AFADA: Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat Vol. I No 2. Agustus 2023. Hal. DOI: 10. 37216/afada. E-ISSN: 2986-0997 Memanfaatkan Potensi Alam dan Potensi Masyarakat Dalam Membangun Kreatifitas Di Desa Korleko Selatan Kecamatan Labuhan Haji Kabupaten Lombok Timur-NTB Lalu Haqqulyakin Mulyawan1,Mohammad Athar2. Matlaul Irpan3. Khairul Hafizin4,Muhammad Yani,5 IAI Hamzanwadi Pancor laluhaqqulyakin@gmail. com1, mohamadathar774@gmail. com2, matlaulirfan@gmail. khairulhapizin3@gmail. com4, muhammadyani835588@gmail. Abstrak: Masyarakat Desa Korleko Selatan sebagian besar bermata pencaharian sebagai tukang kebun dan petani, terutama tukang kebun kelapa, petani padi, buruh, pembuat batu Hal ini terbukti dengan kondisi alam Desa Korleko Selatan yang mayoritas terdiri dari area perkebunan kelapa. Desa Korleko Selatan sebenarnya banyak memiliki potensi alam yang cukup baik, namun banyak kendala yang menyebabkan desa ini tidak berkembang. antaranya, kurangnya pemanfaatan hasil alam yang di miliki oleh masyarakat, sehingga masyarakat Desa Korleko Selatan hanya mengandalkan hasil yang di peroleh dari menjadi buruh harian. Hal ini disebabkan karena kurangnya kemampuan dan keingginan masyarakat untuk memamfaatkan sumber daya alam yang ada. Selain itu, masyarakat Desa Korleko Selatan kurang memiliki koneksi dari pihak luar untuk menjual hasil kreatifitas yang Dalam pelaksanaan kegiatan action program kami ini banyak di ikuti oleh ibu-ibu PKK sedesa Korleko Selatan yang langsung dibina proses pembuatannya oleh tim pendamping yang sudah mengikuti pelatihan tata boga ditingkat kabupaten dan potensi inilah yang dikembangkan oleh tim dalam membina pelatihan tersebut sehingga potensi ini bisa disalurkan ditengah-tengah masyarakat untuk memanfaatkan potensi alam dan potensi masyarakat desa Korleko Selatan. adapun proses pembuatannya berlangsung di kantor desa Korleko Selatan yang diikuti oleh tim pendamping dan ibu-ibu PKK desa Korleko Selatan. Kata Kunci: Memanfaatkan Potensi Alam dan Potensi Masyarakat Dalam Membangun Kreatifitas PENDAHULUAN Masyarakat Desa Korleko Selatan sebagian besar bermata pencaharian sebagai tukang kebun dan petani, terutama tukang kebun kelapa, petani padi, buruh, pembuat batu Hal ini terbukti dengan kondisi alam Desa Korleko Selatan yang mayoritas terdiri dari area perkebunan kelapa. Desa Korleko Selatan sebenarnya banyak memiliki potensi alam yang cukup baik, namun banyak kendala yang menyebabkan desa ini tidak berkembang. antaranya, kurangnya pemanfaatan hasil alam yang di miliki oleh masyarakat, sehingga masyarakat Desa Korleko Selatan hanya mengandalkan hasil yang di peroleh dari menjadi buruh harian. Hal ini disebabkan karena kurangnya kemampuan dan keingginan masyarakat untuk memamfaatkan sumber daya alam yang ada. Selain itu, masyarakat Desa Korleko Selatan kurang memiliki koneksi dari pihak luar untuk menjual hasil kreatifitas yang Dikatakan penghasilan masyarakat Desa Korleko Selatan cukup untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari karena di desa ini banyak tersedia sumber bahan pokok yang bisa di konsumsi, seperti beras dan jagung. Mereka banyak memanfaatkan hasil pertaniannya sendiri Vol. I No 2. Agustus 2023 AFADA: Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat Vol. I No 2. Agustus 2023. Hal. DOI: 10. 