Al Farizi. & Saad. Pengaruh Interest Based Income . EISSN: 3032-4289 PENGARUH INTEREST BASED INCOME. FEE BASED INCOME DAN CAPITAL ADEQUACY RATIO (CAR) TERHADAP RETURN ON ASSETS (ROA) Fachri Husein Al Farizi STIE Indonesia Banking School 20181211058@ibs. Bani Saad STIE Indonesia Banking School saad@ibs. Abstract This study aims to determine Interest Income. Fee Based Income. Capital Adequacy Ratio and Return On Asset in conventional bank BUMN in Indonesia. This study uses data from 4 BUMN conventional banking that have been listed on the Indonesia Stock Exchange. Hyphotesys in this study was tested by descriptive statistics and using multiple regression analysis. The result of this study show that interest income has a negative effect, fee-based income has no effect, and capital Adequacy ratio has a positive effect on return on assets for the 2017Q1Ae2021Q4 period. Keywords: interest income. fee based income. capital adequacy ratio (CAR). return on aset (ROA) Abstrak Penelitian ini bertujuan mengenai Interest Income. Fee Based Income, dan Capital Adequacy Ratio dan Return On Asset pada perbankan konvensional BUMN di Indonesia. Studi ini menggunakan data berasal dari 4 perusahaan perbankan konvensional BUMN milik negara yang telah terdaftar di Bursa Efek Indonesia. Hipotesis dalam penelitian ini diuji dengan statistic deskriptif dan merode analisis regresi berganda. Hasil penelitian ini menunjukan interest income berpengaruh negative, fee based income tidak berpengaruh, dan capital Adequacy ratio berpengaruh positif terhadap return on asset periode 2017Q1Ae2021Q4. Kata Kunci: interest income, fee based income, capital adequacy ratio (CAR), return on aset (ROA) *) Corresponding Author Journal of Accounting. Management, and Islamic Economics. Vol. No. Juni 2024: 91-102 PENDAHULUAN Menurut Undang Ae Undang Nomor 10 Tahun 1998 mengenai Perbankan, badan usaha yang menghimpun dana dari masyarakat dalam bentuk simpanan dan menyalurkanya kepada masyarakat dalam bentuk kredit atau bentuk lainnya dalam rangka peningkatan tara standar hidup rakyat banyak. Dalam pengertian ini, dapat disimpulkan bahwa bank merupakan hal yang tidak bisa dijauhkan dalam proses bidang keuangan. Perbankan merupakan sektor yang memiliki peran dalam industry perekonomian, hal ini terkait dengan fungsinya sebagai lembaga perantara keuangan . inancial intermediar. , yaitu menghimpun dana dari pihak yang kelebihan dana . urplus uni. dan menyalurkan dana pada pihak yang kekurangan dana . eficit uni. , dimana ini merupakan aktivitas utama bank. (Anindhynta, 2. Return on assets (ROA) merupakan salah bentuk dari perhitungan rasio profitabilitas dalam mengukur kemampuan bank dalam menghasilkan total aktiva setelah biaya modal . iaya untuk mendanai aktiv. (Bintari et al. , 2. Dalam penelitian ini, return on assets dapat diukur menggunakan pendapatan bersih dibandingkan dengan total aset yang dimiliki. Pendapatan dalam SE OJK RI No. 34/SEOJK. 03/2021 menjelaskan sebuah kenaikan manfaat ekonomi dalam periode akuntansi yang terbentuk berdasarkan arus masuk atau terjadinya penambahan aset dan penurunan kewajiban yang harus dipenuh serta mengakibatkan tingkat ekuitas naik yang bukan berasal dari penanaman modal. Interest based income merupakan keuntungan utama bisnis perbankan dengan memperhitungkan selisih antara bunga dari sumber Ae sumber dana dengan bunga yang diterima dari alokasi dana tertentu (Kasmir, 2. Bunga kredit dapat diartikan sebagai salah satu balas jasa debitur terhadap bank atau pihak pemberi kredit. Dalam Surat Edaran Otoritas Jasa Keuangan (OJK) No. 6 /SEOJK. 