Volume . Issue . Maret / 2026 JURNAL PENDIDIKAN EKONOMI DAN BISNIS Jurnal Pendidikan Ekonomi dan Bisnis. // Volume 3 No. 1 Maret 2026 https://journal. id/index. php/jpeb 1 - 09 Media Pembelajaran Efektif Terhadap Minat Belajar Siswa Di SMP Negeri 4 Tabukan Utara. Ghefira Tempongbuka1*). Frahmawati Bumulo. Sudirman. Meyko Panigoro. Maya Novrita Dama. Universitas Negeri Gorontalo1-5 1email: ghefiratmpngbka@gmail. ABSTRACT This study aims to discover the effect of effective learning media on the learning interest of Vi and IX grade students in Social Studies (IPS) at SMP Negeri 4 Tabukan Utara. Sangihe Islands Regency. This study used a quantitative approach with a causal associative research design. The population and sample of the study were 48 students determined through saturated sampling techniques. Data collection was conducted using a Likert-scale questionnaire that had been tested for validity and Data analysis techniques used included descriptive statistical analysis and simple linear regression analysis. The results of the study found that descriptive statistical analysis indicated that the learning media were in the good to very good category, while students' learning interest was in the good category. Furthermore, the results of simple linear regression analysis and hypothesis testing indicated that the learning media had a positive and significant effect on students' learning interest. These findings demonstrate that the use of relevant, easy-to-use, and engaging learning media can increase students' enjoyment, attention, interest, and engagement in social studies learning at SMP Negeri 4 Tabukan Utara. Sangihe Islands Regency. Therefore, it can be concluded that effective learning media plays a crucial role in increasing students' learning interest. Keywords: learning media, learning interest, social studies learning ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh media pembelajaran efektif terhadap minat belajar siswa kelas Vi dan IX pada mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) di SMP Negeri 4 Tabukan Utara Kabupaten Kepulauan Sangihe. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain penelitian asosiatif kausal. Populasi sekaligus sampel penelitian berjumlah 48 siswa yang ditentukan melalui teknik sampling jenuh. Pengumpulan data dilakukan menggunakan angket dengan skala Likert yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya. Teknik analisis data yang digunakan meliputi analisis statistik deskriptif dan analisis regresi linier Hasil penelitian menemukan bahwa analisis statistik deskriptif menunjukkan media pembelajaran berada pada kategori baik hingga sangat baik, sedangkan minat belajar siswa berada pada kategori baik. Selanjutnya, hasil analisis regresi linier sederhana dan uji hipotesis menunjukkan bahwa media pembelajaran berpengaruh positif dan signifikan terhadap minat belajar siswa. Temuan ini membuktikan bahwa penggunaan media pembelajaran yang relevan, mudah digunakan, dan menarik mampu meningkatkan rasa senang, perhatian, ketertarikan, serta keterlibatan siswa dalam pembelajaran IPS Di Smp Negeri 4 Tabukan Utara Kabupaten Kepulauan Sangihe. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa media pembelajaran yang efektif memiliki peran penting dalam meningkatkan minat belajar siswa. Kata Kunci : Media Pembelajaran. Minat Belajar. Pembelajaran IPS. Jurnal Pendidikan Ekonomi dan Bisnis. // Volume 3 No. 1 Maret 2026 41 - 58 Pendahuluan Pendidikan merupakan pilar utama dalam pembangunan suatu bangsa. Melalui pendidikan, sumber daya manusia dibentuk untuk memiliki kecerdasan intelektual, emosional, dan spiritual guna menghadapi tantangan zaman yang terus berkembang. Dalam Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional disebutkan bahwa tujuan pendidikan adalah mengembangkan potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman, bertakwa, berakhlak mulia, sehat, cakap, kreatif, mandiri, serta menjadi warga Negara yang demokratis dan bertanggung jawab. Untuk mencapai tujuan tersebut, proses pembelajaran harus berlangsung secara efektif. Interaktif, dan Bermakna. Dalam proses ini, berbagai komponen pendidikan seperti pendidik, peserta didik, metode, lingkungan, serta media pembelajaran yang menarik dan memotivasi siswa untuk aktif belajar, terlebih di era digital yang menuntut adanya inovasi dan adaptasi dalam penyampaian materi ajar. Salah satu faktor yang sangat menentukan keberhasilan pembelajaran adalah minat belajar siswa. Minat belajar mencerminkan dorongan dalam diri siswa untuk terlibat aktif dalam proses belajar. Menurut (Beda & Jun, 2. minat belajar adalah perasaan tertarik, senang, aktif, memiliki konsentrasi yang tinggi, memiliki semangat dalam belajar, dan siswa nyaman dalam melaksanakan proses pembelajaran. Siswa yang memiliki minat pada suatu pembelajaran akan menaruh perhatian besar