Jurnal Ilmiah Manajemen Dan Bisnis Vol. 23 No. 2, 2022, 194-207 ISSN 1693-7619 (Prin. | E-ISSN 2580-4170 Hompage: http://jurnal. id/index. php/mbisnis Peningkatan Kualitas Lulusan dan Daya Saing Perguruan Tinggi Swasta Berbasis Spiritual Capital Radiman. Nadia Ika Purnama. Muhammad Andi Prayogi . Jufrizen. Maya Sari Fakultas Ekonomi dan Bisnis. Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara Jl. Kapten Mukhtar Basri No. 3 Medan 20221. Indonesia *Email: radiman@umsu. ABSTRAK Tujuan - Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan model peningkatan kualitas lulusan dan daya saing Perguruan Tinggi Swasta berbasis spiritual capital dengan memperhatikan dan memanfaatkan spiritual capital yang dimiliki. Metode - Penelitian ini hanya dilakukan di 15 Perguruan Tinggi Swasta terbaik yang ada di Sumatera Utara. Ukuran sampel untuk SEM menggunakan model estimasi maximum Likehood Estimation (MLE) adalah sebesar 100-200 sampel. Pengumpulan data dilakukan dengan penyebaran kuesioner. Metode analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah dengan analisis faktor dan metode Model Persamaan Struktural (Structural Equation Modellin. dengan menggunakan bantuan software SEM-PLS. Hasil -- Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan dari Kepemimpinan dan Good University Governance terhadap Kualitas Lulusan. Terdapat pengaruh yang signifikan dari Kepemimpinan dan Good University Governance terhadap Daya saing. Terdapat pengaruh yang signifikan dari Kepemimpinan terhadap Kualitas Lulusan yang dimoderasi oleh Spiritual Capital dan terdapat pengaruh yang signifikan dari efek moderasi Spiritual Capital terhadap hubungan Good University Governance dan Daya Saing. Originalitas/Novelty - Model penelitian menggunakan lima . variabel serta menerapkan konsep moderasi, dimana setiap hubungan pada model penelitian dianalisa dengan SEM-PLS. Implikasi - Penelitian ini telah menunjukkan bahwa Spiritual Capital memberikan efek moderasi pada pengaruh yang signifikan dari Kepemimpinan dan Good University Governance terhadap Daya saing. Bertolak dari hasil penelitian ini, maka rekomendasi untuk penelitian selanjutnya mencoba menganalisa atau menggunakan variabel Spiritual Capital sebagai variabel bebas bukan sebagai variabel moderasi. Kata kunci: Kepemimpinan. Good University Governance. Spiritaul Capital. Kualitas Lulusa. Daya Saing Published by Jurnal Ilmiah Manajemen dan Bisnis. Indonesia | Copyright A 2020 by the Author. | This is an open access article distributed under the Creative Commons Attribution License http://creativecommons. org/licenses /by/4. , which permitsunrestricted use, distribution, and reproduction in any medium, provided the original work is properly cited. ABSTRACT Purpose - This study aims to produce a model for improving the quality of graduates and the competitiveness of private tertiary institutions based on spiritual capital by paying attention to and utilizing their spiritual Methodology - This research was only conducted at the 15 best private universities in North Sumatra. The sample size for SEM using the Maximum Likelihood Estimation (MLE) estimation model is 100-200 samples. Data collection was carried out by distributing questionnaires. The data analysis method used in this study is factor analysis and the Structural Equation Modeling method using SEM-PLS software Findings - The results of the study show that there is a significant influence from Leadership and Good University Governance on Graduate Quality. There is a significant influence of Leadership and Good University Governance on Competitiveness. There is a significant influence of Leadership on Graduate Quality moderated by Spiritual Capital and there is a significant influence of the moderating effect of Spiritual Capital on the relationship between Good University Governance and Competitiveness. Originality/Novelty - The research model uses five . variables and applies the concept of mediation, where each relationship in the research model is analyzed with SEM-PLS. Implications - This study has shown that Spiritual Capital has a moderating effect on the influence. Leadership and Good University Governance on Competitiveness. Starting from the results of this study, the recommendation for further research is to try to analyze or use the Spiritual Capital variable as an independent variable, not as a moderating variable. Keywords: Leadership. Competitiveness Good University Governance. Spiritaul Capital. Graduate Quality. DOI: https://doi. org/10. 