03/2020 menjelaskan komponen bunga, sewa, dan divide (KBSD) merupakan pendapatan bunga dari seluruh aset keuangan dan pendapatan bunga lainnya . ermasuk sewa pembiayaan dan operasi, dan juga aset yang telah disewaka. Pendapatan bank dari jasa Ae jasa lainnya ini disebut dengan fee based income atau pendapatan non bunga (Kasmir, 2. Keuntungan bank tersebut diyakini bahwa semakin dibutuhkan dalam kegitatan operasional bank karena menunjukan rasio kenaikan setiap tahunnya. Dan pendapatan bunga semakin kecil karena persaingan yang semakin ketat dari perusahaan yang bergerak di industri yang sama. Pendapatan fee based income ini dinilai relatif kecil namun memberikan kepastian karena risiko yang akan dihadapi bank lebih kecil. Pengelolaan pendapatan bank senantiasa dinilai harus menjaga pemeliharaan likuiditas dengan modal yang sesuai dengan hasil keuntungan pendapatanya, oleh karena itu bank harus memberikan komitmen dengan memberikan jasa Ae jasa bank lainya yang dapat menghasilkan fee based income (Aristia, 2. Capital Adequacy Ratio (CAR) atau sering disebut sebagai Kewajiban Penyediaan Modal Minimun (KPMM) merupakan gambaran indikator sebuah perusahaan atau bank dalam menyediakan kestabilan ekuitas dan kecakaoan pengambilan keputusan. Hal tersebut seperti mengetahui, menghitung, mengawas, dan memanage risiko yang dapat mempengaruhi modal bank (Fitrieska, 2. CAR dapat disebut juga dengan rasio kecukupan modal yang mencerminkan bagaimana bank mampu mempunyai kewajiban penyediaan modal minimum (KPMM) sebesar 8% untuk penilaian rasio CAR pada perbankan. Dalam Paket Februari 1991, menyebutkan jumlah yang wajib ditempatkan pada bank umum ialah sebesar Rp. 50 Miliar, bukan hanya jumlah modal minimum pada saat pendirian bank namun juga perbandingan antara jumlah komponen modal terhadap aktiva menurut risiko (ATMR) yang telah disetujui oleh Bank Indonesia (BI). Nilai CAR yang harus disediakan bank umum minimal sebesar 5% hingga 8%, tujuan dalam ketentuan standar CAR ialah untuk peningkatan konsistensi disiplin dan profesional bagi bank dalam mengelola aset yang dimiliki untuk menghasilkan pendapatan bank (Lapoliwa. Narumi. Kuswandi, 2. Penelitian ini menguji pengaruh interest income, fee based income dan capital Adequacy ratio (CAR) terhadap return on assets (ROA). Al Farizi. & Saad. Pengaruh Interest Based Income . EISSN: 3032-4289 LANDASAN TEORI Signalling Theory Teori ini menjelaskan hubungan asimetri informasi antara perusahaan dengan pihak pemilik kepentingan (Yasar et al. , 2. Dengan hal itu dapat disimpulkan bahwa perlu dilakukan penyampaian informasi laporan keuangan oleh perusahaan guna pihak kepentingan menjadikan dasar keputusan investasi dimasa yang akan datang (Setiawan, 2. Teori ini menyatakan sebuah perusahaan dapat memberikan sinyal informasi kepada seseorang yang menggunakan laporan keuangan dalam kebutuhan untuk mengetahui informasi tentang perusahaan dalam menjalankan operasional kegiatan untuk mewujudkan kepemilikan. Dengan ini semakin memberikan sinyal baik kepada calon investor, bahwa perusahaan memiliki kualitas informasi perputaran kegiatan yang baik sehingga dapat memberikan keuntungan untuk investor yang akan datang. Agency Theory Teori kedua melandasi dan berguna untuk memperkuat hipotesis. Teori keagenan adalah satu atau lebih kontrak yang melibatkan agen, yang memberi mereka layanan dengan mempercayakan pengembalian keputusan kepada agen (C. Jensen & H. Meckling, 1. Jadi, teori keagenan merupakan teori hubungan principal dan agen. Dalam praktiknya, pemilik mendelegasikan kekuasaan kepada manajer, dengan harapan manajer akan melakukan yang terbaik untuk mencapai tujuan pemilik, yaitu memaksimalkan nilai perusahaan. Namun, pemisahan kepemilikan dan manajemen menimbulkan masalah yang disebut masalah keagenan. Terjadinya masalah keagenan karena adanya konflik kepentingan . onflict of interes. antara pemilik . dan agen . Dalam mengurangi masalah atau