MULAWARMAN DENTAL JOURNAL VOL. ISSN 2828-5883 ARTIKEL PENELITIAN Pengaruh Penyuluhan Online Menggunakan Media Video Terhadap Perilaku Pemeliharaan Kebersihan Gigi Dan Mulut Di Smp Negeri 7 Muara Badak Eva Titania Maulidaa. Lilies Anggarwati Astutib. Danialc. Swandari Paramitad. Verry Asfirizale Program Studi Kedokteran Gigi. Fakultas Kedokteran. Universitas Mulawarman Departemen Periodonsia. Program Studi Profesi Dokter Gigi. Fakultas Kedokteran. Universitas Mulawarman Laboratorium Anatomi. Fakultas Kedokteran. Universitas Mulawarman Laboratorium Ilmu Kedokteran Masyarakat. Fakultas Kedokteran. Universitas Mulawarman Laboratorium Parasitologi. Fakultas Kedokteran. Universitas Mulawarman Email : eva. maulida87@gmail. Abstrak Pendahuluan: Masalah kesehatan gigi dan mulut masih menjadi perhatian, dikarenakan anak usia sekolah 13-15 tahun memiliki tingkat plak yang tinggi mengarah menjadi karies dan penyakit periodontal. Sementara anak-anak pada usia tersebut berperilaku benar ketika menyikat gigi sangat rendah. WHO merekomendasikan pelajar remaja sebagai kelompok usia yang tepat untuk diperkenalkan dan dipromosikan mengenai perilaku pemeliharaan kebersihan gigi mulut. Tujuan penelitian: Untuk mengetahui pengaruh penyuluhan online dengan media video terhadap perilaku pemeliharaan kebersihan gigi dan mulut. Metode: Penelitian eksperimental semu dengan desain one group pretest and posttest, sebanyak 49 pelajar SMP Negeri 7 Muara Badak menjadi subjek penelitian. Data pada riset ini yakni data primer yang didapatkan melalui hasil kuesioner pretest dan lembar checklist posttest yang diisi oleh responden selama 21 hari. Hasil: Sebelum penyuluhan online menggunakan media video 21 responden termasuk kedalam perilaku kategori kurang . ,9%) dan 28 responden termasuk kedalam perilaku kategori baik . ,1%) setelah dilakukan penyuluhan online media video. Hasil pengujian Wilcoxon menunjukkan nilai p sebesar 0,000 . <0,. Kesimpulan: Penyuluhan online menggunakan media video memiliki pengaruh terhadap perilaku pemeliharaan kebersihan gigi dan mulut di SMP Negeri 7 Muara Badak. Kata kunci: Penyuluhan online, video, perilaku kebersihan gigi dan mulut Abstract Introduction: Dental and oral health problems are still a concern, because school-aged children aged 13-15 years have high levels of plaque which leads to caries and periodontal disease. While children at that age behave correctly when brushing their teeth is very low. WHO recommends adolescent students as the right age group to be introduced and promoted regarding oral hygiene maintenance behavior. Objectives: To determine the effect of online counseling with video media on oral hygiene maintenance behavior. Methods: Quasi-experimental research with one group pretest and posttest design, as many as 49 students of SMP Negeri 7 Muara Badak were the subjects of the study. The data in this study were primary data obtained through the results of the pretest questionnaire and posttest checklist sheets filled out by respondents for 21 days. Results: Before online counseling using video media, 21 respondents were included in the category of poor behavior . 9%) and 28 respondents were included in the category of good behavior . 1%) after online video media counseling. The results of the Wilcoxon test showed a p value of 0. <0. Conclusion: Online counseling using video media has an influence on dental and oral hygiene maintenance behavior at SMP Negeri 7 Muara Badak. Key words: Online counseling, videos, dental and oral hygiene behavior MULAWARMAN DENTAL JOURNAL VOL. ISSN 2828-5883 PENDAHULUAN selaku kelompok usia yang tepat, guna COVID-19 mengenai perilaku yang baik dan benar infeksi paru-paru yang serius, masalah dalam pemeliharaan kebersihan gigi dan sistem pernapasan ringan, atau bahkan Virus corona sering terdeteksi Pengetahuan ialah bagian dari di dalam rongga mulut dan orofaring. aspek pembentuk perilaku. Kurangnya Merawat kesehatan gigi dan mulut pengetahuan menyebabkan sikap dan memelihara kebersihan gigi dan mulut. keseluruhan tubuh. 