terhadap pembelajaran tersebut. Minat belajar siswa adalah keinginan atau kemauan siswa. perhatian dan keaktifan yang disengaja dan menghadirkan rasa senang dalam perubahan. Siswa yang memiliki minat belajar yang tinggi akan merasa bahwa belajar merupakan kegiatan yang menyenangkan, sehingga akan berpotensi untuk mencapai keberhasilan belajar. Selain itu. Minat belajar besar pengaruhnya terhadap belajar, karena bila bahan pelajaran yang di pelajari tidak sesuai dengan minat, siswa tidak akan belajar dengan sebaik-baiknya, karena tidak ada daya Tarik bagi siswa. Minat sendiri adalah bagian penting yang harus di miliki siswa dalam mengikuti pembelajaran. Minat belajar merupakan aspek psikis yang mendorong individu memusatkan pemikiran, sehingga menimbulkan konsentrasi dalam proses belajar. Minat belajar juga dipahami sebagai keinginan mental yang mengarahkan individu pada suatu pilihan (Waruwu & Sitinjak, 2. Namun dalam kenyataannya, banyak siswa mengalami kesulitan dalam mempertahankan minat belajar, terutama pada mata pelajaran yang dianggap kurang menarik, seperti Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS). Penelitian sebelumnya menunjukkan bahwa banyak siswa merasa pelajaran IPS monoton dan tidak relevan dengan kehidupan sehari-hari mereka. Hal ini menyebabkan rendahnya minat dan keterlibatan mereka dalam pelajaran tersebut (Rahmanda & Maharani, 2. Banyak siswa yang tidak terlalu tertarik untuk mengikuti Jurnal Pendidikan Ekonomi dan Bisnis. // Volume 3 No. 1 Maret 2026 41 - 58 pembelajaran, baik secara daring maupun luring. Minimnya minat belajar disebabkan oleh pendekatan pengajaran yang belum sesuai dengan karakteristik siswa generasi digital (Dyah Ayu Pramoda Wardani. Ele Firda Pujiastuti, 2. Oleh karena itu, pentinganya mengenal pembelajaran yang relevan serta adaptif terhadap perubahan teknologi dan kebutuhan belajar siswa saat ini. Penggunaan media pembelajaran menjadi salah satu kunci strategi untuk mengatasi masalah tersebut. Dalam melakukan proses pembelajaran maka di perlukan sebuah media, media ialah bagian yang tak terpisahkan dari proses belajar mengajar. Menurut (Hamid et al. , 2. Penggunaan media pembelajaran yang tepat diperlukan dalam rangka meningkatkan pengetahuan dasar dan dapat menarik perhatian siswa. Dengan menggunakan media pembelajaran yang tepat dan bervariasi dapat mengatasi sikap pasif siswa serta minat peserta didik akan cepat tumbuh. Dengan demikian, ketertarikan untuk belajar akan lebih cepat terutama secara maksimal dalam diri siswa serta peserta didik memperoleh pembelajaran yang menyenangkan dengan menggunakan media pembelajaran yang kreatif dan inovatif (Harun et al. , 2. Media pembelajaran sangat di perlukan untuk membantu guru dalam proses belajar mengajar untuk memotivasi dan meningkatkan pemahaman siswa (Mohamad N et al. , 2. Media pembelajaran memudahkan dalam berinteraksi guru dengan siswa (Ardiansyah et al. , 2. Media pembelajaran, baik visual . eperti gambar dan diagra. , audio . ekaman naras. , maupun digital . ideo animasi dan aplikasi interakti. , berfungsi sebagai alat bantu yang memperkaya pengalaman belajar sesuai dengan prinsip Cone of Experience Dale . , yang menyatakan bahwa pembelajaran melalui penglihatan dan pendengaran lebih efektif daripada ceramah semata. Penelitian (Ariani & Suciptaningsih, 2. membuktikan bahwa penerapan media berbasis teknologi, seperti video pembelajaran dan simulasi virtual, dapat meningkatkan minat belajar siswa hingga 30Ae40% melalui peningkatan interaktivitas dan relevansi materi. Menurut (Tonge, 2. dalam penelitian oleh (Sanusi et al. , 2. Media pembelajaran yang tepat dan bervariasi dapat mengatasi sikap pasif siswa serta mempercepat pemulihan minat peserta didik Namun, penerapan media inovatif masih terbatas, terutama di sekolahsekolah dengan sumber daya yang minim. Guru cenderung menggunakan metode ceramah dan media konvensional seperti buku teks dan papan tulis serta dukungan visual atau teknologi digital yang masi terbatas. Hal ini menjadi salah satu penyebab rendahnya daya Tarik pembelajaran IPS dan kurang berkembangnya minat belajar siswa (Hasibuan. Ritonga. , & Yulizar. Survei Badan Pusat Statistik (BPS) tahun 2022 juga mengindikasikan bahwa di daerah pedesaan dan terpencil, akses terhadap media digital hanya mencapai 25%, yang berkontribusi pada stagnasi minat belajar dan prestasi Jurnal Pendidikan Ekonomi dan Bisnis. // Volume 3 No. 1 Maret 2026 41 - 58 Permasalahan utama yang melatarbelakangi penelitian ini adalah rendahnya minat belajar terhadap mata pelajaran IPS yang terjadi di banyak sekolah terutama di wilayah terpencil seperti Kabupaten Kepulauan Sangihe. Sulawesi Utara, yang menghadapi keterbatasan infrastruktur teknologi, akses internet yang rendah, serta tantangan geografis berupa pulau-pulau yang Di daerah ini, pendidikan formal di SMP sering kali