Jurnal Muara Pendidikan Vol. 10 Issue 2. Desember 2025 https://doi. org/10. 52060/mp. E-ISSN 2621-0703 P-ISSN 2528-6250 IMPLEMENTASI PROYEK PENGUATAN PROFIL PELAJAR PANCASILA DAN RAHMATAN LIL'ALAAMIN DALAM PEMBELAJARAN: STUDI KAJIAN DI SMA 3 KOTA JAMBI Yulia Oktarina1. Sururudin2 UIN Sulthan Thaha Saifuddin Jambi. Indonesia Email: yuliaoktarina@uinjambi. id , udinfujambi@gmail. ABSTRAK Implementasi P5RA dalam pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) dan Budi Pekerti di SMA Negeri 3 Kota Jambi saat ini masih berada pada tahap penyesuaian dan memerlukan strategi yang lebih terstruktur agar mampu mewujudkan tujuan pendidikan yang holistik sesuai dengan arah Kurikulum Merdeka. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif, dilaksanakan di SMA Negeri 3 Kota Jambi. Subjek penelitian mencakup kepala sekolah, wali kelas, guru PAI dan Budi Pekerti, serta peserta didik. Data diperoleh melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan teknik analisis kualitatif yang meliputi reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: . perencanaan P5RA dalam pembelajaran PAI berorientasi pada pengintegrasian nilai-nilai Pancasila dan ajaran Islam dalam kehidupan siswa. Guru menyiapkan kegiatan yang mendorong penerapan nilai gotong royong, toleransi, empati, keadilan, serta kepedulian lingkungan melalui pendekatan teoritis maupun praktis. pelaksanaan P5RA dilakukan dengan menginternalisasi nilai-nilai Pancasila dan ajaran Islam ke dalam aktivitas belajar sehari-hari melalui metode kolaboratif berbasis nilai sosial. evaluasi implementasi P5RA di sekolah ini dilakukan secara menyeluruh dengan menggunakan berbagai model penilaian, antara lain evaluasi formatif, sumatif, evaluasi diri, serta portofolio. Temuan ini menegaskan perlunya komitmen berkesinambungan dari seluruh warga sekolah untuk menyempurnakan penerapan P5RA dalam pembelajaran PAI di SMA Negeri 3 Kota Jambi. Kata Kunci: Proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila. Pendidikan Agama Islam ABSTRACT The implementation of P5RA in Islamic Religious Education (PAI) and Character Education at SMA Negeri 3 Jambi City is still in the adaptation stage and requires a more structured strategy to achieve holistic educational goals in line with the Merdeka Curriculum. This study employed a qualitative approach with a descriptive method, conducted at SMA Negeri 3 Jambi City. The research subjects consisted of the principal, homeroom teachers. Islamic Religious Education and Character Education teachers, as well as students. Data were collected through interviews, observations, and documentation, and analyzed using qualitative techniques, including data reduction, data presentation, and conclusion drawing. The findings indicate that: . the planning of P5RA in PAI learning emphasizes the integration of Pancasila values and Islamic teachings into studentsAo daily lives. Teachers designed activities that encourage the practice of values such as cooperation, tolerance, empathy, justice, and environmental awareness through both theoretical and practical approaches. the implementation of P5RA is carried out by embedding Pancasila values and Islamic teachings into daily learning activities using collaborative and socially oriented methods. the evaluation of P5RA implementation is comprehensive, employing various models such as formative, summative, self-assessment, and