Jurnal Pendidikan Multidisipliner Volume 8 Nomor 7, Juli 2025 ISSN: 27342488 PENGARUH DISIPLIN BELAJAR BELAJAR TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA PADA MATA PELAJARAN EKONOMI KELAS X DI SMA NEGERI 1 LEWOLEMA TAHUN 2024/2025 Robertus Sira Liwun1, Maria Fatima Bongi Beribe2, Mudmainna3 Email: roberttliwun@gmail.com1, fatimaberibe49@gmail.com2, innasumitri@gmail.com3 Institut Keguruan dan Teknologi Larantuka ABSTRACT This study aims to determine the Effect of Learning Discipline on Student Learning Outcomes in the Economics Subject of Class X at SMA Negeri 1 Lewolema in the 2024/2025 Academic Year. The population in this study were class x students in the 2024/2025. Sampling in this study used random sampling with a total of 67 respondents. Data collection techniques used questionnaires, observation and documentation. The data analysis technique was simple linear regression analysis with a significance level of 5%. The results of the study indicate that there is a partial influence of learning discipline on student learning outcomes is 𝑑 β„Žπ‘–π‘‘π‘’π‘›π‘” learning discipline > 𝑑 π‘‘π‘Žπ‘π‘’π‘™ = 12.652 > 1.669 with a significant value (0.000 < 0.005). Therefore β„Žπ‘–π‘‘π‘’π‘›π‘” > π‘Žπ‘π‘’π‘™. Therefore, learning discipline has a positive and significant effect on learning outcomes. Keywords: Learning Discipline, Learning Outcomes Of Economics. ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Pengaruh Disiplin Belajar Terhadap Hasil Belajar Siswa pada Mata Pelajaran Ekonomi Kelas X di SMA Negeri 1 Lewolema Tahun Pelajaran 2024/2025. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas x 2024/2025. Pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan random sampling dengan jumlah responden sebanyak 67 orang. Teknik pengumpulan data menggunakan angket, observasi dan dokumentasi. Teknik analisis data adalah analisis regresi linear sederhana dengan tingkat signifikan 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa adanya pengaruh secara parsial disiplin belajar terhadap hasil belajar siswa adalah 𝑑 β„Žπ‘–π‘‘π‘’π‘›π‘” disiplin belajar > 𝑑 π‘‘π‘Žπ‘π‘’π‘™ = 12,652 > 1.669 dengan nilai signifikan (0.000 < 0.005). Oleh karena itu 𝑑 β„Žπ‘–π‘‘π‘’π‘›π‘” > 𝑑 π‘‘π‘Žπ‘π‘’π‘™. Oleh karena itu disiplin belajar berpengaruh positif dan signifikan terhadap hasil belajar. Kata Kunci: Disiplin Belajar, Hasil Belajar. 65 PENDAHULUAN Pendidikan memiliki peranan yang sangat penting dalam perkembangan individu dan masyarakat. Pendidikan pada umumnya bertujuan untuk membentuk manusia yang bermoral dan berilmu. Seperti yang sudah tertuang dalam Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional menyatahkan bahwa, pendidikan merupakan usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, ahklak mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa dan Negara. Disiplin sangat penting bagi setiap siswa, karena dengan adanya disiplin maka siswa akan mempunyai kecakapan mengenai cara belajar yang baik, yang merupakan pembentukan watak seseorang menuju kearah yang lebih baik. Apabila siswa memiliki kedisiplinan yang tinggi maka, semua kegiatan yang dilakukan akan tertata dengan rapi dan mendapatkan hasil belajar yang memuaskan. Adapun faktor-faktor yang dapat mempengaruhi disiplin belajar seorang siswa. Faktor-faktor tersebut diantaranya adalah faktor internal dan faktor ekseternal. Faktor internal merupakan faktor dari dalam diri siswa, yang meliputi kemampuan yang dimilikinya, seperti motivasi belajar, minat dan perhatian, disiplin, sikap dan kebiasaan belajar, ketekunan, sosial ekonomi, faktor fisik dan psikis. Faktor eksternal merupakan yang datang dari luar diri siswa atau faktor lingkungan, terutama kualitas pengajaran. Pada suatu tingkatan pendidikan menengah atas , ekonomi diberikan sebagai mata pelajaran tersendiri yaitu mata pelajaran IPS. Di SMA, beberapa siswa kurang disiplin dalam pelajaran ekonomi, yang sering dianggap sulit. Observasi dan wawancara pada 2 dan 7 Januari 2025 di SMA Negeri 1 Lewolema