Equilibrium: Jurnal Ilmiah Ekonomi dan Pembelajarannya P-ISSN: 2303-1565 Tersedia online di http://e-journal. id/index. php/equilibrium/index E-ISSN: 2502-1575 Peran moderasi ukuran perusahaan pada pengaruh profitabilitas, leverage dan efisiensi terhadap financial distress Amalia Putri Febriyani1. Suci Atiningsih1 Universitas BPD. Jl. Soekarno Hatta No. 88 Semarang Indonesia, 50139 amaliapvtri24@gmail. Abstrak Financial distres merujuk pada situasi penurunan kinerja keuangan yang mengindikasikan potensi kebangkrutan sehingga krusial untuk diidentifikasi sejak dini. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh perlunya pemahaman terkaitaspek-aspek yang mempengaruhifinancial distress serta bagaimana ukuran perusahaan dapat berperan sebagai variabel moderasi. Penelitian ini difokuskanuntuk mengetahui pengaruh profitabilitas, leverage, dan efisiensi terhadap financial distress dengan ukuran perusahaan sebagai variabel moderasi. Populasi dalam penelitian ini dilakukan pada perusahaan sektor infrastruktur yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia tahun 2019-2023. Teknik pengambilan sampel menggunakan teknik purposive sampling sehingga didapatkan sampel sebanyak 32 perusahaan dan jumlah pengamatan sebanyak 160 data observasi. Pengolahan data penelitian ini menggunakan software Eviews versi 12 dengan menggunakan teknik analisis regresi linear berganda dan moderated resgression analysis (MRA). Hasil penelitian ini menunjukkan profitabilitas dan leverage berpengaruh positif terhadap financial distress. Efisiensi berpengaruh negatif terhadap financial distress. Kemudian, ukuran perusahaan dapat memoderasi pengaruh profitabilitas, leverage dan efisiensi terhadap financial Kata kunci:Profitabilitas. Leverage. Efisiensi. Financial distress. Ukuran perusahaan Diterima. 03-09-2025 Accepted 23-09-2025. Diterbitkan 08-10-2025 The role of firm size moderation on the influence of profitability, leverage and efficiency on financial distress Abstract Financial distress refers to a situation of declining financial performance that indicates potential bankruptcy, making it crucial to identify early on. This study wasinspired by the necessity to comperehed the aspects that influence financial distress and how company size can act as a moderating This researchfocuses to examine the impact of profitability, leverage, and efficiency on financial distress with firm size as a moderating variable. The research population consists infrastructure companies listed on the Indonesia Stock Exchange during the periode 2019-2023. The sampling technique used purposive sampling resulting in a sample of 32 companies was obtained and the number of observations was 160 observation data. Data processing in this study was conducted using Eviews software version 12 with multiple linear regression analysis and moderated regression analysis (MRA). The results of the study indicate that profitability and leverage have a positive influence on financial distress, while efficiency has a negative influence on financial distress. Additionally, company size can moderate the influence of profitability, leverage, and efficiency on financial distress. Keywords: Profitability. Leverage. Efficiency. Financial distress. Firm size. Received . 03-09-2025 Accepted 23-09-2025. Published 08-10-2025 DOI: 10. 25273/equilibrium. Copyright A 2025 Universitas PGRI Madiun Some rights reserved. | 104 Peran moderasi ukuran perusahaan pada pengaruh profitabilitas, leverage dan efisiensi terhadap financial distress (Febriyan. PENDAHULUAN Dalam lingkungan bisnis yang semakin kompetitif, perusahaan menghadapi berbagai masalah keuangan sehingga memengaruhi pertumbuhan jangka panjang dan keberlanjutan Ancaman serius dari kompetitor asing maupun lokal dapat menyebabkan kerugian jika perusahaan tidak siap menghadapi persaingan. Masalah yang ditimbulkan dari kerugian salah satunya adalah financial distress. Ketika pendapatan operasional perusahaan menunjukkan negatif selama dua tahun berturut dan kesulitan dalam memenuhi kewajiban keuangan maka terjadi financial distress(Kibe et al. , 2. Perusahaan dalam menghadapi jatuh tempo utang akan kesulitan mendapatkan akses dana yang akan memperburuk kondisi keuangan perusahaan. Akibatnya perusahaan tidak dapat mempertahankan usahanya di tengah ketatnya persaingan bisnis. Aspek-aspek yang dapat mempengaruhi perolehan pendapatan dan kemampuan melunasi kewajiban keuangan perlu di amati agar membantu menurunkan risiko financial distress pada perusahaan. Fenomena keuangan seperti kerugian akibat ketidakmampuan membayar kewajiban semakin sering terjadi, terutama di kalangan perusahaan yang beroperasi di sektor infrastruktur dan fokus pada proyek jangka panjang karena sebagian besar dibiayai melalui utang, sehingga membuat mereka rentan terhadap kesulitan keuangan. PT Nusantara Infrastruktur Tbk (META) mengalami kerugian signifikan akibat beban keuangan yang tinggi. Pada tahun 2023, pendapatan META meningkat sebesar 20,35% menjadi Rp 1,68 triliun, namun biaya keuangan melonjak drastis menjadi Rp 500,28 miliar, naik dari Rp 194,31 miliar sebelumnya. Hal ini berpotensi mengurangi laba sebelum pajak dan mengakibatkan kerugian bersih sebesar Rp 235,87 miliar pada tahun 2023, setelah sebelumnya mencatat laba sebesar Rp 122,46 miliar pada tahun 2022 (Kembaren et al. , 2. Situasi ini mencerminkan tekanan serius pada arus kas dan kemampuan perusahaan untuk