Vol. 5 No. September 2024 e-ISSN 2723-0120 p-ISSN 2828-3511 KOLABORASI ARTIFICIAL INTELLIGENCE (AI) DAN TACIT KNOWLEDGE UNTUK PENINGKATAN KOMPETENSI PERPAJAKAN DI SEKOLAH TINGGI PERPAJAKAN INDONESIA Hasan Rachmany1. Taufik Kurachman2* Sekolah Tinggi Perpajakan Indonesia (STPI) Jakarta. Jakarta. Indonesia e-mail: hasan@stpi. id, taufik150396@gmail. Abstrak Semenjak STPI didirikan tahun 1996, telah banyak meluluskan para mahasiswa yang sudah bekerja pada perusahaan-perusahaana dan kantor-kantor konsultan baik yang berskala lokal maupun nasional dan internsional. Tentu saja para alumni tersebut memiliki segudang pengalaman yang dapat dijadikan aset berharga dalam proses pembelajaran dan pemecahan masalah yang dapat dimanfaatkan oleh para mahasiswa, para alumni yang lain serta stakeholder dilingkungan STPI baik internal maupun Tacit knowledge juga bisa didapat dari para dosen yang mayoritas berasal dari purna tugas pejabat di Direktorat Jenderal Pajak, narasumber dan praktisi yang sering terlibat dalam kegiatan seminar-seminar dan diskusi dalam berbagai kegiatan STPI. Aset Tacit knowledge diolah dengan memanfaatkan Artificial Intelligence (AI) yang mudah dan murah. Dimana hasil olahan tersebut dapat disimpan dalam sebuah Rumah Solusi yang dapat diakses oleh siapapun yang dapat menjadi bahan pembelajaran di kelas, pemecahan permasalahan di lapangan oleh para alumni ataupun dapat dijadikan sumbang saran oleh para dosen kepada pemangku kepentingan dalam membuat kebijakan Kata kunci: Artificial Intelligence. Tacit knowledge. Rumah Solusi. Alumni STPI Abstract Since STPI was established in 1996, it has graduated many students who have worked in companies and consulting offices both on a local and national and international scale. Of course, these alumni have a myriad of experiences that can be used as valuable assets in the learning process and problem solving that can be utilized by students, other alumni and stakeholders in the STPI environment both internal and external. Tacit knowledge can also be obtained from lecturers, the majority of whom come from former officials at the Directorate General of Taxes, resource persons and practitioners who are often involved in seminars and discussions in various STPI Tacit knowledge assets are processed by utilizing Artificial Intelligence (AI) which is easy and cheap. Where the processed results can be stored in a Solution House that can be accessed by anyone who can be used as learning material in class, solving problems in the field by alumni or can be used as suggestions by lecturers to stakeholders in making taxation policies. Keywords: Artificial Intelligence. Tacit knowledge. Solution House. STPI graduates. PENDAHULUAN Meningkatkan kapasitas individu adalah kewajiban yang harus terus menerus dilaksanakan, tidak hanya dari belajar secara mandiri namun pengalaman juga dapat menjadi sumber ilmu yang luar biasa. Pengalaman adalah guru yang terbaik, sebuah pepatah yang mengandung makna yang sangat dalam tentang nilai pengetahun yang diperoleh langsung dalam kehidupan yang menyiratkan bahwa pengalaman pribadi yang dialami secara langsung memberikan pelajaran dan wawasan yang paling berharga dan efektif dalam memperkaya pemahaman dan keterampilan. Pepatah ini menekankan pentingnya belajar dari pengalaman langsung daripada hanya belajar dari buku atau ceramah. Pengalaman praktis memungkinkan seseorang untuk menghadapi