ULTIMA Accounting | ISSN 2085-4595 FAKTOR-FAKTOR YANG MEMENGARUHI OPINI AUDIT MODIFIKASIAN GOING CONCERN Louvin Lesmana Tjong1 Pendidikan Profesi Akuntansi. Universitas Tarumanagara Jakarta 126222034@stu. Andreas Bambang Daryatno2* Pendidikan Profesi Akuntansi. Universitas Tarumanagara Jakarta andreasb@fe. (*Corresponding Autho. Diterima 24 Juni 2024 Disetujui 31 Desember 2024 AbstractAi The COVID-19 pandemic . had a significant impact on the hotel, restaurant, and tourism sectors, affecting the survival of many businesses. During this period, government-imposed restrictions on social movement led to the closure or bankruptcy of several companies. This research aims to provide empirical evidence regarding the influence of auditor quality, company growth, and company size on going concern modified audit The study focuses on companies within the hotel, restaurant, and tourism subsectors listed on the IDX between 2020 and 2022. Using purposive sampling, 72 data points were selected for analysis. Logistic regression analysis, performed with SPSS version 25, revealed that auditor quality, company growth, and company size had no significant effect on going concern modified audit opinions. This finding suggests that both Big Four and non-Big Four audit firms play an important, similar role in assessing and reporting on going concern issues. Auditors present an accurate view of a companyAos status, without being influenced by pandemic A decline in sales during the pandemic does not necessarily indicate financial distress, as management can still effectively manage assets to ensure business survival. This research serves as a reference for managers to make informed decisions during difficult times and helps investors and stakeholders carefully assess risks when considering investments or providing loans. Keywords: Auditor Quality. Company Growth. Company Size. Going Concern Modified Audit Opinions PENDAHULUAN 1 Latar Belakang Pandemi Covid-2019 (Coronaviru. telah menyampaikan dampak kepada elemen perekonomian dunia saat 2020, termasuk Indonesia. Coronavirus menyebar ke sekitar 178 negara di dunia dan menginfeksi melebihi 85 juta orang, menyebabkan melebihi 1,8 juta orang meninggal saat 2020. Kondisi ini tidak hanya menyebabkan keadaan darurat yang sejahtera dan bermanfaat, namun juga menyebabkan keadaan darurat finansial dan meluas. kemiskinan di berbagai negara. Perbaikan yang tidak menyenangkan bagi perekonomian dunia ini tidak bisa dicegah karena penerapan strategi pembatasan portabilitas untuk mengurangi penyebaran Beragam penanda menandakan yaitu kegiatan pemanfaatan, investasi, dan | 322 | Vol. No. Desember 2024 ULTIMA Accounting | ISSN 2085-4595 penciptaan di banyak negara mengalami tekanan dan perihal ini menyebabkan penurunan nilai tukar internasional. Coronavirus juga menyampaikan tekanan yang kuat pada perekonomian Indonesia saat 2020 dengan sumber keresahan yang tidak pernah mampu diatasi. Reaksi cepat Pemerintah dalam menekan penyebaran coronavirus melalui Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) tidak bisa tidak melemahkan pelaksanaan kebijakan moneter. Upaya untuk mengatasi penyebaran coronavirus telah menurunkan portabilitas manusia serta aktivitas tenaga kerja dan Industri pariwisata merupakan sektor vital bagi perekonomian di Indonesia. Bidang industri perjalanan wisata menyampaikan bantuan langsung kepada PDB (Produk Domestik Brut. sebanyak 4,7 persen saat 2019. Meski demikian. Menteri Bidang Industri Perjalanan dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno mengatakan industri perjalanan dan bidang ekonomi inovatif menyampaikan kontribusi sekitar 4,3 persen terhadap PDB produk dalam negeri (Kemenparekraf, 2. Puncaknya saat terjadi pandemi covid 2020-2022 dimana pergerakan manuasia dibatasi oleh pemerintah sehingga sektor pariwisata anjlok atau mati suri. Menurut Ananta . , penerapan strategi pemisahan sosial yang dilaksanakan oleh otoritas publik berdampak pada semua bidang kehidupan, khususnya bidang industri pariwisata, dengan tidak adanya pergerakan dan kumpul-kumpul dalam jumlah besar, membuat banyak calon wisatawan kehilangan minat untuk melakukan perjalanan. Persoalan going concern perusahaan mulai menjadi pusat perhatian di Indonesia sejak masa darurat keuangan pada tahun 1998, dimana banyak perusahaan tidak mendapatkan penilaian going concern namun tetap