Jurnal Ilmiah Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 03 No. P-ISSN 3025-3306 Penerbit : LPPM UNSADA Tanggal : 30 Juli 2025 PEMBELAJARAN BERBASIS LAYANAN (SERVICE LEARNING) PADA KELAS BAHASA JEPANG DI SEKOLAH MENENGAH KEJURUAN: PRAKTIK MENGAJAR OLEH MAHASISWA Yosefa Putri Tanjungsari1*. Herlina Sunarti2. Bertha Nursari3. Sekar Nur Azizah4 1*,2,3,4 Bahasa dan Kebudayaan Jepang. Universitas Darma Persada. Korespondensi/E-mail: yosefatanjungsari@gmail. Artikel Info Keywords : SMK, praktik Article History: Received: 13/06/2025 Revised :01/07/2025 Accepted:15/07/2025 Available Online:30/07/2025 Abstract Bahasa Jepang semakin diminati oleh pelajar Indonesia sebagai bahasa asing yang penting dan relevan dengan kebutuhan dunia kerja global. Peluang kerja di negara Jepang semakin marak dan menyasar tidak hanya pada lulusan universitas, tetapi juga mulai dari lulusan sekolah menengah atas maupun sekolah menengah Oleh karena itu pembelajaran bahasa Jepang di sekolah merupakan suatu kebutuhan yang tidak dapat dihindari. Dalam menjawab kebutuhan tersebut, diadakan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat berupa pengajaran bahasa Jepang di Sekolah Menengah Kejuruan. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk mengetahui pelaksanaan service learning atau pembelajaran berbasis layanan pada kelas bahasa Jepang di Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) ASISI. Jakarta. Pengajaran dilakukan oleh mahasiswa Program Studi Bahasa dan Kebudayaan Jepang. Universitas Darma Persada yang mengambil mata kuliah pilihan Praktik Mengajar Bahasa Jepang. Metode yang digunakan adalah service learning atau pembelajaran berbasis layanan yang merupakan suatu pendekatan bagi mahasiswa untuk terjun langsung ke dalam dunia masyarakat, sehingga mahasiswa memahami langsung masalah sosial dan mencoba mencari jawaban akan masalah Mahasiswa berperan sebagai pengajar dalam kelas bahasa Jepang, dengan bimbingan dari dosen pengampu mata kuliah dan guru mitra di sekolah. Tahapan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat mencakup tiga tahapan yaitu tahap persiapan, tahap pelaksanaan dan tahap evaluasi. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa pelaksanaan praktik mengajar bahasa Jepang di Sekolah Menengah Kejuruan ASISI Jakarta merupakan salah satu bentuk service learning atau pembelajaran berbasis layanan yang dilakukan oleh mahasiswa Universitas Darma Persada dan hasilnya efektif serta memberikan peningkatan terhadap minat belajar siswa. Kegiatan ini tidak hanya memberikan manfaat bagi siswa SMK, tetapi juga memperkaya pengalaman profesional mahasiswa dalam praktik mengajar nyata di lapangan. Jurnal Ilmiah Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 03 No. P-ISSN 3025-3306 PENDAHULUAN Dalam era globalisasi saat ini, kebutuhan pembelajaran bahasa Jepang bagi siswa Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) menjadi semakin penting dan relevan. Jepang merupakan salah satu negara maju yang memiliki hubungan ekonomi, teknologi, dan budaya yang erat dengan Indonesia. Banyak perusahaan Jepang beroperasi di Indonesia, serta peluang kerja di Jepang yang terus meningkat bagi tenaga kerja terampil dari Indonesia. Selain itu, memahami bahasa Jepang juga membantu siswa mengenal budaya dan etos kerja Jepang yang terkenal dengan kedisiplinan