Jurnal Pendidikan Sultan Agung JP-SA Volume 2 Nomor 3. Oktober Tahun 2022 Hal. 312 Ae 322 Nomor E-ISSN: 2775-6335 SK No. 27756335/K. 4/SK. ISSN/2021. Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Islam Sultan Agung Semarang Jl. Kaligawe Raya KM. 4 Kecamatan Genuk Semarang 50112 Jawa Tengah Indonesia Alamat website: http://jurnal. id/index. jpsa/index ========================================================================= ANALISIS KEMAMPUAN LITERASI NUMERASI SISWA DALAM MENYELESAIKAN MASALAH PECAHAN Aldira Eka Fauzanah1*. Mohamad Aminudin2. Nila Ubaidah3 1,2,3Prodi Pendidikan Matematika. Universitas Islam Sultan Agung Email: aldiraeka@std. Abstrak Tujuan utama dari penelitian ini untuk menganalisis kemampuan literasi numerasi yang dimiliki siswa dalam menyelesaikan masalah pecahan. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah kualitatif. Penelitian ini dilaksanakan di kelas VII E semester genap tahun ajaran 2020/2021. menggunakan 30 sampel awal untuk mengerjakan tes kemampuan literasi numerasi yang telah 9 sampel sebagai kategori tinggi, 12 sampel sebagai kategori sedang, dan 9 sampel sebagai kategori rendah. Subjek yang digunakan yaitu memilih satu setiap kategori, sehingga terdapat 3 subjek untuk di analisis lebih dalam. Instrumen yang digunakan pada penelitian ini adalah instrumen tes kemampuan literasi numerasi dan wawancara. Instrumen pedoman wawancara digunakan untuk penguat dalam memperoleh data. Hasil dari penelitian ini menunjukkan adanya: . kemampuan literasi numerasi sebagai kategori tinggi dalam menyelesaikan masalah pecahan mampu memenuhi ketiga indikator kemampuan literasi numerasi. kemampuan literasi numerasi sebagai kategori sedang dalam menyelesaikan masalah pecahan cukup mampu dalam memenuhi indikator pertama dan kedua kemampuan literasi numerasi, tetapi kurang mampu dalam memenuhi indikator ketiga kemampuan literasi numerasi. kemampuan literasi numerasi sebagai kategori sedang dalam menyelesaikan masalah pecahan cukup mampu memenuhi indikator pertama kemampuan literasi numerasi, tetapi kurang mampu dalam memenuhi indikator kedua dan ketiga kemampuan literasi Kata Kunci: Kemampuan Literasi Numerasi, masalah matematika, materi pecahan Abstract The main purpose of this research is to analyze the studentAos numeracy literacy skills in solving fraction The method used in this research is qualitative. This research was carried out in class VII E in the even semester of the 2020/2021 academic year. The researcher used 30 initial samples to work on the prepared numeracy literacy test. 9 samples as high category, 12 samples as medium category, and 9 samples as low category. The subject used is to choose one for each category, so there are 3 subjects for deeper analysis. The instruments used in this study were numeracy literacy test instruments and The interview guide instrument was used for reinforcement in obtaining data. The results of this study indicate that there are: . numeracy literacy ability as a high category in solving fraction problems is able to meet the three indicators of numeracy literacy ability. numeracy literacy ability as a medium category in solving fraction problems is quite capable in fulfilling the first and second indicators of numeracy literacy ability, but less able to fulfill the third indicator of numeracy literacy . numeracy literacy ability as a medium category in solving fraction problems is quite capable