gagal. Di Indonesia, contoh paling terkenal dari kasus ini ialah Bank Century saat 2006, dengan laporan tinjauan tahunan terakhirnya menyatakan bahwa perusahaan tersebut mendapat penilaian yang tidak layak tanpa adanya penilaian tinjauan kelangsungan usaha namun pada tahun berikutnya mereka tidak dapat membayar tunai yang tidak semestinya. kewajiban perlindungan yang telah jatuh tanggal jatuh tempo untuk mengajukan permohonan likuidasi. Dalam memutuskan proyek, investor juga harus fokus pada bagaimana perusahaan memilih Kantor Akuntan Publik (KAP) dalam peninjauan laporan keuangan. KAP dengan cakupan besar atau KAP dengan reputasi besar memiliki kekuatan yang lebih menghindari analisis dampak buruk reputasi apabila dengan KAP dengan cakupan terbatas. Pertumbuhan perusahaan juga menandakan yaitu perusahaan tetap menjaga kesinambungan usahanya. Pertumbuhan perusahaan ini akan langsung selaras terhadap perkembangan pertumbuhan Ukuran perusahaan juga dapat menjadi salah satu pertimbangan tinjauan going concern pada perusahaan. Para peninjau menerima bahwa perusahaan dengan ukuran lebih besar dapat menentukan tantangan moneter yang mereka hadapi jika dibandingkan dengan perusahaan dengan ukuran lebih kecil. Berdasarkan latar belakang diatas, dimana fenomena yang diteliti khususnya sektor usaha yang terdampak langsung terhadap pandemi covid 19 sehingga banyak perusahaan yang mati suri bahkan gulung tikar, yaitu sektor hotel, rumah makan dan pariwisata pada tahun 20202022. Penulis tertarik untuk melakukan penelitian apakah kualitas auditor, pertumbuhan perusahaan, dan ukuran perusahaan mempunyai pengaruh terhadap opini audit modifikasi going concern. 2 Rumusan Masalah Berikut ini ialah rincian permasalahan penelitian, berlandaskan pembahasan Apakah kualitas auditor berpengaruh terhadap opini audit modifikasian going concern | 323 | Vol. No. Desember 2024 ULTIMA Accounting | ISSN 2085-4595 pada perusahaan subsektor hotel, restoran dan pariwisata yang teregistrasi di BEI saat 2020-2022? Apakah pertumbuhan perusahaan berpengaruh terhadap opini audit modifikasian going concern pada perusahaan subsektor hotel, restoran dan pariwisata yang terdapat teregistrasi di BEI saat 2020-2022? Apakah ukuran perusahaan berpengaruh terhadap opini audit modifikasian going concern pada perusahaan subsektor hotel, restoran dan pariwisata yang teregistrasi di BEI saat 2020-2022? 2 Telaah Literatur dan Hipotesis 1 Teori Keagenan Menurut Jensen dan Mecklig . , teori keagenan menjelaskan dinamika kekuasaan antara investor . dan manajemen . , dengan manajemen . mendelegasikan wewenang pengambilan keputusan selaras terhadap kewajiban kontraktual investor. Hubungan antara agency theory dan penilaian opini going concern terletak pada manajemen yang bertugas menyelesaikan tugas fungsional perusahaan dan membuat laporan keuangan untuk menampilkan kepada perusahaan sebagai bentuk tanggung jawab kepada investor. Manajemen dapat memanfaatkan ketelitiannya untuk mengontrol informasi laporan keuangan alhasil presentasi perusahaan diamati bagus di mata investor. Oleh karena itu, seorang auditor sebagai orang luar yang otonom dituntut sebagai delegasi atau perantara antara manajemen dan Tugas auditor adalah mencermati, mensurvei, dan menelaah laporan keuangan yang disiapkan oleh manajemen dengan menyampaikan penilaian, khususnya sebagai penilaian terhadap kewajaran laporan keuangan. Dalam melakukan tugasnya, auditor akan mensurvei laporan keuangan yang disiapkan oleh manajemen. Dalam hal auditor menyampaikan penilaian tinjauan going concern, ada sesuatu yang membuat auditor mengeluarkan opini tersebut. 2 Opini Audit Going Concern Opini auditor mengenai apakah laporan keuangan disusun sesuai dengan prinsip akuntansi yang berlaku umum (GAAP) disebut Auopini auditAy (Mulyadi, 2. Sebagaimana didefinisikan oleh Lembaga Audit Indonesia . , kelangsungan usaha mengacu pada tingkat keraguan apakah suatu perusahaan akan mampu terus beroperasi setidaknya selama satu tahun sejak tanggal audit atas laporan keuangannya. Keberlangsungan usaha dijadikan landasan pelaporan keuangan hingga ditemukan data independen mengenai konsistensi organisasi dalam menjalankan kegiatan usahanya. Data yang dianggap sebagai pelanggaran terhadap kebijakan keberlangsungan bisnis dapat mengakibatkan tertundanya atau tidak mampunya suatu perusahaan untuk sementara waktu