memenuhi kewajiban keuangannya, menunjukkan potensi financial distress. PT Centratama Telekomunikasi Tbk (CENT) mengalami peningkatan signifikan dalam kerugian bersih, dari Rp 314,23 miliar pada tahun 2021 menjadi Rp 844,39 miliar pada tahun 2022, dan kemudian meningkat lagi menjadi Rp 2,146 triliun pada tahun 2023 akibatnya, kerugian bersih CENT mencapai 583% (Nabhani, 2. Situasi ini menunjukkan indikasi kuat adanya financial distress, di mana kemampuan perusahaan untuk menghasilkan laba dan memenuhi kewajibannya mengalami penurunan yang signifikan. Hal ini berpotensi meningkatkan risiko financial distress yang mengancam keberlanjutan operasional perusahaan. PT Waskita Karya Tbk (WSKT) telah mengalami kesulitan keuangan dalam beberapa tahun terakhir akibat akumulasi utang yang signifikan dan ketidakmampuan untuk menghasilkan pendapatan yang cukup untuk menutupi biaya operasionalnya (Maulida, 2. Rahmawati . melaporkan bahwa kerugian WSKT meningkat tajam sebesar 98,46% menjadi Rp 3,77 triliun pada tahun 2023, dibandingkan dengan kerugian sebesar Rp 1,89 triliun pada tahun 2022. Menurut laporan keuangan yang dipublikasikan melalui pengungkapan informasi di Bursa Efek Indonesia (BEI), peningkatan kerugian ini disebabkan oleh penurunan pendapatan, meskipun biaya keuangan juga berkurang, tetapi dalam skala yang lebih kecil. Kerugian yang dialami PT Waskita Karya Tbk erat kaitannya dengan tantangan yang dihadapi perusahaan dalam mengelola keuangannya untuk membiayai proyek dan sumber Jurnal Equilbrium: Jurnal Ekonomi dan Pembelajarannya Vol 13 no 02 Hal 104-118 | 105 Peran moderasi ukuran perusahaan pada pengaruh profitabilitas, leverage dan efisiensi terhadap financial distress (Febriyan. Berikut ini menyajikan data mengenai pendapatan, biaya pendapatan, dan laba/rugi bersih PT Waskita Karya Tbk untuk periode 2021 hingga 2023. Gambar 1. Pendapatan. Beban Pokok Pendapatan dan Laba/Rugi Bersih PT Waskita Karya Tbk . Sumber: Laporan keuangan tahunan perusahaan . ata diolah, 2. Gambar 1 diatas menunjukkan gambaran singkat keuangan perusahaan meliputi pendapatan, beban pokok pendapatan dan laba/rugi bersih PT Waskita Karya Tbk tahun 20212023. Pada gambar 1 menyatakan pendapatan dan beban pokok penjualan yang berfluktuasi. Tahun 2021 pendapatan Waskita Karya Tbk tercatat sebesar Rp 12,22 triliun kemudian mengalami peningkatan menjadi Rp 15,30 triliun tahun 2022 lalu mengalami penurunan di tahun 2023 menjadi Rp 10,95 triliun. Sementara itu, beban pokok pendapatan PT Waskita karya tahun 2021 tercatat Rp 10,32 triliun lalu mengalami kenaikan menjadi Rp 13,85 triliun tahun 2022 kemudian tercatat menurun tahun 2023 menjadi Rp 10,10 triliun. Dari pendapatan dan beban pokok pendapatan menghasilkan laba bruto yang terus menurun, meliputi Rp 1,89 triliun tahun 2021. Rp 1,44 triliun 2022 dan Rp 0,85 triliun di tahun 2023. Dalam gambar PT Waskita Karya Tbk terus membukukan rugi pasa 2021-2923, di 2021 kerugian Rp 1,09 triliun, kemudian kerugian meningkat Rp 1,89 triliun pada 2022, lalu rugi kembali naik menjadi Rp 3,77 triliun di 2023. Dari rincian pendapatan pada gambar menunjukkan meskipun perusahaan mengalami pertumbuhan pendapatan namun beban pokok PT Waskita Karya Tbk ikut melambung, hal ini menyebabkan laba bruto terpangkas dan akhirnya perusahaan mengalami Permasalahan keuangan yang dihadapi PT Waskita Karya Tbk mencerminkan kondisi keuangan perusahaan yang tidak sehat. Dengan melakukan evaluasi mengenai aspek yang menyebabkan kerugian, perusahaan dapat mengetahui cara untuk meningkatkan jumlah pendapatan setiap tahunnya sehingga akan memulihkan kinerja keuangan perusahaan. Langkah evaluasi yang tepat berguna untuk mengatasi financial distress sehingga perusahaan dapat meraih stabilitas keuangan dan kinerja yang optimal. Terdapat keberagaman hasil penelitian sebelumnya mengenai aspek yang memiliki pengaruh terhadap financial distress. Ayinaddis & Tegegne . menemukan bahwa profitabilitas berpengaruh positif serta signifikan terhadap financial distress. Sedangkan Jurnal Equilbrium: Jurnal Ekonomi dan Pembelajarannya Vol 13 no 02 Hal 104-118 | 106 Peran moderasi ukuran perusahaan pada pengaruh profitabilitas, leverage dan efisiensi terhadap financial distress (Febriyan. penelitian Kibe et al. , . justru menunjukkan pengaruh negatif signifikan profitabilitas terhadap financial distress. Penelitian Das . menyatakan leverage berpengaruh negatif signifikan terhadap financial distress, sementara Kebede et al. , . mengungkapkan pengaruh positif signifikanleverage terhadap financial distress. PadaKurniasih et al. , . menyatakan efisiensi memiliki pengaruh positif signifikan terhadap financial distress, tetapi penelitian Kibe et al. , . menemukan efisiensi berpengaruh negatif signifikan terhadap financial distress. Erdi et al. , . ukuran perusahaan dapat memoderasi pengaruh profitabilitas terhadap financial distress, namun Kibe et al. , . menyatakan hasil berbeda yaitu ukuran perusahaan tidak bisa memoderasi pengaruh profitabilitas terhadap financial Hal serupa terjadi pada pengaruh leveragedimana Bimantio & Nur . mengungkap adanya peran moderasi ukuran perusahaan pada pengaruh leverage terhadap financial distress. Sedangkan Kibe et al. , . menyatakan tidak adanya peran moderasi ukuran perusahaan pada pengaruh leverage terhadap financial distress. Perbedaan hasil juga terlihat pada pengaruh efisiensi, di mana Kibe et al. , . menunjukkan ukuran