GUIDENA: Jurnal Ilmu Pendidikan. Psikologi. Bimbingan dan Konseling ISSN: 2088-9623 (Prin. - ISSN: 2442-7802 (Onlin. GUIDENA Psychological Wellbeing pada Guru Bimbingan dan Konseling: Systematic Review Hanun Dzakiyyah Amin1*. Natris Idriyani1 . Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta. Indonesia. Abstract Guidance and counselling teachers play a critical role as the front line in delivering counseling services within schools. Accordingly, their psychological wellbeing is a vital factor that must be addressed. This study aims to examine psychological constructs that influence guidance and counseling teachers' wellbeing and to categorize their levels of psychological wellbeing. Utilizing a Systematic Literature Review (SLR) based on the PRISMA framework, incorporating the PICO strategy, and data inclusivity, five relevant empirical studies were analyzed. Findings indicate that emotional intelligence, family social support, self-compassion, self-efficacy, spiritual intelligence, religiosity, and demographic factors . ender and socioeconomic statu. positively influence psychological wellbeing. contrast, the empathy component of personal distress exerts a negative impact. The review also reveals that male guidance and counseling teachers exhibit higher levels of psychological wellbeing compared to their female counterparts, with overall wellbeing levels ranging from moderate to low in two assessed regions. These insights emphasize the need to enhance guidance and counseling teachers' psychological wellbeing by addressing specific contributing factors, thereby improving the quality of guidance and counseling services in schools. Future studies should broaden the scope of psychological constructs examined to further understand the complexities of teacher wellbeing. Keywords: Psychological Wellbeing. Guidance and Counseling Teacher. Systematic Review. School Counselor Article Info Artikel History: Submitted: 2025-05-06 | Published: 2025-09-30 DOI: http://dx. org/10. 24127/gdn. Vol 15. No 3 . Page: 743 - 752 (*) Corresponding Author: Hanun Dzakiyyah Amin. Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta. Indonesia. Email: hanundzakiyyah@gmail. Ini adalah artikel akses terbuka yang disebarluaskan di bawah ketentuan Lisensi Internasional Creative Commons Atribusi 4. 0, yang mengizinkan penggunaan, penyebaran, dan reproduksi tanpa batasan di media mana pun dengan mencantumkan karya asli secara benar. Page | 743 GUIDENA: Jurnal Ilmu Pendidikan. Psikologi. Bimbingan dan Konseling ISSN: 2088-9623 (Prin. - ISSN: 2442-7802 (Onlin. GUIDENA PENDAHULUAN Guru BK memiliki kaitan erat dengan aktivitas konseling di sekolah, yang mana merupakan usaha yang dilakukan guru untuk mengembangkan, mengetahui, mengarahkan, serta menciptakan suasana belajar yang kondusif di sekolah. Salah satu yang dibutuhkan dalam upaya memberikan layanan bimbingan dan konseling yang berkualitas adalah guru BK yang juga berkualitas, serta sehat secara fisik dan psikologisnya. Langston & Gordon . menemukan fenomena bahwa guru BK di sekolah internasional merasa tidak dapat menjaga kesejahteraannya sendiri, hal ini disebabkan oleh beban kerja yang terlalu berlebih di sekolah internasional. Habibah . menemukan bahwa sebanyak 35,83% guru BK atau konselor sekolah di Pekanbaru mengalami kondisi burnout, yang mana burnout berpengaruh terhadap psychological wellbeing seseorang (Yu & Chae, 2. Parameter sehat secara psikologis adalah memiliki tingkat psychological wellbeing . esejahteraan psikologi. yang baik, dengan ciri dapat menerima apa adanya diri, memiliki hubungan yang positif dengan orang lain, memiliki otonomi atau kendali atas hidupnya, memiliki pertumbuhan pribadi yang baik, mampu menguasai lingkungannya, serta memiliki tujuan hidup (Ryff, 1. Hamburger . menggambarkan psychological wellbeing sebagai kehidupan yang berjalan baik, berkombinasi dengan perasaan yang sejahtera serta dapat berfungsi secara efektif. Individu yang memiliki kesejhateraan psikologis tinggi merasa mampu, mendapatkan