KARAKTERISASI HAIR TONIC BERBASIS EKSTRAK ETANOL 96% DAUN JAMBU BIJI KRISTAL (Psidium guajava ) DAN KEMIRI BAKAR (Aleurites moluccanus (L. ) Will. Rahmatika Fadhilatun Nasri. Jihan Maftuuhatus Zuhra*. Eniza Anggraini. Lalu Rizki Fauzi Prodi Diploma Tiga Farmasi. Fakultas Ilmu Kesehatan. Institut Kesehatan YARSI Mataram. Mataram. Indonesia. *Penulis Korespondensi: jihanzahra. 1997@yahoo. ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk memformulasikan dan mengkarakterisasi sediaan hair tonic berbahan dasar ekstrak etanol 96% daun jambu biji kristal (Psidium guajava L. ) dan minyak kemiri (Aleurites moluccanus (L. ) Will. bakar sebagai alternatif perawatan rambut alami. Penelitian menggunakan metode deskriptif dengan tahapan meliputi ekstraksi daun jambu biji menggunakan maserasi, pembuatan minyak kemiri bakar, formulasi sediaan hair tonic, serta evaluasi sifat fisik meliputi uji organoleptik, pH, homogenitas, dan viskositas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak daun jambu biji mengandung senyawa flavonoid dan tanin, sedangkan minyak kemiri bakar mengandung saponin. Sediaan hair tonic berhasil diformulasikan dalam tiga variasi konsentrasi ekstrak etanol daun jambu biji kristal . %, 10%, dan 15%) dan kemiri 0,05% dalam ketiga formula dengan hasil organoleptik berupa cairan berwarna hijau hingga hijau kecoklatan dan aroma khas. Nilai pH seluruh formula adalah 7 yang masih sesuai dengan standar pH kulit kepala dan SNI 6,5-7, homogen, viskositas rendah . -0,14 cP) sehingga mudah diaplikasikan dan aman untuk kulit kepala. Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa kombinasi ekstrak daun jambu biji kristal dan minyak kemiri bakar dapat diformulasikan menjadi sediaan hair tonic yang memenuhi parameter dasar sediaan kosmetik cair dan berpotensi sebagai alternatif perawatan rambut alami. Kata Kunci: Hair tonic. Formulasi. Karakterisasi. ABSTRACT This study aimed to formulate and characterize a hair tonic preparation based on a 96% ethanolic extract of crystal guava leaves (Psidium guajava L. ) and roasted candlenut (Aleurites moluccanus (L. ) Will. oil as a natural alternative for hair care. A descriptive research method was employed, consisting of several stages, including extraction of guava leaves using the maceration method, preparation of roasted candlenut oil, formulation of the hair tonic, and evaluation of its physical properties, namely organoleptic characteristics, pH, homogeneity, and The results indicated that the guava leaf extract contained flavonoids and tannins, while the roasted candlenut oil contained saponins. The hair tonic was successfully formulated into three variations with different concentrations of crystal guava leaf ethanolic extract . %, 10%, and 15%), combined with 0. 05% roasted candlenut oil in all formulations. Organoleptic evaluation showed that the preparations were liquid, with colors ranging from green to brownish- green, and possessed a characteristic aroma. All formulations exhibited a pH value of 7, which is within the acceptable range for scalp pH and complies with the Indonesian National Standard (SNI) on 6. 5Ae7. The preparations were homogeneous and demonstrated low viscosity . Ae0. 