JILPI: JURNAL ILMIAH PENGABDIAN DAN INOVASI Vol. No. 3, pp. Penguatan Kompetensi Mahasiswa Melalui Program Kunjangan Industri di PT. Victoria Care Indonesia Tbk Arsianita Nur Fattah1. Alifia Ainun Rizky2. Zulfikar3. Fitriana4 arsianitanf@unm. id1, alifia. rizky@unm. Zulfikar. arasyad@unm. fitrianamzb@unm. 1,2,3,4Universitas Negeri Makassar Article History: Received: 2026-01-02 Revised: 2026-02-12 Accepted: 2026-02-19 Keywords: Experiential learning. Higher Education. Industrial visit. Student competence. Work Abstract: The industry visit based on a mini research project has become an important component in the learning process of Business Administration students at Universitas Negeri Makassar. This program involved 126 students who visited PT Victoria Care Indonesia Tbk in Bali, a company in the cosmetics industry. The activity consisted of three main stages: preparation, implementation, and evaluation, including technical briefings, observation of the production process, presentations by industry practitioners, and Data was collected through observations, research reports, and post-activity evaluations. The findings show that this program provides contextual learning experiences, enhancing students' understanding of production systems, operational management, quality control standards, and professional work culture. Additionally, the program improved students' critical reflection skills, allowing them to link theoretical concepts with practical applications. This industry visit has proven to be an effective community engagement model, supporting the integration of theory and practice in Business Administration education. Pendahuluan Kemajuan teknologi dan perubahan zaman yang begitu cepat menuntut perguruan tinggi untuk segera menyesuaikan diri agar mampu menghasilkan lulusan yang tidak hanya kuat secara akademis, tetapi juga memiliki kesiapan bersaing di dunia profesional. Meskipun kurikulum telah dibuat untuk mencakup berbagai aspek penting dalam ilmu pengetahuan dan teknologi, sebagian lulusan masih belum memiliki kesiapan penuh memasuki dunia industri karena terbatasnya pengalaman praktis (Musanadah. Dwiyanti. Manihtada. Muhammad, & Zulfahmi, 2. Kampus sebagai institusi pendidikan tinggi memiliki tanggung jawab dalam mempersiapkan mahasiswa agar memiliki kompetensi yang relevan dengan kebutuhan https://journal. id/index. php/JILPI | 301 E-ISSN: 2962-0104 JILPI: JURNAL ILMIAH PENGABDIAN DAN INOVASI Vol. No. 3, pp. Salah satu upaya yang dapat dilakukan adalah melalui kegiatan kunjungan industri, yang memungkinkan mahasiswa melihat secara langsung penerapan konsep teori dalam lingkungan kerja nyata. Lulusan yang siap kerja merupakan lulusan dengan kompetensi tinggi, kreatif, dan inovatif (Conte, 2. Kunjungan indsutri menjadi pengalaman langsung yang merupakan unsur penting dalam pembelajaran yang memberikan kesempatan bagi mahasiswa untuk mengobservasi, berefleksi, dan memahami konteks kerja secara Menurut Putri . , dalam jurnal AuListening Skills Enchancement through Industrial Visit ActivitiesAy pada tulisannya menekankan bahwa mahasiswa yang terlibat langsung dalam kunjungan industri cenderung lebih baik dalam mendengarkan aktif, interaksi informasi yang disampaikan, sehingga meningkatkan kemampuan mendengarkan mereka. Berdasarkan penelitian Arifin . , jika mahasiswa melihat langsung penerapan teori dalam praktik industri dapat meningkatkan motivasi mahasiswa