Jurnal Pengelolaan Perkebunan Vol. No. Oktober 2024, pp. ISSN 2549-144X http://ojs. id/index. php/JPP/index Palmgrow sebagai Alternatif Media Tanam Hidroponik Berbahan Tandan Kosong Kelapa Sawit (TKKS) Syamuddin Harahap a,1,*. Pande Raja Aruan a,2. Yanu Dwi Aryanto a,3 *a Politeknik LPP Yogyakarta. Indonesia 1 smd@polteklpp. 2 aruanpanderaja@gmail. 3 yanudapakel@gmailcom *Correspondent Author Received: 27 Juli 2024 Revised: 1 September 2024 Accepted: 20 September 2024 KATAKUNCI ABSTRAK Alternatif Hidroponik Media Tanam Palmgrow TKKS Tandan kosong kelapa sawit (TKKS) merupakan salah satu limbah terbesar dalam proses pengolahan kelapa sawit. Pengolahan setiap 1 ton kelapa sawit menghasilkan 23% atau 230 kg biomassa TKKS. Keberadaan TKKS yang berlebihan dapat menimbulkan bau busuk dan memicu tumbuhnya jamur yang dapat mengganggu pertumbuhan tanaman kelapa sawit di sekitarnya. Pemanfaatan TKKS sebagai media tanam hidroponik memiliki keuntungan sebagai limbah padat yang dapat didaur ulang sehingga mengurangi dampak negatif terhadap Tujuan penelitian ini adalah mengetahui efektivitas media alternatif palmgrow yang ramah lingkungan sebagai media tanam hidroponik alternatif dan untuk mengetahui apakah media tanam alternatif palmgrow yang berbahan dasar TKKS dapat memenuhi syarat sebagai media tanam hidroponik. Metode penelitian ini adalah metode eksperimental analisis deskriptif dengan 4 perlakuan P1. P2. P3 dan P4. Setiap perlakuan hanya dibedakan dengan komposisi perekat yaitu 15gr, 17,5gr, 20gr, dan 22,5gr yang diulang sebanyak 3 Pengujian yang dilakukan diantaranya uji daya serap, uji kerapatan, uji pH, dan uji kandungan unsur hara. Berdasarkan hasil uji palmgrow yang terbuat dari bahan baku TKKS dapat memenuhi persyaratan media tanam hidroponik di mana palmgrow memiliki daya serap yang berkisar antara 52-59%, kerapatan 0,59 - 0,71 gr/cm3, nilai pH yaitu 5,5-6,5 dan kandungan unsur hara esensial yang mendukung pertumbuhan dan perkembangan tanaman pada sistem KEYWORDS Alternative EFB Hydroponics Palmgrow Planting Media Palmgrow as an Alternative Hydroponic Planting Media Made from Empty Fruit Bunches (EFB) Empty palm oil bunches (EFB) are one of the largest wastes in the palm oil processing process. Processing every 1 ton of oil palm produces 23% or 230 kg of EFB biomass. The excessive presence of EFB can cause a foul odor and trigger the growth of fungi that can interfere with the growth of surrounding oil palm plants. The utilization of EFB as a hydroponic planting medium has the advantage of being solid waste that can be recycled thus reducing the negative impact on the The purpose of this study was to determine the effectiveness of environmentally friendly. Palmgrow as an alternative hydroponic planting medium and to determine whether palmgrow alternative planting media made from EFB can qualify as a hydroponic. This research method is experimental method of descriptive analysis with 4 treatments P1. P2. P3 and P4. Each treatment was only http://doi. org/10. 54387/jpp. Jurnal Pengelolaan Perkebunan Vol. No. Oktober 2024, pp. ISSN 2549-144X differentiated by the composition of the adhesive, namely 15gr, 17. 20gr, and 22. 5gr which was repeated 3 times. Tests carried out include absorption test, density test, pH test, and nutrient content test. Based on the test results palmgrow made from TKKS raw materials can meet the requirements of hydroponic growing media where palmgrow has an absorption capacity ranging from 52-59%, a density of 0. 59 - 0. 71 gr / cm3, a pH value of 5. 