dan profesionalisme, sehingga dapat membentuk karakter siswa yang siap bersaing secara internasional. Pembelajaran bahasa Jepang bukan hanya soal komunikasi, tetapi juga menjadi bekal penting untuk menjawab tantangan dunia kerja yang semakin terbuka dan kompetitif. Pada pembelajaran bahasa Jepang yaitu peserta didik mampu berkomunikasi dengan menggunakan bahasa Jepang dasar untuk berkomunikasi di tempat kerja sesuai dengan keahlian para siswa sehingga kelak dapat menjadi tenaga kerja terampil di Jepang. Hal inilah yang menjadi tujuan penting memiliki keterampilan bahasa Jepang jika kita mengingat peluang kerja di Jepang ke depannya cukup menjanjikan. Perusahaan di Jepang sedang membutuhkan tenaga kerja dari SMK di Indonesia untuk ditempatkan di perusahaan-perusahaan baik di Jepang maupun di luar Jepang. Ini menjadi sebuah alasan mengapa bahasa Jepang perlu diajarkan di SMK (Sekolah Menengah Kejurua. Salah satu SMK yang memasukkan bahasa Jepang ke dalam kurikulum yaitu SMK Asisi Jakarta. Sekolah ini memiliki tiga jurusan utama, yaitu Teknik Komputer Jaringan (TKJ). Teknik Sepeda Motor Penerbit : LPPM UNSADA Tanggal : 30 Juli 2025 (TSM), serta Akuntansi dan Keuangan Lembaga (AKL), yang masing-masing memberikan keterampilan khusus di Siswa yang mengambil jurusan Teknik Komputer Jaringan belajar tentang perancangan dan pemeliharaan jaringan yang dibutuhkan dalam dunia IT. Sementara itu, siswa di jurusan Teknik Sepeda Motor mempelajari teknik perbaikan dan perawatan yang relevan untuk industri otomotif. Selain itu, jurusan Akuntansi dan Keuangan Lembaga (AKL) membekali siswa dengan pengetahuan dasar di bidang akuntansi dan manajemen keuangan, membuka peluang karir di bidang keuangan. Masalah utama yang dihadapi oleh SMK ASISI Jakarta adalah kebutuhan akan bimbingan dalam memasukkan pelajaran bahasa asing yaitu bahasa Jepang ke dalam Begitu juga dengan target, materi ajar, alat yang mendukung untuk kegiatan belajar mengajar sehingga dapat berjalan dengan lancar sesuai dengan konsep kurikulum merdeka. Pada awalnya bahasa Jepang ini merupakan ekstrakurikuler saja, namun kali ini bahasa Jepang menjadi salah satu pelajaran kelas SMK ASISI yang mengikuti kurikulum merdeka. Kurikulum merdeka memberikan sebuah kebebasan kepada sekolah untuk membuat rancangan kurikulum yang disesuaikan dengan kebutuhan serta potensi siswa serta lingkungan sekitar sekolah. Namun hal ini memerlukan sebuah pemahaman yang mendalam tentang berbagai sumber daya yang ada dan bagaimana dapat dimasukan dan disampaikan ke dalam pembelajaran. Pengabdian kepada Masyarakat di SMK ASISI Jakarta melibatkan 6 . orang mahasiswa semester 7 . sebagai pengajar melalui metode Service Learning, akademik dengan pelayanan kepada Menurut Barbara Jacoby . dalam bukunya yang berjudul Bulding Jurnal Ilmiah Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 03 No. P-ISSN 3025-3306 Partnerships Service Learning, menyatakan bahwa melalui pembelajaran Service Learning, mahasiswa melakukan kegiatan yang secara langsung mengatasi kebutuhan manusia dan masyarakat. Selain itu, mahasiswa juga terlibat dalam refleksi kritis tentang apa arti tanggung jawab sosial bagi mereka, serta bagaimana mereka dipertanggungjawabkan secara sosial di semua aspek kehidupan mereka. Penelitian dengan menggunakan metode berbasis pelayanan atau Service