dan membantu mereka memahami relevansi pembelajaran yang mereka dapatkan terhadap dunia kerja. Dari beberapa pendapat diatas, disimpulkan bahwa kunjungan industri tidak hanya berperan sebagai sarana pembelajaran kontekstual, tetapi juga menjadi pengalaman edukatif yang efektif dalam meningkatkan keterampilan mendengarkan, motivasi belajar, serta pemahaman mahasiswa terhadap keterkaitan antara teori dan praktik, sehingga mampu menunjang kesiapan mereka dalam menghadapi tuntutan dan tantangan dunia kerja secara nyata. Menurut Rizky, dkk . , fenomena sosial terkait kesehatan mental semakin nyata di masyarakat, khususnya pada kelompok usia muda. Berbagai tantangan kehidupan modern, seperti tekanan akademik, tuntutan pekerjaan, keterbatasan interaksi sosial, serta paparan media digital, telah memunculkan beragam permasalahan psikologis yang berdampak pada kesiapan individu dalam menghadapi kehidupan profesional. Kondisi tersebut juga dialami oleh mahasiswa sebagai kelompok transisi menuju dunia kerja, yang tidak hanya dituntut memiliki kemampuan akademik, tetapi juga kesiapan mental dan kompetensi yang relevan dengan kebutuhan industri. Pada akhirnya, mahasiswa mampu adaptif dengan lingkungan kerjanya nanti karena sudah disiapkan secara fisik, mental dan intelektual sedari dini (Nirmala Sari, 2. Oleh karena itu, perguruan tinggi perlu menyesuaikan kurikulum serta metode pembelajaran sebagai respons terhadap tuntutan para pemangku kepentingan. Mahasiswa https://journal. id/index. php/JILPI | 302 E-ISSN: 2962-0104 JILPI: JURNAL ILMIAH PENGABDIAN DAN INOVASI Vol. No. 3, pp. tidak hanya diharapkan memahami konsep dan teori, tetapi juga memiliki keterampilan teknis yang sesuai dengan kebutuhan industri masa kini (Muh. Ibnu Sholeh. Sokip, & Asrop SafiAoi. Namun demikian, masih terdapat kendala berupa ketidaksesuaian antara materi teoretis yang diberikan di lingkungan kampus dengan kemampuan praktis yang diperlukan di dunia Walaupun kurikulum telah dikembangkan untuk mencakup berbagai aspek penting dalam bidang ilmu pengetahuan dan teknologi, sebagian lulusan masih belum sepenuhnya siap terjun ke lingkungan industri akibat kurangnya pengalaman praktik secara langsung. Oleh sebab itu, pembelajaran berbasis pengalaman seperti kunjungan industri, kegiatan magang, maupun kerja sama dengan pihak industri menjadi strategi penting untuk mengatasi kesenjangan tersebut. Melalui aktivitas tersebut, mahasiswa berkesempatan melihat secara langsung alur kerja, penerapan teknologi, dan budaya profesional di dunia usaha, sehingga kompetensi yang mereka miliki menjadi lebih menyeluruh serta relevan dengan kebutuhan Kegiatan kunjungan industri memberikan mahasiswa kesempatan untuk merasakan secara langsung dinamika komunikasi dalam lingkungan profesional (Wijaya, 2. Melalui interaksi dengan para praktisi, mahasiswa dapat mengamati bagaimana komunikasi kerja antardepartemen, maupun penyelesaian masalah operasional. Pengalaman ini tidak hanya memperkaya pemahaman mereka mengenai etika berkomunikasi di dunia industri, tetapi juga melatih kemampuan adaptasi dan kepercayaan diri saat berinteraksi dengan pihak eksternal. Dengan demikian, kunjungan industri menjadi sarana penting dalam membentuk kompetensi komunikasi profesional yang relevan dan dibutuhkan dalam dunia kerja. Kunjungan industri tidak hanya berfungsi sebagai media pembelajaran lapangan, tetapi juga sebagai sarana strategis