37216/afada. E-ISSN: 2986-0997 untuk kebutuhan sehari-hari hanya saja mereka membutuhkan lauk dan sayur yang harus dibeli dari pedagang bakulan yang jualan di pingir gang perumahan warga, karena di Desa Korleko Selatan tidak terdapat pasar tradisional hanya ada pasar mingguan. Dalam setiap panen mereka menyisihkan sebagian hasil panen padinya untuk kebutuhan sehari-hgari dan sebagian lainnya untuk dijual, misalnya pada setiap panen warga dapat menghasilkan keuntungan hingga mencapai A 1,5 ton padi dengan 1/2 kwintal bibit padi dalam 50 are. Sebagian kecil hasil padi disimpan dan sebagia besarnya dijual kepada AupenendakAy. Setiap Kwintal gabah dijual dengan harga 300. 000 Ae 350. iga ratus ribu rupiah bahkan sampai tiga ratus lima puluh ribu rupia. per kwintal. Diagram berikut mengilustrasikan pekerjaan masyarakat sekitar Desa Korleko Selatan khususnya dusun lembak daya. Dari diagram di atas, dapat diketahui bahwa Masyarakat Desa Korleko Selatan memiliki pekerjaan yang berbeda-beda dan keterampilan yang berbeda-beda pula, sebagai petani dengan hasil yang melimpah mereka tidak mampu mengolah hasil pertanian yang mereka dapatkan kebanyakan dijual dan yang biasa dimamfaatkan sendiri hanya yang habis untuk dikonsumsi saja. Terutama kelapa. Didesa ini kelapa sangat berpotensi besar, bahkan didesa ini ada gudang tempat pengolahan kelapa yang akan di buat minyak sayur tapi itu bukan pabrik pembuatan minyak tapi hanya peroses dan peyurtiran kelapa siap olah. Kelapa yang sudah siap diolah dikirim keluar daerah seperti jawa , sementara itu serabut kelapanya di jual digunakan sebagai bahan pembakaran batu-bata sedangkan batoknya di buat arang dan sisanya tidak dipergunakan oleh karna itu disini kami Pendamping IAIH Pancor mencoba memberi pelatihan kepada masyarakat tentang pembuatan piring dari lidi kelapa agar lidi kelapa tersebut bisa dimamfaatkan. Masyarakat sekitar banyak yang menjadi buruh penyurtir kelapa upah yang di peroleh sebesar Rp 50. 000 per kuintal kelapa yang sudah kering, sebagai tukang panges ( yang membuang kulitny. Rp 60. 000 per 1000 buah kelapa masyarakat yang bekerja sebagai buruh tani, buruh pembuatan batu-bata, disini Desa Korleko Selatan banyak terdapat kren . empak pembuatan batu-bat. , kapur, genting, itu semua berlokasi di dusun Lembak Lauq, sementara di dusun Lembak Daya hanya ada tempat peyurtiran kelapa itupun tidak mampu menampung banyaknya pegawai, oleh karna itu masyarakat banyak yang mencari pekerjaan ke Lembak Lauq sebagai pembuat batu-bata ditempat orang lain. Walaupun di Desa Korleko Selatan ini banyak tempat bekerja tapi tetap tidak mampu menanggulangi tingginya jumlah pengangguran oleh karna itu pengangguran masih banyak di desa ini, masyarakat lelah dengan keadaan seperti ini yang kerjaannya hanya menganggur sementara dia dan keluarganya memiliki banyak kebutuhan oleh karna itu mereka mencari napkah keluar negeri (Malaysi. Kurangnya pengetahuan tentang keterampilan juga menjadi penyebab mereka tidak mau membuat kereatifitas/ keterampilan. Hal tersebut akan berdampak pada pendapatan para petani dan berimbas pada tingkat perekonomian masyarakat Desa Korleko Selatan yang mayoritas berprofesi sebagai tukang kebun kelapa. Misalnya karena banyaknya biaya Vol. I No 2. Agustus 2023 AFADA: Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat Vol. I No 2. Agustus 2023. Hal. DOI: 10. 