terhambat oleh minimnya fasilitas, di mana guru kesulitan menyampaikan materi IPS yang memerlukan visualisasi peta, timeline sejarah, dan contoh nyata. Kondisi pembelajaran di kelas cenderung kurang bervariasi dan siswa masih mengalami kesulitan dalam mempelajari materi pelajaran IPS. Kenyataan juga menunjukan, sebagian guru dalam memberikan materi pelajaran mengikuti pola lama menghapal dan Latihan menjawab soal-soal ujian. Kenyataan lain, siswa dalam mengikuti pembelajaran di kelas cenderung bersikap pasif. Pembelajaran yang berlangsung selama ini masih berpusat pada guru . eadher centere. dan belum memanfaatkan media strategi yang bervariasi. Guru kurang menerapkan teknologi dan metode pembelajaran yang mendukung proses belajar mengajar di Di SMP Negeri 4 Tabukan Utara. Kabupaten Kepulauan Sangihe, rendahnya minat belajar siswa kelas Vi pada mata pelajaran IPS menjadi isu mendesak yang memerlukan intervensi. Berdasarkan observasi awal, tingkat partisipasi siswa dalam kegiatan pembelajaran hanya mencapai sekitar 50%, yang tercermin dari rendahnya keaktifan dalam berdiskusi, kurangnya antusiasme dalam menjawab pertanyaan, serta motivasi belajar yang lemah. Faktanya juga masi ada peserta didik yang tidak masuk sekolah dan sering di temukan peserta didik yang bolos dengan berbagai alasan yaitu merasa bosan dan tidak tertarik untuk belajar di mata pelajaran IPS. Kondisi ini berdampak pada hasil belajar yang belum optimal. Berdasarkan data awal yang di temukan pada saat wawancara dengan guru mata pelajaran IPS pada peserta didik kelas Vi dan kelas IX yang di laksanakan ketika peserta didik masi berada di kelas VII dan Vi, di dapat informasi bahwa standar kelululusan atau ketuntasan yang disepakati oleh pihak sekolah adalah Kriteria ketuntasan minimum (KKM) di SMP Negeri 4 Tabukan Utara menyatakan peserta didik tuntas apabila memperoleh nilai Ou 78 dan belum tuntas apabila memperoleh nilai <78. Data nilai kelas VII dan Vi mata pelajaran IPS di SMP Negeri 4 Tabukan Utara Kabupaten Kepulauan Sangihe dapat kita lihat pada tabel berikut. Jurnal Pendidikan Ekonomi dan Bisnis. // Volume 3 No. 1 Maret 2026 41 - 58 TABEL 1. 1 Data Nilai Ualangan Akhir IPS Kelas Vii Dan Vi Semester Genap 2024/2025 Kelas KKM VII Ou78 <78 Ou78 <78 Kriteri Tuntas Belum Tuntas Tuntas Belum Tuntas Jumlah Peserta 41,93% 58,06% Jumlah Peserta Didik Persenta Data nilai ulangan akhir IPS semester genap kelas VII dan Vi SMP Negeri 4 Tabukan Utara menunjukan hasil belajar peserta didik dengan tingkat ketuntasan yang masih berada di angka 50% dan 41,93%. Nilai tersebut menunjukan bahwa kedua kelas tesebut mendapat kategori kurang baik karena ketuntasan peserta didik belum mencapai di atas 50%. Tentu ini menjadi daya tarik bagi peneliti untuk melakukan penelitian pada dua kelas bernilai kurang baik tersebut. Dari data nilai ulangan akhir semester genap 2024/2025 kelas VII dan kelas Vi SMP Negeri 4 Tabukan Utara dapat dilihat bahwa sebagian dari peserta didik belum mencukupi nilai dan standar yang telah di tetapkan sekolah, dari hasil survey yang telah dilakukan dengan dewan guru dan juga para siswa dapat di simpulkan bahwa faktor yang menjadi ketidaktuntasan sebagian siswa adalah karena siswa kurang berminat dan juga merasa bosan dengan pelajaran yang disampaikan. Oleh karena itu, penting untuk memahami faktor-faktor yang dapat mempengaruhi minat belajar siswa guna menciptakan proses pembelajaran yang efektif. Keterbatasan media pembelajaran yang digunakan diduga memengaruhi kondisi ini. Penggunaan media konvensional di sekolah ini masih dominan, meskipun ada penerapan media sederhana seperti poster interaktif atau video offline yang dapat disesuaikan dengan keterbatasan lokal. Dengan demikian, diperlukan upaya intervensi melalui penerapan media pembelajaran yang lebih menarik, kontekstual, dan interaktif untuk meningkatkan minat belajar serta membantu siswa mencapai KKM 78 pada mata pelajaran IPS. Karena masih rendahnya minat belajar siswa pada mata pelajaran IPS kelas Jurnal Pendidikan Ekonomi dan Bisnis. // Volume 3 No. 1 Maret 2026 41 - 58 Vi di SMP Negeri 4 Tabukan Utara Kabupaten Kepulauan Sangihe, serta terbatasnya penggunaan media yang bervariasi oleh guru, maka belum dapat di pastikan apakah media pembelajaran dapat benar-benar meningkatkan minat belajar siswa atau sebaliknya justru tidak berpengaruh. Oleh karena itu, diperlukan suatu kajian yang lebih mendalam mengenai pengaruh media pembelajaran terhadap minat belajar siswa kelas Vi pada mata pelajaran IPS di SMP Negeri 4 Tabukan Utara. Hasil penelitian diharapkan memberikan rekomendasi praktis bagi guru dan pemangku kepentingan kebijakan, serta berkontribusi pada pengembangan media pembelajaran yang efektif. Berdasarkan latar belakang tersebut, maka penulis terdorong untuk mengambil judul AuPengaruh Media Pembelajaran Efektif terhadap Minat Belajar