1,2 Kesehatan gigi dan Dalam menghadapi penyebaran luas virus mulut tidak mampu dipisahkan dan mencerminkan kesehatan tubuh, seorang dianggap sebagai metode yang paling dikatakan sehat bukan hanya dilihat dari efisien dan efektif. Kegiatan penyuluhan kondisi tubuhnya melainkan rongga secara online merupakan cara lain untuk mulut dan gigi juga dalam keadaan Masalah kesehatan gigi dan mulut COVID-19. Penggunaan media dalam penyuluhan masih menjadi perhatian dikarenakan anak usia sekolah 13-15 tahun memiliki sehingga lebih menarik, interaktif, tidak plak yang tinggi mengarah ada batasan ruang, dan waktu. Contoh menjadi karies dan penyakit periodontal. dari media yang dapat digunakan dalam Pada usia ini anak biasanya mulai penyuluhan yakni media video . udio dan menerapkan kebiasaan yang cenderung Sesuai kerucut pengalaman Edgar berlanjut hingga dewasa, diantaranya Dale, kebiasaan pemeliharaan kebersihan gigi sekitar 50% dari apa yang dilihat dan dan mulut. 4,5 Sekitar 96,5% anak usia 10- 14 tahun sudah menyikat gigi setiap hari. Tujuan dari penelitian ini guna Akan tetapi sekadar 2,1% mempunyai perilaku yang benar ketika menyikat gigi. kebersihan gigi dan mulut sebelum dan WHO merekomendasikan pelajar remaja setelah dilakukan penyuluhan online MULAWARMAN DENTAL JOURNAL VOL. ISSN 2828-5883 menggunakan media video serta untuk Hasil penelitian dianalisis secara mengetahui pengaruh penyuluhan online melalui media video terhadap perilaku kebersihan gigi dan mulut di SMP Negeri responden dalam memelihara kebersihan 7 Muara Badak gigi dan mulut sebelum dan setelah menggunakan desain quasi experimental Pelaksanaan dilakukan penyuluhan online dengan METODE PENELITIAN Penelitian Februari-Maret 2022 di SMP Negeri 7 Muara Badak dengan sampel penelitian diperoleh melalui teknik total sampling. Seluruh pelajar SMP Negeri 7 Muara Badak dapat menjadi sampel penelitian dengan kriteria tidak sedang menjalani Perbedaan dalam pengukuran perilaku pemeliharaan kebersihan gigi dan mulut yang dilakukan sebelum dan setelah intervensi, serta pengaruh media pemeliharaan kebersihan gigi dan mulut, akan dijelaskan dengan analisis bivariat menggunakan uji statistik non parametrik Wilcoxon. HASIL DAN PEMBAHASAN perawatan ortodontik, bersedia ikut serta Berdasarkan tabel 1 diketahui dalam penelitian, dan mengisi kuesioner responden berjumlah 49 orang. Pelajar serta lembar checklist secara lengkap. perempuan sebanyak 30 orang . ,2%) Sebelumnya dilakukan tes awal sementara pelajar laki-laki sebanyak 19 orang . ,8%). Berdasarkan distribusi pemeliharaan kebersihan gigi dan mulut frekuensi usia, responden usia 12 tahun menggunakan kuesioner dalam bentuk merupakan responden termuda dan google form . Setelah intervensi menggunakan media video, responden penelitian ini yaitu sebanyak 16 orang akan mengisi lembar checklist selama 21 ,7%) hari untuk mengukur kembali skor frekuensi kelas sebanyak 27 responden perilaku pemeliharaan kebersihan gigi berasal dari kelas VII . ,1%). dan mulut . MULAWARMAN DENTAL JOURNAL VOL. ISSN 2828-5883 Tabel 1. Distribusi Frekuensi Karakteristik Responden Karakteristik Responden Jenis Kelamin Perempuan Laki-laki Usia . Kelas VII Vi Total Sebelum menerima penyuluhan ataupun dari bentuk pendidikan lainnya online melalui media video sebanyak 21 serta dapat disebabkan karena program responden mempunyai perilaku kurang UKGS di sekolah ini tidak terlaksana . ,9%), 15 responden . ,6%) dengan secara optimal. Sebagai bentuk upaya . ,5%) UKGS. Puskesmas Sebuah kategori baik. Sebagian besar responden pelayanan kesehatan gigi dan mulut pada penelitian ini termasuk dalam pemeriksaan gigi dan mulut merupakan Edukasi salah satu kegiatan yang diselenggarakan terhadap riset Papilaya dkk. , sebelum dalam program UKGS. 12 Pemeriksaan gigi dan mulut telah dilaksanakan di SMP media audio visual, hampir seluruh Negeri 7 Muara Badak pada tahun 2021, responden