menunjukkan bahwa disiplin belajar siswa dalam ekonomi (IPS) masih kurang optimal, terlihat dari banyaknya siswa yang belum mencapai KKM 76. ME TODE PE NE LITIA N Penelitian kuantitatif merupakan kegiatan penelitian yang spesifikasinya adalah sistematis, terencana, dan terstruktur dengan jelas sejak awal hingga pembuatan desain penelitian, baik tentang tujuan penelitian, subjek penelitian, objek penelitian, sampel data, sumber data, maupun metodologinya (mulai pengumpulan data hingga analisis data). Dalam penelitian ini peneliti menggunakan penelitian kuantitatif untuk mengetahui seberapa besar pengaruh disiplin belajar terhadap hasil belajar siswa pada mata pelajaran ekonomi kelas X di SMA Negeri 1 Lewolema. Jenis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data kuantitatif. Metode penelitian kuantitatif digunakan untuk meneliti pada subjek penelitian disajikan berupa angka tertentu, pengumpulan data menggunakan instrumen penelitian, analisis data bersifat statistik, dengan tujuan untuk menguji hipotesis yang telah ditetapkan. Untuk data kuantitatif yang digunakan dalam penelitian ini adalah data nilai peserta didik yang diwujudkan melalui postest. Sumber data adalah tempat di mana data diperoleh, dibagi menjadi dua kategori: Data primer, yang diperoleh langsung dari responden di lokasi penelitian, dan data sekunder, yang berasal dari sumber lain dan tidak langsung dari respondenPenelitian ini menggunakan data sekunder berupa dokumentasi struktur pegawai dan sekolah. Instrumen yang digunakan adalah angket dengan skala Likert untuk memudahkan responden menjawab dan peneliti menarik kesimpulan secara kuantitatif. Skala Likert mengukur sikap individu terhadap objek tertentu (Sugiyono, 2010:138), dengan skor jawaban antara 1 hingga 5. Pengumpulan data dilakukan melalui tiga tahapan: angket, yang memberikan pertanyaan tertulis kepada responden, dan observasi, yang menganalisis perilaku individu atau kelompok secara i i i i i 66 langsung. Dokumentasi adalah proses pengumpulan data yang mencakup catatan, raport, dan buku terkait mata pelajaran Ekonomi kelas X. Populasi merujuk pada area generalisasi yang terdiri dari objek dengan karakteristik tertentu yang ditetapkan peneliti untuk dipelajari. Ini bisa mencakup guru, kurikulum, fasilitas, lembaga sekolah, interaksi dengan masyarakat, karyawan, jenis tanaman, jenis padi, kegiatan pemasaran, hasil produksi, dan lainnya. Populasi adalah keseluruhan subjek penelitian (Arikunto, 2002:108). Dalam penelitian ini, populasi yang diteliti adalah 67 siswa Kelas X SMA Negeri 1 Lewolema. Teknik analisis data melibatkan langkah-langkah pengumpulan data yang diikuti dengan analisis untuk menguji hipotesis. Data yang terkumpul akan diperiksa untuk memastikan kesesuaian dengan harapan, sebelum melanjutkan ke teknik analisis data, analisis deskriptif, dan analisis regresi linier sederhana. HASIL DAN PEMBAHASAN Analisis Hasil Penelitian Analisis Regresi Linear Sederhana Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis regresi linear sederhana dengan bantuan SPSS 27. Dalam menganalisis regresi tersebut akan diuji pengaruh disiplin belajar terhadap hasil belajar siswa pada mata pelajaran ekonomi kelas X di SMA Negeri 1 Lewolema, untuk mengetahui ada tidaknya pengaruh disiplin belajar terhadap hasil belajar. Tabel. 1 Hasil Uji Regresi Linear Sederhana. Coefficientsa Unstandardized Standardized Coefficients Coefficients Model B Std. Error Beta t 1(Constant) 73.905 .277 266.633 X .068 .005 .843 12 .252 a. Dependent VariABLe: Y Sig. < .001 <.001 Berdasarkan tabel hasil uji regeresi linear sederhana diatas diketahui bahwa, nilai Constant (a) sebesar 73,.905 sedangkan nilai koefisien regresi sebesar 0,068 sehingga persamaan regresinya dapat ditulis; Y = 73,905+0.068 1. Kostanta sebesar 73.905, dinyatakan bahwa jika tidak ada kenaikan dari raidikal disiplin belajar maka nilai hasil belajar siswa adalah 73,973. 