Prosiding SINTESA Volume 7 tahun 2024 | E-ISSN 2810-0840 Pengaruh Servant Leadership. Fasilitas. Dan Budaya Organisasi Terhadap Kinerja Karyawan Di Compassion Indonesia Difi Alfa Wijayana Murdowo1. Tri Priyono Budi Santoso 2 I Wayan Ruspendi Junaedi 3 Program Studi Magister Manajemen. Fakultas Ekonomi dan Humaniora. Universitas Dhyana Pura. Jl. Raya Padang Luwih Tegaljaya Dalung Kuta Utara. Bali. Indonesia 1,2,3 * 24311601004@undhirabali. ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh servant leadership, fasilitas, dan budaya organisasi terhadap kinerja karyawan di Compassion Indonesia. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan melibatkan 75 responden yang dipilih secara purposif, yaitu karyawan yang dianggap memiliki pengetahuan relevan terhadap variabel yang diteliti. Pengumpulan data dilakukan melalui kuesioner terstruktur yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa servant leadership, fasilitas, dan budaya organisasi memiliki pengaruh yang signifikan terhadap kinerja karyawan. Fasilitas yang memadai mendukung produktivitas dan kinerja karyawan, sementara budaya organisasi yang inklusif mendorong kolaborasi dan rasa memiliki di antara karyawan. Kombinasi dari ketiga variabel ini yaitu servant leadership, fasilitas, dan budaya organisasi terbukti memberikan kontribusi besar dalam menciptakan kinerja karyawan yang positif. Berdasarkan temuan ini, organisasi disarankan untuk terus meningkatkan kualitas kepemimpinan, seperti melalui pelatihan servant leadership, memperbaiki fasilitas kerja agar sesuai kebutuhan, serta mempertahankan budaya organisasi yang inklusif. Hal ini diharapkan dapat memperkuat daya saing organisasi di masa depan. Kata Kunci: Servant Leadership. Fasilitas. Budaya Organisasi. Kinerja Karyawan Pendahuluan Dalam era persaingan global, kinerja karyawan menjadi faktor krusial yang menentukan keberhasilan organisasi . ermasuk organisasi non-profi. Regen. Johannes. Yakob serangkaian kegiatan yang dilakukan oleh karyawan untuk menyelesaikan pekerjaannya dalam waktu tertentu untuk mencapai hasil atau tujuan Compassion Indonesia sebagai non-profit berfokus pada pengembangan anak dan pengentasan kemiskinan menghadapi Prosiding SINTESA Volume 7 tahun 2024 | E-ISSN 2810-0840 tantangan untuk mempertahankan kinerja karyawannya tetap excellent. Disisi lain masih terdapat gap dalam pemahaman tentang bagaimana kombinasi variabel tersebut memengaruhi kinerja di konteks organisasi non-profit. Penelitian sebelumnya lebih banyak berfokus pada pengaruh individual servant leadership atau budaya organisasi terhadap kinerja karyawan. Penelitian Faizah. Agung, dan Widnyana . menemukan ada hubungan yang signifikan antara kepemimpinan yang melayani terhadap kinerja karyawan, penelitian ini dilakukan terhadap karyawan di kota Denpasar. Menurut Eslamdoust & Mahmoudinazlou . adalah umum untuk menggunakan teori yang menjelaskan bagaimana kepemimpinan yang melayani dapat berkontribusi positif terhadap kinerja organisasi, memotivasi para pengikutnya untuk mengambil peran yang lebih aktif dalam merawat organisasi, pemangku kepentingannya, dan satu sama Namun, mengintegrasikan tiga variable . ervant leadership, fasilitas dan budaya non-profit. Pemimpin kedudukan dalam organisasi dan harus mencapai tujuan utama organisasi Kedudukan adalah posisi yang menjadikan seorang pemimpin dihormati orang lain, mendapat aneka kemudahan, atau