779 JRTour Journal Of Responsible Tourism Vol. No. November 2025 PENGEMBANGAN OBYEK WISATA DANAU LEBO DALAM MENINGKATKAN PEREKONOMIAN MASYARAKAT PAKIRUM KECAMATAN TALIWANG KABUPATEN SUMBAWA BARAT Iqbal Pazha Zulhamdani1. FathurrahimA & Sri WahyuningsihA 1,2,3 Sekolah Tinggi Pariwisata E-mail: 1tarasyahiqbal@gmail. com, 2fathurrahim@gmail. sriwahyuningsih@gmail. Article History: Received: 04-08-2025 Revised: 05-09-2025 Accepted: 08-09-2025 Keywords: Pengembangan Obyek Wisata. Peningkatan Perekonomian. Abstract: Danau lebo adalah danau yang menyimpan banyak potensi untuk pengembangan pariwisata. Salah satu potensi obyek wisata di Sumbawa Barat adalah Danau lebo yang memiliki luas wilayah 819,20 Ha. Selain menikmati pemandangan yang indah, pengunjung juga dapat menikmati keindahan alam yang airnya tenang dan dingin, serta menikmati keindahan yang dikeliling oleh hutan alam. Penelitian ini adalah studi kualitatif dengan metode survei dan Data untuk penelitian ini dikumpulkan melalui metode wawancara, observasi, dan Sedangkan data akan dianalisis menggunakan wawancara untuk selanjutnya melakukan perumusan strategi yang tepat untuk pengembangan potensi obyek wisata tersebut. Tujuan dari penelitian ini adalah mengindentifikasi potensi pengembangan obyek wisata dalam meningkatkan perekonomian masyarakat Pakirum Kecamatan Taliwang Kabupaten Sumbawa Barat. Hasil analisis ini adalah mengembangkan seluruh potensi yang ada, baik potensi sumber daya alam seperti keanekaragaman hayati . dan keindahan bentang alam, serta potensi topografi alam bumi dan budaya sekitar. Lokasi ini juga dijadikan sebagai tempat penelitian dan pendidikan. Obyek wisata berperan sebagai strategi pembangunan dan pengembangan pariwisata daerah, yang bertumpu pada usaha pelestarian alam atau konservasi. Sumber Daya Manusia, peningkatan sarana dan prasarana serta peningkatan pemberdayaan dalam pelibatan PENDAHULUAN Danau Lebo merupakan kawasan konservasi yang mempunyai luas 819,20 Ha dan secara administrasi masuk dalam wilayah Kelurahan Sampir. Pemandangan dan keunikan kawasan yang disuguhkan oleh Danau Lebo berpotensi untuk menarik minat wisatawan. Selain itu masyarakat sekitaran obyek wisata Danau Lebo juga memiliki tradisi kebudayaan, salah satunya budaya Mali a. https://stp-mataram. e-journal. id/JRTour JRTour Journal Of Responsible Tourism Vol. No. November 2025 larangan menangkap ikan malam jumAoat (Noroa Tu Bau Empa Petang Jema. , larangan menangkap ikan kecil (Bau Anu Rango Lepas Anu Od. termasuk di bulan purnama (Bulan Bunta. dan masyarakat yang masih percaya kepada makhluk gaib penguasa perairan lebo (Dea Bid. Kebudayaan ini masing-masing harus dilaksanakan dan dipatuhi dengan baik karena, memiliki nilai sejarah kebudayaan secara turun-temurun. Arah pengembangan Danau Lebo Taliwang adalah sebagai objek pariwisata selain mengembalikan ekosistem flora dan fauna yang ada, juga sebagai kawasan lindung dan tempat tangkapan ikan warga. Berdasarkan hasil wawancara dengan masyarakat sekitar Danau Lebo, selain ikan yang bisa dibudidayakan, tumbuhan teratai juga dimanfaatkan oleh ibu-ibu yang tergabung dalam kelompok Pakirum Mandiri dengan mengelolahnya menjadi abon dan cemilan yang terbuat dari lomar . kar terata. sebagai cendramata dan makanan yang bisa disantap oleh Bukan hanya itu, keberagaman flora dan fauna di sekitar Danau Lebo juga menarik untuk dijadikan atraksi wisata dan bahan penelitian seperti ketimus, bungus, kayu batu, rupe, tempoyak, berora, asam bage, teratai dan eceng gondok. Lalu ada juga berbagai fauna seperti bangau, burung kebau, bluwok, elang bondol, ibis, kura-kura, biawak serta 25 jenis burung air LANDASAN TEORI Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia. Wisata adalah berpergian bersama-sama untuk memperluas pengetahuan, bersenag-senang. Wisata adalah kegiatan perjalanan yang dilakukan oleh seorang atau sekelompok orang dengan