konflik yang telah terjadi antara principal dan agen, maka dibutuhkan mekanisme terhadap pengelolaan aset bank. Mekanisme yang digunakan ialah Return On Asset (ROA), karena mekanisme ini diharapkan dapat menjadi petunjuk dalam menyelaraskan perbedaan kepentingan management dan pemegang saham dan menjadi tanggung jawab pihak manajemen dengan pemegang saham. Hal ini dikarenakan CAR memberikan informasi mengenai performa bank dalam kegiatan operasionalnya. Definisi Bank Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (POJK) Republik Indonesia No. 40/POJK. 03/2019 menjelaskan bank umum merupakan bank yang melaksanakan kegiatan usaha secara konvensional yang dalam kegiatannya memberikan jasa lalu lintas pembayaran, termasuk kantor cabang pembantu maupun cabang yang berada di luar negeri. Dalam undang Ae undang Nomor 10 Tahun 1998 tentang perbankan, menjelaskan bahwa bank merupakan badan usaha yang melakukan kegiatanya berupa penghimpunan dana dari masyarakat dalam bentuk simpanan dan menyalurkan kepada masyarakat dalam bentuk kredit atau bentuk produk bank lainnya yang bertujuan memenuhi dan meningkatkan taraf hidup rakyat banyak (Kasmir, 2. Dari penjelasan diatas mengenai perbankan, dapat disimpulkan bahwa bank merupakan suatu lembaga perantara keuangan antara pihak pemilik kelebihan modal dengan pihak yang membutuhkan modal. Kegiatan inti dari perbankan ialah memperoleh dana dari masyarakat berupa deposito, tabungan, giro. Dan menyalurkan dana kembali ke masyarakat berupa kredit. Dengan ini kegiatan perbankan memudahkan masyarakat dalam melancarkan kegiatan sistematika ekonomi transaksi perputaran uang. Interest Income Dalam Peraturan Otoritas Jasa Keuangan N0. 40/POJK. 03/2019 menyebutkan kredit merupakan penyediaan uang atau tagihan yang dapat dipersamakan dengan itu, berdasarkan persetujuan atau kesepakatan pinjam meminjam antara bank dan pihak lain dengan syarat mewajibkan pihak peminjam untuk melunaskan utang setelah jangka waktu yang telah ditentukan dengan pemberian bunga, maupun bentuk lain yang termasuk overdraft atau cerukan pada rekening giro nasabah yang Journal of Accounting. Management, and Islamic Economics. Vol. No. Juni 2024: 91-102 tidak dapat dibayar lunas pada hari akhir, pengambilalihan tagihan dalam rangka kegiatan anjak piutang, pengambilalihan atau beli tagih dari pihak lain. Menurut Undang Ae undang perbankan No. 10 Tahun 1998, kredit merupakan penyediaan uang atau taguhan yang dipersamakan dengan berdasarkan persetujuan atau kesepakatan pinjam meminjam antara bank dengan pihak lain yang mewajibkan pihak tersebut untuk melunasi utang tersebut berdasarkan jangka waktu tertentu dengan pemberian bunga. Kredit memiliki tugas sebagai penyaluran dana bank agar mampu meningkatkan pendapatan bunga bank (Panuntun & Sutrisno, 2. Pendapatan bank yang berasal dari balas jasa bank berdasarkan prinsip konvensional untuk nasabah dalam transaksi jual/beli produk bank. (Khotijah & Sugiono, 2. H1: Interest Income berpengaruh positif terhadap Return On Assets. Fee Based Income Pendapatan bank di luar bunga, hal ini dapat mendorong potensi kinerja operasional bank dalam menjalankan kegiatanya. Ketika pendapatan bunga bank menurun, bank memiliki jasa lain untuk mempermudah nasabah dalam mendapatkan experience yang menarik dan peredaran barang dan jasa kepada masyarakat lebih cepat seperti penyediaan layanan lalu lintas keuangan efisien (Bintari et al. , 2. Selain itu, pendapatan diluar bunga semakin dewasa sangat dibutuhkan karena pendapatan dari kegiatan lending atau kredit semakin menurun dikarenakan persaingan dalam industri ini semakin Namun, pendapatan non bunga dikategorikan sebagai pendapatan yang relatif kecil. Dan mengandung unsur kepastian dalam kegiatannya dikarenakan risiko yang akan dihadapi lebih kecil dibandingkan kredit (Kasmir, 2. Unsur Ae unsur pendapatan non bunga atau fee based income seperti komisi dan provisi. Dalam SE OJK RI No. 34/SEOJK. 