AL-ATHFAL STAI MUHAMMADIYAH PROBOLINGGO p-ISSN 2723-245X e-ISSN 2723-0813 Vol. No. , p. Available online at https://jurnal. staim-probolinggo. id/Al-Athfal PERKEMBANGAN MOTORIK KASAR ANAK USIA 5-6 TAHUN MELALUI PERMAINAN HALANG RINTANG AuZONA PETUALANGAN CILIKAy DI RA AZRINA MEDAN Idzni Azhima1. Putri Aulia2. Homsani Nasution3 1Universitas Al-Washliyah Medan, 2,3Universitas Islam Negeri Sumatera Utara *e-mail: idzniazhima77@gmail. https://jurnal. staim-probolinggo. id/Al-Athfal/article/view/960 Abstract: Early childhood education aims to maximize the overall development of children aged 0 to 6 years, including their physical motor development. This study focuses on examining the gross motor development of children aged 5 to 6 years at RA Azrina in Medan City through the implementation of the obstacle course activity called AuZona Petualangan Cilik. Ay A descriptive method with a qualitative approach was used in this Based on observations across several aspects of gross motor skills, the following results were obtained: for balance, 60% of children were categorized as Developing as Expected, while 40% were Developing Very Well. for agility, 80% were Developing Very Well and 20% were Beginning to Develop. strength, 60% were Developing as Expected and 40% were Beginning to Develop. and for coordination, 90% were Developing Very Well and 10% were Beginning to Develop. The findings from both observation and analysis indicate that children aged 5 to 6 at RA Azrina in Medan City are generally showing good progress in gross motor development. Keywords: Early Childhood. Physical Motor Development. Gross Motor Skills ARTICLE HISTORY Received 08 July 2025 Revised 15 July 2025 Accepted 16 July 2025 Abstrak Pendidikan anak usia dini is an endeavor to maximize all Pendidikan anak usia dini bertujuan untuk memaksimalkan semua aspek perkembangan anak dari usia 0 hingga 6 tahun, termasuk perkembangan fisik motorik. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengevaluasi perkembangan motorik kasar anak-anak yang berusia antara 5 dan 6 tahun di RA Azrina Kota Medan dengan menggunakan permainan rintangan yang dikenal sebagai "Zona Petualangan Cilik". Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dan menggunakan pendekatan deskriptif. Hasil observasi menunjukkan perkembangan yang positif pada beberapa indikator motorik kasar, yakni: . keseimbangan, sebanyak 60% anak berada pada kategori Berkembang Sesuai Harapan dan 40% dalam kategori Berkembang Sangat Baik. kelincahan, 80% anak Berkembang Sangat Baik dan 20% masih dalam tahap Mulai Berkembang. kekuatan, dengan 60% anak Berkembang Sesuai Harapan dan 40% Mulai Berkembang. koordinasi, yang menunjukkan 90% anak Berkembang Sangat Al-athfal. Vol. 06 No. : 430 Idzni Azhima. Etc. Perkembangan Motorik Kasar Anak Usia 5-6 Tahun Melalui Permainan Halang Rintang AuZona Petualangan CilikAy Di RA Azrina Medan Baik dan 10% Mulai Berkembang. Berdasarkan hasil pengamatan dan analisis tersebut, dapat disimpulkan bahwa perkembangan motorik kasar anak usia 5Ae6 tahun di RA Azrina Kota Medan tergolong dalam kategori baik. Kata kunci: Anak Usia Dini. Perkembangan Fisik Motorik. Kemampuan Motorik Kasar INTRODUCTION Anak usia dini adalah anak yang berada pada rentang usia 0-6 tahun dan merupakan masa golden age atau masa krusial bagi pertumbuhan dan perkembangan mereka, sehingga sangat penting bagi orang dewasa untuk memberikan stimulus agar perkembangan anak tercapai secara optimal. Pada masa ini pula seorang anak mengalami perkembangan yang luar biasa dalam berbagai aspek, salah satunya dalam aspek perkembangan fisik motorik. Perkembangan fisik motorik memiliki peran yang setara dengan aspek perkembangan lainnya, dan kerap dijadikan indikator untuk menilai apakah