dalam mengurangi kesenjangan antara dunia Pendidikan dan kebutuhan industry (Fanggidae, 2. Keterlibatan mahasiswa dalam praktik nyata melalui kunjungan industri menjadi langkah strategis untuk meningkatkan kesiapan mereka bersaing di dunia kerja setelah lulus. Melalui aktivitas ini, mahasiswa memperoleh pemahaman langsung tentang proses kerja, penggunaan teknologi, dan nilai-nilai profesionalisme, yang pada akhirnya menghasilkan kompetensi yang lebih terpadu dan sesuai konteks industri. Kunjungan industri merupakan bagian penting dari kurikulum yang bertujuan untuk https://journal. id/index. php/JILPI | 303 E-ISSN: 2962-0104 JILPI: JURNAL ILMIAH PENGABDIAN DAN INOVASI Vol. No. 3, pp. menghubungkan teori dengan praktik (Hayyin, 2. Fakultas Ilmu Sosial dan Hukum Universitas Negeri Makasaar yang terdiri dari Program Studi Administrasi Bisnis mengadakan kunjungan ke PT. Victoria Care Indonesia Tbk di Bali untuk mendapatkan wawasan dan pengalaman langsung tentang proses industry dan meningkatkan kompetensi mahasiswa. PT. Victoria Care Indonesia Tbk merupakan perusahaan nasional yang bergerak di bidang produk kecantikan dan perawatan tubuh dengan berbagai merek yang telah dikenal luas. Melalui kunjungan industri ke perusahaan ini, mahasiswa diharapkan memperoleh wawasan mengenai proses bisnis, inovasi produk, manajemen mutu, serta penerapan teknologi dalam industri Metode Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini menggunakan pendekatan experiential learning, yaitu pendekatan pembelajaran yang menempatkan pengalaman langsung peserta didik sebagai inti dari proses belajar (Nugrahening Pinasti, 2. Melalui pendekatan ini, pengetahuan dibangun secara berkelanjutan melalui siklus mengalami, merefleksikan, mengonseptualisasikan, dan menerapkan pengalaman dalam tindakan nyata (Priatmoko & Dzakiyyah, 2. Implementasi pendekatan tersebut diwujudkan melalui program mini riset berbasis kunjungan industri, yang memungkinkan peserta didik terlibat secara aktif dalam mengamati fenomena nyata di lapangan, merefleksikan temuan, menyusun konsep atau pemahaman teoretis, serta mengaplikasikannya dalam analisis dan pemecahan masalah yang relevan dengan konteks industri. Subjek pengabdian adalah mahasiswa Program Studi Administrasi Bisnis Fakultas Ilmu Sosial dan Hukum Universitas Negeri Makassar, dengan lokasi kegiatan di PT Victoria Care Indonesia Tbk. Bali. Pelaksanaan kegiatan dilakukan melalui tiga tahapan utama, yaitu tahap persiapan, pelaksanaan, dan evaluasi. Tahap Persiapan Pada tahap awal persiapan kegiatan, dilakukan serangkaian yang sistematis untuk memastikan kegiatan mini riset melalui kunjungan industry dapat berjalan efektif dan selaras dengan capaian pembelajaran. Tahap awal dimulai dengan merumuskan tujuan dan sasaran kunjungan yang mendukung untuk pengembangan kompetensi yang https://journal. id/index. php/JILPI | 304 E-ISSN: 2962-0104 JILPI: JURNAL ILMIAH PENGABDIAN DAN INOVASI Vol. No. 3, pp. ingin dicapai oleh mahasiswa, khususnya dalam aspek keterampilan praktis, pemahaman manajerial, serta analisis terhadap proses bisnis dan operasional industri. Program Studi Administrasi Bisnis Menyusun daftar peserta, mempersiapkan logistik, melakukan koordinasi dengan PT. Victoria Care Indonesia. Tbk untuk menentukan jadwal dan agenda kunjungan. Selain itu, dilakukan juga briefing kepada mahasiswa mengenai tujuan kunjungan, tata tertib, dan hal-hal teknis lainnya yang