portfolio evaluations. These results highlight the need for continuous commitment from all school stakeholders to refine the implementation of P5RA in PAI learning at SMA Negeri 3 Jambi City. Keywords: Pancasila Profile Strengthening Project. Islamic Religious Education Pendahuluan Pendidikan di Indonesia terus mengalami perubahan signifikan untuk menjawab tantangan zaman yang semakin kompleks. Salah satu inovasi kebijakan terbaru adalah Kurikulum Merdeka, yang menitikberatkan pada fleksibilitas pembelajaran, penguatan karakter, serta pengembangan potensi peserta didik secara Kurikulum ini hadir sebagai jawaban atas kebutuhan belajar siswa yang semakin beragam dan menuntut pendekatan yang lebih relevan dengan konteks kehidupan nyata. Secara yuridis, penerapan Kurikulum Merdeka diatur melalui Peraturan Menteri Pendidikan. Kebudayaan. Riset, dan Teknologi Republik Indonesia Nomor 56/M/2022 tentang Pedoman Penerapan Kurikulum dalam rangka Pemulihan Pembelajaran, yang memberikan keleluasaan bagi sekolah untuk merancang kurikulumnya sesuai kebutuhan dan karakteristik peserta (Kemendikbudristek 2. Sebagai bagian dari Kurikulum Merdeka, lahirlah inisiatif P5RA (Proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila yang Rahmatan lil AoAlami. menanamkan nilai-nilai agama dan karakter kebangsaan dalam diri peserta didik. P5RA tidak hanya sekadar proyek tematik, tetapi menjadi https://ejournal. id/index. php/mp This is an open access article under the cc-by license | 397 Jurnal Muara Pendidikan Vol. 10 Issue 2. Desember . wahana untuk membentuk peserta didik yang religius, toleran, serta berjiwa sosial dalam bingkai nilai-nilai Pancasila dan Islam. Implementasi ini berpijak pada arah kebijakan pendidikan karakter dalam Grand Design Pendidikan Karakter Tahun 2017Ae2025 yang dikeluarkan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, serta diperkuat oleh Peraturan Presiden Nomor 87 Tahun 2017 tentang Penguatan Pendidikan Karakter (PPK). Dalam konteks ini. P5RA berfungsi sebagai jembatan integratif antara pendidikan agama dan penguatan nilai kebangsaan yang kontekstual di sekolah (Indonesia 2. P5RA sejalan dengan konsep yang dinyatakan oleh Miller bahwa pendidikan harus mencakup dimensi intelektual, emosional, sosial, dan spiritual peserta didik (Miller 2. (Zamroni 2. juga menjelaskan bahwa model pendidikan karakter yang berhasil adalah yang pembelajaran serta ditanamkan melalui kegiatan nyata yang melibatkan peserta didik dalam interaksi sosial. P5RA sebagai bagian dari pendidikan berbasis proyek, memberikan ruang aktualisasi nilai-nilai keislaman yang hidup dan kontekstual melalui kegiatan kolaboratif dan Dengan demikian. P5RA tidak hanya membentuk siswa yang pintar intelektual, tetapi siswa juga akan berakhlak mulia dan mempunyai kesadaran sosial yang baik sebagai wujud dari pelajar Pancasila yang rahmatan lil Aoalamin. Al-Qur'an juga memberikan landasan kuat mengenai pentingnya pendidikan karakter. Surah Luqman ayat 12-19 Surah ini menekankan nilai-nilai seperti ketakwaan, ketaatan, kejujuran, dan tanggung jawab sebagai bagian integral dari pendidikan yang relevan dengan tujuan P5RA dalam membentuk profil pelajar yang berkarakter. Integrasi nilai-nilai ini dalam pembelajaran PAI melalui pendekatan P5RA diharapkan dapat menghasilkan siswa yang tidak hanya cerdas dengan intelektual tetapi juga