AL-ATHFAL STAI MUHAMMADIYAH PROBOLINGGO p-ISSN 2723-245X e-ISSN 2723-0813 Vol. No. , p. Available online at https://jurnal. staim-probolinggo. id/Al-Athfal PENINGKATAN KEMAMPUAN KOSAKATA BAHASA ENDE MELALUI METODE KARYAWISATA PADA ANAK USIA DINI . -6 Tahu. DI TK PAULUS VI DETUSOKO * Martha Karolina Ero. Mohammad Ramli Akbar. Rina Wijayanti PG-PAUD. Fakultas Ilmu Pendidikan. Universitas PGRI Kanjuruhan Malang *e-mail: indacarolinda@gmail. https://jurnal. staim-probolinggo. id/Al-Athfal/article/view/960 Abstract: Vocabulary is a collection of words used in a language to convey meanings, ideas and feelings. Vocabulary can also be interpreted as a treasure trove of words that a person has. This research aims to improve the vocabulary ability of the Ende language through the field trip method. The type of research used is the class roomaction research approach. This research method consists of planning, action, observation, and data is collected through several methods of vocabulary tests, classroom observations, and teacher Qualitative data analysis is used to determine the results of the research obtained. Based on the results of the research and discussion conducted by the researcher, it will be concluded that the activity of pronouncing vocabulary in the Ende language using the field trip method can improve the vocabulary ability of children of Paul VI Detusoko Kindergarten is stated that children who get three and four stars in thestars were declared successful in participating in the second cycle of learning activities, thus 13 children out of 15 children were declared successful because they had shown success in improving vocabulary skills through the field trip method . ice Children are already able to appear in front of the class by saying clear vocabulary and reading writing and do not need to continue in the next cycle. Keywords: Early Childhood. Vocabulary Skills. Ende Language. Field Trip Methods ARTICLE HISTORY Received 07 July 2025 Revised 15 July 2025 Accepted 15 July 2025 Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan kosakata bahasa Ende melalui metode karyawisata. Jenis penelitian yang di gunakan adalah pendekatan tindakan kelas . lass roomaction researc. Metode penelitian ini terdiri dari perencanaan, tindakan, observasi, dan refleksi. data di kumpulkan melaui beberapa metode tes kosakata,observasi kelas, wawancara guru. Penelitian ini menerapkan analisis Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan yang dilakukan, dapat disimpulkan bahwa kegiatan mengucapkan kosakata dalam Bahasa Ende melalui metode karya wisata efektif dalam meningkatkan kemampuan kosakata anak-anak TK Paulus VI Detusoko. Anak-anak yang memperoleh tiga hingga empat bintang dianggap berhasil dalam mengikuti Al-athfal. Vol. 06 No. : 402 Martha Karolina Ero. Etc. Peningkatan Kemampuan Kosakata Bahasa Ende Melalui Metode Karyawisata Pada Anak Usia Dini . -6 Tahu. Di TK Paulus Vi Detusoko pembelajaran pada Siklus II. Dengan demikian, 13 dari 15 anak menunjukkan keberhasilan dalam meningkatkan kemampuan berbahasa mereka melalui kegiatan karya wisata ke sawah. Anak-anak tersebut telah mampu tampil di depan kelas, mengucapkan kosakata dengan jelas, serta membaca tulisan dengan baik. Oleh karena itu, tidak diperlukan pelaksanaan siklus lanjutan. Kata kunci: anak usia dini. bahasa Ende. metode karyawisata INTRODUCTION Masa keemasan pada anak (Golden Ag. bukanlah istilah baru di dunia anak usia dini (Afnita, 2. Usia anak sejak lahir hingga anak 6 tahun ialah masa yang kritis dan peka terhadap berbagai rangsangan. Pendidikan anak usia dini merupakan bagian integral dari sistem pendidikan nasional yang bertujuan untuk menjadi dasar dalam mengembangkan seluruh potensi anak guna membentuk pribadi yang beriman, bertakwa, berakhlak mulia, sehat, berpengetahuan, terampil, kritis, inovatif, mandiri, percaya diri, serta menjadi warga negara yang demokratis dan bertanggung jawab. Fungsi utama dari pendidikan ini adalah memberikan stimulasi terhadap seluruh aspek perkembangan anak, termasuk perkembangan kognitif, kemampuan berbahasa, keterampilan motorik kasar dan halus, serta perkembangan sosial dan emosional (Sari & Mahyuddin, 