PERANCANGAN HUMAN MACHINE INTERFACE (HMI) PADA MESIN SIZING PT. APAC INTI CORPORA Frangky Chandra*). Sumardi. Munawar Agus R Jurusan Teknik Elektro. Universitas Diponegoro Semarang Jl. Prof. Sudharto. SH. Kampus UNDIP Tembalang. Semarang 50275. Indonesia E-mail: chandrafrangky@gmail. Abstrak Proses sizing merupakan salah satu proses yang penting dalam industri tekstil. Proses sizing berfungsi meningkatkan mutu benang dan memaksimalkan efisiensi proses penenunan. Untuk memperoleh hasil proses yang optimal, diperlukan sistem monitoring yang konstan dan pengontrolan yang akurat. Pada penelitian ini sistem HMI diaplikasikan pada sebuah plant sizing untuk menghasilkan pengontrolan plant yang akurat dan pemonitoran plant yang kontinu. HMI dirancang menggunakan Microsoft Visual Studio C# 2010. Prototype plant sizing menggunakan 2 buah mikrokontroler Atmega8535 yang diprogram menggunakan CodeVision AVR 2. Komunikasi serial dengan kabel downloader K125R digunakan sebagai sarana komunikasi antara HMI dan mikrokontroler. Untuk penyimpanan data, digunakan basisdata Microsoft SQl Server dan SQL Server Management Studio sebagai media penyimpanan dan pengolahan Microsoft Excel digunakan untuk menampilkan data yang diekspor dan laporan harian. Berdasarkan pengujian yang dijalankan, dapat disimpulkan sistem HMI bekerja dengan baik. Pada pengujian pengontrolan plant, terbukti sistem kontrol HMI dapat bekerja dengan baik. Pada pengujian delay diperoleh adanya delay rata-rata sebesar 7 Pada pengujian sistem monitoring HMI dapat memantau plant dengan akurat. Pada pengujian basisdata semua informasi yang dibutuhkan dapat disimpan dengan baik. Pada pengujian ekspor data dan laporan harian, kedua fungsi tersebut terbukti telah berjalan dengan baik. Kata kunci: Proses sizing. HMI. Basisdata. Microsoft Visual Studio. ATmega8535 Abstract Sizing process is one of the most important process in textile industry. Sizing process aim to enhance the quality of the yarn and to attain maximum weaving efficiency. To achieve optimal result, continuous process monitoring and accurate control process is needed. In this study. HMI system is applied to a sizing plant to achieve constant process monitoring and accurate control proces. HMI designed with Microsoft Visual Studio C# 2010. The plant utilize 2 ATmega8535 microcontrolers programmed using CodeVision AVR 2. Serial Communication using K125 downloader cable is used to achieve communication between HMI and microcontroler. For data storage. Microsoft SQl Server and SQL Server Management Studio are used as means to store and process data. Microsoft Excel is used to present both exported data and daily report. Based on the tests carried out, it can be inferred that the HMI system work properly. the control system testing, the HMI control system is proved to work properly. In delay testing, the system obtained average delay of 7ms. In system monitoring testing. HMI is able to accurately monitor the plant. In database testing, all required information can be stored properly. In data export and daily report testing, both funtion are proved to work Keywords: Sizing Process. HMI. Database. Microsoft Visual Studio. ATmega8535 Pendahuluan Proses sizing . adalah proses pemberian larutan kanji pada benang lusi dengan tujuan untuk meningkatkan daya tenun, memperbaiki rasa rabaan, memperbaiki mutu benang dari segi kekuatan, mulur, ketahanan gesek, dan kelenturannya serta memindahkan benang-benang lusi tunggal dari beam warping ke beam sizing atau bisa disebut beam siap tenun. Pada penelitian sebelumnya, didapatkan hasil pengamatan bahwa pada proses sizing banyak faktor yang mempengaruhi keberhasilan proses sizing, diantaranya TRANSIENT. VOL. NO. DESEMBER 2015. ISSN: 2302-9927, 959 adalah suhu dan konsentrasi larutan kanji. Proses sizing dapat memperoleh hasil yang optimum apabila proses sizing mendapatkan perhatian khusus dengan mengatur kecepatan, temperatur, tekanan rol pemeras, kedalaman rol perendam dan konsentrasi larutan kanji . Untuk mewujudkan sistem kontrol dan pengawasan yang baik, sistem HMI (Human