memenuhi kewajibannya tanpa melakukan divestasi sumber daya, merestrukturisasi kewajiban, mengembangkan tugas lebih lanjut, atau melakukan latihan perbandingan lainnya (Ikatan Akuntansi Indonesia, 2. Penilaian kelangsungan bisnis merupakan penilaian yang dilakukan oleh auditor untuk menentukan apakah suatu organisasi dapat bertahan (SPAP, 2. Opini yang dikeluarkan oleh auditor diharapkan melalui beberapa tahapan evaluasi sehingga auditor yakin sepenuhnya bahwa opini yang akan diungkapkan sesuai dengan keadaan organisasi secara akurat dan jelas. Ada lima jenis opini audit yang diklasifikasikan menurut paragraf 10 SPAP No. 29 sebagai berikut: Pendapat wajar tanpa pengecualian. Pendapat tersebut menyimpulkan bahwa laporan keuangan telah sesuai dengan standar akuntansi Indonesia dan menyajikan gambaran yang benar dan wajar mengenai kondisi keuangan, hasil usaha dan pendapatan Perseroan. | 324 | Vol. No. Desember 2024 ULTIMA Accounting | ISSN 2085-4595 Kesepakatan lengkap disertai justifikasi singkat. Evaluasi ini merupakan evaluasi wajar tanpa pengecualian yang mengharuskan auditor menambahkan penjelasan mengenai hal-hal penting dalam laporan anggaran, meskipun telah sesuai dengan standar akuntansi yang berlaku di Indonesia. Pendapat wajar dengan pengecualian. Berdasarkan penilaian ini, kami dapat menyimpulkan bahwa, dengan mengecualikan dampak permasalahan yang dapat dihindari, laporan keuangan menyajikan pandangan yang benar dan wajar mengenai posisi keuangan, hasil usaha, dan pendapatan operasional Perseroan sesuai dengan standar akuntansi. Pendapat tidak wajar. Contoh status keuangan, hasil pekerjaan, dan pendapatan yang dilaporkan tidak sesuai dengan standar akuntansi Indonesia. Tidak menyampaikan pendapat. Kondisi dimana auditor tidak menyatakan opini atas laporan keuangan tahunan. Hal ini biasanya disebabkan oleh terbatasnya ruang lingkup audit dan auditor tidak menelaah ikhtisar laporan keuangan sesuai pedoman yang telah Faktanya, opini going concern disajikan terpisah dari opini audit. Hal ini sesuai dengan PSA No. 29 paragraf 11 huruf c (Ikatan Akuntan Indonesia, 2. yang menyatakan bahwa auditor hendaknya menyelidiki situasi dan peristiwa yang menimbulkan pertanyaan tentang kewajaran laporan dan rencana manajemen. Pendapat auditor bahwa rencana tersebut dapat dilaksanakan dan pengungkapannya memuaskan sesuai nomor PSA. Pertimbangkan apakah hasil evaluasi audit menimbulkan ketidakpastian yang signifikan mengenai kemampuan material. Untuk mempertahankan masa manfaat selama periode waktu tertentu. Periode mewakili area di mana data dapat dikumpulkan dan membuktikan kondisi dan peristiwa tambahan yang dapat menghilangkan keraguan Jika auditor yakin akan kecurigaannya, auditor harus: Mengumpulkan informasi tentang bagaimana perusahaan bermaksud mengurangi dampak situasi atau peristiwa. Menilai kemungkinan keberhasilan implementasi rencana. Setelah mengevaluasi rencana manajemen, auditor bertanggung jawab untuk memberikan opini atas ketidakpastian perusahaan. Berdasarkan PSA 30 . , apabila setelah memeriksa keadaan dan peristiwa pemeriksa tidak mempunyai keraguan terhadap kemampuan unsur tersebut untuk mempertahankan masa manfaatnya, berarti pemeriksa berhak memberikan penilaian tidak memuaskan. Namun, jika auditor mempunyai keraguan mengenai kinerja suatu item dan manajemen tidak mempunyai rencana yang layak untuk mengimplementasikannya, auditor akan menyatakan bahwa pihaknya tidak membuat pertimbangan. Pendapat yang tidak sesuai dengan proses logis secara substansial didasarkan pada keyakinan wajar auditor bahwa rencana penerapan dapat dilaksanakan, dan auditor mempertimbangkan sifat, kondisi, dan peristiwa dari Rencana tersebut. Pertimbangkan berbagai penjelasan mengenai dampaknya. Awalnya menyebabkan masalah terkait masalah ini yaitu resistensi elemen-elemen ini. Apa yang terjadi jika penilaian buruk, atau penilaian yang disampaikan, dengan pengecualian, merupakan opini yang masuk akal, dan jika opini tersebut merupakan opini yang tidak masuk akal? 3 Kualitas Auditor Kualitas auditor dapat diukur dari keputusan yang diambil auditor setelah melihat dan menelaah laporan keuangan. Mengukur kualitas auditor dapat dilakukan dengan dua cara yaitu | 325 | Vol. No. Desember 2024 ULTIMA Accounting | ISSN 2085-4595 audit berorientasi pada proses dan berorientasi pada hasil. Ukuran orientasi proses audit diukur dari kepatuhan auditor terhadap standar profesional auditor dan tingkat pengetahuan auditor tentang bidang keahlian klien. Di sisi lain, pengukuran berorientasi hasil mengacu pada mengikuti opini auditor atas hasil audit atas laporan keuangan tahunan klien. 