Tari Masteka Polo Poteran Ber-HAKI: Strategi Inovatif dalam Pendidikan Karakter Islami di SMPN 1 Talango Kabupaten Sumenep Madura Maftuhah Nurmalika Febrianti. Nur Fitriatin TARI MASTEKA POLO POTERAN BER-HAKI: STRATEGI INOVATIF DALAM PENDIDIKAN KARAKTER ISLAMI DI SMPN 1 TALANGO KABUPATEN SUMENEP MADURA Maftuhah Nurmalika Febrianti Program Studi Manajemen Pendidikan Islam. Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya maftuhahnurmalikafebrianti@gmail. Nur Fitriatin Program Studi Manajemen Pendidikan Islam. Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya nurfitriatin@uinsa. Abstract: Tari Masteka Polo Poteran adalah salah satu bentuk seni tari yang berasal dari Madura, khususnya dikembangkan di SMPN 1 Talango. Sumenep. Tari yang berperan untuk membentuk pendidikan karakter Islami ini, merupakan sebuah pertunjukan tarian tradisional dan tarian modern menggunakan alunan musik tradisional yang disebut tong-tong. Metode penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Lokasi penelitian ini yaitu bertempat di SMPN 1 Talango. Kecamatan Talango. Kabupaten Sumenep. Madura. Teknik pengumpulan data dilakukan dilakukan dengan cara wawancara, observasi, dan dokumentasi. Informan penelitian ini antara lain yaitu guru dan siswa SMPN 1 Talango. Analisis data dilakukan dengan model analisis interaktif yang meliputi pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan verivikasi data. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa nilai pendidikan karakter Islami dalam Tari Masteka Polo Poteran dapat dilihat melalui delapan belas nilai karakter Islami. Kedelapan belas nilai-nilai tersebut dapat dilihat pada beberapa aspek dalam Tari Masteka Polo Poteran yang mencerminkan nilai pendidikan karakter Islami yakni . Makna filosofis Tari Masteka Polo Poteran yang mengandung nilai religius, cinta damai, toleransi. Lirik/syaAoir yang mengandung nilai gemar membaca, jujur, rasa ingin tahu, tanggung jawab, demokratis, cinta tanah air dan semangat kebangsaan. Lagu diiringi musik tongtong yang mengandung nilai kreatif, disiplin, dan kerja keras. Kostum tari yang mengandung nilai mandiri, peduli lingkungan, peduli sosial, menghargai prestasi dan komunikatif. Nilai-nilai pendidikan karakter Islami yang terdapat pada Tari Masteka Polo Poteran dapat diimplementasikan melalui pembiasaan di sekolah dengan penekanan Annual Islamic Conference for Learning and Management UIN Sunan Ampel Surabaya Jl. Yani 117 Surabaya Halaman 405 AuTari Masteka Polo Poteran Ber-HAKI: Strategi Inovatif dalam Pendidikan Karakter Islami di SMPN 1 Talango Kabupaten Sumenep MaduraAy Maftuhah Nurmalika Febrianti. Nur Fitriatin pada delapan belas nilai pendidikan karakter Islami tersebut. Tantangan dalam implementasi pendidikan karakter Islami Tari Masteka Polo Poteran di SMPN 1 Talango Kabupaten Sumenep Madura yakni berasal dari internal dan eksternal. Tantangan internal berasal dari kurangnya kemauan siswa dari diri sendiri. Sedangkan tantangan eksternal berasal dari tiga aspek yakni kurangnya sinergi orang tua di rumah, ketidakseimbangan pemahaman di kalangan guru terkait nilai pendidikan karakter Islami pada Tari Masteka Polo Poteran, dan kurangnya dukungan dari teman sebaya. Keywords: Tari Masteka Polo Poteran. Pendidikan Karakter Islami. PENDAHULUAN Pendidikan karakter adalah upaya konsisten dan berkelanjutan dalam mendidik individu untuk memahami, pduli, dan bertindak berdasarkan nilainilai etika, moral, dan sosial yang benar. 1 Pendidikan ini berfokus pada perkembangan pribadi dan moral siswa dan melibatkan pembentukan karakter dan nilai yang baik, seperti kejujuran, tanggung jawab, rasa hormat, dan Dengan kata lain, pendidikan karakter adalah proses holistik dalam pendidikan yang bertujuan untuk mempromosikan dan membangun nilai-nilai moral dan etika pada individu, sehingga membentuk karakter mereka menjadi lebih baik dan bertanggung jawab. Pendidikan karakter merupakan aspek penting di dalam dunia pendidikan Indonesia yang sedang diupayakan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. 2 Pendidikan karakter tidak hanya mengajarkan mana yang benar dan mana yang salah kepada peserta didik, tetapi juga menanamkan kebiasaan . tentang yang baik sehingga peserta didik paham, mampu merasakan, dan mau melakukannya. Dengan demikian, pendidikan karakter membawa misi yang sama dengan pendidikan akhlak atau pendidikan Selanjutnya. Frye dalam Buku Pendidikan Karakter Islam menegaskan bahwa pendidikan karakter merupakan usaha yang disengaja untuk membantu seseorang memahami, menjaga, dan berperilaku yang sesuai dengan nilai-nilai karakter mulia. 3 Pendidikan karakter tidak bisa dibiarkan jalan begitu saja tanpa adanya upaya-upaya cerdas dari para pihak yang bertanggung jawab terhadap pendidikan. Tanpa upaya-upaya cerdas, pendidikan karakter tidak akan menghasilkan manusia yang pandai sekaligus menggunakan kepandaiannya dalam rangka bersikap dan berperilaku baik . erkarakter Andi Muh Akbar Saputra et al. Pendidikan Karakter Di Era Milenial: Membangun Generasi Unggul Dengan Nilai-Nilai Positif, ed. Sepriano and Yayan Agusdi. Cet. 1 (Jambi: PT Sonpedia Publishing Indonesia, 2. , 1. I Ayuningtyas and Didi Pramono. AuInternalisasi Pendidikan Karakter Dalam Mewujudkan Profil Pelajar Pancasila,Ay Journal of Education Research 4, no. : 1303. Marzuki. Pendidikan Karakter Islam, ed. Nur Laily Nusroh (Jakarta: Amzah, 2. , 23. Halaman 406 Surabaya, 12 Desember 2024 UIN Sunan Ampel Surabaya Jl. Yani 117 Surabaya Tari Masteka Polo Poteran Ber-HAKI: Strategi Inovatif dalam Pendidikan Karakter Islami di SMPN 1 Talango Kabupaten Sumenep Madura Maftuhah Nurmalika Febrianti. Nur Fitriatin 4 Dengan demikian, dapat dipahami bahwa karakter identik dengan Dalam perspektif Islam, karakter atau akhlak mulia merupakan buah yang dihasilkan dari proses penerapan syariah . badah dan muamala. yang dilandasi oleh fondasi akidah yang kokoh. 5 Dengan demikian, karakter telah melekat dalam diri manusia secara fitrah. Sehingga karakter atau akhlak dapat mengembangkan karakter siswa yang Islami. 