perusahaan mampu memoderasi pengaruh efisiensi terhadap financial distress, tetapi tidak dengan Kibe et al. , . yang menunjukan tidak adanya peran moderasi ukuran perusahaan pada pengaruh efisiensi terhadap financial distress. Berdasarkan inkonsistensi hasil dari penelitian sebelumnya serta mengacu pada fenomena dan latar belakang yang dijelaskan, penelitian ini meneliti bagaimana profitabilitas, leveragesertaefisiensi berpengaruh terhadap financial distressdengan mempertimbangkan peran ukuran perusahaan sebagai variabel moderator. Perbedaan dari penelitian sebelumnya yaitu terdapat pada periode waktu sehingga memungkinkan adanya perubahan yang terjadi dalam variabel serta menguji kembali apakah hasilnya tetap konsisten atau berubah. Terlebih melakukan pengamatan pada ukuran perusahaan dapat meningkatkan atau justru melemahkaninteraksi profitabilitas, leverage, dan efisiensi terhadap financial distress. Dengan demikian, masalah ini menjadi fokus utama yang akan dikaji oleh peneliti. Teori keagenan yang bergantung pada hubungan prinsipal dan agen. Menurut Jensen & Meckling . manajer menjalankan organisasi untuk mencapai tujuan mereka sendiri daripada kepentingan pemegang saham. Teori keagenan menyatakan pembiayaan utang menghambat kecenderungan manajer mementingkan diri sendiri dan oportunistik, saat mempertanggungjawabkan kinerja perusahaan manajer akan mengalami tekanan menghasilkan keuntungan guna membayar utang dan mencapai tujuan. Menurut Kibe et al. , . merupakan tanggung jawab manajer mengelola perusahaan dengan cara yang paling efektif untuk meningkatkan arus kas, keuntungan, dan pengembalian kepada pemegang saham. Ketika manajemen fokus pada tujuan maksimalisasi nilai perusahaan hal ini akan meningkatkan efisiensi operasional dan profitabilitas jangka panjang. Teori trade-offModigliani & Miller . menyatakan bahwa utang dapat digunakan membiayai operasi bisnis guna memaksimalkan nilainya. Namun perusahaan harus membatasi jumlah penggunaan utang karena memiliki lebih banyak utang akan mengurangi nilai perusahaan dan menambah resiko serta tekanan keuangan pada perusahaan. Menurut teori ini, utang dapat memberikan keuntungan pajak karena pengurangan pembayaran bunga (To, 2. Jika perusahaan belum mencapai titik optimal untuk mendapatkan keuntungan pajak dari Jurnal Equilbrium: Jurnal Ekonomi dan Pembelajarannya Vol 13 no 02 Hal 104-118 | 107 Peran moderasi ukuran perusahaan pada pengaruh profitabilitas, leverage dan efisiensi terhadap financial distress (Febriyan. utang, mereka harus menambah utang (Kurniasih et al. , 2. Ketika titik optimal penggunaan utang sudah dicapai perusahaan maka tidak diperkenankanmemperbanyak utang karena penambahan utang bisa memperbesar kemungkinan financial distress yang dapat menghilangkan perlindungan pajak dari utang. Teori trade-off mendukung variabel leverage dalam studi ini. Financial distress menurut Altman . mencakup sejumlah situasi yang dihadapi perusahaan terkait dengan kesulitan dalam hal keuangan. Situasi tersebut biasanya digambarkan sebagai failure, kebangkrutan, kepailitan, dan gagal bayar. Perusahaan yang mengalami financial distressberpotensi menurunkan kepercayaan kreditor dan pemegang saham selaku pemangku kepentingan maka mereka akan menarik diri atau menghentikan kerja sama jika perusahaan tidak segera mengatasi dan mencari solusi atas kondisi yang dialami. Dalam Naibaho & Natasya . Financial distress terjadi ketika suatu perusahaan tidak dapat menjaga stabilitas keuanganya sehingga dapat menyebabkan kerugian operasional dan rugi bersih tahun berjalan. Penyebab entitas alami financial distresshingga kebangkrutanketika tidak menunjukkan peningkatan ke arah yang lebih baik dalam dua tahun berturut dan tidak dapat melunasi utang jatuh temponya. Kemampuan entitas untuk mendapatkan laba dari operasinya dikenal dengan profitabilitas(Gyarteng, 2. Profitabilitas mencerminkan keseluruhan pendapatan dan pengeluaranperusahaan pada periode tertentu terkaitaset dan kewajiban yang digunakan(Dirman, 2. Efektifitas sebuah bisnis dalam menghasilkan laba dengan menggunakan semua asetnyamelaluiefisiensinyamenghasilkan laba bersih atas biaya disebut profitabilitas(Kebede et al. , 2. Profitabilitas relatif tinggimengindikasikan perusahaan mampu mendaur ulang keuntunganserta memanfaatkannya untuk mendanai operasi sehingga akan membatasi ketergantungan operasional dari utang dan menurunkan risiko perusahaan menghadapi masalah financial distress(Delfin & Ferrer, 2. Proporsi pendanaan aktiva perusahaan dari utang diukur dengan leverage(Dirman 2. Pengaruh tidak langsung seperti ketertarikan dan kepercayaan investor untuk berinvestasi dipengaruhi dari utang yang dimiliki entitas karena secara tidak langsung menggambarkan kondisi perusahaan sehingga rasio leveragedapat menunjukkan pengaruhnya terhadap jumlah dan prospek investasi. Leverage menentukan baik atau buruknya pembayaran utang jangka panjang pada entitas (Naibaho & Natasya, 2. Ketika perusahaan kesulitan membayar utang kepada kreditornya akanberpengaruh pada stabilitas sehingga mengakibatkan keuangan perusahaan gagal dikelola dengan baik dan menimbulkan financial distress. Perusahaan dengan leverage tinggi yang tidak dapat membayar utang kemudian mengalami masalah keuangan mengakibatkan ketidakseimbangan antara aset dan kewajiban, kesulitan untuk mendapatkan modal baru, dan ketidakmampuan untuk mengatasi peningkatan biaya modal (To, 