JOURNAL AGREGATE VOL. NO. MARET 2024 METODE PELAKSANAAN PEMBANGUNAN TEROWONGAN BENDUNGAN WAY APU MENGGUNAKAN NATM (NEW AUSTRIAN TUNNELING METHOD) Acun. Obednego Nara. Steanly. Pattiselanno. 1,2,. Jurusan Teknik Sipil. Politeknik Negeri Ambon acunno34@gmail. ABSTRACT The advancement and development of science and technology in various fields have a positive impact on the development of construction technology. NATM is a tunnel manufacturing system using Shocrete and rockbolt as temporary support for the tunnel before being given a layer of concrete. The purpose of this study is to determine the proper and efficient implementation of the construction of the Way Apu Dam Dodge Tunnel using NATM and find out the types of work on the Way Apu Dam Dodge Tunnel using NATM. The object of this study is the way Apu Dam circumvention tunnel. The primary and secondary data are used. The results of this study we can find out the types of work carried out using the NATM method, namely: field survey work, and open land excavation work, which has several stages, namely mobilization and demobilization. Clearning and Grubing work. Inlet and Outlet open land excavation work. After the next open ground excavation work, tunnel excavation work. Tunnel excavation uses two methods of excavation, namely blasting and mechanical methods. The blasting method has stages: preparatory work, drilling work, and blasting filling work. While the mechanical method has many jobs, namely preparatory work, marking work, temporary portal work, tunnel excavation work which also has a job title, namely, marking tunnel excavation, stages of survey implementation, excavation work. Mucking work. Scaling work. Ventilating work. Steel Rib work. Wiremesh work. Shotcrete work. Rockbolt work. LSPF work, dewatering work. And Concrete Lining work. ABSTRAK Maju dan berkembangnya ilmu pengetahuan dan teknologi diberbagai bidang membawa dampak positif pada perkembangan teknologi pelaksaan Pembangunan konstruksi. NATM adalah suatu sistem pembuatan tunnel dengan menggunakan Shocrete dan rockbolt sebagai penyangga sementara tunnel sebelum diberi lapisan Concrete. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui pelaksanaan yang tepat dan efisien pada Pembangunan terowongan pengelak bendungan way apu menggunakan NATM dan mengetahui jenis-jenis pekerjaan pada terowongan pengelak bendungan way apu menggunakan NATM. Objek dalam penelitian ini adalah terowongan pengelak bendungan way apu. Data yang digunakan merupakan data primer dan data sekunder. Hasil dari penelitian ini kita dapat mengetahui jenis pekerjaan yang dilakukan menggunakan metode NATM yaitu: pekerjaan survey lapangan, pekerjaan galian tanah terbuka, yang didalamnya mempunyai beberapa tahap yaitu mobilisasi dan demobilisasi, pekerjaan Clearning dan Grubing, pekerjaan galian tanah terbuka Inlet dan Outlet. Setelah pekerjaan galian tanah terbuka berikutnya pekerjaan galian terowongan. Galian terowongan mengguakan dua metode galian yaitu metode blasting dan mekanik. Metode blasting memiliki tahapan yaitu pekerjaan persiapan, pekerjaan pemboran, pekerjaan pengisian blastig. Sedangkan metode mekanik memiliki banyak pekerjaan yaitu pekerjaan persiapan, pekerjaan marking, pekerjaan Temporary portal, pekerjaan galian terowongan yang didalmnya juga memiliki tahpan pekerjaan yaitu, marking galian terowongan, tahapan pelaksanaan survey, pekerjaan excavation, pekerjaan Mucking, pekerjaan Scaling, pekerjaan Ventilating, pekerjaan Steel Rib, pekerjaan Wiremesh, pekerjaan Shocrete, pekerjaan Rockbolt, pekerjaan LSPF, pekerjaan dewatering. Dan pekerjaan Lining Concrete. Kata kunci: NATM. Metode Pelaksanaan. Terowongan Pengelak. Bendungan e-ISSN:2964-5158 Halaman 148 JOURNAL AGREGATE VOL. NO. MARET 2024 Terowongan bentuk ini cocok untuk kereta bawah tanah . ub-way. dan terowongan PENDAHULUAN Maju dan berkembangnya ilmu pengetahuan dan teknologi diberbagai bidang membawa dampak positif pada perkembangan teknologi pelaksanaan pembangunan