Siswa pada Mata Pelajaran IPS di SMP Negeri 4 Tabukan Utara Kabupaten Kepulauan SangiheAy . Minat Belajar Siswa Minat belajar merupakan suatu dorongan dalam diri individu yang menimbulkan rasa senang, keinginan, dan perhatian terhadap kegiatan belajar. Menurut (Melasari et al. , 2. minat belajar adalah kecenderungan siswa untuk aktif dan tekun dalam mengikut kegiatan pembelajaran karena adanya rasa senang terhadap materi atau metode yang digunakan. Minat belajar sangat berkaitan dengan faktor internal siswa, seperti motivasi, serta faktor eksternal seperti strategi pembelajaran dan media yang digunakan guru. (Fahrul Sulaiman & Budiaman. Hidayat h, 2. Juga mengemukakan bahwa Minat belajar menjadi hal penting yang harus ada dalam diri peserta didik pada setiap mata pelajaran terutama terhadap pembelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS), karena umumnya IPS sering kali dianggap sebagai mata pelajaran yang tidak menarik dan membosankan. Hal ini sesuai dengan pendapat (AH et al. dalam penelitian yang dilakukan oleh (Pakaya et al. , 2. yang menjelaskan bahwa minat belajar tidak terlepas dari seorang siswa terhadap pembelajaran sebagai dorongan atau rasa menyukai terhadap kegiatan Minat belajar timbul dari faktor internal dan aspek psikologi yang memiliki pengaruh yang sangat dasar pada proses kegiatan pembelajaran dan kemajuan bagi peserta didik. Menurut (Hasibuan. Ritonga. , & Yulizar, 2. minat belajar dapat terlihat dari perilaku siswa yang antusias, aktif bertanya, dan menunjukkan perhatian penuh selama proses pembelajaran berlangsung. Minat belajar yang tinggi akan meningkatkan partisipasi siswa dalam kelas serta berdampak positif terhadap hasil belajar. Sementara itu, (Kuway. Muhajir. , & Wahid, 2. berpendapat bahwa minat belajar tidak hanya dipengaruhi oleh konten materi, tetapi juga oleh bagaimana materi tersebut disampaikan. Ketika penyampaian Jurnal Pendidikan Ekonomi dan Bisnis. // Volume 3 No. 1 Maret 2026 41 - 58 dilakukan dengan cara yang menarik dan sesuai dengan gaya belajar siswa, maka minat belajar akan meningkat secara signifikan. Oleh karena itu, keberadaan media pembelajaran yang relevan sangat penting dalam membentuk dan meningkatkan minat belajar siswa. Dari kedua pendapat ini, dapat disimpulkan bahwa Minat belajar adalah ketertarikan dan keterlibatan aktif siswa dalam proses pembelajaran yang tercermin melalui antusiasme, perhatian, dan partisipasi, yang dipengaruhi tidak hanya oleh isi materi, tetapi juga oleh cara penyampaian yang menarik dan sesuai dengan gaya belajar siswa. Faktor-faktor yang Mempengaruhi Minat Belajar Menurut (Saragih et al. , 2. Minat belajar siswa dipengaruhi oleh berbagai faktor, baik dari dalam diri siswa . maupun dari luar diri siswa . Faktor Internal Faktor internal mencakup kondisi psikologis dan biologis siswa, seperti motivasi, rasa ingin tahu, bakat, serta gaya belajar. Minat belajar erat kaitannya dengan motivasi intrinsik siswa yaitu dorongan dari dalam dirinya sendiri untuk memahami suatu materi. Misalnya, siswa yang memiliki rasa ingin tahu tinggi terhadap isu-isu sosial dan sejarah cenderung memiliki minat yang lebih besar terhadap pelajaran IPS. Selain itu, gaya belajar siswa juga sangat memengaruhi minat belajar. Beberapa siswa lebih mudah menyerap informasi melalui visual . ambar, vide. , auditori . uara, penjelasan lisa. , atau kinestetik . erakan, praktik langsun. Ketika gaya belajar ini difasilitasi oleh media pembelajaran yang sesuai, siswa akan merasa lebih nyaman dan tertarik dalam mengikuti proses pembelajaran. Motivasi Motivasi merupakan pendorong utama dalam proses belajar. Motivasi dapat bersifat intrinsik . erasal dari dalam diri sisw. maupun ekstrinsik . erasal dari luar diri sisw. Motivasi intrinsik mencakup keinginan untuk menguasai materi karena rasa ingin tahu, sedangkan motivasi ekstrinsik berkaitan dengan tujuan eksternal seperti mendapatkan nilai baik atau pujian dari orang tua dan guru. Motivasi belajar siswa sangat dipengaruhi oleh dukungan emosional dari orang tua dan lingkungan belajar yang positif di sekolah. Kesehatan Fisik dan Psikologis Kondisi fisik yang baik memungkinkan siswa untuk fokus dan aktif dalam proses belajar. Kelelahan atau gangguan kesehatan dapat menurunkan konsentrasi dan minat belajar. Selain itu, kondisi psikologis seperti stres atau kecemasan juga dapat mempengaruhi minat belajar siswa. Intelegensi dan Bakat Kemampuan kognitif atau intelegensi berperan dalam tingkat pemahaman siswa terhadap materi pelajaran. Siswa dengan bakat tertentu cenderung lebih Jurnal Pendidikan Ekonomi dan Bisnis. // Volume 3 No. 1 Maret 2026 41 - 58 tertarik dan menunjukkan minat yang tinggi terhadap bidang yang sesuai dengan . Perhatian dan Ketertarikan Siswa yang memiliki perhatian dan ketertarikan terhadap materi pelajaran cenderung memiliki minat belajar yang tinggi. Ketertarikan