ISSN : Copyright Maslahatul Inayah https://ejournal. poltekkes-smg. id/ojs/index. php/LIK IMPLEMENTASI KEPERAWATAN BREAST CARE PADA IBU POST PARTUM DENGAN MASALAH MENYUSUI TIDAK EFEKTIF DI RSUD KRATON KABUPATEN PEKALONGAN Maslahatul Inayah 1. Afiyah Sri Harnany 2. Hartati 3. Suryo Pratikwo4 1,2,3 Program Studi Keperawatan Pekalongan Poltekkes Kemenkes Semarang. Indonesia *e-mail korespondensi : inakiya74@gmail. ABSTRAK Latar Belakang : Post Partum atau masa nifas merupakan masa yang dimulai setelah plasenta lahir dan berakhirnya setelah alat-alat kandungan kembali seperti sebelum hamil yang berlangsung sekitar 6 minggu atau 42 hari. Saat masa nifas ibu mengalami perubahan pada organ reproduksinya yaitu rahim akan kembali seperti sebelum hamil. Perubahan lain yang terjadi adalah membesarnya payudara dan area disekitar puting susu menghitam yang menandakan bahwa ibu siap untuk menyusui bayinya. Menyusui merupakan proses memberikan makan oleh ibu kepada bayi melalui payudara secara langsung yang berupa air susu. Menyusui tidak efektif merupakan kondisi ibu dan atau bayi mengalami ketidakpuasan atau kesukaran pada proses Menyusui tidak efektif dapat menghambat pemberian ASI eksklusif sehingga harus segera Tujuan : Menggambarkan hasil asuhan keperawatan menyusui tidak efektif dengan Tindakan breast care pada ibu post partum di RSUD Kraton Kabupaten Pekalongan. Metode : Desain penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif yaitu sebuah penelitian dengan tujuan untuk menggambarkan hasil asuhan keperawatan menyusui tidak efektif dengan tindakan breast care pada ibu post partum di RSUD Kraton Kabupaten Pekalongan. Penelitian ini merupakan studi kasus dengan subyek penelitian sejumlah 2 orang yang memenuhi kriteria inklusi. Hasil : Pengkajian dilakukan pada 2 klien yaitu Ny. L dan Ny. N dengan metode wawancara, studi dokumentasi, observasi, dan pemeriksaan fisik. Data dari pengkajian tersebut didapatkan masalah keperawatan menyusui tidak efektif. Tindakan keperawatan breast care diberikan selama 3 ( tiga ) hari pada waktu pagi dan sore hari. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa status menyusui membaik setelah diberikan tindakan breast care yang di tandai dengan pancaran ASI meningkat, suplai ASI meningkat dan perlekatan bayi pada payudara ibu meningkat. Kesimpulan: Menyusui menjadi efektif setelah di lakukan Tindakan breast care baik pada klien Ny. maupun Ny. Kata Kunci : Breast Care. Menyusui Tidak Efektif. Maslahatul Inayah 1. Afiyah Sri Harnany 2. Hartati 3. Suryo Pratikwo4 JLK Team ISSN : Copyright https://ejournal. poltekkes-smg. id/ojs/index. php/LIK @ 2023 Maslahatul Inayah IMPLEMENTATION OF BREAST CARE NURSING FOR POST PARTUM MOTHERS WITH INEFFECTIVE BREASTFEEDING PROBLEMS AT KRATON HOSPITAL, PEKALONGAN REGENCY Maslahatul Inayah 1. Afiyah Sri Harnany 2. Hartati 3. Suryo Pratikwo4 1,2,3 Pekalongan Nursing Study Program Polytechnic Health Ministry of Semarang. Indonesia *Corresponding author: inakiya74@gmail. ABSTRACT Background : Post Partum or the postpartum period is the period that begins after the placenta is born and ends after the uterine organs return to their pre-pregnancy state, which lasts around 6 weeks or 42 days. During the postpartum period, the mother experiences changes in her reproductive organs, namely the uterus