37216/afada. E-ISSN: 2986-0997 operasional yang harus mereka keluarkan untuk mengupah orang sebagai tukang metik kelapa dan tukang angkutnya. Ketergantungan para tukang kebun kelapa di Desa Korleko Selatan ini sangat berpengaruh terhadap pendapatan mereka yang kurang optimal. Padahal jika mereka mampu membuat atau mengolah kelapa secara mandiri, mereka dapat mengurangi biaya operasional sehingga pendapatan yang dihasilkan lebih meningkat. Di samping itu, selain mereka dapat memanfaatkan kelapa buatan lokal untuk keperluan di daerahnya sendiri, mereka juga bisa menjual kembali hasil dari keterampilan tersebut ke daerah lain. Dengan begitu perekonomian masyarakat akan lebih baik dan dapat terus Sehingga untuk ke depannya masyarakat Desa korleko selatan mampu menciptakan usaha mikro dan usaha pengerajin sengala macam yang bahannya bersumber dari kelapa agar dapat meningkatkan kesejahteraan hidup dan kekuatan ekonomi Desa Korleko Selatan yang lebih baik. Dari penjelasan di atas, dapat diambil simpulan bahwa permasalahan yang selama ini membelenggu warga Desa Korleko Selatan, ialah kurangnya keteranpilan masyarakat untuk mengolah sumber daya alam yang ada di Desa Korleko Selatan dan kurangnya kreatifitas dalam memanfaatkan potensi masyarakat dan ini yang berdampak pada aspek ekonomi Hal tersebut menjadikan permasalahan bagi masyarakat Dusun Lembak Daya Desa Korleko Selatan yang tersusun dari berbagai unsur yang telah lama mengendap tanpa pernah Endapan permasalahan tersebut terakumulasi sehingga memberikan akibat yang sangat kronis kepada kehidupan masyarakat Dusun Lembak Daya Desa Korleko Selatan yang pada akhirnya menimbulkan kemunduran di setiap bidang kebutuhan. Endapan permasalahan tersebut perlu adanya penggalian kembali dan dicairkan serta dicari titik pangkal permasalahannya. Pada uraian ini akan dipaparkan beberapa aksi yang dilakukan oleh kami sebagai langkah awal untuk menggali dan mencairkan endapan- endapan permasalahan yang ada di Dusun lembak daya pada khususnya dan Desa Korleko Selatan pada umumnya HASIL DAN PENGEMBANGAN Dinamika Proses Aksi AuDari Ketergantungan Menuju KemandirianAy Salah satu upaya untuk membangkitkan pemikiran yang kritis pada masyarakat Desa Korleko Selatan adalah dengan menuntun masyarakat untuk bersama-sama menyadari segala potensi yang ada di sekitar mereka serta menjadikannya suatu modal berharga dalam Sehingga, apabila masyarakat telah mengetahui akar masalah yang ada maka akan lebih mudah ditelusuri, dan diatasi. Oleh karena itu, perlu adanya kesadaran masyarakat untuk melakukan sesuatu guna melakukan perubahan. Masyarakat diarahkan untuk dapat mengungkapkan serta mengutarakan berbagai macam problematika yang ada, kemudian menuntaskannya secara bersama-sama. Dan akhirnya, berbagai macam kegiatan yang dapat menambah wawasan dan khazanah keilmuan bagi masyarakat merupakan peninggalan yang bisa sedikit diambil manfaatnya untuk masyarakat Desa Korleko Selatan pada umumnya. Vol. I No 2. Agustus 2023 AFADA: Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat Vol. I No 2. Agustus 2023. Hal. DOI: 10. 37216/afada. E-ISSN: 2986-0997 Hari yang dinantipun telah tiba, hari dimana segala rencana yang telah di rencanakan bersama masyarakat jauh-jauh hari sudah di ambang pintu. Dari beberapa program yang dilakukan, perencanaan pemanfaatan potensi alam dan potensi masyarakat Desa Korleko Selatan secara mandiri merupakan program utama. Salah satu upaya untuk mengubah pemikiran para masyarakat adalah dengan melakukan musyawarah bersama-sama antara Kades, kadus, ibu PKK, dan masyarakat Desa Korleko Selatan. Masyarakat diajak berfikir untuk dapat menyadari segala potensi yang ada di sekitar mereka, terutama pada sektor pemanfaatan potensi alam dan potensi masyarakat yang harus ditingkatkan, serta menjadikannya sebagai modal berharga untuk masa depan. Salah satu upaya untuk membangkitkan pemikiran yang kritis pada