memiliki perilaku kesehatan gigi dan mulut kurang baik 54%. Perilaku pelajar SMP Negeri 7 Dampaknya Muara Badak yang kurang benar ketika menyebabkan kecenderungan perilaku melakukan pemeliharaan kebersihan gigi yang kurang memperhatikan kebersihan dan mulut dapat disebabkan karena gigi dan mulut karena pemahaman yang kurang tentang kesehatan gigi dan mulut informasi baik dalam bentuk penyuluhan serta cara merawatnya. MULAWARMAN DENTAL JOURNAL VOL. ISSN 2828-5883 Tabel 2. Distribusi Frekuensi Perilaku Pemeliharaan Kebersihan Gigi dan Mulut Responden Kategori Pretest Kurang Cukup Baik Total Setelah Posttest Perubahan online menggunakan media video terjadi sebagai hasil dari pemberian dental floss, sikat dan pasta gigi kepada responden responden mempunyai perilaku dengan serta penyajian informasi melalui media kategori baik . ,1%), 15 responden video yang dapat diputar berulang kali. termasuk dalam perilaku kategori cukup Alat, instruksi yang benar, dan motivasi ,6%), dari individu yang bersangkutan sangat responden dengan . ,2%). diperlukan untuk kebersihan gigi yang Penelitian yang dilakukan oleh Tandilangi 14 Motivasi baik yang disadari maupun tidak, muncul sebagai dorongan bagi seseorang untuk melakukan kegiatan gigi dan mulut Motivasi kategori baik setelah pemberian edukasi umumnya dimulai dari pengetahuan, kesehatan gigi menggunakan media video yang kemudian menghasilkan keinginan animasi kartun. yang menjadi dasar dari perilaku. Tabel 3. Hasil Uji Wilcoxon Variabel Pretest Posttest Mean Standar Deviasi Tabel 3 menunjukkan skor rata- Min Max p value 0,000 rata perilaku responden sebelum dan setelah dilakukan penyuluhan online pandemi COVID-19 di SMP Negeri 7 menggunakan media video yaitu 9,98 dan Muara Badak, sesuai dengan uji Wilcoxon 12,26. Penggunaan media video dalam yang menghasilkan nilai p sebesar 0,000 . <0,. MULAWARMAN DENTAL JOURNAL VOL. ISSN 2828-5883 Hasil bahwa penyuluhan online dengan media pengetahuan serta perilaku kebersihan video berpengaruh pada perilaku pelajar gigi dan mulut. Ketidakefektifan media SMP Negeri 7 Muara Badak dalam video dapat dijelaskan dalam studi memelihara kebersihan gigi dan mulut mengenai penyimpanan memori, yang selama pandemi COVID-19. Seperti yang sensorik ke dalam memori jangka pendek terjadi perubahan perilaku pelajar SMA membutuhkan waktu dan konsentrasi. YPSA Medan dalam menjaga kebersihan Perkembangan menjadi memori jangka gigi dan mulut selama masa pandemi COVID-19 setelah dilakukan edukasi penghafalan atau pengulangan. 7 Video edukasi masih relevan Diperlukan satu periode selama digunakan pada masa pandemi maupun 21 hari untuk mengubah kebiasaan seseorang menjadi perilaku. 18 Hasil riset Terjadi peningkatan pengetahuan di kalangan mendukung teori tersebut, penggunaan COVID-19 Fatmasari kegawadaruratan dental. Pada masa keterampilan menyikat gigi dengan benar selama 21 hari. Unsur audio visual pada media video menstimulus 2 indera terbesar dalam penyerapan informasi secara online. Salah satu cara mengatasi 19 Intervensi yang dilakukan menggunakan video edukasi, baik video secara online diketahui memiliki efek edukasi interaktif atau satu arah untuk menyampaikan pesan atau informasi dibandingkan dengan intervensi yang Hasil Jika dilakukan secara tatap muka. Intervensi terhadap riset Yeo dkk. , yang menyatakan online cenderung lebih hemat biaya dan jika video edukasi mengenai kebersihan gigi dan mulut bukanlah metode yang MULAWARMAN DENTAL JOURNAL VOL. ISSN 2828-5883 SIMPULAN Berdasarkan hasil penelitian terhadap 49 responden dan pembahasan yang telah Sebelum online menggunakan media video 21 responden . ,9%) memiliki perilaku pemeliharaan kebersihan gigi dan mulut dengan kategori kurang. Setelah dilakukan penyuluhan online responden . ,1%) memiliki perilaku pemeliharaan kebersihan gigi dan mulut dengan kategori baik. Terdapat online menggunakan media video kebersihan gigi dan mulut pada masa pandemi COVID-19 di SMP Negeri 7 Muara Badak. DAFTAR PUSTAKA