dukungan, puas dengan kehidupan dan mempunyai perasaan yang Psychological wellbeing memiliki korelasi positif dengan tingkat performa kerja (Briner & Dewberry, 2. , dengan kata lain, semakin tinggi tingkat kesejahteraan psikologis yang dimiliki guru bimbingan dan konseling, performa layanan bimbingan dan konseling yang diberikan juga semakin baik. Temuan Abu Bakar & Ifdil . menunjukan bahwa tingkat psychological wellbeing yang baik pada guru bimbingan dan konseling di Malaysia dapat meningkatkan kualitas layanan bimbingan dan konseling yang dilakukan oleh guru. Implikasi menganai psychological wellbeing guru bimbingan dan konseling ini adalah karena di Malaysia layanan bimbingan dan konseling menjadi isu yang sangat diperhatikan pemerintah, sementara di Indonesia masih jarang ditemui dan belum menjadi concern negara, sehingga menjadi penitng untuk dibahas lebih lanjut. Pembahasan ini juga diharapkan dapat memberikan kontribusi dalam peningkatan kualitas pelayanan bimbingan dan konseling di sekolah. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengeksplor konstruk psikologis yang dapat memengaruhi psychological wellbeing pada guru bimbingan dan konseling, serta mengetahui tingkat psychological wellbeing yang dimiliki oleh guru bimbingan dan Systematic literature review ini merumuskan pertanyaan penelitiannya menjadi, . konstruk psikologis apa yang dapat memengaruhi psychological wellbeing guru bimbingan dan konseling?. berapa tingkatan psychological welbeing yang dimiliki oleh guru bimbingan dan konseling? Page | 744 GUIDENA: Jurnal Ilmu Pendidikan. Psikologi. Bimbingan dan Konseling ISSN: 2088-9623 (Prin. - ISSN: 2442-7802 (Onlin. GUIDENA METODE Design Penelitian Metode penelitian ini adalah Systematic Literature Review (SLR) dengan menggunakan panduan PRISMA (Preferred Reporting Items for Systematic Reviews and Meta-Analyse. untuk membantu memetakan pencarian dan pelaporan artikel yang diulas (Kucera et al. Piyeiro-Cossio et al, 2. Pendekatan ini dilakukan untuk mengeksplorasi literatur mengenai psychological wellbeing pada guru bimbingan dan konseling dengan rentang waktu 2015-2025. Bagan 1. Diagram alur PRISMA Identification Identifikasi melalui database Google Scholar n: 110 Filtering Artikel disaring berdasarkan dependent variable n: 51 Appropriateness Artikel disaring kembali berdasarkan subjek penelitian n: 37 Included Artikel disaring kembali berdasarkan data inklusi n: 5 Artikel yang berhasil disaring berdasarkan dependent variable Artikel yang berhasil disaring berdasarkan subjek penelitian Literatur yang telah didapatkan disaring menggunakan panduan PICO (Population. Intervention. Comparison. Outcome. sebagaimana yang digunakan dalam penelitian Piyeiro-Cossio et al, . Tabel 1. Panduan PICO PICO Population Intervention Comparison Outcome Keterangan Guru bimbingan dan konseling, guidance and counselling teacher, school counsellor Sekolah Penelitian ini tidak memasukkan kelompok pembanding Psychological wellbeing, kesejahteraan psikologis Peneliti juga merumuskan kriteria inklusi guna memfokuskan pembahasan artikel penelitian yang akan diulas. Page | 745 GUIDENA: Jurnal Ilmu Pendidikan. Psikologi. Bimbingan dan Konseling ISSN: 2088-9623 (Prin. - ISSN: 2442-7802 (Onlin. GUIDENA Table 2. Kriteria Inklusi Penelitian Kriteria Inklusi Rentang Tahun Topik Utama Jenis Penelitian Lokasi Penelitian Bahasa Keterangan Artikel penelitian yang dipublikasi pada rentang tahun Psychological wellbeing sebagai dependent variable Artikel penelitian nasional dan internasional menggunakan metode kuantitatif yang terbuka untuk umum . pen acces. Penelitian yang dilakukan baik di Indonesia maupun di luar Indonesia Artikel penelitian yang ditulis menggunakan bahasa Indonesia dan/atau bahasa Inggris Sumber Data Sumber data yang digunakan dalam penelitian ini adalah Google Scholar, yang merupakan database berbagai jenis penelitian. Literatur yang dipilih dalam penelitian ini hanya artikel penelitian yang dapat diakses secara umum atau Open Access. Artikel-artikel tersebut