ini dapat dipengaruhi oleh relevansi materi dengan kehidupan sehari-hari siswa dan cara penyampaian materi oleh guru. Kematangan dan Kepribadian Kematangan emosional dan psikologis mendukung kesiapan siswa dalam menghadapi tantangan belajar. Kepribadian siswa, seperti sifat terbuka terhadap pengalaman baru, juga mempengaruhi minat belajar mereka. Faktor Eksternal . Peran orang Tua Orang tua yang terlibat aktif dalam mendampingi anak belajar di rumah, memberi motivasi, serta menciptakan suasana belajar yang positif, akan mendorong anak untuk lebih bersemangat mengikuti pelajaran. Saragih et al. menekankan bahwa bukan hanya dukungan materiil, tetapi juga perhatian emosional yang mampu meningkatkan kepercayaan diri dan ketekunan belajar . Lingkungan Sekolah Lingkungan sekolah merupakan faktor eksternal lainnya yang sangat Guru yang mampu menciptakan pembelajaran yang interaktif, menyenangkan, dan komunikatif, berkontribusi besar dalam menumbuhkan minat belajar siswa. Selain itu, ketersediaan sarana belajar seperti perpustakaan, ruang kelas yang nyaman, dan akses internet yang memadai dapat memperkuat minat belajar. siswa lebih antusias ketika merasa nyaman dengan lingkungan sekolah dan memiliki hubungan yang baik dengan guru maupun teman-teman . Pemanfaatan Teknologi pemanfaatan teknologi digital menjadi salah satu faktor yang sangat relevan dalam konteks pendidikan saat ini. Teknologi dapat menjadi alat bantu yang efektif untuk meningkatkan minat belajar jika digunakan secara tepat. Penggunaan video pembelajaran, kuis digital, aplikasi edukatif, dan platform elearning mampu meningkatkan keterlibatan siswa. Namun demikian. Saragih et juga mengingatkan bahwa teknologi bisa menjadi gangguan apabila tidak dikontrol dengan baik, seperti saat siswa terlalu sering bermain game atau mengakses media sosial di luar kendali. Indikator Minat Belajar Siswa Menurut (Setiawan et al. , 2. , minat belajar siswa dapat diukur melalui beberapa indikator utama yaitu : Jurnal Pendidikan Ekonomi dan Bisnis. // Volume 3 No. 1 Maret 2026 41 - 58 Rasa Senang terhadap Pelajaran Indikator ini mengacu pada perasaan positif siswa saat mengikuti Siswa yang memiliki minat belajar tinggi umumnya merasakan kesenangan dan antusiasme saat belajar. Rasa senang ini mendorong siswa untuk lebih bersemangat dan mau berpartisipasi aktif dalam kegiatan belajar. Dengan adanya rasa senang, proses belajar menjadi lebih menyenangkan dan tidak membosankan sehingga memacu motivasi intrinsik siswa. Perhatian dalam Belajar Perhatian menunjukkan tingkat fokus dan konsentrasi siswa selama pembelajaran berlangsung. Siswa yang berminat belajar cenderung lebih mampu memusatkan perhatian pada materi yang diajarkan dan menghindari gangguan. Tingkat perhatian yang tinggi menunjukkan keterlibatan mental siswa dalam proses belajar, yang selanjutnya mendukung pemahaman dan penguasaan materi Ketertarikan terhadap Materi Ketertarikan merupakan dorongan atau keinginan siswa untuk mengetahui dan memahami materi pelajaran lebih dalam. Indikator ini menunjukkan sejauh mana siswa merasa penasaran dan ingin menggali informasi tambahan di luar materi yang disampaikan guru. Ketertarikan ini menjadi motor penggerak bagi siswa untuk aktif belajar dan mengeksplorasi topik pelajaran secara mandiri. Keterlibatan dalam kegiatan Belajar Keterlibatan adalah bentuk partisipasi aktif siswa dalam proses pembelajaran, seperti ikut berdiskusi, bertanya, atau mengerjakan tugas secara Siswa yang menunjukkan keterlibatan aktif cenderung memiliki minat belajar yang lebih tinggi karena mereka tidak hanya pasif menerima materi, tetapi juga berkontribusi dalam proses pembelajaran. Keterlibatan ini juga memperkuat pemahaman dan memperdalam pengalaman belajar siswa. Media Pembelajaran Efektif Media pembelajaran merupakan salah satu komponen penting dalam proses pendidikan yang berfungsi sebagai alat bantu untuk menyampaikan materi Menurut(Hasibuan. Ritonga. , & Yulizar, 2. , media pembelajaran adalah alat bantu yang digunakan dalam proses belajar mengajar untuk menyampaikan materi secara lebih menarik, interaktif, dan mudah dipahami oleh siswa. Pandangan ini sejalan dengan (Kuway. Muhajir. & Wahid, 2. yang menyatakan bahwa media pembelajaran merupakan perangkat atau komponen yang dapat digunakan untuk menyampaikan materi pelajaran secara efektif, terutama ketika dikemas dalam bentuk digital yang sesuai dengan kebutuhan siswa. (Ariani & Suciptaningsih, 2. mengemukakan bahwa media pembelajaran adalah segala bentuk alat, sarana, atau teknologi yang digunakan untuk Jurnal Pendidikan Ekonomi dan Bisnis. // Volume 3 No. 1 Maret 2026 41 - 58 memfasilitasi interaksi antara guru dan siswa dalam mencapai tujuan Sementara itu, (Melasari et al. , 2. menekankan bahwa media pembelajaran adalah segala bentuk perantara yang digunakan dalam proses belajar yang bertujuan