memiliki karakter yang baik dan mulia (Al-QurAoan Al-Karim n. Berbagai penelitian telah mengkaji implementasi kurikulum merdeka dan P5RA dalam pembelajaran PAI. Penelitian (Jaenudin. Suhardini, and Rasyid 2. menjelaskan implementasi Program Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P. dalam pembelajaran PAI menemukan bahwa program ini mendukung pembentukan karakter religius siswa, meski pelaksanaannya masih menghadapi tantangan pada aspek pelatihan guru. Selanjutnya, (Wijaya. Wahab, and Syamsul 2. mengungkapkan E-ISSN: 2621-0703 P-ISSN: 2528-6250 bahwa guru PAI dapat mengembangkan desain pembelajaran dengan menggunakan strategi Contextual Teaching and Learning (CTL), serta memanfaatkan media seperti PowerPoint dan video untuk meningkatkan keterlibatan siswa (Nawawi. Kurniawan, and Jamil 2. hasil penelitiannya menunjukkan bahwa penerapan Kurikulum Merdeka dapat meningkatkan kualitas pembelajaran PAI, meskipun tantangan terkait pelatihan guru dan kesiapan fasilitas masih perlu Hasil observasi awal di SMA Negeri 3 Kota Jambi Kurikulum Merdeka, implementasi P5RA dalam pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI), memiliki potensi yang cukup menjanjikan meskipun masih menghadapi sejumlah kendala. Antusiasme siswa tampak dalam proses pembelajaran yang mengintegrasikan nilai-nilai Pancasila dengan ajaran Islam. Namun demikian, tidak semua peserta didik mampu menerapkan nilai-nilai tersebut secara konsisten dalam kehidupan sehari-hari. Kondisi ini membuka ruang bagi pengembangan lebih lanjut, terutama dalam mengarahkan siswa agar tidak hanya memahami konsep secara teoritis, tetapi juga mampu menghayati dan mengaplikasikan nilai karakter melalui kegiatan pembelajaran yang lebih kontekstual dan praktis. Para guru di SMA 3 Kota Jambi telah berupaya untuk mengimplementasikan metode pembelajaran yang reflektif dan aktif. Tantangan yang dihadapi adalah pada penguatan keterampilan guru dalam mengelola proses pembelajaran berbasis karakter secara optimal. Hal ini justru membuka kesempatan untuk peningkatan kompetensi profesional guru melalui pelatihan lebih lanjut dan kolaborasi antar Dengan memberikan pelatihan terkait metode pembelajaran aktif dan reflektif diharapkan para guru dapat semakin efektif dalam mengajak siswa untuk lebih aktif berpartisipasi dan merefleksikan nilai-nilai Pancasila dan Islam dalam setiap aspek kehidupan mereka. Terdapat upaya dari pihak sekolah untuk mulai menyesuaikan model pembelajaran dengan prinsip-prinsip Kurikulum Merdeka, seperti penggunaan pendekatan proyek dan penguatan karakter religius siswa. Hal ini menunjukkan bahwa implementasi P5RA di SMA 3 Kota Jambi masih berada dalam tahap adaptasi dan membutuhkan strategi yang lebih sistematis agar dapat mencapai tujuan pendidikan yang holistik sesuai dengan arah Kurikulum Merdeka. (Zuhairini. menyatakan pembelajaran PAI harus melibatkan pengalaman langsung, keterlibatan emosional, dan pembiasaan nilai https://ejournal. id/index. php/mp | 398 Jurnal Muara Pendidikan Vol. 10 Issue 2. Desember . dalam kehidupan sehari-hari. Melalui P5RA karakter dengan nilai-nilai luhur bangsa, toleransi, dan moderasi beragama ditanamkan dalam program ini (Prakarsa. Montessori, and Rusdinal 2. Untuk mencapai tujuan tersebut, diperlukan pendekatan yang holistik dan kolaboratif dalam implementasi P5RA di SMA 3 Kota Jambi. Dengan demikian, implementasi P5RA