masyarakat Desa korleko selatan adalah dengan menuntun masyarakat untuk bersama-sama menyadari segala potensi yang ada di sekitar mereka serta menjadikannya suatu modal berharga dalam Sehingga, apabila masyarakat telah mengetahui akar masalah yang ada, maka akan lebih mudah ditelusuri dan diatasi. Oleh karena itu, perlu adanya kesadaran masyarakat untuk melakukan sesuatu guna melakukan perubahan. Pelatihan Pembuatan Piring Dari Lidi Kelapa Kegiatan pelatihan pembuatan piring dari lidi kelapa adalah salah satu kegiatan dalam memanfaatkan potensi alam Desa Korleko Selatan yang didominasi oleh perkebunan kelapa. Adapun salah satu cara untuk memanfaatkan potensi alam dalam bentuk lidi ini adalah dengan menjadikannya menjadi piring yang bisa digunakan sebagai alat untuk menaruh makanan dalam acara resepsi, acara zikiran, prasmanan keluarga dan masih banyak pula yang lainnya. Dalam pelatihan pembuatan piring dari lidi ini kami sebagai pasilitator mencarikan pelatih dari luar tim pendamping guna untuk memenuhi hajat dari masyarakat Desa Korleko Selatan. Sedang action yang kami lakukan sebelumnya dimulai dari hubungan kerjasama yang baik antara pihak pemerintah Desa Korleko Selatan dan kekadusan sedesa Korleko Selatan sehingga kegiatan pelatihan ini bisa diikuti oleh semua lapisan masyarakat baik dari kalangan laki-laki dan wanita. Sebagai salah satu bukti riil dari apa yang telah kami analisis dari hasil observasi selama 2 minggu salah satunya adalah merealisasikan kegiatan pelatihan ini yang tempat lokasi perealiasasiannya berada di kantor Desa Korleko Selatan atas saran dari pihak desa dan juga dukungan dari masyarakat serta kerjasama yang baik antara tim pendamping IAI Hamzanwadi Pancor dengan pihak yang terkait. Perealisasian pelatihan ini diikuti oleh 3 dusun yaitu Dusun Lembak Daya. Dusun Lembak Lauq, dan masyarakat Dusun Dasan Baru yang didampingi oleh 3 tutor yang melatih masyarakat sehingga bisa memahami dan menguasai langkah-langkah Vol. I No 2. Agustus 2023 AFADA: Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat Vol. I No 2. Agustus 2023. Hal. DOI: 10. 37216/afada. E-ISSN: 2986-0997 Gambar :Suasana pelatihan pembuatan piring dari lidi yang diikuti oleh Tim pendamping IAIH Pancor dan masyarakat desa korleko selatan Gambar :hasil pembuatan piring dari lidi Analisis : Hasil pelatihan pembuatan piring dari lidi ini bisa dimanfaatkan oleh masyarakat Desa Korleko Selatan untuk menambah hasil pendapatan ekonomi mereka dan bisa memenuhi kebutuhan masyarakat dalam bentuk memberdayakan potensi alam dan potensi masyarakat dalam bidang kreatifitas seni. Bahan dan alat Pelatihan Pembuatan piring dari lidi kelapa adalah sbb: Bahan: A 112-140 biji lidi kelapa yang muda A Tali rapia Alat-alat: A Gunting bunga. A silet/ pisau . Pelatihan Pembuatan Pentol Dengan Bahan Dasar Rumput Laut Kegiatan pelatihan pembuatan pentol dengan bahan dasar rumput laut adalah tindak lanjut dari kegiatan action program kegiatan kami dalam memanfaatkan potensi alam desa Korleko Selatan. Adapun salah satu cara untuk memanfaatkan potensi alam dalam bentuk pembuatan pentol dari bahan dasar rumput laut ini adalah dengan bekerjasama dengan ibu-ibu PKK desa Korleko Selatan. Dalam pelaksanaan kegiatan action program kami ini banyak di ikuti oleh ibuibu PKK sedesa Korleko Selatan yang langsung dibina proses pembuatannya oleh tim pendamping yang sudah mengikuti pelatihan tata boga ditingkat kabupaten dan potensi inilah yang dikembangkan oleh tim dalam membina pelatihan tersebut sehingga potensi ini bisa disalurkan ditengah-tengah masyarakat untuk memanfaatkan potensi alam dan potensi masyarakat desa Korleko Selatan. adapun proses pembuatannya berlangsung di kantor desa Korleko Selatan yang diikuti oleh tim pendamping dan ibu-ibu PKK desa Korleko Selatan. Vol. I No 2. Agustus 2023 AFADA: Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat Vol. I No 2. Agustus 2023. Hal. DOI: 10. 