Machine Interfac. diaplikasikan pada plant. Dalam penelitian ini dirancang sebuah sistem HMI untuk pengawasan dan pengontrolan plant sizing yang didesain oleh Rahmat Rizeki. Perangkat lunak Microsoft Visual Studio 2010 dengan bahasa pemrograman C# digunakan untuk HMI (Human Machine Interfac. Komunikasi data yang digunakan merupakan komunikasi UART yang dimiliki mikrokontroler ATMega8535, dimana dua unit mikrokontroler ATMega8535 berfungsi sebagai slave station. Sistem HMI yang dirancang dapat mengontrol parameter dari plant, dan juga menampilkan besaran-besaran proses kontrol dari plant, seperti kecepatan motor, dan moisture Semua data yang ditampilkan merupakan data real time dan dapat disimpan dalam bentuk basisdata dan dokumen excel. Metode Prinsip Kerja Sistem Secara Keseluruhan sistem terdiri atas beberapa bagian yang dapat digambarkan pada blok diagram seperti Gambar 1. Berikut ini adalah deskripsi cara kerja mesin Sizing secara umum: Sistem terdiri dari dua bagian yaitu bagian plant . erangkat kera. dan bagian aplikasi . erangkat Proses dimulai dengan user menekan tombol pilihan mode manual atau otomatis pada plant di lapangan atau di aplikasi HMI. Selanjutnya user mengatur parameter sesuai dengan mode yang dipilih, lalu dengan menekan tombol apply, parameter akan terkirim ke plant. Setelah parameter terkirim, akan muncul tampilan konfirmasi untuk memulai proses. User dapat menekan start untuk memulai proses pemanasan heater atau menekan tombol reset untuk membatalkan Setelah proses pemanasan heater selesai, maka motor akan mulai berputar dan proses sizing dimulai, proses ini dapat dibatalkan juga dengan tombol reset. Selama plant terhubung dengan HMI melalui serialport, maka plant akan mengirimkan status komponen dan pembacaan sensor. untuk mendesain tampilan HMI dan penulisan basisdata SQL. Visual Studio C# dan CodeVisionAVR digunakan untuk mendesain protokol komunikasi data antara mikrokontroler dengan PC. Sistem SCADA pada Gambar 2 melakukan monitoring dan pengontrolan pada plant dalam 3 subbagian yaitu: C Master Station C Jalur komunikasi C Slave Station Perancangan Perangkat Lunak Perancangan perangkat lunak ini terdiri dari tiga bagian yaitu perancangan program HMI, perancangan komunikasi serial, dan perancangan basidata. Perancangan HMI Pada halaman utama HMI dibagi menjadi beberapa tab dengan fungsi khusus masing - masing. Tab tersebut adalah tab general untuk fungsi umum plant, pengontrolan dan alarm, tab history untuk melihat grafik masukan HMI, tab datalog untuk melihat data dalam bentuk tabel, dan tab parts untuk melihat informasi mengenai komponen plant. Input : Motor Encoder Push Button Keypad Microsoft Excel Database SQL (HMI) ATmega8535 Master ATmega8535 Slave Output : LCD Heater Motor DC LED Output LCD Input Moisture Sensor Gambar 1. Blok Diagram sistem keseluruhan HMI Downloader K125 Mikrokontroler Master Perancangan SCADA Perancangan SCADA menggunakan software Visual Studio C# 2010 dan CodeVisionAVR. Dalam perancangan SCADA, software Visual Studio C# 2010 digunakan Mikrokontroler Slave Gambar 2. Rancangan sistem SCADA TRANSIENT. VOL. NO. DESEMBER 2015. ISSN: 2302-9927, 960 Perancangan Komunikasi Serial Komunikasi serial pada perangkat lunak menggunakan fasilitas USART mode asinkron dengan baudrate sebesar 9600 bps, dengan parameter komunikasi 8 bit dan 1 stop bit tanpa parity bit. Komunikasi serial pada perancangan perangkat lunak ini terdiri dari penerimaan data serial, pengiriman data serial, dan komunikasi serial Gambar 3. Halaman utama START Halaman Awal Exit? Tidak Tidak Login? Tidak Start? Tidak Tidak Memanggil Basisdata Halaman General Mode Manual? Mode Otomatis? Setting Parameter Masuk Halaman Datalog ? Masuk Halaman Monitoring ? Tidak Exit? Tidak Halaman Datalog Masuk Halaman Parts ? Tidak Tidak Apply? Tidak Halaman Monitoring Halaman Parts Gambar 5 . Diagram ketergantungan Reset? Mulai Proses Pengujian dan Analisa Pengujian Sistem Pengontrolan Pengujian Tombol Apply Tidak Cek Alarm SELESAI Stop Proses Kondisi Alarm Tidak Gambar 4. Flowchart sistem keseluruhan Perancangan Basisdata