melalui pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) di SMA 3 Kota Jambi merupakan langkah strategis dalam mewujudkan tujuan Kurikulum Merdeka yang menekankan penguatan karakter, nilai-nilai kebangsaan, dan pengembangan kompetensi siswa secara menyeluruh. Upaya sekolah dalam menyesuaikan pembelajaran melalui pendekatan proyek dan nilai religius menunjukkan adanya komitmen awal yang positif, meskipun masih dibutuhkan strategi yang lebih terarah dan dukungan yang berkelanjutan. Oleh karena itu, penelitian ini menjadi penting untuk memberikan gambaran yang komprehensif AuImplementasi P5RA Pembelajaran Pendidikan Agama Islam: Studi Analisis di SMA 3 Kota JambiAy. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengkaji: . bagaimana pelaksanaan P5RA dalam pembelajaran Pendidikan Agama Islam, . berbagai faktor yang mendukung maupun yang menghambat penerapan P5RA dalam pembelajaran tersebut, serta . memberikan rekomendasi pengembangan pembelajaran PAI agar implementasi P5RA dapat lebih optimal. METODE Studi ini menerapkan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif yang difokuskan untuk pemahaman mendalam mengenai fenomena implementasi P5RA dalam pembelajaran Pendidikan Agama Islam di SMA Negeri 3 Kota Jambi. (Arikunto 2. menyatakan bahwa penelitian deskriptif kualitatif bertujuan untuk menggambarkan secara sistematis dan faktual mengenai kondisi aktual yang terjadi di lapangan, dengan menggali informasi dari sumber-sumber yang relevan. Sementara itu, (Sugiyono pendekatan kualitatif lebih menitikberatkan pada pemahaman makna dalam konteks sosial tertentu, tanpa bertujuan untuk menguji hipotesis atau membuat generalisasi luas. Subjek dalam penelitian ini terdiri dari kepala sekolah, guru Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti, wali kelas yang masing-maisng 1 orang, serta peserta didik di SMA 3 Kota Jambi kelas XI berjumlah 30 orang. Penelitian dilaksanakan pada semester genap tahun ajaran 2024/2025. Untuk memperoleh data yang valid, peneliti menggunakan tiga jenis instrumen E-ISSN: 2621-0703 P-ISSN: 2528-6250 utama, yaitu wawancara, observasi, serta studi dokumentasi terhadap perangkat dan aktivitas Aspek yang diwawancarai meliputi kepala sekolah . ebijakan dan dukunga. , guru . trategi dan metode pembelajara. , siswa . engalaman dan pemahama. Observasi dilakukan pada proses pembelajaran di kelas, kegiatan proyek/ekstrakurikuler, serta interaksi gurusiswa. Studi dokumentasi mencakup kurikulum. RPP, laporan kegiatan, portofolio siswa, dan notulen rapat sekolah. Jumlah pertanyaan wawancara berkisar 6Ae12 pertanyaan inti tergantung informan, dengan jenis wawancara semi-terstruktur . erbuka berpedoman pada pandua. Data menggunakan teknik analisis kualitatif yang terdiri atas tiga tahap utama: reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Pada Selanjutnya, data disajikan secara naratif dan terstruktur untuk memudahkan pemahaman. Tahap terakhir adalah penarikan kesimpulan berdasarkan keseluruhan temuan penelitian. HASIL DAN PEMBAHASAN Perencanaan P5RA dalam Pembelajaran Pendidikan Agama Islam Guru di SMA 3 Kota Jambi memegang peran penting dalam merencanakan dan P5RA pembelajaran Pendidikan Agama Islam dengan mengintegrasikan nilai-nilai Pancasila dan ajaran Islam. Dalam perencanaan, guru merancang kegiatan yang mengarah pada nilai-nilai seperti gotong royong, toleransi, empati, keadilan, dan