of fulfilling the first indicator of numeracy literacy ability, but less able to meet the second and third indicators of numeracy literacy ability. Keywords: Numerical Literacy Ability, math problems, fraction material 314 | Aldira Eka Fauzanah. Ananlisis Kemampuan Literasi Numeasi A. PENDAHULUAN Pada tahun 2016 Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbu. membuat suatu Gerakan Literasi Nasional guna menerapkan budaya literasi siswa. Guna menyebarluaskan GLN pada tiap sekolah membantu dalam mewujudkan generasi yang literat (Han et al. , 2. Sejalan dengan (Kepmendikbudristek, 2. Nomor 262/M/2022 strategi dalam meningkatkan Gerakan Literasi Nasional yaitu dengan memprediksi suatu permasalahan dengan membaca, memvisualkan, menulis, dan menyimpulkan dengan berbicara menggunakan kata-kata sendiri. Membaca merupakan kemampuan yang menjadi acuan untuk memahami literasi numerasi ataupun literasi dasar lainnya (Wiedarti, 2. Seseorang yang mempunyai kemampuan literasi numerasi tidak cukup dengan pengetahuan matematika saja, karena terdapat pembelajaran matematika yang didalamnya belum tentu menumbuhkan kemampuan literasi numerasi (SaAodia, 2. Kemampuan literasi numerasi mencangkup keterampilan menggunakan konsep matematika dalam permasalahan sehari-hari, mempunyai berbagai cara penyelesaian, dan berhubungan dengan faktor non matematis. Sebagian siswa belum menunjukkan kemampuan literasi numerasi dalam pembelajaran matematika yang mendalam (Novitasari, 2. Dalam menyelesaikan masalah yang berhubungan dengan angka atau simbol pada materi pecahan siswa memiliki kemampuan pemecahan masalah yang rendah (Andriani et , 2. Siswa tidak memiliki kemampuan literasi numerasi yang mendalam pada pembelajaran matematika akan memiliki kesalahan-kesalahan, sehingga peneliti melakukan tes pada beberapa siswa untuk melihat kemampuan pada siswa dalam menyelesaikan pada soal pecahan. Subjek menunjukkan hasil penyelesaian dengan jenis kesalahan tidak mampu menentukan simbol untuk menentukan operasi hitung pada pecahan. Menurut keterangan dari subjek dalam wawancara yang dilakukan secara spontan oleh peneliti mendapatkan hasil bahwa kemampuan siswa tergolong rendah dalam penggunaan operasi hitung yang benar. Peneliti meminta siswa membaca kembali secara perlahan untuk dapat memahami kata demi kata yang perlu diubah ke simbol matematika agar dapat menemukan penyelesaian dengan begitu siswa mampu menyelesaikan permasalahan pada soal yang Tim Gerakan Literasi Nasional . mengemukakan bahwa kemampuan literasi numerasi memiliki makna pemanfaatan jenis bilangan yang erat kaitannya dengan matematika dasar yang sering ditemukan dalam kehidupan sehari-hari. Kemampuan ini menuntut siswa agar bisa membaca, memahami, dan menganalisis masalah matematika, sedangkan soal cerita menuntut siswa agar mampu membaca dan memahami masalah. Sehingga, kemampuan literasi numerasi dan soal cerita memiliki (Basri et al. , 2. Terdapat 3 indikator kemampuan literasi numerasi yang diadaptasi dari Han . untuk melakukan analisis lebih lanjut, yaitu: . Siswa dapat menggunakan simbol atau angka yang terkait dengan matematika dasar dalam memecahkan masalah matematika, . Siswa Jurnal Pendidikan Sultan Agung. Vol. 2 No. 3 Oktober 2022 dapat menganalisis informasi pada permasalahan yang diberikan, . Siswa dapat menjelaskan hasil analisist untuk memprediksi dan mengambil keputusan. Berdasarkan hasil penjabaran diatas beberapa