harus diperhatikan oleh mahasiswa selama kegiatan kunjungan industri. Tahap Pelaksanaan Kegiatan dilaksanakan pada tanggal 16 Oktober 2025 di PT. Victoria Care Indonesia. Tbk Bali dan diikuti oleh 126 mahasiswa. kegiatan dilakukan berupa pemaparan tentang proses produksi di PT. Victoria Care Indonesia Tbk, pengenalan berbagai produk yang dimiliki PT. Victoria Care Indonesia Tbk, dan sesi terakhir berupa observasi langsung di area produksi, dimana mahasiswa berkesempatan berinteraksi dengan profesional industri untuk mendapatkan wawasan praktis tentang operasional pabrik. Perencanaan dan Koordinasi Mitra Penyusunan Laporan Hasil Kunjungan Penyampaian briefing dan penugasan Presentasi temuan dan Kunjungan Lapangan: Observasi di Lapangan Wawancara Pihak Industri Evaluasi Kegiatan Gambar 1. Tahapan Kegiatan Mini Riset Kunjungan Industri Tahapan Evaluasi Kegiatan Setelah dilakukan kunjungan, evaluasi dilakukan untuk menilai efektivitas kegiatan dalam meningkatkan kompetensi mahasiswa. Setiap mahasiswa Menyusun laporan https://journal. id/index. php/JILPI | 305 E-ISSN: 2962-0104 JILPI: JURNAL ILMIAH PENGABDIAN DAN INOVASI Vol. No. 3, pp. hasil mini riset yang mencakup temuan dari observasi dan wawancara. Laporan yang dibuat mahasiswa kemudian di presentasikan dalam forum kelas untuk dilakukan Diskusi tidak hanya memperluas wawasan mahaisswa tentang dunia industri, tetapi juga melatih keterampilan berpikir kritis dan komunikasi akademik. Pembahasan Kegiatan pengabdian kepada masyarakat melalui program mini riset berbasis kunjungan industri diikuti oleh 126 mahasiswa Program Studi Administrasi Bisnis Fakultas Ilmu Sosial dan Hukum Universitas Negeri Makassar. Seluruh peserta merupakan mahasiswa yang telah menempuh mata kuliah dasar manajemen dan administrasi bisnis, sehingga memiliki bekal teoretis awal yang relevan untuk memahami praktik industri. Keterlibatan mahasiswa dalam kegiatan ini dimaksudkan untuk memperkuat kompetensi akademik dan profesional melalui pembelajaran berbasis pengalaman langsung, khususnya dalam konteks industri Gambar 2. Pembekalan Mahasiswa Sebelum Turun Mini Riset Kunjungan Industri Pelaksanaan program mini riset berbasis kunjungan industri menunjukkan bahwa mahasiswa telah memiliki kesiapan akademik yang baik sejak tahap awal kegiatan. Kesiapan ini tercermin dari kemampuan mahasiswa dalam memahami tujuan kegiatan, menentukan fokus observasi, serta mengidentifikasi aspek-aspek strategis yang relevan untuk dianalisis selama kunjungan industri. Mahasiswa mampu merumuskan pertanyaan kritis yang berkaitan dengan bidang administrasi bisnis, seperti proses produksi, manajemen operasional, dan budaya kerja industri. Kondisi ini menunjukkan bahwa pembekalan awal yang diberikan berperan penting dalam membangun orientasi berpikir mahasiswa . , sehingga mahasiswa sebagai pembelajar aktif yang siap mengaitkan pengalaman lapangan dengan https://journal. id/index. php/JILPI | 306 E-ISSN: 2962-0104 JILPI: JURNAL ILMIAH PENGABDIAN DAN INOVASI Vol. No. 3, pp. kerangka konseptual yang telah dipelajari sebelumnya. Gambar 3. Mahasiswa Melihat Langsung Berbagai Alat Terdahulu dan Berbagai Produk Capaian dari dari pelaksanaan kunjungan industri menunjukkan adanya peningkatan pemahaman mahasiswa terhadap praktik dunia industri secara kontekstual. Melalui pengamatan langsung di PT Victoria Care Indonesia Tbk, mahasiswa memperoleh wawasan mengenai alur produksi, sistem