Dalam merancang database perlu dilakukan normalisasi terhadap data yang akan diolah. Tujuan dari normalisasi adalah untuk memngurangi kompleksifitas tabel dan menghilangkan duplikasipada tabel. pada penelitian ini akan dibuat sampai bentuk normal ketiga . NF). dalam membuat normalisasi adalah dengan membuat tabel tidak normal menjadi bentuk normal ke satu . NF) kemudian dijadikan bentuk normal kedua . NF) dan terakhir adalah bentuk normal ketiga . NF). Untuk dapat membuat normalisasi kita perlu membuat diagram Gambar 5 merupakan gambar diagram ketergantungan dari penelitian ini. Pengujian tombol apply dilakukan sebanyak tiga kali pada tiap mode. Tabel 1 memperlihatkan data pengujian tombol apply pada mode otomatis. Data pengujian tombol apply pada mode custom dan manual diperlihatkan pada Tabel 2 untuk parameter terkirim dan Tabel 3 untuk parameter yang diterima plant. Pengujian Tombol Start Pengujian tombol start dilakukan dengan menekan tombol start pada halaman pengontrolan. Penekanan pada tombol start akan mengakibatkan terkirimnya variabel Pengujian akan dilakukan sebanyak 3 kali pada setiap mode dengan indikasi keberhasilan berupa kondisi heater yang menyala. Tabel 4 menunjukkan data hasil pengujian tombol start. Pengujian Tombol Reset Pengujian tombol reset dilakukan dengan menekan tombol reset pada panel pengontrolan. Penekanan pada TRANSIENT. VOL. NO. DESEMBER 2015. ISSN: 2302-9927, 961 tombol reset akan membatalkan proses sizing dan mengembalikan state ke state menu utama. Pada state menu utama motor akan berhenti berputar dan heater dalam keadan mati. Pada pengujian ini akan dilakukan pengujian sebanyak 3 kali pada setiap mode. Tabel 5 menunjukkan data hasil pengujian tombol reset. Pengujian Delay Tabel 1. Data pengujian tombol apply mode otomatis Parameter yang dikirim Mode Otomatis High Otomatis High Otomatis High Otomatis Medium Otomatis Medium Otomatis Medium Otomatis Low Otomatis Low Otomatis Low Parameter yang Tabel 2. Data pengujian tombol apply mode custom dan manual . arameter terkiri. Mode Parameter yang dikirim rpm durasi kp ki kd Tabel 3. Data pengujian tombol apply mode custom dan manual . arameter diterim. Mode Manual Parameter yang diterima rpm durasi kp ki kd Tabel 5. Data pengujian tombol reset Mode Pengujian delay dilakukan sebanyak 10 kali dengan menghitung waktu dari penekanan tombol start pada HMI sampai dengan kondisi heater menyala. Tabel 6 menunjukkan hasil dari pengujian delay yang telah Custom Otomatis High Otomatis Medium Otomatis Low Custom Manual Pengujian Kondisi Motor Kondisi Heater Off Off Off Off Off Off Off Off Off Off Off Off Off Off Off Off Off Off Off Off Off Off Off Off Off Off Off Off Off Off Tabel 6. Data pengujian delay Pengujian ke 1 Rata-Rata Delay . Pengujian Sistem Monitoring Pengujian Monitoring Kecepatan Motor Pengujian monitoring kecepatan motor dilakukan dengan parameter waktu 3 menit, jumlah heater 3, kp 1, ki 1, kd 4 dengan kecepatan 80 rpm. Kecepatan motor dapat dimonitor melalui meteran, grafik, dan datalog sehingga akan dilakukan pengujian pada tiap komponen HMI Gambar 6 memperlihatkan hasil pengujian pada grafik, dan Gambar 7 memperlihatkan hasil pengujian pada datalog. Tabel 4. Data pengujian tombol start Mode Otomatis High Otomatis Medium Otomatis Low Pengujian ke1 Kondisi Heater Gambar 6. Hasil pengujian pada grafik kecepatan TRANSIENT. VOL. NO. DESEMBER 2015. ISSN: 2302-9927, 962 pada konduktor sensor. Gambar 8 memperlihatkan hasil pengujian pada grafik, dan Gambar 9 memperlihatkan hasil pengujian pada datalog. Pengujian Monitoring Runtime Komponen Pada pengujian monitoring runtime ini, akan dilakukan proses sizing dengan durasi 3 menit dengan jumlah heater aktif sebanyak 3 buah. Hasil pengujian monitoring runtime ditampilkan pada Tabel 7. Gambar 7. Hasil pengujian pada datalog kecepatan Pengujian Monitoring Alarm Pada pengujian monitoring alarm proses, benang akan dibasahi sampai moisture melebihi batas dan proses Proses akan dibatalkan jika kondisi moisture diatas 25 %. Pengujian dilakukan sebanyak tiga kali. Tabel 8 memperlihatkan data