will return to the way it was before pregnancy. Another change that occurs is the enlargement of the breasts and the area around the nipples turning black, which indicates that the mother is ready to breastfeed her baby. Breastfeeding is the process of giving food by the mother to the baby directly through the breast in the form of milk. Ineffective breastfeeding is a condition where the mother and/or baby experience dissatisfaction or difficulty in the breastfeeding process. Ineffective breastfeeding can hinder exclusive breastfeeding so it must be addressed immediately. Objective: To describe the results of ineffective breastfeeding nursing care using breast care measures for post partum mothers at Kraton Regional Hospital. Pekalongan Regency. Method : The research design used was a descriptive method, namely a study with the aim of describing the results of ineffective breastfeeding nursing care with breast care measures for post partum mothers at Kraton Hospital. Pekalongan Regency. This research is a case study with research subjects of 2 people who met the inclusion criteria. Results : The assessment was carried out on 2 clients, namely Mrs. L and Mrs. N using interview methods, documentation studies, observation and physical examination. Data from this study revealed the problem of ineffective breastfeeding nursing. Breast care nursing actions are given for 3 . days in the morning and evening. The evaluation results showed that breastfeeding status improved after breast care was given, which was indicated by increased milk flow, increased milk supply and increased attachment of the baby to the mother's breast. Conclusion: Breastfeeding becomes effective after breast care measures are taken for both Mrs. L and Mrs. Key words : Breast Care. Ineffective Breastfeeding. JLK Team Maslahatul Inayah 1. Afiyah Sri Harnany 2. Hartati 3. Suryo Pratikwo4 The Journal of Cross Nursing Copyright : @ 2023 Maslahatul Inayah PENDAHULUAN Post Partum atau masa nifas merupakan masa yang dimulai setelah plasenta lahir dan berakhirnya setelah alat-alat kandungan kembali seperti sebelum hamil yang berlangsung sekitar 6 minggu atau 42 hari (Yuliana & Hakim. Saat masa nifas ibu mengalami perubahan pada organ reproduksinya yaitu rahim akan kembali seperti sebelum hamil (Nandia et all, 2. Perubahan lain yang terjadi adalah membesarnya payudara dan area disekitar puting susu menghitam yang menandakan bahwa ibu siap untuk menyusui . Proses produksi ASI dimulai saat puting susu yang diisap mulut bayi. Isapan oleh bayi memproduksi hormon prolaktin yang membuat ASI keluar. Isapan tersebut oksitosin yang bisa merangsang serabut otot halus pada dinding saluran payudara yang mana ASI akan mengalir dengan lancer (Rahmawati et al, 2. Produksi ASI yang kurang akan menyebabkan masalah menyusui tidak efektif yang proses pemberian ASI terutama ASI Menurut Kemenkes RI . bayi di Indonesia belum seluruhnya mendapatkan ASI eksklusif. Bayi yang mendapatkan ASI eksklusif pada tahun 2021 hanya sebesar 56,9% akan tetapi angka ini sudah Sedangkan di Jawa Tengah pada tahun 2019 pemberian ASI ekslusif sebesar 66,0% angka ini menglami peningkatan jika dibandingkan pada tahun 2018 sebesar 56,6 % (Dinkes, 2. Pemberian ASI yang pertumbuhan dan perkembangan bayi yang bisa menjadi ancaman bagi kelangsungan