SAINTEKES Ae VOLUME 04 NOMOR 04 . LITERATURE REVIEW: STRATEGI PROMOSI DAN KONSELING KONTRASEPSI PASCA PERSALINAN DALAM UPAYA PENINGKATAN CAPAIAN KESEHATAN NASIONAL Hasmy Raharini1*. Mardalena Wati Yulia2. Dedy Agustanto3 Penata Ahli Pertama BKKBN Provinsi Sumatera Barat. Padang. Indonesia Kepala BKKBN Provinsi Sumatera Barat. Padang. Indonesia Pejabat Penilai Kerja BKKBN Provinsi Sumatera Barat. Padang. Indonesia Article Information Article history: Received: 09 Oktober 2025 Approved : 19 Oktober 2025 Keywords: Strategy. Promotion. Counseling. Contraception. Postpartum ABSTRACT Postpartum contraception promotion and counseling strategies are crucial to increase the uptake of long-acting contraceptive methods (LACM. and reduce unintended pregnancies, supporting national health achievements. This study employed a literature review of national and international publications . 0Ae2. on postpartum contraception promotion and counseling strategies. The review found that adaptive education, media-based counseling, healthcare provider training, and improved service access in an integrated approach effectively enhance maternal knowledge and interest, expand service coverage, and contribute to reducing maternal and infant health risks. Contextual strategies and strengthening healthcare provider capacity are key to program ABSTRAK Strategi promosi dan konseling kontrasepsi pasca persalinan merupakan upaya penting untuk meningkatkan pemilihan metode kontrasepsi jangka panjang (MKJP) serta menurunkan kehamilan tidak direncanakan, mendukung capaian kesehatan nasional. Penelitian ini menggunakan literature review terhadap publikasi nasional dan internasional . 0Ae2. terkait strategi promosi dan konseling KB pascapersalinan. Hasil telaah menunjukkan bahwa edukasi adaptif, konseling berbasis media, pelatihan tenaga kesehatan, dan peningkatan akses layanan secara terintegrasi terbukti efektif meningkatkan pengetahuan dan minat ibu, memperluas cakupan layanan, serta berkontribusi pada penurunan risiko kesehatan ibu dan bayi. Strategi yang kontekstual dan penguatan kapasitas tenaga kesehatan menjadi kunci keberhasilan program. A 2025 SAINTEKES *Corresponding author email: naufal. mama15@gmail. org/10. 55681/saintekes. RAHARINI. ET AL. - SAINTEKES Ae VOLUME 04 NOMOR 04 . PENDAHULUAN Program keluarga berencana pasca persalinan telah lama dipromosikan sebagai strategi kunci untuk menekan angka kehamilan yang tidak di inginkan serta menurunkan risiko kesehatan bagi ibu dan bayi (Nabhan et al. Namun, pelaksanaannya di Indonesia masih belum optimal karena rendahnya cakupan konseling yang berdampak pada rendahnya penerimaan metode kontrasepsi jangka panjang (MKJP), padahal metode ini terbukti lebih efektif dalam mencegah kehamilan berulang (Sari et al. , 2. Pada tahun 2022, penggunaan kontrasepsi mencegah lebih dari 141 juta kehamilan yang tidak diinginkan, 29 juta aborsi tidak aman, dan hampir 150. 