5 and the content of essential nutrients that support plant growth and development in the hydroponic system. This is an open-access article under the CCAeBY-SA license. Pendahuluan Pertumbuhan pesat kebun kelapa sawit di Indonesia telah menjadi sumber pendapatan yang signifikan, pada tahun 2022 menurut BPS produksi CPO Indonesia mengalami peningkatan menjadi 46,82 juta ton, dan peningkatan nilai ekspor yang signifikan menjadi 29,75 miliar US dolar. Perkembangan ini juga membawa tantangan terkait pengelolaan limbah. Tanaman kelapa sawit menghasilkan limbah padat dan cair. Jenis limbah cair yaitu lumpur sekunder dan bahan yang terkontaminasi minyak sawit . Sabut kelapa sawit . iber cak. merupakan salah satu limbah terbesar yang dihasilkan dalam proses pengolahan minyak kelapa sawit . Pengolahan Setiap produksi 1 ton kelapa sawit dihasilkan biomassa TKKS sebanyak 23% atau 230 kg . Saat ini. TKKS di Perkebunan Kelapa Sawit (PKS) hanya diolah untuk bahan bakar boiler dan terkadang dibiarkan di lahan perkebunan untuk dijadikan pupuk. Menurut Tarkono dan Ali H . Keberadaan TKKS yang berlebihan dapat menimbulkan bau busuk dan memicu tumbuhnya jamur yang dapat mengganggu pertumbuhan tanaman kelapa sawit di Limbah tandan kosong sawit merupakan hasil sampingan dari proses pengambilan biji, dengan kandungan air mencapai 61 Ae 72 %. TKKS memiliki potensi yang cukup besar diaplikasikan pada bidang industri, yaitu bidang material, bidang kimia dan bidang energi. Produk olahan TKKS dapat dikembangkan untuk pemenuhan bahan baku industri . Selain sebagai pupuk organik yang mengandung unsur hara seperti C. P, dan K . TKKS juga memiliki potensi besar yang belum dimanfaatkan karena kandungan selulosa yang tinggi, yaitu sekitar 45-50% . Serat selulosa ini kuat, kaku, dan tidak larut dalam air, sehingga dapat digunakan sebagai bahan baku biodegradable untuk media tanam . Salah satu pendekatan yang menarik adalah penggunaan TKKS sebagai bahan dasar pembuatan Palmgrow sebagai media tanam organik untuk Hidroponik. Media tanam yang umum digunakan dalam budidaya hidroponik adalah rockwool. Namun, ada beberapa kelemahan dalam penggunaan rockwool yaitu harganya yang relatif mahal, terutama jika harus diimpor. Pemanfaatan TKKS sebagai media tanam hidroponik memiliki beberapa keunggulan, yaitu merupakan limbah padat yang dapat didaur ulang, hal ini dapat mengurangi dampak negatif TKKS terhadap lingkungan. Selain itu TKKS memiliki sifat yang sesuai dengan kebutuhan tanaman hidroponik yaitu mampu menyerap air dan nutrisi dengan baik, menyediakan oksigen bagi akar tanaman, dan memberikan struktur yang kuat dan stabil serta memiliki harga yang terjangkau tersedia dalam jumlah yang banyak dan dapat diperoleh dengan harga yang terjangkau. Berdasarkan uraian di atas maka penting untuk melakukan penelitian tentang bahan strategi limbah TKKS sebagai media tanam hidroponik yakni palmgrow sebagai media tanam alternatif hidroponik dalam upaya untuk pengelolaan limbah yang lebih efisien dan pertanian Syamuddin Harahap et al. (Palmgrow sebagai Alternatif Media Tanam Hidroponik. Jurnal Pengelolaan Perkebunan Vol. No. Oktober 2024, pp. ISSN 2549-144X Metode Penelitian dilaksanakan selama 10 minggu dari 20 November 2023 sampai 30 Januari 2024 di Laboratorium Budidaya Tanaman Utama (BTU) Politeknik LPP Yogyakarta. Bahan utama adalah TKKS yang diambil dari Pabrik Cikasungka. Bahan pendukung yang digunakan di antaranya tepung tapioka, serta air. Alat-alat yang digunakan yaitu oven, pH