Learning juga telah banyak diteliti, contohnya oleh Randitha Missouri, et. berjudul Kolaborasi Bersama Menuju Pendidikan Berkualitas: Pengalaman Penerapan Service Learning Di Sekolah Menengah Atas. Hasil penelitiannya menunjukkan bahwa service learning merupakan pendekatan yang efektif dalam memperkuat kualitas pendidikan di SMA, dengan memberikan manfaat yang signifikan bagi siswa, guru, dan komunitas sekolah secara keseluruhan. Dengan demikian, kolaborasi antara perguruan tinggi dan masyarakat melalui service learning menjadi salah satu strategi yang potensial dalam meningkatkan pendidikan yang berkualitas. Shek, et. mengadakan penelitian mengenai Transformasi dan Pengembangan Mahasiswa Universitas Melalui Pembelajaran Berbasis Layanan: Inisiatif Kemitraan Perusahaan-MasyarakatUniversitas di Hong Kong (Proyek WeCa. mahasiswa mengalami perubahan positif dalam capaian yang diharapkan di bidang partisipasi warga, kognitif, dan akademik. Selain itu menunjukkan perubahan positif dalam hal kompetensi psikososial dan kepemimpinan diri serta tanggung jawab Temuan ini menyoroti kegunaan pembelajaran berbasis layanan sebagai metode pengajaran yang efektif untuk Penerbit : LPPM UNSADA Tanggal : 30 Juli 2025 Tujuan Masyarakat pengajaran bahasa Jepang ini yaitu meningkatkan kompetensi bahasa Jepang siswa SMK dengan memberikan keterampilan tambahan berupa kemampuan bahasa Jepang, khususnya untuk komunikasi sederhana di tempat kerja, sehingga siswa lebih siap menghadapi kebutuhan dunia industri dan peluang kerja di perusahaan Jepang. Kedua, memperkenalkan budaya dan etos kerja Jepang, dengan cara mengenalkan budaya kerja Jepang, tata krama, serta etos kerja yang berlaku di perusahaan Jepang, sehingga lulusan SMK dapat beradaptasi dengan lingkungan kerja internasional. Manfaat dari kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang dilaksanakan di SMK ASISI Jakarta ini, bagi siswa SMK untuk meningkatkan minat dan motivasi belajar bahasa Jepang dengan menumbuhkan minat dan motivasi siswa untuk belajar bahasa Jepang melalui, pengenalan dan pelatihan budaya kerja Jepang, selain itu bagi mahasiswa dapat memberikan pengetahuan dan mempraktikan langsung pelajaran yang diterima saat perkuliahan Praktik Mengajar Bahasa Jepang. perangkat lunak desain . METODE PELAKSANAAN Kegiatan Pengabdian Masyarakat ini dilaksanakan di Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Asisi Jakarta, sebuah sekolah kejuruan yang terletak di wilayah Jakarta Selatan. Pelaksanaan kegiatan berlangsung dari bulan November 2024 hingga Mei 2025, secara tatap muka di ruang kelas dan laboratorium komputer. Seluruh rangkaian kegiatan dilaksanakan dalam empat sesi, masing-masing berdurasi sekitar 120 menit. Sasaran utama dalam kegiatan ini adalah para mahasiswa sebagai Jurnal Ilmiah Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 03 No. P-ISSN 3025-3306 pengajar bahasa Jepang dan siswa SMK ASISI kelas X dari jurusan Teknik Komputer Jaringan, jurusan Teknik Sepeda Motor, serta jurusan Akuntansi dan Keuangan Lembaga (AKL). Penentuan mitra ini didasarkan pada kebutuhan nyata sekolah dalam penerapan Merdeka, meningkatkan efektivitas pengajaran bahasa Jepang sebagai salah satu mata pelajaran baru di sekolah tersebut yang sebelumnya berupa kegiatan ekstrakurikuler. Metode pengabdian yang digunakan adalah metode