untuk mengefisienkan dan mengefektifkan transfer pengetahuan kepada peserta didik. Media pembelajaran adalah alat bantu dalam proses belajar mengajar untuk merangsang pikiran, perasaan, perhatian dan kemampuan untuk ketrampilan pembelajaran sehingga dapat mendorong terjadinya proses belajar. Media pembelajaran juga diartikan sebagai perangkat atau alat yang dipakai oleh guru dalam melakuakan kegiata belajar mengajar, guru juga dituntut agar media yang dibuat efektif, inovatif menarik, sehingga murid dapat tertarik mengikuti pembelajaran yang disampaikan oleh guru tersebut (Wahidah et al. , 2. Macam-macam Media Pembelajaran Macam-macam media pembelajaran diperlukan bagi guru untuk dapat membuat para siswa semakin bersemangat dalam belajar. Ada beberapa macammacam media pembelajaran, sebagai berikut: Media Visual Media pembelajaran visual merupakan media yang sering dikenal sebagai alat elektronik yang sering sekali dijadikan sebagai sarana dalam menyampaikan materi yang dapat menghubungkan komunikasi guru dengan siswa secara Media Visual merupakan media komunikasi bersifat visual yang ditampilkan yang ditampilkan dalam bentuk sketsa, foto, gambar, diagram, tabel, torso, dan benda visual lainnya yang merupakan media asli dari replikanya (Wahidah et al. , 2. Media ini memiliki berbagai kelebihan dibanding media yang lain. Kelebihannya tersebut yaitu : Bersifat kongkret. Gambar atau foto dapat dilihat oleh siswa dengan lebih jelas dan realistis menunjukkan materi atau pesan yang disampaikan. Mengatasi ruang dan waktu. Untuk menunjukkan gambar stadion atau lapangan bola basket tidak perlu melihat objek yang sesungguhnya melainkan cukup melihat gambar gambar atau fotonya saja. Meminimalisasi keterbatasan pengamatan mata. Untuk menerangkan objek tertentu yang sulit untuk diamati maka digunakanlah gambar atau foto. Dapat memperjelas suatu masalah. Gambar memungkinkan suatu masalah dipahami secara sama. Murah dan mudah. Gambar atau foto dapat dibuat oleh guru sendiri dengan biaya yang murah dan penggunaannya pun mudah. Gambar atau foto juga memiliki kekurangan antara lain : hanya menekankan persepsi visual, kurang efektif jika benda/objek yang ditampilkan bersifat komplek dan ukurannya sangat terbatas untuk kelompok yang besar. Media Audio Media audio merupakan media yang menyajikan pesan secara auditif. Media audio adalah semua media pemanfaatannya menggunakan unsur dengar . Media audio adalah media yang dapat didengar saja, atau media yang hanya memiliki unsur suara seperti radio, tape recorder, telepon, laboratorium bahasa dan rekaman suara. Media audio berfungsi untuk menyalurkan pesan audio dari sumber pesan ke penerima pesan. Media audio berkaitan dengan indera Dilihat dari sifat pesan yang diterima, media audio dapat menyampaikan pesan verbal . ahasa lisan atau kata-kat. maupun non verbal Jurnal Pendidikan Ekonomi dan Bisnis. // Volume 3 No. 1 Maret 2026 41 - 58 unyi-bunyian dan vokalisas. Media Audio Visual Media audio visual adalah media intruksional modern yang sesuai dengan perkembangan zaman . emajuan ilmu pengetahuan dan teknolog. meliputi media yang dapat dilihat dan didengar. Sesuai dengan namanya, media audio visual merupakan kombinasi audio dan visual atau bisa disebut dengan media pandang-dengar. Audio visual akan menjadi penyajian bahan ajar kepada siswa semakin lengkap dan optimal. Selain itu, media ini dalam batas-batas tertentu dapat juga menggantikan peran serta tugas guru. Karena penyajian materi bisa diganti dengan oleh media dan guru bisa beralih menjadi fasilitator belajar mendampingi siswa dalam penggunaan media, yaitu memberikan kemudahan bagi para siswa untuk belajar. Contoh media audio visual dalam pembelajaran meliputi video pembelajaran yang menyajikan materi secara menarik, film dokumenter yang memberikan informasi faktual, animasi edukasi dengan narasi penjelasan, presentasi multimedia berisi teks dan rekaman suara guru, drama atau teater rekaman yang menggambarkan situasi pembelajaran, serta e-modul interaktif yang mengkombinasikan audio, visual, dan kuis untuk mempermudah pemahaman siswa. Dengan media ini, guru dapat berperan sebagai fasilitator yang mendampingi siswa dalam proses belajar, sehingga siswa memperoleh kemudahan dan pengalaman belajar yang lebih kontekstual dan menarik. Indikator Media Pembelajaran Menurut (Pratiwi & Meilani, 2. media pembelajaran dapat diukur melalui beberapa indikator utama yaitu : Relevansi antara media pembelajaran yang digunakan dengan bahan ajar Kemampuan guru dalam menggunakan media pembelajaran Kemudahan penggunaan media pembelajaran bagi guru dan siswa Ketersediaan media pembelajaran yang digunakan saat pembelajaran dikelas Kebermanfaatan penggunaan media pembelajaran yang dirasakan siswa sehingga dapat meningkatkan proses pembelajaran. Metode Penelitian Pendekatan kuantitatif ini menggunakan metode