6 Disinilah pendidikan karakter Islami mempunyai peran yang penting dan strategis bagi manusia dalam rangka melakukan proses internalisasi dan pengamalan nilai-nilai karakter Konsep pendidikan karakter Islami dapat dipahami sebagai upaya penanaman kecerdasan kepada anak didik dalam berpikir, bersikap, dan berperilaku sesuai dengan nilai-nilai luhur yang menjadi jati dirinya, diwujudkan dalam interaksi dengan Tuhannya, diri sendiri, antar sesama, serta lingkungannya sebagai manifestasi hamba dan khalifah Allah dengan melibatkan seluruh anugerah dari Allah Swt yakni hati, akal serta kesempurnaan indra. 7 Pendidikan karakter Islami sangat penting untuk diajarkan baik di lingkungan keluarga, masyarakat maupun di lembaga pendidikan yaitu di sekolah. Pendidikan saat ini sudah seharusnya lebih menitikberatkan pada pendidikan karakter. Pendidikan karakter Islami memiliki peran yang sangat penting pembentukan dan perkembangan suatu 8 Hal ini dilakukan untuk menyiapkan generasi bangsa Indonesia yang memiliki akhlak atau karakter yang berbudi luhur, budi pekerti, sopan santun dan adab yang dipelajari, dipahami dan diamalkan dalam kehidupan seharihari berdasarkan ajaran Islam seperti Al-QurAoan menurut As-Sunnah, guna menciptakan generasi bangsa yang baik dan berdaya saing global 9. Sehingga, pendidikan karakter Islami harus dioptimalisasikan. Optimalisasi pendidikan karakter Islami secara teoritis dapat meng-counter berbagai masalah yang timbul seperti masalah krisis moral dan akhlak, dan lain sebagainya 10. Hal ini dikarenakan pendidikan karakter Islami dapat membantu siswa Marzuki, 23. Marzuki, 36. Ratu Amalia Hayani. AuPendidikan Karakter Islami Dalam Konteks Masyarakat Multikultural,Ay Jurnal Pendidikan Karakter JAWARA (Jujur. Adil. Wibawa. Amanah. Religius. Akuntabe. 6, no. , 71. Revi Nur Fitriani. AuKonsep Pendidikan Karakter Islami,Ay 2021. Eka Setiawati et al. Pendidikan Karakter. Cet. 1 (Bandung: Widina Bhakti Persada Bandung, 2. , 185. Afiffudin Al Hadiq. AuEpistimologi Pendidikan Karakter Islami Di Era Society 5. 0,Ay Social Science Academic 1, no. : 181. Dede Rubai Misbahul Alam. Rizal Firdaus, and Jaenudin Jaenudin. AuUrgensi Pendidikan Karakter Islami Di Era Disrupsi,Ay Al-Madrasah: Jurnal Ilmiah Pendidikan Madrasah Ibtidaiyah 7, no. : 1138. Annual Islamic Conference for Learning and Management UIN Sunan Ampel Surabaya Jl. Yani 117 Surabaya Halaman 407 AuTari Masteka Polo Poteran Ber-HAKI: Strategi Inovatif dalam Pendidikan Karakter Islami di SMPN 1 Talango Kabupaten Sumenep MaduraAy Maftuhah Nurmalika Febrianti. Nur Fitriatin mengembangkan kecerdasan emosional, moral, dan spiritual yang kuat untuk menghadapi tantangan tersebut. Pendidikan karakter Islami sangat penting untuk diajarkan, salah satunya melalui upaya penanaman pendidikan karakter Islami di sekolah. Sekolah adalah organisasi formal yang sangat memungkinkan mengganti peran keluarga dalam mentransfer nilai-nilai karakter yang baik kepada siswa melalui bentuk kegiatan intra kurikuler, ko-kurikuler, ekstra kurikuler, maupun 12 Lingkungan sekolah dapat menjadi tempat yang baik dalam menanamkan karakter siswa dengan menggunakan manajemen pendidikan karakter itu sendiri dengan baik. 13 Segala kegiatan yang ada di sekolah, baik kegiatan pembelajaran maupun kegiatan pembiasaan-pembiasaan yang ada di sekolah semestinya dapat diintegrasikan dalam program pendidikan karakter. Implementasi pendidikan karakter Islami melalui pembiasaan sangat penting untuk mengembangkan karakter yang berakhlak mulia. Kegiatan pembiasaan dalam penanaman pendidikan karakter Islami di sekolah perlu dilakukan dengan menggunakan strategi yang inovatif, salah satunya melalui kegiatan ekstrakurikuler bidang kesenian di sekolah. 16 Strategi inovasi yang dapat dilakukan adalah melalui Multiple Talent Aproach (Multiple Intelligen. 17 Strategi ini memiliki tujuan untuk mengembangkan seluruh potensi siswa dengan manifestasi pengembangan potensi yang akan membangun Self Concept. Konsep ini menyediakan kesempatan bagi peserta didik untuk mengembangkan bakat emasnya sesuai dengan kebutuhan dan minat yang dimilikinya. Salah satu minat yang dimiliki peserta didik adalah dalam bidang Tari. Tari dapat menjadi strategi yang inovatif dalam pendidikan karakter Islami bagi siswa. Strategi inovatif dalam pendidikan karakter Islami melalui tari dilakukan di SMPN 1 Talango sebagai bentuk upaya dari guru untuk menanamkan nilai karakter pada peserta didik melalui potensi dan karakter wisata yang ada di Nisa Afifah. AuUrgensi Pendidikan Karakter Islami Pada Usia Remaja Di Era Digital,Ay Sanaamul Quran: Jurnal Wawasan Keislaman 5, no. , 8. Ramin Ramin. AuSekolah Dan Pendidikan Karakter Islami (Sebuah Analisis Konseptua. ,Ay TARBAWY: Indonesian Journal of Islamic Education 7, no. : 184. Lala Nurlatifah. Astuti Darmiyanti, and Dewi Siti Aisyah. AuImplementasi Manajemen Pendidikan Karakter Islami Dalam Mewujudkan Akhlak Peserta Didik Di SDIT Tahfizh QurAoan Al-Jabar Telukjambe Barat Karawang,Ay Al-Fikrah: Jurnal Manajemen Pendidikan 8, no. Akhtim Wahyuni. Pendidikan Karakter: Membentuk Pribadi Positif Dan Unggul Di Sekolah, ed. Eni Fariyatul Fahyuni. Cet. 1 (Sidoarjo: Umsida Press, 2. , 27. Fatkhul Muslimin and Alif Firdaus Zamzam. AuAnalisis Pembiasaan Pendidikan Karakter Islami Di MI Pembangunan Desa Tanggulrejo,Ay Ummul Qura Jurnal Institut Pesantren Sunan Drajat (INSUD) Lamongan 19, no. : 96. Muhammad Nur et al. AuImplementasi Nilai-Nilai Pendidikan Karakter Pada Peserta Didik Di SMA Negeri 3 Takalar,Ay Idaarah: Jurnal Manajemen Pendidikan 8, no. : 87. Wahyuni. Pendidikan Karakter: Membentuk Pribadi Positif Dan Unggul Di Sekolah, 17-18. Halaman 408 Surabaya, 12 Desember 2024 UIN Sunan Ampel Surabaya Jl. Yani 117 Surabaya Tari Masteka Polo Poteran Ber-HAKI: Strategi Inovatif dalam Pendidikan Karakter Islami di SMPN 1 Talango Kabupaten Sumenep Madura Maftuhah Nurmalika Febrianti. Nur Fitriatin Talango. Tari yang diciptakan dari hasil kolaborasi guru dan siswa di SMPN 1 Talango adalah Tari Masteka Polo Poteran. Tari Masteka Polo Poteran tersebut berstatus HAKI (Hak Kekayaan Intelektua. 