4 KAP yang dianggap terbesar di dunia merupakan KAP yang tergabung dalam Big 4, dan pada tahun 1979 sudah ada Big 5 dan Big 8. Keempat KAP besar di dunia tersebut berafiliasi dengan KAP besar di Indonesia. Ernst & Young berafiliasi dengan Purwantono. Sunkoro & Surja Deloitte Touche Tohmatsu berafiliasi dengan Imelda & Partners PricewaterhouseCoopers berafiliasi dengan Tanudireggia . Wibisana dan rekanan KPMG bermitra dengan Siddharta Widjaja dan rekannya 4 Pertumbuhan Perusahaan Perusahaan dengan pertumbuhan yang baik adalah perusahaan yang menunjukkan pertumbuhan yang konsisten dalam aktivitas intinya. Tingkat konsistensi ini diukur dari penjualan perusahaan pada awal periode dan dibandingkan dengan penjualan pada akhir Penjualan digunakan sebagai dasar perhitungan karena mewakili aktivitas utama sebagian besar perusahaan. Namun, pertumbuhan penjualan belum tentu mencerminkan pertumbuhan perusahaan. Ada faktor lain yang dapat mempengaruhi laba bersih suatu Pembayaran pinjaman investasi, pembayaran bunga pinjaman, dan biaya operasional perusahaan. Sekalipun suatu perusahaan mengklaim penjualannya mengalami peningkatan, hal tersebut harus diimbangi dengan operasional bisnis yang efektif dan efisien agar perusahaan dapat menciptakan posisi keuangan yang stabil dan menguntungkan untuk menjalankan kegiatan usahanya. 5 Ukuran Perusahaan Besar kecilnya suatu perusahaan dapat diukur dengan menggunakan skala yang disebut Auukuran perusahaanAy. Penjualan, penjualan rata-rata, total aset, dan total aset tidak sepenuhnya mencirikan ukuran suatu perusahaan. Tahap pengembangan dicapai ketika perusahaan telah mengumpulkan aset dalam jumlah besar, memiliki arus kas positif, dan kemungkinan besar akan bertahan dalam bisnisnya selama mungkin. Hal ini meningkatkan peluang keberhasilan dan kemenangan kompetitif bagi perusahaan besar (Arichia, 2. Perusahaan yang lebih besar cenderung meningkatkan kepercayaan investor. Hal ini karena sebagian besar orang percaya bahwa perusahaan besar dapat lebih meningkatkan efisiensi dan produktivitas dengan mencari cara untuk meningkatkan kualitas keuntungannya. Secara umum diyakini bahwa perusahaan besar menyimpan lebih banyak data dibandingkan perusahaan kecil. Transparansi perusahaan meningkat seiring dengan ukurannya. Perusahaan besar memiliki tingkat evaluasi yang lebih tinggi dibandingkan perusahaan kecil dan menengah. Karena biaya audit yang tinggi, auditor mungkin enggan membagikan pendapatnya kepada perusahaan besar mengenai perubahan kelangsungan usaha. 6 Hipotesis Penelitian Makin tinggi kewenangan kerja auditor yang dilaksanakan oleh KAP pada perusahaan komparatif, berarti KAP tersebut mendelegasikan spesialisasi pemeriksa industri untuk kumpulan perusahaan di wilayah modern tertentu, alhasil makin tinggi pula sifat auditor yang disampaikan (Dubaere, 2. Peluang auditor untuk menyampaikan tinjauan anggapan terkait perubahan kelangsungan hidup perusahaan lebih besar, karena keahlian dan pengalamannya. Penegasan tersebut diperkuat oleh hasil penelitian Krissindiastuti & Rasmini . dan | 326 | Vol. No. Desember 2024 ULTIMA Accounting | ISSN 2085-4595 Amrullah . , yaitu kualitas auditor memengaruhi anggapan tinjauan kelangsungan usaha. Kualitas audit berdampak kepada opini audit modifikasian going concern [H. Keberhasilan perusahaan merupakan cerminan manajemennya dalam menumbuhkan lingkungan yang kondusif bagi produktivitas dan pertumbuhan (Kartika, 2. Ketika sebuah bisnis sedang berkembang, bisnis tersebut mungkin menangani lebih banyak transaksi setiap tahunnya dibandingkan sebelumnya. Perjanjian baru yang lebih komprehensif ini menandakan yaitu pelaksanaan operasional bisnis berjalan sesuai rencana, sebagaimana diungkapkan oleh Ardika dan Ekayani . Pertumbuhan Perusahaan berdampak kepada opini audit modifikasian going concern [H. Seluruh aset yang diklaim oleh suatu perusahaan dapat dipakai untuk menentukan ukuran Kevin dkk. menyatakan bahwa perusahaan dengan sumber daya yang besar, meskipun menghadapi tantangan keuangan, tetap akan memiliki kemampuan yang lebih baik untuk mempertahankan daya