tantangan, menghadapi kegagalan, dan menemukan solusi secara langsung. Ketika mengalami sesuatu secara langsung, maka akan memiliki kesempatan untuk memahami secara lebih dalam tentang masalah atau situasi tersebut daripada hanya memahaminya secara teoritis. Pengalaman pribadi memberikan konteks yang kaya dan nuansa yang tidak dapat dipahami hanya dari bahan bacaan. Pengalaman yang berharga dan positif akan berubah menjadi dasar-dasar pengetahuan yang bermanfaat baik bagi individu maupun unit organisasinya. Copyright A 2024 pada penulis Hasan Rachmany, et al. Kolaborasi Artificial Intelligence dan Tacit Knowledge. Hal : 473-481 Pengetahuan yang berdasarkan pengalaman sering disebut sebagai Tacit Knowledge, sebuah pengetahuan yang sulit untuk dibahasakan karena memiliki kualitas personal yang merupakan gabungan antara pengetahuan kognitif dan teknis individu. Penting untuk memahami Tacit Knowledge karena ini adalah jenis pengetahuan yang tidak mudah dipindahkan secara langsung dari satu individu ke individu lainnya melalui instruksi formal atau pembelajaran tradisional. Namun. Tacit Knowledge dapat ditangkap, dibagikan, dan ditransformasikan menjadi pengetahuan eksplisit melalui interaksi, kolaborasi, dan refleksi bersama antara individu atau dalam konteks organisasi. Dalam konteks manajemen pengetahuan, penting untuk mengenali, mengelola, dan memanfaatkan Tacit Knowledge untuk mendukung inovasi, pembelajaran organisasi, dan pengambilan keputusan yang lebih baik. Selain itu, pengetahuan tacit ini juga sulit dikomunikasikan atau dibagi kepada orang Jadi. Tacit Knowledge ini dapat diukur dari dua dimensi, yaitu Dimensi Teknis yang mencakup berbagai macam keterampilan atau keahlian yang sulit diformalkan. Dimensi ini sangat subjektif dan pemahaman yang dimiliki oleh seseorang tersebut sangat pribadi, intuitif, dugaan, dan inspirasi yang muncul dari pengalaman. Sedangkan dimensi berikutnya adalah Dimensi Kognitif yang terdiri dari kepercayaan, persepsi, idealisme, nilai-nilai, emosi, serta mental sehingga dimensi ini tidak mudah diartikulasikan. Dimensi ini juga lebih memberikan kesan atau gambaran seseorang terhadap realitas dan visinya ke depan untuk mengatakan apakah ini, dan apa yang harus dilakukan (Rohmiyati, 2. STPI (Sekolah Tinggi Perpajakan Indonesi. sebagai lembaga pendidikan tinggi yang berkomitmen pada keunggulan akademik dan kontribusi positif terhadap masyarakat, dituntut terus mengembangkan dan menyempurnakan kurikulum serta fasilitas pendukung agar menciptakan lingkungan pembelajaran yang inspiratif dan inklusif bagi seluruh STPI juga berperan aktif dalam mendukung pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi di bidang Perpajakan. Melalui penelitian yang inovatif dan kolaborasi yang erat dengan berbagai pihak, serta bertekad untuk memberikan kontribusi yang signifikan dalam upaya penguatan Sistem Perpajakan di Indonesia. (Dr. Sakli Anggoro, n. Para alumni diharapkan mampu menjadi profesionalisme yang menyelesaikan pekerjaannya dengan tepat dan tuntas. Namun dalam pelaksanaan di lapangan banyak keadaan dan situasi serta kasus-kasus perpajakan yang menyulitkan dalam menyelesaikan dan memecahkan sampai tuntas. Kesulitan tersebut harus diatasi sendiri oleh para alumni saat di lapangan meskipun belum terdapat panduan dalam ketentuan untuk menyelesaikan masalah tersebut. Penyelesaian masalah di lapangan yang sebenarnya belum