seorang anak tumbuh dan berkembang secara optimal (AdatulAoaisy et al. , 2. Hal ini disebabkan oleh kemudahan dalam mengamati perkembangan fisik motorik secara langsung melalui pancaindra, misalnya melalui perubahan bentuk atau ukuran tubuh anak. Mengingat bahwa perkembangan fisik motorik pada masa kanak-kanak dini sangat memengaruhi kemampuan anak dalam berinteraksi dengan lingkungan sekitar, maka aspek ini menjadi bagian esensial dari proses tumbuh kembang anak yang tidak boleh diabaikan (Zulia Syiva Salsabila & Rivan Saghita Pratama, 2. Oleh karena itu, memaksimalkan potensi fisik dan motorik anak memerlukan stimulasi yang tepat dan lingkungan yang mendukung. Perkembangan motorik merupakan proses perubahan yang berlangsung secara bertahap, mencakup peningkatan kemampuan dalam mengontrol serta melakukan gerakan kasar maupun gerakan halus. Perkembangan ini terjadi sebagai hasil dari interaksi antara faktor kematangan individu dan pengalaman atau latihan yang dialami sepanjang hidup, yang dapat diamati melalui perubahan gerakan yang dilakukan oleh seseorang (Desiana & Khan, 2. Menurut Hurlock . dalam (Fitriani, 2. perkembangan motorik yang baik memberikan kontribusi besar terhadap berbagai aspek pertumbuhan dan kehidupan anak, seperti . anak memiliki kesehatan yang baik, . anak mampu untuk melepaskan emosi secara sehat dan terkendali, . anak menjadi mandiri . pengendalian motorik yang baik dapat menyebabkan kesenangan bagi anak dalam melakukan kegiatan sendiri, . anak mampu untuk bersosialisasi, . membantu mengembangkan konsep diri Menurut Richard Magil, keterampilan atau perkembangan motorik anak secara umum dibagi menjadi 2 yaitu, motorik kasar dan motorik halus (Riza & Swaliana, 2. Menurut L. Zhang dan rekan-rekannya . , perkembangan motorik kasar merujuk pada kemampuan yang melibatkan koordinasi otot-otot besar tubuh dalam menjalankan fungsi seperti menjaga keseimbangan, mengatur Al-athfal. Vol. 06 No. : 431 Idzni Azhima. Etc. Perkembangan Motorik Kasar Anak Usia 5-6 Tahun Melalui Permainan Halang Rintang AuZona Petualangan CilikAy Di RA Azrina Medan postur, menentukan orientasi, serta menggerakkan batang tubuh dan anggota gerak (Asmuddin et al. , 2. Artinya, kemampuan motorik kasar merupakan kemampuan untuk bergerak dengan melibatkan sebagian atau seluruh anggota Perkembangan motorik kasar pada anak usia dini memiliki tujuan untuk memperkenalkan dan melatih gerakan kasar yang dapat membantu anak untuk bisa mengelola dan mengontrol gerakan tubuh dengan baik. Setiap anak memiliki perkembangan motorik kasar yang bervariasi. Memasuki usia di atas 5 tahun, keterampilan motorik kasar anak mengalami peningkatan, terutama dalam hal koordinasi gerakan yang melibatkan kombinasi otot besar dan kecil, seperti saat melakukan aktivitas melempar dan lainnya (Djuanda & Agustiani, 2. Namun fakta di lapangan, anak usia dini tidak semuanya mengalami perkembangan motorik kasar yang optimal sesuai dengan pertambahan usianya. Masalah keterampilan motorik kasar pada anak usia dini yang paling terlihat adalah bagaimana mengatur keseimbangan tubuh dan kekuatan pada otot-otot kaki maupun tangan mereka. Terdapat beberapa penelitian yang berkaitan dengan meningkatkan kemampuan motorik kasar anak melalui permainan. Penelitian yang dilakukan oleh Yani Herdiyani, dkk. dengan judul AuUpaya Meningkatkan Kemampuan Motorik Kasar Anak Usia 5-6 Tahun di KB. Pelangi Limbangan Garut Melalui Permainan Tradisional SondahAy dengan hasil yang menunjukkan adanya peningkatan dari siklus 1 ke siklus 2 dari 27% menjadi 73% anak yang berkembang sangat baik. Artinya, permainan tradisonal Sondah/Engklek efektif untuk mengembangkan kemampuan motorik kasar anak usia 5-6 tahun (Herdiyani et al. , 2. Selain itu, kemampuan motorik kasar