37216/afada. E-ISSN: 2986-0997 Gambar . Proses Pembuatan Pentol Dari Bahan Dasar Rumput Laut. Gambar . hasil pembuatan Pentol Dari Bahan Dasar Rumput Laut Analisis : Hasil pelatihan Pembuatan pentol dengan bahan dasar rumput ini bisa dimanfaatkan oleh masyarakat Desa Korleko Selatan untuk menambah hasil pendapatan ekonomi mereka dan bisa memenuhi kebutuhan masyarakat dalam bentuk memberdayakan potensi alam dan potensi masyarakat dalam bidang kreatifitas seni selain dari pada itu kami melihat bahwa kebahagiaan keluarga itu bisa dilihat dari bagaimana istri menyiapkan makanan untuk keluarganya oleh sebab itu kami mengadakan Pelatihan Pembuatan pentol dengan bahan dasar rumput laut adalah sbb: Bahan : A Daging sapi 1 kg A Rumput laut siap olah A kg A Tepung tapioka 100-200 g A Putih telur 3 butir A Bawang . oreng ) 3 siung A Jahe 1 cm A Merica 1 sendok A Vetsin / merice secukupnya A Garam 1,25 g dan Bawang putih secukupnya. Pelatihan Pembuatan Piring Dari Bekas Gelas Minuman Kegiatan pelatihan pembuatan piring dari bekas gelas minuman adalah tindak lanjut dari kegiatan action program kegiatan kami dalam memanfaatkan sampah yang tidak digunakan menjadi sampah yang berguna dan bisa menambah kreatifitas masyarakat dan memberdayakan potensi masyarakat desa korleko selatan. Adapun salah satu cara untuk memanfaatkan sampah dalam bentuk pembuatan piring ini adalah bekerja sama dengan bapak kades Korleko Selatan dengan ibu-ibu PKK desa Korleko Selatan. Dalam pelaksanaan kegiatan action program kami ini banyak diikuti oleh ibu-ibu PKK sedesa korleko selatan yang langsung dibina proses pembuatannya oleh tim pendamping. Kegiatan ini kami realisasikan dengan tujuan agar Vol. I No 2. Agustus 2023 AFADA: Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat Vol. I No 2. Agustus 2023. Hal. DOI: 10. 37216/afada. E-ISSN: 2986-0997 sampah yang bisa dimanfaatkan tidak dibuang sembarangan dan bisa menumbuhkan kesadaran masyarakat dalam berkarya untuk memajukan desanya dari segi kreatifitas. Gambar . Kegiatan pelatihan pembuatan piring dari bekas gelas minuman Gambar . hasil pelatihan pembuatan piring dari bekas gelas minuman Analisis : Hasil pelatihan pembuatan piring dari bekas gelas minuman ini bisa dimanfaatkan oleh masyarakat desa korleko selatan untuk meningkatkan kreatifitas seni dengan memanfaatkan sampah. selama ini kita melihat sampah itu hanya menjadi sesuatu yang tidak bermanfaat bagi mereka. Ternyata dibalik semua itu bisa digunakan sebagai kreatifitas tangan serta sebagai moment penting bagi masyarakat supaya dibina dalam memanfaatkan potensinya dalam bidang kreatifitas seni. Adapun pelatihan pembuatan piring dari bekas gelas minuman ini terdiri dari Bahan dan alat pembuatan yang sederhana yaitu: A Gelang bekas pelastik minuman A Tali sipat A Cuter . Pelatihan Pembuatan Bros Dan Mainan Kunci Dari Kain Flanel Kegiatan Pelatihan Pembuatan Bros Dan Mainan Kunci Dari Kain Flanel adalah tindak lanjut dari kegiatan action program kegiatan kami dalam meningkatkan kreatifitas masyarakat dan memberdayakan potensi yang ada sehingga bisa menghasilkan kemampuan dalam berkarya masyarakat desa korleko selatan. Kegiatan