2. Semuanya harus seimbang, tidak hanya menonjolkan satu atau dua aspek. Bahasa mempunyai dungsu pada perkembangan anak usia dini sebab menjadi alat utama untuk berkomunikasi, berinteraksi, dan menyesuaikan diri dengan lingkungan sekitar (Musi & Winata, 2. Menurut (Hurlock. E, 2. Perkembangan bahasa anak usia dini tumbuh seiring bertambahnya usia dan dapat dicapai melalui metode yang sistematis. Meskipun anak memulai tahap perkembangan yang sama, faktor seperti lingkungan sosial, kecerdasan, kesehatan, motivasi, dan pola asuh turut memengaruhi, sehingga lingkungan yang baik akan mendukung perkembangan bahasa anak secara optimal. Kosakata merupakan unsur utama dalam kemampuan berbahasa, yaitu kumpulan kata yang dikenal individu untuk mendukung keterampilan berbahasa. Bahasa Ende-Lio, sebagai bahasa ibu masyarakat Ende di Pulau Flores. NTT, berperan penting dalam mendukung proses pembelajaran di jenjang PAUD, khususnya di TK PAULUS VI Detusoko, tempat bahasa ini digunakan sehari-hari (Tau. ALiandu, & Ngaga, 2. Kosakata Bahasa Ende menjadi landasan penting dalam mengenalkan keterampilan berbahasa anak terutama di TK PAULUS VI Detusoko. Penggunaan bahasa daerah di lingkungan PAUD tidak hanya memperkuat pemahaman bahasa anak, tetapi juga mendukung pelestarian budaya lokal, meningkatkan rasa percaya diri anak terhadap identitas daerahnya, dan memperkuat komunikasi antara anak dengan keluarga serta masyarakat sekitar. Pentingnya penggunaan Bahasa Ende dalam pendidikan PAUD terletak pada Al-athfal. Vol. 06 No. : 403 Martha Karolina Ero. Etc. Peningkatan Kemampuan Kosakata Bahasa Ende Melalui Metode Karyawisata Pada Anak Usia Dini . -6 Tahu. Di TK Paulus Vi Detusoko fungsinya sebagai sarana pelestarian budaya, media pembelajaran yang kontekstual, serta dasar pengembangan bahasa yang relevan dengan lingkungan sosial anak. Oleh karena itu, pendidikan PAUD di Ende sebaiknya mengintegrasikan Bahasa Ende dalam kegiatan pembelajaran agar perkembangan bahasa anak berjalan optimal sekaligus membangun kebanggaan terhadap identitas lokal. Peningkatan kosakata Bahasa Ende bertujuan untuk melestarikan bahasa daerah, memperkuat komunikasi, memahami budaya, meningkatkan mutu pendidikan, serta menumbuhkan kebanggaan masyarakat Ende. Bahasa Ende yang digunakan oleh masyarakat di Pulau Flores. NTT, memiliki dialek khas, berfungsi sebagai bahasa ibu, dan digunakan sebagai bahasa pengantar di pendidikan dasar. Peran utamanya adalah menjaga warisan budaya dan identitas suku bangsa Ende. Target yang di capai pada anak usia dini dari umur . -6 tahu. meliputi beberapa aspek seperti aspek fisik: . mengembangkan kemampuan motorik kasar . erjalan, berlari, melompa. mengembangkan kemampuan motorik halus . enggunakan jari, memegang bend. meningkatkan keseimbangan dan koordinasi tubuh. Sedangkan aspek kognitif diantaranya : mengembangkan kemampuan berpikir dan memecahkan masalah, meningkatkan kemampuan memori dan perhatian dan mengembangkan kemampuan bahasa dan komunikasi (Ibda, 2. Pada aspek emosi dan sosial, anak diarahkan untuk mengembangkan kemampuan dalam mengontrol emosi serta perilaku, meningkatkan kemampuan berinteraksi dengan orang lain, serta mengembangkan empati dan pemahaman terhadap perasaan orang lain (Herdian & Listiana, 2. Sementara itu, pada aspek bahasa, pengembangan difokuskan pada peningkatan kemampuan berbicara dan memahami bahasa, kemampuan membaca dan menulis, serta kemampuan berkomunikasi secara efektif. Adapun target khusus dalam mengembangkan kosakata Bahasa Ende meliputi pengenalan dan pemahaman terhadap kosakata dasar Bahasa Ende, pengembangan kemampuan berbicara dan memahami Bahasa Ende, serta peningkatan kemampuan membaca dan menulis dalam Bahasa Ende. Dengan mencapai target-target tersebut, anak usia dini dapat mengembangkan kemampuan serta keterampilan yang menjadi kunci penting untuk meraih kesuksesan di masa depan. Namun, dalam proses pembelajaran Bahasa Ende, anak-anak mungkin menghadapi beberapa tantangan. Salah satunya adalah kesulitan dalam memahami struktur Bahasa Ende yang unik dan berbeda dari Bahasa Indonesia. Selain itu, anak juga dapat mengalami kesulitan dalam mengucapkan kata-kata dalam Bahasa Ende karena