juga dapat dilatih melalui permainan haling rintang, seperti penelitian yang dilakukan oleh Mallevi Agustin Ningrum, dkk. dengan judul AuMeningkatkan Kemampuan Motorik Kasar melalui Permainan Halang Rintang pada Anak Usia DiniAy. Hasil penelitian ini menunjukkan kemampuan motorik kasar anak pada siklus pertama mencapai 75%, dan meningkat lagi menjadi 95% pada siklus kedua (Ningrum et al. , 2. Berdasarkan beberapa penelitian tersebut, menunjukkan bahwa perkembangan motorik kasar pada anak usia dini dapat dilatih melalui permainan atau kegiatan bermain. Berbeda dengan beberapa penelitian sebelumnya, meningkatkan motorik kasar anak usia dini dilakukan melalui permainan engklek yang hanya fokus pada kekuatan kaki, keseimbangan, dan kelenturan. Pada penelitian ini menerapkan permainan halang rintang AuZona Petualangan CilikAy yang tidak jauh berbeda dengan penelitian lainnya yang memiliki empat kegiatan berbeda dalam satu permainan. Pada penelitian ini permainan yang dilakukan seperti berjalan di papan titian, berlari zig-zag sesuai urutan kotak, melompat dengan satu kaki yang saling bergantian sesuai dengan urutan gambar, dan estafet lempar tangkap bola. Sementara itu, penelitian sebelumnya permainan halang rintang terdiri dari permainan berjalan memindahkan playmat, berjalan melewati papan titian, berlari zig-zag melewati kursi, serta menendang bola ke arah gawang. Dengan demikian. Al-athfal. Vol. 06 No. : 432 Idzni Azhima. Etc. Perkembangan Motorik Kasar Anak Usia 5-6 Tahun Melalui Permainan Halang Rintang AuZona Petualangan CilikAy Di RA Azrina Medan permainan halang rintang AuZona Petualangan CilikAy penting bagi anak usia dini karena anak melakukan beberapa aktivitas yang melibatkan gerakan semua anggota tubuh, mulai dari bagian kepala sampai ke kaki, sehingga kemampuan motorik kasar anak berkembang dengan baik. Berdasarkan dua hasil penelitian di atas, dapat disimpulkan bahwa mengoptimalkan kemampuan motorik kasar pada anak usia dini dapat dilakukan melalui berbagai jenis permainan, seperti permainan engklek, lempar tangkap bola, maupun permainan rintangan. Hal ini dikarenakan beberapa permainan tersebut dapat melibatkan gerakan tubuh dan otot-otot besar, serta melatih keseimbangan dan kekuatan otot-otot pada tubuh anak, terutama pada bagian kaki dan tangan. Oleh karena itu, peneiliti akan melakukan penelitian dengan menerapkan permainan halang rintang AuZona Petualangan CilikAy untuk melatih kemampuan motorik kasar anak usia 5-6 tahun di RA Azrina Kota Medan. RESEARCH METHODS Menurut Sugiyono . dalam (Sahir, 2. , metode penelitian merupakan langkah ilmiah yang dilakukan secara sistematis untuk memperoleh data yang valid, yang bertujuan untuk menjawab pertanyaan penelitian. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Pendekatan kualitatif dipilih karena dianggap sesuai untuk mengamati perkembangan anak secara mendalam, khususnya dalam aspek perkembangan motorik kasar. Penelitian ini dilaksanakan di RA Azrina. Kota Medan, dengan melibatkan 10 anak berusia 5 hingga 6 tahun sebagai subjek penelitian. Teknik pengumpulan data pada penelitian ini menggunakan teknik observasi dengan jenis observasi non-partisipasif, dimana peneliti hanya bertindak sebagai Pengamatan difokuskan pada aspek perkembangan fisik motorik, khususnya motorik kasar anak usia dini dengan menerapkan permainan halang rintang AuZona Petualangan CilikAy. Peneliti telah menyediakan lembar observasi yang berisi indikator pencapaian perkembangan motorik kasar anak usia 5-6 tahun untuk membantu mengumpulkan data secara sistematis dan dapat diolah dengan lebih mudah serta menghasilkan hasil yang akurat dan terukur. Analisis data dilakukan dengan tujuan untuk mengolah dan memahami data mentah yang diperoleh selama proses