penelitian asosiatif dengan desain kausal . , yaitu untuk mengetahui ada tidaknya pengaruh dan seberapa besar pengaruh media pembelajaran terhadap minat belajar siswa. Desain kausal sesuai dengan pendapat (Sugiyono, 2. , yang menjelaskan bahwa desain penelitian kuantitatif kausal digunakan ketika peneliti ingin mengetahui hubungan sebab-akibat antar dua variabel atau lebih. Dalam konteks ini, pengaruh media pembelajaran diuji secara statistik terhadap minat belajar Pengumpulan data dilakukan melalui instrumen berupa angket yang disusun berdasarkan indikator dari masing-masing variabel, dengan pengukuran menggunakan skala Likert. Data yang terkumpul selanjutnya dianalisis Jurnal Pendidikan Ekonomi dan Bisnis. // Volume 3 No. 1 Maret 2026 41 - 58 menggunakan teknik statistik inferensial, seperti regresi linear sederhana, untuk menguji hipotesis penelitian. Hasil dan Pembahasan Hasil Penelitian Uji Normalitas Data Uji normalitas kolmogrov Smirnov merupakan bagian dari uji asumsi klasik. Uji normalitas kolmogrov Smirnov dilakukan untuk mengetahui nilai residual berdistribusi normal atau tidak. Jika sebaran data tidak normal, analisis tidak dapat dilanjutkan karena tidak memenuhi persyaratan normalitas data. Uji normalitas data menggunakan uji normalitas kolmogrov Smirnov juga digambarkan dengan normalitas P-P Plot dengan menggunakan bantuan IBM SPSS Statistics version 22. Hasil normalitas P-P Plot untuk uji normalitas digambarkan pada gambar Gambar 4. 1 Hasil Uji Normalitas dengan P-P Plot Berdasarkan dengan ketentuan yang berlaku, suatu data dapat dikatakan normal apabila titik-titik tersebut mengikuti garis diagonal. Berdasarkan pada gambar yang telah tercantum, menunjukan bahwa data . itik-titi. menyebar disekitar garis diagonal dan mengikuti arah garis diagonal sehingga model regresi memenuhi asumsi normalitas. Selanjutnya uji normalitas data dengan menggunakan uji normalitas kolmogrov Smirnov dengan menggunakan bantuan IBM SPSS Statistics version 22 Dasar pengambilan keputusan dalam uji normalitas data kolmogorov smirnov adalah jika nilai siginifikansi > 0. 05, maka nilai residual berdistribusi normal, sebaliknya jika nilai siginifikansi < 0. 05, maka nilai residual tidak berdistribusi normal untuk hasilnya dapat dilihat pada tabel dibawah ini. Tabel 4. 5 Hasil Uji Normalitas Jurnal Pendidikan Ekonomi dan Bisnis. // Volume 3 No. 1 Maret 2026 41 - 58 One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test Unstandardized Residual Normal Parameters Mean Std. Deviation Most Extreme Differences Absolute Positive Negative Test Statistic Asymp. Sig. -taile. Test distribution is Normal. Calculated from data. Lilliefors Significance Correction. This is a lower bound of the true significance. Sumber: Data Olahan SPSS, 2026 Berdasarkan pada tabel diatas dapat dilihat hasil uji normalitas dengan menggunakan metode kolmoogrov-Smirnov test memiliki nilai signifikansi sebesar 0,200 yang artinya nilai ini lebih besar dari nilai alpha 5% . Maka dapat disimpulkan bahwa nilai residual berdistribusi normal sehingganya data penelitian ini telah memenuhi syarat untuk dilakukan uji regresi. Analisis Regresi Analisis Regresi Linier Sederhana Setelah dilakukannya uji asumsi normalitas dan data menunjukan sudah memenuhi syarat normalitas, maka langkah selanjutnya adalah melakukan analisis regresi, yaitu dengan menggunakan regresi linear sederhana untuk menguji pengaruh antara variabel bebas yaitu Media Pembelajaran Efektif (X) terhadap variabel terikat yaitu Minat Belajar Siswa (Y). Hasil analisis ini dengan menggunakan bantuan SPSS Statistics version 22 dapat dilihat pada tebel Berdasarkan tabel dibawah, diketahui nilai constant . sebesar 6,808, sedangkan nilai Media Pembelajaran Efefktif . /Koefisien Regres. sebesar 0,864, sehingga persamaan regresinya dapat ditulis: = a. bX = 6,808 . 0,864 (X) Persamaan tersebut dapat diinterpretasikan sebagai berikut: Nilai konstanta . sebesar 6,808, artinya apabila Media Pembelajaran Efektif constant atau tetap, maka nilai Minat Belajar Siswa sebesar 6,808. Nilai koefisien regresi sebesar 0,864 yang menunjukan nilai positif maka dapat dikatakan bahwa arah pengaruh variabel X (Media Pembelajaran Efekti. Jurnal Pendidikan Ekonomi dan Bisnis. // Volume 3 No. 1 Maret 2026 41 - 58 terhadap variabel Y (Minat Belajar Sisw. bernilai positif . sehingganya, apabila nilai X (Media Pembelajaran Efekti. meningkat 1%, maka nilai variabel Minat Belajar Siswa juga akan mengalami peningkatan sebesar 0,864. Tabel 4. 