Salah satu factor yang mempengaruhi kurangnya cakupan ASI ekslusif adalah kurangnya rangsangan yang berupa perawatan payudara secara rutin pada ibu post partum. Seorang ibu nifas yang di beri rangsangan berupa metode breast meningkatkan produksi ASI sehingga ASI ekslusif bisa di berikan kepada bayi. Dampak apabila ASI tidak diberikan antara lain bayi beresiko Bayi mendapatkan ASI eksklusif memiliki resiko 2,6 kali lebih besar daripada bayi (Siregar ASI kekurangan nutrisi dan rentan terhadap penyakit yang akhirnya menyebabkan kematian terutama pada bayi baru lahir (Anitasari et all, 2. Pemberian ASI dan proses menyusui yang benar merupakan salah satu sarana membangun sumber daya manusia yang tetapi saat ini masih banyak ibu yang mengalami kesulitan untuk melampau target tahun 2021 yaitu sebesar Page 3 Of 11 Maslahatul Inayah 1. Afiyah Sri Harnany 2. Hartati 3. Suryo Pratikwo4 The Journal of Cross Nursing Copyright : @ 2023 Maslahatul Inayah post partum di RSUD Kraton Kabupaten disebabkan oleh kemampuan bayi dalam Pekalongan menghisap ASI yang kurang sempurna sehingga secara menyusui menjadi terganggu. METODE PENELITIAN Penelitian Nilamsari . mengatakan Metode yang digunakan yaitu metode bahwa terdapat pengaruh perawatan payudara terhadap kelancaran ekskresi mnggambarkan masalah, peristiwa atau ASI. Ketidakcukupan dari produksi ASI fenomena-fenomena merupakan alasan utama seorang ibu Penelitian ini. Subyek penelitian ini ibu untuk menghentikan pemberian ASI post partum yang mengalami masalah secara dini kepada bayi nya,dimana ibu keperawatan menyusui tidak efektif yang di rawat di ruang nifas RSUD Kraton ASI Kabupaten Pekalongan yang berjumlah 2 Teknik sampling yang di gunakan mendukung kenaikan berat badan untuk adalah convenience sampling. Instrumen bayi yang adekuat dimana produksi ASI yang di gunakan form pengkajian post kurang lancar. Perawatan yangn efektif partum dan SOP breast care. untuk memperbanyak produksi ASI yaitu perawatann payudara atau breastcare serta menjaga kebersihan dan pemijatan pada payudara. Upaya perawat dalam meningkatkan status menyusui pada ibu post partum HASIL Pengkajian. Hasil didapatkan pada kedua klien dengan metode wawancara, observasi dan salah satunya adalah melakukan breast pemeriksaan fisik ke pasien dan Breast care adalah cara merawat payudara yang di lakukan pada ibu post meningkatkan produksi ASI dengan cara di massase. Tujuan Klien merupakan persalinan yang pertama dengan pemeriksaan ANC setiap bulan, pernah melakukan imunisasi TT. HPHT : 1 Juli 2022. HPL : 8 keperawatan menyusui tidak efektif April 2023. Klien kedua mengatakan dengan Tindakan breast care pada ibu ini merupakan persalinan yang kedua Page 4 Of 11 Maslahatul Inayah 1. Afiyah Sri Harnany 2. Hartati 3. Suryo Pratikwo4 The Journal of Cross Nursing Copyright : @ 2023 Maslahatul Inayah dengan pemeriksaan ANC setiap bulan, pernah melakukan imunisasi TT. HPHT : 5 Juli 2022. HPL : 12 mentis, tanda-tanda vital di dapatkan April 2023. Riwayat kesehatan masa hasil tekanan darah : 112/90 mmHg, lalu baik klien pertama maupun Nadi : 69 x/mnt. Suhu : 37 0 C , kedua mengatakan tidak mempunyai pernafasan : 20 x/mnt. riwayat alergi terhadap makanan dan obat-obatan. Diagnosa Keperawatan keluarga klien mengatakan tidak C , pernafasan : 20 x/mnt . Klien penyakit