penelitian. Teknik yang digunakan adalah analisis deskriptif kualitatif dengan menggunakan teknik analisis tematik, yang melibatkan beberapa tahapan yaitu reduksi data, penyajian data, dan penarikan Proses analisis dimulai dari tahap pengumpulan data di lapangan, kemudian diolah untuk menghasilkan informasi yang valid. Analisis dilakukan secara sistematis dan objektif berdasarkan data dari observasi dan dokumentasi yang telah dikumpulkan selama penelitian berlangsung. Data yang disajikan dalam penelitian ini berasal dari hasil pengamatan yang telah dilakukan. Penyajian data dilakukan dengan memilih informasi yang sesuai dengan permasalahan penelitian, kemudian bisa disajikan dalam bentuk yang biasa Al-athfal. Vol. 06 No. : 433 Idzni Azhima. Etc. Perkembangan Motorik Kasar Anak Usia 5-6 Tahun Melalui Permainan Halang Rintang AuZona Petualangan CilikAy Di RA Azrina Medan digunakan dalam penelitian kualitatif, seperti deskripsi narasi singkat. Dalam penelitian ini, peneliti menyajikan data berupa teks naratif yang menggambarkan kemampuan motorik kasar anak usia 5-6 tahun melalui permainan halang rintang AuZona Petualangan CilikAy di RA Azrina Kota Medan. Proses verifikasi data atau pengambilan kesimpulan diawali dengan mengidentifikasi pola yang konsisten dan menjelaskan hubungan sebab-akibat berdasarkan data pengamatan dan dokumentasi yang telah dikumpulkan. Kesimpulan yang ditarik terkait dengan perkembangan perkembangan motorik kasar anak usia 5-6 tahun melalui permainan halang rintang AuZona Petualangan CilikAy di RA Azrina Kota Medan. Dengan demikian, kesimpulan dalam penelitian ini bersifat kualitatif. RESULTS AND DISCUSSION Gambaran Umum RA Azrina Kota Medan RA-AZRINA merupakan salah satu sekolah jenjang RA berstatus swasta yang berada di jalan Medan Marelan. Lingkungan 17 No. 28 7 B Kota Medan yang memiliki lembaga pendidikan islam yang berfokus pada pembentukan karakter islami anak usia dini. dengan jumlah murid 41 orang, beserta guru kelas 4 orang dan kepala sekolah 1 orang. Sekolah ini memiliki kurikulum berbasis nilai-nilai islam dengan mengintegrasikan pendidikan agama dalam kegiatan sehari-hari. salah satu program unggulan yang di terapkan adalah hafalan doa sehari-hari, bacaan surah pendek, bacaan sholat dan zikir harian berupa asmaul husna dan kalimat thoyiibah. ini merupakan bagian dari upaya pembiasaan anak dalam kehidupan sehari-hari. RA-AZRINA Kota Medan juga memiliki lingkungan belajar yang mendukung perkembangan anak, baik dari segi fasilitas, tenaga pendidik, maupun metode Lingkungan sekolah yang aman, nyaman dan religius membantu anak-anak dalam memahami dan mengamalkan nilai-nilai islami dalam kehidupan sehari-hari misalnya membawa anak praktek wudhu dan ibadah sholat di Masjid. Perkembangan Motorik Kasar Anak Usia 5-6 Tahun dalam Permainan Halang Rintang AuZona Petualangan CilikAy Perkembangan kemampuan motorik adalah salah satu aspek penting dalam masa tumbuh kembang anak usia dini yang perlu mendapat perhatian khusus. Secara umum, kemampuan motorik anak terbagi menjadi dua, yaitu motorik kasar dan motorik halus. Penelitian ini berfokus pada upaya meningkatkan keterampilan motorik kasar anak melalui penggunaan media pembelajaran inovatif berupa permainan halang rintang yang dinamakan AuZona Petualangan Cilik,Ay yang diterapkan di lingkungan sekolah. Menurut Kartini . dalam (Ningrum et al. , 2. , permainan halang rintang merukapan aktivitas fisik dengan menempatkan berbagai macam benda sebagai hambatan atau rintangan bagi anak dalam bermain yang akan menstimulasi dan meningkatkan perkembangan motorik kasar mereka. Penggunaan permainan ini tidak hanya memberikan pengalaman belajar yang bermakna, tetapi juga Al-athfal. Vol. 06 No. : 434 Idzni Azhima. Etc. Perkembangan