terakomodasi dengan tegas di ketentuan-ketentuan yang sudah ada merupakan hasil inisiatif dan kreatifitas yang terus dikembangkan oleh para alumni STPI tersebut dengan tetap mempertimbangkan batasanbatasan general yang ada di ketentuan yang digunakan, dengan ditambah kolaborasi antar pegawai sebagai wujud team work dimasing-masing unit kerjanya. Namun sayangnya Solusi atau penyelesaian masalah yang sudah berhasil dilaksanakan tersebut sebagian besar belum terdokumentasikan dengan baik oleh pribadi para alumni yang bersangkutan, unit kerjanya ataupun kantor dimana mereka bekerja sehingga Tacit Knowledge yang sangat berharga tersebut terkadang lenyap begitu saja seiring dengan telah selesainya kasus atau permasalahan tersebut sehingga suatu saat para alumni lain menghadapi permasalahan atau kasus yang sama harus menyusun dan mengkonsep ulang penyelesaian masalah dari awal. Kesulitan mendokumentasikan Tacit Knowledge oleh para alumni di lapangan dipengarauhi oleh beberapa kemungkinan, yang pertama mereka merupakan jenis para alumni yang spesialisasinya adalah eksekutor di lapangan sehingga kepekaan atau kepedulian mendokumentasikan Tacit Knowledge tersebut sangatlah minim karena permasalahan waktu dan kesempatan untuk melaksanakannya, yang kedua mereka belum terbiasa untuk membuat dokumentasi dalam bentuk digital baik itu hanya berupa rekaman suara, tulisan, apalagi dalam bentuk video. Padahal jika mereka meluangkan sedikit waktu Tax and Business Journal Jurnal Pajak dan Bisnis Volume 5. Nomor 2. Tahun 2024 dan kesempatannya untuk merekam dengan suara mereka sendiri apa yang telah mereka lakukan dalam memecahkan kasus-kasus atau permasalahan yang belum terakomodasi di ketentuan-ketentuan yang sudah ada, maka STPI akan memiliki bank data yang berisi pemecahan-pemecahan masalah yang bisa digunakan oleh para alumni lain jika menghadapi kasus atau permasalahan yang sama. Sebagai seorang pegawai atau bagian dari team work dituntut secara terus menerus wajib meningkatkan wawasan, memperbanyak referensi dan sudut pandang agar wawasannya semakin berkembang dan pikirannya semakin terbuka. Memilih untuk memperluas wawasan akan memberikan kesempatan kepada para alumni untuk lebih tenang, dewasa dan bermartabat di dalam menghadapi beragam dinamika pelayanan yang diberikan kepada Dengan perspektif yang banyak dan beragam seorang alumni akan mampu mengelola permasalahan yang ada dalam wujud ketenangan, menyiasati kejengkelan dengan kesabaran atau memahami tuntutan dengan kegembiraan serta sangat diharapkan mampu berperilaku adaptif di ranah profesionalitas dan di segala kondisi maupun zaman (Safiri. Oktober 2. Untuk menjembatani kendala para alumi dalam mendokumnetasikan Tacit Knowledge tersebut, saat ini sudah tersedia kemudahan dalam melakukannya yaitu dengan menggunakan Artificial Intelligence (AI). Fungsi AI sangat luas dan mencakup berbagai aplikasi di berbagai bidang. AI memiliki potensi besar untuk mengolah dan memanfaatkan pengetahuan tak tertulis (Tacit Knowledg. dengan pendekatan yang terstruktur dan efektif. Pemilihan program AI yang tepat tergantung pada kebutuhan spesifik organisasi atau individu dalam mendokumentasikan Tacit Knowledge. Dengan menggabungkan teknologi AI dengan platform yang sesuai, proses dokumentasi Tacit Knowledge dapat dilakukan secara lebih efisien dan efektif. KERANGKA TEORI Tacit Knowledge adalah jenis pengetahuan yang sulit untuk