konstruksi. Begitu banyak metode yang berkembang di dunia konstruksi, yang mengharuskan kita untuk melaksanakan studi guna memperdalam dan memahami metode tersebut. Salah satu metode pelaksanaan konstruksi yang perlu di dalami adalah New Austrian Tunneling Method atau yang biasa disingkat NATM. NATM adalah suatu system pembuatan tunnel dengan menggunakan shotcrete dan rock bolt sebagai penyangga sementara tunnel sebelum diberi lapisan concrete . ining concret. ebelum ditemukannya NATM, menggunakan kayu dan rangka baja sebagai konstruksi penyangga sementara. Kelemahan dari konstruksi kayu adalah tidak tahan terhadap lembab, sehingga akan sangat mudah mengalami keruntuhan, meskipun baja memiliki sifat fisik yang lebih baik, efisiensi kerja busur baja sangat bergantung pada kualitas pengganjalan antara baja dan batuan. Telah diketahui bahwa merenggangnya batuan pada waktu penggalian sering kali membuat penurunan pada bagian atas terowongan (Lv. Rabcewic. Sistem pengerjaan menggunakan NATM yang berkembang di Indonesia salah satunya pada proses pembangunan Terowongan Pengelak yang sedang berlangsung pada proyek pembangunan Bendungan Way Apu. Proyek pembangunan Bendungan Way Apu memiliki banyak item pekerjaan, salah satunya adalah pekerjaan terowongan pengelak yang akan mengelakkan aliran sungai dari hulu bendungan ke hilir bendungan selama masa konstruksi. TINJAUAN PUSTAKA 1 Terowongan Terowongan secara umum adalah sebuah tembusan di bawah permukaan tanah atau gunung. Terowongan umumnya tertutup di seluruh sisi kecuali di kedua ujungnya yang terbuka pada lingkaran luar Terowongan Pengelak (Diversion Tunne. Terwongan pengelak adalah jenis terowongan bawah tanah yang di gunakan untuk mengalihkan air atau cairan lain dari satu area ke area lainnya. Macam Ae macam Bentuk Terowongan Terdapat empat macam bentuk terowongan yang sering di gunakan dalam infrastruktur di berbagai dunia, (Alamysah, 2. Terowongan lingkaran Terowongan bentuk ini cocok saluran atau terowongan air Terowongan kapal kuda Terowongan bentuk ini cocok di bangun pada lapisan tanah berjenis tanah lunak lebih cocok untuk terowongan kereta api Terowongan berbentuk huruf AuDAy e-ISSN:2964-5158 2 Klasifikasi Terowongan Terowongan dapat di kalsifikasikan berdasarkan kegunaan,material dan lokasinya. Berdasarkan kegunaan terowonga Di tinjau berdasarkan kegunaan terowongan. Made Astawa Rai . membagi menjadi 2 bagian. Terowongan lalu lintas A Terowongan kereta api A Terowongan jalan raya A terowongan pejalan kaki A terowongan navigasi A terowongan transportasi bawah tanah Terowongan angkutan A terowongan stasiun pembangkit Listrik A terowongan penyediaan air A terowongan saluran air kotor A terowongan kepentingan umum Berdasrkan lokasinya A terowongan pegunungan A terowongan bawa air A terowongan bawah tanah perkotaan Berdasarkan material A terowongan batuan A terowongan melalui tanah lunak A terowongan gali timbun 3 Metode Konstruksi terowongan Metode NATM NATM merupakan metode teknologi terowongan dengan melapisi lapisan batuan atau tanah hasil galian segera setelah penggalian persegmen selesai (Yang, 2. 4 Jenis-jenis Pekerjaan Terowongan Stel Rib Merupakan salah satu jenis penyanggakonstruksi terowongan yang terbuat dari baja Rock Bolt Menurut Singh,2006. Rockbolt adalah bahan batang yang terbuat dari baja, berpenampang bulat yang gunakan untuk menyangga massa Shocrete Menurut Kolymbas, 2005, shocrete merupakan beton yng di semprotkan untuk menanbah kekuatan suatu permukaan. 