18 pada 11 Mei 2024. Karya Tari Masteka Polo Poteran menggambarkan suatu kearifan lokal dan keindahan dari berbagai potensi wisata yang ada di Talango yang dilihat dari segi geografis dan karakter destinasi wisata masing-masing. Tarian ini dilakukan dengan gerakan yang lincah dan dinamis perpaduan antara tarian tradisional dengan tarian modern yang menceritakan tentang karakteristik dan keunggulan Pulau Poteran yang disebut sebagai Mustika . alam bahasa Madura disebut Mastek. yang berupa hasil bumi, hewan ternak dan destinasi wisata alam maupun religi. Penelitian mengenai tari sebagai strategi inovatif dalam pendidikan karakter Islami tidaklah sedikit disampaikan para peneliti terdahulu, salah satunya yakni penelitian yang dilakukan Nurul Pathiyah. et al. penelitiannya menganalisis nilai pendidikan karakter Islami yang terdapat pada tari Inai dalam upacara pernikahan masyarakat Melayu Kecamatan Kualuh Hilir Kabupaten Labuhan Batu Bara. 19 Penelitian tersebut memiliki kesamaan fokus penelitian dan metode penelitian dengan penelitian ini yakni mengenai nilai pendidikan karakter Islami pada tari dan menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Perbedaan terletak pada aspek jenis tari dan lokasi penelitian, pada penelitian Nurul Pathiyah. et al. yang diteliti adalah Tari Inai dan lokasi penelitian terletak di Kabupaten Labuhan Batu Utara,20 sedangkan pada penelitian ini tari yang dijadikan fokus penelitian adalah Tari Masteka Polo Poteran dan lokasi penelitian terletak di SMPN 1 Talango Kabupaten Sumenep Madura. Selanjutnya, penelitian yang dilakukan oleh Amalia Nurul Fadilah. et al. yang menganalisis implementasi pendidikan karakter Islami di MTs Cijawura Kota Bandung. 21 Penelitian tersebut memiliki kesamaan topik dan metode penelitian dengan penelitian ini yakni mengenai pendidikan karakter Islami dan metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif. Perbedaan terletak pada fokus penelitian dan lokasi penelitian. Penelitian Amalia Nurul Fadilah. et al. memiliki fokus penelitian terhadap implementasi pendidikan karakter Islami melalui pembinaan, pembiasaan, dan keteladanan dan lokasi penelitian terletak di MTs Cijawura Kota Bandung. 22 Sedangkan penelitian ini memiliki fokus penelitian Andi Zahidah Husain et al. AuPerlindungan HAKI Dalam Pandangan Filsafat Sebagai Hak Alamiah Berdasarkan Pada Teori Jhon Locke. ,Ay Praxis: Jurnal Filsafat Terapan 1, no. , 3. Nurul Pathiyah et al. AuNilai Pendidikan Karakter Islami Pada Tari Inai Dalam Upacara Adat Pernikahan Masyarakat Melayu Kabupaten Labuhan Batu Utara,Ay Tawazun: Jurnal Pendidikan Islam 17, no. : 1. Pathiyah et al, 4. Amalia Nurul Fadilah et al. AuImplementasi Pendidikan Karakter Islami Di MTs Cijawura Kota Bandung,Ay EduInovasi: Journal of Basic Educational Studies 4, no. : 1168. Fadilah et al, 1170. Annual Islamic Conference for Learning and Management UIN Sunan Ampel Surabaya Jl. Yani 117 Surabaya Halaman 409 AuTari Masteka Polo Poteran Ber-HAKI: Strategi Inovatif dalam Pendidikan Karakter Islami di SMPN 1 Talango Kabupaten Sumenep MaduraAy Maftuhah Nurmalika Febrianti. Nur Fitriatin terhadap Tari Masteka Polo Poteran sebagai bentuk strategi inovatif dalam pendidikan karakter Islami dan lokasi penelitian terletak di SMPN 1 Talango Kabupaten Sumenep Madura. Selanjutnya, penelitian Ein Maria Ulfa dan Nurhasanah yang menganalisis implementasi pendidikan karakter Islami berbasis nilai kearifan lokal Melayu Riau di Sekolah Dasar se Kota Tembilahan Kabupaten Indragiri Hilir. 23 Penelitian tersebut memiliki kexsamaan topik dan metode penelitian dengan penelitian ini yakni mengenai pendidikan karakter Islami dan metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif. Perbedaan terletak pada fokus penelitian dan lokasi penelitian. Penelitian Ein Maria Ulfa dan Nurhasanah memiliki fokus penelitian terhadap nilai kearifan lokal Melayu sebagai pendidikan karakter Islami dan lokasi penelitian terletak di lima lima Sekolah Dasar kota Tembilahan yaitu SDN 032 Tembilahan Kota. SDN 035 Tembilahan Kota. SDN 023 Tembilahan Kota. SD IT Faturrahman Tembilahan. Sedangkan penelitian ini memiliki fokus penelitian terhadap Tari Masteka Polo Poteran sebagai bentuk strategi inovatif dalam pendidikan karakter Islami dan lokasi penelitian terletak di SMPN 1 Talango Kabupaten Sumenep Madura. Selanjutnya, penelitian yang dilakukan oleh Achmad Maulidi. et al. menggali pendidikan karakter Islami dalam tradisi Nyabis masyarakat Madura. 25 Penelitian tersebut memiliki kesamaan topik, metode dan wilayah . penelitian dengan penelitian ini yakni mengenai pendidikan karakter Islami, menggunakan metode penelitian kualitatif dan wilayah penelitian di Kabupaten Sumenep Madura. Perbedaan terletak pada fokus penelitian dan lokasi penelitian, penelitian Achmad Maulidi. et al. fokus penelitian terhadap tradisi Nyabis masyarakat Madura yang memiliki nilai pendidikan karakter Islami dan lokasi penelitian di Desa Karay Kecamatan Ganding Kabupaten Sumenep Madura,26 sedangkan penelitian ini memiliki fokus penelitian terhadap Tari Masteka Polo Poteran yang memiliki nilai pendidikan karakter Islami dan lokasi penelitian terletak di SMPN 1 Talango Kabupaten Sumenep Madura. Penelitian ini dirasa penting dilakukan untuk memperluas tentang bagaimana kesenian lokal dapat diintegrasikan ke dalam pendidikan karakter Islami. Pendidikan karakter Islami berbasis kesenian dan kearifan lokal dikembangkan sebagai upaya mengembalikan nilai-nilai karakter berbasis kearifan lokal dan jati diri bangsa. 27 Selain itu, penelitian ini berpotensi Ein Maria Ulfa and Nurhasanah Nurhasanah. AuImplementasi Pendidikan Karakter Islami Berbasis Nilai Kearifan Lokal Melayu Riau Di Sekolah Dasar Se Kota Tembilahan Kabupaten Indragiri Hilir,Ay Kreatifitas Jurnal Ilmiah Pendidikan Islam 12, no. : 1. 24 Ulfa and Nurhasanah, 4. Achmad Maulidi et al. AuPendidikan Karakter Islami Dalam Tradisi Nyabis Masyarakat Madura,Ay J-PAI: Jurnal Pendidikan Agama Islam 8, no. , 76. Maulidi et al, 78. Nurlia Djafar. AuInovasi Pembelajaran Seni Tari Berbasis Kearifan Lokal Dalam Penanaman Nilai Karakter Mahasiswa Sendratasik FSB UNG Sebagai Upaya Menjawab Tantangan Pendidikan Era Revolusi Industri 4. 0,Ay Jurnal Bahasa. Sastra. Dan Budaya 13, no. : 86. Halaman 410 Surabaya, 12 Desember 2024 UIN Sunan Ampel Surabaya Jl. Yani 117 Surabaya Tari Masteka Polo Poteran Ber-HAKI: Strategi Inovatif dalam Pendidikan Karakter Islami di SMPN 1 Talango Kabupaten Sumenep Madura Maftuhah Nurmalika Febrianti. Nur Fitriatin meningkatkan efektivitas pendidikan karakter Islami di sekolah, memberikan wawasan baru tentang pendakatan interdisipliner, serta membantu pengembangan kebijakan pendidikan yang ebih inklusif dan kontekstual. Dengan demikian, penelitian ini bertujuan untuk memberikan wawasan yang mendalam mengenai pentingnya integrasi nilai-nilai kesenian lokal dalam dunia pendidikan, yang nantinya hasil penelitian ini dapat digunakan sebagai referensi untuk mengkaji lebih dalam terkait Tari Masteka Polo Poteran yang dapat digunakan sebagai strategi inovatif dalam membentuk pendidikan karakter Islami. METODE PENELITIAN Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif dengan metode atau pendekatan studi kasus. Penelitian kualitatif adalah jenis pendekatan dalam penelitian ilmu sosial yang menggunakan paradigma alamiah, sesuai dengan teori fenomenologis . an semacamny. untuk menggali problematika sosial dalam suatu wilayah dari segi latar dan perspektif objek yang diteliti secara holistik. 