menular maupun tidak Diagnosa keperawatan penulis rumuskan berdasarkan data fokus diatas adalah menyusui tidak hambatan pada neonatus yang di Keluhan utama pada ke dua klien adalah bayinya kurang kuat menyusu dan bayi sering menangis saat Colostrum sudah keluar, tetapi baru sedikit. payudara terasa nyeri dan penuh, belum mengetahui posisi menyusui yang benar. Data objektif yang didapatkan antara lain bayi klien 1 kembar dengan berat 1850 gram dan 2300 gram, sedangkan berat bayi klien 2 yaitu 2400 gram. Data objektif lain pada kedua klien yaitu payudara teraba penuh dan puting menonjol, reflek tandai dengan data subyektif : klien mengatakan bayinya kurang kuat menyusu dan sering menangis saat menyusu, kolostrum sudah keluar tetapi baru sedikit, payudara terasa nyeri dan penuh, belum mengetahui posisi menyusui yang benar. Data obyektif : bayi klien 1 kembar dengan berat 1850 gram gram, sedangkan berat bayi yaitu 2400 gram. Data objektif lain pada kedua klien yaitu payudara teraba penuh dan puting menonjol, reflek menghisap bayi masih lemah. menghisap bayi masih lemah. Perencanaan keperawatan. Hasil pemeriksaan fisik pada klien yang pertama , kesadaran klien compos mentis, tanda-tanda vital di dapatkan hasil tekanan darah : 120/90 mmHg. Nadi : 90 x/mnt. Suhu : 36,7 Perencanaan yang di susun Maslahatul Inayah 1. Afiyah Sri Harnany 2. Hartati 3. Suryo Pratikwo4 Page 5 Of 11 The Journal of Cross Nursing Copyright : @ 2023 Maslahatul Inayah payudara selama 3 x 24 jam dengan Ny N jam 08. 00 adalah melatih klien kriteria hasil perlekatan bayi pada melakukan breast care dengan respon payudara ibu meningkat, kemampuan pada ke dua klien mampu melakukan ibu memposisikan bayi dengan benar breast care dan menganjurkan untuk meningkat, tetesan atau pancaran ASI mengulang tindakan breast care pada meningkat, suplai ASI adekuat , sore hari. Tindakan keperawatan hari ketiga menyusui, intake bayi meningkat dan hisapan bayi tanggal 3 April 2023 pada Ny. L dan Ny. N adalah Klien melatih klien intervensi edukasi tentang menyusui, melakukan breast care secara mandiri ajarkan perawatan payudara ( breast dengan respon pada ke dua klien dengan baik. ASI sudah keluar. Implementasi keperawatan Implementasi Evaluasi Keperawatan. selama tiga hari yang dimulai dari Evaluasi keperawatan dilakukan tanggal 1 s. d 3 April 2023 baik pada Ny. L maupun Ny. SOAP yaitu S ) apakah masalah sudah teratasi atau Ny N jam 16. 00 adalah memberikan Subyektif . lien klien/ temuan perawa. A) Asesmen ( tanggal 1 April 2023 pada Ny. L dan Smetode mengatakan ). O) Obyektif 9 terlihat Tindakan keperawatan hari pertama belum teratas. P) Perencanaan ( melakukan perawatan payudara ( Adapun evaluasi keperawatan setelah klien breast care ) , mengajarkan cara perawatan payudara. Respon Ny. selama 3 . iga ) hari pada tanggal 3 dan Ny. N setelah di lakukan April 2023 adalah status menyusui tindakan adalah mampu menjelaskan meningkat dengan kriteria hasil : S) manfaat menyusui dan perawatan bayi sudah bisa menyusu, payudara sudah tidak penuh dan nyeri. O) ASI Tindakan keperawatan hari kedua sudah keluar, posisi menyusui sudah tanggal 2 April 2023 pada Ny. L dan benar. A) Masalah teratasi . P) Page 6 Of 11 Maslahatul Inayah . Afiyah Sri Harnany . Hartati . Suryo Pratikwo The Journal of Cross Nursing Copyright : @ 2023 