tahannya. Krissindiastuti & Rasmini . dan Putri & Helmayunita . menandakan yaitu ukuran perusahaan berpengaruh kepada opini audit going concern. Ukuran Perusahaan berdampak kepada opini audit modifikasian going concern [H. 7 Kerangka Penelitian Berdasarkan penjelasan penelitiannya adalah: Gambar 1. Kerangka Penelitian METODOLOGI DAN ANALISIS DATA 1 Jenis Penelitian Studi ini memakai metodologi kuantitatif. Penemuan dapat dilaksanakan dalam penelitian kuantitatif karena studi ini memakai positivisme dan neopositivisme dalam pemeriksaan sistem faktual dan prosedur pengukuran. Studi ini memakai pendekatan kuantitatif untuk menyelidiki hubungan antar variabel penelitian. 2 Populasi dan Sampel Populasi pada studi ini terdiri dari 35 perusahaan. Purposive sampling dipakai untuk pengujian pada studi ini, artinya sampel dipilih dengan mengikuti serangkaian kategori yang sudah ditentukan. Tabel 1. Kriteria Sampel Penelitian | 327 | Vol. No. Desember 2024 ULTIMA Accounting | ISSN 2085-4595 Dengan memakai metode purposive sampling, ada 24 perusahaan berbeda dipilih sebagai sampel penelitian berlandaskan serangkaian kriteria yang telah ditetapkan Selanjutnya dari 24 perusahaan tersebut dikalikan dengan tiga selaras terhadap jumlah periode pada studi ini yaitu 2020-2022, alhasil didapatkan sampel 72 perusahaan. 3 Variabel Penelitian dan Pengukuran Variabel Tabel 2. Variabel Penelitian 4 Metode Analisis Data Pada studi ini dikarenakan variabel dependen bersifat dummy, berarti dipilihlah analisis regresi logistik sebagai pendekatan yang tepat untuk analisis data. SPSS versi 25 untuk Windows dipakai untuk melakukan analisis regresi logistik. Regresi logistik menghasilkan persamaan berikut: | 328 | Vol. No. Desember 2024 ULTIMA Accounting | ISSN 2085-4595 HASIL PENELITIAN DAN DISKUSI 1 Hasil Uji Statistik Deskriptif Tabel 3. Hasil Uji Statistik Deskriptif OAGC Valid N . Minimum -0,95 21,15 Maximum 15,25 Mean 0,6603 27,3347 0,44 Std. Deviation 0,298 2,36895 1,86206 0,500 Berdasarkan tabel 3 diatas menyajikan angka minimum, maksimum, rata-rata dan 2 Hasil Uji Analisis Regresi Logistik Overall Mode Fit (Menilai Keseluruhan Mode. Pada umumnya overall mode fit diuji berlandaskan Log Likelihood. Log Likelihood adalahkemungkinan model dugaan menggambarkan informasi dengan L diubah menjadi 2LogL. Tabel 4. Overall Model Fit Test Block 0Iteration Historya,b,c -2 Log likelihood Iteration Step 0 98,922 98,922 | 329 | Vol. No. Desember 2024 Coefficients Constant -0,222 -0,223 ULTIMA Accounting | ISSN 2085-4595 Tabel 5. Overall Model Fit Test Block 1 Iteration Historya,b,c Iteration Step 1 -2 Log likelihood 85,299 83,747 83,346 83,210 83,161 83,143 83,137 83,134 83,133 83,133 83,133 83,133 83,133 83,133 83,133 83,133 83,133 83,133 83,133 83,133 Coefficients -1,493 0,150 -2,574 0,222 -3,611 0,242 -4,627 0,243 -5,632 0,243 -6,635 0,243 -7,635 0,243 -8,636 0,243 -9,636 0,243 -10,636 0,243 -11,636 0,243 -12,636 0,243 -13,636 0,243 -14,636 0,243 -15,636 0,243 -16,636 0,243 -17,636 0,243 -18,636 0,243 -19,636 0,243 -20,636 0,243 Constant 5,782 6,428 6,483 6,485 6,486 6,486 6,486 6,486 6,486 6,486 6,486 6,486 6,486 6,486 6,486 6,486 6,486 6,486 6,486 6,486 -0,218 -0,242 -0,244 -0,244 -0,244 -0,244 -0,244 -0,244 -0,244 -0,244 -0,244 -0,244 -0,244 -0,244 -0,244 -0,244 -0,244 -0,244 -0,244 -0,244 Berdasarkan tabel 4 menandakan yaitu nilai -2LogL pada block 0 adalah sebanyak 98,922 dan tabel 5 menandakan yaitu nilai -2LogL pada block 1 adalah sebanyak 83,133. Hasil tersebut menjelaskan bahwa nilai -2LogL dari block 0 ke block 1 mengalami penurunan nilai sebanyak 15,789 . elisih 98,922 dan 83,. Dapat disimpulkan bahwa model yang dihipotesiskan mempunyai kinerja yang baik sebagai model fit. 3 Hosmer and Lemeshow Test Bilamana model ini melebihi 0,05, berarti model tersebut dinyatakan layak . dan dapat dipandang layak observasinya, sebaliknya. Tabel 6. Uji Kelayakan Model Regresi Step Chi-square 12,851 Sig. 0,117 Tabel 6 menandakan yaitu Uji menghasilkan nilai Chi-square sebanyak 12,851, signifikan sebanyak 0,117. Tingkat signifikan > 0,05 berarti model dianggap siap membaca informasi observasi atau disebut model fit dan diakui dengan alasan cocok dengan informasi 4 Koefisien Determinasi (Nagelkerke R Squar. Pada dasarnya pengujian melihat seberapa pengaruh variabel independen kepada pemahaman yang diukurkan oleh variabel dependen. Nagelkerke R Square