Motorik Kasar Anak Usia 5-6 Tahun Melalui Permainan Halang Rintang AuZona Petualangan CilikAy Di RA Azrina Medan meningkatkan motivasi dan partisipasi aktif anak dalam setiap sesi pembelajaran. Permainan Halang Rintang AuZona Petualangan CilikAy bertujuan untuk mengoptimalkan perkembangan motorik kasar anak usia 5-6 tahun di RA Azrina Kota Medan. Sebelum bermain, peneliti menata lingkungan dan menyiapkan alat yang akan digunakan, serta mendemonstrasikan secara jelas setiap tahap permainan dalam permainan Halang Rintang AuZona Petualangan CilikAy. Adapun rintangan bermain dalam permainan AuZona Petualangan CilikAy ini adalah Pertama, berjalan di atas papan titian untuk melatih keseimbangan. Kedua, berlari secara zig-zag sesuai urutan kotak untuk melatih kelincahan. Ketiga, melompat dengan satu kaki yang saling bergantian sesuai dengan urutan gambar untuk melatih kekuatan otot kaki. Keempat, estafet lempar tangkap bola untuk melatih koordinasi mata dan tangan. Aspek yang dikembangkan dari permainan ini adalah aspek keseimbangan, aspek kelincahan, aspek kekuatan, dan aspek Penjelasan tahapan bermain Halang Rintang AuZona Petualangan CilikAy sebagai berikut: Berjalan di atas papan titian Papan titian berfungsi sebagai sarana untuk melatih keseimbangan tubuh, memperkuat otot kaki, meningkatkan keberanian, serta menumbuhkan rasa percaya diri. Aktivitas berjalan di atas papan titian dapat dilakukan dengan berbagai variasi, seperti merentangkan tangan, meletakkan tangan di pinggang, atau bahkan sambil membawa beban, misalnya wadah berisi air. Menurut Montolau . dalam (Mangkuwibawa et al. , 2. papan titian tidak hanya dapat melatih keseimbangan saja, namun dengan papan titian mampu mengembangkan kemampuan lainnya seperti anak dapat mengkoordinasikan gerak, mengasah kemampuan kognitif dengan cara anak berpikir bagaimana agar tidak terjatuh pada saat berjalan di atas papan titian. Pada permainan halang rintang AuZona Petualangan Cilik,Ay anak-anak berjalan di atas papan titian dengan merentangkan tangan secara bergantian. Tahap berjalan di atas papan titian ini bertujuan untuk mengembangkan aspek keseimbangan dalam perkembangan motorik kasar. Berdasarkan hasil penelitian, sebanyak 6 dari 10 anak . %) menunjukkan perkembangan motorik kasar sesuai harapan, sementara 4 anak . %) mengalami perkembangan yang sangat baik. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa aspek keseimbangan dalam perkembangan motorik kasar anak telah berkembang dengan baik, karena semua anak berhasil berjalan di atas papan titian tanpa terjatuh dan mampu menyelesaikan tantangan secara mandiri. Sejalan dengan pendapat Sarjono dalam (Mukhlisa & Kurnia, 2. bahwa aspek keseimbangan adalah kemampuan untuk mempertahankan keseimbangan tubuh ketika ditempatkan di berbagai posisi. Penelitian sebelumnya yang dilaksanakan oleh Sakdiyah yang menunjukkan bahwa aktivitas berjalan diatas papan titian dapat mempengaruhi kemampuan motorik kasar anak usia 5-6 tahun. Hasil ini didapatkan dari hasil penelitian yang menunjukkan bahwa nilai statistik dari hasil eprhitungan didapati bahwa dari lima Al-athfal. Vol. 06 No. : 435 Idzni Azhima. Etc. Perkembangan Motorik Kasar Anak Usia 5-6 Tahun Melalui Permainan Halang Rintang AuZona Petualangan CilikAy Di RA Azrina Medan indikator yang ditetapkan mencapai <0,05. Berdasarkan penelitian tersebut juga terbukti melalui permainan berjalan diatas papan titian meningkatkan kemampuan motoric kasar anak khususnya dalam keseimbangan statis gerakan berdiri anak (Sakdiyah et al. , 2. Berlari zig-zag Lari cepat berkelok . ig-za. melewati rintangan merupakan gerakan yang menuntut kelincahan. Menurut Hadziq dan Anwar . dalam (Trisnaningsih et , 2. ada beberapa bentuk Latihan kelincahan, salah satunya adalah