kepedulian terhadap lingkungan. (Hasibuan 2. menyatakan bahwa kegiatan gotong royong dapat memperkuat solidaritas siswa, (Mumin menciptakan kedamaian antar umat beragama yang juga tercermin dalam ajaran Islam mengenai kehidupan harmonis . urah Al-Hujurat, ayat . Guru juga merancang kegiatan sosial seperti berbagi sembako untuk mengajarkan empati, mengacu pada ajaran Islam yang mengajak umatnya untuk saling menyayangi dan berbagi . urah Al-Baqarah, ayat . Dalam mengajarkan keadilan, guru menggunakan metode dissejalan dengan pendapat (Kaulika 2. yang menyatakan bahwa pendidikan keadilan penting untuk membentuk sikap adil di kalangan siswa . urah An-Nisa, ayat . Guru juga menekankan kepedulian terhadap lingkungan melalui kegiatan seperti https://ejournal. id/index. php/mp | 399 Jurnal Muara Pendidikan Vol. 10 Issue 2. Desember . menanam pohon dan kampanye kebersihan, berdasarkan ajaran Islam yang menganggap lingkungan sebagai amanah dari Allah . urah AlBaqarah, (Misiaszek menyebutkan pendidikan berbasis ekologi mengajarkan siswa bertanggung jawab terhadap Dengan pendekatan yang berbasis nilai Pancasila dan Islam, guru tidak hanya mengajarkan aspek teori, tetapi juga mengajak siswa untuk mengaplikasikan nilai-nilai tersebut dalam kehidupan nyata, menjadikan mereka individu yang berkarakter, empatik, adil, toleran, dan peduli terhadap lingkungan. Dengan perancangan yang matang, guru di SMA 3 Kota Jambi dapat menciptakan lingkungan pembelajaran yang tidak hanya fokus pada pencapaian akademik, tetapi juga pada pengembangan karakter siswa yang berbasis pada nilai-nilai Pancasila dan ajaran Islam. Melalui kegiatan yang relevan dan terintegrasi, siswa diajak untuk mengaplikasikan nilai-nilai seperti gotong royong, toleransi, empati, keadilan, dan kepedulian terhadap lingkungan dalam kehidupan sehari-hari. Pendekatan ini memungkinkan siswa untuk tidak hanya memahami teori, tetapi juga menerapkan nilainilai tersebut dalam tindakan nyata, sehingga mereka dapat tumbuh menjadi individu yang memiliki integritas, rasa tanggung jawab sosial, serta kepedulian terhadap sesama dan lingkungan, yang selaras dengan prinsip rahmatan lil alamin dalam Islam dan tujuan penguatan Profil Pelajar Pancasila. E-ISSN: 2621-0703 P-ISSN: 2528-6250 Pelaksanaan P5RA dalam pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) di SMA 3 Kota Jambi Implementasi P5RA (Proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila dan Rahmatan Lil Alami. dalam pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) di SMA Negeri 3 Kota Jambi menjadi upaya strategis dalam mengintegrasikan nilainilai karakter yang terkandung dalam Pancasila serta ajaran Islam ke dalam keseharian peserta Berdasarkan hasil wawancara dan observasi, diperoleh temuan bahwa pelaksanaan P5RA tidak hanya berorientasi pada aspek akademis, tetapi juga melibatkan dimensi praktis yang menanamkan nilai gotong royong, toleransi, empati, keadilan, dan kepedulian lingkungan. Melalui proyek-proyek dan kegiatan yang dirancang secara sistematis, siswa didorong untuk mengimplementasikan ajaran agama dalam konteks sosial yang lebih luas, baik di lingkungan sekolah maupun di masyarakat. Guru PAI di SMA 3 Kota Jambi mendukung pembentukan karakter siswa. Kegiatan-kegiatan ini dilaksanakan dalam bentuk proyek, diskusi kelompok, kegiatan sosial, dan kampanye berbasis nilai-nilai Islam dan