000 kematian ibu (UNFPA, 2. Keterbatasan akses terhadap informasi dan layanan keluarga berencana pascapersalinan menyebabkan tingginya unmet need atau kebutuhan ber-KB yang tidak terpenuhi pada ibu setelah melahirkan (Coulson et al. , 2. Kondisi ini meningkatkan risiko terjadinya empat terlalu . T), yaitu terlalu muda menikah, terlalu tua melahirkan, terlalu banyak anak, dan terlalu sering hamil. Faktor-faktor tersebut menjadi penyebab penting meningkatnya angka kematian ibu (AKI) dan angka kematian bayi (AKB) (Istiana & Kusumawati, 2. Angka kematian ibu di Indonesia masih mencapai 305 000 kelahiran hidup, menurut data dari Survei Demografi dan Kesehatan Indonesia (SDKI) tahun 2017. Jarak kelahiran yang pendek adalah salah satu penyebab utama AKI ini (Kementrian Kesehatan RI, 2. Penelitian sebelumnya juga menunjukkan bahwa kehamilan berulang dalam waktu singkat dapat meningkatkan risiko anemia, infeksi, dan komplikasi persalinan berikutnya (Akib et al. Obeagu, 2024. Patel et al. , 2. Untuk mengatasi tantangan tersebut, pencapaian target kesehatan nasional dan Sustainable Development Goals (SDG. menempatkan program keluarga berencana, org/10. 55681/saintekes. khususnya keluarga berencana pascapersalinan, sebagai prioritas utama (BKKBN & Kemenkes RI, 2. World Health Organization (WHO) memperoleh konseling tentang jarak kelahiran dan pilihan kontrasepsi sejak masa antenatal hingga periode nifas (Kemenkes, 2. Pemerintah Indonesia melalui BKKBN dan Kementerian Kesehatan telah memperkuat pascapersalinan melalui integrasi fasilitas kesehatan, pelatihan tenaga konselor, serta promosi berbasis komunitas (Peraturan Menteri Kependudukan Dan Pembangunan Keluarga/ Kepala Badan Kependudukan Dan Keluarga Berencana Nasional Republik Indonesia, 2. Namun, implementasi di lapangan masih terkendala oleh keterbatasan sumber daya dan hambatan sosial budaya. Oleh karena itu, mengidentifikasi strategi efektif promosi dan konseling kontrasepsi pascapersalinan guna meningkatkan capaian kesehatan nasional dan mendukung tujuan pembangunan berkelanjutan di Indonesia. METODE PENELITIAN Metode penelitian yang digunakan adalah literature review dengan menelaah artikel nasional dan internasional yang dipublikasikan tahun 2020Ae2025 melalui database PubMed. ScienceDirect. Google Scholar. Scopus, dan Garuda menggunakan kata kunci Aukontrasepsi pasca persalinanAy. Aupromosi KBAy, dan Aupost partum contraception counselingAy. Artikel yang dipilih adalah publikasi full-text berbahasa Indonesia atau Inggris yang relevan dengan strategi promosi dan konseling kontrasepsi pasca persalinan, sedangkan artikel non-empiris atau tidak relevan dikeluarkan. Proses seleksi dilakukan mulai dari identifikasi judul dan abstrak, penilaian full-text, hingga diperoleh RAHARINI. ET AL. - SAINTEKES Ae VOLUME 04 NOMOR 04 . 193-202 artikel akhir yang dianalisis secara kualitatif. Data hasil telaah kemudian disajikan secara deskriptif untuk menggambarkan pola, strategi, serta dampaknya terhadap peningkatan capaian kesehatan ibu dan keluarga. HASIL DAN PEMBAHASAN Capaian pelayanan keluarga berencana pascapersalinan (KBPP) di Indonesia hingga September 2025 menunjukkan kinerja nasional sebesar 31,5%. Provinsi dengan cakupan tertinggi adalah Banten . ,5%). Sulawesi Tengah . ,9%), dan Jawa Barat . ,4%), sedangkan provinsi dengan cakupan terendah meliputi Papua . ,1%). Papua Barat . ,0%). Sulawesi Barat . ,9%), dan DKI Jakarta . ,3%). Perbedaan ini menunjukkan perlunya strategi promosi dan konseling yang lebih adaptif secara regional, peningkatan kapasitas tenaga kesehatan, serta perluasan akses metode Tantangan utama dalam pelayanan KBPP mencakup keterbatasan tenaga kesehatan, hambatan geografis, minimnya edukasi dan konseling, keterbatasan anggaran, serta kontrasepsi (Cahya et al. , 2. Oleh karena itu, dibutuhkan strategi terpadu yang berfokus pada peningkatan akses, edukasi, dan partisipasi mendukung pencapaian target kesehatan Sustainable Development Goals (SDG. Gambar 1. Capaian Pelayanan KB Pasca persalinan Di Tingkat Provinsi (BKKBN, 2. org/10. 