pelatihan ini banyak diminati oleh masyarakat desa Korleko Selatan karena yang dilihat adalah aspek ketergantungan mereka sebagai konsumen dalam mencari bros untuk melengkapi perlengkapan tatarias wanita. Kegiatan ini kami lakukan 6 kali pelatihan dan pelatihannya kami lakukan perdusun karena mengingat banyaknya peserta yang meminati kegiatan ini. Adapun yang menjadi peserta kegiatan ini adalah adek-adek TPQ dan juga remaja dan remaji yang ada disetiap dusun serta ibu-ibu PKK Vol. I No 2. Agustus 2023 AFADA: Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat Vol. I No 2. Agustus 2023. Hal. DOI: 10. 37216/afada. E-ISSN: 2986-0997 yang ada disetiap dusun setempat. Adapaun jalinan kerjasama yang kami lakukan adalah menjalin hubungan dengan bapak kadus tempat pelatihan ini dilakukan yaitu didusun Lembak Daya dan didusun Dasan Baru. Pembinaan pelatihan pembuatan bros dan mainan kunci ini langsung di bina oleh tim yang memiliki bakat dalam menjahit dan mencari model bros dan mainan kunci yang akan didapat, atas dasar kemampuan ini jadi kami tidak perlu mencari tutor dari luar karena potensi itu sendiri sudah dimiliki oleh anggota tim yang akan disalurkan kemasyarakat Desa Korleko Selatan. Gambar . Kegiatan pelatihan pembuatan bros dan mainan kunci dari kain flanel Gambar : Hasil pelatihan pembuatan bros dan mainan kunci dari kain flanel Analisis : Pelatihan pembuatan bross dan mainan kunci dari kain flanel ini bisa dimanfaatkan oleh masyarakat desa korleko selatan untuk menambah hasil perekonomian mereka karena harga jual mainan kunci dan bross bisa mencapai Rp3. 000-Rp5. 000 dan dapat meningkatkan kreatifitas seni masyarakat Desa Korleko Selatan. Dengan diadakannya kegiatan pelatihan banyak masyarakat yang berminat setelah melihat hasilnya. Proses pelatihan ini banyak diminati mulai dari kalangan adik-adik TPQ sampai kepada ibu PKK didusun tempat kami mengadakan pelatihannya. Pelatihan pembuatan bross dan mainan kunci dibuat dari bahan dan alat sbb: Bahan : A Kain planel A Benang dan jarum jahit A Lem bakar/ lem tembak A Lilin A Kapas dakron A Gantungan kunci A Penitti beros Vol. I No 2. Agustus 2023 AFADA: Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat Vol. I No 2. Agustus 2023. Hal. DOI: 10. 37216/afada. E-ISSN: 2986-0997 Alat-alat: A Gunting A Jarum A Pensil A Mancis/korek api . Pelatihan Pembuatan Tas Dari Tali Koor Kegiatan pelatihan pembuatan tas dari tali koor adalah tindak lanjut dari kegiatan action program kami dalam memanfaatkan potensi masyarakat desa Korleko Selatan. Adapun salah satu cara untuk memanfaatkan potensi masyarakat dalam bentuk pembuatan tas dari tali koor ini adalah bekerjasama dengan bapak kades sebagai pemodal pertama dan merupakan kebutuhan dari ibu-ibu PKK desa korleko selatan sebagai bentuk upaya pihak desa untuk meningkatkan keaktifan ibu-ibu PKK desa Korleko Selatan. Dalam pelaksanaan kegiatan action program kami ini banyak diikuti oleh ibu-ibu PKK Sedesa Korleko ( dusun Lembak Daya. Lembak Lauq, dan Dusun Dasan Bar. yang langsung dibina proses pembuatannya oleh tim pendamping yang sudah mengikuti ditingkat kabupaten dan potensi inilah yang dikembangkan oleh tim pendamping dalam membina pelatihan tersebut sehingga potensi ini bisa disalurkan ditengah-tengah masyarakat untuk memanfaatkan potensi masyarakat desa Korleko Selatan. adapun proses pembuatannya berlangsung di kantor desa Korleko Selatan yang diikuti oleh tim, ibu-ibu PKK desa Korleko Selatan. Gambar : Kegiatan Pelatihan Pembuatan tas Dari Tali Koor Analisis : Kegiatan