30596/jimb. JEL CLASSIFICATION: M. M12 Cara Sitasi: Radiman. Purnama. Prayogi. Jufrizen. , & Sari. Peningkatan Kualitas Lulusan dan Daya Saing Perguruan Tinggi Swasta Berbasis Spiritual Capital. Jurnal Ilmiah Manajemen dan Bisnis, 23. , 194-207. Jurnal Ilmiah Manajemen Dan Bisnis Vol. 23 No. 2, 2022, 194-207 ISSN 1693-7619 (Prin. | E-ISSN 2580-4170 Hompage: http://jurnal. id/index. php/mbisnis PENDAHULUAN Pendidikan merupakan bagian penting dari kehidupan, yang sekaligus membedakan manusia dengan makhluk hidup lainnya. Hewan juga belajar, tetapi lebih dari satu naluri mendasar, sedangkan manusia belajar melalui berbagai aktivitas yang matang menjadi kehidupan yang lebih bermakna dan terus berkembang seiring waktu dengan berbagai sumber belajar. Tujuan umum pendidikan di Indonesia adalah berkembangnya manusia Indonesia yang berwawasan luas dalam arti pendidikan yang dicapai dengan tetap memelihara persatuan, keragaman, dan pengembangan cita-cita individu. Setiap warga negara berhak atas pendidikan yang sama dengan keunggulan dan kesempatan yang sama dalam mengakses layanan. Tujuan mulia ini tercapai apabila kegiatan pendidikan dilaksanakan secara bertanggung jawab dan mutu akademik dalam merancang, mengendalikan proses pendidikan, berdasarkan konsep pertumbuhan, perkembangan, pembaruan, dan kelanjutan sehingga penyelenggaraan pendidikan dikelola secara a. cara profesional. Begitu mereka menjadi pendidikan, banyak pihak berharap dapat menghasilkan sumber daya yang berkualitas tinggi, seringkali sesak napas, karena menghadapi masalah serius akibat pembangunan yang terus menerus dan pembangunan yang sangat pesat (Misdah, 2. Pendidikan dipercaya sebagai salah satu elemen penting dalam pengembangan negara (Arokiasamy, et al. , 2. Pendidikan individu adalah sarana untuk masa karir dan mobilitas sosial, sedangkan dari perspektif pemerintah, ini adalah langkah penting dalam pembangunan ekonomi negara (Benjamin, et al. Pendidikan adalah proses yang terorganisir secara sosial dan terorganisir dari pengalaman signifikan yang signifikan dalam transfer dari generasi sebelumnya ke generasi Cara utama untuk menerima pendidikan adalah dengan mengikuti kursus pelatihan dalam sistem institusi pendidikan (Naziev, 2. Keberhasilan dalam membangun pendidikan akan sangat berpengaruh terhadap kemajuan bangsa. Sampai saat ini persoalan krusial pendidikan yang dihadapi oleh bangsa Indonesia masih sama, yaitu rendahnya mutu pendidikan, tercermin dengan lulusannya yang tidak siap pakai, kemampuan bahasa Inggris yang rendah, kemampuan bekerjasama yang rendah, kemampuan inovasi yang rendah, kreativitas yang rendah, semuanya berujung pada daya saing lulusan yang rendah (Jufrizen, et , 2. Saat ini, prasyarat paling penting dari daya saing pendidikan tinggi kompeten untuk pengembangan individu. Ini menempatkan permintaan baru dan jauh lebih tinggi untuk pengembangan dan pendidikan sumber daya manusia untuk melakukan pengembangan pendidikan berbasis kompetensi (Bikse, et al. , 2. Dalama meningkatkan kualitas lulusan dan daya saiang perguruan tinggi diperlukan adanya Spiritual Capital. Dengan modal spiritual yang kuat pada sebuah Perguruan Tinggi Swasta yang diharapkan membangun nilai-nilai spiritualitas lebih kuat pada kehidupan dan aktivitas akademikanya baik itu pada mahasiswa sebagai generasi penerus bangsa, para dosen, para pelaksana adminitrasi perkuliahan, dan seluruh pihak manajemen universitas. Modal spiritual diharapkan dibangun dan diterapkan dengan maksimal dalam sebuah perguruan tinggi swasta adalah nilai-nilai universal dan bersifat langgeng seperti kejujuran, ketulusan, kerendahan hati, menghargai harkat manusia, rela berkorban demi kebaikan orang banyak, nilai-nilai ketuhanan yang tinggi. Karena dengan modal spiritual akan memberikan nilai kenyamanan bagi organisasi dengan pemahaman bahwa bekerja bukan sekedar mencari nafkah atau berinteraksi melainkan memberikan makna bagi kehidupan bagi teman, organisasi, pelanggan, pemegang saham, pemerintah, bahkan bagi masyarakat sekitar perusahaan ataupun masyarakat luas (Goenawan, 2. Zohar, . menyebutkan dalam penelitiannya bahwa para pendidik perlu mendorong pada murid/mahasiswa untuk lebih termotivasi memberikan kontribusi atau eksistensi diri yang lebih dalam dan beretika sehingga menambah nilai lebih baik bagi masyarakat karena