perbedaan suara dan intonasi yang tidak mereka temui dalam bahasa sehari-hari. Kurangnya motivasi belajar juga menjadi hambatan, terutama jika anak belum menyadari manfaat penggunaan Bahasa Ende dalam kehidupan sehari-hari. Tak kalah penting, anak mungkin menghadapi kesulitan dalam memahami perbedaan dialek Bahasa Ende yang bervariasi tergantung pada daerah atau komunitas pengguna bahasa tersebut. Metode karya wisata dapat dimanfaatkan untuk mendorong perkembangan berbagai aspek pada anak, salah satunya kemampuan berkomunikasi secara verbal. Al-athfal. Vol. 06 No. : 404 Martha Karolina Ero. Etc. Peningkatan Kemampuan Kosakata Bahasa Ende Melalui Metode Karyawisata Pada Anak Usia Dini . -6 Tahu. Di TK Paulus Vi Detusoko Metode ini juga merupakan pendekatan pembelajaran yang dilakukan dengan mengamati lingkungan secara langsung berdasarkan fakta nyata, mencakup manusia, hewan, tumbuhan, serta berbagai benda lainnya (Harahap, 2. Konsep pengaruh pengasuhan kosakata ini berfokus pada anak didik, yang di dukung oleh lingkungan yang bersih juga menyenangkan dengan pendidik yang profesional di harapkan mampu terwujud peserta didik yang aktif kreatif dan mandiri. Karyawisata itu sendiri adalah metode pembelajaran yang melibatkan kunjungan ke tempat-tempat yang releven dengan materi pembelajaran (Sumitra & Panjaitan. Pengasuhan memiliki peran penting dalam meningkatkan kosakata Bahasa Ende pada anak. Orang tua menjadi model utama dalam penggunaan bahasa, di mana interaksi sehari-hari seperti percakapan, membacakan cerita, atau bernyanyi dapat memperkaya kosakata anak. Penggunaan kata dalam konteks yang relevan, seperti dalam aktivitas rumah tangga, membantu anak memahami dan mengingat kosakata dengan lebih baik. Selain itu, lingkungan yang kaya akan stimulasi seperti buku, mainan edukatif, dan permainan bahasa juga mendukung eksplorasi kosakata. Pemberian umpan balik positif, seperti pujian saat anak menggunakan kosakata dengan benar, akan mendorong motivasi anak untuk terus belajar dan mengembangkan kemampuan bahasanya. Mengacu pada kurikulum 2013 Pemendikbud tahun 2014 no 137 tentang capaian pembelajaran PAUD yang di laksanakan di TK PAULUS VI Detusoko bahwa anak di usia dini ini anak mampu menggunakan keterampilan berbahasa yang akan di tandai oleh beberapa indikator yaitu . mendengarkan dan membaca, . Pengucapan kosakata,. Berkomunikasi dengan jelas,. Berpartisipasi dalam suatu percakapan. Berdasarkan Penelitian terdahulu yang di teliti oleh (Ritonga & Ritonga, 2. Aupeningkatan kemampuan bercerita anak melalui metode karyawisata di PAUD Nuftahil Ilmi desa Tembing LInggahara 2021/2022Ay hasil penelitian yang di lakukan peneliti bisa di simpulkan bahwa kegiatan bercerita melalui penerapan metode karya wisata terbukti mampu meningkatkan kemampuan anak di Kelompok A1 PAUD Nuftahil Ilmi. Hal ini terlihat dari peningkatan rata-rata kemampuan bercerita anak, yang pada tahap tindakan di Siklus I mencapai 54,16%, kemudian mengalami kenaikan pada Siklus II menjadi 79,80%. Permasalahannya juga terhadap rendahnya kemampuan kosakata bahasa daerah(End. di TK PAULUS VI Detusoko. Dengan permasalahan yang ada tersebut peneliti mencoba memberikan wawasan yang luas kepada anak-anak dengan memanfaatkan karyawisata yang ada di lingkungan sekitar sekolah. Tidak hanya itu, peneliti juga berusaha agar memberikan dukungan serta stimulasi kepada anak supaya bisa menggali kemampuan anak tersebut dalam mengucapkan kosakata. Meskipun beberapa penelitian sebelumnya telah membuktikan bahwa metode karya wisata efektif dalam meningkatkan keterampilan bercerita anak di PAUD, namun belum banyak penelitian yang secara spesifik mengkaji pemanfaatan Al-athfal. Vol. 06 No. : 405 Martha Karolina Ero. Etc. Peningkatan Kemampuan Kosakata Bahasa Ende Melalui Metode Karyawisata Pada Anak Usia Dini . -6 Tahu. Di TK Paulus Vi Detusoko metode karya wisata dalam konteks pengembangan kosakata bahasa daerah, khususnya Bahasa Ende di lembaga PAUD seperti TK PAULUS VI Detusoko. Penggunaan bahasa ibu dalam pembelajaran anak usia dini memiliki nilai strategis dalam pelestarian budaya lokal sekaligus memperkuat fondasi perkembangan bahasa anak. Dengan demikian, dibutuhkan