Service Learning atau pembelajaran berbasis layanan yang dilaksanakan melalui beberapa tahap. Secara umum, pelaksanaan pembelajaran berbasis layanan ini terdiri dari 3 . tahapan kunci. Berikut tahapan-tahapannya: Tahap Pada tahapan ini mahasiswa yang sedang mengambil mata kuliah pilihan Praktik Mengajar Bahasa Jepang di semester 7 dengan monitoring dari dosen pengampu akan menyusun serangkaian rencana mengenai kegiatan pengabdian kepada masyarakat berupa pengajaran yang akan dilaksanakan di SMK. Rencana kegiatan meliputi. kebutuhan pembelajaran dengan pihak sekolah, membuat silabus, menentukan buku ajar, membuat kyouan atau rencana Kegiatan ini disusun dalam bentuk proposal rencana pembelajaran yang diajukan kepada dosen pengampu dan pihak sekolah. Kemampuan menganalisis kebutuhan pembelajaran sampai membuat rencana pengajaran dan menentukan metode pengajaran sudah mereka pelajari pada semester 5 saat mahasiswa mengambil mata kuliah pilihan Metodologi Pengajaran Bahasa Asing. Penerbit : LPPM UNSADA Tanggal : 30 Juli 2025 maka kegiatan berikutnya adalah mengimplementasikannya ke dalam Pelaksanaan kegiatan diharapkan ideal dan sesuai dengan perencanaan yang telah dibuat sebelumnya, seperti jumlah pertemuan sesuai dengan jadwal yang telah ditentukan. Pembuatan PPT materi, persiapan audio, kuis, soal sumatif tengah semester dan akhir Tahap ketiga, yaitu evaluasi kegiatan. Pada tahap ini berkaitan dengan penilaian atau pengukuran seberapa berhasil kegiatan telah dilaksanakan serta mengidentifikasi berbagai kendala yang dihadapi ketika kegiatan belajar Penilaian seberapa efektif service learning ini bagi siswa SMK dilihat dari hasil kuis, sumatif Tengah dan akhir semester, sedangkan penilaian untuk mahasiswa sebagai pengajar akan dinilai secara peer assessment atau penilaian sejawat melalui lembar observasi yang nantinya akan dipresentasikan oleh mahasiswa dan didiskusikan bersama dengan tim dosen pengampu mata kuliah sebagai refleksi bagi mahasiswa terhadap kelas yang Brown dalam Diliana . menjelaskan Peer assessment merupakan konsep pembelajaran yang menawarkan kesempatan kepada siswa untuk mengakui kekuatan dan kelemahan mereka sendiri. Berikut diagram tahapan dalam pelaksanaan kegiatan pengabdian, sebagai berikut: Tahap kedua yaitu tahap pelaksanaan. Ketika proposal rencana telah disetujui. Jurnal Ilmiah Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 03 No. P-ISSN 3025-3306 Diagram 1. Tahapan Pelaksanaan Kegiatan Melalui diagram tahapan di atas dapat pengabdian kepada masyarakat terlihat tujuan yang akan dicapai. HASIL DAN PEMBAHASAN Hasil kegiatan pembelajaran bahasa Jepang di SMK ASISI menunjukkan adanya peningkatan terhadap minat belajar dan pemahaman siswa tentang materi bahasa Jepang, terutama dalam mengenali dan memakai ekspresi sehari-hari sesuai konteks. Pembelajaran ini dilakukan dengan buku pelajaran Irodori A1 Nyuumon, yang merupakan buku resmi dari Japan Foundation. Buku ini dibuat untuk membantu pelajar asing membangun kemampuan komunikasi dasar yang diperlukan dalam kehidupan sehari-hari dan di tempat kerja di Jepang. Melalui pendekatan pembelajaran berbasis pelayanan masyarakat, siswa menjadi lebih termotivasi untuk aktif terlibat dalam proses pembelajaran baik di dalam kelas Percakapan. Menyimak maupun Kosakata. Hal ini tercermin dari partisipasi