meter, parang, grinder, ember, baskom, cetakan palmgrow, ayakan, timbangan, kuali/wajan, spatula, kompor. Metode penelitian yang digunakan adalah metode eksperimen analisis deskriptif dengan 4 perlakuan yang diulang sebanyak 3 kali. Perlakuan yang digunakan adalah penggunaan media tanam alternatif palmgrow berbahan baku TKKS dengan tiga konsentrasi perekat yang berbeda, yaitu 15gr, 17,5gr, 20gr dan 22,5gr. P1 :TKKS halus 50gr TKKS Kasar 50 gr air 250ml Tepung tapioka 15gr P2 :TKKS halus 50gr TKKS Kasar 50 gr air 250ml Tepung tapioka 17,5gr P3 :TKKS halus 50gr TKKS Kasar 50 gr air 250ml Tepung tapioka 20gr P4 :TKKS halus 50gr TKKS Kasar 50 gr air 250ml Tepung tapioka 22,5gr Parameter Pengujian Uji Daya Serap Air Pengujian daya serap air dengan cara mengambil sampel berukuran 5 cm x 5 cm x 1 cm, lalu ditimbang berat awalnya. Kemudian direndam selama 2 jam, setelah itu keringkan selama 30 menit, ditunggu sampai air tidak menetes lalu ditimbang sebagai berat setelah Nilai penyerapan air dihitung dengan rumus . % yaycaycyca ycIyceycycaycy yaycnyc = yaAycaOeyaAyc y 100% . yaAyca Keterangan : = daya serap (%) = berat contoh uji sebelum direndam . = berat contoh uji setelah perendaman . Uji Densitas . Pengujian kerapatan pertama dengan mengambil sampel berukuran 5 cm x 5 cm x 1 cm, selanjutnya ditimbang. Kemudian diukur volume contoh uji. Kerapatan dihitung menggunakan rumus . yaA yayceycycaycyycaycycaycu: ya = ycO . Keterangan: = Kerapatan . /cmA) = Berat contoh uji . = Volume contoh uji . mA) Uji pH pH diukur menggunakan pH meter dengan cara dikalibrasi. Sampel sebanyak 10 gram dihancurkan dan dihomogenkan dengan 90 ml aquadest. Kemudian diukur dengan pH meter yang telah dikalibrasi dengan buffer standar pH 4 dan 7 . Uji Unsur Hara Unsur hara yang di Uji pada palmgrow dan yaitu unsur hara makro (C. P dan K) dan unsur hara mikro (Fe. Mn. Zn. dimana unsur hara tersebut dapat membantu pertumbuhan dan perkembangan tanaman terutama pada media tanam hidroponik. Syamuddin Harahap et al. (Palmgrow sebagai Alternatif Media Tanam Hidroponik. Jurnal Pengelolaan Perkebunan Vol. No. Oktober 2024, pp. ISSN 2549-144X Hasil dan Pembahasan Hasil Uji Daya Serap Salah satu karakteristik media tanam adalah kemampuan dalam menyimpan air. Uji daya serap air bertujuan untuk mengetahui batas kemampuan maksimum media dalam menyimpan Berikut ini hasil rerata uji daya serap Palmgrow. Tabel 1. Hasil Uji Daya Serap Palmgrow Perlakuan Ulangan (%) Rerata (%) Hasil pengujian daya serap air dapat dilihat pada Tabel 1 menunjukkan nilai daya serap air tertinggi terdapat pada perlakuan P1 (Perekat 15g. yaitu sebesar 58,8% dan daya serap air terkecil terdapat pada P4 (Perekat 22,5g. yaitu sebesar 52,6%. Hubungan naiknya kadar perekat terhadap naiknya daya serap air media sudah mulai tampak. Sehingga jenis dan komposisi perekat memberikan pengaruh tersendiri terhadap kualitas media tanam . Serta pengaruh jumlah kadar air pada setiap perlakuan memberikan hasil yang berbeda. Berdasarkan hasil uji one-way anova didapatkan nilai signifikan sebesar 0,470 (P>0,. sehingga setiap perlakuan pada pemberian perekat tidak berpengaruh seignifikan terhadap daya serap air palmgrow. Hal ini juga disebabkan pada setiap perlakuan jumlah kadar air yang berbeda, dikarenakan kadar air akan sangat berpengaruh dalam mempercepat terjadinya perubahan dan penguraian yang terjadi pada media tanam . Rendahnya daya serap air pada perlakuan P2 ,P3, dan P4 dibandingkan dengan P1 disebabkan oleh rapatnya permukaan palmgrow akibat penggunaan perekat tapioka yang