dibahasakan karena memiliki kualitas personal yang merupakan gabungan antara pengetahuan kognitif dan teknis Tacit Knowledge umumnya diperoleh melalui pengalaman, self-learning, dan dipengaruhi oleh kepercayaan, perspektif, dan nilai-nilai. Menurut Smith . Tacit Knowledge adalah pengetahuan individu paling berharga karena bersifat internal, berada di dalam kepala individu yang terus dikembangkan melalui pembelajaran. Tacit Knowledge pada dasarnya adalah personal knowledge karena didasarkan pada pengetahuan dan pengalaman personal. Nawawi . menyatakan bahwa untuk membangun pengetahuan yang bersifat pribadi atau Tacit Knowledge ke dalam konteks sosial sehingga pengetahuan tersebut dapat diperluas, diperlukan suatu arena yang menyediakan suatu tempat di mana perspektif individu terartikulasi dan konflik-konflik diselesaikan ke tingkatan konsep yang lebih tinggi. Fajar Imam Suryadi . dalam hasil penelitiannya mengungkapkan adanya pengaruh yang signifikan antara sharing Tacit Knowledge dengan inovasi karyawan, sehingga semakin sering dilakukan maka akan timbul inovasi-inovasi baru dalam pengembangan pekerjaan di perusahaan yang didasarkan pada informasi-informasi Untuk memudahkan memahami dan mengimplmentasikan Tacit Knowledge yang bersifat personal tersebut perlu adanya pendokumentasian yang bersifat mudah, murah bahkan gratis serta bersifat menyenangkan, melalui perangkat pendukung Artificial Intelligence (AI). AI memiliki beberapa kelebihan/kemampuan yang membuatnya menjadi teknologi yang sangat menjanjikan di berbagai bidang khususnya dalam mendukung manajemen pengetahuan baik yang bersifat pengembangan ilmu ataupun mendokumentasikan pengetahuan yang sudah lama sebelum AI ini lahir. Kemampuan Analitik Copyright A 2024 pada penulis Hasan Rachmany, et al. Kolaborasi Artificial Intelligence dan Tacit Knowledge. Hal : 473-481 AI mampu menganalisis data dengan cepat dan akurat, bahkan dalam jumlah yang sangat Hal ini memungkinkan pengambilan keputusan yang lebih baik dan prediksi yang lebih Efisiensi Tinggi Dengan kecepatan pemrosesan yang tinggi. AI dapat menyelesaikan tugas-tugas dengan cepat dan akurat. Hal ini membantu menghemat waktu dan biaya dalam banyak bidang, seperti manufaktur, perbankan, dan logistik. Pembelajaran Mandiri AI mampu belajar dari data yang ada dan meningkatkan kinerjanya seiring waktu. Dengan demikian, sistem AI dapat terus berkembang dan menjadi lebih cerdas seiring berjalannya Pengambilan Keputusan yang Objektif AI dapat memproses data secara objektif tanpa dipengaruhi oleh emosi atau bias manusia. Hal ini dapat mengurangi kesalahan dan meningkatkan akurasi dalam pengambilan keputusan. Meskipun memiliki banyak kelebihan. AI juga memiliki beberapa kekurangan yang perlu diperhatikan oleh para penggunanya agar manfaat AI bisa diperoleh secara maksimal dan sesuai dengan yang dibutuhkan oleh para penggunanya yaitu : Ketergantungan pada Data Performa AI sangat bergantung pada data yang digunakan untuk pelatihan. Jika data yang digunakan tidak representatif atau terkontaminasi oleh bias, maka sistem AI dapat menghasilkan hasil yang tidak akurat atau tidak adil. Keterbatasan Pemahaman Konteks AI cenderung memiliki pemahaman yang terbatas dalam memahami konteks yang kompleks. Misalnya, dalam pemrosesan bahasa alami. AI mungkin tidak mampu memahami makna yang tersembunyi atau nuansa dalam percakapan. Keamanan dan Privasi Penggunaan AI