28 Studi kasus merupakan kegiatan riset yang harus dilakukan melalui pendekatan yang alamiah dan mengadopsi perilaku yang respek atau menghargai dunia sosial yang ada di sekitar subjek. 29 Penelitian studi kasus adalah menyelidiki satu kasus atau beberapa kasus dengan tujuan mendalam untuk memahami konteks, proses, dan dinamika yang terlibat. Lokasi yang dijadikan sebagai setting penelitian ini yaitu bertempat di SMPN 1 Talango Kabupaten Sumenep Madura. Penelitian ini menggunakan sumber data primer. Teknik pengumpulan data pada penelitian ini dengan cara wawancara, observasi, dan dokumentasi. Wawancara dilakukan dengan guru dan siswa untuk menggali konsep Tari Masteka Polo Poteran serta kaitannya dengan pendidikan karakter Islami. Observasi dilakukan untuk memahami bagaimana tari ini dilaksanakan di SMPN 1 Talango dan dampaknya terhadap pendidikan karakter Islami siswa. Dokumentasi, seperti dokumen sekolah atau laporan kegiatan, digunakan untuk menambah konteks tentang Tari Masteka Polo Poteran dalam kehidupan sekolah. Penelitian ini juga memakai teknik purposive sampling, yaitu teknik pengambilan data dengan mempertimbangkan orang yang dirasa paling mengetahui tentang topik yang diteliti. Purposive sampling adalah pengambilan sampel yang didasarkan kepada penilaian . peneliti terkait siapa saja yang memenuhi persyaratan sebagai sampel penelitian. 30 Dengan melakukan teknik purposive sampling, maka informan penelitian ini antara lain yaitu guru dan siswa SMPN 1 Talango Zuchri Abdussamad. Metode Penelitian Kualitatif, 1st ed. (CV. Syakir Media Press, 2. , 32. Haris Herdiansyah. AuMetodologi Penelitian Kualitatif Untuk Ilmu-Ilmu Sosial: Perspektif Konvensional Dan KontemporerAy (Salemba Humanika, 2. Abdul Fattah Nasution. Metode Penelitian Kualitatif, ed. Meyniar Albina, 1st ed. (Bandung: CV. Harfa Creative, 2. , 80. Annual Islamic Conference for Learning and Management UIN Sunan Ampel Surabaya Jl. Yani 117 Surabaya Halaman 411 AuTari Masteka Polo Poteran Ber-HAKI: Strategi Inovatif dalam Pendidikan Karakter Islami di SMPN 1 Talango Kabupaten Sumenep MaduraAy Maftuhah Nurmalika Febrianti. Nur Fitriatin Kabupaten Sumenep Madura. Dalam teknik purposive sampling ini, guru yang dipilih adalah mereka yang terlibat dalam penciptaan Tari Masteka Polo Poteran yakni Ibu SH sebagai penata tari. Bapak AB sebagai pencipta syair dan lagu. Bapak FR sebagai perancang busana tari, dan Bapak SM sebagai pimpinan grup tongtong . lat musik tradisional yang mengiringi Tari Masteka Polo Potera. Siswa yang diwawancarai adalah siswa yang mengikuti Tari Masteka Polo Poteran dalam satu tahun terakhir. Adapun analisis data dilakukan dengan model analisis interaktif, yang meliputi tahap-tahap berikut: . Pengumpulan data dari wawancara, observasi, dan dokumentasi. Reduksi data dengan memilih data yang relevan terkait dengan konsep Tari Masteka Polo Poteran dan pendidikan karakter Islami. Penyajian data dalam bentuk tema-tema utama yang muncul dari hasil analisis. Verifikasi atau penarikan kesimpulan untuk menjawab pertanyaan penelitian terkait nilai pendidikan karakter Islami pada Tari Masteka Polo Poteran. Penelitian ini akan menjawab pertanyaan penelitian antara lain: . Apa saja nilai-nilai pendidikan karakter Islami pada Tari Masteka Polo Poteran?, . Bagaimana implementasi nilai-nilai pendidikan karakter Islami Tari Masteka Polo Poteran di SMPN 1 Talango Kabupaten Sumenep Madura?, . Bagaimana tantangan dalam implementasi pendidikan karakter Islami Tari Masteka Polo Poteran di SMPN 1 Talango Kabupaten Sumenep Madura?. HASIL DAN PEMBAHASAN Nilai-Nilai Pendidikan Karakter Islami pada Tari Masteka Polo Poteran Tari Masteka Polo Poteran merupakan perpaduan tari tradisional dan tari modern yang menceritakan tentang karakteristik dan keunggulan Pulau Poteran di Kabupaten Sumenep Madura yang disebut sebagai masteka . , berupa hasil bumi, hewan ternak, dan destinasi wisata alam maupun Tari Masteka Polo Poteran ini terdiri dari delapan penari. Tari Masteka Polo Polo Poteran diciptakan oleh guru SMPN 1 Talango yakni Ibu SH sebagai penata tari. Bapak AB sebagai pencipta syair dan lagu. Bapak FR sebagai perancang busana tari, dan Bapak SM sebagai pimpinan grup tong-tong . lat musik tradisional yang mengiringi Tari Masteka Polo Potera. Tari Masteka Polo Poteran sangat terkenal di Pulau Poteran akan tetapi tarian ini jarang Tarian ini biasanya ditampilkan pada acara-acara khusus seperti OMPIMPA (Olimpiade Matematika dan IPA). KAFATA (Karaoke Fashion Tahfid. , dan Gelar Karya ketika melepas siswa kelas 9 di SMPN 1 Talango. Wawancara dengan Ibu SH (Pukul 09. 00, 12 November 2. Halaman 412 Surabaya, 12 Desember 2024 UIN Sunan Ampel Surabaya Jl. Yani 117 Surabaya Tari Masteka Polo Poteran Ber-HAKI: Strategi Inovatif dalam Pendidikan Karakter Islami di SMPN 1 Talango Kabupaten Sumenep Madura Maftuhah Nurmalika Febrianti. Nur Fitriatin Gambar 1. Tari Masteka Polo Poteran di SMPN 1 Talango Seni tari sebagai ekspresi manusia yang bersifat estetis, kehadirannya tidak bersifat independen. Dilihat secara tekstual, tari dapat dipahami dari bentuk dan teknik yang berkaitan dengan komposisinya . nalisis bentuk atau penataan koreograf. atau teknik penarinya . nalisis cara melakukan atau Sementara dilihat secara kontekstual yang berhubungan dengan ilmu sosiologi maupun antropologi, tari adalah bagian imanent dan integral dari dinamika sosio-kultural di masyarakat. Dasar konsep pikir Sumandiyo ini dapat dipahami bahwa seni tari merupakan karya manusia yang mengkomunikasikan pengalaman batinnya, pengalaman batin tersebut disajikan secara indah dan menarik sehingga timbul daya tarik dan pengalaman batin pada manusia lain yang menghayatinya. Kesenian dapat digunakan sebagai sarana yang efektif untuk menyampaikan nilai-nilai Islam kepada masyarakat yang beragam. 