memberikan rasa bangga kepada dirinya dan keluarganya. Hasil/capaian dari organisasi adalah pencapaian dan kinerja . esults, performanc. yang untuknya pemimpin ini direkrut dan dibayar oleh organisasi (Budijanto, 2. Sasaran akhir dari hubungan kepemimpinan dengan manajemen adalah terciptanya efisiensi dan efektivitas kerja, sehingga keuntungan dalam suatu organisasi itu menjadi lebih besar dan berhasil (Junaedi dan Waruwu, 2. Compassion Indonesia adalah organisasi non-profit yang berfokus pada anak-anak mempertahankan kinerja karyawannya. Selain itu, organisasi non-profit seperti Compassion Indonesia memiliki karakteristik unik, seperti fokus pada nilai-nilai kemanusiaan dan berorientasi sosial, sehingga membutuhkan pendekatan khusus dalam manajemen sumber daya manusia. Beberapa studi menunjukkan pentingnya servant leadership dalam membangun hubungan interpersonal yang harmonis (Greenleaf, 2. Tugas adalah memberikan inspirasi, memperlengkapi, memobilisasi. Prosiding SINTESA Volume 7 tahun 2024 | E-ISSN 2810-0840 menyemangati, mengarahkan, dan mengupayakan kolaburasi sehingga orangorang yang dipimpinnya memiliki kinerja tim yang efektif (Budijanto, 2. Selain itu, fasilitas kerja yang memadai memengaruhi kenyamanan dan produktivitas karyawan (Robbins & Judge, 2. Budaya organisasi yang inklusif dan kolaburatif juga terbukti meningkatkan motivasi dan kinerja karyawan (Schein, 2. Namun, penelitian ini menggabungkan ketiga variabel tersebut untuk memberikan pandangan yang lebih holistik. Adapun landasan teori yang mendukung sebagai berikut: Servant Leadership. Teori ini menekankan pentingnya kepemimpinan yang melayani kebutuhan karyawan, dengan fokus pada empati, mendengarkan, dan pemberdayaan (Greenleaf, 2. Fasilitas Kerja Fasilitas kerja merupakan aspek fisik dan non-fisik yang menunjang kenyamanan karyawan, seperti ruang kerja, teknologi, dan dukungan manajerial (Robbins, 2. Budaya Organisasi Menurut Schein . , budaya organisasi mencerminkan nilai, norma, dan praktik yang dianut bersama dalam organisasi. Budaya ini berpengaruh signifikan terhadap perilaku dan kinerja karyawan. Metode Kerangka konsep penelitian ini menggambarkan pengaruh servant leadership, fasilitas, dan budaya organisasi terhadap kinerja karyawan ini menggunakan metode survei dengan pendekatan kuantitatif. Teknik analisis menggunakan regresi berganda untuk melihat pengaruh ketiga variable independen (X) servant leadership, fasilitas dan budaya organisasi terhadap kinerja karyawan sebagai varibel dependen (Y). Validitas dan reliabilitas instrumen diuji dengan metode CronbachAos Alpha () dengan bantuan program SPSS. Data Compassion Indonesia. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah melalui prosedur distribusi kuesioner melalui platform online atau langsung kepada responden dan pengisian kuesioner dilakukan secara anonym untuk mengurangi bias. Prosiding SINTESA Volume 7 tahun 2024 | E-ISSN 2810-0840 Hasil dan Pembahasan Hasil karyawan . <0,. , di mana gaya kepemimpinan yang melayani meningkatkan rasa memiliki dan komitmen karyawan. Servant Leadership memegang peran strategis dalam membangun hubungan kepercayaan antara pemimpin dan Pemimpin yang melayani memprioritaskan kebutuhan karyawan dan membantu mereka berkembang secara pribadi maupun profesional, yang pada akhirnya meningkatkan kinerja karyawan. Buku yang ditulis oleh Budijanto . menyatakan bahwa apabila seorang pemimpin