hasil pengujian monitoring Tabel 7. Data pengujian monitoring runtime Komponen Motor Heater 1 Heater 2 Heater 3 Heater 4 0:5:28 0:6:34 0:6:9 0:6:9 0:6:9 0:8:28 0:9:51 0:9:26 0:9:26 0:6:9 durasi aktif 3 menit 3 menit 17 detik 3 menit 17 detik 3 menit 17 detik Tabel 8. Data pengujian monitoring alarm proses Gambar 8. Hasil pengujian pada grafik moisture Pengujian Komponen Motor Heater 1 Heater 2 Heater 3 Heater 4 Motor Heater 1 Heater 2 Heater 3 Heater 4 Motor Heater 1 Heater 2 Heater 3 Heater 4 Kondisi Plant Off Off Off Off Off Off Off Off Off Off Off Off Off Off Off Status pada HMI Kondisi Alarm Off Off Off Off Off Off Off Off Off Off Off Off Off Off Off Tabel 9. Data pengujian monitoring alarm proses Pengujian ke1 Kondisi Motor Off Off Off Status pada HMI Kondisi Alarm Off Off Off Gambar 9. Hasil pengujian pada datalog moisture Pengujian Monitoring Moisture Benang Pengujian monitoring moisture benang dilakukan pada saat keadaan plant standby dengan pemberian benang Pada pengujian monitoring timeout alarm, proses akan dijalankan dengan power supply motor yang dilepas sehingga motor akan mengalami gangguan. Tabel 9 memperlihatkan data hasil pengujian monitoring timeout TRANSIENT. VOL. NO. DESEMBER 2015. ISSN: 2302-9927, 963 Pengujian Basisdata Pengujian basisdata dilakukan pada ketiga tabel basisdata, yaitu tabel componentdata,tabel dataserial, dan tabel Tabel componentdata berfungsi menyimpan data yang berkaitan dengan komponen. Pengujian tabel componentdata dilakukan dengan menjalankan proses lalu membandingkan data pada HMI dengan pada Hasil pengujian tabel componentdata diperlihatkan pada Gambar 11. Tabel datalogin berfungsi menyimpan data username dan Pengujian tabel datalogin dilakukan dengan menanmbahkan username dan password baru lalu membandingkan tabel sebelum dan sesudah penambahan Hasil pengujian tabel datalogin diperlihatkan pada Gambar 10. Gambar 12. Data serial pada HMI yang akan diekspor dan dibuat laporan Tabel dataserial berfungsi menyimpan data masukan serial HMI. Pengujian tabel dataserial dilakukan dengan menjalankan proses lalu membandingkan data pada HMI dengan pada basisdata. Hasil pengujian tabel dataserial diperlihatkan pada Gambar 12. Pengujian Ekspor Data dan Laporan Harian Pengujian dilakukan dengan menjalankan proses lalu menekan tombol export dan daily report pada HMI untuk membuat dokumen excel dan laporan harian. Data serial yang akan diekspor dan dibuat laporan diperlihatkan pada Hasil pengujian ekspor data dan laporan harian diperlihatkan Gambar 13 . Gambar 13. Data serial pada HMI . dan basisdata . hasil pengujian Gambar 10. Tabel datalogin sebelum . dan sesudah . penambahan user Gambar 11. Data komponen pada HMI . dan basisdata . hasil pengujian Kesimpulan Berdasarkan analisis dan pengujian system HMI yang dilakukan pada prototype mesin sizing, maka didapatkan kesimpulan bahwa aplikasi HMI yang didesain dapat berfungsi sebagai sistem pengontrolan plant sizing yang akurat dan sistem monitoring yang konstan pada proses sizing benang. Namun pada sistem monitoring terdapat delay waktu 1 detik pada pendeteksian kecepatan dan status motor. Berdasarkan pengujian sistem pengontrolan, tombol start,apply, dan reset telah berfungsi dengan baik. Dari 3 kali pengujian pada setiap mode, seluruh parameter yang dikirim ketika tombol ditekan dapat diterima oleh Berdasarkan pengujian delay, diperoleh nilai ratarata delay komunikasi dengan mikrokontroler sebesar 7 ms dengan delay paling besar selama 11 ms, dan paling kecil selama 3 ms. Pengujian monitoring runtime komponen menunjukkan bahwa sistem monitoring runtime komponen telah berjalan dengan baik. Pada pengujian alarm moisture sebanyak 3 kali. HMI dapat mendeteksi dan membatalkan proses sizing saat moisture benang melebihi 25%. Berdasarkan pengujian basisdata yang dilakukan. HMI dapat menyimpan data komponen pada tabel componentdata, data serial pada tabel dataserial, dan data login pada tabel datalogin dengan TRANSIENT. VOL. NO. DESEMBER 2015. ISSN: 2302-9927, 964 data hasil penyimpanan pada basisdata sama dengan data pada HMI. Referensi