2. Koefisien regresi pada disiplin belajar (X) pada tabel diatas mengajukan hasil positif yang menyatakan bahwa setiap ada penambahan satu skor atau nilai pada variabel disiplin belajar (X) maka akan memberikan pengaruh positif juga kepada variabel hasil belajar (Y). Uji Asumsi Klasik Uji Autokorelasi Persamaan regresi yang baik adalah tidak memiliki masalah autokorelasi. Jika terjadi autokorelasi maka persamaan tersebut tidak layak dipakai prediksi. Dalam penelitian ini, uji autokorelasi dilakukan dengan menggunakan uji Durbin-Watson (DW test). Hasil uji autokorelasi tertera pada tabel sebagai berikut: 67 Tabel. 2 Hasil Uji Autokorelasi Model Summaryb Adjusted R Std. Error of Model R R Square Square the Estimate 1 .155a .024 .009 2.71771 a. Predictors: (Constant), X b. Dependent VariABLe: Y Durbin-Watson 1.982 Berdasarkan tabel hasil uji autokorelasi di atas diketahui nilai DW (Durbin Watson), selanjutnya nilai ini akan dibandingkan dengan nilai tabel DW dengan signifikansi 5%, diketahui jumlah data n = 67 dan jumlah variabel independen k = 1 maka diperoleh nilai DU (Batas atas) sebesar 1,6343 nilai DW 1,982 ini lebih kecil dari batas atas (DU) yakni 1.6343 , sehingga dapat disimpulkan bahwa terdapat autokorelasi. Uji Multikolinearitas Uji multikolinearitas digunakan untuk menguji apakah suatu model regresi penilitian terdapat korelasi antar variabel independen (bebas). Model regresi yang baik adalah yang tidak terjadi korelasi antara variabel independen dan dependen dari gejala multikolinearitas. Untuk mengukur hasil uji multikolinieritas dengan melihat nilai tolerance maka, alat bantu yang digunakan yaitu SPSS 27, jika VIF ( variance inflation faktor) > tolerance maka Ho ditolak dan Ha diterima, sedangkan jika VIF < jika tolerance maka Ho diterima dan Ha ditolak. Tabel. 3 Hasil Uji Multikoliniearitas Coefficientsa Unstandardized Standardized Coefficients Coefficients Collinearity Statistics Model t Sig. Std. B Beta Error Tolerance VIF (Constant) 73.905 2.773 26.653 .000 1 X .068 .054 .155 1.265 .210 1,000 1,000 a. Dependent VariABLe: Y Dari tabel hasil uji multikolinearitas di atas diketahui bahwa nilai tolerance disiplin belajar 1.000 > 0.1 dan nilai VIF 1.000 > 10, maka dapat disimpulkan tidak terjadi multikolinieritas antara variabel bebas atau Ho diterima. Uji Heteroskedastisitas Uji heteroskedastistas adalah uji yang menilai apakah ada tidak kesamaan varian dari residual untuk semua pengamatan pada model regresi linear. Uji ini merupakan salah satu dari uji asumsi klasik yang harus dilakukan pada regresi linear. Apabila asumsi heteroskedastistas tidak terpengaruhi, maka model regresinya tidak valid. Gambar. 1 Hasil Uji Heteroskedastisitas 68 Berdasarkan scatterplots di atas, titik data tersebar di atas, bawah, dan sekitar angka 0, tanpa mengumpul di satu sisi. Penyebaran titik tidak bergelombang, melainkan melebar, menyempit, dan melebar lagi. Karena tidak ada pola yang jelas, dapat disimpulkan bahwa tidak ada masalah heteroskedastisitas, sehingga model regresi yang baik dapat terpenuhi. Koefisien Determinasi (R2) Koefisien determinasi atau koefisien penentu digunakan untuk mengetahui besarnya sumbangan pengaruh variasi (naik atau turunnya) variabel bebas terhadap variasi (naik atau turunnya) variabel terikat. Koefisien determinasi dapat dilihat dari nilai r square (R2) Hasil uji determinasi dalam penelitian ini adalah sebagai berikut: Tabel.4 Koefisien Determinasi Model Summaryb Adjusted R Std. Error of Model R R Square Square the Estimate 1 .843a .711 .707 .27177 a. Predictors: (Constant), X b. Dependent VariABLe: Y1 Durbin-Watson 1.982 Berdasarkan koefisien determinasi yang disajikan pada tabel diatas dapat diketahui bahwa nilai RΒ² sebesar 0.711 . Artinya variabel disiplin belajar memberikan kontribusi positif terhadap hasil belajar siswa sebesar 71.1% sedangkan sisanya 28.9% dipengaruhi oleh faktor lain yang tidak diteliti. Uji Hipotesis Uji Parsial (Uji t) Uji statistik t dilakukan untuk mengukur pengaruh dan signifikansi variabel independen secara individual terhadap variabel dependen. Penelitian ini