6 Hasil Uji Analisis Regresi Sederhana Coefficientsa Unstandardized Standardized Coefficients Coefficients Std. Model Error Beta Sig. (Constan. Media Pembelajaran Efektif Dependent Variable: Minat Belajar Siswa Sumber: Data Olahan SPSS, 2026 Hasil Uji Parsial (Uji . Setelah pengujian analisis regresi dilakukan, selanjutnya akan dilakukan pengujian hipotesis dengan menggunakan uji T secara parsial dari variabel bebas yaitu Media Pembelajaran Efektif (X) terhadap variabel terikat yaitu Minat Belajar Siswa (Y). Adapun dasar pengambilan keputusannya dijelaskan sebagai Penetapan dalam penelitian ini dengan menetapkan Tingkat kepercayaan 95% dan kemungkinan 5% hasil yang diperoleh keliru atau dengan kata lain membandingkan nilai probabilitas signifikansi dengan signifikansi nilai alpha 5% . Artinya: A Jika nilai Signifikansi < 0,05 artinya variabel Media Pembelajaran Efektif (X) berpengaruh terhadap variabel Minat Belajar Siswa (Y). A Jika nilai Signifikansi > 0,05 artinya variabel Media Pembelajaran Efektif (X) tidak berpengaruh terhadap variabel Minat Belajar Siswa (Y). Membandingkan nilai t Ae hitung dengan nilai t-tabel A jika nilai t_hitung Ou t_tabel, maka H_0 ditolak dan H_1 diterima artinya A Jika nilai t_hitung O t_tabel, maka H_0 diterima dan H_1 ditolak artinya tidak signifikan Menentukan nilai t-tabel yang akan digunakan, nilai t-tabel ini tergantung pada besarnya df . egree of freedo. serta tingkat signifikan yang digunakan sebesar 5%. df = n . umlah sampe. - k . umlah variabe. , dimana df = 48 Ae 2 = 46 maka diperoleh nilai t-tabel sebesar 2,012 . itik presentase distirbusi t tabel tercantum di lampira. Jurnal Pendidikan Ekonomi dan Bisnis. // Volume 3 No. 1 Maret 2026 41 - 58 Dalam pengujian ini, dilakukan dengan bantuan IBM SPSS Statistics version 22 dan diperoleh hasil pada tabel dibawah ini Tabel 4. 7 HasilUji Hipotesis (Uji T) Model (Constan. Coefficientsa Unstandardized Standardized Coefficients Coefficients Std. Error Beta Sig. Media Pembelajaran Efektif Dependent Variable: Minat Belajar Siswa Sumber: Data Olahan SPSS, 2026 Berdasarkan tabel diatas, diperoleh hasil nilai Signifikansi < 0,05 yaitu 0,000 < 0,05. Adapun untuk nilai t-hitung > t-tabel yakni 8,906 >2,012. Berdasarkan hasil analisis tersebut, dapat disimpulkan bahwa H1 diterima dan H0 ditolak yang artinya bahwa Media Pembelajaran Efektif berpengaruh terhadap minat belajar siswa Kelas Vi dan IX pada mata pelajaran IPS di SMP Negeri 4 Tabukan Utara Kabupaten Kepulauan Sangihe. Hasil Uji Koefisien Determinasi Koefisien determinasi digunakan untuk mengetahui seberapa besar kontribusi variabel independent (Media Pembelajaran Efekti. dalam menjalankan perubahan pada variabel dependen . inat belajar sisw. secara bersama Ae sama. Nilai koefisien determinasi merupakan suatu nilai yang besarnya berkisar antara 0%-100%. Untuk dapat mengetahui nilai determinasi dapat dilihat pada tabel berikut berikut ini: Tabel 4. 8 Hasil Uji Koefisien Determinasi Model Summaryb Model R Square Adjusted R Square Std. Error of the Estimate Predictors: (Constan. Media Pembelajaran Efektif Dependent Variable: Minat Belajar Siswa Sumber: Data Olahan SPSS, 2026 Berdasarkan hasil analisis koefisien determinasi pada tabel diatas Jurnal Pendidikan Ekonomi dan Bisnis. // Volume 3 No. 1 Maret 2026 41 - 58 menunjukkan besarnya koefisien determinasi yang didapatkan atau angka R Square adalah sebesar 0,633 atau sebesar 63,3%. Hal ini mengangdung arti bahwa pengaruh variabel Media Pembelajaran Efektif (X) terhadap variabel . inat belajar siswa (Y) Adalah sebesar 63,3%. Sedangkan sisanya sebesar 36,7% dipengaruhi oleh faktor lain yang tidak dilakukan didalam penelitian ini. Kesimpulan Berdasarkan hasil analisis data dan pembahasan yang telah dilakukan, dapat disimpulkan bahwa media pembelajaran efektif memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap minat belajar siswa Kelas Vi dan IX pada mata pelajaran IPS di SMP Negeri 4 Tabukan Utara Kabupaten Kepulauan Sangihe. Secara deskriptif. Pada variabel media pembelajaran efektif, indikator dengan nilai rata-rata tertinggi adalah kebermanfaatan penggunaan media pembelajaran yang dirasakan siswa. Tingginya skor pada indikator ini menegaskan bahwa fungsi utama media sebagai alat bantu pembelajaran telah berjalan secara optimal dan memberikan dampak langsung terhadap pengalaman belajar siswa. Sementara itu, pada variabel minat belajar siswa, indikator dengan nilai tertinggi adalah rasa senang terhadap pelajaran. Tingginya nilai pada indikator ini mengindikasikan bahwa penggunaan media pembelajaran yang efektif mampu menciptakan suasana belajar yang lebih menyenangkan, sehingga mendorong tumbuhnya minat belajar siswa secara alami. Hasil analisis regresi linear sederhana menunjukkan bahwa media pembelajaran efektif berpengaruh positif dan signifikan terhadap minat belajar Nilai koefisien regresi yang positif menandakan bahwa setiap peningkatan kualitas media pembelajaran akan diikuti oleh peningkatan minat belajar siswa. Selain itu, nilai koefisien determinasi menunjukkan bahwa sebagian besar minat belajar siswa dapat dijelaskan oleh media pembelajaran efektif, sedangkan sisanya dipengaruhi oleh faktor lain di luar penelitian ini. Referensi