masyarakat Jurnal Ilmiah Manajemen Dan Bisnis Vol. 23 No. 2, 2022, 194-207 ISSN 1693-7619 (Prin. | E-ISSN 2580-4170 Hompage: http://jurnal. id/index. php/mbisnis yang berisi orang-orang baik, warga yang baik, orang tua yang baik dan pelayan masyarakat yang baik dalam berbagai bentuk peran sangat dibutuhkan. Modal spiritual menjadi alternatif terbaik dalam mendukung proses pelaksanaan manajemen dan aktivitas akademika perguruan tinggi swasta di Sumatera Utara dan penyelesaian konflik-konflik yang terjadi dalam perguruan tinggi Modal spiritual membantu para civitas akademik untuk perbaikan perilaku baik dalam segi moral, nurani dan memberikan manfaat panjang bagi perguruan tinggi. Akhirnya Perguruan Tinggi Swasta di Sumatera Utara dapat bersaing dengan sehat dan mampu unggul secara bermartabat akibat penguatan nilai-nilai spiritual untuk peningkatan dan mempertahankan kinerja serta kredibilitasnya semakin baik. Konsep Spiritual Capital yang diterapkan oleh sebuah perusahaan akan mampu mendukung perusahaan untuk mencapai keunggulan bersaing (Zohar & Marshall, 2. Spiritual Capital dan nilai individual dapat memberikan pengaruh yang positif dan signifikan terhadap kinerja perusahaan maupun karyawan (Moghadam, et al. , 2. Spiritual Capital dapat menjadi langkah positif untuk meningkatkan iklim nilai spiritual institusi kampus (Schwartz, 2. Zohar & Marshall . menyebutkan dalam penelitiannya bahwa konsep Spiritual Capital yang diterapkan oleh sebuah perusahaan akan mampu mendukung perusahaan untuk mencapai keunggulan bersaing. Schwartz . menyatakan dalam penelitiannya bahwa Spiritual Capital dapat menjadi langkah positif untuk meningkatkan iklim nilai spiritual institusi Disamping Spiritual Capital diperlukan adanya Kepemimpinan yang baik. Kepemimpinan dipercaya sebagai suatu kekuatan kunci penggerak organisasi yang mampu membangun suatu budaya baru yang sesuai dengan perubahan. Yukl, . menyatakan bahwa Kepemimpinan yang terdapat dalam suatu organisasi memainkan peran yang sangat dominan dalam keberhasilan organisasi tersebut. Dan faktor lain yang berpengaruh terhadap kualitas lulusan dan daya saing perguruan tinggi adalah Good University Governance. Penerapan tata kelola perguruan tinggi yang baik (GUG) secara konsisten dan berkesinambungan dapat meningkatkan budaya mutu serta pelayanan akademik dan non akademik sebuah perguruan tinggi sehingga diharapkan berkontribusi pada pencitraan yang positif, reputasi yang unggul dan kualitas daya saing yang tinggi. Hal sama, (Djanali, 2. menyatakan bahwa untuk dapat meningkatkan kualitas unsur-unsur perguruan tinggi harus didukung dengan metode sistem tata kelola yang baik Berdasarkan pengamatan terlihat adanya penurunan integritas dan kepercayaan masyarakat terhadap peran perguruan tinggi tersebut dalam hal kinerjanya terutama dalam menghasilan generasi muda yang berkualitas tinggi secara intelektual maupun spiritualitasnya. Beberapa Perguruan Tinggi Swasta di Sumatera Utara terpantau memiliki akreditasi yang tidak mengalami perbaikan, penurunan minat masyarakat untuk bergabung di perguruan tinggi tersebut, bahkan adanya konflik-konflik internal kampus akibat penyelewengan kekuasaan dan wewenang sehingga berdampak negatif pada lulusan perguruan tinggi tersebut. Para pendidik perlu mendorong pada mahasiswa untuk memberikan kontribusi atau eksistensi diri dalam dan beretika sehingga menambah nilai lebih baik bagi masyarakat karena masyarakat yang berisi orang-orang baik, warga yang baik, orang tua yang baik dan pelayan masyarakat yang baik dalam berbagai bentuk peran sangat dibutuhkan (Zohar, 2. Di Sumatera Utara memiliki banyak perguruan tinggi swasta, dan berdasarkan pengamatan terlihat adanya penurunan integritas dan kepercayaan masyarakat terhadap peran perguruan tinggi tersebut dalam hal kinerjanya terutama dalam menghasilan generasi muda yang berkualitas tinggi secara intelektual maupun spiritualitasnya. Adanya penurunan minat masyarakat, masih adanya ketertarikan khususnya umat Islam kepada beberapa universitas yang tidak membawa latar belakang Islam, masih rendahnya nilai kejujuran yang dianut pada masing-masing perguruan tinggi serta masih ada beberapa bentuk penyelewengan dalam manajemen dan jabatan dalam perguruan tinggi swasta di Sumatera Utara sehingga muncul konflik-konflik yang menurunkan kredibilitas perguruan tinggi. Beberapa perguruan tinggi swasta di Sumatera Utara terpantau Jurnal Ilmiah Manajemen