pengendalian mutu, serta penerapan standar kerja dalam industri kosmetik dan perawatan tubuh. Pengalaman ini memperkaya pemahaman mahasiswa tentang bagaimana konsep manajemen yang dipelajari di kelas diterapkan dalam realitas Selain itu, interaksi dengan praktisi industri memberikan pemahaman yang lebih mendalam mengenai budaya kerja profesional, pola komunikasi organisasi, serta pentingnya disiplin dan keselamatan kerja . ilihat pada gambar . Temuan ini sejalan dengan pendapat (Syardiansah, 2. dan Agus Pratama et al. , . yang menyatakan bahwa pembelajaran lapangan memberikan manfaat signifikan dalam meningkatkan pemahaman mahasiswa terhadap penerapan konsep teoritis di dunia kerja nyata. Selanjutnya, mahasiswa juga mampu merefleksikan pengalaman lapangan secara kritis melalui penyusunan laporan mini riset dan presentasi hasil. Proses ini mendorong mahasiswa untuk menganalisis temuan lapangan, mengaitkannya dengan teori manajemen, serta menyampaikan gagasan secara sistematis dan argumentatif. Diskusi pascakegiatan menunjukkan adanya peningkatan kemampuan berpikir kritis, komunikasi akademik, dan kepercayaan diri mahasiswa dalam menyampaikan pendapat. https://journal. id/index. php/JILPI | 307 E-ISSN: 2962-0104 JILPI: JURNAL ILMIAH PENGABDIAN DAN INOVASI Vol. No. 3, pp. Dampak Kunjungan Industri Terhadap Penguatan Kompetensi Mahasiswa Tidak Mendukung Cukup MendukA MendukungSangat 39% Mendukung Sangat Mendukung Mendukung Cukup Mendukung Tidak Mendukung Gambar 5. Dampak Kunjungan Industri pada Penguatan Kompetensi Mahasiswa Data evaluasi . menunjukkan bahwa 56% mahasiswa menyatakan sangat setuju bahwa kegiatan kunjungan industri memberikan dampak signifikan terhadap penguatan Temuan ini mengindikasikan bahwa kunjungan industri tidak hanya berkontribusi pada peningkatan hard skills, tetapi juga berperan penting dalam pengembangan soft skills Ini sejalan dengan Chandra . yang menyatakan bahwa kunjungan industri membantu mahasiswa memahami aplikasi nyata dari konsep yang dipelajari serta meningkatkan kompetensi profesional. Kesimpulan Kegiatan kunjungan industri ke PT Victoria Care Indonesia Tbk di Bali terbukti memberikan kontribusi signifikan dalam penguatan kompetensi mahasiswa. Melalui pembelajaran berbasis pengalaman, mahasiswa memperoleh pemahaman yang lebih komprehensif mengenai proses industri, budaya kerja, serta penerapan standar mutu dan manajemen operasional. Selain meningkatkan wawasan akademik, kegiatan ini juga berdampak positif terhadap pengembangan soft skills dan hard skills mahasiswa, khususnya dalam aspek komunikasi profesional, kerja sama tim, dan kesiapan memasuki dunia kerja. Oleh karena itu, kunjungan industri direkomendasikan sebagai strategi pembelajaran dan pengabdian masyarakat yang efektif untuk menjembatani kesenjangan antara dunia pendidikan dan kebutuhan industri. Ucapan Terima Kasih Ucapan terima kasih kepada PT Victroria Care Indonesia Tbk yang terlibat dan https://journal. id/index. php/JILPI | 308 E-ISSN: 2962-0104 JILPI: JURNAL ILMIAH PENGABDIAN DAN INOVASI Vol. No. 3, pp. mendukung kegiatan kunjungan industri ini berjalan dengan baik dan memberikan ilmu yang Terima kasih juga disampaikan kepada pihak Fakultas Ilmu sosial dan Hukum Universitas Negeri Makassar atas dukungan nya, dan tak lupa terima kasih disampaikan untuk Program Studi Ilmu Administrasi bisnis untuk dukungan dan faslitas dalam pelaksanaan ini. Daftar Pustaka