dapat melibatkan risiko keamanan dan privasi data. Data yang dikumpulkan dan digunakan oleh sistem AI dapat rentan terhadap serangan atau penyalahgunaan oleh pihak yang tidak berwenang. Penggantian Pekerjaan Manusia Kemampuan AI untuk mengotomatisasi tugas-tugas dapat mengancam pekerjaan manusia. Pekerjaan yang sederhana dan berulang dapat digantikan oleh sistem AI, sehingga mempengaruhi lapangan pekerjaan tertentu. METODE Model pendekatan yang digunakan adalah deskriptif kualiatif dengan dukungan studi Seperti yang disampaikan oleh Moh. Nazir . bahwa pendekatan deskriptif merupakan sebuah metode untuk meneliti status dari sekelompok manusia, suatu sistem pemikiran, suatu kondisi, suatu objek, ataupun suatu kelas peristiwa masa sekarang yang memiliki tujuan untuk membuat suatu deskripsi, lukisan atau gambaran yang akurat, sistematis, dan faktual mengenai sifat-sifat, fakta-fakta serta adanya hubungan antar fenomena yang diteliti. Mestika Zed . menjelaskan bahwa dukungan studi kepustakaan adalah penelitian yang dilakukan dengan membaca karya-karya yang terkait dengan persoalan yang akan dikaji dan mencatat bagian penting yang ada hubungannya dengan topik bahasan. HASIL DAN PEMBAHASAN Dalam pelaksanaan pendokumentasian perlu melibatkan semua potensi yang ada dalam lingkup akademis STPI, mulai dari para alumni yang bekerja di beberapa Perusahaan dan kantor konsultan, para dosen tetap yang sebagian besar berasal dari purna tugas di Direktorat Jenderal Pajak serta praktisi dan dosen tamu di STPI. Tax and Business Journal Jurnal Pajak dan Bisnis Volume 5. Nomor 2. Tahun 2024 Dalam pendokumentasian Tacit Knowledge dilakukan melalui 3 tahapan yaitu input, proses dan output, seperti dalam began berikut : Gambar 1. Proses Pendokumentasian Tacit Knowledge Proses pendokumentasian seperti began di atas diawali dengan pengumpulan bahanbahan yang ditampung terlebih dahulu dalam sebuah wadah berbentuk digital yang dinamakan Rumah Inspirasi. Siapapun bisa mengumpulkan informasi dan keterangan terkait dengan Tacit Knowledge yang dimilikinya, kemudian proses selanjutnya adalah peran Artificial Intelligence (AI) untuk merubah data dan informasi metah tersebut dalam sajian yang menarik yang pada akhirnya output tersebut ditampung dalam sebuah wadah Rumah Solusi. Input : Rumah Inspirasi ue ue ue ue ue Alumni STPI Dosen Tetap Dosen Tamu Praktisi Narasumber Gambar 2. Input Tacit Knowledge Pendokumentasian Tacit Knowledge yang masih berupa bahan mentah ditampung dulu semua dalam sebuah wadah untuk memudahkan memilih dan memilah mana yang akan dibuat AI nya sesuai dengan kebutuhan dan urgensinya. Siapapun boleh memberikan sumbangsih Tacit Knowledge yang dimilikinya, tentu saja yang memiliki lebih banyak pengalaman kerja dan permasalahan yang pernah ditangani. Adapun sumber-sumber Tacit Knowledge yang bisa digali : A Ide/Filosofi Perumus Kebijakan Kebijakan yang sedang dijalankan terkadang menimbulkan persepsi atau pemahaman yang berbeda di lapangan, khususnya yang tidak memahami bagaimana Riwayat kebijakan Maka para pembuat atau perumus kebijakan sebaiknya dapat membagikan ilmu dan Copyright A 2024 pada penulis Hasan Rachmany, et al. Kolaborasi Artificial Intelligence dan Tacit Knowledge. Hal : 473-481 pengalamannya saat ikut dalam pembahasan-pembahasan tim pembuat kebijakan. Tidak menutup kemungkinan mereka kebanyakan sudah memasuki masa Purna Tugas. A Pengalaman Lapangan