32 Karya seni tari dapat menggabungkan nilai-nilai agama Islam dengan nilai seni dan budaya dengan cara yang kreatif dan efektif, termasuk nilai pendidikan karakter Islami. Gambar 2. Iringan Musik Tong-Tong pada Tari Masteka Polo Poteran Isman Iskandar. AuPengembangan Strategi Dalam Menyampaikan Pesan Dakwah Melalui Seni Dan Budaya: Memahami Penyampaian Nilai-Nilai Islam Melalui Kesenian,Ay Etika: Journal of Islamic Communication and Broadcasting Science 1, no. : 61. Annual Islamic Conference for Learning and Management UIN Sunan Ampel Surabaya Jl. Yani 117 Surabaya Halaman 413 AuTari Masteka Polo Poteran Ber-HAKI: Strategi Inovatif dalam Pendidikan Karakter Islami di SMPN 1 Talango Kabupaten Sumenep MaduraAy Maftuhah Nurmalika Febrianti. Nur Fitriatin Temuan data mengenai nilai pendidikan karakter Islami yang terdapat pada Tari Masteka Polo Poteran dapat dilihat dari delapan belas karakter33 yakni religius, jujur, toleransi, disiplin, kerja keras, kreatif, mandiri, demokratis, rasa ingin tahu, semangat kebangsaan, cinta tanah air, menghargai prestasi, bersahabat/komunikatif, cinta damai, gemar membaca, peduli lingkungan, peduli sosial, dan tanggung jawab. Nilai-nilai tersebut dapat dilihat pada beberapa aspek Tari Masteka Polo Poteran yang disajikan pada tabel 1. Aspek Nilai Pendidikan Karakter Islami Makna filosofis Dalam pedoman Tari Masteka Polo Poteran terdapat makna filosofis dalam seni tari yang dapat diringkas sebagai berikut: Masteka . , yang berupa hasil bumi, hewan ternak, destinasi wisata alam, dan destinasi wisata Babelluk . , sebagai simbol delapan desa yang ada di Pulau Poteran Sapsap . , memiliki makna energi dinamis yang menunjukkan sikap sigap, cepat, dan tangguh Shagara . , makna seluas samudera, kebebasan, intuisi, imajinasi, luas, inspirasi. Shagara kepercayaan, kesetiaan, ketulusan, kebijaksanaan, dan kepercayaan Settong ate . atu hat. , menunjukkan ketulusan, keikhlasan, dan kesatuan Pertama. Nilai mengajak individu untuk menghargai dan bersyukur atas karunia Allah Swt yang terdapat dalam alam. Ini sebagai bentuk ibadah. Selanjutnya, makna sapsap menunjukkan sikap tanggap terhadap tantangan hidup yang mencerminkan keteguhan iman. Dalam konteks religius, hal ini mengajarkan pentingnya kesiapan menghadapi ujian dari Allah Swt dengan penuh keyakinan. Makna shagara juga memiliki nilai religius yakni seseorang perlu memiliki kepercayaan mendalam kepada Allah Swt. Hal ini juga mencerminkan Selanjutnya, makna settong ate memiliki konsep satu hati yang diantara masyarakat. Ini mengajak individu untuk bersatu dalam doAoa dan harapan kepada Allah Swt. Dengan demikian, dalam Tari Masteka Polo Poteran terdapat nilai religius. Kedua, cinta damai. Sikap cinta damai dapat ditemukan pada makna babelluk karena simbol ini menekankan pentingnya persatuan di tengah 33 Wawancara dengan Ibu SH. Bapak AB. Bapak FR, dan Bapak SM (Pukul 10. 15, 9 November Halaman 414 Surabaya, 12 Desember 2024 UIN Sunan Ampel Surabaya Jl. Yani 117 Surabaya Tari Masteka Polo Poteran Ber-HAKI: Strategi Inovatif dalam Pendidikan Karakter Islami di SMPN 1 Talango Kabupaten Sumenep Madura Maftuhah Nurmalika Febrianti. Nur Fitriatin Setiap desa memiliki karakteristik unik tetapi saling Makna sapsap juga memiliki nilai cinta damai karena dapat menjadi inspirasi bagi orang lain untuk bergerak maju dalam harmoni dan kedamaian. Selanjutnya, nilai cinta damai juga terdapat dalam makna settong ate karena seseorang diajak untuk membangun hubungan yang harmonis tanpa konflik. Ketiga, toleransi. Dalam Tari Masteka Polo Poteran terdapat nilai toleransi yang terdapat pada makna masteka keindahan alam dan kekayaan hasil bumi, tari ini mengajak seseorang untuk hidup rukun dan saling menghormati satu sama lain, terlepas dari perbedaan latar belakang. Nilai toleransi juga terdapat pada makna babelluk karena menghargai perbedaan diantara delapan desa mendorong individu untuk saling memahami dan menerima satu sama lain. Selanjutnya, makna shagara juga memiliki nilai toleransi karena makna luas dari samudera mengajak seseorang untuk berpikir terbuka dan menerima perbedaan pandangan serta budaya Nilai terdapat dalam makna settong ate karena tujuan memperkuat komitmen untuk saling menghormati walaupun ada perbedaan pandangan atau Lirik/syaAoir Berikut lirik/syaAoir Tari Masteka Polo Poteran yang mengandung nilai pendidikan karakter Islami: Ngereng taretan asakola, artinya mari Keempat, gemar membaca. Tari Masteka Polo Poteran memiliki nilai gemar membaca karena terdapat lirik yang mengajak untuk bersekolah dan Annual Islamic Conference for Learning and Management UIN Sunan Ampel Surabaya Jl. Yani 117 Surabaya Halaman 415 AuTari Masteka Polo Poteran Ber-HAKI: Strategi Inovatif dalam Pendidikan Karakter Islami di SMPN 1 Talango Kabupaten Sumenep MaduraAy Maftuhah Nurmalika Febrianti. Nur Fitriatin saudara kita bersekolah Nyare elmo kawajibenna, mencari ilmu kewajiban kita Bujuk Jepaet e Disa Kombang, artinya Bujuk Jepaet berada di Desa Kombang Bujuk Ghantong e Gepporana, artinya Bujuk Ghantong berada di Desa Gapurana Bujuk Rebbhut e Padike, artinya Bujuk Rebbhut berada di Desa Padike Nyae Karamat e Cabbiye, artinya Bujuk Nyai Keramat berada di Desa Cabbiya Bujuk Kamsota e Palasa, artinya Bujuk Kamsota berada di Desa Palasa Asta Kangean e Poterran, artinya Asta kangean berada di Desa Poteran Asta Yusuf e Disa Talango, artinya Asta Yusuf berada di Desa Talango Keterangan: Bujuk/asta adalah Halaman 416 Mendorong seseorang untuk gemar membaca dan belajar merupakan bagian dari usaha untuk meningkatkan kualitas diri dan seseorang secara keseluruhan. Kelima, jujur. Tari Masteka Polo Poteran memiliki nilai kejujuran karena secara implisit nilai kejujuran dapat diimplikasikan dalam konteks pendidikan dan pencarian imu. Dalam proses belajar, kejujuran dalam mencari kebenaran dan pengetahuan sangat penting agar informasi yang Keenam, rasa ingin tahu. Rasa ingin tahu menjadi salah satu bagian dari nilai-nilai karakter bangsa yang perlu untuk dikembangkan dalam proses pendidikan karakter Islami. Nilai rasa ingin tahu dalam Tari Masteka Polo Poteran "mencari ilmu" yang mencerminkan rasa ingin tahu yang tinggi. Rasa ingin tahu adalah pendorong utama dalam proses belajar. Dengan memiliki rasa ingin