14 cP), allowing for easy application and ensuring safety for scalp use. In conclusion, the combination of crystal guava leaf extract and roasted candlenut oil can be successfully formulated into a hair tonic preparation that meets the fundamental parameters of liquid cosmetic products and shows potential as a natural hair care alternative. Keywords: Hair tonic. Formulation. Characterization. PHARMA XPLORE Ae JURNAL SAINS DAN ILMU FARMASI. Vol. No. Mei 2026 PENDAHULUAN Rambut karena mudah diaplikasikan dan dapat memberikan nutrisi pada kulit kepala penting dalam estetika dan identitas diri (Sahira dan Darusman, 2. Namun berbahan sintetis juga dilaporkan dapat menimbulkan iritasi dan reaksi alergi permasalahan yang umum terjadi adalah pada sebagian pengguna (Wijaya et al. Sebagai alternatif, pengembangan perempuan berhijab yang rentan akibat hair tonic berbahan alami menjadi pilihan yang lebih aman dan ramah kondisi basah, penggunaan hijab yang lingkungan (Hidayah et al. , 2020. Sjamsiah et al. , 2. Daun jambu biji mendukung sirkulasi udara. Kondisi kristal (Psidium guajava L. ) diketahui tersebut dapat menyebabkan kulit kepala mengandung flavonoid dan tanin yang menjadi lembap dan berminyak sehingga berpotensi merusak folikel rambut dan antimikroba (Sutanti et al. , 2. memicu kerontokan (Tritania et al. Selain itu, kerontokan rambut moluccanus (L. ) Willd. ) kaya akan asam lemak esensial dan vitamin E yang berpotensi menutrisi kulit kepala dan rambut (Esse et al. , 2. Oleh karena kosmetik, stres, dan gaya hidup (Wanti itu, kombinasi kedua bahan tersebut et al. , 2. Penggunaan produk perawatan rambut berbahan sintetis formulasi sediaan hair tonic berbasis sering dipilih karena kepraktisannya, bahan alami. Penelitian sebelumnya namun berpotensi menimbulkan efek umumnya masih mengkaji masing- samping seperti iritasi kulit kepala dan masing bahan secara terpisah maupun hair tonic alami secara umum, sehingga (Legiawati, (Syahidahalla, (>100 Salah helai/har. Pitaloka (Aleurites kombinasi daun jambu biji kristal dan Pudrianisa, 2. Salah satu sediaan kemiri bakar serta karakteristik fisiknya yang umum digunakan adalah hair tonic masih terbatas (Wijaya et al. , 2. PHARMA XPLORE Ae JURNAL SAINS DAN ILMU FARMASI. Vol. No. Mei 2026 Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan Februari 2026. Penelitian dilaksanakan JanuariAeMaret Biologi mengarakterisasi sediaan hair tonic Laboratorium berbahan dasar ekstrak etanol 96% daun Universitas Mataram dan Laboratorium jambu biji kristal dan kemiri bakar. Farmasi Institut FMIPA Kesehatan Yarsi Mataram. METODE PENELITIAN Pembuatan Desain Penelitian Ekstraksi Penelitian Simplisia Proses Pembuatan simplisia daun jambu penelitian eksperimental laboratorium biji kristal diawali dengan sortasi basah dengan pendekatan deskriptif kuantitatif pada daun segar yang telah dikumpulkan yang bertujuan untuk memformulasikan untuk memisahkan kotoran dan bagian dan mengarakterisasi sediaan hair tonic tanaman yang rusak, kemudian dicuci berbahan dasar ekstrak etanol 96% daun menggunakan air mengalir. Selanjutnya, jambu biji kristal (Psidium guajava L. dan minyak kemiri bakar (Aleurites Tahapan Pengeringan dilakukan secara bertahap, penelitian meliputi determinasi tanaman, yaitu dengan cara diangin-anginkan terlebih dahulu kemudian dilanjutkan (L. Will. kecil-kecil menggunakan oven pada suhu A40Ae50AC karakteristik fisik. Bahan tanaman yang dengan tekstur rapuh. Simplisia kering digunakan dalam penelitian ini berupa daun jambu biji kristal segar sebanyak dihaluskan menggunakan blender hingga 411 gram dan 100,8 gram yang diperoleh menjadi serbuk simplisia (Fauziah et al. dari Dusun Batu Kumbung. Kecamatan Lingsar. Kabupaten Lombok Barat pada dilakukan dalam dua batch. Pada batch bulan Februari 2026, sedangkan biji pertama diperoleh serbuk simplisia daun kemiri sebanyak 150 gram diperoleh dari jambu biji kristal sebanyak 411 gram. Dusun