penelitian yang lebih mendalam untuk melihat efektivitas metode karya wisata dalam meningkatkan kosakata Bahasa Ende sebagai bagian dari pembelajaran kontekstual dan pelestarian budaya lokal. Berdasarkan hasil observasi, ditemukan jikaa kemampuan anak dalam menyerap kosakata masih belum berkembang dengan maksimal. Hal ini disebabkan anak-anak pada jenjang taman kanak-kanak masih berada dalam tahap awal perkembangan bahasa. Misalnya, anak masih sering keliru dalam menirukan urutan 3Ae4 kata . ontoh: "aku bego tana") meskipun untuk urutan 2Ae3 kata sudah mulai diajarkan dan dipahami di sekolah. Tak hanya itu, anak juga belum bisa menceritakan pengalaman hariannya secara runtut dengan kalimat sederhana, seperti menggambarkan kegiatan dari bangun tidur hingga tiba di sekolah. Saat kegiatan bercerita, anak belum mampu berbicara dengan lancar dan masih tampak terbata-bata, misalnya saat menceritakan secara sederhana pengalaman dari bangun tidur hingga tiba di sekolah. Selain itu, hasil observasi menunjukkan bahwa perkembangan kosakata anak belum optimal. Hal ini didasari oleh pembelajaran yang kurang kreatif, seperti kurang tepatnya dalam memilih dan memanfaatkan media pembelajaran secara maksimal untuk mendukung penguasaan kosakata. Kurangnya media yang menarik dan terbatasnya fasilitas pembelajaran di sekolah juga menjadi kendala dalam meningkatkan minat dan kemampuan bahasa anak. Peneliti tertarik untuk menunjukan kosakata anak dengan menggunakan metode karyawisata yang di harapkan bisa mengembangkan kemampuan anak dalam Sebab itu, tujuan dari penelitian ini ialah untuk meningkatkan kemampuan kosakata bahasa Ende melalui metode karyawisata yang berjudul AuPeningkatan kemampuan kosakata bahasa Ende melalui metode karyawisata pada anak usia dini di TK PAULUS VI DetusokoAy. RESEARCH METHODS Jenis penelitian yang diterapkan ialah penelitian tindakan kelas (Classroom action researc. (Purnama. Suci Rohmadheny, & Pratiwi, 2. Penelitian ini terdiri dari tahap perencanaan, tindakan, observasi, dan refleksi. penelitian ini lakukan pada hari tanggal rabu-kamis, 17-18 juli 2024 di TK PAULUS VI Detusoko yang beusia 5-6 tahun dengan jumlah 15 anak . Peneliti merencanakan II siklus. Teknik penggumpulan data beserta instrumen yang digunakan dalam pelaksanaan penelitian ini yakni observasi, dokumentasi, dan wawancara (Sugiyono, 2. Data yang diperoleh dianalisis untuk mengetahui peningkatan kemampuan kosakata Bahasa Ende melalui penerapan metode karya wisata secara bertahap dan Berikut adalah rubrik penilaian pada penelitian ini: Al-athfal. Vol. 06 No. : 406 Martha Karolina Ero. Etc. Peningkatan Kemampuan Kosakata Bahasa Ende Melalui Metode Karyawisata Pada Anak Usia Dini . -6 Tahu. Di TK Paulus Vi Detusoko Tabel 1. Rubrik Penilaian BB (Belum Berkemban. MB (Mulai Berkemban. BSH (Berkembang Sesuai Harapa. BSB (Berkembang Sangat Bai. Mendengarkan dan Membaca Anak Bahasa Ende. Anak cerita atau kata Anak Bahasa Ende. Anak mengenali serta kosakata dalam Bahasa Ende. Pengucapan Kosakata Anak kata-kata dalam Bahasa Ende. Anak kosakata dalam Bahasa Ende Berkomunikasi dengan Jelas Anak berbicara dengan Bahasa Ende. Anak mencoba Bahasa Ende. Berpartisipasi Percakapan Anak Bahasa Ende. Anak mulai ikut Ende beberapa kata Indikator Anak Bahasa Ende dengan pelafalan yang cukup jelas Anak pesan sederhana Bahasa Ende bisa dipahami. Anak percakapan dua arah sederhana Bahasa Ende. Anak kosakata Bahasa Ende jelas dan benar Anak Bahasa Ende. Anak aktif dalam Bahasa Ende percaya diri dan RESULTS AND DISCUSSION HASIL PENELITIAN Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas yang dilaksanakan di TK Paulus VI Detusoko dengan melibatkan 15 anak, terdiri dari 7 laki-laki dan 8 Pelaksanaannya dilaksanakan secara kolaboratif, di mana guru kelas berperan dalam membantu proses observasi serta refleksi selama kegiatan berlangsung, sehingga penelitian bisa berjalan secara terarah dan terkontrol. Siklus l Perencanaan Pada tahap ini, peneliti melaksanakan beberapa kegiatan, antara lain menyusun Rencana Pelaksanaan Pembelajaran Harian (RPPH) juga menyiapkan media pembelajaran yang akan dipergunakan tentang gambar alam sekitar lingkungan sekolah dan