mengunjungi tempat tertentu untuk tujunan rekreasi, pengembangan pribadi, atau mempelajari keunikan daya tarik wisata yang dikunjungi dalam jangka waktu sementara. Maka dapat ditarik kesimpulan bahwa wisata adalah perjalanan berpergian yang dilakukan seseorang atau lebih mengunjungi suatu tempat guna untuk rekreasi, pengembangan pribadi atau mempelajari keunikan daya tarik. Berbeda dengan istilah pariwisata, pariwisata menurut Gamal Suantoro adalah suatu proses kepergian sementara dari seseorang atau lebih menuju tempat lain di luar tempat tinggalnya. Undang-undang Nomor 10 Tahun 2009 tentang kepariwisataan, pariwisata adalah berbagai macam kegiatan yang terkait dengan pariwisata dan bersifat multidimensi serta multidisiplin yang muncul sebaai wujud kebutuhan setiap orang dan negara serta interaksi antara wisatawan dan masyarakat setempat, sesama wisatawan, pemerintah, pemerintah daerah dan pengusaha. Peningkatan menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia . 2: 1. adalah menaikkan, mempertinggi, memperhebat. Peningkatan adalah suatu proses untuk merubah ke arah yang lebih Menurut Adi D . , istilah peningkatan berasal dari kata tingkat berarti berlapis-lapis dari sesuatu yang tersusun sedemikian rupa, sehingga membentuk suatu susunan yang ideal, sedangkan peningkatan adalah kemajuan dari seseorang dari tidak tahu menjadi tahu, dari tidak bisa menjadi Sedangkan menurut Hamzah B Uno . Peningkatan adalah proses, cara, perbuatan untuk menaikkan sesuatu atau usaha kegiatan untuk memajukan sesuatu ke suatu arah yang lebih baik lagi daripada sebelumnya. Sedangkan ekonomi adalah sebuah kegiatan manusia dalam mengelolah sumber daya material untuk mensejahterakan sebuah kelompok masyarakat ataupun secara individu. Secara umum ekonomi adalah pengaturan rumah tangga atau manajemen rumah tangga (Deliarnov, 2. Ekonomi berhubungan dengan aktivitas manusia yang seperti produksi, distribusi, dan konsumsi barang dan jasa. Ekonomi adalah dimana manusia mengelolah dan menghasilkan kemudian memenuhi kebutuhan individu atau kelompok masyarakat. Ekonomi menurut Jimmy Hasoloan dalam buku berjudul Pengantar Ilmu Ekonomi (PIE) (Hasoloan, 2. Menurut Jimmy ilmu a. https://stp-mataram. e-journal. id/JRTour JRTour Journal Of Responsible Tourism Vol. No. November 2025 ekonomi adalah cabang ilmu sosial yang mempelajari berbagai perilaku pelaku ekonomi terhadap keputusan-keputusan yang dibuat. Jimmy mengatakan bahwa ilmu ekonomi diperlukan untuk dapat melakukan pilihan terhadap berbagai sumber daya yang terbatas untuk memenuhi kebutuhan manusia yang tidak terbatas. METODE PENELITIAN Dalam penelitian yang akan dilakukan peneliti menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Bogdan dan Taylor (Moleong, 2. menjelaskan bahwa penelitian kualitatif berkaitan dengan tradisi tertentu dalam ilmu pengetahuan sosial yang secara fundamental bergantung dari pengamatan manusia sebagai subjek dalam kawasannya maupun peristilahannya. Penelitian kualitatif . ualitative researc. adalah penelitian yang mengacu pada latar belakang menggunakan beberapa metode dan penafsiran fenomena secara alamiah. Lexy menyatakan bahwa prosedur penelitian kualitatif menghasilkan data deskriptif berupa kata-kata tertulis atau lisan dari orang-orang dan perilaku yang diamati. Analisa dalam penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif karena permasalahan yang akan dibahas tidak berkenaan dengan angka-angka tetapi mendeskripsikan secara jelas dan terperinci serta memperoleh data yang mendalam dari fokus penelitian. Penelitian kualitatif selalu berusaha mengungkap suatu masalah, keadaan atau peristiwa sebagaimana adanya. Hasil penelitian diarahkan dan ditekapkan pada upaya memberi gambaran secara obyektif dan sedetail mungkin tentang keadaan yang sebenarnya dari obyek studi. Salah satu ciri penelitian kualitatif adalah peneliti bertindak sebagai instrumen sekaligus pengumpul data. Instrumen selain manusia . angket, pedoman wawancara, pedoman observasi dan sebagainy. dapat pula digunakan, tetapi fungsinya terbatas sebagai pendukung tugas peneliti sebagai instrumen kunci. Oleh karena itu dalam penelitian kualitatif kehadiran peneliti adalah mutlak, karena peneliti harus HASIL DAN PEMBAHASAN Kawasan Danau Rawa Taliwang adalah perairan air tawar dan secara administratif. TWA Danau Rawa Taliwang terletak di Kecamatan Seteluk . ,87%) dan Kecamatan Taliwang . ,13%). Kabupaten Sumbawa Barat (KSB). Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB). Adapun secara geografis. TWA Danau Rawa Taliwang terletak pada 8A41Ao01Ay - 8A43Ao49Ay LS dan 116A50Ao54Ay - 116A 52Ao24Ay BT. Danau Lebo berlokasi di dalam pemukiman warga atau petandakan di Taliwang Kabupaten Sumbawa Barat, yang berjarak kurang lebih 6,6 km dari pusat kota taliwang. Kabupaten Sumbawa Barat. Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB). Lokasi Danau Lebo memang sangat strategis berada di Jalan raya menuju pusat kota Taliwang. Waktu tempuh dari Pusat Kota Taliwang yakni sekitar 15 menit atau jaraknya 6,6 km sehingga mudah dijangkau baik dengan kendaraan pribadi, kendaraan umum. Danau lebo yang merupakan wilayah administrasi kawasan lindung yang memiliki penduduk sebanyak 3. 694 jiwa yang terdapat di dua . lingkungan berdasarkan data profil Kelurahan Sampir tahun 2022. Rasio perbandingan jumlah penduduk laki-laki sebanyak 1. 939 jiwa dan perempuan sebanyak 1. 755 jiwa perbandingan ini hampir seimbang. Jumlah penduduk yang besar merupakan modal dalam kegiatan pengembangan danau lebo, karena dengan jumlah tenaga yang berlimpah akan memudahkan dalam pelaksanaan kegiatan pembangunan jika diimbangi dengan penguasaan ilmu pengetahuan yang baik. Namun juga sebaliknya, jika jumlah penduduk yang besar tidak dapat dikendalikan, akan dapat mengganggu lajunya kegiatan pembangunan di a. https://stp-mataram. e-journal. id/JRTour JRTour Journal Of Responsible Tourism Vol. No. November 2025 bidang pengembangan obyek wisata, khususnya munculnya pemukiman liar yang mengancam keutuhan ekosistem danau. Sebagai salah satu wisata yang memiliki potensi untuk dikembangkan menjadi obyek wisata keluarga, wisata margasatwa, dan kawasan hutan lindung. Danau lebo memiliki potensi yang sangat mendukung yaitu wisata danau yang indah dan menarik, flora dan fauna yang mendunia seperti burung pelican dan lain sebagainya, juga terdapat kawasan hutan lindung yang mengelilingi danau. Danau ini terkenal dengan pemandangannya yang memanjakan mata dan masih alami, danau lebo Taliwang yang ada di Sumbawa Barat adalah destinasi wisata yang wajib dikunjungi bagi pengunjung yang ingin merasakan ketenangan dan keindahan alam yang luar biasa, danau ini tidak hanya berfungsi sebagai tempat wisata yang memanjakan pengunjung yang datang danau ini juga bermanfaat untuk kehidupan masyarakat karena menjadi salah satu danau untuk mengendalikan banjir, masyarakat sekitar juga memanfaatkan untuk menangkap ikan untuk memenuhi kebutuhan konsumsi dan untuk di jual. Pengembangan obyek wisata di danau lebo adalah suatu kegiatan pengembangan obyek wisata yang lebih banyak pada aspek pelestarian dan pengembalian ekosistem flora dan fauna, karena dalam pengembangannya lebih berkontribusi untuk memberikan sumbangan pembangunan secara fisik seperti terbukanya peluang usaha dan pengurangan tingkat pengangguran masyarakat sekitar obyek wisata dan penataan obyek wisata. Sedangkan aspek non fisik seperti sumbangan pemikiran terkait perencanaan pengembangan wisata masih dalam tahap perencanaan untuk pengembangan yang akan dilakukan kedepannya. Berdasarkan hasil wawancara yang telah peneliti lakukan, pengembangan yang dilakukan oleh pengelola guna untuk menarik calon wisatawan datang ke objek wisata danau lebo. Pengembangan yang dilakukan oleh pengelola seperti meningkatkan daya tarik