03/2021 menegaskan bahwa perlakuan akuntansi mengenai provisi dan komisi yang bukan merupakan biaya transaksi dapat diatribusikan langsung pada perolehan, pelepasan dan penerbitan aset keuangan maupun kewajiban keuangan dan diakui sebagai pendapatan . pada saat transaksi meskipun tidak berkaitan dengan jangka waktu. Transaksi valuta asing, berasal dari selisih kurs transaksi jual beli valuta, dan mencatatkan dalam pos Pendapatan operasional, dikategorikan sebagai pendapatan seperti penerimaan deviden atau penyertaan saham dari anak perusahaan, laba rugi penjualan surat berharga pasar modal, dan lainnya. H2: Fee Based Income berpengaruh positif terhadap Return On Asset. Capital Adequacy Ratio CAR merupakan ukuran rasio kinerja bank yang berfungsi untuk mengukur seberapa besar kemampuan dan kecukupan modal bank dalam penunjang aktiva yang dinilai menghasilkan atau mengandung risiko, sehingga dapat menentukan besarnya penurunan aset yang mampu ditutupi oleh ekuitas bank yang tersedia (Afriyeni & Fernos, 2. Ketentuan CAR ditujukan dalam rangka untuk meningkatkan disiplin dan profesionalisme bank dalam mengelola earning assets agar menghasilkan keuntungan (Lapoliwa. Narumi. Kuswandi, 2. Capital Adequacy Ratio (CAR) mencerminkan keperluan modal perusahaan, dengan nilai CAR semakin besar maka kesempatan bank dalam menghasilkan laba akan semakin meningkat, dengan ini manajemen bank semakin leluasa dalam menempatkan dana investasi menguntungkan (Dhara & Maryono, 2. Selain itu. CAR menggambarkan tingkat modal Kesehatan bank dalam menghasilkan laba, dengan itu manajemen bank sangat leluasa menempatkan dana dalam aktivitas Rasio ini digunakan untuk mengetahui tingkat pemenuhan risiko minimum modal yang dimiliki bank. Semakin besar rasio ini akan semakin menunjukan bahwa bank akan leluasa dalam menjalankan transaksional perbankannya baik secara bunga dan non bunga. H3: Capital Adequacy Ratio berpengaruh positif signifikan terhadap Return On Assets. Berdasarkan uraian di atas, maka kerangka pemikiran dari penelitian ini dapat digambarkan sebagai berikut: Al Farizi. & Saad. Pengaruh Interest Based Income . EISSN: 3032-4289 METODE PENELITIAN Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk memberikan analisa engaruh terkait interest income, fee based income, dan capital adequacy ratio terhadap return on assets pada bank konvensional BUMN di Indonesia periode 2017Q1 Ae 2021Q4. Sumber data penelitian ini diperoleh mengakses Bank Negara Indonesia . Bank Mandiri . Bank Bank Tabungan Negara . Bank Rakyat Indonesia . maupun website Bursa Efek Indonesia . Data sekunder ialah jenis data yang akan digunakan dalam penelitian ini. Data sekunder merupakan data yang didapatkan dari catatan yang ada pada perusahaan atau sumber-sumber lain dengan mengadakan studi pada buku yang memiliki hubungan dengan obyek penelitian (Sunyoto, 2. Pendapat lain dikemukakan oleh (Sugiyono, 2. data sekunder merupakan sumber data yang secara tidak langsung memberikan data kepada pengumpul data, hal ini dikategorikan sebagai data pendukung keperluan primer . uku, literatur bacaa. Alasan menggunakan perusahaan perbankan ialah untuk melihat pengaruh pendapatan bunga, non bunga, dan rasio modal terhadap kinerja keuangan Bank konvensional BUMN di Indonesia. Operasional Variabel Interest Income Pendapatan bank yang berasal dari balas jasa bank berdasarkan prinsip konvensional untuk nasabah dalam transaksi jual/beli produk bank. (Khotijah & Sugiono, 2. Pengukuran dengan menggunakan nilai pendapatan bunga bank dalam transaksi jual/beli produk bank dan dilakukan transformasi data