5 Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K. Beberapa standar APD ( Aalt Perlindungan Diri ) yang dapat di gunakan yaitu: A Pelindung Kepala . Topi Pengaman / Safety Helmet A Pelindung Kaki . Sepatu Kerja Aman A Pelindung Tangan . Sarung Tangan Halaman 149 JOURNAL AGREGATE A Pelindung Mata . Kacamata Biasa dan Khusus A Pelindung Pernapasan . Masker A Pelindung di Tempat Ketinggian . Sabuk Pengaman atau Tali pengaman A Pelindung di Tempat kedalaman Air . Baju Pelampung METODOLOGI 1 Lokasi atau objek penelitian VOL. NO. MARET 2024 perhatian di tahun 1960an berdasarkan karya Ladislaus Von Rebcewicz. Leopold Muller, dan Frans Pacher. Antara tahun 1957 dan 1965 di Austria 2 Pekerjaan Survey Lapangan Dalam pekerjaan ini memerlukan beberapa tahapan serta beberapa alat yang diperlukan pekerjaan ini dilakukan pada saat awal pembuatan pekerjaan terowongan. Tahapan pekerjaan, penentuan titik BM, menggunakan alat GPS. 3 Hasil Pengujian Geologi batuan Gambar 1. Pembangunan Bendungan Way Apu. Kecamatan Waeapo Kabupaten Buru Maluku 4 pekerjaan galian tanah terbuka 2 Bagan Alir Dalam pekerjaan ini tahapan pekerjaan yang dilakukan Mobilisasi dan demobilisasi Pekerjaan Clearning dan Grubing Pekerjaan galian tanah terbuka Inlet Outlet 5 pekerjaan galian terowongan Dalam tahapan pekerjaan ini dilakukan dengan dua metode galian yaitu metode Blasting dan metode Metode blasting, adalah metode pekerjaan yang menggunakan peledakan, sedangkan metode mekanik adalah metode yang di dalamnya banyak sekali pekerjaan Gambar 2. Diagram Alir Penelitian (Sumber : Penulis, 2. HASIL DAN PEMBAHASAN Merencanakan metode pelaksanaan pekerjaan terowongan pengelak. Rencana pekerjaan terowongan 1 Metode NATM (New Austrian Tunneling Metho. New Austrian Tunneling Method (NATM) adalah metode populer modern terowongan desain dan Teknik ini pertama kali mendapatkan e-ISSN:2964-5158 Metode Blasting hanya berfokus pada pembongkaran batuan terowongan saja, berbeda dengan mekanik, mekanik menggunakan banyak pekerjaan dari pekerjaan persiapan sampai dengan pekerjaan Linning Concrete. Metode Blasting pekerjaan persiapan Dalam pekerjaan ini yaitu perizinan dalam tahapan ini memiliki tiga tahapan perizinan yaitu perizinan Gudang bahan peledak, dengan jangka waktu 1 tahun, setelah itu dilakukan pembuatan perizinan baru. Yang kedua perizinan P-3 surat ini dibuat pada polres Dan yang ketiga perizinan P-2 surat izin ini hanya bertahan selam enam bulan setelah jangka waktu selesai kemudian dibuat surat baru. Halaman 150 JOURNAL AGREGATE VOL. NO. MARET 2024 pekerjaan pemboran / Driling Tahapan persiapan, pekerjaan Driling, pekerjaan Grouting, dan pekerjan Pull-Out Test Pekerjaan Feropoling (LSPF) Tahapan pekerjaan yaitu, pekerjaan persiapan yaitu survey alat dan pemboran pipa LSPF, pekerjaan Driling Pekerjaan Dewatering pekerjaan ini menggunkan alat Crawler Rock Dril (CRD), pengisian bahan Blasting yang terbagi oleh berapa tahap yaitu, alat yang digunakan, pengamanan local, proses pengisian yang dibagi juga dalam dua fase tergantung dengan kondisi batuan pada terowongan yaitu lubang kering dan basah, berikutnya material steming, hal hal yang perlu dilakukan sebelum melakukan blasting, dan yang terakhir adalah peledakan. Metode Mekanis Dalam tahapan ini sangat banya pekerjaan yang dilakukan yaitu dari tahapan pekerjaan persiapan atau Face Maping sampai dengan pekerjaan Linning Concrete. Berikut rencana perkerjaan galian menggunakan Metode Mekanik. Pekerjaan persiapan Yang terdiri dari dua bagian pekerjaan yaitu pekerjaan pengamatan geologo local dan pengamatan muka terowongan. Pekerjaan Marking Pekerjaan ini dilakukan oleh para tim surveyor untuk menemtukan titik pada muka terowongan. Pekerjaan Temporary portal. Pekerjaan ini berfungsi sebagai pelindung utama muka galian awal terowongan agar terhindar dari potensi tertutupnya muka galian saat terjadi Pekerjaan galian terowongan Pekerjaan galian terowongan ini mencakup sangat banyak item pekerjaan yaitu Marking galian terowongan Tahapan pelaksanaan survey Pekerjaan Excavation Tahapan pekerjaan ini dilakukan dengan dua opsi galian yaitu galian Upper dan Lower. Pekerjaan Mucking Pekerjaan Scaling Pekerjaan Ventilating Pekerjaan penyangga Steel Rib Dalam pekerjaan ini juga memiliki tahapan pekerjaan yaitu pekerjaan persiapan, pemasangan Steel Suport, dan pemasangan Tie Road Pekerjaan Wiremesh Pekerjaan ini juga memiliki tahapan yaitu pekerjaan persiapan, pemasangan Rock Pin dan terakhir pemasangan Wiremesh Pekerjaan Shocrete Tahapan pekerjaan yaitu