kosakata bahasa Ende, dan lembar observasi. Pelaksanaan Al-athfal. Vol. 06 No. : 407 Martha Karolina Ero. Etc. Peningkatan Kemampuan Kosakata Bahasa Ende Melalui Metode Karyawisata Pada Anak Usia Dini . -6 Tahu. Di TK Paulus Vi Detusoko Tabel 2. Rencana kegiatan siklus I Rangkaian Pembukaan Inti Penutup Kegiatan Menjelaskan tentang aturan Mengucapkan kosakata dengan jelas Membaca tulisan Meninjau kembali kegiatan dan menyajikan tulisan kepada anak turut membuka kesempatan bagi mereka untuk melatih kemampuan membaca. Perlakuan yang di berikan peneliti pada siklus I adalah memberi bimbingan kepada anak untuk mengucapkan kosakata dengan jelas yaitu Aylima, aepetu, tua, ae, are mbana,bhondo dan membaca tulisan kami mbana uma kile are, mbana uma, aku mbana gerejaAy. Observasi Guru menyanyikan lagu terlalu cepat dan tidak membagi kelompok, sehingga anak-anak kesulitan mengikuti dan lagu terdengar tidak Guru tidak menyiapkan kosakata yang mudah di pahami anak dan guru menyiapkan tulisan yang sulit di baca anak. Saat kegiatan pembukaan, sebagian besar anak terlihat pasif dan belum mampu menyanyikan lagu dengan baik karena keterbatasan lagu yang relevan dengan tema. Pada kegiatan inti anak-anak masih sulit mengucapkan kata AumbanaAy dan kata AubhondoAy serta kalimat Aukami mbana uma kile areAy karena anak-anak masih belum memahami arti dari AumbanaAy dan bhondo, untuk kalimatAukami mbana uma kile areAy anak-anak masih sulit membaca karena kalimat yang Panjang. Pada kegiatan penutup, banyak anak kesulitan melihat serta mendengar penjelasan pendidik dengan jelas sebab posisi duduk mereka berada di bagian belakang. Tabel 3. Data Hasil Penelitian Siklus l Nama ue Aspek Penilaian BSH BSB ue ue ue ue ue ue ue ue ue ue ue ue ue ue Al-athfal. Vol. 06 No. : 408 Martha Karolina Ero. Etc. Peningkatan Kemampuan Kosakata Bahasa Ende Melalui Metode Karyawisata Pada Anak Usia Dini . -6 Tahu. Di TK Paulus Vi Detusoko KETERANGAN BB: Belum Berkembang MB: Mulai Berkembang BSH: Berkembang Sesuai Harapan BSB: Berkembang Sangat Baik Hasil capaian siklus I : Oc ycEyceycuycnycoycaycnycaycu ycE = ycu 100% Oc ycIycoycuyc ycAycaycoycycnycoycayco BSH BSB = 6 Anak = 40% = 5 Anak = 33,33% = 2 Anak = 13,33% = 3 Anak = 13,33% = 15 Anak = 100% Berdasarkan tabel di atas, dari 15 anak yang turut pada kegiatan pembelajaran, terdapat 6 anak yang masih berada pada kategori Belum Berkembang, yang menunjukkan bahwa mereka belum memiliki kemampuan kosakata melalui metode karyawisata . Hal ini terlihat dari ketidakmampuan mereka dalam mengajukan pertanyaan, kurang fokus saat mendengarkan, serta belum percaya diri untuk tampil di depan kelas. Sementara itu, 5 anak tergolong Mulai Berkembang, menunjukkan adanya kemajuan seperti mampu menjawab pertanyaan dengan bantuan guru, menyebutkan beberapa kosakata, dan mulai berani tampil di depan kelas untuk membaca. Selanjutnya, 2 anak berada pada kategori Berkembang Sesuai Harapan, yang sudah mampu mengajukan pertanyaan, mengucapkan kosakata sulit, serta membaca kalimat panjang, meskipun masih kurang percaya diri saat menyampaikannya. Terakhir, 2 anak lainnya masuk dalam kategori Sangat Berkembang (****), yang telah menunjukkan kemampuan secara optimal. Refleksi Hasil analisis dan pengamatan menunjukkan bahwa terdapat beberapa aspek dalam proses pembelajaran yang masih kurang dan perlu Guru disarankan untuk menyanyikan lagu dengan lebih santai dan pelan agar anak-anak lebih mudah mengikuti dan Selain itu, guru sebaiknya membagi anak ke dalam beberapa kelompok saat bernyanyi agar evaluasi lebih mudah dilakukan dan lagu terdengar lebih serentak. Guru juga perlu menyiapkan kosakata yang sederhana dan mudah dipahami anak, serta menggunakan kalimatkalimat pendek. Pengorganisasian anak juga penting, di mana guru perlu memantau dan membantu setiap anak secara individual agar semua anak dapat memahami pelajaran. Mengingat masih adanya kekurangan dan kesalahan yang ditemukan, maka akan dilakukan perbaikan melalui pelaksanaan siklus kedua. Al-athfal. Vol. 06 No. : 409 Martha Karolina Ero. Etc. Peningkatan Kemampuan Kosakata Bahasa Ende Melalui Metode Karyawisata Pada Anak Usia Dini . -6 Tahu. Di TK Paulus Vi Detusoko Siklus ll Perencanaan