Seringkali para alumni di lapangan sering dihadapkan pada kondisi dimana mereka mengambil sebuah keputusan yang belum diatur atau secara teknis tidak ada ketentuannya dalam peraturan yang ada. Maka saat permasalahan itu dapat diselesaikan dengan baik maka sangat perlu untuk didokumentasikan dalam bentuk apapun sehingga dapat digunakan oleh para alumni lain yang mengalami kejadian dan kasus serupa. A Studi Kasus Steakholder Masing-masing alumni memiliki lembaga konsultan dan perusahaan yang berbeda-beda terkait jenis dan kebutuhan pekerjaannya. Sering terjadi kasus dan permasalahan yang dikonsultasikan tersebut sangat kompleks dan butuh kebijakan lokal yang harus segera Pada akhirnya banyak sekali kasus-kasus yang berakhir dengan sangat baik dan bahkan dan menjadi acuan unit kerja lainnya dalam menangani kasus yang sama. A LMS Pelatihan Beberapa kelas dan mata kuliah serta brevet pajak diharapkan dapat menggunakan Learning Management System (LMS) sebagai sarana kegiatan belajar mengajar, dimana semua hasil pembahasan, masukan peserta dan sharing informasi ditampung dalam LMS tersebut. Setiap dosen dan mahasiswa diharapkan dapat mendokumentasikan pembahasan studi kasus yang dimilikinya baik yang secara personal maupun yang tergabung dalam kelompok-kelompok A Diskusi Kelas Hasil resume atau kesimpulan diskusi yang dilakukan di kelas-kelas di setiap mata kuliah atau kelas brevet pajak harus mulai disimpan secara rapi dalam bentuk media digital apapun sesuai kemampuan masing-masing personal. A Community of Practice (CoP) Sharing informasi yang terus dilakukan setelah lulus dari STPI di grup-grup WA sangat efektif untuk dilakukan pendokumentasian karena kesimpulan dan jawaban semua permasalahan langsung dipraktekkan oleh masing-masing anggota grup. A Focus Group Discussion (FGD) Pelaksanaan FGD yang selalu dilakukan saat penyusunan kurikulum setiap mata kuliah ataupun evaluasi setiap akhir semester dapat menjadi informasi dan aset yang cukup bagi penyusunan ilmu pengetahuan dalam proses pembelajaran baik yang bersifat perbaikan maupun yang bersifat penambahan informasi terkair kebijakan perpajakan. Peran dosen dan para alumni sangat dibutuhkan untuk dapat menggali semua informasi dan ilmu pengetahuan yang dimiliki oleh sumber-sumber informasi secara personal tersebut, setelah menggali dan mengidentifikasi informasi tersebut para dosen dan alumni harus secara aktif mendorong para personal tersebut untuk dapat menceritakan seluruh pengalaman dan informasi yang dimilikinya baik melalui percakapan personal yang direkam, melalui diskusi-diskusi di dalam kelas maupun di luar kelas. Para dosen dan alumni harus mampu memberikan dorongan khususnya kepada mereka yang belum terbiasa untuk mendokumentasikan pengetahuan dan pengalaman yang dimilikinya. Selain jalur non formal, bisa juga menggunakan jalur formal dengan mengadakan FGD dengan seluruh stakeholder, dimana semua infomasi yang disampaikan dalam FGD tersebut dicatat, direkam dan disimpan untuk selanjutnya menjadi bahan baku dalam proses dokumentasi menggunakan AI. Khusus untuk para praktisi dan narasumber ataupun mantan pejabat yang sering berperan dalam perumus kebijakan atau pelaksana khusus sebuah kebijakan dapat menggunakan media talk show atau wawancara terbuka yang direkam menggunakan audio video sebagai sarana awal dalam mendokumentasikan informasi Informasi-informasi dan pengetahuan awal yang bersifat