dipilih berdasarkan relevansi terhadap pembahasan penelitian ini. Kata Kunci Penelitian Kata kunci yang digunakan untuk mencari literatur terkait adalah Aupsychological wellbeingAy atau Aukesejahteraan psikologisAy diikuti dengan Auguru bimbingan dan konselingAy atau Auguidance and counselling teacherAy atau Auschool counsellorAy. Berdasarkan hasil pencarian, didapatkan 110 artikel penelitian yang kemudian disaring berdasarkan PICO dan inklusivitas data, sehingga didapatkan 105 artikel yang dieliminasi karena tidak relevan dan 5 artikel sesuai yang dianalisis. HASIL DAN PEMBAHASAN Table 3. Hasil Ulasan Artikel yang Relevan Judul Kecerdasan Emosional. Dukungan Keluarga, dan Kesejahteraan pada Guru Bimbingan Konseling Tahun Penulis Ayu Rosanda Aprilianti & Lely Ika Mariyati Ringkasan Meneliti tentang hubungan antara dukungan sosial keluarga, dan psikologis pada guru bimbingan dan konseling SMA dan SMK di Kabupaten Sidoarjo dengan jumlah sampel Pengukuran skala adaptasi wellbeing yang Page | 746 Temuan Hubungan positif antara kecerdasan emosional dengan wellbeing dan dukungan keluarga Dukungan keluarga dan kecerdasan signifikan terhadap Sebesar 39,2% dipengaruhi oleh emosional dan dukungan keluarga GUIDENA: Jurnal Ilmu Pendidikan. Psikologi. Bimbingan dan Konseling ISSN: 2088-9623 (Prin. - ISSN: 2442-7802 (Onlin. mengacu pada teori Ryff & Singer Psychological Well-Being of School Counsellors Model Ku Suhaila Ku-Johari. Nur Jannah BaliMahomed. Mohd Izwan Mahmud. Salleh Amat, & Syazwani Saadon Penelitian ini meneliti tentang hubungan dan pengaruh antara self-compassion, self-efficacy, wellbeing yang wellbeing untuk guru bimbingan dan konseling sekolah menengah di Malaysia dengan jumlah sampel sebanyak Psychological wellbeing diukur skala RyffAos Prediction of Psychological Well-being based on Empathy Vietnamese School Counselors Vinh-Long Tran-Chi. Tuong-Vy VoThi. DuyDuyen DaoThi. Diem-My Nguyen-Thi, & Son Van Huynh Meneliti hubungan antara empathy wellbeing dan perbedaan tingkat wellbeing antara guru konseling wanita dan pria di Vietnam dengan jumlah 53 sampel. Pengukuran menggunakan The Mental Health Page | 747 GUIDENA Secara berurutan, wellbeing guru BK berada di menengah . ,51%) dan rendah ,43%) Keseluruhan independent variable saling berkorelasi secara signifikan Self-compassion dan self-efficacy korelasi positif yang moderat, sedangkan intelligence dan spiritual intelligence korelasi positif yang Keseluruhan independent variable memiliki hubungan yang signifikan Independent variable wellbeing guru BK, secara berurutan dari pengaruh tertinggi: emotional intelligence, selfcompassion, selfefficacy, dan spiritual Model psychological wellbeing sudah Psychological wellbeing diuji dengan empat subskala empathy: perspective taking, fantasy scale, empathic concern, personal distress Hanya ditemukan satu korelasi besar signifikan antara subskala empathy . erspective takin. GUIDENA: Jurnal Ilmu Pendidikan. Psikologi. Bimbingan dan Konseling ISSN: 2088-9623 (Prin. - ISSN: 2442-7802 (Onlin. Continuum-Short Form, yang berisi 6 item representatif Religiosity and Psychological Well-Being of School Counselors Syahril & Sitti Riadil Janna Kesejahteraan Psikologis Guru Bimbingan dan Konseling Elwas Berda Krismona & Inayah Ridhayanti Qarimah Meneliti pengaruh wellbeing guru bimbingan dan konseling SMP sederajat dan SMA sederajat di Sulawesi Selatan dengan jumlah sampel sebanyak Psychological wellbeing diukur skala RyffAos Fokus penelitian pada gambaran psikologis guru BK SMK di Bandung, dengan jumlah 58 Kesejahteraan psikologis diukur skala RyffAos GUIDENA Subskala personal distress berkorelasi kuat secara negatif Sehingga semakin tinggi personal distress, diikuti dengan Guru konselor pria memiliki tingkat wellbeing lebih tinggi dibandingkan guru konselor wanita Religiosity memiliki pengaruh yang positif terhadap wellbeing, semakin tinggi tingkat religiosity akan diikuti dengan tingginya Religiosity psychology wellbeing sebesar 0,48% Kesejahteraan psikologis berada pada