Dan Bisnis Vol. 23 No. 2, 2022, 194-207 ISSN 1693-7619 (Prin. | E-ISSN 2580-4170 Hompage: http://jurnal. id/index. php/mbisnis memiliki akreditasi yang tidak mengalami perbaikan, penurunan minat masyarakat untuk bergabung di perguruan tinggi tersebut, bahkan adanya konflik-konflik internal kampus akibat penyelewengan kekuasaan dan wewenang sehingga berdampak negatif pada lulusan perguruan tinggi tersebut. METODE Penelitian ini menggunakan pendekatan penelitian eksplanatori, yang bertujuan untuk menjelaskan hubungan sebab akibat antara variabel penelitian dan hipotesis pengujian (Nasution, et al. , 2. Penelitian ini hanya dilakukan di 15 Perguruan Tinggi Swasta terbaik yang ada di Sumatera Utara yaitu Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara. Universitas Muslim Nusantara Al-Washliyah. Universitas Methodist Indonesia. Universitas Islam Sumatera Utara. Universitas HKBP Nommensen. Institut Teknologi Medan. Universitas Medan Area. Universitas Simalungun. Universitas Pembinaan Masyarakat Indonesia. Universitas Prima Indonesia. Universitas Dharma Agung. Universitas Pembangunan Panca Budi. Universitas Katholik Santo Thomas. Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan dan Universitas Potensi Utama. Dosen yang menjadi subyek penelitian ini adalah dosen tetap. Sedangkan untuk pihak manajemen adalah pegawai tetap PTS. Pada penelitian ini besarnya sampel disesuaikan dengan model analisis yang digunakan yaitu Structural Equation Modeling (SEM). Ukuran sampel untuk SEM menggunakan model estimasi maximum Likehood Estimation (MLE) adalah sebesar 100200 sampel (Hair, et al. , 2. Teknik pengambilan sampel menggunakan simple random sampling, sebelum masuk tahap pengolahan data dilakukan uji validitas dan reliabilitas. Pengumpulan data dilakukan dengan penyebaran kuesioner kepada responden melalui Google Form yang disebarkan menggunakan aplikasi whatsapp. Metode analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah dengan analisis faktor dan metode Model Persamaan Struktural (Structural Equation Modellin. atau SEM dengan menggunakan bantuan software SEM-PLS. HASIL DAN PEMBAHASAN Evaluasi Model Pengukuran Evaluasi terhadap model pengukuran indikator meliputi pemerikasaan individual item reliability, internal consistency atau composite reliability, average variance extracted, dan discriminant validity. Ketiga pengukuran pertama dikelompokan dalam convergent validity. Convergent Validity Convergent validity terdiri dari tiga pengujian yaitu reliability item . aliditas tiap indikato. , composite reability, dan average variance extracted (AVE). Convergent validity digunakan untuk mengukurseberapa besar indikator yang ada dapat menerangkan dimensi. Artinya semakin besar convergent validity maka semakin besar kemampuan dimensi tersebut dalam menerapkan variabel latennya. Reliability Item Item reliabilitas atau biasa kita sebut dengan validitas indikator. Pengujian terhadap reability item . aliditas indikato. dapat dilihat dari nilai loading factor . tandardized loadin. Nilai loading faktor ini merupakan besarnya korelasi antara antara setiap indikator dan Nilai loading factor diatas 0,7 dapat dikatakan ideal, artinya bahwa indikator tersebut dapat dikatakan valid sebagai indikator untuk mengukur konstrak. Meskipun demikian, nilai standardized loading factor diatas 0,5 dapat diterima. Sedangkan nilai standardized loading factor dibawah 0,5 dapat dikeluarkan dari model (Chin, 1. Berikut adalah nilai reability item yang dapat dilihat pada kolom standardized loading: Jurnal Ilmiah Manajemen Dan Bisnis Vol. 23 No. 2, 2022, 194-207 ISSN 1693-7619 (Prin. | E-ISSN 2580-4170 Hompage: http://jurnal. id/index. php/mbisnis Gambar 1. Standardized Loading Factor Inner dan Outer Model Hasil perhitungan dapat dilihat bahwa loading factor untuk Kepemimpinan diantaranya untuk LEA1 sebesar 0,603. LEA2 sebesar 0,580. dan LEA3 sebesar 0,818dan seterusnya. Untuk Variabel X2 (Good University Governanc. , dapat dilihat bahwa loading factor untuk GUG1sebesar 0,697. GUG2 sebesar 0,775. GUG3 sebesar 0,782 dan seterusnya. Dari gambar di atas dapat dilihat bahwa seluruh loading bernilai lebih dari 0,5 sehingga tidak perlu disisihkan. Dengan demikian, tiap indikator telah valid untuk menjelaskan masingmasing laten variabelnya yaitu Kepemimpinan. Good University Governance. Spiritual Capital. Kualitas Lulusan dan Daya Saing. Composite Reliability Statistik yang digunakan