ulang Penelitian tindakan kelas fokus pada keterlibatan aktif anak pada tahapan pembelajaran, dengan harapan anak dapat terlibat secara mental, khususnya dalam perkembangan kognitif dan bahasa. Persiapan yang dilakukan mencakup penyusunan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran Harian (RPPH) yang bertujuan untuk mengembangkan kemampuan kosakata anak melalui metode karya wisata, penyiapan tempat wisata bagi anak-anak, lembar penilaian untuk peserta didik, catatan selama kegiatan berlangsung, serta lembar observasi bagi guru. Pelaksanaan. Tabel 4. Rencana Kegiatan Siklus II Rangkaian Pembukaan Inti Kegiatan Menjelaskan tentang aturan Mengucapkan kosakata dengan jelas Membaca tulisan Penutup Mengulas kegiatan, memberi tulisan pada anak serta memberikan kesempatan kepada anak untuk membaca tulisan Observasi Hasil pengamatan peneliti menunjukkan adanya kemajuan dalam penyampaian materi, terutama dalam pelafalan kosakata dan membaca tulisan yang disampaikan oleh guru. Proses pembelajaran mengalami perbaikan, yang terlihat dari meningkatnya minat dan partisipasi aktif anakanak. Beberapa perubahan positif di antaranya adalah guru menyanyikan lagu dengan tempo lambat atau disesuaikan dengan anak-anak, serta memilih lagu yang sesuai dengan tema pembelajaran, seperti lagu bertema Dalam kegiatan menyanyi, guru membagi anak-anak ke dalam beberapa kelompok agar lagu dapat dinyanyikan secara serentak. Guru juga langsung mengenalkan anak-anak pada lingkungan persawahan dengan mengajak mereka berkunjung ke tempat wisata sawah, di mana guru tetap mengawasi anak-anak secara penuh selama kunjungan berlangsung. Hal ini memungkinkan anak untuk secara mandiri mengamati apa yang mereka lihat dan menceritakan kembali pengalaman tersebut. Pada kegiatan pembukaan, anak-anak mulai bernyanyi dengan antusias karena lagu disertai gerakan yang sesuai. Anak-anak juga mulai mampu mengucapkan kosakata dengan jelas tanpa bantuan guru dan membaca tulisan dengan lancar. Kunjungan ke persawahan memberikan pengalaman menyenangkan bagi anak-anak karena mereka dapat secara langsung melihat dan merasakan suasana di tempat tersebut. Al-athfal. Vol. 06 No. : 410 Martha Karolina Ero. Etc. Peningkatan Kemampuan Kosakata Bahasa Ende Melalui Metode Karyawisata Pada Anak Usia Dini . -6 Tahu. Di TK Paulus Vi Detusoko Tabel 5. Data Hasil Penelitian Siklus ll Nama Aspek Penilaian BSH BSB ue ue ue ue ue ue ue ue ue ue ue ue ue ue Berdasarkan tabel di atas, diketahui jika dari 15 anak yang mengikuti pembelajaran pada Siklus II, tidak ada yang berada pada kategori Belum Berkembang. Sebanyak 2 anak masuk dalam kategori Mulai Berkembang, menunjukkan adanya peningkatan kemampuan kosakata dibandingkan dengan Siklus I, di mana sebelumnya anak belum mampu mengikuti instruksi, belum berani tampil di depan kelas, dan belum bisa mengajukan pertanyaan. Namun, pada Siklus II, anak sudah dapat melakukan hal-hal tersebut dengan bimbingan guru atau Sementara itu, 4 anak tergolong Berkembang Sesuai Harapan, karena sudah bisa mengenali kosakata sulit dan membaca kalimat panjang dalam bahasa Ende, meskipun masih kurang percaya diri saat menyampaikannya di depan kelas. Adapun 9 anak lainnya termasuk dalam kategori Berkembang Sangat Baik (****), yang menunjukkan peningkatan signifikan dalam penguasaan kosakata di berbagai Anak-anak yang memperoleh tiga atau empat bintang dinyatakan berhasil menunjukkan perkembangan dalam peningkatan kosakata bahasa Ende melalui penerapan metode karya wisata. Dengan demikian, pada Siklus II ada 13 anak yang berhasil meningkatkan kemampuan kosakata dalam bahasa Ende melalui metode karya wisata, sehingga penelitian dianggap telah mencapai tujuan dan tidak perlu dilanjutkan ke siklus Berlandaskan hasil tindakan dan observasi yang dilakukan, terlihat adanya peningkatan dalam hasil belajar, yang mengindikasikan bahwa materi yang disampaikan oleh peneliti mampu dipahami dengan baik oleh anak-anak. Suasana pembelajaran pun menjadi lebih kondusif karena anak-anak menunjukkan kemudahan dalam menyerap materi yang diberikan. PEMBAHASAN Evaluasi hasil penelitian pada Siklus I dan II dilakukan melalui empat tahapan dalam pelaksanaan tindakan, yaitu