lebih banyak 2,5g pada setiap perlakuan, hal ini berpengaruh pada air yang masuk ke dalam media tanam palmgrow menjadi terhambat kemungkinan tingginya konsentrasi perekat tersebut membuat palmgrow mengeras, apalagi setelah dilakukan pengeringan melalui oven pada suhu 1000C selama 10 jam dan proses pengeringan dengan sinar matahari 2-3 hari dengan tujuan untuk memastikan proses pengeringan optimal kebagian terdalam palmgrow. Hal ini juga sejalan dengan Akhir et al,. bahwa peningkatan penggunaan perekat tapioka hingga 12%, hal ini berpengaruh pada air yang masuk ke dalam wadah semai menjadi terhambat kemungkinan tingginya konsentrasi perekat tersebut membuat wadah semai mengeras, apalagi setelah dilakukan pengeringan melalui oven pada suhu 60oC selama 2 hari. Jika dibandingkan dengan rockwool, daya serap palmgrow termasuk rendah hanya berkisar 5259% sementara rockwool memiliki rerata daya serap 90 Ae 94,7%. Hasil Uji Densitas Palmgrow Pada penelitian ini dilakukan pengukuran density atau kerapatan media tanam palmgrow dalam berbagai komposisi perekat yang berbeda. Hasil pengujian bobot isi atau kerapata partikel bahan organik terlihat pada Tabel 2 berikut ini. Syamuddin Harahap et al. (Palmgrow sebagai Alternatif Media Tanam Hidroponik. Jurnal Pengelolaan Perkebunan Vol. No. Oktober 2024, pp. ISSN 2549-144X Tabel 2. Hasil Uji Densitas Palmgrow Ulangan . /cm. 0,59 0,60 0,60 0,59a 0,63 0,63 0,64 0,63b 0,67 0,68 0,68 0,67c 0,70 0,72 0,72 0,71d Perlakuan Rerata . /cm. Keterangan: Angka-angka yang diikuti huruf yang sama menunjukkan tidak terjadi beda nyata berdasarkan uji lanjut Duncan pada taraf 5% (P> 0,. Pada penelitian ini dilakukan pengukuran density atau kerapatan media tanam palmgrow dalam berbagai komposisi perekat yang berbeda. Hasil pengujian bobot isi atau kerapatan partikel bahan organik terlihat pada Tabel 2 menunjukkan nilai tertinggi untuk palmgrow dengan (P. perekat 22,5gr yaitu 0,71 gr/cm3 diikuti (P. 0,67 gr/cm3 (P. perekat 17,5 gr dengan density sebesar 0,63gr/cm3 dan (P. perekat 15gr dengan density 0,59gr/cm3. Nilai density hasil pengukuran didapatkan pada berbagai komposisi nilai kerapatannya semakin tinggi. Hal ini dikarenakan perbedaan dari setiap komposisi perekat palmgrow mempengaruhi nilai kerapatan. Hal ini sejalan dengan penelitian Isworo et al,. menjelaskan bahwa pada berbagai komposisi perekat yang berbeda dalam pembuatan media didapatkan bahwa semakin tinggi komposisi bahan perekat maka nilai kerapatan atau density semakin tinggi. Hal ini disebabkan karena ikatan antar material semakin rapat dan padat. Penggunaan tepung tapioka sebagai perekat mempunyai sifat yang menguntungkan dalam pengolahan kerekatan, kemurnian larutannya tinggi, kekuatan gel yang baik dan daya rekat yang tinggi sehingga banyak digunakan sebagai bahan perekat. Komposisi kimia pati tapioka per 100 gram meliputi kadar air 9. 10%, karbohidrat 88. 2%, protein 1. 1%, lemak . Sehingga, semakin tinggi penggunaan perekat tapung tapioka dalam pembuatan media tanam maka akan mempengaruhi tingkat kepadatan dari suatu media tanam tersebut. Penggunaan tepung tapioka sebagai perekat dalam pembuatan media tanam juga berpengaruh dalam kekerasan dari media tanam tersebut, hal ini dikarenakan fungsinya yang merekatkan dari setiap partikel yang ada pada media tanam tersebut sehingga pada media tanam palmgrow juga didapati bahwa perlakuan P4 memilki kekerasan yang lebih tinggi dibandingkan perlakuan P3. P2, dan P1 Nilai density atau kerapatan media tanam mineral berkisar 0,7-1 g/cm3, sedangkan