Pancasila. Dengan memfasilitasi siswa dalam menghadapi tantangan nyata melalui kegiatan tersebut, diharapkan dapat terbangun kesadaran sosial dan rasa tanggung jawab yang tinggi di kalangan siswa. Tabel 1. Implementasi P5RA dalam Pembelajaran Pendidikan Agama Islam di SMA 3 Kota Jambi Aspek P5RA Bentuk Implementasi Hasil Implementasi Gotong Royong Kegiatan proyek bersama seperti membersihkan masjid atau lingkungan sekolah, diskusi kelompok tentang pentingnya gotong royong dalam Islam. Toleransi Proyek kolaboratif antar siswa dengan latar belakang agama yang berbeda untuk membahas nilai-nilai toleransi dalam Islam. Mengadakan kegiatan sosial seperti berbagi sembako kepada yang pentingnya empati menurut ajaran Islam. Siswa belajar untuk bekerja sama dalam kelompok, meningkatkan rasa solidaritas dan kekompakan antar sesama, serta mengaplikasikan ajaran Islam tentang kerja sama. Siswa memahami dan menghargai perbedaan agama, belajar untuk hidup rukun dengan umat beragama lain, serta memperkuat rasa toleransi antar individu. Siswa mengembangkan sikap empati, lebih peka terhadap kebutuhan orang lain, serta belajar mengaplikasikan ajaran Islam tentang kepedulian sosial. Empati Keadilan Diskusi atau studi kasus mengenai Islam, sehari-hari. Siswa memahami konsep keadilan dalam Islam kehidupan sehari-hari, baik dalam hubungan sosial maupun interaksi dengan orang lain. https://ejournal. id/index. php/mp | 400 Jurnal Muara Pendidikan Vol. 10 Issue 2. Desember . Kepedulian terhadap Lingkungan Proyek pelestarian lingkungan, seperti menanam pohon di sekolah atau mengadakan kampanye kebersihan berbasis ajaran Islam. Penerapan P5RA (Proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila dan Rahmatan Lil Alami. dalam pembelajaran Pendidikan Agama Islam di SMA 3 Kota Jambi memiliki relevansi yang kuat dengan nilai-nilai yang terkandung dalam Kurikulum Merdeka, khususnya dalam membentuk karakter siswa yang berlandaskan pada prinsip Pancasila dan ajaran Islam. Dalam aspek gotong royong, misalnya, kegiatan proyek bersama seperti membersihkan masjid atau lingkungan sekolah mengajarkan siswa untuk bekerja sama. Hal ini sangat penting karena pendidikan karakter yang mengedepankan kerja menciptakan hubungan sosial yang harmonis (Jannah 2. Gotong royong sebagai bagian dari implementasi pendidikan agama Islam, mendekatkan siswa pada ajaran Islam tentang kebersamaan dan saling membantu. Pada aspek toleransi, penerapan P5RA melalui proyek kolaboratif antar siswa dari agama yang berbeda bertujuan meningkatkan Toleransi yang menekankan pada sikap saling menghargai untuk menciptakan Islam mengajarkan nilai toleransi yang tinggi dalam interaksi sosial, seperti yang tercantum dalam surat Al-Hujurat ayat 13 yang menyatakan bahwa perbedaan latar belakang tidak seharusnya menjadi penghalang untuk hidup berdampingan. Melalui diskusi dan proyek bersama, siswa dapat lebih memahami pentingnya hidup rukun dengan umat beragama lain dan memperkuat rasa toleransi. Aspek pengembangan sikap peduli terhadap sesama yang terlihat dalam kegiatan sosial seperti berbagi sembako. (Faoziyah 2. menjelaskan empati adalah salah satu kunci dalam membangun hubungan yang sehat antar individu yang juga sejalan dengan ajaran Islam mengenai kepedulian terhadap sesama, terutama mereka yang membutuhkan. Implementasi kegiatan mengaplikasikan prinsip-prinsip rahmatan lilalamin . ahmat