dalam composite reliability atau reabilitas konstrak adalah cronbachAos alpha dan D. G rho (PCA). Nilai cronbachAos alpha dan D. G rho (PCA) diatas 0,70 menunjukan konstrak memiliki reabilitas atau keterandalan yang tinggi sebagai alat ukur. Nilai batas 0,7 keatas berarti dapat diterima dan diatas 0,8 dan 0,9 berarti sangat memuaskan (Nunnally & Bernstein, 1. Tabel 1. Hasil Composite Reliability Composite Variabel Reliability Daya Saing Good University _Governance Kepemimpinan Kualitas Lulusan Spiritual Capital Jurnal Ilmiah Manajemen Dan Bisnis Vol. 23 No. 2, 2022, 194-207 ISSN 1693-7619 (Prin. | E-ISSN 2580-4170 Hompage: http://jurnal. id/index. php/mbisnis Berdasarkan tabel di atas menunjukan bahwa nilai composite reliability untuk Kepemimpinan sebesar 0,937. Good University Governance sebesar 0,935. Sementara untuk Spiritual Capital. Kualitas Lulusan dan Daya Saing sebesar 0,968 0. 938 dan 0,926. Kelima laten memperoleh nilai composite reliability diatas 0,7 sehingga dapat dikatakan seluruh faktor memiliki reabilitas atau keterandalan yang baik sebagai alat ukur. Average Variance Extracted (AVE) Average Variance Extracted (AVE) menggambarkan besaran variance yang mampu dijelaskan oleh item-item dibandingkan dengan varian yang disebabkan oleh error pengukuran. Standarnya adalah bila nilai AVE diatas 0,5 maka dapat dikatakan bahwa konstrak memiliki convergent validity yang baik, sedangkan nilai AVE diatas 0. 3 sudah dapat dikatakan cukup baik. Artinya variabel laten dapat menjelaskan rata-rata nilai variance dari indikator-indikatornya. Tabel 2. Hasil Average Variance Extracted (AVE) Average Variance Extracted Variabel (AVE) Daya Saing Good University _Governance Kepemimpinan Kualitas Lulusan Spiritual Capital Berdasarkan tabel di atas menunjukan bahwa nilai AVE untuk Kepemimpinan sebesar 0,557. Good University Governance sebesar 0,568. Sementara untuk Spiritual Capital. Kualitas Lulusan dan Daya Saing sebesar 0,600, 0,581 dan 0,556. Kelima Variabel memiliki AVE yang berada diatas 0,3 sehingga konstrak memiliki convergent validity yang cukip baik dimana variabel laten dapat menjelaskan rata-rata nilai variance dari indikator-indikatornya. Discriminant Validity Pemeriksaan discriminant validity dari model pengukuran reflektif yang dinilai berdasarkan cross loading dan membandingkan antara nilai AVE dengan kuadrat korelasi antar konstruk (Hair, et al. , 2. Ukuran cross loading adalah adalah membandingkan korelasi indikator dengan konstraknya dan konstrak dari blok lain. Discriminant validity yang baik akan mampu menjelaskan variabel indikatornya lebih tinggi dibandingkan dengan menjelaskan varian dari indikator konstrak yang lain. Berikut adalah nilai discriminant validity untuk masing-masing Indikator COM1 COM10 COM2 COM3 COM4 COM5 COM6 COM7 COM8 Daya Saing Tabel 3. Discriminant Validity Good University Kualitas Kepemimpinan _Governance Lulusan Spiritual Capital Jurnal Ilmiah Manajemen Dan Bisnis Vol. 23 No. 2, 2022, 194-207 ISSN 1693-7619 (Prin. | E-ISSN 2580-4170 Hompage: http://jurnal. id/index. php/mbisnis Indikator COM9 GUG1 GUG10 GUG11 GUG2 GUG3 GUG4 GUG5 GUG6 GUG7 GUG8 GUG9 LEA1 LEA10 LEA11 LEA12 LEA2 LEA3 LEA4 LEA5 LEA6 LEA7 LEA8 LEA9 QG1 QG10 QG11 QG2 QG3 QG4 QG5 QG6 QG7 QG8 QG9 SC1 SC10 SC11 SC12 SC13 SC14 SC15 SC16 SC17 SC18 SC19 Daya Saing Good University _Governance Kepemimpinan Kualitas Lulusan Spiritual Capital Jurnal Ilmiah Manajemen Dan Bisnis Vol. 23 No. 2, 2022, 194-207 ISSN 1693-7619 (Prin. | E-ISSN 2580-4170 Hompage: http://jurnal. id/index. php/mbisnis Indikator SC2 SC20 SC3 SC4 SC5 SC6 SC7 SC8 SC9 Daya Saing Good University _Governance Kepemimpinan Kualitas Lulusan Spiritual Capital Berdasarkan tabel di atas menunjukan bahwa nilai discriminant validity atau loading factor untuk COM1 pada Daya Saing adalah 0,702. Korelasi indikator COM1 lebih tinggi pada Daya Saing itu sendiri dibandingkan pada Good University Governance, yaitu sebesar 0. pada Spiritual Capital . , lalu pada kualitas lulusan . dan pada Kepemimpinan sebesar 279, demikian seterusnya. Semua nilai loading factor untuk tiap variabel memiliki korelasi yang lebih tinggi dengan variabelnya dibandingkan dengan variabel lainnya. Demikian pula dengan indikator -indikator tiap variabelnya. Ini menunjukkan bahwa penempatan indikator pada tiap variabelnya telah tepat. Mengevaluasi R2 Berdasarkan nilai R2 diketahui bahwa variabel-variabel yang mempengaruhi Daya Saing dan Kualitas Lulusan seperti Kepemimpinan dan Good University Governance, sebelum adanya efek moderasi, untuk variabel daya saing sebesar 0. 