berhasil membangun tim berkinerja tinggi di mana semua anggotanya berkomitmen untuk bekerja sama, dampaknya akan jauh lebih Pemimpin adalah investor yang strategis. Pemimpin yang baik akan selalu berupaya mengenali mimpi, potensi, kekuatan, karunia, dan rancangan hidup orang-orang yang dipimpinnya. Pemimpin sadar bahwa pada akhirnya, merekalah yang akan mewujudkan visi dan misi organisasi. Penelitian oleh Eslamdoust & Mahmoudinazlou . menunjukkan bahwa pemimpin yang melayani harus dapat menyediakan lingkungan yang aman dan mendukung staf mereka yang mendorong mereka untuk mengambil risiko, mengusulkan ide-ide kreatif, baru dan inovatif, dan menerapkan ide-ide tersebut di lingkungan kerja mereka. Pendekatan ini berlaku terutama dalam organisasi berbasis nilai seperti organisasi non profit. Peran pemimpin dalam menciptakan sistem kinerja yang dapat membangkitkan semangat dan motivasi karyawan untuk memiliki loyalitas terhadap tugas dan tanggungjawab yang diberikan kepadanya (Manurung & Komalasari, 2. Tujuan dari kepemimpinan adalah untuk mengoordinasikan aktivitasaktivitas menggunakan sumber daya yang ada dalam organisasi atau kelompok, dengan fokus pada pencapaian tujuan bersama . hared goal. Seluruh proses ini dibangun atas dasar hubungan antara pemimpin dan anggota kelompoknya, yang didasarkan pada ketaatan dan kepatuhan anggota kelompok kepada pemimpin mereka (Purwanto, 2. Fasilitas kerja yang memadai juga ditemukan memiliki korelasi positif yang kuat terhadap kinerja . = 0,. , karena mendukung efisiensi dan kenyamanan kerja. Fasilitas kerja yang baik menjadi fondasi bagi karyawan untuk melaksanakan tugas dengan optimal. Dalam organisasi non profit. Prosiding SINTESA Volume 7 tahun 2024 | E-ISSN 2810-0840 terkadang kendala anggaran sering menjadi penghambat. Namun, pemimpin pengadaan fasilitas yang mendukung kenyamanan kerja. Dalam pekerjaan memecahkan masalah yang dihadapi organisasi (Komalasari, 2. Ketersediaan meningkatkan produktivitas tetapi juga menciptakan kinerja yang kondusif Budaya organisasi berkontribusi besar dan signifikan terhadap kinerja karyawan melalui penguatan clear vision, core values/nilai-nilai kolektif yang menciptakan ownership, kerjasama tim dan engagement/komitmen karyawan yang kuat. Budaya organisasi yang baik menjadi pilar keberhasilan organisasi non-profit sehingga berdampak positif terhadap kinerja karyawan. Temuan ini mendukung teori bahwa kombinasi ketiga variabel ini yaitu servant leadership, fasilitas, dan budaya organisasi merupakan faktor penting dalam meningkatkan kinerja karyawan. Budijanto . menegaskan bahwa kultur/budaya organisasi selalu muncul dari pucuk pimpinan organisasi. Oleh karena itu, pemimpin harus jadi yang terdepan dalam mencontohkan sikap ingin berubah, belajar hal baru, berinovasi, rajin dan cekatan. Membangun budaya organisasi yang demikian tidak bisa sambil lalu, pemimpin harus menjadikan ini sebagai salah satu prioritas utamanya, dikerjakan sepenuh hati . , menjadi contoh dalam menghidupi nilainilai organisasi yang dianut berapa pun harganya dan secara konsisten, serta memberi ruang bagi semua anggota komunitas organisasi untuk memberikan kontribusi mereka dalam memperkuat dan menyehatkan organisasi yang Hal ini sejalan dengan pernyataan Junaedi dan Waruwu . bahwa seorang pemimpin membutuhkan waktu, kesabaran, dan pengalaman yang memadai untuk membangun anggotanya. Penelitian ini juga memperkuat