Pelatihan Pembuatan tas dari tali koor ini diikuti oleh ibu PKK desa Korleko Selatan karena kami berkeinginan dalam hal ini untuk membantu ibu-ibu PKK dalam merealisasikan kegiatan PKKnya. Kami melaksanakan kegiatan ini bekerjasama dengan bapak kades Korleko Selatan dan ketua PKK desa Korleko Selatan. adapun bahan dan alat pembuatannya sbb: Bahan . A Tali koor A Resleting A Kain daleman A benang Alat-alat: A Gunting Vol. I No 2. Agustus 2023 AFADA: Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat Vol. I No 2. Agustus 2023. Hal. DOI: 10. 37216/afada. E-ISSN: 2986-0997 Jarum . Pembinaan tajwid digital Kegiatan pembelajaran tajwid digital dilakukan di TPQ Al-ikhlas dusun Lembak Daya desa Korleko Selatan yang diikuti oleh para pembina dan tenaga pengajar TPQ dan guru ngaji sedesa Korleko Selatan. dalam kegiatan pembinaan tajwid digital diikuti oleh guru-guru TPQ yang ada di desa Korleko Selatan. Tujuan pembinaan tajwid digital ini memilik harapan supaya mempermudah para guru dalam mengajarkan bagaimana cara membaca Al-QurAoan yang baik dan benar disamping itu kami juga berharap supaya pembelajaran tajwid disetiap TPQ didesa Korleko Selatan ini bisa kondusif dan menghasilkan pembelajaran yang efektif, menyenangkan dan efesien. Gambar : Kegiatan Penerapan tajwid digital Analisis : Harapan kami dari pelatihan tajwid digital kepada pembina TPQ yang ada di Korleko Selatan supaya bisa memudahkan dan meningkatkan minat belajar tajwid santri dan santriwati TPQ yang ada serta proses pembelajarannya bisa berkesinambungan setelah kami tinggalkan dari lokasi. KESIMPULAN Dari penjelasan di atas, dapat diambil kesimpulan bahwa permasalahan yang dialami oleh masyarakat Dusun Lembak Daya Desa Korleko Selatan, ialah masih kurangnya pemanfaatan potensi alam dan potensi masyarakat. Hal tersebut disebabkan oleh beberapa faktor, di antaranya ialah tidak adanya yang membimbing masyarakat dalam memanfaatkan potensi alam dan yang membina potensi yang mereka dimiliki. Potensi alam masyarakat desa Korleko Selatan jika dimanfaatkan sepenuhnya tentunya akan mampu memenuhi semua kebutuhan masyarkat terutama dibidang perekonomian sehari hari dan masa depannya. Adapun pemanfaatan potensi masyarakat dibidang kreatifitas yang telah kami bina selama ini melauli pelatihan-pelatihan tentunya akan menjadikan suasana kegiatan yang bernuansa kreatifitas akan lebih kondusif dan membebaskan masyarakat dari kepakuman mereka dari segi kretaifitas seni serta dari kreatifitas ini pula tentunya akan menjadikan masyarakat bisa mencari dan menambah penghasilan perekonomian mereka jika terus dikembangkan dan berkesinambungan. Dari pelatihan-pelatihan yang kami adakan ini dalam memanfaatkan potensi alam dan potensi Vol. I No 2. Agustus 2023 AFADA: Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat Vol. I No 2. Agustus 2023. Hal. DOI: 10. 37216/afada. E-ISSN: 2986-0997 masyarakat yang ada. Jika hal ini terus terjadi, maka akan menimbulkan kemandirian Kami Sebagai fasilitator, upaya-upaya yang kami lakukan ialah, kami mencoba untuk menyadarkan mereka dengan mengadakan pelatihan pelatiahan kegiatan yang berorientasi pada pemanfaatan potensi alam dan potensi masyarakat dan pihak terkait, dan membangun motivasi bahwa mereka mampu menciptakan kreatifitas sendiri tanpa harus bergantung pada daerah lain. Upaya tersebut kami lakukan selain bertujuan untuk membangun kemandirian masyarakat desa Korleko Selatan, juga bertujuan untuk mewujudkan perekonomian warga Desa Korleko Selatan agar lebih baik lagi. DAFTAR PUSTAKA