetahui apakah ditentukan oleh besar kecilnya produksi usaha budidaya jamur tiram yang yang dihasilkan dan harga dari produksi dilakukan petani di Kampung Weluri tersebut (Zaman et al. , 2. Total Kelurahan Andai sudah layak atau tidak penerimaan dari usaha budidaya jamur dijalankan, maka dapat dianalisis dengan tiram per musim panen sebesar Rp. menggunakan analisis Benefit Cost Ratio 000, dengan jumlah produksi (B/C) Ratio yaitu: sebesar 382 Kg dan harga jual jamur yaA/ya = tiram sebesar Rp. 000/kg. = 1. Pendapatan Pendapatan Dari hasil perhitungan diatas didapat nilai B/C ratio sebesar 1,82. Nilai 1,82 > mengurangkan total penerimaan dengan 0, sehingga dapat disimpulkan bahwa total biaya yang dikeluarkan. Usaha usaha budidaya jamur tiram layak dikatakan untung apabila penerimaan lebih tinggi dari pada total biaya dan sebaliknya apabila total biaya lebih besar Prospek Usaha dari pada penerimaan, maka dikatakan Adapun rugi (Watimena, 2. Penerimaan dipertimbangkan untuk melihat prospek usaha budidaya jamur tiram sebesar Rp. yang akan datang sehingga menjadikan 000 dan total biaya produksi usaha ini layak untuk diusahakan antara Maka pendapatan usaha budidaya jamur tiram yaitu Rp. 675 per musim panen. Suatu usaha dapat dikatakan layak Berdasarkan BEP produksi dapat yaAyaycE ycEycycuyccycycoycycn = Analisis kelayakan usaha = 134, 86 Artinya perlu menjual 134,86 kg jamur tiram agar terjadi Break Even Point. Pada Journal of Berastagi Agriculture (JOBA) Volume 1. Nomor 2 Desember . :7-16 ISSN : 2829-6478 (Onlin. ISSN : 2963-7015 (Prin. penjualan ke 135 kg jamur tiram, baru Efisiensi dan efektifitas pemeliharaan. mulai memperoleh keuntungan. BEP Kelembaban ruangan dalam kumbung Produksi 134,84 dapat diperoleh pada minggu ke-4 di bulan Desember. mengoptimalkan produktifitas di bulan- Berdasarkan BEP Harga dengan cara lantai dibiarkan basah atau yaAyaycE yaycaycyciyca = becek (Lantai rumah Jamur Welury 382 kg terbuat dari tanah lia. , dilakukan = 35. Artinya dengan produksi 382 kg jamur, maka titik impas modal terjadi jika harga jamur Rp. Berdasarkan BEP Penerimaan dapat penyiraman rutin 2 kali sehari . agi dan sor. , dilakukan pemupukan untuk menjaga kesuburan baglog dan perlu menurunkan masa pakai baglog dan yaAyaycE ycyyceycuyceycycnycoycaycaycu menurunkan produksi jamur tiram. 1 Oe . 125: 38. Produksi jamur tiram diharapkan dapat dipertahankan lebih lama lagi. = 13. Artinya usaha jamur tiram putih yang Banyak penduduk yang belum dijalankan oleh petani Rumah Jamur Artinya tempat usaha Rumah Welury satu kali produksi mampu Jamur Kampung Welury bisa menjadi memberikan keuntungan karena total lapangan pekerjaan bagi penduduk yang penerimaan lebih tinggi dari nilai titik belum bekerja. impas yang diperoleh dari perhitungan KESIMPULAN BEP Penerimaan. Peningkatan pemasarannya, yaitu Berdasarkan dengan meningkatkan promosi untuk yang telah dilakukan, maka dapat membuka pasar yang lebih luas. Petani diambil beberapa kesimpulan sebagai jamur tiram Rumah Jamur Welury hanya Usaha jamur tiram ini layak untuk dijalankan karena mendatangkan Whatsapp saja, hal ini juga harus Hal ini ditunjang oleh didukung dengan data administrasi yang beberapa hasil analisis yaitu BEP lebih tertib. Produksi 134,86 kg dari 382 kg total Journal of Berastagi Agriculture (JOBA) Volume 1. Nomor 2 Desember . :7-16 produksi jamur tiram. BEP Harga Rp. 304 per kg dari Rp. 000 per kg dan BEP Penerimaan Rp. 828 dari total penerimaan Rp. 000 serta Analisis B/C Ratio 1. 82 > 0, artinya usaha layak dijalankan. Penerimaan usaha budidaya jamur tiram selama 8 bulan sebesar Rp. 000 dan total biaya yang dikeluarkan petani sebesar Rp. Dengan pendapatan usaha budidaya jamur tiram Rp. Perlunya meningkatkan pengelolaan baik secara teknis maupun manajemen yang lebih intensif agar dapat diperoleh hasil yang lebih optimal. DAFTAR PUSTAKA