mentah tersebut nantinya Tax and Business Journal Jurnal Pajak dan Bisnis Volume 5. Nomor 2. Tahun 2024 diolah terlebih dahulu oleh para dosen untuk dipilah mana informasi yang bersifat Tacit Knowledge mana yang bersifat explicit knowledge. Proses : Rumah Produksi PROSES Gambar 3. Proses Artificial Intelligence Bahan-bahan baku yang berada di Rumah Inspirasi selanjutnya akan diproses untuk dibuatkan bahan pembelajaran, dimana dalam proses pendokumentasian tersebut dilaksanakan dengan menggunakan perangkat-perangkat AI yang sangat mudah, murah bahkan gratis dan menyenangkan, diantaranya adalah : A TTSFree Adalah layanan text-to-speech online gratis berdasarkan teknologi AI. Sudah memiliki lebih dari 200 suara AI standar dan suara alami seperti manusia, mencakup lebih 50 bahasa di seluruh Dapat digunakan untuk dubbing suara video atau sebagai dokumentasi cerita yang ditulis dalam sebuah naskah. A ChatGPT Chat GPT (Generative Pre-training Transforme. adalah kecerdasan buatan yang cara kerjanya memakai format percakapan. Teknis sederhananya adalah seperti bertanya dengan guru di kelas, tetapi di Chat GPT bertanya kepada AI dan secara otomatis memperoleh jawaban dalam waktu singkat. Chat GPT yang berbasis teknologi AI ini juga memiliki beberapa kelebihan dan kekurangan yang perlu kita ketahui. Beberapa kelebihan Chat GPT antara lain menghemat waktu dan dapat memberi jawaban dalam waktu yang singkat, dan dapat memberikan respon yang menyerupai hasil kerja manusia. Adapun beberapa kekurangan Chat GPT, memiliki beberapa keterbatasan pemahaman, cakupan dan reliability, adakalanya jawaban yang diberikan tidak selalu benar, dan tidak bisa menggeser pekerja kreatif. A D-ID D-ID merupakan platform dengan fitur pembuatan video karakter AI berbicara. Untuk membuat video karakter AI berbicara. D-ID dibekali berbagai program. Program itu antara lain, seperti program pembelajaran mendalam . eep learnin. animasi wajah, program pengolah teks menjadi audio, program pengolah data teks GPT-3, dan program pengolah teks menjadi gambar Stable Diffusion. Lewat program-program yang terintegrasi di D-ID itu, pengguna dapat membuat gambar dari karakter tertentu berbicara dan mengeluarkan suara sesuai teks yang dituliskan. Bila tertarik membuat karakter AI berbicara di D-ID seperti A Lumen 5 Copyright A 2024 pada penulis Hasan Rachmany, et al. Kolaborasi Artificial Intelligence dan Tacit Knowledge. Hal : 473-481 Lumen5 adalah platform pembuatan video yang dirancang bagi merek dan bisnis untuk menghasilkan konten video menarik untuk postingan sosial, cerita, dan iklan. Lumen5 memiliki tujuan untuk memungkinkan siapa pun untuk membuat video dengan mudah dan hanya dalam hitungan menit. Meskipun tidak memiliki bekal dalam hal editing video, tidak perlu khawatir. Pasalnya, tools ini memiliki teknologi yang akan membantu penggunanya saat membuat video. Menariknya, tidak hanya untuk membuat video. Lumen5 juga menyediakan sumber daya yang dibutuhkan untuk membuat video lebih menarik. A Vidnoz Vidnoz adalah Generator Video AI serbaguna dan gratis untuk pembuatan video mudah dalam hitungan menit. Hal ini dilakukan melalui penggunaan kecerdasan buatan dan otomatisasi cerdas. Dengan 300 avatar AI, 470 suara AI realistis, dan 300 templat, vidnoz memiliki semua yang dibutuhkan untuk membuat video terlihat persis seperti yang A Steve. Steve AI adalah alat kecerdasan buatan (AI) yang