2. Efisiensi diukur menggunakan rasio antara output dengan input. Menurut Zahara et al. efisiensi diartikan terselesaikannya tugas perusahaan dengan optimal seperti perbandingan antara input dan output dalam konteks kuantitatif. Output maksimal dengan input tetap mengindikasikan perusahaan efisien. Pentingnya efisiensi dalam operasional perusahaan dilihat dari seluruh aset yang digunakan untuk menghasilkan penjualan sehingga dapat Jurnal Equilbrium: Jurnal Ekonomi dan Pembelajarannya Vol 13 no 02 Hal 104-118 | 108 Peran moderasi ukuran perusahaan pada pengaruh profitabilitas, leverage dan efisiensi terhadap financial distress (Febriyan. mempengaruhi perolehan keuntungan (Hermanto & Dewinta, 2. Tingkat efisiensi yang tinggi sangat penting untuk mencapai keunggulan kompetitif dan memastikan kinerja perusahaan berjalan dengan baik serta menjadi kunci untuk memastikan kelangsungan perusahaan dan organisasi bisnis (Shahwan & Habib, 2. Jika perusahaan tidak bisa melakukan pemaksimalan penggunaan aset, maka penjualan yang dihasilkan perusahaan juga tidak maksimal dan memberikan potensi mengalami financial distress. Ukuran besar kecilnya perusahaan digambarkan melaluiskala dalam berbagai pendekatan, seperti jumlah aset penjualan, kapitalisasi pasar saham serta rata-rata volume Secara langsung pencerminan tinggi rendahnya aktivitas operasi digunakan untuk melihat ukuran perusahaan baik besar ataupun kecil (Liahmad et al. , 2. Jangkauan lebih luas diperoleh perusahaan berskala besar guna meraih pendanaan eksternal karena memiliki peluang memenangkan persaingan atau mempertahankan posisinya dalam industri dengan demikian pinjaman mudah didapatkan(Syuhada et al. , 2. Perusahaan besar berpengalaman pasar lebih baik maka kemungkinan kegagalan lebih tinggi akan didapatkan perusahaan kecil dengan sumber daya dan keuangan yang terbatas (Ayinaddis & Tegegne, 2. Perusahaan yang mempunyai ukuran besar akan lebih baik dalam mendiversifikasi atau memperluas asetnya dan cenderung berpeluang lebih rendah mengalami financial distress(Kebede et al. METODE Pendekatan kuantitatif melalui pengolahan dan analisis data berbasis numerik diterapkan pada penelitian. Sektor infrastruktur yang masuk daftar Bursa Efek Indonesia (BEI) pada rentang tahun 2019 hingga 2023 menjadi sasaran penelitian yaitu 67 perusahaan. Instrumen penelitian berupa data sekunder yang dikumpulkan darilaporan tahunan perusahaan yang diakses padasitusresmi BEI. Penerapan teknikpurposive sampling dengan justifikasi tertentu digunakan padastudi ini. Standar pengambilan sampel mencakup perusahaan sektor infrastruktur yang tercantum di BEI pada 2019-2023 yang mempublikasikan laporan tahunan rentang waktu tersebut serta menyajikan data dalam mata uang rupiah dan memiliki data lengkap terkait variabel yang diteliti. Mengacu padapedomanperolehan sampel, populasi awal terdapat 67 perusahaan sektor infrastruktur yang terdaftar di BEI selama periode 2019-2023. Dari jumlah tersebut hanya 50 perusahaan konsisten menerbitkan annual report, lalu 45 perusahaan diantaranya melaporkan dalam mata uang rupiah namun hanya 40 perusahaan memiliki data lengkap terkait variabel. Pada penelitian ini mengeliminasi data outlier dengan standar skor Ou 2,5 untuk menghindari data bias, maka estimasi model dapat diidentifikasi lebih awal sebelum memengaruhi hasil analisis dan sebanyak 8 perusahaan terdeteksi sebagai outlier sehingga jumlah akhir sampel penelitian didapati sebanyak 32 perusahaan infrastruktur memenuhi syarat sampel penelitian dan menghasilkan 160 data pengamatan selama periode 5 tahun dari tahun 2019 hingga 2023. Penelitian ini memiliki satu variabel dependen yaitu financial distressdengan indikator pengukuran Zscore serta tiga variabel independen meliputi profitabilitas diukur dengan ROA, leverage dihitung dengan DAR dan efisiensi menggunakan OER lalu variabel moderasi yakni ukuran perusahaandengan indikator logaritma total aset. Analisis data dilakukan dengan Jurnal Equilbrium: Jurnal Ekonomi dan Pembelajarannya Vol 13 no 02 Hal 104-118 | 109 Peran moderasi ukuran perusahaan pada pengaruh profitabilitas, leverage dan efisiensi terhadap financial distress (Febriyan. program Eviews versi 12metode regresi linier berganda untuk menganalisis pengaruh beberapa variabel bebas terhadap variabel terikat(Ghozali, 2. Bentuk persamaan regresi pada studi ini sebagai berikut: Y= 1X1 2X2 3X3 e a. Y= 1XCA 2XCC 3X3 4Z 5(XCAyZ) 6(XCCyZ) 7(X3yZ) ea. HASIL DAN PEMBAHASAN Statistik Deskriptif Date: 05/16/25 TimTabel e: 12:15 Hasil Uji Statistik Deskriptif Sam ple: 2019 2023 Financial Dis tres s Profitabilitas Leverage Efis iens i Mean Median Maxim um Minim um Std. Dev. Skewnes s Kurtos is 1,206282 1,146911 4,371968 -3,946237 1,097100 -0,435773 6,867670 0,015939 0,019512 0,242254 -1,277256 0,121823 -7,687973 81,25442 0,523629 0,490480 1,073148 0,106158 0,209792 0,133900 2,360281 0,997787 0,056313 64,91942 -1,948433 6,906197 8,290518 72,47123 Jarque-Bera Probability 104,7897 0,000000 42401,16 0,000000 3,206382 0,201253 34007,88 0,000000 Sum Sum Sq. Dev. 193,0051 191,3768 2,550292 2,359694 83,78067 6,997986 159,6459 7583,593 Obs ervations Sumber: Pengolahan data sekunder oleh penulis, 2025 Merujuk pada tabel 1, pengujian statistic deskriptif terhadap variable financial distress diperoleh mean sebesar 1,206282 mengindikasikan tingkat potensi perusahaan sector infrastruktur mengalami financial distress pada angkat tersebut, nilai