media tanam organik umumnya memiliki berat isi atau kerapatan antara 0,1-0,9 g/cm3 . Beberapa jenis media tanam organik yang mempunyai berat isi kurang dari 0,9 g/cm3, bahkan ada yang kurang dari 0,1 g/cm3 misalnya media tanam mineral seperti rockwool. Sehingga pada media tanam palmgrow masih sesuai dalam kerapatan atau density nya sebagai media tanam organik dikarenakan nilai kerapatan palmgrow masih berada diantara 0,1-0,9 g/cm3. Semakin tinggi nilai densitas makin sulit ditembus air atau ditembus oleh akar tanaman dan memiliki porositas yang rendah, juga sebaliknya. Kerapatan media tanam berperan terhadap infiltrasi, kepadatan media tanam, permeabilitas, tata air, struktur, dan porositas . Hasil Uji pH Palmgrow Untuk menghasilkan tanaman yang perkembangannya optimal maka dibutuhkan pengaturan nutrisi dan pH yang tepat. Hasil uji pH Palmgrow pada penelitian dapat dilihat pada Syamuddin Harahap et al. (Palmgrow sebagai Alternatif Media Tanam Hidroponik. Jurnal Pengelolaan Perkebunan Vol. No. Oktober 2024, pp. ISSN 2549-144X Tabel 3. Hasil Uji pH Palmgrow Ulangan . H) 5,97 6,14 5,96 6,02 6,04 6,13 5,93 6,03 5,77 6,10 5,96 5,94 5,92 6,08 5,95 5,98 Perlakuan Rerata . H) Pada hasil uji one-way anova didapatkan nilai signifikan sebesar 0,777 (P>0,. sehingga setiap perlakuan pada pemberian perekat tidak berpengaruh seignifikan terhadap nilai pH Berdasarkan SNI 19-7030-2004 rerataan nilai pH Palmgrow . ,94-6,. tidak sesuai dengan standar media tanam organik kompos yang berkisar 6,80-7,49. Namun SNI 197030-2004 ini menjadi acuan karena untuk media tanam hidroponik belum ada standarnya dan SNI tersebut menjelaskan mengenai acuan bagi produsen kompos dalam memproduksi kompos serta tidak menjelaskan standar ini digunakan pada tanaman umum. Sementara itu, setiap tumbuhan juga membutuhkan nilai pH yang berbeda, tergantung jenis tanamannya. Namun pada umumnya tanaman membutuhkan pH antara 5. 5 sampai 6. 5, dan dimana pH tersebut sesuai dengan pertumbuhan tanaman hidroponik . Sehingga media tanam organik palmgrow mampu menjadi media tanam hidroponik yang mendukung pertumbuhan tanaman Hal ini juga sejalan dengan Pancawati dan Yulianto . menerangkan pH ideal pada tanaman hidroponik rata-rata berkisar 5,5-6,5. Nilai pH palmgrow hampir mirip dengan nilai pH rockwool yang berkisar 6,2-7,4. Menurut Bazhar . beberapa tanaman yang ditanaman pada sistem hidroponik seperti sawi, pakcoy dan kangkung juga terdukung pertumbuhannya dikarenakan nilai kisaran pH pada 5-7 sehingga unsur hara menjadi mudah larut dan cukup tersedia bagi tanaman. Hal ini sesuai dengan kisaran nilai pH yang dimiliki palmgrow dimana pH antara 5-6 mampu mendukung syarat pertumbuhan tanaman sayuran pada sistem hidroponik. Keunggulan media tanam hidroponik lebih dikarenakan sifat - sifatnya yang mudah mengikat air, memiliki aerasi dan drainase yang baik, memiliki nilai pH rentang optimal serta bertekstur lunak sehingga mudah ditembus akar tanaman . Hasil Uji Unsur Hara Palmgrow Penelitian ini menganalisis kandungan logam mikro dan kandungan hara makro Palmgrow. Daya serap air unsur hara pada perlakuan P1 yang paling baik, maka dijadikan sebagai acuan untuk menguji efisiensi penyerapan nutrisi. Hal ini penting diperhatikan dalam budidaya tanaman menggunakan sistem hidroponik, karena dalam sistem ini air digunakan sebagai media utama, sehingga efisiensi penyerapan unsur hara sangat berpengaruh terhadap pertumbuhan tanaman. Hasil analisa kandungan unsur hara media tanam organik Palmgrow berbahan TKKS perlakuan P1 