bagi seluruh ala. dalam kehidupan sehari-hari. Aspek keadilan dan kepedulian terhadap lingkungan juga memiliki peran yang sangat penting dalam pembelajaran agama Islam di SMA 3 Kota Jambi. Keadilan bisa diperoleh melalui diskusi mengenai konsep keadilan sosial E-ISSN: 2621-0703 P-ISSN: 2528-6250 Siswa lebih sadar akan pentingnya menjaga lingkungan, serta menerapkan ajaran Islam tentang merawat bumi dan sumber daya alam secara bertanggung yang juga sering diajarkan dalam kajian Islam (Hafsah. Saddam, and Endang 2. Di sisi lain, aspek kepedulian terhadap lingkungan terkait dengan pentingnya menjaga alam sebagai amanah yang diberikan oleh Allah. Kegiatan seperti menanam pohon atau kampanye bertanggung jawab dalam menjaga kelestarian bumi, yang sejalan dengan ajaran Islam tentang fitrah dan tanggung jawab terhadap alam. (Misiaszek 2. juga menyatakan bahwa pendidikan berbasis ekologi mendorong siswa untuk tidak hanya memahami pentingnya lingkungan tetapi juga bertindak untuk Evaluasi Pelaksanaan P5RA dalam pembelajaran Pendidikan Agama Islam Pelaksanaan P5RA (Proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila dan Rahmatan Lil Alami. di SMA 3 Kota Jambi memerlukan evaluasi yang komprehensif untuk mengukur keberhasilan penerapan nilai-nilai Pancasila dan ajaran Islam dalam kegiatan pembelajaran. Evaluasi ini tidak hanya mencakup pencapaian aspek kognitif, tetapi juga penanaman nilai karakter yang harus terlihat dalam sikap dan perilaku sehari-hari siswa. Proses evaluasi melibatkan pengamatan langsung terhadap keterlibatan siswa dalam kegiatan pembelajaran yang berbasis karakter, serta bagaimana mereka mengimplementasikan nilai-nilai seperti gotong royong, toleransi, empati, dan kepedulian terhadap lingkungan. Evaluasi pelaksanaan P5RA dilakukan secara formatif dan sumatif. Evaluasi formatif bertujuan untuk menilai kemajuan siswa selama proses pembelajaran, termasuk partisipasi dalam kegiatan kelompok, diskusi, serta kegiatan sosial. Ini juga mencakup pemberian umpan balik secara langsung selama kegiatan berlangsung, sehingga siswa dapat memperbaiki dan meningkatkan pemahaman serta sikap mereka. Evaluasi ini sesuai dengan prinsip pendidikan karakter yang terus berproses dan bersifat dinamis (Hasibuan 2. Dengan cara ini, guru dapat memberikan arahan dan bimbingan yang tepat untuk memperkuat nilai-nilai karakter siswa. Evaluasi sumatif dilakukan di akhir suatu periode pembelajaran atau proyek untuk menilai kompetensi yang diharapkan. Evaluasi ini bisa berupa tes yang mengukur pemahaman siswa https://ejournal. id/index. php/mp | 401 Jurnal Muara Pendidikan Vol. 10 Issue 2. Desember . konsep-konsep Pendidikan Agama Islam (PAI), tetapi juga bisa berupa penilaian terhadap tindakan nyata mereka dalam kegiatan sosial dan proyek berbasis nilai. Misalnya, apakah siswa dapat menunjukkan sikap empati melalui kegiatan sosial seperti berbagi sembako atau apakah mereka mengimplementasikan nilai keadilan dalam interaksi sehari-hari mereka. (Hafsah et al. menekankan bahwa evaluasi terhadap pendidikan karakter harus mencakup aspek pengetahuan, sikap, dan tindakan yang terintegrasi dalam kehidupan siswa. Model evaluasi yang diterapkan juga mencakup evaluasi diri yang dilakukan oleh siswa itu sendiri. Evaluasi diri ini bertujuan untuk mengembangkan kesadaran siswa akan nilainilai yang telah mereka pelajari dan diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Siswa diberi kesempatan untuk merefleksikan pengalaman mereka dalam kegiatan P5RA, termasuk apakah mereka merasa nilai-nilai Pancasila dan Islam telah membentuk mereka menjadi pribadi yang lebih baik. Dalam konteks ini, refleksi diri menjadi metode evaluasi yang penting untuk mengukur kedalaman pemahaman siswa terhadap konsepkonsep yang diajarkan (Miller 2. Penilaian Siswa mengumpulkan berbagai bukti pembelajaran mereka, seperti laporan kegiatan, refleksi pribadi, dokumentasi kegiatan sosial, dan hasil proyek. Penilaian berbasis portofolio memungkinkan guru untuk mengevaluasi secara lebih menyeluruh tentang pengembangan karakter siswa, serta apakah mereka telah menerapkan nilai-nilai yang telah dipelajari dalam kehidupan sehari-hari. Hal ini sejalan dengan apa yang disampaikan oleh (Darwanti. Fauziati, and Fathoni 2. , yang menyatakan bahwa penguatan karakter melalui proyek dan portofolio kemajuan siswa. Evaluasi pelaksanaan P5RA dalam pembelajaran Pendidikan Agama Islam di SMA 3 Kota Jambi harus bersifat holistik dan Dengan menggunakan berbagai model evaluasi seperti formatif, sumatif, evaluasi diri, dan portofolio guru dapat menilai secara komprehensif perkembangan karakter dan pemahaman siswa. Melalui evaluasi ini, diharapkan siswa tidak hanya memahami teori agama dan nilai-nilai Pancasila, tetapi juga mampu mengaplikasikannya dalam kehidupan sehari-hari mereka. Hal ini sejalan dengan tujuan P5RA yang ingin membentuk generasi muda yang berkarakter, berkeadilan, dan mampu menjadi agen perubahan yang positif bagi E-ISSN: 2621-0703 P-ISSN: 2528-6250 KESIMPULAN Berdasarkan temuan dan pembahasan penelitian, kesimpulan penelitian ini, yaitu implementasi Proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila dan Rahmatan lil-AoAlamin (P5RA) dalam pembelajaran Pendidikan Agama Islam di SMA 3 Kota Jambi, dapat disimpulkan bahwa perencanaan pembelajaran telah dirancang dengan baik melalui integrasi nilai-nilai Pancasila dan ajaran Islam ke dalam kegiatan Guru tidak hanya berfokus pada aspek kognitif, tetapi juga menekankan pada pengembangan karakter siswa melalui nilai gotong royong, toleransi, empati, keadilan, dan kepedulian terhadap lingkungan. Pelaksanaan P5RA dilakukan secara kolaboratif dengan memberikan kesempatan kepada siswa untuk mengaplikasikan nilai-nilai tersebut dalam kehidupan nyata, sehingga berdampak pada pembentukan pribadi yang berintegritas, adil, empatik, dan peduli terhadap sesama maupun Evaluasi yang dilakukan juga bersifat komprehensif, mencakup evaluasi formatif, sumatif, evaluasi diri, dan portofolio, sehingga mampu menilai keberhasilan siswa secara holistik baik dari segi pengetahuan, sikap, maupun tindakan. Penelitian ini memiliki keterbatasan karena hanya berfokus pada satu mata pelajaran yaitu Pendidikan Agama Islam dan pada satu sekolah saja, sehingga belum dapat menggambarkan implementasi P5RA secara lebih luas di sekolah maupun mata pelajaran lain. Oleh karena itu, memperluas objek kajian pada berbagai mata pelajaran serta sekolah yang berbeda agar diperoleh gambaran yang lebih menyeluruh. Selain itu, bagi pihak sekolah dan guru, direkomendasikan untuk terus meningkatkan pembelajaran berbasis P5RA serta memperkuat kolaborasi dengan orang tua dan masyarakat agar nilai-nilai yang ditanamkan benar-benar terinternalisasi dalam kehidupan sehari-hari DAFTAR PUSTAKA