minimum sebesar 3,946237 tercatat di PT Meta Epsi Tbk (MTPS) di 2021menunjukkan perusahaan dalam kondisi paling buruk dibandingkan sampel lain, nilai maksimum 4,371968 pada PT Bukaka Teknik Utama Tbk (BUKK) 2019 diartikan perusahaan paling sehat pada perusahaan sector infrastruktur, dan standar deviasi sebesar 1,097100 menunjukkan variasi antar perusahaan cukup moderat. Variabel profitabilitas mempunyai mean senilai 0,015939 maka rata-rata kemampuan perusahaan menghasilkan laba relative rendah, dengan nilai minimum -1,277256 didapatkan di PT Meta EpsiTbk (MTPS) 2021 mencerminkan kerugian yang signifikan, perolehanmaksimum 0,242254dariPT Paramita Bangun Sarana Tbk (PBSA) kurun waktu 2023 menunjukkan perusahaan memiliki laba tertinggi diantara sampel, dan 0,121823 sebagai standar deviasinya menunjukkan tingkat penyebaran profitabilitas antar perusahaan relative Variabel leverage memiliki mean 0,523629 menyatakan rata-rata rasio utang terhadap asset perusahaan berada pada 52%, minimum 0,106158 pada 2021 di PT Fimperkasa Utama Tbk (FIMP) menggambarkan perusahaan tersebut memiliki utang relative rendah, sedangkan maksimum 1,073148dari PT Centratama Telekomunikasi Indo Tbk (CENT) pada tahun 2023 menunjukkan perusahaan dengan tingkat utang yang tinggi, dan 0,209792 sebagai standar Variabel efisiensi angka minimum -1,948433 pada perusahaan PT Terregra Asia Energy Tbk (TGRA) ketika 2020 menunjukkan ketidak efisienan perusahaan, maksimum 64,91942 beradadi PT XL Axiata Tbk (EXCL) periode 2023mencerminkanefisiensi yang lebih tinggi dari perusahaan lain, rata-rata 0,997787 artinya secara umum perusahaan efisien, namun terdapat perbedaan yang sangat besarantara nilai minimum dan maksimumnya, standar deviasi 6,906197menunjukkan penyebaran sangat besar. Jurnal Equilbrium: Jurnal Ekonomi dan Pembelajarannya Vol 13 no 02 Hal 104-118 | 110 Peran moderasi ukuran perusahaan pada pengaruh profitabilitas, leverage dan efisiensi terhadap financial distress (Febriyan. Model Regresi Data Panel Uji chow, uji hausman, dan uji lagrange multiplier (LM) dilakukan guna memilih model paling optimal(Basuki, 2. Uji Chow Tabel 2. Hasil Analisis Uji Chow Redundant Fixed Effects Tests Equation: Untitled Test cross-section fixed effects Effects Test Cross-section F Cross-section Chi-square Statistic Prob. 4,738694 124,339007 0,0000 0,0000 Sumber: Pengolahan data sekunder oleh penulis, 2025 Cross-section fixed effects test equation: Dependent Variable: Ypemilihan model antara CEM atau FEM. Merujuk tabel 2. Hasil uji chowditerapkansebagai Method: Panel Least Squares probabilitas cross-section 0,0000. Nilai probabilitas 0,0000 < 0,05 Date: 05/16/25 chi-squaresenilai Time: 12:36 Sample: 2019 menunjukkan bahwa FEM2023 merupakan pendekatan paling sesuai yang diterapkan dalam Periods included: 5 HasilCross-sections uji chow menolak H32 0 maka tahapan selanjutnya dilakukan uji hausman. Total panel . observations: 160 Uji Hausman Variable Tabel 3. Coefficient Std. Error t-Statistic Hasil Analisis Uji Hausman Prob. Correlated Random Effects 2. - Hausman Test Equation: Untitled Test cross-section Test Summary Chi-Sq. Statistic Chi-Sq. Prob. R-squared 673137 Mean dependent var Cross-section 7,721630 0,0521 Adjusted R-squared 666851 S. dependent var of regression 633235 Akaike info criterion Sum squared resid 55395 Schwarz criterion Sumber: Pengolahan data sekunder oleh penulis. Log likelihood Hannan-Quinn F-statistic Durbin-Watson stat FEM 0. Hasil uji hausmandilangsungkan model antara atau REM. Berkaitan Prob(F-statisti. dengan tabel 3, probabilitas 0,0521 > 0,05 maka menolak H0 dan menunjukkan bahwa REM terpilih sebagai pendekatan terbaik. Karena dalam uji hausman menemukan model terbaik adalah REM akibatnya uji lagrange multiplier (LM) tidak dilaksanakan. Uji Asumsi Klasik Berdasarkan pengujianhausman diperoleh REM sebagai pendekatan terbaik. Sesuai denganGujarati & Porter . pengujian asumsi klasik tidak wajib dipenuhi ketika metode estimasi generalized least square (GLS) dimana model terpilih adalah REMyangmenganggap autokorelasi runtun waktu dan kaitan antarobservasi sudah teratasi. Estimator GLS menanganisifat best linier unbiased estimation (BLUE) sebagai cara pengobatan homoskedastisitas serta autokorelasi. Oleh karena itu mendukung tidak dilaksanakannya uji asumsi klasik pada studi ini. Jurnal Equilbrium: Jurnal Ekonomi dan Pembelajarannya Vol 13 no 02 Hal 104-118 | 111 Peran moderasi ukuran perusahaan pada pengaruh profitabilitas, leverage dan efisiensi terhadap financial distress (Febriyan. Analisis Regresi Data Panel Tabel 4. Hasil Analisis Regresi Data Panel Dependent Variable: Financial Dis tres s Method: Panel EGLS (Cros s -s ection random effects ) Date: 05/16/25 Tim e: 12:41 Sam ple: 2019 2023 Periods included: 5 Cros s -s ections included: 32 Total panel . obs ervations : 160 Swam y and Arora es tim ator of com ponent variances Variable Coefficient Std. Error t-Statis tic Prob. Profitabilitas Leverage Efis iens i 2,469908 4,550544 -2,520406 -0,016438 0,172979 0,384870 0,292405 0,006639 14,27866 11,82359 -8,619582 -2,475819 0,0000 0,0000 0,0000 0,0144 Effects Specification Sumber: Pengolahan data sekunder oleh penulis, 2025 Rho Didapatkanmodel analisis sebagaimana diuraikan berikut ini: Cros s -s ection random 0,398781 0,4087 Idios yncratic random 0,479649 0,5913 Y= 1X1 2X2 3X3 e Weighted Statis tics Y=2,469908 4,550544*X 1Ae2,520406*X2Ae0,016438*X3 e