bertujuan menguji pengaruh disiplin belajar terhadap hasil belajar. Hasil analisis hubungan antara hasil belajar dan disiplin belajar (X) disajikan dalam tabel berikut: Tabel .5 Hasil Uji t Coefficientsa Standardize Unstandardized d Coefficients Coefficients Model B Std. Error Beta t 1 (Consta 73.90 .277 266.533 nt) 5 X .068 .005 .843 12.652 a. Dependent VariABLe: Y1 Sig. .000 .000 Berdasarkan tabel hasil uji t diatas menunjukan bahwa variabel disiplin belajar dengan nilai 𝑑 β„Žπ‘–π‘‘π‘’π‘›π‘” > 𝑑 π‘‘π‘Žπ‘π‘’π‘™ yaitu 12,652 > 1,669 atau dengan probabilitas 0,000 < 0,005 artinya apabila variabel disiplin belajar (X) ditingkatkan maka variabel hasil belajar (Y) akan meningkat maka hasil diatas menunjuhkan bahwa disiplin belajar (X) mempunyai pengaruh signifikan terhadap variabel hasil belajar (Y). Pembahasan Hasil Penelitian Pengaruh Disiplin Belajar Terhadap Hasil Belajar Siswa Seorang siswa yang memiliki disiplin belajar yang baik akan mempunyai kecakapan mengenai cara belajar. Hal ini sangat diperlukan guna tercapainya hasil belajar, sebab berhasil tidaknya siswa dalam usahanya pada dasarnya tergantung pada bagaimana ia melakukan cara- cara belajar yang baik. Seperti yang dikemukan Tu’u 69 (2004:30), disiplin belajar merupakan sikap patuh dan tunduk terhadap proses belajar, termasuk mengikuti aturan dan tata tertib yang telah ditetapkan. Dalam penelitian ini peneliti menguji hipotesis dari besarnya variabel disiplin belajar (X) terhadap hasil belajar (Y). Berdasarkan analisis dapat diketahui besarnya pengaruh secara parsial disiplin belajar terhadap hasil belajar siswa adalah 𝑑 β„Žπ‘–π‘‘π‘’π‘›π‘” disiplin belajar > 𝑑 π‘‘π‘Žπ‘π‘’π‘™ =12,652 > 1.669 dengan nilai signifikan (0.000 < 0.005). Oleh karena itu 𝑑 β„Žπ‘–π‘‘π‘’π‘›π‘” > 𝑑 π‘‘π‘Žπ‘π‘’π‘™ maka disiplin belajar berpengaruh positif dan signifikan terhadap hasil belajar siswa pada mata pelajaran ekonomi kelas X di SMA Negeri 1 Lewolema tahun pelajaran 2024/2025. Hasil penelitian tersebut menunjukan bahwa untuk meningkatkan hasil belajar sala satunya adalah dengan meningkatkan disiplin belajar siswa. Penelitian ini sejalan dengan penelitian dilakukan oleh Futri Utami 2015, dengan judul” pengaruh disiplin belajar terhadap hasil belajar siswa mata pelajaran ekonomi” menunjukan dari hasil pegujian hipotesis diperoleh bawah t hitung > t tabel yaitu 3,901 > 1,982 maka disimpulkan bahwa Ho ditolak dan Ha diterima. Dengan demikian disiplin belajar memberi pengaruh yang signifikan terhadap hasil belajar siswa. Berdasarkan hasil penelitian, yang melalui uji regresi linear sederhana dapat disimpulkan bahwa adanya pengaruh yang signifikan disiplin belajar terhadap hasil belajar siswa pada mata pelajaran ekonomi kelas X di SMA Negeri 1 Lewolema Tahun pelajaran 2024/2025. Hasil uji regresi linier sederhana mendapatkan t h𝑖𝑑𝑒𝑛𝑔 > 𝑑 π‘‘π‘Žπ‘π‘’π‘™ dengan signifikan 0,000 < 0,005 maka, disiplin belajar berpengaruh positif dan signifikan terhadap hasil belajar mata pelajaran ekonomi atau dengan kata lain semakin meningkatnya disiplin belajar maka hasil belajar. KESIMPULAN Analisis menunjukkan bahwa disiplin belajar berpengaruh positif dan signifikan terhadap hasil belajar siswa kelas X pada mata pelajaran ekonomi di SMA Negeri 1 Lewolema tahun ajaran 2024/2025. Koefisien regresi positif mengindikasikan bahwa peningkatan disiplin belajar akan meningkatkan hasil belajar, sedangkan penurunan disiplin akan menurunkan hasil belajar. Oleh karena itu, disiplin belajar sangat penting untuk meningkatkan hasil belajar siswa di kelas X pada mata pelajaran ekonomi di SMA Negeri 1 Lewolema tahun ajaran 2024/2025. DAFTAR PUSTAKA Arikunto, S . 2002 . Metodologi Penelitian suatu Pendekatan Proposal. Jakarta: PT: Rineka Cipta. Sugyono, 2010. Metode Penelitian Pendidikan Pendekatan Kuantitatif, Kualitatif, dan A&D. Baandung : Alfabeta. Tu’u, Tulus. 2004. Peran Disiplin Pada Perilaku dan Prestasim Siswa ,h 38-42. Jakarta: Rineka Cipta. Undang-undang Nomor 20 Tahun 2003 Tentang ” Sistem Pendidikan Nasional”. 70