Maslahatul Inayah BBLR Pertahankan intervensi. kurang kuat, refleks menelan belum PEMBAHASAN ada dan peristaltik usus lambat. Pengkajian Hasil Diagnosa Keperawatan Bedasarkan didapatkan pada kedua klien tidak efektif berhubungan dengan yaitu klien mengatakan bayinya kurang kuat menyusu dan bayi ditandai dengan klien mengatakan sering menangis saat menyusu. bayi BBLR dan refleks hisap Colostrum sudah keluar, tetapi kurang kuat. Klien mengatakan baru sedikit. payudara terasa colostrum, tetapi baru sedikit. Klien mengatakan payudara terasa nyeri Klien Menurut Anitasari . ASI akan diperoleh lebih banyak jika perlekatan yang benar. Jika masalah ibu menerapkan teknik menyusui ditangani maka akan menimbulkan dengan benar. Teknik menyusui kegagalan dalam menyusui. ASI ini seperti perlekatan bayi pada yang keluar sedikit menyebabkan payudara ibu dan posisi bayi saat intake bayi tidak adekuat sehingga disusui oleh ibu. Data objektif yang didapatkan antara lain bayi memilih memberikan susu formula klien 1 kembar dengan berat kepada bayi. 1850 gram dan 2300 gram. Hal ini menyebabkan kegagalan sedangkan berat bayi klien 2 pemberian ASI eksklusif yang yaitu 2400 gram. Data objektif merupakan hak bayi. Pada masa 6 lain pada kedua klien yaitu diberikan ASI eksklusif oleh ibu. perkembangan bayi. Selain itu beratnya kurang dari berat normal akan menunjang pertumbuhan dan klien termasuk BBLR karena ASI mengandung gizi lengkap yang puting menonjol. Bayi kedua menyusui juga bermanfaat untuk Menurut ibu, antara lain mempercepat penelitian dari Yunanita . Page 7 Of 11 Maslahatul Inayah . Afiyah Sri Harnany . Hartati . Suryo Pratikwo The Journal of Cross Nursing Copyright : @ 2023 Maslahatul Inayah rahim untuk mengecil, mempercepat berat badan kembali seperti sebelum hamil dan mengurangi resiko kanker kesehatan, klien juga akan diajarkan perawatan payudara dan mendapatkan perawatan payudara untuk memperlancar pengeluaran ASI. Rasional dari tindakan payudara (Astuti, 2. ini agar pasien dapat melakukan perawatan Perencanaan Keperawatan. payudara secara mandiri dan pengeluaran Perencanaan keperawatan adalah proses ASI menjadi lancar. keperawatan yang dilaksanakan setelah Implementasi Keperawatan menentukan diagnosa yaitu menetapkan prioritas diagnosa, menetapkan tujuan dan hasil yang diharapkan serta menetapkan intervensi yang sesuai dengan diagnosa (Pangkey et all, 2. Rencana tindakan pada masalah menyusui tidak efektif diharapkan status menyusui membaik dengan kriteria hasil perlekatan bayi pada payudara ibu meningkat,kemampuan ibu meningkat, tetesan atau pancaran ASI meningkat, suplai ASI adekuat meningkat, payudara ibu kosong setelah menyusui, intake bayi meningkat, hisapan bayi meningkat (PPNI, 2. Intervensi yang manfaat menyusui bagi bayi dan ibu, frekuensi dan lama pemberian ASI, tanda bayi cukup ASI, posisi dan perlekatan yang tepat, langkah menyusui yang benar. Rasional dari tindakan ini adalah untuk Selain dilakukan pendidikan Tindakan keperawatan yang dilakukan pada hari pertama pada kedua klien adalah pendidikan kesehatan, klien mendapatkan manfaat menyusui bagi bayi dan ibu, frekuensi dan lama pemberian ASI, tanda bayi cukup ASI, posisi dan perlekatan yang tepat, langkah menyusui yang benar, breast Pengetahuan tentang tenik menyusui pemberian ASI (Anitasari, 2. Lalu