dapat dilihat pada tabel 4. Tabel 4. Hasil Uji Unsur Hara Palmgrow Unsur Hara Kandungan 39,28% 0,45% 0,12 0,39 541,53ppm Sumber : Hasil Pengujian di Laboratorium Chem-mix pratama . Syamuddin Harahap et al. (Palmgrow sebagai Alternatif Media Tanam Hidroponik. Jurnal Pengelolaan Perkebunan Vol. No. Oktober 2024, pp. ISSN 2549-144X Tabel 4. Lanjutan Unsur Hara Kandungan 541,53ppm 117,47ppm 48,82ppm 7,56ppm Sumber : Hasil Pengujian di Laboratorium Chem-mix pratama . Pada penelitian ini dilakukan analisa kandungan logam . dan kandungan hara . Palmgrow. Hasil analisa kandungan unsur hara media tanam organik palmgrow berbahan TKKS menunjukkan kandungan C . ,28%). N . ,45%). P . ,12%). Fe . ,054%). Ca . ,012%). Zn . ,82pp. Mn . ,56pp. Masing-masing unsur hara tersebut berperan dalam mengatur pertumbuhan dan perkembangan tanaman. Agar dapat tumbuh dengan baik, tanaman yang dibudidayakan secara hidroponik perlu mendapatkan nutrisi lengkap, yakni unsur-unsur makro dan mikro . Semua unsur hara baik makro dan mikro yang sangat dibutuhkan oleh tanaman hidroponik biasanya ditambahkan larutan nutrisi salah satunya ialah larutan hidroponik seperti nutrisi AB mix. Sehingga pada pengaplikasian palmgrow sebagai media tanam hidroponik tidak diperlukan konsentrasi yang tinggi penambahan larutan nutrisi dikarenakan palmgrow memiliki kandungan unsur hara yang mampu mendukung pertumbuhan tanaman hidroponik. Hal ini sesuai dengan pernyataan Laili et al. menyatakan pada media tanam organik mengandung unsur hara Makro (N) yang dapat menunjang pertumbuhan dan hasil tanaman sawi keriting. Serta sejalan dengan pernyataan Haryadi et al. , . bahwa kadar nitrogen pada media tanam yang tinggi dapat mempercepat pertumbuhan dan perkembangan organ tanaman sehingga lebih cepat mengalami pertambahan jumlah daun dan ukuran luas daun. Tabel 5. SNI Media Tanam Organik Kompos Parameter Satuan Kadar air Temperatur suhu air tanah Warna Kehitaman Bau Berbau tanah Ukuran partikel Kemampuan ikan air 0,55 6,80 7,49 Bahan asing Bahan organik Nitrogen (N) 0,40 Karbon (C) 9,80 Phosfor (P2O. 0,10 C/N-rasio Kalium (K. 0,20 Arsen mg/kg Kadmium(C. mg/kg Keterangan : *Nilainya lebih besar dari minimum atau lebih kecil dari maksimum Sumber : BSN . Syamuddin Harahap et al. (Palmgrow sebagai Alternatif Media Tanam Hidroponik. Jurnal Pengelolaan Perkebunan Vol. No. Oktober 2024, pp. ISSN 2549-144X Tabel 5. Lanjutan Parameter Satuan Kobal (C. mg/kg Kromium (C. mg/kg Tembaga (C. mg/kg Merkuri (H. mg/kg Nikel (N. mg/kg Timbal (P. mg/kg Selenium (S. mg/kg Seng (Z. mg/kg Kalsium (C. Magnesium (M. Besi (F. Alumunium (A. Mangan (M. Keterangan : *Nilainya lebih besar dari minimum atau lebih kecil dari maksimum Sumber : BSN . Kandungan C . organik merupakan indikator yang membedakan antara pupuk organik dengan pupuk anorganik. Palmgrow TKKS telah memenuhi standar dalam hal kandungan karbonnya, dimana terkandung 39,28% C organik. Nilai standar kualitas media tanam organik kompos sebesar 9,80% berdasarkan SNI 19-7030-2004 (Tabel . Komposisi bahan organik yang tinggi menandakan keberadaan pertumbuhan bakteri yang baik dan komposisi bahan organik dengan kisaran Ou35% termasuk dalam kategori tinggi . Fosfor (P) merupakan unsur hara makro esensial yang berperan penting dalam penyediaan energi kimia yang dibutuhkan pada hampir semua kegiatan metabolisme tanaman. Fosfor juga berperan dalam perkembangan perakaran tanaman, pembelahan sel dan mempertinggi hasil produksi berupa bobot biji dan buah . Palmgrow memiliki Unsur N (Tabel . sebesar 