Bayan, sedangkan pada batch kedua diperoleh Kabupaten Lombok Utara pada bulan sebanyak 100,8 gram. Serbuk simplisia Senaru. Kecamatan Proses PHARMA XPLORE Ae JURNAL SAINS DAN ILMU FARMASI. Vol. No. Mei 2026 yang diperoleh selanjutnya digunakan Pembuatan Minyak Kemiri Bakar Ekstraksi Pembuatan minyak kemiri bakar dilakukan dengan cara membakar biji dilakukan dengan metode maserasi kemiri (Aleurites moluccanus (L. ) Will. menggunakan pelarut etanol 96% (Biadi, hingga mengeluarkan minyak. Kemiri , 2. Proses ekstraksi dilakukan yang telah dibakar kemudian dihaluskan, dalam 2 batch. Pada batch pertama, diperas, dan disaring untuk memperoleh sebanyak 30 gram serbuk simplisia minyak kemiri bakar yang digunakan dimasukkan ke dalam wadah maserasi sebagai bahan formulasi hair tonic kemudian ditambahkan etanol 96% (Safrina et al. , 2. sebanyak 300 mL hingga seluruh simplisia terendam. Pada batch kedua Alat dan Bahan digunakan 113,2 gram serbuk simplisia gelas beaker, corong pisah, blender, sebanyak 1130 mL. Proses maserasi timbangan analitik, pipet tetes, kertas dilakukan selama 2 hari pada suhu ruang. Setelah universal, viskometer, dan peralatan campuran disaring menggunakan kertas gelas lainnya. Bahan yang digunakan Filtrat yang diperoleh kemudian terdiri dari simplisia daun jambu biji diuapkan di waterbath pada suhu 40- kristal dan biji kemiri, serta bahan 50oC hingga diperoleh ekstrak kental. tambahan seperti etanol 96%, propilen Alat yang digunakan meliputi glikol, metil paraben, propil paraben. Bahan dipilih dalam kondisi baik, tidak rusak, dan bebas kontaminan. PHARMA XPLORE Ae JURNAL SAINS DAN ILMU FARMASI. Vol. No. Mei 2026 Formulasi Sediaan Hair Tonic Tabel 1. Formulasi Sediaan Hair Tonic (Surya et al. , 2. Bahan Formulasi (%b/. Ekstrak daun jambu biji Kristal Minyak Kemiri Bakar 0,05 0,05 0,05 Ethanol 96% Propilen glikol Metil Paraben Propil Paraben 0,02 0,02 0,02 0,02 Natrium metabisulfite 0,05 0,05 0,05 0,05 Menthol Aquadest ad . L) Prosedur Pembuatan Formula Hair Uji Fitokimia Tonic Uji fitokimia kualitatif dilakukan Daun jambu biji kristal disortasi, senyawa aktif dalam ekstrak, meliputi diekstraksi dengan metode maserasi flavonoid, tanin, dan saponin. Pemilihan Kemiri diproses melalui pembakaran untuk memperoleh minyak kemiri. Ekstrak sebelumnya yang menunjukkan bahwa daun jambu biji kristal dan minyak daun jambu biji diketahui dominan kemiri bakar selanjutnya diformulasikan mengandung flavonoid, tanin, saponin, serta senyawa fenolik yang berperan penambahan bahan pendukung seperti perawatan rambut (Ruksiriwanich et al. antioksidan, dan pemberi sensasi segar. Pada penelitian ini, pengujian Sediaan dibuat dalam beberapa variasi difokuskan pada flavonoid, tanin, dan ditambahkan akuades hingga volume dianggap paling relevan terhadap tujuan tertentu dan dihomogenkan. formulasi hair tonic dan paling sering PHARMA XPLORE Ae JURNAL SAINS DAN ILMU FARMASI. Vol. No. Mei 2026 aktivitas biologis ekstrak daun jambu biji Data yang diperoleh dianalisis secara dan minyak kemiri bakar (Ruksiriwanich deskriptif, di mana data kuantitatif et al. , 2. Meskipun demikian, seperti pH dan viskositas disajikan dalam bentuk nilai rata-rata, sedangkan adanya kandungan metabolit sekunder data kualitatif dianalisis berdasarkan hasil pengamatan. steroid, dan polifenol dalam daun jambu biji (Huynh et al. , 2. , namun Uji Organoleptik senyawa tersebut tidak diuji pada Uji penelitian ini karena keterbatasan ruang dengan mengamati warna, bau, dan lingkup penelitian dan fokus analisis. Uji bentuk sediaan hair tonic secara visual