berlari berkelok melewati rintangan. Senada dengan Suwanto . , permainan lari zigzag adalah salah satu permainan yang dapat meningkatkan kelincahan, kecepatan dan ketepatan anak karena dalam permainan lari zig-zag menggunakan unsur gerak cepat, yaitu lari berbelok-belok kemudian mengubah arah, dan posisi tubuh. Dengan demikian, lari zig-zag dapat melatih kelincahan anak usia dini, serta dapat meningkatkan kekuatan otot, dan kecepatan reaksi tubuh. Pada penelitian ini, dalam permainan halang rintang AuZona Petualangan CilikAy, untuk melatih kelincahan anak usia dini dilakukan melalui kegiatan berlari zig-zag sesuai urutan kotak yang telah disediakan. Berdasarkan hasil pengamatan pada 10 anak, sebanyak 8 anak . %) termasuk dalam kategori berkembang sangat baik (BSB). Sementara 2 anak lainnya . %) termasuk dalam kategori mulai berkembang (MB). Kemampuan anak pada aspek kelincahan ini dapat dikategorikan sudah berkembang dengan baik bagi beberapa anak, dimana anak sudah dapat berlari secara zig-zag dengan sangat baik sesuai urutan kotak yang telah disediakan tanpa terjatuh dan sudah dapat mengontrol tubuhnya ketika berlari zig-zag dengan mengubah arah tubuhnya secara cepat. Sebagaimana menurut Kinanti . dalam (Trisnaningsih et al. , 2. kelincahan adalah kemampuan untuk mengubah arah atau posisi tubuh dengan cepat dan mengubah arah dengan cepat yang dilakukan bersama-sama dengan gerakan lainnya. Hal ini terlihat pada kegiatan berlari zig-zag, anak-anak harus bisa mengubah arah tubuhnya mengikuti kotak yang telah Penelitian sebelumnya yang dilakukan oleh Asreni juga menunjukkan bahwa permainan lari zig zag memberikan peningkatan terhadap kemampuan motoric kasar anak. Hal ini terbukti dengan meningkatnya kemampuan motoric anak yang sebelumnya pada siklus I hanya sekitar 78,57% menjadi meningkat pada siklus II yaitu menjadi 92,86%. Hasil tersebut juga menunjukkan bahwa permainan lari zigzag anak juga meningkatkan kemampuan keseimbangan dan ketangkasan ketika sedang bergerak (Arseni. et al. , 2. Tentunya hal ini sejalan dengan hasil pengamatan yang menyatakan bahwa melalui permainan lari zig zag anak dapat melatih dirinya untuk mengontrol tubuh ataupun menjaga keseimbangan. Melompat dengan satu kaki Kemampuan melompat merupakan salah satu gerak dasar motorik kasar yang harus dilatih pada anak usia dini. Gerak dasar ini bertujuan untuk Al-athfal. Vol. 06 No. : 436 Idzni Azhima. Etc. Perkembangan Motorik Kasar Anak Usia 5-6 Tahun Melalui Permainan Halang Rintang AuZona Petualangan CilikAy Di RA Azrina Medan mengembangkan aspek kekuatan dalam perkembangan motorik kasar. Permainan halang rintang AuZona Petualangan CilikAy ini melatih kekuatan kaki anak usia dini melalui kegiatan melompat dengan satu kaki secara bergantian . anan dan kir. sesuai urutan kotak yang telah disediakan. Berdasarkan hasil penelitian, sebanyak 6 dari 10 anak . %) sudah dapat melompat dengan 1 kaki yang dilakukan secara bergantian dan termasuk pada kategori berkembang sesuai harapan (BSH). Sedangkan 4 anak lainnya . %) hanya bisa melompat dengan 1 kaki kanan atau kiri tanpa bergantian. Kegiatan melompat dengan satu kaki secara bergantian . anan dan kir. termasuk gabungan dari gerakan lokomotor dan nonlokomotor. Menurut David Gallahue kombinasi gerakan lokomotor dan nonlokomotor termasuk dalam fase Specialized Movement Phase yang dimulai sejak usia 7 tahun hingga dewasa (Anggraini, 2. Gerakan gabungan yang dimaksud dalam permainan ini adalah gerakan melompat . dan berdiri satu kaki . on lokomoto. , dimana anak melompat dengan satu kaki secara bergantian . anan dan kir. Sesuai dengan penelitian yang dilakukan oleh Asmuddin ditemukan bahwa permainan melompat dengan satu kaki secara bergantian dapat melatih kemampuan otot kaki