argumen bahwa organisasi non-profit membutuhkan pendekatan manajerial yang lebih holistik untuk mengakomodir kebutuhan karyawannya dan peningkatan kinerja karyawan. Fungsi manajemen dalam organisasi non-profit perlu mengetahui model peningkatan kerja dan mengelola segala sumber daya, memastikan terciptanya efisiensi dan efektivitas kinerja karyawan. Prosiding SINTESA Volume 7 tahun 2024 | E-ISSN 2810-0840 Simpulan Penelitian ini memberikan bukti bahwa tiga variabel . egresi bergand. memberi pengaruh terhadap kinerja karyawan. Sinergi antara servant leadership, fasilitas yang memadai, dan budaya organisasi yang kuat dapat berkontribusi secara signifikan terhadap kinerja karyawan. Organisasi nonprofit dapat meningkatkan efektivitas kinerja karyawannya dan mencapai tujuan organisasi dengan pendekatan strategis melalui tiga variabel yang Pemimpin/manajemen organisasi disarankan untuk tetap konsisten organisasi yang inklusif. Penelitian selanjutnya dapat mengeksplorasi pengaruh mediasi dari variable lain, seperti kepuasan kerja, loyalitas, performa dan motivasi kerja. Daftar Rujukan Bass. , & Riggio. Transformational Leadership. Psychology Press. Budijanto. Maximazing Your Leadership Impact. Jakarta: Yayasan Leadership As Discipleship (LAD). Cronbach. Coefficient Psychometrika 16, 297Ae334 . https://doi. org/10. 1007/BF02310555 Daft. Management. Cengage Learning. Eslamdoust. , & Mahmoudinazlou. Servant Leadership. Followers Job Satisfaction. Empowerment and Performance: The Moderating Effect of Gender. Open Journal of Social Sciences, 11, 8-22. https://doi. org/10. 4236/jss. Greenleaf. Servant Leadership: A Journey into the Nature of Legitimate Power and Greatness, the 25th Anniversary Edition. Paulist Press. Junaedi. , & Waruwu. Kepemimpinan & Transformasi Ekonomi Kajian Desa Blimbingsari. Pustaka Larasan. Prosiding SINTESA Volume 7 tahun 2024 | E-ISSN 2810-0840 Komalasari. Patni N. Artaningrum R. Putri N. , and Martiniasih . Catur Paramitha Dasar Filosofi Budaya Etika Kepemimpinan Modern. In Seminar Ilmiah Nasional Teknologi. Sains, dan Sosial Humaniora (SINTESA) (Vol. Universitas Dhyana Pura. EISSN: 2810-0840-tahun 2022 Manurung. & Komalasari. Y . Peran Kepemimpinan Dalam Membangun Motivasi Kerja dan Kinerja Karyawan. In Seminar Ilmiah Nasional Teknologi. Sains, dan Sosial Humaniora (SINTESA) (Vol. Universitas Dhyana Pura. E-ISSN: 2810-0840-tahun 2022. Purwanto, . Kepemimpinan Yesus Kristus Sebagai Model Kepemimpinan Kristen. Mathetes: Jurnal Teologi Dan Pendidikan Kristen, 1. , 131-146. Regen. Johannes. Edward, & Yakob. Employee development model and an Assessment on the Perspectives of Work Behavior. Motivation, and Performance: Experience from th Government of Kerinci Regency and The City of Sungai Penuh. Jambi Province. Indonesia. International Journal of Research in Business and Social Science, 9. , 59-69. Robbins. , & Judge. Organizational Behavior. Pearson Education. Schein. Organizational Culture and Leadership. Jossey-Bass. Yukl. Leadership in Organizations. Pearson. Putu Agung. , & Widnyana. The Effect of Career Development and Servant Leadership on Employee Performance Work Motivation as an Intervening Variable in the Employment Agency and Human Resources Development Denpasar City. International Journal Contemporary Research Review, 11. , https://doi. org/10. 15520/ijcrr. 21741Ae21751. Prosiding SINTESA Volume 7 tahun 2024 | E-ISSN 2810-0840