tahu, individu akan terdorong untuk terus mencari informasi dan memperluas wawasan mereka. Ketujuh, tanggung jawab. Lirik/syaAoir pada Tari Masteka Polo Poteran memiliki nilai tanggung jawab karena mengajak orang lain untuk bersekolah dan mencari ilmu menunjukkan tanggung jawab sosial. Ada kesadaran bahwa setiap individu memiliki kewajiban untuk meningkatkan diri melalui pendidikan, bermanfaat bagi masyarakat luas. Kedelapan, demokratis. Lirik/syaAoir yang mencantumkan berbagai desa Surabaya, 12 Desember 2024 UIN Sunan Ampel Surabaya Jl. Yani 117 Surabaya Tari Masteka Polo Poteran Ber-HAKI: Strategi Inovatif dalam Pendidikan Karakter Islami di SMPN 1 Talango Kabupaten Sumenep Madura Maftuhah Nurmalika Febrianti. Nur Fitriatin Menghargai individu dari berbagai latar belakang Pendidikan dapat diakses oleh semua orang tanpa memandang asal usul. Kesembilan, cinta tanah air. Rasa cinta tanah air adalah bagian dari pendidikan karakter yang harus diketahui oleh anak sebagai generasi penerus bangsa. Referensi kepada berbagai desa dalam lirik menandakan kecintaan terhadap tanah air dan budaya lokal. Menghargai tempat tinggal dan komunitas sendiri adalah bentuk cinta tanah air yang harus Kesepuluh. Dengan menyebutkan nama-nama desa yang berbeda, lirik/syaAoir ini mengajak untuk bersatu sebagai bagian dari satu bangsa. Semangat kebangsaan terwujud dalam upaya masyarakat yang lebih baik melalui pendidikan dan saling menghargai antar sesama. Lagu Lagu Masteka Polo Poteran dimulai dengan suara deburan ombak yang membentur pantai dengan teriakan burung camar yang menggambarkan kepulauan, disusul dengan suara tarhim/shalawat yang biasa terdengar sebelum adzan dikumandangkan, disusul dengan suara kokok ayam gaok asli pulau Poteran dan musik saronen sebagai pertanda berakhirnya malam dan dimulainya aktivitas. Kesebelas, kreatif. Lagu "Masteka Polo Poteran" mencerminkan nilai kreatif melalui penggunaan elemen suara alam dan budaya lokal. Kombinasi suara deburan ombak, teriakan burung camar, dan kokok ayam gaok menciptakan suasana yang hidup dan menggugah imajinasi pendengar. Penggabungan berbagai suara ini menciptakan karya seni yang tidak menggambarkan keindahan alam dan Annual Islamic Conference for Learning and Management UIN Sunan Ampel Surabaya Jl. Yani 117 Surabaya Halaman 417 AuTari Masteka Polo Poteran Ber-HAKI: Strategi Inovatif dalam Pendidikan Karakter Islami di SMPN 1 Talango Kabupaten Sumenep MaduraAy Maftuhah Nurmalika Febrianti. Nur Fitriatin budaya setempat. Kedua belas, disiplin. Disiplin terlihat dalam struktur lagu yang mengikuti urutan tertentu, mulai dari suara alam hingga musik saronen. Hal ini menunjukkan bahwa pencipta lagu memiliki komitmen untuk menyusun elemen-elemen tersebut dengan cara yang teratur dan harmonis. Disiplin juga tercermin dalam penggunaan tarhim/shalawat mengindikasikan waktu dan konteks, menambah kedalaman makna serta memasuki aktivitas sehari-hari. Ketiga belas, kerja keras. Kerja keras dapat dilihat dari upaya yang dilakukan oleh pencipta lagu untuk Poteran. Mengintegrasikan suara alam, tradisi lokal, dan musik membutuhkan dedikasi dan usaha yang besar. Proses ini menunjukkan bahwa pencipta lagu menghasilkan karya seni, tetapi juga untuk melestarikan dan mengangkat budaya lokal melalui musik, yang merupakan hasil dari kerja keras dan Kostum/busana Kostum Tari Masteka Polo Poteran dirancang dengan konsep kostum yang Islami dan kreatif. Kostum Tari Masteka berupa mahkota yang menggambarkan kepala ayam gaok, sedangkan bajunya berupa batik tulis karya siswa yang bermotif buah dan daun tanaman sukun dan srikaya. Halaman 418 Keempat belas, mandiri. Nilai mandiri tercermin dalam desain kostum Tari Masteka yang melibatkan kreativitas siswa dalam menciptakan batik tulis. Hal ini menunjukkan bahwa siswa berinovasi dan menghasilkan karya seni sendiri, tanpa bergantung pada pihak lain. Proses ini mencerminkan kemandirian dalam berkreasi dan mengekspresikan diri. Surabaya, 12 Desember 2024 UIN Sunan Ampel Surabaya Jl. Yani 117 Surabaya Tari Masteka Polo Poteran Ber-HAKI: Strategi Inovatif dalam Pendidikan Karakter Islami di SMPN 1 Talango Kabupaten Sumenep Madura Maftuhah Nurmalika Febrianti. Nur Fitriatin Kelima belas, peduli lingkungan. Kostum yang menggunakan motif buah dan daun tanaman sukun serta menggambarkan kepala ayam gaok menunjukkan kepedulian terhadap Dengan mengangkat elemen alam dalam desain kostum, menghargai keindahan alam tetapi juga mengedukasi penonton tentang pentingnya pelestarian flora dan fauna lokal . anaman sukun, srikaya, dan ayam gaok yang berasal dari Pulau Potera. Ini merupakan langkah positif untuk meningkatkan kesadaran akan lingkungan. Keenam Keterlibatan siswa dalam pembuatan kostum batik tulis mencerminkan nilai peduli sosial. Dengan melibatkan banyak orang dalam proses kreatif ini, mereka belajar untuk bekerja sama dan saling mendukung. Hal ini memperkuat rasa kebersamaan dan komunitas di antara siswa serta meningkatkan solidaritas sosial. Ketujuh belas, menghargai prestasi. Penggunaan batik tulis karya siswa menunjukkan penghargaan terhadap Dengan menampilkan karya mereka di panggung tari, siswa merasa dihargai dan termotivasi untuk terus berkarya. Ini juga memberikan pengakuan kepada usaha dan kreativitas mereka, yang dapat mendorong lebih banyak prestasi di masa depan. Kedelepan belas, komunikatif. Desain kostum yang kreatif dan Islami menciptakan ruang untuk komunikasi Annual Islamic Conference for Learning and Management UIN Sunan Ampel Surabaya Jl. Yani 117 Surabaya Halaman 419 AuTari Masteka Polo Poteran Ber-HAKI: Strategi Inovatif dalam Pendidikan Karakter Islami di SMPN 1 Talango Kabupaten Sumenep MaduraAy Maftuhah Nurmalika Febrianti. Nur Fitriatin antara budaya dan tradisi. Kostum ini tidak hanya berfungsi sebagai pakaian tari, tetapi juga sebagai sarana untuk menyampaikan pesan budaya kepada Keterlibatan siswa dalam proses desain menunjukkan sikap bersahabat dan komunikatif, di mana mereka berbagi ide dan bekerja sama untuk mencapai tujuan bersama dalam menciptakan karya seni yang Implementasi Nilai-Nilai Pendidikan Karakter Islami Tari Masteka Polo Poteran di SMPN 1 Talango Kabupaten Sumenep Madura Nilai-nilai pendidikan karakter Islami yang terkandung dalam Tari Masteka Polo Poteran dapat diimplementasikan dalam pendidikan karakter Islami di SMPN 1 Talango Kabupaten Sumenep Madura. Adapun implementasi nilai-nilai pendidikan karakter Islami dapat dilihat pada Tabel 2. Nilai-Nilai Pendidikan Karakter Islami Implementasi Pendidikan Karakter Islami Religius Siswa dapat meneladani perjuangan agama Islam dari para tokoh agama, sholat dzuhur berjamaAoah di sekolah, melestarikan dan menjaga hasil bumi, hewan ternak, destinasi wisata alam, dan destinasi wisata religi di Pulau Poteran. Cinta damai Guru memberikan pemahaman kepada siswa mengenai betapa pentingnya menunjukkan kasih sayang dan membuat orang di sekitarnya merasa bahagia. Toleransi Siswa dapat mempelajari dan belajar untuk menerima dan menghargai keragaman yang ada di lingkungan sekitar. Gemar membaca Siswa menyediakan waktu untuk membaca berbagai bacaan, baik di sekolah maupun di Wawancara dengan Ibu SH. Bapak AB. Bapak FR. Bapak SM, dan sebagian Siswa yang mengikuti Tari Masteka Polo Poteran (Pukul 10. 