kesalahan yang sering dilakukan siswa dalam mengerjakan soal matematika pada materi pecahan adalah kesalahan dalam penggunaan angka ataupun simbol yang berhubungan dengan matematika dasar. Peneliti akan menganalisis lebih lanjut kemampuan literasi numerasi siswa dalam menyelesaikan masalah pecahan dengan menggunakan indikator kemampuan literasi numerasi. METODE Penelitian yang digunakan berupa penelitian kualitatif. Penelitian ini dapat menghasilkan berupa data deskriptif berupa tulisan, perilaku orang yang diamati, hingga ucapan seseorang. Desain penelitian yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan penelitian tindakan kelas karena bermaksud untuk meningkatkan kemampuan literasi numerasi yang dimiliki siswa. Penelitian ini berfokus pada kemampuan literasi numerasi siswa dalam menyelesaikan masalah dan materi pecahan. Responden pada penelitian in yaitu 30 siswa kelas VII E di SMP N 3 Blora untuk mengerjakan tes kemampuan literasi numerasi yang telah disiapkan. Di lakukan penskoran tes kemampuan literasi numerasi yang mengacu pada alternatif jawaban mendapatkan 9 siswa sebagai kategori tinggi, 12 siswa sebagai kategori sedang, dan 9 siswa sebagai kategori rendah. Subjek penelitian ini dengan mengambil 1 subjek pada setiap kategori yang telah diamati hingga jenuh untuk mewakili subjek lainnya untuk di analisis lebih lanjut. Metode pengumpulan data terdiri atas metode tes, metode wawancara, dan metode Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah lembar tes kemampuan literasi numerasi untuk mengetahui pemahaman literasi numerasi yang dimiliki siswa terhadap pemecahan masalah pecahan berdasarkan indikator yang telah disesuaikan, pedoman penskoran awal dibuat untuk mengacu pada alternatif jawaban yang telah dibuat untuk menentukan 3 subjek terpilih pada 30 sampel yang digunakan, pedoman wawancara sebagai sebagai acuan dalam melakukan kegiatan wawancara terhadap siswa yang dipilih sebagai subjek penelitian, pedoman penilaian kemampuan literasi numerasi, lembar validasi dimana peneliti menggunakan 2 lembar validasi ahli yaitu lembar validasi soal tes dan lembar validasi wawancara. Analisis data yang dilakukan dalam penelitian ini yaitu reduksi data dengan mengelompokkan data yang penting dan menyisihkan data yang tidak diperlukan, penyajian data berupa jawaban tes tertulis dan hasil wawancara untuk di analisis lebih lanjut, setelah itu dapat merarik kesimpulan. Aldira. Analisis Kemampuan Literasi Numerasi . HASIL DAN PEMBAHASAN Hasil Hasil deskripsi dan analisis data subjek EZN sebagai kategori tinggi dalam menyelesaikan masalah pecahan yang disajikan sebagai berikut: Tabel 1 Hasil Deskripsi dan Analisis Data Subjek EZN Sebagai Kategori Tinggi Soal Indikator pertama Indikator kedua Indikator ketiga Soal 1 Mampu dalam Mampu dalam menganalisis Mampu menentukan hasil menggunakan simbol atau informasi pada permasalahan analisis dan mengambil angka yang terkait dengan yang diberikan dengan tepat keputusan dengan tepat matematika dasar dalam tanpa ada kesalahan, yaitu tanpa ada kesalahan, yaitu masalah dengan mengubah operasi lancar dalam melakukan matematika, yaitu simbol hitung yang telah diketahui perhitungan perkalian dan matematika AuxAy kali. Au- pada soal dengan pemisalan pengurangan pecahan. Au kurang, dan Au()Ay kurung. ke bentuk pecahan setelah itu melanjutkan perhitungan. Soal 2 Mampu dalam Mampu dalam menganalisis Mampu menentukan hasil menggunakan