R-s quared 0,590628 Mean dependent var Nilai konstantaAdjus 2,469908 jika profitabilitas, dan0,571438 efisiensi bernilai nol, ted R-s 0,582755 0,753707 of regres s ion 0,486853 Sum s quared res id 36,97606 maka financial nilai Durbin-Wats sebesar on 2,469908. Profitabilitas positif F-s tatisdistress 75,02368 s tat 0,979894 Prob(F-s tatis ti. 0,000000 sertamenunjukkan pengaruh signifikan terhadap financial distressmelalui koefisien 4,550544 Unweighted Statis tics dan p-value 0,0000 makakenaikan profitabilitas meningkatkan nilai Z-score yang dapat R-s quared 0,663848 Mean dependent var 1,206282 semakin tinggi Z-score keuangan0,563216 perusahaan semakin Sum s quared res id 64,33172 Durbin-Wats on s tat Setiap kenaikan profitabilitas satu satuan akan meningkatkan Z-score 4,550544 poin dan memperkuat keuangan perusahaan secara signifikan. Sebaliknya, leverage dan efisiensi terbukti secara signifikan berpengaruh kearah negatif, koefisien leverage -2,520406 dan pvalue 0,0000 ketika leverage naik satu satuan maka Z-score menurun sebesar 2,520406 mengindikasikan kesehatan keuangan semakin buruk berakibat naiknya risiko financial Koefisien efisiensi -0,016438 dan p-value 0,0000 maka semakin rendah OER semakin efisien perusahaan, hal ini menunjukkan hubungan terbalik antara OER dan efisiensi. Peningkatan efisiensi menurunkan financial distress tercermin dari peningkatan Z-score. Artinya peningkatan leverage dan efisiensi justru menurunkan financial distress. Moderated Regression Analysis (MRA) Tabel 5. Hasil Moderated Regression Analysis (MRA) Dependent Variable: Financial Dis tres s Method: Panel EGLS (Cros s -s ection random effects ) Date: 05/16/25 Tim e: 12:52 Sam ple: 2019 2023 Periods included: 5 Cros s -s ections included: 32 Total panel . obs ervations : 160 Swam y and Arora es tim ator of com ponent variances Variable Coefficient Std. Error t-Statis tic Prob. Profitabilitas Leverage Efis iens i Ukuran Perus ahaan Profitabilitas *Ukuran Perus ahaan Leverage*Ukuran Perus ahaan Efis iens i*Ukuran Perus ahaan -2,328191 22,17426 4,205694 -0,794161 0,196426 -0,683774 -0,279367 0,024453 0,972492 4,557727 1,373501 0,111640 0,040240 0,176802 0,058475 0,003505 -2,394047 4,865201 3,062024 -7,113612 4,881315 -3,867452 -4,777567 6,975713 0,0179 0,0000 0,0026 0,0000 0,0000 0,0002 0,0000 0,0000 Sumber: Data sekunder yang diolah penulis, 2025 Rho Effects Specification Cros s -s ection random Idios yncratic random 0,436291 0,359887 0,5951 0,4049 Weighted Statis tics Mean dependent var 0,417492 Jurnal Equilbrium: Jurnal Ekonomi dan Pembelajarannya dependent var 0,694507 s quared res id 21,51569 Vol 13 no 02 HalSum Durbin-Wats on s tat 1,235451 R-s quared Adjus ted R-s quared of regres s ion F-s tatis tic Prob(F-s tatis ti. 0,719453 0,706533 0,376232 55,68560 0,000000 | 112 Peran moderasi ukuran perusahaan pada pengaruh profitabilitas, leverage dan efisiensi terhadap financial distress (Febriyan. Y= 1X1 2X2 3X3 4Z 5(X1yZ) 6(X2yZ) 7(X3yZ) e Y=-2,328191 22,17426*X1 4,205694*X2-0,794161*X3 0,196426*Z-0,683774*X1*Z0,279367*X2*Z 0,024453*X3*Z e Konstanta bernilai -2,328191 artinya jika semua variabel lain bernilai 0, maka financial distress diprediksi -2,328191. Profitabilitas secara signifikan berkontribusi menghasilkan pengaruh positif dengan koefisien senilai 22,17426 probabilitas 0,0000 berarti semakin tinggi profitabilitas maka Z-score meningkat dan financial distress menurun. Demikian pula leverage secara signifikan memiliki pengaruh ke arah positif terhadap financial distressmelalui koefisien regresi 4,205694 serta probabilitasnya 0,0026, artinya leverage tinggi akan meningkatkan Z-score sehingga kenaikan leverage diikuti dengan penurunan potensi financial Koefisien regresi pada efisiensi negatif yaitu -0,794161 probabilitas 0,0000 makanilai OER yang semakin rendah meningkatkan efisiensi dan nilai Z-score akibatnya potensifinancial distressmenurun. Secara signifikan ukuran perusahaan mampumemperlemah pengaruh profitabilitas terhadap financial distress ke arahVariable: -0,683774 serta p-value 0,0002 berarti kenaikan Dependent Financial Dis tres Method: Panel EGLS (Cros s -s ection random effects ) nilai SIZE satuDate: pengaruh profitabilitas terhadap financial distresebesar 05/16/25 Tim e: 12:41 Sam ple: 2019 2023 0,683774 poin. Periods Laluincluded: hasil 5 moderasi ukuran perusahaan memperlemahpengaruh yang Cros s -s ections included: ditimbulkan leverageterhadap distressmelalui koefisien -0,279367 p-value 0,0000 Total panel . obs ervations : 160 Swam y andfinancial Arora es timdistress ator of com ponent variances sehingga kemungkinan lebih kecil atau melemah di perusahaan Ukuran perusahaan dapat memperkuat penurunan financial Variable Coefficientpengaruh Std. Error t-Statis Prob. distress, dimana koefisien 0,024453 dengan p-value 0,0000 menunjukkan pada C regresi sebesar 2,469908 0,172979 14,27866 0,0000 Profitabilitas 4,550544 0,384870 11,82359 0,0000 perusahaan besar memiliki nilai OER semakin rendah efisiensi operasional Leverage -2,520406 0,292405 -8,619582 0,0000 Efis -0,016438 0,006639 -2,475819 0,0144 meningkat dan berdampak signifikan dalam memperbaiki keuangan karena skala ekonomi Effects Specification lebih besar akan memungkinkan penghematan biaya operasional sehingga menekan risiko Rho financial distress. Cros s -s ection random 0,398781 0,4087 Uji F Idios yncratic random 0,479649 0,5913 Tabel Hasil Uji F Weighted Statis tics