penambahan serbuk magnesium dan HCl (Indriyani Endrawati, 2. pekat yang ditandai dengan perubahan Uji tanin dilakukan dengan Uji pH dilakukan menggunakan menghasilkan warna hijau hingga biru indikator universal dengan mencelupkan kertas indikator ke dalam sampel. Uji FeClCE Uji pH dibandingkan dengan standar warna pH terbentuknya buih stabil (Kurnianto et (Indriyani , 2. Musthika dan Dewi, 2. Evaluasi Sediaan HairTonic Uji Homogenitas Evaluasi Uji Endrawati, mengetahui karakteristik fisik sediaan. dengan mengoleskan sediaan pada kaca Pengujian meliputi uji organoleptik objek, kemudian diamati secara visual . arna, bau, dan bentu. , uji pH untuk melihat adanya partikel kasar atau menggunakan indikator universal atau pemisahan fase (Barus dan Meliala, pH meter, uji homogenitas dengan pengamatan visual pada kaca objek, serta uji viskositas menggunakan viskometer. Uji Viskositas PHARMA XPLORE Ae JURNAL SAINS DAN ILMU FARMASI. Vol. No. Mei 2026 Uji 04/UNI. 8/F7/LBL/2026 kecepatan 60 rpm dengan mencelupkan bahwa sampel yang digunakan adalah daun jambu biji kristal (Psidium guajava (Indriyani ) dan kemiri (Aleurites moluccanus Endrawati, 2. (L. Will. Kesesuaian morfologi dengan literatur taksonomi HASIL DAN PEMBAHASAN Determinasi Tanaman digunakan valid secara ilmiah sehingga Determinasi tanaman dilakukan Laboratorium Biologi FMIPA penelitian dan meminimalkan kesalahan Universitas Mataram untuk memastikan identifikasi yang dapat memengaruhi keabsahan bahan yang digunakan dalam kandungan senyawa aktif maupun hasil penelitian (Puspitasari, 2. Hasil Pembuatan Simplisia dan Proses Ekstraksi Daun Jambu Biji Kristal Batch Tabel 2. Hasil Rendemen Ekstrak Daun Jambu Biji Kristal Simplisia Simplisia Pelarut Hasil ekstrak . L) 20,05 Rendeme (% b/. 27,67% 17,72% Pembuatan simplisia daun jambu Perbedaan jumlah serbuk simplisia yang kering berwarna hijau kecokelatan, variasi jumlah bahan awal, kadar air berbau khas daun, dan memiliki tekstur daun segar, serta proses pengeringan yang menyebabkan penyusutan bobot Proses bahan akibat penguapan air selama simplisia dilakukan dalam dua batch. pembuatan simplisia (Sembiring et al. Pada batch pertama diperoleh serbuk Simplisia yang telah diperoleh simplisia sebanyak 411 gram, sedangkan kemudian digunakan sebagai bahan pada batch kedua diperoleh 100,8 gram. untuk proses ekstraksi. Hasil ekstraksi PHARMA XPLORE Ae JURNAL SAINS DAN ILMU FARMASI. Vol. No. Mei 2026 menunjukkan rendemen sebesar 17,7 jambu biji kristal dan minyak kemiri 27,7%. Perbedaan rendemen antar batch bakar disajikan pada Tabel 3 dan Tabel Berdasarkan hasil tersebut, ekstrak remaserasi pada batch pertama yang daun jambu biji kristal menunjukkan adanya kandungan flavonoid dan tanin, senyawa aktif dibandingkan maserasi tunggal pada batch kedua, karena Perubahan warna pada uji flavonoid dan tanin serta terbentuknya busa pada uji (Ningsih et al. , 2. Selain itu, proses saponin dapat diamati pada Gambar . 40Ae60AC dan Gambar . Hasil ini sejalan dengan dilakukan untuk mencegah degradasi penelitian sebelumnya yang melaporkan senyawa aktif akibat pemanasan berlebih kandungan senyawa serupa pada kedua (Handarni et al. , 2. (Kurnianto Keberadaan senyawa-senyawa tersebut Uji Fitokimia mengindikasikan potensi sebagai bahan Hasil uji fitokimia ekstrak daun aktif dalam sediaan hair tonic alami. Tabel 3. Hasil Uji Fitokimia Ekstrak Daun Jambu Biji Kristal Golongan Senyawa Pereaksi Parameter Pembanding (Kurnianto et al. , 2. Hasil Uji Flavonoid Serbuk Mg HCl Terbentuk warna kuning Terdeteksi Tanin FeClCE 1% Terbentuk warna