aktif di kelas serta kegiatan praktis yang Indikator keberhasilan pada kegiatan pengabdian ini dapat diuraikan menjadi tujuh poin, diantara yaitu: pertama, terkait Penerbit : LPPM UNSADA Tanggal : 30 Juli 2025 peningkatan kompetensi siswa di mata pelajaran bahasa Jepang. Peningkatan kemampuan yang dimaksud adalah dalam memahami dan menggunakan bahasa Jepang, baik secara lisan maupun tulisan, yang dapat diukur melalui perbandingan nilai pre-test dan post-test, serta hasil ujian sertifikasi seperti JLPT atau JFT-Basic. Selain itu, siswa menunjukkan pula peningkatan dalam keterampilan spesifik seperti membaca dan menulis hiragana serta kemampuan komunikasi sederhana yang digunakan sehari-hari dalam bahasa Jepang. Kedua, ialah ketercapaian target materi dan tujuan pembelajaran. Dalam hal ini, materi yang direncanakan dapat tersampaikan secara tuntas dan sesuai dengan kebutuhan siswa SMK, termasuk pengenalan budaya kerja Jepang serta informasi tentang peluang kerja di Jepang. Materi yang diajarkan relevan dengan kebutuhan dan minat siswa, serta mendukung kesiapan mereka untuk memasuki dunia kerja global. Ketiga keberhasilan disisi keaktifan dan keterlibatan siswa. Dalam pembelajaran tiap minggunya siswa dominan aktif berpartisipasi dalam diskusi antar teman saat kelas berlangsung, siswa juga aktif mempraktikan materi yang sedang dipelajari menjadi tulisan, percakapan maupun menyimak audio Bahasa Jepang. Siswa antusias mengikuti semua alur pembelajaran untuk memperdalam pemahaman materi. Selanjutnya yang poin keberhasilan keempat ialah peningkatan motivasi dan minat belajar. Terjadi peningkatan motivasi siswa untuk mempelajari bahasa Jepang, yang dapat diukur melalui survei atau angket kepuasan setelah kegiatan berlangsung. Siswa menunjukkan minat untuk mengikuti ujian sertifikasi bahasa Jepang atau program magang/kerja di Jepang setelah kegiatan Jurnal Ilmiah Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 03 No. P-ISSN 3025-3306 Poin kelima yakni pengembangan soft skills mahasiswa Universitas Darma Persada dan siswa SMK ASISI Jakarta. Mahasiswa yang terlibat dalam service learning menunjukkan perkembangan soft skills, seperti kemampuan komunikasi, kerja sama dalam tim, negosiasi pembagian materi sampai penyampaian materi ajar, serta kepemimpinan selama proses pengabdian Siswa pun memperoleh soft skills selama pembelajaran Bahasa Jepang selama satu semester, seperti kepercayaan diri dalam berkomunikasi menggunakan bahasa asing dan kesadaran akan pentingnya penguasaan bahasa asing di era globalisasi saat terjun ke lapangan pekerjaan. Selanjutnya poin keenam ialah dukungan dan kolaborasi stakeholder diterima oleh para mahasiswa pengajar dan para siswa SMK. Adanya dukungan aktif dari pihak sekolah, guru, dan LP2MK Universitas Darma Persada dalam perencanaan dan pelaksanaan program, termasuk penyediaan fasilitas dan waktu yang memadai untuk kegiatan Kolaborasi yang dilakukan antara mahasiswa, tim dosen pembimbing, dan pihak sekolah berjalan efektif dalam menyusun program yang sesuai dengan kebutuhan siswa. Sedangkan poin ketujuh, membahas tentang keberhasilan dari sisi keberlanjutan dan dampak program abdimas serupa. Program pengajaran bahasa Jepang yang dilakukan melalui service learning dapat dilanjutkan atau diadopsi oleh sekolah sebagai pelengkap dari kurikulum atau