simbol atau informasi pada permasalahan analisis dan mengambil angka yang terkait dengan yang diberikan dengan tepat keputusan dengan tepat matematika dasar dalam tanpa ada kesalahan. Dengan tanpa ada kesalahan, yaitu masalah menentukan simbol lancar dalam melakukan matematika, yaitu simbol matematika sebagai operasi perhitungan matematika AuxAy kali. melakukan pada pecahan dan tepat mengubah dalam bentuk pecahan campuran ke satuan. bentuk pecahan biasa, dan mengetahui yang diketahui dan ditanya pada soal yang Soal 3 Mampu dalam Mampu menganalisis Mampu menentukan hasil menggunakan simbol atau informasi pada permasalahan analisis dan mengambil angka yang terkait dengan yang diberikan dengan tepat keputusan dengan tepat matematika dasar dalam tanpa ada kesalahan. Dengan tanpa ada kesalahan, yaitu masalah menentukan simbol lancar dalam melakukan Jurnal Pendidikan Sultan Agung. Vol. 2 No. 3 Oktober 2022 matematika, yaitu simbol matematika sebagai operasi perhitungan penjumlahan Au Ay tambah hitung dan Au:Ay bagi. melakukan danan pembagian pada mengetahui pecahan. yang diketahui dan ditanya pada soal yang diberikan. Hasil deskripsi dan analisis data subjek RAE sebagai kategori sedang dalam menyelesaikan masalah pecahan yang disajikan sebagai berikut: Tabel 2 Hasil Deskripsi dan Analisis Data Subjek RAE Sebagai Kategori Sedang Soal Indikator pertama Indikator kedua Indikator ketiga Soal 1 Mampu dalam Mampu dalam menganalisis Cukup menggunakan simbol atau informasi pada permasalahan menentukan hasil analisis angka yang terkait dengan yang diberikan dengan tepat dan matematika dasar dalam tanpa ada kesalahan. Mengalami matematika, yaitu simbol matematika AuxAy kali. Au- yaitu kurang teliti dalam Au kurang, dan Au()Ay kurung. pada pecahan sehingga mendapatkan hasil akhir yang salah. Soal 2 Mampu dalam Mampu dalam menganalisis Cukup menggunakan simbol atau informasi pada permasalahan menentukan hasil analisis angka yang terkait dengan yang diberikan dengan tepat dan matematika dasar dalam tanpa ada kesalahan. Dengan keputusan. Mengalami masalah menentukan simbol kesalahan matematika, yaitu simbol matematika sebagai operasi melakukan matematika AuxAy kali. melakukan perkalian pada pecahan. bentuk pecahan campuran ke bentuk pecahan biasa, dan mengetahui yang diketahui dan ditanya pada soal yang Aldira. Analisis Kemampuan Literasi Numerasi . Soal 3 Cukup dalam Cukup dalam Kurang menggunakan simbol atau menganalisis informasi pada menentukan hasil analisis angka yang terkait dengan permasalahan yang dan matematika dasar dalam diberikan. Subjek keputusan. Subjek mampu masalah menyebutkan beberapa melakukan Subjek hanya langkah penyelesaian karena penjumlahan simbol merasa bingung dengan soal pecahan dengan benar. Au Ay tambah tersebut. Langkah yang tetapi mengalami kendala subjek dalam menjawab langkah selanjutnya untuk diajukan mendapatkan pada soal tersebut. jawaban yang tepat. Hasil deskripsi dan analisis data subjek APY sebagai kategori rendah dalam menyelesaikan masalah pecahan yang disajikan sebagai berikut: Tabel 2 Hasil Deskripsi dan Analisis Data Subjek APY Sebagai Kategori Rendah Soal Indikator pertama Indikator kedua Indikator ketiga Soal 1 Mampu dalam Cukup menggunakan simbol atau menganalisis dalam Kurang informasi menentukan hasil analisis angka yang terkait dengan pada permasalahan yang dan mengambil keputusan, matematika dasar dalam diberikan, yaitu dengan