55681/saintekes. RAHARINI. ET AL. - SAINTEKES Ae VOLUME 04 NOMOR 04 . 193-202 Pelatihan tenaga kesehatan dan Strategi peningkatan kepesertaan KB penyediaan layanan segera pascapersalinan pascapersalinan berfokus pada penguatan diharapkan meningkatkan akses, pemahaman, infrastruktur, tenaga kesehatan, dan akses serta partisipasi ibu (Peraturan Menteri informasi (BKKBN & Kemenkes RI, 2. Kependudukan Dan Pembangunan Keluarga/ Layanan Keluarga Berencana Pasca persalinan Kepala Badan Kependudukan Dan Keluarga (KBPP) harus terintegrasi sejak antenatal hingga Berencana Nasional Republik Indonesia, 2. masa nifas dengan edukasi dan konseling No Penulis dan Tahun Judul Penelitian Metode Penelitian Hasil Penelitian Hernawati & Susilawati, . Hubungan Strategi Konseling Berimbang Pada Ibu Hamil Dengan Pemilihan KB Pasca Persalinan Metode Kontrasepsi Jangka Panjang di UPT Puskesmas Sukarasa Penelitian ini analitik dan dirancang sebagai studi crosectional. Random digunakan, dengan 58 responden. Data teknik uji Chi Square. Hasil penelitian menunjukkan menyatakan pemberian SKB "baik", dan 60,3% responden MKJP persalinan menyatakan p value = 0,004, yang kurang dari 0,05. Iriani & Agustini. Upaya . Peningkatan Penggunaan KB Pasca Salin Melalui Konseling Menggunakan Media Strategi Konseling Berimbang (SKB KB) Metode pelaksanaan adalah konseling ke setiap ibu post partum yang melahirkan di Puskesmas Garuda bulan Juni 2024 yaitu sebanyak 46 ibu post partum Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengetahuan ibu pasca salin sebelum konseling SKBKB sebagian besar cukup sebanyak 21 orang . %) dan pengetahuan pasca salin sesudah konseling SKBKB sebagian besar baik sebanyak 33 orang. Sebelum konseling SKBKB, mayoritas ibu hormonal pil atau suntik . %) karena kemudahan penggunaan dan pengalaman sebelumnya, sedangkan sesudah konseling SKBKB, mayoritas ibu memilih alat kontrasepsi oral . %). org/10. 55681/saintekes. RAHARINI. ET AL. - SAINTEKES Ae VOLUME 04 NOMOR 04 . 193-202 Manullang et al. Analisis . Pemanfaatan Pelayanan Keluarga Berencana Pasca Persalinan Wilayah Kerja Puskesmas Padangsari Penelitian kuantitatif crosectional responden. JanuariAe Maret Hasil penelitian menunjukkan 44,7% responden memiliki tingkat persalinan yang rendah. Faktorfaktor yang tidak berpengaruh terhadap pemanfaatan layanan persepsi, dan komunikasi antara penyedia layanan dan pasien. Sementara itu, faktor-faktor yang berpengaruh signifikan adalah kompetensi budaya . =0,. , . =0,. , pengguna . =0,. Diniayuningrum et Strategi Edukasi , . MKJP Sebagai Upaya Peningkatan Penggunaan Kontrasepsi Di Kelurahan Kudu. Kecamatan Genuk. Kota Semarang Pengabdian Kelurahan Kudu, 40 pasangan usia subur, intervensi: penyuluhan leaflet, pre-test dan post-test. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan pengetahuan yang signifikan . -value 0,000 < 0,. Hal ini membuktikan efektivitas penyuluhan dalam meningkatkan pengetahuan MKJP pada WUS. Harapan dilakukan secara berkelanjutan, diperluas cakupannya, serta melibatkan kolaborasi antara posyandu, dan pemerintah Indrawati . Pre-eksperimen, one group pre-test post-test, sampling . ibu hami. , uji Mc Nemar Penelitian di Puskesmas Antutan menunjukkan bahwa sebelum konseling sebagian besar ibu hamil . ,5%) tidak berminat memilih KB pasca persalinan, namun setelah konseling minat meningkat menjadi 72,2%. Uji Nemar . =0,. menegaskan adanya pengaruh signifikan konseling kontrasepsi terhadap peningkatan minat pemilihan KB pasca persalinan. Pengaruh Konseling Kontrasepsi Pada Ibu Hamil Terhadap Minat Pemilihan KB Paska Persalinan Wilayah Kerja Puskesmas Antutan Tahun org/10. 55681/saintekes. RAHARINI. ET AL. - SAINTEKES Ae VOLUME 04 NOMOR 04 . 193-202 Novitasari . Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Ibu Hamil Trimester i Dalam Memilih Pasca Persalinan Rumah Sakit Nasional Diponegoro Semarang Penelitian analitik cross-sectional, 218 ibu hamil trimester i, sampling OktoberAe November 2023, responden sesuai Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada ibu hamil trimester i di RSND terdapat hubungan . -value 0,. , pengetahuan . -value 0,. dan sikap . -value 0,. dengan pemilihan KB pasca persalinan. Distribusi menunjukkan reproduksi sehat . ,1%), pengetahuan baik . ,9%), dan sikap positif . ,3%). Hellwig Policies For Expanding Family Planning Coverage: Lessons From Five Successful Countries Analisis kebijakan 1950Ae2023, lima Brasil. Ekuador. Mesir. Ethiopia. Rwanda. , data dari PubMed. SCOPUS. Web of Science. Sebanyak 231 studi terpilih dan teridentifikasi 196 kebijakan. Seluruh mendukung program keluarga berencana sejak 1960-an, dengan jumlah kebijakan berkisar antara 21 di Ekuador hingga 52 di Ethiopia. Mayoritas kebijakan terutama dalam penyediaan kontrasepsi dan peningkatan kualitas layanan, sementara aspek pemantauan dan evaluasi masih terbatas. Khikmi Konseling Keluarga Berencana Pasca Persalinan (KBPP) Pada Orang Tua Pemul. Penelitian scoping ScienceDirect. PubMed. Wiley. Google Cendekia. 027 artikel, 10 memenuhi kriteria. Joanna Briggs Institute (JBI). Hasil review ditemukan data terkait pentingnya konseling KBPP. Hambatan, dan upaya nasional dan internasional. Dari ulasan 10 artikel, didapatkan hambatan bukan hanya berasal dari reseptor tetapi juga berasal dari tenaga kesehatan dan fasilitas pelayanan. Shreffler The Role Of Pregnancy Intendedness And Prenatal Contraceptive Counseling On Postpartum Model Perempuan yang sejak awal memang ingin hamil atau bersikap Autidak masalah jika hamilAy lebih jarang memakai kontrasepsi enam bulan setelah melahirkan dibandingkan dengan org/10. 55681/saintekes. RAHARINI. ET AL. - SAINTEKES Ae VOLUME 04 NOMOR 04 . 193-202 Makins . Contraceptive Use rendah dari dua Tulsa. Oklahoma. Namun, jika tenaga kesehatan memberikan kontrasepsi pasca persalinan kontrasepsi pada kelompok ini meningkat secara signifikan. Innovations And Strategies For Effective Implementation Post Pregnancy Contraception Services: Learnings From The FIGO PPIUD Initiative Studi FIGO . 