274 atau 27,4%, dan pada kualitas lulusan 231 atau 23. 1%, sedangkan setelah adanya efek moderasi dari Spiritual Capital pada daya saing sebesar 0,606 atau 60,6% dan pada kualitas lulusan sebesar 0. 392 atau 39. Hal ini menandakan pengaruh Bersama atau nilai R2 lebih tinggi setelah adanya efek moderasi dari variabel Spiritual Capital pada model pengaruh Kepemimpinan dan Good University Governance terhadap Kualitas Lulusan dan Daya Saing Dependen Variabel Daya Saing Kualitas Lulusan Tabel 3. Hasil R2 R Square Sebelum Moderasi R Square Setelah Moderasi Goodness Of Fit Untuk memvalidasi model secara keseluruhan, maka digunakan goodness of fit (GoF) yang diperkenalkan oleh Tenenhaus, et al . dalam Yamin dan Heri Kurniawan . GoF index ini merupakan ukuran tunggal yang digunakan untuk memvalidasi performa gabungan antara model pengukuran dan model structural. Nilai GoF ini diperoleh dari average communalities index dikalikan dengan nilai R2 model. Berikut adalah hasil perhitungan goodness of fit model : Tabel 4. Hasil Average Communalities Index Jurnal Ilmiah Manajemen Dan Bisnis Vol. 23 No. 2, 2022, 194-207 ISSN 1693-7619 (Prin. | E-ISSN 2580-4170 Hompage: http://jurnal. id/index. php/mbisnis Average Variance Extracted (AVE) Variabel Daya Saing Good University _Governance Kepemimpinan Kualitas Lulusan Spiritual Capital Rata-rata Goodness Of Fit R Square Berdasarkan Tabel di atas hasil rata-rata communalities adalah 0,572. Nilai ini selanjutnya dikalikan dengan R2 dan diakarkan. Hasil perhitungan menunjukan bahwa nilai GoF sebesar 0,534 lebih dari 0,36 sehingga dikategorikan sebagai GoF besar, artinya bahwa model sangat baik . emiliki kemampuan yang tingg. dalam menjelaskan data empiris Ada beberapa tahap dalam mengevaluasi model struktural. Pertama adalah melihat signifikansi pengaruh antara konstrak. Hal ini dapat dilihat dari koefisien jalur . ath coefficien. yang menggambarkan kekuatan hubungan antar konstrak. Path Coeffecient Melihat signifikansi pengaruh antara konstrak dapat dilihat dari koefisien jalur . ath Tanda dalam path coefficient harus sesuai dengan teori yang dihipotesiskan, untuk menilai signifikansi path coefficient dapat dilihat dari t test . ritical rati. yang diperoleh dari proses bootstrapping . esampling metho. Berikut hasil pengujian t terhadai innes dan outer Gambar 2. T-Value Inner dan Outer Model Uji t yang dilakukan merupakan hasil uji t dari perhitungan secara bootsttrap. Hasil uji t pada gambar di atas selanjutnya akan dibandingkan dengan nilai t tabel. Jurnal Ilmiah Manajemen Dan Bisnis Vol. 23 No. 2, 2022, 194-207 ISSN 1693-7619 (Prin. | E-ISSN 2580-4170 Hompage: http://jurnal. id/index. php/mbisnis Tabel 5. Hasil Path Coefficient Pengaruh Langsung Original Standard T Statistics Hipotesis P Values Sample (O) Deviation (STDEV) (|O/STDEV|) Good University Governance -> Daya Saing Good University Governance -> Kualitas Lulusan Kepemimpinan -> Daya Saing Kepemimpinan -> Kualitas Lulusan Kriteria pengujian adalah tolak Ho jika pvalues < =5% . Dari tabel. Dari tabel di atas, dapat dilihat bahwa : Nilai Pvalue untuk Kepemimpinan terhadap Kualitas Lulusan sebesar Jika dibandingkan dengan nilai =5%, maka Pvalue . < =5% . sehingga Ho Dengan demikian dapat disimpulkan terdapat pengaruh yang signifikan dari Kepemimpinan terhadap Kualitas Lulusan. Besarnya pengaruh Kepemimpinan terhadap Kualitas Lulusan sebesar 0,297. Koefisien jalur yang bernilai positif menunjukkan semakin tinggi Kepemimpinan maka semakin tinggi pula Kualitas Lulusan. Nilai Pvalue untuk Kepemimpinan terhadap Daya saing sebesar 0. Jika dibandingkan dengan nilai =5%, maka Pvalue . < =5% . sehingga Ho ditolak. Dengan demikian dapat disimpulkan terdapat pengaruh yang signifikan dari Kepemimpinan terhadap Daya saing. Besarnya pengaruh Kepemimpinan terhadap Daya saing sebesar 0,225. Koefisien jalur yang bernilai positif menunjukkan semakin tinggi Kepemimpinan maka semakin tinggi pula Daya saing. Nilai Pvalue untuk Good University Governance terhadap Kualitas Lulusan sebesar 0. Jika dibandingkan dengan nilai =5%, maka Pvalue . < =5% . sehingga Ho ditolak. Dengan demikian dapat disimpulkan terdapat pengaruh yang signifikan dari Good University Governance terhadap Kualitas Lulusan. Besarnya pengaruh Good University Governance terhadap