50, 9 November 2. Halaman 420 Surabaya, 12 Desember 2024 UIN Sunan Ampel Surabaya Jl. Yani 117 Surabaya Tari Masteka Polo Poteran Ber-HAKI: Strategi Inovatif dalam Pendidikan Karakter Islami di SMPN 1 Talango Kabupaten Sumenep Madura Maftuhah Nurmalika Febrianti. Nur Fitriatin Jujur Siswa berupaya menjadikan dirinya sebagai orang yang selalu dapat dipercaya dalam perkataan, tindakan, dan pekerjaan. Rasa ingin tahu Siswa dapat didorong untuk menelusuri asalusul, makna, dan perkembangan seni pertunjukan tradisional-modern ini, sehingga memupuk rasa ingin tahu yang lebih mendalam tentang warisan seni dan budaya lokal. Tanggung jawab Guru dapat memantau perkembangan siswa selama proses pembelajaran. Demokratis Guru memberikan kebebasan dan kesempatan siswa untuk terlibat aktif dalam pembelajaran melalui kesepakatan belajar. Cinta tanah air Siswa dapat meneladani semangat para tokoh agama dan melestarikan warisan leluhur yang menjadi saksi perjuangan agama Islam di Pulau Poteran. Semangat kebangsaan Guru memberikan motivasi terkait semangat kebangsaan agar siswa memiliki semangat belajar dalam mempelajari materi terkait dengan kearifan lokal di daerahnya. Kreatif Guru memberi kesempatan dan memfasilitasi potensi siswa untuk mengembangkan ide, inovasi, dan kreativitas dalam proses Disiplin Siswa dapat memahami bahwa untuk mencapai hasil maksimal dalam belajar, diperlukan sikap disiplin dan konsisten. Kerja keras Siswa dapat memahami bahwa untuk mencapai keberhasilan, diperlukan kegigihan dan komitmen yang kuat agar tidak mudah Annual Islamic Conference for Learning and Management UIN Sunan Ampel Surabaya Jl. Yani 117 Surabaya Halaman 421 AuTari Masteka Polo Poteran Ber-HAKI: Strategi Inovatif dalam Pendidikan Karakter Islami di SMPN 1 Talango Kabupaten Sumenep MaduraAy Maftuhah Nurmalika Febrianti. Nur Fitriatin Mandiri Siswa mengeksplor sumber belajar secara mandiri, misalnya melalui tugas proyek. Peduli lingkungan Guru mencegah kerusakan pada lingkungan alam di sekitarnya dan mengembangkan upaya-upaya untuk memperbaiki kerusakan alam yang Peduli sosial Guru menjunjung tinggi kedamaian di antara siswa dengan memberikan arahan untuk saling tolong-menolong dan peduli satu sama lain. Menghargai prestasi Siswa berupaya mendorong dirinya untuk menghasilkan sesuatu yang bermanfaat, memiliki banyak prestasi di sekolah, dan menghormati keberhasilan orang lain. Komunikatif Guru memberikan informasi terkait materi berdasarkan sumber belajar yang relevan dengan bahasa yang jelas dan mudah dipahami oleh siswa. Untuk membentuk karakter Islami, siswa dapat belajar serta menerapkan nilai-nilai pendidikan karakter Islami yang terkandung dalam Tari Masteka Polo Poteran. Oleh karena itu, dapat disimpulkan bahwa Tari Masteka Polo Poteran mengandung nilai-nilai karakter Islami yang relevan untuk diintegrasikan dalam pendidikan karakter Islami, melalui pembiasaan di sekolah dengan penekanan pada karakter religius, cinta damai, toleransi, gemar membaca, jujur, rasa ingin tahu, tanggung jawab, demokratis, cinta tanah air, semangat kebangsaan, kreatif, disiplin, kerja keras, mandiri, peduli lingkungan, peduli sosial, menghargai prestasi, dan komunikatif. Tantangan dalam Implementasi Pendidikan Karakter Islami Tari Masteka Polo Poteran di SMPN 1 Talango Kabupaten Sumenep Madura Adapun tantangan dalam implementasi pendidikan karakter Islami Tari Masteka Polo Poteran di SMPN 1 Talango Kabupaten Sumenep Madura yakni berasal dari internal dan eksternal. 35 Tantangan internal dalam implementasi Wawancara dengan Ibu SH. Bapak AB. Bapak FR, dan Bapak SM (Pukul 10. 30, 9 November Halaman 422 Surabaya, 12 Desember 2024 UIN Sunan Ampel Surabaya Jl. Yani 117 Surabaya Tari Masteka Polo Poteran Ber-HAKI: Strategi Inovatif dalam Pendidikan Karakter Islami di SMPN 1 Talango Kabupaten Sumenep Madura Maftuhah Nurmalika Febrianti. Nur Fitriatin tersebut berasal dari dalam diri siswa yakni kemauan siswa itu sendiri, karena tidak semua siswa mempunyai kepribadian yang sama, melainkan kepribadian yang berbeda-beda yang tidak dapat digeneralisasikan. Pendapat lain menjelaskan bahwa setiap anak mempunyai kepribadian yang berbeda-beda, oleh karena itu faktor diri anak sendiri harus diperhatikan dalam pengembangan pendidikan karakter. Pendidikan karakter memang sulit dilaksanakan karena adanya perbedaan kepribadian siswa, rendahnya rasa percaya diri siswa, rendahnya motivasi siswa dalam melakukan kegiatan yang mencerminkan karakter keagamaannya, perbedaan latar belakang orang tua dan pola pengasuhan, serta perbedaan pola asuh anak banyak permasalahan yang ada. Tantangan eksternal dalam mengimplementasikan pendidikan karakter Islami melalui Tari Masteka Polo Poteran berasal dari tiga aspek yakni orang tua, guru, dan teman sebaya. Tantangan yang berasal dari orang tua adalah kurangnya sinergi orang tua di rumah dalam melakukan pendekatan untuk mensinergikan pembelajaran dan pembiasaan di sekolah dengan di rumah. Sekolah masih perlu metode pendekatan kepada orang tua agar mampu dan memiliki kesempatan membersamai anak di rumah dengan pembiasaan yang berdasar pada pendidikan karakter Islami sesuai dengan yang diimplementasikan di sekolah. Hal ini dikarenakan keluarga memiliki kontribusi dalam menanamkan nilai-nilai pendidikan karakter Islami dengan membimbing, mengarahkan, dan menjadi contoh dalam mengamalkan nilainilai pendidikan karakter Islami. 