bertujuan untuk menyampaikan representasi grafis dari koefisien determinasi. | 330 | Vol. No. Desember 2024 ULTIMA Accounting | ISSN 2085-4595 Tabel 7. Uji Koefisien Determinasi Step -2 Log 83,133a Cox & Snell R Square 0,197 NagelkerkeR Square 0,264 Tabel 7 menunjukkan nilai 0,264 yang dihitung memakai Nagelkerke R Square. Berlandaskan temuan tersebut, diamati bahwa variabel independen menjelaskan 26,4% variasi variabel dependen, sisanya sebanyak 73,6% disebabkan oleh variabel lain. 5 Classification Matriks Classification matriks bertujuan untuk memahami kemampuan ketepatan Classification matrisks memastikan nilai-nilai penilaian yang benar dan Segmen dalam kisi-kisi pengaturan ini menampilkan dua sisi positif yang diantisipasi dari variabel opini audit modifikasian going concern dan opini audit modifikasian non going Tabel 8. Classification Matriks Observed Step 1 Opini Audit Modifikasian Going Concern Predicted Opini Audit Modifikasian Percentage Going Concern Correct OANGC OAGC OANGC OAGC Overall Percentage The cut value is ,500 Berlandaskan temuan penelitian, empat puluh perusahaan diberikan pandangan audit yang menyatakan bahwa perusahaan tersebut tidak lagi dianggap mempunyai kelangsungan Namun persepsi sebenarnya menandakan yaitu hanya dua puluh tujuh perusahaan yang diberikan pendapat tersebut. karenanya, keakuratan model ini ialah enam puluh tujuh setengah persen, seperti ditunjukkan pada tabel 8. Oleh karena itu, kita dapat menyatakan bahwa model ini benar hingga tingkat 46,9% mengingat jumlah bisnis yang diantisipasi dengan perspektif audit yang diubah kelangsungan usahanya ialah 32, sedangkan persepsi sebenarnya menandakan yaitu terdapat 15 perusahaan dalam kategori ini. Ketepatan classification matriks model ini ialah 58,3%. 6 Model Regresi Logistik Berikut hasil uji regresi logistik pada studi ini: Tabel 9. Uji Regresi Logistik Variables in the Equation Kualitas Auditor Pertumbuhan Perusahaan Ukuran Perusahaan Constant Sig. Exp (B) -20,636 0,243 -0,244 6,486 15168,097 0,178 2,470 2,325 0,999 0,172 0,116 0,127 0,000 1,275 0,783 655,582 | 331 | Vol. No. Desember 2024 95% C. EXP (B) Lower Upper 0,000 0,900 1,807 0,577 1,062 ULTIMA Accounting | ISSN 2085-4595 Berlandaskan tabel 9 model regresi logistik adalah: 7 Hasil Pegujian Hipotesis 1 Pengaruh Kualitas Auditor Terhadap Opini Audit Modifikasian Going Concern Hipotesis pertama (H. pada studi ini menyatakan kualitas auditor berdampak kepada opini audit modifikasian going concern. Nilai signifikan kualitas auditor adalah 0,999 > 5% atau 0,05. Dampak dari studi ini menandakan yaitu kualitas auditor tidak memengaruhi penilaian opini audit modifikasian going concern, alhasil H1 ditolak. KAP big four dan KAP non-big four memainkan peran penting serta peluang serupa dalam menyampaikan perubahan penilaian opini audit modifikasian going concern (Effendi. Oleh karena itu. KAP akan terus bersikap netral dalam bekerja, karena perihal ini menyampaikan sentimen agar posisinya tetap terjaga. Selaras terhadap agency theory, auditor adalah orang luar antara principal dan agent. Auditor merupakan pihak yang bertugas melakukan pemaparan suatu perusahaan yang akan menyampaikan pandangannya selaras terhadap keadaan perusahaan tersebut. Jadi auditor akan melihat cara presentasi pakar menghasilkan kerangka data informasi yang mengatasi permasalahan investor. Hasil tersebut selaras terhadap temuan studi yang dilaksanakan oleh Sari dan Triyani . Penelitian tersebut menemukan bahwa kualitas auditor ada pengaruhnya kepada seberapa besar bobot yang diberikan pada revisi going concern kepada opini audit. Tinggi atau rendahnya kualitas auditor tidak memisahkan perusahaan untuk mendapatkan opini audit modifikasian going concern. Jika auditor merasa bahwa organisasi tidak dapat mempertahankan koherensi bisnisnya, perusahaan akan mendapatkan opini audit modifikasian going concern. KAP big four seringkali akan lebih berani dalam menyampaikan penilaian tinjauan going concern dengan asumsi ada pertanyaan apakah perusahaan dapat melanjutkan Selaras terhadap agency theory, auditor adalah orang luar antara principal dan Auditor merupakan pihak yang bertugas melakukan pemaparan suatu perusahaan yang akan menyampaikan pandangannya selaras terhadap keadaan perusahaan tersebut. Jadi auditor akan melihat cara presentasi pakar menghasilkan kerangka data informasi yang mengatasi permasalahan investor. Tetapi hasil penelitian ini tidak selaras dengan Dubaere, 2008. Krissindiastuti & Rasmini . dan Amrullah . , yaitu kualitas auditor memengaruhi anggapan tinjauan kelangsungan usaha. 