yaitu mengalami kesulitan masalah mengubah operasi hitung dalam matematika, yaitu simbol yang telah diketahui pada perhitungan matematika AuxAy kali. Au- soal dengan pemisalan ke pada pecahan. Au kurang, dan Au()Ay kurung. bentuk pecahan setelah itu melanjutkan perhitungan. Soal 2 Kurang dalam Kurang menggunakan simbol atau menganalisis dalam Kurang informasi menentukan hasil analisis angka yang terkait dengan pada permasalahan yang dan mengambil keputusan. matematika dasar dalam diberikan masalah tanpa dengan tepat Mengalami Jurnal Pendidikan Sultan Agung. Vol. 2 No. 3 Oktober 2022 Subjek dapat Subjek mengalami jawaban, simbol kesalahan dalam langkah mengalami kesulitan dalam matematika itu seperti apa awal yaitu menentukan mengubah bentuk pecahan tetapi dalam menentukan simbol matematika yang biasa ke pecahan campuran simbol matematika yang akan digunakan, sehingga dan digunakan pada soal ini mempengaruhi dalam simbol matematika sebagai kurang tetap, yaitu simbol langkah-langkah matematika Au Ay tambah. yang digunakan dalam perhitungan. Soal 3 Kurang dalam Kurang menggunakan simbol atau menganalisis dalam Kurang informasi menentukan hasil analisis angka yang terkait dengan pada permasalahan yang dan mengambil keputusan. matematika dasar dalam diberikan masalah tanpa dengan tepat Mengalami Subjek dapat Subjek merasa bingung jawaban, simbol memahami soal tersebut, mengalami kesulitan dalam mengalami mengubah bentuk pecahan tetapi dalam menentukan kesulitan dalam biasa ke pecahan campuran simbol matematika yang melakukan digunakan pada soal ini langkah langkah- dan simbol matematika sebagai kurang tetap, yaitu simbol Subjek hanya mengetahui operasi matematika Au Ay tambah. langkah mengubah bentuk digunakan ke perhitungan. bentuk pecahan biasa saja. Pembahasan Kemampuan literasi numerasi siswa pada saat menyelesaikan masalah materi pecahan antara siswa berkemampuan tinggi, sedang, dan rendah berbeda beda. Hal ini dipengaruhi oleh 3 indikator kemampuan literasi numerasi. Indikator pertama yaitu kemampuan dalam penggunaan simbol atau angka yang terkait dengan matematika dasar dalam menyelesaikan masalah matematika. Hal yang perlu diperhatikan dalam penggunaan simbol atau angka yang terakit dengan matematika adalah kemampuan representasi matematika itu seperti apa sehingga Aldira. Analisis Kemampuan Literasi Numerasi . Menurut Aliyanti . mengemukakan bahwa representasi simbolik adalah landasan penting dalam pengembangan kemampuan berfikir kritis saat menyelesaikan permasalahan Siswa pada subjek dengan kemampuan tinggi memenuhi indikator pertama dengan menuliskan dan mengucapkan angka atau simbol matematika dasar pada masalah pecahan denan tepat tanpa ada kesalahan. Sejalan dengan Warisi . dalam penelitiannya menyatakan bahwa siswa dengan kemampuan tinggi memiliki kecenderungan menggunakan representasi simbolik. Sedangkan subjek kategori sedang dan rendah cukup mampu dalam penggunaan simbol atau angka yang terkait dengan matematika dasar karena mengalami kesalahan dalam menuliskan angka dan simbol pada soal pecahan tertentu. Indikator kedua yaitu menganalisis informasi pada permasalahan yang diberikan. Siswa pada subjek dengan kemampuan tinggi mampu menganalisis informasi pada permasalahan yang diberikan dengan lengkap, hal ini dipengaruhi oleh gaya belajar yang dimiliki subjek. Gaya belajar berkaitan dengan bagaimana cara siswa dalam menangkap informasi yang disampaikan, dengan