melakukan perawatan payudara untuk ASI. Berdasarkan penelitian Ekasari . memperlancar pengeluaran ASI. Perawatan payudara ini dapat merangsang kelenjar air susu, memperlancar sirkulasi darah dan mencegah terjadinya sumbatan sehingga memperlancar pengeluran ASI. Pada hari perawatan payudara seperti pada hari sebelumnya yang melibatkan suami klien. Suami klien memberikan dukungan kepada Hal ini sesuai dengan penelitian Salamah Maslahatul Inayah 1. Afiyah Sri Harnany 2. Hartati 3. Suryo Pratikwo4 Page 8 Of 11 The Journal of Cross Nursing Copyright : @ 2023 Maslahatul Inayah mendapatkan dukungan maka hormon berat 1850 gram dan 2300 gram, sedangkan berat bayi klien 2 yaitu 2400 gram Data pengeluaran ASI menjadi lancar. objektif lain pada kedua klien yaitu Evaluasi Keperawatan Evaluasi tindakan intelektual yang melengkapi Diagnosa Keperawatan Berdasarkan data fokus diatas penulis diagnosa, rencana dan pelaksanaan berhasil dicapai (Zubaidah et all, 2. Hasil evaluasi pada klien 1 dan klien 2 selama 3 hari masalah teratasi. Evaluasi keperawatan dengan hambatan pada neonates (D. Perencanaan Keperawatan pada klien 1 dan 2 sudah sesuai dengan kriteria hasil pada buku SLKI yang disusun Penulis menyusun rencana keperawatan oleh DPP PPNI . antara lain untuk mengatasi masalah menyusui tidak meningkat, kemampuan ibu memposisikan dilakukan tindakan keperawatan 3x24 jam bayi dengan benar meningkat, tetesan atau diharapkan status menyusui membaik pancaran ASI meningkat, suplai ASI dengan kriteria hasil perlekatan bayi pada adekuat meningkat, payudara ibu kosong payudara ibu meningkat, kemampuan ibu setelah menyusui, intake bayi meningkat, hisapan bayi meningkat. meningkat, tetesan atau pancaran ASI meningkat, suplai ASI adekuat meningkat. KESIMPULAN DAN SARAN payudara ibu kosong setelah menyusui, intake bayi meningkat dan hisapan bayi Simpulan Pengkajian Implementasi Keperawatan Hasil pengkajian yang didapatkan pada kedua klien bayinya kurang kuat menyusu dan bayi sering menangis saat menyusu. Colostrum sudah keluar, tetapi baru sedikit. Payudara terasa nyeri dan penuh, belum mengetahui posisi benar. Data objektif yang didapatkan antara lain bayi klien 1 kembar dengan Implementasi menyusui tidak efektif yaitu memberikan pendidikan kesehatan tentang manfaat menyusui bagi ibu dan bayi, posisi menyusui, lama dan frekuensi pemberian ASI, tanda bayi cukup ASI dan langkah menyusui dengan benar , melakukan Page 9 Of 11 Maslahatul Inayah 1. Afiyah Sri Harnany 2. Hartati 3. Suryo Pratikwo4 The Journal of Cross Nursing Copyright : @ 2023 Maslahatul Inayah . reast car. perawatan payudara untuk DAFTAR PUSTAKA memperlancar pengeluran ASI. Anitasari. Anggraeni, & Santi. Hubungan Pengetahuan Ibu Post Partum Evaluasi Keperawatan Tentang Teknik Menyusui Hasil evaluasi yang didapatkan setelah Keefektifan Proses Menyusui. Jurnal memberikan asuhan keperawatan selama 3 Fenomena Kesehatan, 400-441. hari kedua klien dengan masalah menyusui Astuti. , & Anggarawati. tidak efektif sudah teratasi ( status Pendidikan Kesehatan Teknik Menyusui menyusui efekti. dengan kriteria hasil Terhadap Kemampuan Menyusui Ibu Primipara. ASI perlekatan sudah tepat, payudara terasa kosong isapan bayi meningkat, intake bayi Journal Nursing Research, 26-33. Azizah. , & Rosyidah. Buku Ajar Asuhan Kebidanan Nifas dan Saran