wisata atau atraksi wisata danau lebo dengan melalui pembaharuan saung-saung yang akan dikreasikan seperti rumah adat yang terdapat di daerah daerah di Indonesia seperti rumah adat Sumbawa. Batak. Minang dan masih banyak yang lainnya, pengelola juga mengambangkan daya tarik melalui dibangunnya kolam renang anak atau waterboom, kayuh bebek, tempat berswafoto, pemberian makan ikan, serta tempat diskusi yang dikelilingi alam danau lebo. Tidak hanya pengembangan melalui daya tarik wisata saja yang dilakukan oleh pengelola akan tetapi saran dan prasarana juga ditingkatkan seperti tersedianya toilet umum, mushola dan fasilitas air yang memadai bagi pengunjung. Namun prasarana jalan di lokasi obyek wisata yang dilalui oleh pengunjung sedikit rusak tetapi tidak menghambat pengunjung untuk berkunjung di objek wisata danau lebo. Pengembangan pada bidang promosi atau pemasaran, pengelola tidak menggunakan media sosial atau media digital dalam mempromosiakan wisata danau lebo akan tetapi pengelola mempromosikan melalui kualitas dan pelayanan yang diberikan oleh pengelola dan pelaku usaha sehingga pengunjung tersebut yang merekomendasikan kepada teman-temannya. Pengembangan pariwisata sangat memberikan dapak positif bagi masyarakat sekitar, sesuai dengan teori bahwa pengembangan pariwisata memiliki tujuan untuk meningkatkan pendapatan devisa pada khususnya dan pendapatan Negara dan masyarakat pada umumnya, perluasan kesempatan lapangan pekerjaan dan mendorong industri-industri penunjang dan industri sampingan lainnya. Hal tersebut sesuai dengan apa yang telah dilakukan oleh pengelola danau lebo, bahwa pengembangan yang dilakukan memberikan dampak positif bagi masyarakat sekitar seperti meningkatkan pendapatan, meningkatkan kesempatan kerja serta membuka lapangan pekerjaan. https://stp-mataram. e-journal. id/JRTour JRTour Journal Of Responsible Tourism Vol. No. November 2025 KESIMPULAN Potensi pengembangan obyek wisata danau lebo dalam meningkatkan perekonomian masyarakat lebih berfokus pada keindahan alam dan daya tarik wisata. Pemandangan danau yang memukau, keanekaragaman flora dan fauna di sekitarnya, serta potensi kegiatan rekreasi seperti berperahu, memancing, atau hiking di sekitar danau dapat menjadi daya tarik wisata yang kuat. Melibatkan masyarakat setempat dalam pengelolaan dan pengembangan obyek wisata dapat memberikan manfaat langsung, pelatihan untuk layanan pelanggan, keterampilan pemandu wisata, serta peluang usaha lokal seperti warung makan dan kios souvenir bisa meningkatkan pendapatan Peningkatan jumlah pengunjung akan berdampak positif pada perekonomian lokal, menciptakan lapangan pekerjaan, dan meningkatkan pendapatan masyarakat. Selain itu pengembangan obyek wisata juga dapat memperbaiki kualitas hidup masyarakat melalui infrastruktur yang lebih baik dan kesempatan ekonomi yang lebih banyak. Kepada pengelola obyek wisata danau lebo sebaiknya menambahkan saung dan gazebo, agar ketika pengunjung ramai dan menikmati makanan tidak menjadi satu dengan pengunjung yang lain di saung maupun gazebo yang sama sehingga pengunjung merasa nyaman dan akan kembali berkunjung kembali. Serta meningkatkan dan melengkapai fasilitas sarana atau prasarana seperti memperbaiki atau menambah perahu-perahu yang mulai termakan dan mulai rusak seiring berjalannya waktu, memperbaiki spot foto mengecat ulang atau membuat spot foto baru, serta merekonstruksi jalan di obyek wisata yang mulai rusak. Dan pengelola sebaiknya menggunakan media sosial untuk mempromosikan obyek wisata danau lebo seperti Tiktok. Instagram. Facebook dan media lainnya agar dapat dikenal oleh calon wisatawan atau pengunjung. Kepada pemerintah setempat atau dinas terkait, agar segera memfasilitasi ulang memperbaiki sarana dan prasarana jalan seperti lampu jalan dan lainnya agar obyek wisata danau lebo dapat diakses lebih mudah oleh para wisatawan atau pengunjung. DAFTAR PUSTAKA