perencanaan, implementasi, observasi, dan Penelitian tindakan kelas ini dilaksanakan dengan menerapkan metode karya wisata di TK Paulus VI menghasilkan capaian yang tergolong memuaskan. Al-athfal. Vol. 06 No. : 411 Martha Karolina Ero. Etc. Peningkatan Kemampuan Kosakata Bahasa Ende Melalui Metode Karyawisata Pada Anak Usia Dini . -6 Tahu. Di TK Paulus Vi Detusoko Dari 15 anak yang terlibat dalam kegiatan pembelajaran, terdapat 6 anak . %) yang masuk dalam kategori Belum Berkembang (*), yang menunjukkan bahwa mereka masih belum menguasai kemampuan kosakata melalui metode karya wisata . Hal ini tercermin dari ketidakmampuan mereka dalam mengajukan pertanyaan, kurangnya konsentrasi selama pembelajaran, serta belum adanya rasa percaya diri untuk tampil di depan kelas. Sementara itu, sebanyak 5 anak . ,33%) berada pada kategori Mulai Berkembang (), yang menunjukkan bahwa kemampuan mereka mulai mengalami peningkatan, seperti mampu menyanyikan lagu dan mengucapkan beberapa kosakata sederhana seperti "ale" dan "are", meskipun masih belum berani tampil di depan kelas. Selanjutnya, 2 anak . ,3%) mendapat kategori Berkembang Sesuai Harapan (), menunjukkan bahwa mereka sudah mampu mengucapkan kosakata dan membaca tulisan, namun masih kurang percaya diri dalam menyampaikan kalimat tersebut. Anak-anak ini juga menunjukkan peningkatan dalam memperhatikan materi yang disampaikan. Sedangkan 2 anak . ,33%) lainnya masuk dalam kategori Berkembang Sangat Baik (***), di mana mereka telah mampu meningkatkan kemampuan kosakata secara signifikan, membaca tulisan, mengajukan pertanyaan, menunjukkan perhatian yang baik, serta memiliki rasa percaya diri saat tampil di depan kelas. Hasil pembelajaran pada Siklus II menunjukkan bahwa dari 15 anak yang terlibat dalam kegiatan, tidak terdapat satupun yang termasuk dalam kategori Belum Berkembang. Sebanyak 2 anak . ,33%) tercatat berada pada kategori Mulai Berkembang (), yang menandakan adanya peningkatan kemampuan berbahasa. Pada Siklus I, anak-anak ini masih belum mampu menyampaikan pendapat, merasa takut tampil di depan kelas, dan belum bisa mengajukan pertanyaan. Namun, pada Siklus II, dengan bantuan guru atau peneliti, mereka sudah mulai mampu melakukan hal-hal tersebut. Selanjutnya, 4 anak . %) tergolong Berkembang Sesuai Harapan (), karena telah menunjukkan kemajuan dalam mengenali kosakata sulit dan membaca kalimat panjang dalam bahasa Ende, meskipun masih kurang percaya diri saat menyampaikannya di depan kelas. Sementara itu, 9 anak . %) mencapai kategori Berkembang Sangat Baik (****), yang menunjukkan bahwa mereka telah berhasil meningkatkan kemampuan kosakata bahasa Ende secara signifikan melalui penerapan metode karya wisata. Penelitian membuktikan bahwa penerapan metode karya wisata mampu secara signifikan memperkuat kemampuan kosakata anak, motivasi belajar, dan keterampilan berbicara anak dalam Bahasa Ende. Anak-anak yang mengikuti kegiatan ini menunjukkan perkembangan signifikan dibandingkan yang tidak. Pendekatan ini juga mendorong pelestarian budaya dan memberi peluang bagi guru untuk meningkatkan kompetensi mengajar. Dengan menggunakan tahapan tindakan seperti perencanaan, implementasi, pengumpulan dan analisis data, serta refleksi, karyawisata terbukti menjadi strategi pembelajaran yang kontekstual dan bermakna bagi anak usia dini. Selaras dengan penelitian Wondal, . yang menyatakan bahwa metode Al-athfal. Vol. 06 No. : 412 Martha Karolina Ero. Etc. Peningkatan Kemampuan Kosakata Bahasa Ende Melalui Metode Karyawisata Pada Anak Usia Dini . -6 Tahu. Di TK Paulus Vi Detusoko karya wisata efektif dalam mengembangkan kemampuan bercerita pada anak. Terjadi peningkatan baik dalam aktivitas belajar maupun kemampuan bercerita setelah penerapan metode ini. Rata-rata aktivitas belajar anak menunjukkan peningkatan dari siklus pertama ke siklus kedua. Demikian pula, jumlah anak yang mencapai ketuntasan dalam bercerita juga mengalami peningkatan yang signifikan, menunjukkan bahwa metode karya wisata efektif dalam mendukung perkembangan kemampuan bercerita pada anak usia dini. Tak hanya itu Agustin & Puspita, . juga menyampaikan pembelajaran melalui metode karyawisata terbukti