tingkat sedang Guru BK pria memiliki tingkat psikologis tinggi dan guru BK wanita di tingkat sedang Status jabatan (ASN/pK/honore. dan latar belakang pendidikan juga memengaruhi tingkat psikologis guru BK di Bandung Psychological wellbeing merupakan kondisi dimana individu mampu menerima segala yang ada dalam diri, mampu menciptakan hubungan baik dengan individu lain, mampu mengatur lingkungannya sendiri, mampu mengenali dan mengembangkan potensi Page | 748 GUIDENA: Jurnal Ilmu Pendidikan. Psikologi. Bimbingan dan Konseling ISSN: 2088-9623 (Prin. - ISSN: 2442-7802 (Onlin. GUIDENA diri, mampu mandiri, dan mampu melakukan pertumbuhan pribadi (Ryff, 1. Pembahasan topik ini dapat memberikan kontribusi pada guru BK mengenai hal-hal yang dapat meningkatkan tingkat psychological wellbeing, yang mana berkorelasi dengan kualitas pemberian layanan bimbingan dan konseling di sekolah. Berdasarkan artikel penelitian yang telah diulas, total keseluruhan sampel penelitian berjumlah 657 dengan rentang populasi 53 Ae 330 guru bimbingan dan konseling. Berdasarkan satuan pendidikakn tempat guru BK bertugas, dua . penelitian fokus pada guru BK di SMA/SMK, dua . penelitian fokus pada guru BK di SMP/sederajat dan SMA sederajat, dan satu . penelitian tidak menyantumkan lokasi latar penelitian secara Sebanyak tiga dari lima . artikel yang diulas dilakukan di Indonesia (Kabupaten Sidoarjo. Sulawesi Selatan, dan Bandun. , diikuti dengan dua artikel yang dilakukan di luar negeri (Malaysia dan Vietna. Pengukuran psychological wellbeing tiga dari lima . artikel yang diulas menggunakan insturmen RyffAos Psychological Well Being Scale, satu dari lima . artikel menggunakan alat ukur adaptasi berdasarkan teori Ryff & Singer, dan 1 dari lima . artikel menggunakan The Mental Health Continuum-Short Form. Kecerdasan Emosional (Emotional Intelligenc. Dua penelitian yang diulas (Aprilianti & Maryati, 2024. Ku-Johari et al, 2. menemukan bahwa kecerdasan emosional berkontribusi terhadap psychological wellbeing guru bimbingan dan konseling. Aprilianti & Maryati . menemukan hubungan positif yang sedang antar kedua variabel ini, sementaa Ku-Johari et al . menemukan hubungan positif yang kuat. Kecerdasan emosional digambarkan oleh Goleman . sebagai kemampuan individu untuk mengatur emosinya, mampu memotivasi diri sendiri, dan mengatur emosi individu lain. Dukungan Sosial Keluarga Satu artikel penelitian yang diulas (Aprilianti & Maryati, 2. menemukan bahwa dukungan sosial keluarga memberikan sumbangan besar yang signifikan terhadap psychological wellbeing guru bimbingan dan konseling. Kontribusi sumbangan efektif yang diberikan adalah sebesar 60,8%. Schwarzer et al . menjelaskan bahwa dukungan sosial merujuk pada keberfungsian dan kualitas dari suatu hubungan sosial melalui proses interaktif individu dengan lingkungan sosialnya, yang dapat berupa dukungan dan bantuan yang diterima individu. Dukungan sosial keluarga dapat diartikan sebagai dukungan dan bantuan dari keluarga yang diterima oleh individu. Self-Compassion Satu artikel penelitian yang diulas (Ku-Johari et al, 2. menemukan bahwa selfcompassion berkontribusi positif terhadap psychological wellbeing guru bimbingan dan konseling, yang mana kontribusi tersebut berada di tingkat moderat, sebesar 66,3%. Selfcompassion digambarkan oleh Neff . sebagai individu yang memiliki sikap yang terbuka, memperlakukan dirinya dengan baik, peduli, menganggap bahwa hal negatif yang dialaminya merupakan pengalaman berharga. Self-Efficacy Temuan dalam satu artikel penelitian (Ku-Johari et al, 2. menemukan bahwa selfefficacy memiliki hubungan positif dan memberikan kontribusi positif dengan tingkat moderat terhadap psychological wellbeing guru bimbingan dan konseling, yaitu sebesar Self-efficacy digambarkan oleh Bandura . sebagai kemampuan dan keyakinan individu dalam melakukan tugas-tugasnya dengan baik. Spiritual Intelligence Page | 749 GUIDENA: Jurnal Ilmu Pendidikan. Psikologi. Bimbingan dan Konseling ISSN: 2088-9623 (Prin. - ISSN: 2442-7802 (Onlin. GUIDENA Ditemukan