2 Pengaruh Pertumbuhan Perusahaan Terhadap Opini Audit Modifikasian Going Concern Hipotesis kedua (H. pada studi ini menyatakan pertumbuhan perusahaan berdampak kepada opini audit modifikasian going concern. Nilai signifikan pertumbuhan perusahaan sebanyak 0,172 > 5% atau 0,05. Hasil dari studi ini menandakan yaitu pertumbuhan perusahaan tidak memengaruhi opini audit modifikasian going concern, alhasil H2 ditolak. Hasil tersebut didukung oleh studi yang dilaksanakan oleh Byusi dkk. Halim . dan Widyastuti & Efrianti . yang ketiganya mempunyai kesimpulan yang sama yaitu ukuran perusahaan tidak berdampak kepada penerimaan kesimpulan audit going concern yang diperbarui. Penurunan penjualan tidak selalu menandakan yaitu suatu perusahaan sedang mengalami kesulitan keuangan. Sekalipun peningkatan penjualan bersih tidak diikuti dengan peningkatan laba bersih atau arus kas yang memadai untuk menutupi pengeluaran operasional, suatu perusahaan masih dapat memenuhi syarat untuk mendapatkan opini audit kekhawatiran berkelanjutan yang dimodifikasi asalkan perusahaan tersebut memenuhi persyaratan lainnya. | 332 | Vol. No. Desember 2024 ULTIMA Accounting | ISSN 2085-4595 Penelitian ini tidak selaras dengan Kartika . dan Ardika dan Ekayani . , ketika sebuah bisnis sedang berkembang, bisnis tersebut mungkin menangani lebih banyak transaksi setiap tahunnya dibandingkan sebelumnya. Perjanjian baru yang lebih komprehensif ini menandakan yaitu pelaksanaan operasional bisnis berjalan sesuai rencana. Pertumbuhan pendapatan bisnis dipakai sebagai proksi kesehatan perusahaan. namun demikian, pertumbuhan ini tidak berdampak kepada perubahan penilaian auditor terkait kemampuan perusahaan untuk mempertahankan kelangsungan hidupnya karena pertumbuhan tersebut tidak didukung oleh peningkatan laba ditahan dan penurunan utang. Menurut Byusi dkk. , auditor akan mempertimbangkan kemungkinan peningkatan laba ketika merumuskan revisi penilaian terkait kapasitas perusahaan untuk terus beroperasi secara berkelanjutan. 3 Pengaruh Ukuran Perusahaan Terhadap Opini Audit Modifikasian Going Concern Hipotesis ketiga (H. pada studi ini menyatakan ukuran perusahaan berdampak kepada opini audit modifikasian going concern. Nilai signifikan ukuran perusahaan adalah 0,116 > 5% atau 0,05. Dampak dari pemeriksaan ini menandakan yaitu ukuran perusahaan tidak memengaruhi penilaian opini audit modifikasian going concern, alhasil H3 ditolak. Hasil dari studi ini menandakan yaitu opini audit modifikasian going concern selalu dikaitkan dengan cara para manajemen menangani perusahaan alhasil dapat bertahan dan memakai asetnya dengan baik. Berlandaskan pemikiran ini. Menurut Nugroho dkk. suatu perusahaan tidak memenuhi syarat untuk menerima opini audit going concern yang dimodifikasi meskipun termasuk dalam kategori Auperusahaan kecilAy jika dapat membuktikan bahwa perusahaan tersebut memiliki pengelolaan dan pelaksanaan yang baik serta kelangsungan usaha yang berkelanjutan. Hasil ini tidak selaras dengan Krissindiastuti dan Rasmini . dan Putri & Helmayunita . , yang menemukan bahwa ukuran bisnis memiliki pengaruh besar terhadap diterima atau tidaknya kesimpulan audit going concern yang Berlandaskan hasil tersebut, auditor tidak mempertimbangkan ukuran perusahaan sebagai tolak ukur ketika menentukan perlu atau tidaknya perubahan kesimpulan audit going Perihal ini bergantung pada tingkat keberhasilan tim manajemen dalam mencegah perusahaan dari kebangkrutan. Oleh karena itu, meskipun perusahaannya relatif kecil, kemungkinannya akan berkurang tingkat keparahannya jika organisasi tersebut mampu bertahan pada rentang durasi yang lama, dapat memenuhi kebutuhan keuangannya, dan memiliki kinerja yang baik. untuk mendapatkan opini audit yang berkualitas atas operasi yang sedang berjalan. KESIMPULAN DAN SARAN 1 Kesimpulan Kualitas audit tidak berdampak kepada opini audit modifikasian going concern [H. Hasil penelitian ini selaras dengan temuan studi yang dilaksanakan oleh Sari dan Triyani . , dimana KAP big four dan KAP non-big four memainkan peran penting serta peluang serupa dalam menyampaikan perubahan penilaian opini audit modifikasian going concern (Effendi, 2. KAP big four seringkali akan lebih berani dalam menyampaikan penilaian tinjauan going concern. Jika dikaitkan dengan agency theory, auditor adalah orang luar antara principal dan agent. Auditor merupakan pihak yang bertugas melakukan pemaparan suatu perusahaan apa adanya tidak berpengaruh terhadap kondisi pandemi. Pertumbuhan Perusahaan tidak berdampak kepada opini audit modifikasian going concern [H. Hasil tersebut didukung oleh studi yang dilaksanakan oleh Byusi dkk. Halim | 333 | Vol. No. Desember 2024 ULTIMA Accounting | ISSN 2085-4595 . dan Widyastuti & Efrianti . yang ketiganya mempunyai kesimpulan yang sama yaitu ukuran perusahaan tidak berdampak kepada penerimaan kesimpulan audit going concern yang diperbarui. Penurunan penjualan tidak selalu menandakan yaitu suatu perusahaan sedang mengalami kesulitan keuangan. Sekalipun peningkatan penjualan bersih tidak diikuti dengan peningkatan laba bersih atau arus kas yang memadai untuk menutupi pengeluaran operasional, suatu perusahaan masih dapat memenuhi syarat untuk mendapatkan opini audit kekhawatiran berkelanjutan yang dimodifikasi asalkan perusahaan tersebut memenuhi persyaratan lainnya. Ukuran Perusahaan tidak berdampak kepada opini audit modifikasian going concern [H. Hasil dari studi ini menandakan yaitu opini audit modifikasian going concern selalu dikaitkan dengan cara para manajemen menangani perusahaan alhasil dapat bertahan dan memakai asetnya dengan baik. Berlandaskan pemikiran ini. Menurut Nugroho dkk. , suatu perusahaan tidak memenuhi syarat untuk menerima opini audit going concern yang dimodifikasi meskipun termasuk dalam kategori Auperusahaan kecilAy jika dapat membuktikan bahwa perusahaan tersebut memiliki pengelolaan dan pelaksanaan yang baik serta kelangsungan usaha yang berkelanjutan. 2 Keterbatasan Adapun keterbatasan dalam penelitian ini: Penelitian ini terbatas pada perusahaan subsektor hotel, restoran dan pariwisata yang terdaftar di BEI tahun 2020-2022. Penelitian ini dilakukan pada rentang waktu yang terbatas yaitu hanya dilakukan selama 3 tahun dari tahun 2020-2022. Oleh karena itu, berpotensi tidak tertangkapnya gambaran yang sebenarnya atas pengaruh kualitas auditor, pertumbuhan perusahaan, dan ukuran perusahaan terhadap opini audit modifikasian going concern karena minimnya data yang digunakan dalam penelitian ini. Penelitian ini terbatas hanya menggunakan beberapa variabel independen, sedangkan masih banyak faktor lain yang dapat mempengaruhi penerimaan opini audit modifikasian going concern. 3 Saran Adapun saran dalam penelitian ini: Penelitian di masa depan disarankan meneliti objek studi yang lebih besar dan mungkin mencakup sampel dari perusahaan selain subsektor hotel, restoran, dan pariwisata yang ada di Bursa Efek Indonesia. Penelitian di masa depan disarankan dapat melanjutkan penelitian mereka pada satu topik dan rentang waktu yang lebih lama untuk mengumpulkan ukuran sampel yang lebih besar dan menyampaikan kepercayaan terhadap hasil penyelidikan sebelumnya. Penelitian selanjutnya disarankan dapat memanfaatkan lebih banyak variabel berbeda yang dapat memengaruhi suatu perusahaan untuk mendapatkan opini audit modifikasian going concern, seperti leverage, komite audit, financial distress, profitabilitas, opinion shopping dan likuiditas. 4 Implikasi Penelitian Berdasarkan simpulan yang telah disajikan sebelumnya, maka implikasi penelitian ini: Opini audit modifikasian going concern pada suatu perusahaan dapat dipengaruhi oleh beberapa faktor. Hasil penelitian ini dapat dijadikan sebagai bahan pertimbangan atau | 334 | Vol. No. Desember 2024 ULTIMA Accounting | ISSN 2085-4595 acuan bagi perusahaan atau industri khususnya bagi para manajer perusahaan agar dapat mengambil keputusan pada beberapa situasi khususnya dalam hal opini audit modifikasian going concern. Informasi dan data terkait opini audit modifikasian going concern pada perusahaan dapat mempengaruhi proses pengambilan keputusan para pemangku kepentingan. Stakeholder akan dapat mengambil keputusan mengenai investasi dana yang akan diberikan kepada perusahaan. Selain itu, investor memberikan informasi agar lebih berhati-hati dalam mempertimbangkan investasi. Bagi kreditor, informasi dan data terkait opini audit modifikasian going concern dapat dijadikan bahan pertimbangan dalam memberikan kredit atau pinjaman kepada perusahaan. REFERENSI