efektif meningkatkan keterampilan berbicara anak, seperti menirukan bunyi, mengungkapkan ide, pikiran, dan perasaan. Keberhasilan metode ini dipengaruhi oleh kemampuan guru, kondisi psikis anak, serta kreativitas guru dalam merancang pembelajaran yang variatif dan bermakna di luar kelas. Ayu, . juga menyampaikan bahwa adanya dampak positif dan signifikan dari penerapan metode karya wisata terhadap kemampuan berbahasa anak usia 5Ae6 tahun, terutama dalam aspek keterampilan berbicara. Hal ini diperkuat dengan nilai korelasi yang tinggi dan hasil uji t yang melebihi batas kritis pada taraf signifikansi tertentu, yang mengindikasikan bahwa pembelajaran melalui pengalaman langsung di luar kelas mampu merangsang perkembangan bahasa anak secara lebih efektif. Temuan ini mendukung bahwa metode karyawisata dapat dijadikan strategi pembelajaran yang relevan untuk meningkatkan kemampuan berbahasa anak usia dini. Refleksi atas hasil ini menunjukkan bahwa peran guru sangatlah krusial dalam menciptakan pengalaman belajar yang bermakna melalui pendekatan kontekstual seperti karya wisata. Pendidik tak hanya berperan sebagai pendukung namun juga sebagai pengarah yang mampu mengaitkan pembelajaran dengan kehidupan nyata anak, serta mendorong rasa ingin tahu dan keberanian anak untuk Di sisi lain, lingkungan belajar yang mendukung, baik di dalam maupun di luar kelas sehingga menjadi faktor penting dalam membangun suasana belajar yang menyenangkan dan menstimulasi perkembangan bahasa anak. Keterlibatan lingkungan sekitar, seperti tempat ibadah, alam, dan budaya lokal, turut memperkaya konteks pembelajaran dan menjadikannya lebih relevan serta berdampak langsung terhadap perkembangan kosakata dan keterampilan berbicara anak usia dini. Dengan hasil tersebut, penelitian ini diharapkan mampu berkontribusi dalam mendukung peningkatan kemampuan kosakata Bahasa Ende pada anak usia dini serta mendukung upaya pelestarian Bahasa Ende sebagai bagian dari warisan budaya dan jati diri masyarakat Ende. CONCLUSION Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan yang dilaksanakan oleh peneliti bahwa penerapan metode karya wisata dalam kegiatan mengucapkan kosakata Bahasa Ende bisa meningkatkan kemampuan kosakata anak-anak TK Paulus VI Detusoko. Anak yang memperoleh tiga hingga empat bintang dinyatakan Al-athfal. Vol. 06 No. : 413 Martha Karolina Ero. Etc. Peningkatan Kemampuan Kosakata Bahasa Ende Melalui Metode Karyawisata Pada Anak Usia Dini . -6 Tahu. Di TK Paulus Vi Detusoko berhasil mengikuti pembelajaran pada Siklus II. Dengan demikian, sebanyak 13 dari 15 anak dianggap berhasil karena menunjukkan peningkatan dalam penguasaan kosakata melalui kegiatan karya wisata ke sawah. Anak-anak tersebut telah mampu tampil di depan kelas, mengucapkan kosakata dengan jelas, serta membaca tulisan dengan baik. Maka guna meningkatkan kemampuan kosakata Bahasa Ende, disarankan agar guru Bahasa Ende menerapkan metode karya wisata sebagai salah satu strategi pembelajaran yang dapat menunjang penguasaan kosakata anak. Selain itu, diperlukan penelitian lanjutan untuk mengevaluasi sejauh mana efektivitas metode tersebut guna mengembangkan kemampuan kosakata Bahasa Ende pada anak usia Dukungan dari orang tua dan masyarakat juga sangat penting dalam mendukung keberhasilan penerapan metode karya wisata ini. Di samping itu, evaluasi dan pemantauan secara teratur perlu dilakukan guna memastikan bahwa metode karya wisata benar-benar efektif dalam meningkatkan kemampuan kosakata Bahasa Ende anak usia dini. ACKNOWLEDGMENT Ucapan terima kasih khusus disampaikan kepada Kepala Sekolah beserta para guru TK Paulus VI Detusoko atas izin, dukungan, dan kerja sama yang telah diberikan selama proses pelaksanaan penelitian. Ucapan terima kasih juga disampaikan kepada dosen pembimbing atas bimbingan dan masukan yang konstruktif dalam penyusunan artikel ini. Selain itu, penulis juga mengucapkan terima kasih kepada orang tua peserta didik serta seluruh pihak yang turut berkontribusi dalam kelancaran pelaksanaan dan penulisan artikel ini. Semoga karya ini dapat memberikan manfaat nyata bagi pengembangan pembelajaran bahasa daerah di tingkat pendidikan anak usia dini. REFERENCES