kegiatan ekstrakurikuler untuk semester Khususnya untuk universitas yang konsentrasinya tidak hanya mencetak lulusan pendidikan atau nantinya menjadi guru, metode service learning sangat membantu mahasiswa yang ingin menjadi pengajar mengaplikasinya ilmunya kepada siswa SMA maupun SMK. Dampak jangka panjang juga dapat dirasakan para siswa Penerbit : LPPM UNSADA Tanggal : 30 Juli 2025 SMK. Konkritnya berupa peningkatan daya saing lulusan SMK di dunia kerja, khususnya di sektor yang membutuhkan kemampuan bahasa Jepang dan pemahaman budaya kerja Jepang. Konsep service learning jika diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia adalah pembelajaran berbasis layanan atau pembelajaran berbasis layanan sosial. Service Learning sebagai salah satu model pembelajaran yang mampu menjembatani teori akademik dengan permasalahan nyata di masyarakat (Kasi, et. al, 2. Service learning secara umum dapat diartikan memberikan pengalaman langsung kepada siswa dengan memberikan pengalaman Melalui Pengabdian Masyarakat yang dilaksanakan berupa kegiatan belajar-mengajar bahasa Jepang oleh mahasiswa sebagai pengajar kepada siswa SMK ASISI Jakarta. Mahasiswa layanan dimana mahasiswa masuk ke dalam dunia masyarakat, memberikan pelayanan pembelajaran bahasa Jepang berdasarkan ilmu yang telah didapat di perkuliahan dengan merujuk kepada hasil analisis Antara lain, penyesuaian jumlah mahasiswa dengan jumlah pengajar. Di kelas X SMK ASISI terdapat 3 . kelas kejuruan yang mempelajari bahasa Jepang, yaitu kelas AKL sejumlah 17 siswa. Kelas TSM sejumlah 15 orang dan kelas TJKT sejumlah 23 orang. Agar dapat memberikan perhatian yang cukup kepada seluruh siswa di kelas, mahasiswa menentukan tiap kelas diajar oleh 2 . orang mahasiswa. Pelaksanaan pengajaran bahasa Jepang di kelas juga dibagi menjadi 3 kemampuan dasar, yaitu kelas moji-goi atau kosakata untuk kemampuan menulis, kelas choukai atau menyimak dan kelas kaiwa atau Jurnal Ilmiah Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 03 No. P-ISSN 3025-3306 Penerbit : LPPM UNSADA Tanggal : 30 Juli 2025 Materi dibagi ke dalam 3 kelompok kemampuan dasar. Tiap kelas diajar oleh 2 orang mahasiswa. Mahasiswa memilih metode pengajaran yang sesuai dan mencari buku ajar yang efektif yaitu menggunakan buku Irodori. Buku pelajaran Irodori merupakan salah satu buku pelajaran yang dikeluarkan oleh Japan Foundation. Buku Bahasa Jepang Irodori merupakan buku teks bagi orang asing untuk mempelajari keterampilan komunikasi dasar bahasa Jepang yang dibutuhkan untuk kehidupan sehari-hari dan bekerja di Jepang. Buku Irodori bertujuan untuk membangun keterampilan bahasa dan komunikasi kepada para pelajar bahasa Jepang untuk berbicara pengulangan, pengucapan mandiri dan Setiap langkah ini dirancang secara berurutan untuk membantu siswa lebih mahir dalam menangkap makna, mengenali kosakata, serta meniru intonasi dan ritme penutur asli bahasa Jepang. Contohnya, saat tahap shadowing, siswa diajak untuk langsung menirukan suara dari audio, yang sangat membantu mereka agar lebih lancar dan peka terhadap percakapan dalam bahasa Jepang. Pendekatan ini berkaitan dengan teori behaviorisme, di mana pengulangan dan meniru adalah pondasi dalam membentuk respon bahasa yang tepat. dan berinteraksi dengan orang-orang di Jepang dan lingkunganya dan rekan kerja. menggunakan