biru Terdeteksi Keterangan : ( ) = Positif . angat kua. ( ) = Positif . ( ) = Positif . Tabel 4. Hasil Uji Fitokimia Minyak Kemiri Bakar Golongan Senyawa Pereaksi Parameter Pembanding (Kurnianto et al. , 2. Hasil Uji Saponin Aquadest Terbentuk busa Terbentuk busa PHARMA XPLORE Ae JURNAL SAINS DAN ILMU FARMASI. Vol. No. Mei 2026 Golongan Senyawa Gambar Hasil Skrining Ekstrak Daun Jambu Biji Ekstrak Pereaksi Serbuk Mg HCl Hasil ekstrak pereaksi Ekstrak Pereaksi FeCl31% Ekstrak Flavonoid Tanin Gambar 1. Hasil uji flavonoid dan tanin daun jambu biji kristal Golongan Senyawa Gambar Hasil Skrining Minyak Kemiri Saponin Minyak kemiri Aquadest Minyak Gambar 2. Hasil uji saponin pada minyak kemiri bakar Uji Organoleptik Tabel 5. Hasil Uji Organoleptik Formula Sediaan Hair Tonic Formula Bentuk Warna Bau Cair Hijau muda Fragrance dan khas jambu Cair Hijau tua Khas jambu Cair Hijau kecoklatan Khas jambu Hasil pengamatan menunjukkan namun terdapat perbedaan warna dan bahwa seluruh formula berbentuk cair. Formula dengan konsentrasi PHARMA XPLORE Ae JURNAL SAINS DAN ILMU FARMASI. Vol. No. Mei 2026 ekstrak lebih tinggi (F2 dan F. memiliki dengan penelitian sebelumnya yang warna lebih gelap dan aroma yang lebih konsentrasi ekstrak dapat memengaruhi menunjukkan bahwa konsentrasi ekstrak warna dan aroma produk (Rifaldi et al. F1. Hal organoleptik sediaan. Hasil ini sejalan Uji pH Tabel 6. Hasil Uji pH Formula Sediaan Hair Tonic Formula Hasil Uji pH Keterangan Rata-rata Memenuhi syarat Memenuhi syarat Memenuhi syarat Seluruh formula menunjukkan pada kulit kepala. Konsistensi nilai pH nilai pH sebesar 7, yang berada dalam rentang pH kulit kepala . ,5Ae7,. sesuai standar SNI. Nilai pH yang netral ini memengaruhi derajat keasaman secara menunjukkan bahwa sediaan aman dan signifikan (Oktarina dan Dewi, 2. tidak berpotensi menyebabkan iritasi Uji Homogenitas Parameter Formula 1 Formula 2 Formula 3 Homogen Homogen Homogen Gambar Hasil Uji Homogenitas Keterangan Gambar 3. Hasil uji homogenitas sediaan hair tonic PHARMA XPLORE Ae JURNAL SAINS DAN ILMU FARMASI. Vol. No. Mei 2026 Hasil uji menunjukkan bahwa ditandai dengan tidak adanya partikel kasar atau gumpalan (Sjamsiah et al. penggunaan surfaktan, namun tidak Hal ini menunjukkan bahwa memengaruhi keseragaman sediaan. menghasilkan distribusi yang merata. Adanya Uji Viskositas Tabel 7. Hasil Uji Viskositas Formula Sediaan Hair Tonic Formula Hasil Uji Viskositas . P) Keterangan Rata-rata 0,14 0,00 0,00 0,04 Memenuhi syarat 0,00 0,00 0,00 0,00 Memenuhi syarat 0,00 0,00 0,00 0,00 Memenuhi syarat Hasil pengujian menunjukkan yang menunjukkan bahwa viskositas bahwa nilai viskositas seluruh formula sediaan cair dapat mengalami perubahan mengindikasikan bahwa sediaan bersifat . Ae0,14 cP), sangat encer. Nilai viskositas yang rendah ini sesuai dengan karakteristik KESIMPULAN Berdasarkan hair tonic yang diharapkan mudah diaplikasikan dan cepat menyebar pada kulit kepala. Namun, nilai viskositas yang sangat rendah pada beberapa formula kemungkinan dipengaruhi oleh keterbatasan alat ukur atau kondisi pengujian, sehingga tidak terdeteksi secara optimal. Selain itu, komposisi viskositas sediaan. Hasil ini sejalan dengan penelitian (Lestari et al. , 2. telah dilakukan, ekstrak etanol 96% daun jambu biji kristal dan minyak kemiri baka. berhasil diformulasikan menjadi parameter dasar sediaan kosmetik cair, meliputi organoleptik, pH, homogenitas, dan viskositas, sehingga berpotensi sebagai alternatif perawatan rambut PHARMA XPLORE Ae JURNAL SAINS DAN ILMU FARMASI. Vol. No. Mei 2026 DAFTAR PUSTAKA