dimana otot kaki merupakan bagian dari perkembangan motoric anak, sehingga permainan melompat dengan satu kaki menjadi sebuah aktivits yang dapt dilakukan guru untuk menstimulasi perkembangan motoric kasar anak (Asmuddin et al. , 2. Lempar tangkap bola Perkembangan motorik kasar pada anak usia dini menurut David Gallahue terbagi menjadi 3 kategori, yaitu kemampuan lokomotor, nonlokomotor, dan kemampuan manipulatif. Pada kegiatan lempar tangkap bola yang dilakukan anak dalam permainan halang rintang AuZona Petualangan CilikAy, termasuk pada kemampuan manipulatif. Kemampuan manipulatif adalah keterampilan yang berkembang ketika anak mulai mengendalikan berbagai objek, dengan dominasi penggunaan tangan dan kaki. Contohnya adalah gerakan seperti melempar (Anggraini. Permainan lempar tangkap bola merupakan tahap akhir permainan. Anak secara estafet melempar bola ke arah temannya dan memasukkan bola ke dalam Permainan estafet lempar tangkap bola ini bertujuan untuk melatih kerja sama, koordinasi tangan dan mata, serta meningkatkan kepercayaan diri dan rasa tanggung jawab anak dalam kelompok. Berdasarkan hasil penelitian, 9 dari 10 anak . %) sudah dapat melakukan lempar tangkap bola dengan temannya dan hanya 1 anak . %) yang lemparannya masih belum terarah. Sebagaimana menurut Mutohir . dalam (Rizki et al. , 2. , salah satu unsur keterampilan motorik kasar adalah koordinasi, yaitu keterampilan untuk mempersatukan atau memisahkan dalam satu tugas yang kompleks, seperti melakukan lemparan yang membutuhkan koordinasi seluruh anggota tubuh yang terlibat. Dengan demikian, perkembangan anak pada aspek koordinasi yang terlihat saat bermain lempar Al-athfal. Vol. 06 No. : 437 Idzni Azhima. Etc. Perkembangan Motorik Kasar Anak Usia 5-6 Tahun Melalui Permainan Halang Rintang AuZona Petualangan CilikAy Di RA Azrina Medan tangkap bola sudah berkembang sangat baik karena sudah mampu mengkoordianasikan anggota tubuhnya untuk bisa melempar bola secara terarah. Permainan ini memang terkesan sederhana namun permainan ini memberikan dampak besar bagi kemampuan motoric kasar anak. Hal ini sesuai dengan penelitian yang dilakukan oleh sebuah penelitian yang menguji pengaruh kegiatan lempar tangkap bola terhadap motoric kasar anak dimana hasilnya didapati bahwa permainan lempar tangkap bola memberikan pengaruh yang signifikan terhadap kemampuan ketangkasan serta membantu anak untuk melatih keseimbangan tubunnya yang demikian juga merupakan bagian dari perkembanagn motoric kasar anak usia dini (Panjaitan et al. , 2. CONCLUSION Berdasarkan hasil dan pembahasan, penelitian ini membuktikan bahwa permainan halang rintang AuZona Petualangan CilikAy secara signifikan mampu mendukung peningkatan perkembangan motorik kasar pada anak. Hasil tersebut menunjukkan bahwa metode pembelajaran yang mengedepankan permainan fisik yang menyenangkan dapat secara efektif merangsang kemampuan koordinasi, keseimbangan, kelincahan, serta ketangkasan anak. Keunggulan penelitian ini terletak pada perpaduan antara pendekatan bermain aktif dengan observasi langsung terhadap perubahan motorik anak, sehingga menghasilkan data empiris yang valid dalam konteks pendidikan anak usia dini. Selain itu, permainan yang dirancang dengan elemen tantangan turut meningkatkan keterlibatan dan motivasi anak secara aktif. Meski demikian, penelitian ini memiliki keterbatasan berupa jumlah subjek yang hanya berasal dari satu lembaga RA serta durasi pelaksanaan yang relatif singkat, sehingga belum bisa menggambarkan efek jangka panjang secara menyeluruh. Oleh karena itu, disarankan untuk melakukan penelitian lanjutan dengan periode waktu yang lebih panjang dan sampel yang lebih beragam guna mengevaluasi kesinambungan perkembangan motorik anak secara lebih REFERENCES