video yang sesuai konteks pembelajaran, seperti klip dari ErinAos Challenge! I Can Speak Japanese dan audio dari situs NHK Easy Japanese serta website Tadoku yaitu website untuk membaca buku cerita bahasa Jepang dan dapat memilih sesuai level kemampuan pembaca. Hal ini menunjukkan betapa pentingnya memakai media otentik saat belajar bahasa asing. Dari hasil pengamatan di lapangan, diketahui bahwa dengan mengikuti langkah-langkah dan strategi dalam mengajar, siswa mampu menyusun ulang kalimat yang mereka dengar dan mengucapkannya kembali dengan lebih percaya diri. Hal ini bisa dilihat dari peningkatan skor penilaian sumatif sebelum dan setelah kegiatan, selain itu kemampuan siswa dalam menjawab soal berbasis audio dengan lebih tepat serta melakukan roleplay Gambar 1. Kondisi Pembelajaran Bahasa Jepang di kelas X (Sepulu. Teknik Komputer Jaringan (TKJ) Agar proses belajar jadi lebih hidup dan menarik, selain menggunakan bahan ajar dari buku Irodori, disertakan pula dengan materi digital, seperti power point interaktif, video, dan audio, yang bisa diakses melalui laptop, proyektor, dan speaker sehingga tercipta suasana belajar yang interaktif dan Secara umum, metode pembelajaran menggabungkan langkahlangkah dalam keterampilan berbahasa, yakni mendengarkan aktif, shadowing. Lebih jauh lagi, siswa terlihat sangat Jurnal Ilmiah Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 03 No. P-ISSN 3025-3306 untuk melatih kemampuan berbicara. Untuk memudahkan pemahaman, juga digunakan visual dan grafik pendukung yang membantu mereka memahami struktur kalimat dan pola ungkapan dalam materi yang dipelajari. KESIMPULAN Berdasarkan hasil dan pembahasan kegiatan pembelajaran bahasa Jepang di SMK ASISI Jakarta melalui pendekatan service learning, dapat disimpulkan bahwa program ini komunikasi dasar siswa dalam bahasa Jepang. Penggunaan buku Irodori A1 Nyuumon yang dikombinasikan dengan media digital, metode pengajaran komunikatif, serta pembelajaran yang kontekstual dan interaktif, secara signifikan mendorong partisipasi aktif siswa dalam kelas. Keberhasilan kegiatan ini tercermin dalam tujuh indikator utama, yaitu: . peningkatan kompetensi bahasa Jepang siswa, baik secara lisan maupun tulisan. ketercapaian target materi dan tujuan pembelajaran yang relevan dengan kebutuhan dunia kerja global. peningkatan keaktifan dan keterlibatan siswa dalam proses belajar. peningkatan motivasi dan minat siswa terhadap pembelajaran bahasa Jepang dan peluang kerja/magang di Jepang. pengembangan soft skills baik bagi siswa maupun mahasiswa . dukungan kolaboratif dari berbagai pihak yang memperkuat pelaksanaan serta . potensi keberlanjutan program sebagai bagian dari kurikulum atau kegiatan ekstrakurikuler di masa mendatang. Program pengalaman praktis bagi mahasiswa Universitas Darma Persada untuk menerapkan ilmu yang diperoleh di perkuliahan secara nyata dalam masyarakat, sekaligus meningkatkan kesiapan siswa SMK untuk menghadapi tantangan di dunia kerja global, khususnya di lingkungan Penerbit : LPPM UNSADA Tanggal : 30 Juli 2025 yang membutuhkan kemampuan berbahasa Jepang dan pemahaman budaya kerja Jepang. Ucapan Terimakasih Ucapan terima kasih juga disampaikan kepada LP2MK Universitas Darma Persada atas hibah dan dukungan selama penulisan jurnal abdimas ini berlangsung sampai selesai ditulis. REFERENSI