pekerjaan persiapan, pembuatan material Shocrete menggunakan metode Drymix, dan penyemprotan beton Shocrete Pekerjaan Rockbolt e-ISSN:2964-5158 Pekerjaan Lining Concrete Pekerjaan ini merupakan tahapan terakhir dari pekerjaan terowongan pengelak pada proyek bendungan way apu, pekerjaan ini juga ada beberapa tahapnnya yaitu pekerjaan lantai kerja Inver, pekerjaan pembesian, pekerjaan pengecoran Invert, pekerjaan pembesian Lining, pekerjaan bekesting Tunnel, pekerjaan Pengecoran Lining, dan yang terakhir Back Fill Grouting. PENUTUP Kesimpulan pada pekerjaan tahap awal adalah menentukan titik BM pada terowongan, ini berfungsi untuk mengetahui titik koordiant terowongan. berikutnya adalah pekerjaan Clearning dan Grubing pekerjaan pembersihan lahan area pekerjaan galian terowongan menggunakan metode Blasting dan mekanis. Metode blasting merupakan metode yang menggunkaan peledak, sedangkan metode mekanis merupakan metode yang pekerjaannya dibantu menggunakan alat alat mekanik. Driling dan Scaling, pekerjaan Driling adalah pekerjaan galian terowongan yang di ikuti dengan pekerjaan Scaling, pekerjaan Scaling sendiri merupakan pekerjaan yang berfungsi untuk mengangkut material hasil dari pekerjaan Driling. Mucking yangbertujuan untuk membuang matrial hasil galian terowongan. pekerjaan Steel Support ,Wiremesh. Shocrete dan Rockbolt merupakan pekerjaan yang bertujuan untuk menahan atau memperkuat dinding terowongan agar tidak terjadinya keruntuhan pada terowoingan. pekerjaan Forepoling. Grouting, adalah forepoling adalah pekerjaan yang dimana bertujuan untuk memperkuat atap terowongan, sedangkan grouting bertujuan untuk mengisi ronga -rongga terowongan dengan carian atau semen. terakhir adalah pekerjaan Linning Concrete pekerjaan ini merupakan tahapan akhir dari pekerjaan Pembangunan terowongan pengelak. Pekerjaan ini bertujuan untuk pengecoran lining area terowongan dengan mutu beton yang telah disepakati untuk digunakan. Dalam pembangunan Bendungan Way Apu salah satu pekerjaan yang dilakukan adalah pekerjaan Halaman 151 JOURNAL AGREGATE pembuatan terowongan pengelak terdapat tahapan pekerjaan. Yaitu: VOL. NO. MARET 2024 (Tunne. pekerjaan galian tanah terbuka, yang didalamnya terdapat tahapan. Mobilisasi dan Demobilisasi, pekerjaan Clearning dan Grubing, pekerjaan galian tanah terbuka Inlet dan Outlet. Pekerjaan galian terowongan yang dibagi menjadi dua metode galian yaitu . Metode Blasting Pekerjaan persiapan Pekerjaan pemboran / Driling Pengisian bahan peledak Material steming Hal hal yang perlu diperhatikan sebelum melakukan Blasting Blasting / peledakan . Metode mekanis Pekerjaan persiapan / Face Maping A Pengamatan geologi local A Pengamatan muka terowongan Pekerjaan marking Pekerjaan Temporari Portal A Pekerjaan galian dan pondasi A Pekerjaan pemasangan Stell Support dan Cover Plat Pekerjaan galian terowongan A Marking galian terowongan A Tahap pelaksanaan survey A Pekerjaan Excavation A Pekerjaan Mucking A Pekerjaan Scaling A Pekerjaan Ventilating A Pekerjaan penyangga stell Rib Pekerjaan persiapan Pekerjaan pemasangan Stell Suport Pekerjaan Tie Road / Superator A Pekerjaan pemasangan Wiremesh Pekerjaan persiapan Pekerjaan pemasangan Rock Pin Pekerjaan pemasangan Wiremes A Pekerjaan Shocrete Pekerjaan persiapan Pembuatan menggunakan Dry Mix Penyemprotan beton Shocrete A Pekerjaan Rockbolt Pekerjaan persiapan Pekerjaan Driling Pekerjaan Grouting Semen Pull-Out Test Pekerjaan Dewatering Pekerjaan Linning Concrete Pekerjaan ini merupakan tahapan terakhir dari pekejaan pelaksanaan terowongan. Berikut tahapan pelaksanaannya: Pekerjaan lantai kerja invert Pekerjaan pembesian Pengecoram Invert Pembesian Lining Bekesting Tunnel Pengecoran Lining Back Fill Grouting Saran Dalam Pembangunan suatu terowongan, sebaiknya melakukan pemeriksaan terhadap kondisi tanah atau batuan yang akan di langsungkan Pembangunan terowongan tersebut, ini bertujuan untuk dapat menentukan metode apa yang nanti akan di pakai pada saat Pembangunan terowongan. DAFTAR PUSTAKA