R-s quared Adjus ted R-s quared of regres s ion F-s tatis tic Prob(F-s tatis ti. 0,590628 0,582755 0,486853 75,02368 0,000000 Mean dependent var dependent var Sum s quared res id Durbin-Wats on s tat 0,571438 0,753707 36,97606 0,979894 Unweighted Statis tics Sumber: Data sekunder yang diolah penulis, 2025 quareddari variabel akankahmempengaruhi 0,663848 Mean dependentsecara 1,206282 atau simultan Pengaruh yangR-s Sum s quared res id 64,33172 Durbin-Wats on s tat 0,563216 terhadap variabel tak bebas merupakan maksud dari uji F. Didasarkan table 6 diatas, probabilitas sebesar 0,000000 < 0,05 ditarik kesimpulan bahwakeseluruhan variabel bebasmeliputi profitabilitas, leverageserta efisiensi terbukti simultan mempengaruhi variabel terikat yaitu financial distress. Jurnal Equilbrium: Jurnal Ekonomi dan Pembelajarannya Vol 13 no 02 Hal 104-118 | 113 Peran moderasi ukuran perusahaan pada pengaruh profitabilitas, leverage dan efisiensi terhadap financial distress (Febriyan. Uji t Tabel 7. Hasil Analisis Uji t Hipotesis Probabilitas 0,0000 Hasil Pengujian 0,0000 0,0144 0,0002 0,0000 0,0000 Rumusan Hipotesis Coefficient Profitabilitas berpengaruh positif 4,550544 terhadap Financial distress Leverage berpengaruh negatif terhadap -2,520406 Financial distress Efisiensi berpengaruh negatif terhadap -0,016438 Financial distress Ukuran perusahaan mampu memoderasi -0,68374 pengaruh Profitabilitas terhadap Financial distress Ukuran perusahaan mampu memoderasi -0,279367 pengaruh Leverage terhadap Financial Ukuran perusahaan mampu memoderasi 0,04453 Dependent Variable: Financial Distress Efisiensi Financialrandom effect. Method: Panel EGLS terhadap (Cross-section Date: 05/16/25 Time: 12:41 Sample: 2019 2023 Sumber: Pengolahan data sekunder oleh penulis, 2025 Periods included: 5 Pada pengujianCross-sections enam hipotesis profitabilitas memiliki signifikansi 0,0000<0,05 Total panel . observations: 160 koefisien 4,550544 positif terhadap financial distresehingga Swamy and Arora estimator of component H1diterima. Leverage terbukti menyatakan pengaruh negatif terhadap financial distressmelalui Variable Coefficient Std. Error t-Statistic Prob. signifikansi 0,0000<0,05 dan koefisien -2,520406 mendukung hipotesis awal sehingga H2 2,469908 0,172979 14,27866 0,0000 Efisiensi berpengaruh negatif dengan 0,0144< 0,05 dan koefisien Profitabilitas ke arah 4,550544 0,384870 11,82359 0,0000 Leverage -2,520406 0,292405 -8,619582 0,0000 sebesar -0,016438 sesuai dengan hipotesis awal sehingga mendukung penerimaan H3. Ukuran Efisiensi -0,016438 0,006639 -2,475819 0,0144 perusahaan mampu melemahkan pengaruh profitabilitas dan leverage terhadap financial Effects Specification distress lalu ukuran perusahaan dapat memperkuat pengaruh S. efisiensi Rho terhadap financial Karena mampu memoderasi variabel sehingga H4,H5 dan H6 diterima. Cross-section random 0,398781 0,4087 Koefisien Determinasi (Adjusted R. Idiosyncratic 0,479649 0,5913 Tabel 8. Hasil Uji Koefisien Weighted Statistics Determinasi R-squared Adjusted R-squared of regression F-statistic Prob(F-statisti. 0,590628 0,582755 0,486853 75,02368 0,000000 Mean dependent var dependent var Sum squared resid Durbin-Watson stat 0,571438 0,753707 36,97606 0,979894 Unweighted Statistics Sumber: Data sekunder diolah penulis, 2025 Berdasarkan table 8, nilai R 0,582755 maka Mean leverage dan efisiensi R-squared 0,663848 1,206282 Sum squared resid 64,33172 Durbin-Watson stat 0,563216 mempengaruhi financial distress 58,27%. Sebagian lainnya yaitu 41,73% ditentukan faktor lain diluar model. Pengaruh profitabilitas terhadap financial distress Berdasarkan hasil, profitabilitas menunjukkan koefisien 4,550544 dengan probabilitas 0,0000 sehingga berpengaruh positif serta signifikan terhadap financial distress. Dengan kata lain, profitabilitas tinggi diikuti nilai Z-score tinggi sehingga risiko keuangan melemah maka dapat menghindari financial distress. Mengacu teori keagenan dimana profitabilitas tinggi dapat memperkecil potensi konflik kepentingan karena manajer termotivasi untuk mengelola perusahaan dengan baik guna mempertahankan kepercayaan investor. Dengan keuntungan yang diperoleh membuat manajer dapat menunjukkan bahwa mereka mengelola sumber daya perusahaan dengan baik, sehingga mengurangi risiko financial distress. Hasil studi ini Jurnal Equilbrium: Jurnal Ekonomi dan Pembelajarannya Vol 13 no 02 Hal 104-118 | 114 Peran moderasi ukuran perusahaan pada pengaruh profitabilitas, leverage dan efisiensi terhadap financial distress (Febriyan. selarasGyarteng . Ayinaddis & Tegegne . bahwa profitabilitas berpengaruh positif terhadap financial distress. Pengaruh leverage terhadap financial distress Leverage terbukti mempunyai pengaruhnegatifmelalui signifikansi 0,0000 < 0,05 dan koefisien -2,520406. Hal ini berarti setiap kenaikan leverage akan menurunkan nilai Z-score yang akan berpengaruh pada melemahnya keuangan dan mendorong terjadinya financial distress. Dalam teori keagenan, tingginya leverage dapat memicu konflik antara manajer dan pemegang saham karena beban bunga yang tinggi membatasi fleksibilitas manajer dalam mengelola keuangan alhasil menambah potensi kegagalan pembayaran yang dapat mengurangi nilai perusahaan dan memperbesar risiko financial distress. Sementara itu, pada teori trade-off disebutkan perusahaan akan menyeimbangkan manfaat dan biaya penggunaan utang dimana manfaat utama leverage adalah tax shield . engurangan