dengan logaritma natural . Fee Based Income Pendapatan bank di luar bunga, hal ini dapat mendorong potensi kinerja operasional bank dalam menjalankan kegiatanya. Ketika pendapatan bunga bank menurun, bank memiliki jasa lain untuk mempermudah nasabah dalam mendapatkan experience yang menarik dan peredaran barang dan jasa kepada masyarakat lebih cepat seperti penyediaan layanan lalu lintas keuangan efisien (Bintari et al. , 2. Pengukuran dengan menggunakan nilai besar kecilnya pendapatan non bunga bank dan dilakukan transformasi data dengan logaritma natural . Capital Adequacy Rasio Ukuran rasio kinerja bank yang berfungsi untuk mengukur seberapa besar kemampuan dan kecukupan modal bank dalam penunjang aktiva yang dinilai menghasilkan atau mengandung risiko, sehingga dapat menentukan besarnya penurunan aset yang mampu ditutupi oleh ekuitas bank yang tersedia (Afriyeni & Fernos, 2. (Sumber: w. id/ Surat Edaran OJK NO. 9/SEOJK. 03/2. Journal of Accounting. Management, and Islamic Economics. Vol. No. Juni 2024: 91-102 Return On Assets Pengukuran dalam menentukan tingkat kinerja industry dalam pengelolaan aset untuk mendapatkan keuntungan yang ideal (Fitrieska, 2. (Sumber: w. id/ Surat Edaran OJK NO. 9/SEOJK. 03/2. Teknik Pengolahan dan Analisis Data Dalam Penelitian ini peneliti menganalisis mengenai pengaruh interest income, fee based income, dan capital adequacy ratio terhadap return on asset periode 2017Q1 Ae 2021Q4. melakukan pengambilan populasi pada laporan keuangan bulanan Bank konvensional milik negara (BUMN) di Indonesia untuk periode 2017 hingga 2021 yang dan telah terdaftar dalam Bursa Efek Indonesia. pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan teknik purposive sampling, yaitu dengan melakukan pertimbangan tertentu yang dilakukan oleh peneliti itu sendiri dengan berdasarkan pada sifat dan karakteristik populasi yang sudah dipahami. Pengujian dalam penelitian ini menggunakan software E-views 9. Adapun persamaan regresi penelitian yang digunakan dalam penelitian ini : Y = 1 X1 2 X2 3 X3 e Keterangan : 1, 2, 3 Y= Return On Assets (ROA) = Konstanta = Koefisien Regresi = Interest Income = Fee Based Income = Capital Adequacy Ratio (CAR) = Error HASIL DAN PEMBAHASAN Statistika Deskriptif Statistik deskriptif yaitu statistik yang berguna untuk menganalisis data dengan menggambarkan atau memberi deskripsi data yang telah dikumpulkan peneliti, tanpa maksud untuk melakukan kesimpulan untuk hal umum atau general (Sugiyono, 2. Metode analisis statistika deskriptif sering digunakan dengan melihat nilai rata Ae rata . , standar deviasi, varian, maksimum, minimum, sum, range, kurtosis, skewness (Ghozali, 2. Variabel Obs Mean Median Maximum Minimum Std. Dev Skewness Kurtosis Jarque-Bera Probabilty Return Asset Interest Income Fee Based Income CAR Sumber: Output E-views 9 diolah, 2022 Berdasarkan hasil olah data yang telah dilakukan oleh peneliti, berikut merupakan uraian hasil statistic deskriptif variabel penelitian ini: Al Farizi. & Saad. Pengaruh Interest Based Income . EISSN: 3032-4289 Return On Asset (ROA) merupakan variabel dependen yang diangkat oleh peneliti untuk model regresi dalam penelitian ini. hasil tabel statistika deskriptif pada tabel 4. 3 dari 80 observasi sampel nilai rata Ae rata . ROA bank konvensional BUMN milik negara tercatat yaitu sebesar 2,240125 dimana angka tersebut sudah diatas ketentuan minimum . %) Bank Indonesia mengenai ROA, sehingga perbankan dapat dikategorikan sebagai good bank. hal tersebut menunjukan bahwa tingkat ROA pada bank Mandiri tahun 2020Q4, bank BNI tahun 2020Q2 - 2020Q4 perlu dilakukan pengkajian lebih dalam dikarenakan nilai dibawah ketentuan PBI dalam kategori bank buku-4. Pada penelitian ini terdapat nilai maksimum variabel ROA sebesar 3,690000 atau 39% di bank BRI periode 2017Q4. Sedangkan, nilai minimum pada variabel ROA yaitu sebesar 0,130000% atau 0,13% dimana angka tersebut dimiliki pada bank BTN yang termasuk dalam ketentuan bank buku-3. Adapun standar deviasi pada variabel ini sebesar 0,950384%. Variabel independen dalam penelitian ini yaitu Interest Income. Fee Based Income, dan Capital Adequacy Ratio (CAR). Hasil pada tabel statistic deskriptif pada tabel 4. 