0,45% dimana ketersediaan N ini sudah sesuai dengan SNI 19-7030-2004 yaitu sebesar 0,40%. Sehingga Palmgrow memenuhi kebutuhan pertumbuhan tanaman Unsur Nitrogen (N) merupakan unsur makro primer karena paling penting dalam siklus hidup tanaman. Kandungan unsur hara makro lainya seperti kalium memiliki peran dalam membantu pembentukan protein dan karbohidrat, mengatur transpirasi dan penyerapan air oleh akar, melindungi tanaman dari hama dan penyakit serta memperbaiki kualitas tanaman yang dihasilkan . Pada Tabel 4 kandungan kalium palmgrow memiliki kandungan sebesar 0,39% dimana kandungan K tersebut sudah memenuhi minimum kandungan K pada media tanam organik kompos yaitu sebesar 0,20% (SNI 19-7030-2. Kalium sendiri berhubungan erat dengan kalsium dan magnesium dalam perkembangan daun. Kandungan unsur Ca pada gambar Tabel 4 memperlihatkan sebesar 0,01% atau 117,47ppm. Kkandungan Ca pada media tanam organik kompos SNI 19-7030-2004 yaitu maksimum 25,50% sehingga Ca pada palmgrow masih memenuhi standar media tanam organik dikarenakan masih di bawah kadar Pengujian terhadap kandungan hara pada produk Palmgrow menunjukkan bahwa unsur Fe terdapat sebesar 0,054% (Tabel . , yang memenuhi standar SNI 19-7030-2004 dengan batas maksimum 2,00%. Ini menunjukkan bahwa Palmgrow dapat berkontribusi dalam proses pembentukan protein dan berfungsi sebagai katalisator dalam pembentukan Syamuddin Harahap et al. (Palmgrow sebagai Alternatif Media Tanam Hidroponik. Jurnal Pengelolaan Perkebunan Vol. No. Oktober 2024, pp. ISSN 2549-144X Palmgrow juga mengandung unsur mikro Zn dan Mn, masing-masing sebesar 0,01% . ,82 pp. dan 0,000756% . ,56 pp. , yang sesuai dengan SNI 19-7030-2004. Kadar Zn berada di bawah batas maksimum yang ditetapkan, yaitu 500 mg/kg, dan Mn berada di bawah 0,1%. Zn . memiliki fungsi yang hampir serupa dengan Mn dan Mg, yakni sebagai aktivator enzim, membantu pembentukan klorofil, dan mendukung proses fotosintesi . Secara umum hidroponik memerlukan unsur hara yang lengkap dan mengandung unsur hara esensial yang terdiri dari hara makro dan hara mikro . Hal ini membuktikan palmgrow mampu berperan sebagai media tanam hidroponik dikarenakan memiliki kandungan unsur hara yang makro dan mikro serta memiliki fungsi sebagai penganti tanah dalam media pertumbuhan tanaman hidroponik. Media tanam palmgrow sesuai untuk pertumbuhan tanaman karena unsur hara yang terkandung dalam media tanam palmgrow dapat diserap oleh tanaman sehingga pertumbuhan menjadi lebih optimal. Hal tersebut sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh Laili et al. , . bahwa media tanam organik cocofiber memiliki kandungan hara esensial yang dapat mendukung pertumbuhan dan perkembangan tanaman dan jenis media tanam cocofiber memberikan hasil tanaman sawi keriting (Brassica juncea L. ) varietas Samhong King terbaik. Simpulan Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan maka dapat disimpulkan bahwa media alternatif palmgrow efektif dan dapat digunakan sebagai media tanam hidroponik yang ramah lingkungan sebagai media tanam alternatif hidroponik. Serta media tanam alternatif palmgrow berbahan baku TKKS dapat memenuhi persyaratan media tanam hidroponik dimana palmgrow memiliki daya serap yang tinggi berkisar 52-59%, memiliki kerapatan atau nilai density berkisar 0,59 - 0,71 gr/cm3. Nilai pH yaitu 5,94 - 6,03 dan kandungan unsur hara makro mikro esensial sehingga membuat palmgrow menjadi media tanam organik yang mendukung pertumbuhan dan perkembangan tanaman pada sistem hidroponik. Daftar Pustaka