begitu siswa dapat menyerap materi pembelajaran secara maksimal (Anisa, 2. Subjek kategori sedang cukup mampu menganalisis informasi dengan menentukan apa saja yang diketahui dan ditanyakan dalam soal, tetapi mempunyai keraguan untuk menuliskan yang dibutuhkan. Faktor yang dapat mempengaruhi yaitu rendahnya motivasi belajar yang dimiliki siswa, dengan memberikan pujian akan membangkitkan semangat siswa yang semula malas menjadi semangat dan meningkatkan kepercayaan diri yang tinggi (Suprihatin, 2. Subjek kemampuan rendah kurang mampu menganalisis informasi dengan kesalahan pemilihan strategi apa yang digunakan hingga kesulitan dalam menentukan diketahui, ditanyakan, dan dibutuhkan pada soal. Kesalahan sering terjadi ketika siswa salah menuliskan apa yang diketahui, apa yang ditanyakan, serta tidak dituliskan informasi apapun (Murtiyasa & Wulandari, 2. Indikator ketiga yaitu kemampuan menafsirkan hasil analisis tersebut untuk memprediksi dan mengambil keputusan. Siswa pada subjek dengan kemampuan tinggi mampu menjelaskan hasil analisis tersebut dengan jawaban yang tepat dan membuat kesimpulan dengan benar. Sejalan dengan Tahir . mampu menuliskan jawaban yang tepat cenderung dilakukan subjek tingkat kemampuan Subjek kategori sedang cukup mampu menafsirkan hasil analisis, hal tersebut dapat terjadi karena kurang teliti dalam menentukan hasil operasi pada pecahan ataupun menarik kesimpulan. Ketidakmampuan siswa menggunakan langkah-langkah penyelesaian secara runtut mengakibatkan kesalahan dalam melakukan perhitungan (Karnaningsih, 2. Subjek kemampuan rendah kurang mampu dalam menafsirkan hasil analisis dengan kesalahan menentukan hasil operasi pada pecahan dan menarik kesimpulan. Sejalan dengan penelitian Yustinaningrum . mengemukakan bahwa tidak hanya kesulitan dalam menerapkan langkahlangkah perhitungan saja tetapi hal lain yang dapat memengaruhi siswa berkemampuan rendah adalah Jurnal Pendidikan Sultan Agung. Vol. 2 No. 3 Oktober 2022 kesulitan menrik kesimpulan pada akhir penyelesaian. SIMPULAN Berdasarkan hasil dan pembahasan penelitian dapat diperolah simpulan bahwa kemampuan literasi numerasi dibagi menjadi tiga kategori yaitu tinggi,sedang, dan rendah. Ketiga kategori tersebut memiliki hasil yang berbeda. Pada kategori tinggi dalam menyelesaikan masalah pecahan pecahan mampu memenuhi ketiga indikator kemampuan literasi numerasi. Pada kategori sedang menyelesaikan masalah pecahan cukup mampu dalam memenuhi indikator pertama dan kedua kemampuan literasi numerasi,tetapi kurang mampu dalam memenuhi indikator ketiga kemampuan literasi numerasi. Untuk soal nomor 3 tidak memenuhi semua indikator kemampuan literasi numerasi. Pada kategori rendah dalam menyelesaikan masalah pecahan cukup mampu memenuhi indikator pertama kemampuan literasi numerasi, tetapi kurang mampu dalam memenuhi indikator kedua dan ketiga kemampuan literasi numerasi. SARAN Sebagian besar siswa SMP N 3 Blora Kelas VII E mengalami kesulitan dalam menyelesaikan soal tes nomor 3 kemampuan literasi numerasi yang berbentuk cerita, sehingga mayoritas mempunyai kemampuan literasi numerasi pada kategori sedang. Peran guru dibutuhkan untuk meningkatkan kemampuan literasi numerasi, dengan sering membaca, memahami, dan menganalisis masalah matematika dengan sering berlatih soal berbentuk cerita pada materi pecahan yang bertujuan mengaktifkan kemampuan literasi numerasi pada materi pecahan. DAFTAR PUSTAKA