3 dari 80 observasi sample nilai rata Ae rata dari variabel interest income yaitu sebesar 15,94188 , dalam indikasi nilai maksimum pada variabel interest income sebesar 17,08000 atau dalam rupiah sebesar 26. 261, angka tersebut terdapat pada data pada bank BRI pada tahun 2021Q4. Sedangkan, nilai minimum pada variabel ini sebesar 14,53000 atau 2. terdapat pada bank BTN pada tahun 2017Q1, hal tersebut terjadi ketimpangan dikarenakan pada dasarnya kedua bank tersebut terdapat dalam kategori yang berbeda. Nilai standar deviasi pada variabel ini sebesar 0,773765 dimana angka tersebut lebih kecil dibandingkan dengan nilai rata Ae rata. Variabel independent pada model regresi penelitian ini ialah Fee Based Income. Pada statistik deskriptif tabel 4. 3 dari 80 observasi menunjukan nilai rataAe rata dari variabel fee based income yaitu sebesar 14. dan pada nilai maksimum pada variabel ini sebesar 96000 atau dalam rupiah sebesar 8. 604, angka tersebut menyebutkan pada data fee based income bank Mandiri tahun 2018Q4. Nilai minimum pada variabel fee based income yaitu sebesar 12. 28000 atau sebesar 383. 986 terdapat pada bank BTN tahun 2017Q1. Serta pada nilai standar deviasi untuk variabel ini sebesar 1. 103630 dimana angka tersebut berada lebih kecil daripada nilai rata Ae rata. Variabel independen dalam model regresi penelitian ini ialah Capital Adequacy Ratio (CAR). Hasil tabel statistik deskriptif pada tabel 4. 3 dari 80 sample observasi nilai rata Ae rata variabel capital Adequacy ratio (CAR) yaitu sebesar 19,55100. Nilai maksimum pada variabel ini sebesar 25,28000 atau 25,28%, angka tersebut menunjukan pada data CAR bank BRI tahun 2021Q4. Nilai minimun pada variabel ini sebesar 16,07000 atau 16,07%, angka ini menunjukan pada data CAR pada bank BNI tahun 2020Q1. Serta nilai standar deviasi variabel CAR pada olah data ini sebesar 1,853303% dimana angka tersebut lebih kecil dibandingkan dengan nilai rata Ae rata data CAR. Analisis Data Panel Menurut Widarjono . dalam buku penelitian (Basuki & Prawoto, 2. , diterangkan keuntungan menggunakan data panel dalam observasi ialah gabungan data dapat menyediakan data variative sehingga menghasilkan degree of freedom yang besar. Data panel dapat diorientasikan menggunakan metode estimasi model regresi, menurut Widarjono . dalam (Basuki & Prawoto, 2. terdapat tiga teknik seperti Common Effect Model. Fixed Effect Model, dan Random Effect Model. Kemudian dilakukan dilakukan pengujian uji chow, uji haussman. Uji lagrange multiplier. Setelah pengujian disimpulkan dalam penelitian ini menggunakan model yang tepat ialah Fixed Effect Model. Uji Asumsi klasik Selain itu, penelitian ini terbebas dari masalah pengujian pada uji asumsi klasik yaitu uji normalitas, uji multikolineritas , uji autokorelasi dan uji heterokedastisitas. Journal of Accounting. Management, and Islamic Economics. Vol. No. Juni 2024: 91-102 Multiple Linear Regression Analisis regresi linear berganda pada penelitian ini berfungsi untuk menguji tingkat signifikansi persepsi dari responden dari variabel bebas. Analisa ini digunakan untuk mengetahui besarnya pengaruh lebih dari satu variabel bebas terhadap variabel terikat (Sunyoto, 2. Berdasarkan dari hasil penelitian, maka diperoleh regresi sebagai berikut: Variabel Coeffient IntIncome FBI CAR R-Squared Adjusted R-Squared Prob (F-statisti. Hasil Pengujian Analisis Regresi Berganda Std. Error t-Statistic Prob. Kesimpulan Sign Un-Sign Sign Sumber: Output E-views 9 diolah, 2022 ROAit = 16. 