Kualitas Lulusan sebesar 0,166. Koefisien jalur yang bernilai positif menunjukkan semakin tinggi Good University Governance maka semakin tinggi pula Kualitas Lulusan. Nilai Pvalue untuk Good University Governance terhadap Daya saing sebesar 0. Jika dibandingkan dengan nilai =5%, maka Pvalue . < =5% . sehingga Ho ditolak. Dengan demikian dapat disimpulkan terdapat pengaruh yang signifikan dari Good University Governance terhadap Daya saing. Besarnya pengaruh Good University Governance terhadap Daya saing sebesar 0,206. Koefisien jalur yang bernilai positif menunjukkan semakin tinggi Good University Governance maka semakin tinggi pula Daya saing Tabel 5. Hasil Path Coefficient Pengaruh Moderasi Standard Original T Statistics Hipotesis Deviation P Values Sample (O) (|O/STDEV|) (STDEV) Moderating Effect 1 Kualitas Lulusan Moderating Effect 2 Daya Saing Kriteria pengujian adalah tolak Ho jika pvalues < =5% . Dari tabel. Dari tabel di atas, dapat dilihat bahwa Nilai Pvalues untuk Kepemimpinan terhadap Kualitas Lulusan yang dimoderasi oleh Spiritual Capital sebesar 0. Jika dibandingkan dengan nilai =5%, maka 034 < 0. 05, sehingga Ho ditolak. Dengan demikian dapat disimpulkan terdapat pengaruh yang signifikan dari Kepemimpinan terhadap Kualitas Lulusan yang dimoderasi oleh Spiritual Capital. Besarnya pengaruh Kepemimpinan terhadap Kualitas Lulusan melalui Spiritual Capital sebesar Jurnal Ilmiah Manajemen Dan Bisnis Vol. 23 No. 2, 2022, 194-207 ISSN 1693-7619 (Prin. | E-ISSN 2580-4170 Hompage: http://jurnal. id/index. php/mbisnis Koefisien jalur yang bernilai positif menunjukkan semakin baik Spiritual Capital seseorang, maka akan semakin baik pula hubungan Kepemimpinan terhadap Kualitas Lulusan. Nilai Pvalues untuk Good University Governance terhadap Daya Saing yang dimoderasi oleh Spiritual Capital sebesar 0. Jika dibandingkan dengan nilai =5%, maka 0. 032 < 0. sehingga Ho ditolak. Dengan demikian dapat disimpulkan terdapat pengaruh yang signifikan dari efek moderasi Spiritual Capital terhadap hubungan Good University Governance dan Daya Saing. Koefisien jalur yang bernilai positif menunjukkan semakin baik Spiritual Capital seseorang, maka akan semakin baik pula hubungan Good University Governance terhadap Daya Saing. PEMBAHASAN Berdasarkan hasil pengolahan data, dapat diketahui bahwa terdapat pengaruh yang signifikan dari Kepemimpinan terhadap Kualitas Lulusan. Besarnya pengaruh Kepemimpinan terhadap Kualitas Lulusan sebesar 0,297. Koefisien jalur yang bernilai positif menunjukkan semakin tinggi Kepemimpinan maka semakin tinggi pula Kualitas Lulusan. Hasil penelitian didukung oleh penelitian yang dilakukan (Robinson et al. , 2. yang menyatakan bahwa Kepemimpinan berpengaruh terhadap kualitas lulusan. Yukl, . mendefinisikan Kepemimpinan sebagai Auproses mempengaruhi orang lain untuk memahami dan menyetujui apa yang harus dilakukan dan bagaimana melakukannya, dan proses mendorong upaya individu dan kolektif untuk mencapai tujuan bersama. Kepemimpinan menjadi barometer keberhasilan kelompok dalam proses perencanaan, pelaksanaan, pemberian motivasi, pengawasan sehingga tercapainya tujuan-tujuan bersama dalam kelompok tersebut. Dengan demikian. Kepemimpinan yang baik dapat meningkatkan kemampuan bawahan untuk menunjukan kualitas kerja secara maksimal, sehingga pencapaian tujuan dapat dilakukan secara efesien dan efektif. Kepemimpinan di berapa Perguruan Tinggi Swasta di Sumatera Utara yang menampilkan model demokratis dan otoritatif sekaligus dalam bekerja bagi pencapaian mutu lulusan. Berdasarkan hasil pengolahan data, dapat diketahui bahwa terdapat pengaruh yang signifikan dari Kepemimpinan terhadap Daya saing. Besarnya pengaruh Kepemimpinan terhadap Daya saing sebesar 0,225. Koefisien jalur yang bernilai positif menunjukkan semakin tinggi Kepemimpinan maka semakin tinggi pula Daya saing. Hasil penelitian didukung oleh penelitian yang dilakukan (Radu-Gherase, 2. dan (Sibghatullah & Raza, 2. yang menyatakan bahwa Kepemimpinan berpengaruh terhadap daya saing. Model Kepemimpinan di beberapa PTS selama ini mengedepan demokrasi, hal ini akan menumbuhkan iklim demokratis di perguruan tinggi, yang akan mendorong terciptanya iklim yang kondusif bagi terciptanya kualitas pembelajaran yang optimal untuk mengembangkan seluruh potensi peserta didik serta meningkatkan daya saing. Berdasarkan hasil pengolahan data, dapat diketahui bahwa terdapat pengaruh yang signifikan