memungkinkan Anda membuat video animasi dari perintah teks atau audio, dengan bantuan Steve AI, dapat mengubah teks menjadi video yang dipersonalisasi, berdasarkan konten yang ingin disampaikan. A Ai Talkie Sebuah Aplikasi AI yang memudahkan memnuat berbagai macam jenis video dengan menyediakan beberapa karakter yang bisa mengubah teks menjadi avatar yang bisa berbicara dengan berbagai pilihan avatar yang menarik. Output : Rumah Solusi OUTPUT USER Gambar 4. Proses Akhir Pendokumentasian Setelah proses digitilasasi Tacit Knowledge menggunakan AI menjadi dokumen pengetahuan dan bahan pembelajaran, selanjutnya agar output tersebut bisa dimanfaatkan oleh semua fihak yang membutuhkannya maka perlunya sarana semacam Rumah Solusi yang berisi kumpulan-kumpulan dokumen Tacit Knowledge yang sudah dibuat dalam berbagai Menyusun LMS (Learning Management Syste. yang menampung seluruh dokumen Tacit Knowledge yang sudah terdigitalisasi dalam bentuk video pembelajaram, film dokumenter, bahan ajar, bahan tayang, info grafis serta katalog Q & A yang memungkin menaumpung Tacit Knowledge baru yang belum ada. Dengan demikian aset intelektual berupa informasi-informasi personal berupa Tacit Knowledge perlahan-lahan akan semakin terdata dan terdokumentasikan dengan baik mengingat pendokumentasian dalam bentuk digital akan bertahan abadi dan dapat menjadi Tax and Business Journal Jurnal Pajak dan Bisnis Volume 5. Nomor 2. Tahun 2024 acuan bahan pembelajaran yang akan datang serta dapat memudahkan seluruh pihak memecahkan masalah-masalah yang belum terakomodasi dalam peraturan-peraturan yang sudah ada. PENUTUP Simpulan Ilmu pengetahuan dan informasi personal yang sangat berharga harus diselamatkan dan terdokumentasikan dengan baik. Para dosen dan alumni sebagai jembatan penghubung sangat berperan dalam memudahkan proses pengumpulan bahan-bahan Tacit Knowledge yang dimiliki masing-masing personal untuk selanjutnya didokumentasikan dalam bentuk digital yang lebih menarik untuk dipelajari dan didiskusikan kembali kepada para mahasiswa dan para alumni lainnya. Teknologi AI sangat memudahkan proses pendokumentasian tersebut, tidak perlu seoang ahli editing atau konten creator yang handal karena semua bisa dipelajari dan dilaksanakan dengan mudah, murah bahkan gratis serta menyenangkan. Hasil pendokumentasian tersebut dapat menjadi bahan baku yang sangat berharga dalam membantu memecahkan masalah-masalah di lapangan yang dialami para alumni yang masih baru bekerja dan belum memahami kasus yang ada di lapangan dengan segala Juga di level proses pembelajaran, dokumentasi Tacit Knowledge sangat bermanfaat bagi para dosen dalam menyempurnakan bahan ajarnya khususnya studi kasusstudi kasus yang belum terakomodasi dalam ketentuan atau kebijakan yang sudah ada sehingga dapat menjadi bekal bagi para mahasiswa saat mereka lulus dan bekerja. Saran Perlunya kolaborasi dan Kerjasama yang terus menerus antara para dosen secara umum dan para alumni para dalam mengumpulkan aset-aset Tacit Knowledge yang banyak dimiliki oleh masing-masing personal dengan menggunakan saluran-saluran media yang telah disiapkan oleh pihak kampus agar pelaksanaan proses pendokumentasian menjadi lebih mudah dan dapat dilaksanakan oleh siapa saja. Dengan demikian diharapkan di Kampus STPI memiliki Rumah-Rumah Solusi yang berisi aset intelektual dari Tacit Knowledge yang telah terdokumentasikan dengan baik. DAFTAR PUSTAKA