3Ae2. menilai kelayakan, keamanan PPIUD Implementasi PPIUD di enam negara berhasil dan layak: komplikasi rendah . kspulsi 3%). Faktor-faktor rendahnya kepesertaan KB pascapersalinan mencakup akses geografis yang sulit, keterbatasan tenaga kesehatan terlatih, kurangnya pemahaman masyarakat terhadap manfaat KB pascapersalinan, serta stigma sosial dan kekhawatiran terhadap efek samping kontrasepsi. Temuan ini sejalan dengan penelitian Hernawati & Susilawati . dan Iriani & Agustini . yang menegaskan bahwa konseling berimbang dan edukasi berbasis media secara signifikan meningkatkan pengetahuan serta minat ibu untuk memilih metode kontrasepsi jangka panjang (MKJP). Penelitian Indrawati et . dan Novitasari et al. juga menunjukkan bahwa pengetahuan, sikap positif, dan konseling antenatal berperan penting dalam keputusan penggunaan KB pascapersalinan. Dengan demikian, peningkatan kompetensi tenaga kesehatan dalam memberikan konseling yang efektif menjadi faktor kunci keberhasilan org/10. 55681/saintekes. Selain itu. Manullang et al. menyoroti pentingnya kompetensi budaya dan kepuasan pengguna layanan sebagai faktor signifikan dalam peningkatan pemanfaatan KB Hasil ini mendukung perlunya pendekatan promosi dan konseling yang adaptif terhadap konteks lokal, terutama di wilayah dengan cakupan yang rendah. Sementara itu, hasil Makins et al. melalui inisiatif FIGO PPIUD menunjukkan bahwa strategi pelatihan, task sharing, dan konseling sensitif budaya dapat meningkatkan cakupan kontrasepsi hingga 230 pemasangan dengan angka komplikasi rendah, menegaskan efektivitas intervensi berbasis sistem. Berdasarkan sintesis hasil penelitian, strategi promosi dan konseling Keluarga Berencana Pascapersalinan (KBPP) yang efektif mencakup berbagai pendekatan yang saling Integrasi konseling sejak masa antenatal hingga pascapersalinan menjadi langkah awal yang penting untuk membangun RAHARINI. ET AL. - SAINTEKES Ae VOLUME 04 NOMOR 04 . 193-202 pemahaman ibu tentang manfaat penggunaan Upaya tersebut diperkuat melalui pelatihan komunikasi dan konseling bagi tenaga kesehatan agar mampu memberikan informasi yang tepat, empatik, dan sesuai dengan kondisi sosial budaya Pemanfaatan media edukatif dan digital turut memperluas jangkauan informasi serta meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya perencanaan keluarga setelah melahirkan. Kolaborasi lintas sektor antara tenaga kesehatan, kader, dan pemerintah daerah juga berperan besar dalam menjangkau wilayah dengan cakupan rendah serta memastikan keberlanjutan layanan. Pelaksanaan berkontribusi terhadap peningkatan partisipasi KB pascapersalinan yang berdampak pada penurunan kehamilan tidak direncanakan, pengaturan jarak kelahiran, dan penurunan angka kematian ibu serta bayi. Penerapan strategi promosi dan konseling yang adaptif menjadi langkah penting dalam mendukung pencapaian target kesehatan nasional serta tujuan Sustainable Development Goals (SDG. 1 dan 3. SIMPULAN Strategi promosi dan konseling kontrasepsi pascapersalinan berperan penting dalam peningkatan capaian kesehatan nasional melalui integrasi layanan sejak masa antenatal, pelatihan tenaga kesehatan, pemanfaatan media edukatif, dan kolaborasi lintas sektor. UCAPAN TERIMA KASIH Penulis mengucapkan terima kasih kepada Kepala Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (BKKBN). Deputi Bina Keluarga Berencana dan Kesehatan Reproduksi, dan BKKBN Perwakilan Provinsi Sumatera Barat atas bantuan dan kerja samanya. Selain itu, saya ingin mengucapkan terima kasih kepada keluarga tercinta atas doa dan dukungan tanpa henti. org/10. 55681/saintekes. DAFTAR PUSTAKA