dari Good University Governance terhadap Kualitas Lulusan. Besarnya pengaruh Good University Governance terhadap Kualitas Lulusan sebesar 0,166. Koefisien jalur yang bernilai positif menunjukkan semakin tinggi Good University Governance maka semakin tinggi pula Kualitas Lulusan. Hasil penelitiian sejalan dengan hasil penelitian yang dilakukan (Sabandar et , 2. yang menunjukkan bahwa Good University Governance berpengaruh terhadap Kualitas Lulusan. Hal ini berarti bahwa tinggi rendahnya rendahnya mutu pendidikan tinggi di Indonesia disebabkan oleh manajemen perguruan tinggi. Tata kelola universitas yang baik mencerminkan keberhasilan universitas dalam menghasilkan lulusan berkualitas yang siap bersaing di dunia global (Wuriyanti et al. , 2. Berdasarkan hasil pengolahan data, dapat diketahui bahwa terdapat pengaruh yang signifikan dari Good University Governance terhadap Daya saing. Besarnya pengaruh Good University Governance terhadap Daya saing sebesar 0,206. Koefisien jalur yang bernilai positif menunjukkan semakin tinggi Good University Governance maka semakin tinggi pula Daya saing. Hasil penelitian penelitian sejalan dengan pendapat (Yudianto et al. , 2. dan (Fatmasari, 2. Jurnal Ilmiah Manajemen Dan Bisnis Vol. 23 No. 2, 2022, 194-207 ISSN 1693-7619 (Prin. | E-ISSN 2580-4170 Hompage: http://jurnal. id/index. php/mbisnis yang menyatakan bahwa Good University Governance yang baik akan meningkatkan daya saing perguruan tinggi dimasa yang akan datang. Good University Governance is one of the key elements to improve outcomes. Altbach & Salmi, . mengungkapkan bahwa karakteristik penting dari World Class University adalah Kepemimpinan, kebijakan, pendanaan, kemampuan untuk tetap fokus pada pencapaian tujuan institusional, pengembangan budaya akademik, dan kualitas staf akademik. Selanjutnya Berdasarkan hasil pengolahan data, dapat diketahui bahwa terdapat pengaruh yang signifikan dari Kepemimpinan terhadap Kualitas Lulusan yang dimoderasi oleh Spiritual Capital. Besarnya pengaruh Kepemimpinan terhadap Kualitas Lulusan melalui Spiritual Capital Koefisien jalur yang bernilai positif menunjukkan semakin baik Spiritual Capital seseorang, maka akan semakin baik pula hubungan Kepemimpinan terhadap Kualitas Lulusan. Sedangkan untuk Good University Governance terhadap Daya Saing yang dimoderasi oleh Spiritual Capital diketahui bahwa terdapat pengaruh yang signifikan dari efek moderasi Spiritual Capital terhadap hubungan Good University Governance dan Daya Saing. Koefisien jalur yang bernilai positif menunjukkan semakin baik Spiritual Capital seseorang, maka akan semakin baik pula hubungan Good University Governance terhadap Daya Saing. SIMPULAN Berdasarkan analisis data dan pembahasan, maka dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan dari Kepemimpinan dan Good University Governance terhadap Kualitas Lulusan. Terdapat pengaruh yang signifikan dari Kepemimpinan dan Good University Governance terhadap Daya saing. Terdapat pengaruh yang signifikan dari Kepemimpinan terhadap Kualitas Lulusan yang dimoderasi oleh Spiritual Capital dan terdapat pengaruh yang signifikan dari efek moderasi Spiritual Capital terhadap hubungan Good University Governance dan Daya Saing. Pada penelitian ini, peneliti hanya memilih meneliti Perguruan Tinggi Swasta yang ada di Sumatera Utara, mungkin untuk penelitian selanjutnya bisa meneliti Perguruan Tinggi Swasta di Propinsi-propinsi lainnya, sehingga dapat memperoleh hasil yang lebih baik lagi. Bagi peneliti selanjutnya, peneliti memberikan saran sebaiknya menambah jumlah sampel dengan melibatkan Perguruan Tinggi negeri di Sumatera Utara agar hasilnya lebih akurat dan mungkin bisa dilakukan di daerah lainnya. Kualitas lulusan Perguruan Tinggi Swasta di Sumatera Utara Medan saat ini masih sangat lemah ditinjau dari aspek sikap dan karakter, sementara hal ini merupakan bagian yang terpenting dalam dunia kerja. Oleh karena itu, pengelola Perguruan Tinggi Swasta di Sumatera Utara Medan disarankan supaya melakukan sistem pembelajaran dan kurikulum yang mengarah pada pembentukan sikap dan karakter yang baik bagi para lulusan Perguruan Tinggi Swasta di Sumatera Utara. Dalam rangka peningkatan kualitas lulusan dan daya saing Perguruan Tinggi Swasta di Sumatera Utara, perlu dilakukan perbaikan seluruh komponen tata kelola universitas melalui sebuah sistem yang dapat menjamin terwujudnya Good University Governance (GUG). REFERENSI