84968 - 1. 006IntIncit Ae 0. 037286FBIit 0. 100943CARit e Pada tabel diatas persamaan pada penelitian ini variabel interest income memiliki pengaruh negatif terhadap kinerja keuangan (ROA). Fee Based Income pada penelitian ini tidak berpengaruh terhadap ROA. Pada variabel CAR memiliki pengaruh positif terhadap return on asset. Interest Income berpengaruh Negatif Terhadap Return On Asset Berdasarkan hasil penelitian ini telah memiliki hasil yang tertera pada tabel diatas menunjukan bahwa interest income memiliki pengaruh negatif signifikan terhadap return on asset perusahaan perbankan konvensional BUMN milik negara. Hal ini menunjukan bahwa semakin rendah/tinggi pendapatan bunga bank, maka akan mempengaruhi pergerakan rasio return on asset. Hal ini sejalan dengan signalling theory yang digunakan dalam penelitian ini bahwa memberikan gambaran atau informasi nilai performa pendapatan bank kepada pihak yang membutuhkan. Penelitian ini dapat diartikan menunjukan semakin tinggi maka return on asset pada bank konvensional BUMN milik negara akan mengalami penurunan. hasil pada penelitian ini dipengaruhi pada sisi pendapatan bank dan aset yang dimiliki bank, dimana pada saat memasuki tahun 2020 memasuki masa pandemic Covid 19. Berdasarkan laporan tahunan. bank mandiri menyebutkan, pendapatan bank digunakan untuk melindungi kelemahan sisi kredit, serta dalam upaya untuk perbaikan restrukturasi debitur yang berpotensi mengalami kesulitan memenuhi kewajibannya. Dengan kenaikan pendapatan bunga bank pada tahun 2020, tingkat NPL pada bank mengalami kenaikan dengan selisih hampir 1,5% dibanding tahun sebelumnya. Pada waktu yang bersamaan pendapatan bank BUMN juga digunakan dalam pembentukan Cadangan Kerugian Penurunan Nilai (CKPN) debitur yang terdampak COVID-19. Hasil penelitian ini sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh (Bintari et al. , 2. (Sabaruddin et al. , 2. yang menyatakan bahwa ketika pendapatan bunga semakin tinggi, tetapi perusahaan perbankan fokus terhadap pemenuhan otoritas perbankan terkait ketentuan kredit bermasalah atau Non Performing Loan (NPL). Penelitian lain menunjukan hasil arah yang berbeda, seperti yang dikemukakan oleh (Khotijah & Sugiono, 2. , (Priyatmoko, 2. , dan (Ridwan, 2. dengan hasil interest income berpengaruh positif terhadap return on asset. Fee Based Income Tidak Berpengaruh Terhadap Return On Asset Berdasarkan hasil penelitian pada tabel diatas menunjukan bahwa fee based income tidak berpengaruh terhadap return on asset. Hal tersebut menunjukan bahwa pendapatan perbankan konvensional tidak seutuhnya berasal dari fee based income melainkan terbesar dari pendapatan Al Farizi. & Saad. Pengaruh Interest Based Income . EISSN: 3032-4289 bunga bank. Seperti produk bank layanan ATM link, transaksi valas, komisi dan provisi dalam transaksi layanan perbankan tidak berpengaruh secara signifikan terhadap pendapatan bank. Hasil penelitian ini sejalan dengan hipotesis penelitian (Sopian & Pramiudi, 2. , (Perkasa, 2. , dan (Nadzirul Fiqri, 2. memberikan hasil penelitian bahwa fee based income tidak berpengaruh terhadap return on asset yang menyatakan hal ini disebabkan perkembangan fluktuasi dari tahun ke tahun yang memicu penurunan minat atau keperluan dari masyarakat yang menggunakan jasa perbankan, dan masyarakat belum memanfaatkan fee based income sebagai Sedangkan hasil penelitian berbeda dikemukakan oleh (Bintari et al. , 2. , (Rori et al. , (Anindhynta, 2. , dan (Istiqomah et al. , 2. menyatakan bahwa fee based income memiliki pengaruh terhadap return on asset. Capital Adequacy Ratio Berpengaruh Positif Terhadap