dalam satu artikel penelitian yang diulas (Ku-Johari et al, 2. , bahwa spiritual intelligence memiliki hubungan positif yang signifikan dan memberikan kontribusi positif yang kuat terhadap psychological wellbeing guru bimbingan dan konseling dengan besaran 71,6%. Spiritual intelligence diartikan sebagai pengetahuan dan pengalaman pribadi yang merefleksikan makna dan nilai dalam hidup (Zohar & Marshall, 2. Personal Distress of Empathy Satu artikel penelitian yang diulas (Tran-Chi et al, 2. menemukan bahwa dimensi dalam empathy yaitu personal distress memiliki hubungan negatif yang signifikan dengan psychological wellbeing guru bimbingan dan konseling. Empathy digambarkan oleh Wondra & Ellsworth . sebagai sesuatu yang mewakili emosi ketika individu merasakan emosi yang sama dengan apa yang individu lain rasakan. Personal distress sendiri digambarkan sebagai perasaan pribadi terkait kecemasan dan kegelisahan terhadap ketegangan yang terjadi antara individu dengan individu lain atau kelompok. (Davis, 1. Religiosity Satu artikel penelitian yang telah diulas (Syahril & Janna, 2. menunjukkan bahwa religiosity berkontribusi secara positif terhadap psychological wellbeing guru bimbingan dan konseling. Worden . menjelaskan religiosity sebagai kepercayaan terhadap Tuhan atau entitas lain yang disucikan dengan keteguhan hati . , nilai-nilai, dan ritual yang diajarkan. Demografi Terdapat dua dari lima artikel penelitian yang diulas (Tran-Chi et al, 2019. Krismona & Qorimah, 2. yang menyantumkan faktor demografi . enis kelamin, dan status sosial ekonom. sebagai variabel pembanding. Dua penelitian tersebut menemukan perbedaan tingkat psychological wellbeing yang dimiliki guru BK laki-laki dengan guru BK wanita (Tran-Chi et al, 2019. Krismona & Qorimah, 2. Dilanjutkan dengan faktor sosial ekonomi, dimana latar belakang pendidikan . arjana/pascasarjana/profes. dan tingkat jabatan administratif (ASN/pK/honore. turut andil dalam kontribusinya terhadap psychological wellbeing guru bimbingan dan konseling (Krismona & Qarimah, 2. Semakin tinggi status sosial ekonomi yang dimiliki guru bimbingan dan konseling, akan diikuti tingginya tingkat psychological wellbeing. Hal ini sejalan dengan faktor pemengaruh psychological wellbeing yang dikemukakan oleh Ryff & Singer . , bahwa jenis kelamin dan status sosial ekonomi menjadi faktor yang memengaruhi psychological wellbeing Kategorisasi Tingkat Psychological Wellbeing Guru BK Tiga dari lima penelitian yang diulas (Aprilianti & Mariyati, 2024. Tran-Chi et al, 2019. Krismona & Qorimah, 2. melaporkan tingkat psychological wellbeing dari guru bimbingan dan konseling yang menjadi sampel penelitian. Aprilianti & Mariyati, . melaporkan bahwa tingkat psychological wellbeing guru BK di Kabupaten Sidoarjo yang paling tinggi berada pada tingkat menengah dan rendah, dengan presentase 34,51% dan 27,43%. Tran-Chi et al . melaporkan bahwa guru BK laki-laki di Vietnam memiliki tingkat psychological wellbeing yang lebih tinggi dibandingkan dengan guru BK wanita, dengan rata-rata 3,95 dan 3,19. Krismona & Qorimah . melaporkan bahwa tingkat psychological wellbeing yang dimiliki guru BK di Kota Bandung berada pada kategori sedang dengan rata-rata 163. Page | 750 GUIDENA: Jurnal Ilmu Pendidikan. Psikologi. Bimbingan dan Konseling ISSN: 2088-9623 (Prin. - ISSN: 2442-7802 (Onlin. GUIDENA SIMPULAN Meningkatkan psychological wellbeing guru BK merupakan hal penitng guna meningkatkan efektivitas dan kualitas layanan bimbingan dan konseling di sekolah. Psychological wellbeing dapat ditingkatkan dengan memerhatikan emotional intelligence, dukungan sosial keluarga, self-compassion, self-efficacy, spiritual intelligence, religiosity, dan menurunkan tingkat personal distress. Peningkatan dan penurunan aspek-aspek tersebut dapat membuat guru BK lebih baik dalam menghadapi tantangan peran yang dihadapi. Penelitian selanjutnya dapat memperluas cakupan ilmu dari psychological wellbeing untuk mengetahui lebih lanjut kompleksitas dinamika kesejahteraan guru BK. REFERENSI