36 Kemudian Ibu SH mengatakan,37 Aukebanyakan orang tua tidak dapat membersamai langsung perkembangan anak di rumah karena 70% orang tua mereka bekerja sebagai pedagang kelontong di luar kota, sehingga anak banyak dititipkan ke neneknya yang sudah lanjut usia, yang tidak memungkinkan mereka mengontrol karakter atau perilaku anak. Hal ini menyebabkan apa yang dibiasakan di sekolah banyak yang tidak dijalani di rumahAy. Hal ini menjadi tantangan penulis juga untuk selanjutnya meneliti tentang pengaruh orang tua pedangang kelontong terhadap perkembangan pendidikan karakter Islami anak, serta penelitian tentang pendekatan orang tua agar dapat bekerjasama antara pendidikan karakter Islami di rumah dan di sekolah. Selanjutnya, tantangan eksternal juga berasal dari ketidakseimbangan pemahaman di kalangan guru terkait nilai pendidikan karakter Islami pada Tari Masteka Polo Poteran yang hanya terbatas pada guru yang terlibat dalam penciptaan tari tersebut. Sehingga, guru lain kurang memahami terkait nilai pendidikan karakter Islami pada Tari Masteka Polo Poteran. Hal ini disebabkan kalangan guru lain yang lebih fokus pada mata pelajaran inti yang diampu. Sutarto Sutarto. AuKontribusi Keluarga Dalam Menanamkan Nilai-Nilai Pendidikan Islam Untuk Membentuk Karakter Islami Remaja,Ay Belajea: Jurnal Pendidikan Islam 8, no. : 74. Wawancara dengan Ibu SH (Pukul 09. 15, 12 November 2. Annual Islamic Conference for Learning and Management UIN Sunan Ampel Surabaya Jl. Yani 117 Surabaya Halaman 423 AuTari Masteka Polo Poteran Ber-HAKI: Strategi Inovatif dalam Pendidikan Karakter Islami di SMPN 1 Talango Kabupaten Sumenep MaduraAy Maftuhah Nurmalika Febrianti. Nur Fitriatin sehingga mereka tidak memberikan perhatian yang cukup pada seni dan Sehingga perlu mengadakan pelatihan atau workshop bagi guru ain mengenai integrasi seni dalam pendidikan karakter Islami. Hal ini dikarenakan guru memiliki peran dalam pembentukan karakter siswa mealui keteladanan di Tantangan eksternal dalam mengimplementasikan pendidikan karakter Islami melalui Tari Masteka Polo Poteran juga berasal dari teman sebaya. Berkumpul bersama teman-teman di sekolah dan di rumah juga dapat memberikan dampak positif dan negatif terhadap kepribadian seorang siswa. Jika siswa terus menerus berbuat buruk terhadap temannya, maka karakter keagamaannya akan terpuruk. Siswa yang berteman dengan teman yang buruk akan memberikan dampak negatif. Hal ini sejalan dengan pendapat Tanod. dalam penelitian Fatkhul Muslimin dan Ali Firdaus Zamzam bahwa tidak semua teman bermanfaat bagi pengembangan karakter siswa. 39 Hal ini disebabkan karena siswa mempunyai teman yang berkompeten secara sosial dan berkepribadian baik, sedangkan teman lainnya yang lebih suka menuruti keinginannya sendiri, banyak menimbulkan konflik dan menghambat perkembangan karakter Islami siswa. KESIMPULAN Berdasarkan pemaparan di atas dapat diambil kesimpulan bahwa nilainilai pendidikan karakter Islami pada Tari Masteka Polo Poteran dapat dilihat melalui delapan belas nilai karakter Islami. Kedelapan belas nilai tersebut dapat dilihat pada beberapa aspek dalam Tari Masteka Polo Poteran yang mencerminkan nilai pendidikan karakter Islami, yakni: . Makna filosofis Tari Masteka Polo Poteran yang mengandung nilai religius, cinta damai, toleransi. Lirik/syaAoir yang mengandung nilai gemar membaca, jujur, rasa ingin tahu, tanggung jawab, demokratis, cinta tanah air dan semangat kebangsaan. Lagu diiringi musik tongtong yang mengandung nilai kreatif, disiplin, dan kerja keras. Kostum tari yang mengandung nilai mandiri, peduli lingkungan, peduli sosial, menghargai prestasi dan komunikatif. Nilai-nilai pendidikan karakter Islami yang terdapat pada Tari Masteka Polo Poteran dapat diimplementasikan melalui pembiasaan di sekolah dengan penekanan pada delapan belas nilai pendidikan karakter Islami tersebut. Tantangan dalam implementasi pendidikan karakter Islami Tari Masteka Polo Poteran di SMPN 1 Talango Kabupaten Sumenep Madura yakni berasal dari internal dan eksternal. Tantangan internal berasal dari kurangnya kemauan siswa dari diri sendiri. Sedangkan tantangan eksternal berasal dari tiga aspek yakni kurangnya sinergi Didit Nantara. AuPembentukan Karakter Siswa Melalui Kegiatan Di Sekolah Dan Peran Guru,Ay Jurnal Pendidikan Tambusai 6, no. : 2257. Muslimin and Zamzam. AuAnalisis Pembiasaan Pendidikan Karakter Islami Di MI Pembangunan Desa Tanggulrejo", 100. Halaman 424 Surabaya, 12 Desember 2024 UIN Sunan Ampel Surabaya Jl. Yani 117 Surabaya Tari Masteka Polo Poteran Ber-HAKI: Strategi Inovatif dalam Pendidikan Karakter Islami di SMPN 1 Talango Kabupaten Sumenep Madura Maftuhah Nurmalika Febrianti. Nur Fitriatin orang tua di rumah, ketidakseimbangan pemahaman di kalangan guru terkait nilai pendidikan karakter Islami pada Tari Masteka Polo Poteran, dan kurangnya dukungan dari teman sebaya. Adapun implikasi dari penelitian ini terhadap pengembangan kurikulum atau pendekatan pendidikan karakter Islami di sekolah-sekolah yaitu menunjukkan bahwa pentingnya mengintegrasikan kesenian lokal ke dalam kurikulum, pentingnya menggali pendidikan karakter Islami melalui seni atau budaya, mendorong penggunaan metode pembelajaran yang lebih aktif dan partisipatif, pelibatan komunitas dalam pendidikan karakter Islami, serta penelitian ini dapat membantu membangun kesadaran siswa terhadap keberagaman seni dan pentingnya melestarikan kesenian lokal. Integrasi kesenian lokal dalam pendidikan Islam memiliki potensi besar untuk pengembangan lebih lanjut dalam aspek pengayaan kurikulum, pengembangan program ekstrakurikuler berbasis kesenian lokal, serta menciptakan program pendidikan karakter Islami dengan menekankan nilai-nilai yang terkandung pada kesenian lokal. Selanjutnya, rekomendasi untuk pihak sekolah, pemerintah, dan masyarakat dalam mendukung kesenian lokal sebagai bagian dari pendidikan karakter Islami yaitu dengan berkolaborasi yang erat antara sekolah, pemerintah, dan masyarakat terkait implementasi kesenian lokal yang dapat diintegrasikan secara efektif dalam pendidikan karakter Islami serta membantu dan membentuk siswa berkarakter kuat dan menghargai seni dan budaya. Saran untuk penelitian selanjutnya yaitu diharapkan dapat menggali aspek lain pada Tari Masteka Polo Poteran seperti bagaimana Tari Masteka Polo Poteran mempengaruhi pembentukan karakter Islami berdasarkan gender. DAFTAR PUSTAKA