Return On Asset Berdasarkan hasil regresi penelitian pada tabel diatas menunjukan bahwa Capital Adequacy Ratio (CAR) berpengaruh positif dan signifikan terhadap Return On Asset (ROA) pada perusahaan perbankan konvensional BUMN milik negara. Hal ini sejalan dengan teori yang digunakan yaitu signalling theory, bahwa perusahaan memberikan sinyal informasi terhadap performa modal yang dimiliki perusahaan bank tersebut. Hal ini bertujuan dengan penyampaian informasi oleh perusahaan guna pihak kepentingan menjadi dasar keputusan investasi masa yang akan datang (Setiawan, 2. Penggunaan modal dengan efektif dan efisien dapat memberikan pengaruh nilai tambah terhadap kinerja perusahaan. Sehingga perusahaan dapat menggunakan asset dalam kegiatanya dan bersaing secara kompetitif untuk meningkatkan laba yang dimiliki. Hasil penelitian ini sejalan dengan hipotesis yang telah dibangun oleh penelitian sebelumnya yang dilakukan oleh (Yokeu Bernardin, 2. , (Ayu Kinanti & Purwohandoko, 2. , (Sunaryo, 2. , dan (Rembet & Baramuli, 2. Sedangkan hasil berbeda dikemukakan oleh (Puji Lestari et , 2. dimana capital Adequacy ratio berpengaruh negatif tidak signifikan terhadap return on KESIMPULAN. IMPLIKASI DAN SARAN Kesimpulan Berdasarkan hasil penelitian ini memberikan kesimpulan pada pengelolaan Interest Income. Fee Based Income, dan Capital Adequacy Ratio (CAR) terhadap Return On Asset (ROA). Berdasarkan hasil analisa dan pembahasan diatas yang dilakukan pada bab sebelumnya, maka penelitian ini menghasilkan beberapa kesimpulan sebagai berikut: . Variabel Interest Income memiliki hasil berpengaruh negatif terhadap Return On Asset (ROA). Variabel Fee Based Income memiliki hasil tidak berpengaruh terhadap Return On Asset (ROA). Variabel Capital Adequacy Ratio (CAR) berpengaruh terhadap Return On Asset (ROA). Keterbatasan Hasil penelitian ini yang masih jauh dari kata kesempurnaan, maka terdapat beberapa keterbatasan peneliti dalam membentuk penelitian ini. Adapun keterbatasan yang terdapat di penelitian ini adalah sebagai berikut: Objek pada penelitian ini hanya menggunakan perusahaan perbankan konvensional BUMN milik negara dengan periode 2017Q1 Ae 2021Q4. Penelitian ini mengacu pada analisa regresi data panel yang digunakan oleh banyak peneliti seperti (Anindhynta, 2. dan (Febrina et al. , 2. Penelitian ini hanya menggunakan 3 variabel yaitu interest income, fee based income, dan capital Adequacy ratio untuk mengukur besaran pengaruh yang ditimbulkan oleh 2 variabel tersebut terhadap return on asset. Penelitian ini hanya melihat dari aspek return on asset, tidak melihat perspektif dari rasio kinerja keuangan lainnya. Journal of Accounting. Management, and Islamic Economics. Vol. No. Juni 2024: 91-102 Saran Penelitian ini yang masih jauh dari kata kesempurnaan, maka diharapkan dapat diperbaiki untuk penelitian selanjutnya. Adapun saran yang terdapat di penelitian ini adalah sebagai berikut: Penelitian selanjutnya diharapkan menambahkan sampel dari berbagai aspek kelompok perbankan lainnya. Penelitian selanjutnya diharapkan dapat mengembangkan dengan melakukan analisa regresi dengan metode lain (Basuki & Prawoto, 2. seperti metode Error Correction Model (ECM). Vector Autoregression (VAR), dan Vector Error Correction Model (VECM). Nilai R2 sebesar 69% berpengaruh dari penelitian ini, penelitian selanjutnya diharapkan melakukan pengembangan dan memodifikasi penelitian sebelumnya, disarankan untuk menggunakan variabel lain maupun menambah variabel guna mendukung kekurangan pada penelitian ini seperti menambahkan aspek rasio return on equity, return on investment, variabel Net Interest Margin (NIM). Biaya Operasional terhadap Pendapatan Operasional (BOPO). Loan to Deposit Ratio (LDR), dan Dana pihak ketiga. DAFTAR PUSTAKA