pajak dari bunga utan. , tetapi ketika leverage melewati batas optimal, risiko kebangkrutan dan gagal bayar semakin besar sehingga meningkatkan financial distress. Dalam penelitian ini leverage yang tinggi berada pada tahap di mana biaya dan risikonya telah melebihi manfaatnya, sehingga berdampak negatif pada Zscore dan risiko financial distress meningkat secara signifikan. Konsisten dengan (Das, 2. leverage berpengaruh negatif signifikan terhadap financial distress. Pengaruh efisiensi terhadap financial distress Efisiensi bernilai-0,016438artinya efisiensi menunjukkan pengaruh negatif dengan signifikansi0,0144. Perusahaan mampu menghasilkan output maksimal dengan biaya minimal melalui efisiensi yang tinggi, perusahaan dapat mengelola operasional dan keuangannya secara efektif, sehingga menurunkan risiko financial distress. Sesuaipada teori keagenan bahwa baiknya efisiensi operasional menunjukkan kemampuan manajemen kelola perusahaan sehingga risiko terjadinya financial distress berkurang. Efisiensi juga dapat mengurangi konflik kepentingan karena keuntungan perusahaan dialokasikan secara efektif untuk mendukung keberlangsungan usaha. Konsisten denganKibe et al. , . efisiensi berpengaruh negatif terhadap financial distress. Ukuran perusahaan dalam memoderasi pengaruh profitabilitas terhadap financial Ukuran perusahaan terbukti melemahkan pengaruh profitabilitas terhadap financial distress. Artinya, ketika ukuran bertambah besar, pengaruh profitabilitas dalam mengurangi financial distress menjadi lebih lemah. Sesuai dengan prinsip teori keagenanmanajer bertindak oportunistik merugikan perusahaan seperti memperluas kekuasaan, meningkatkan kompensasi, atau melakukan investasi kurang menguntungkan, sehingga laba yang tinggi tidak sepenuhnya digunakan untuk memperkuat struktur keuangan perusahaan. Akibatnya, meskipun profitabilitas meningkat, dampaknya terhadap pengurangan risiko financial distress menjadi lebih lemah, bahkan berpotensi meningkatkan risiko apabila laba digunakan untuk keputusan yang tidak efisien. Konsisten terhadap penelitian (Erdi et al. , 2. ukuran perusahaan memoderasi dengan memperlemah pengaruh profitabilitas terhadap financial distress. Ukuran perusahaan dalam memoderasi pengaruh leverage terhadap financial distress Semakin besar ukuran perusahaan akan meningkatkan nilai Z-score sehingga pengaruh leverage dalam meningkatkan risiko financial distress akan semakin melemah. Penelitian ini Jurnal Equilbrium: Jurnal Ekonomi dan Pembelajarannya Vol 13 no 02 Hal 104-118 | 115 Peran moderasi ukuran perusahaan pada pengaruh profitabilitas, leverage dan efisiensi terhadap financial distress (Febriyan. sejalan dengan teori keagenan, penggunaan leverage dapat menyebabkan konflik kepentingan antara manajer dan pemilik perusahaan karena risiko kebangkrutan dan peningkatan biaya Namun, perusahaan besar biasanya memiliki mekanisme pengawasan dan tata kelola lebih baik sehingga memungkinkan mereka untuk mengurangi konflik dengan mengelola risiko leverage lebih efektif, dan menekan potensi financial distress yang disebabkan oleh leverage. Selain itu, pada teori trade-offperusahaan besar biasanya memiliki aset lebih besar dan memadai untuk guna menekanfinancial distress, makamereka dapat menambah leverage tanpa meningkatkan risiko financial distress secara signifikan. Konsisten dengan(Bimantio & Nur, 2. ukuran perusahaan memoderasi dengan memperlemah pengaruh leverage terhadap financial distress. Ukuran perusahaan dalam memoderasi pengaruh efisiensi terhadap financial distress Pengaruh efisiensiterhadap peningkatan Z-score akan semakin kuat pada perusahaan besar. Perusahaan dengan skala besar cenderung punys sumber daya lebih luas, akses dana mudah, skala ekonomi menguntungkan, serta mampu memitigasi dampak buruk inefisiensi. Sejalan dengan teori keagenan, perusahaan besar punya sumber daya dan sistem yang lebih baik untuk mengawasi manajemen dan mengendalikan risiko, sehingga mereka bisa memanfaatkan efisiensi secara maksimal untuk mengurangi kemungkinan terjadinya financial distress. Hasil penelitian ini sejalan dengan (Kibe et al. , 2. yang menyatakan bahwa ukuran perusahaan memoderasi dengan memperkuat pengaruh efisiensi terhadap financial distress. SIMPULAN Mengacu pada penelitian diperoleh profitabilitas memiliki pengaruh positif terhadap financial distress maka semakin tinggi laba, perolehan nilai Z-Score semakin besar yang mengakibatkan menurunnya risiko financial distress. Lalu laverage dan efisiensi memiliki dampak negatif karena semakin rendah pembiayaan perusahaan dari utang dan semakin efisien perusahaan dalam mengelola biaya operasionalmnyasehingga risiko financial distress berkurang. Ukuran perusahaan mampu memperlemah pengaruh profitabilitas dan leverage terhadap financial distress namun ukuran perusahaan memperkuat pengaruh efisiensi terhadap financial distress dalam studi ini. Penelitian ini terbatas pada 32 perusahaan sektor infrastruktur periode 2019Ae 2023, sehingga hasilnya belum sepenuhnya mewakili gambaran perusahaan di Indonesia dan masih terdapat faktor lain sebesar 41,73% yang memengaruhi financial distress di luar variabel profitabilitas, leverage, dan efisiensi. Oleh karena itu, peneliti selanjutnya disarankan memperluas cakupan sampel ke sektorlain, menambahkan variabel tambahan seperti gender diversity, serta memperpanjang periode penelitian agar hasil lebih representatif. DAFTAR PUSTAKA