JURNAL INOVTEK SERI TEKNIK SIPIL DAN APLIKASI (TEKLA), VOL. NO. DESEMBER 2024 E-ISSN 2715-842X OPTIMASI KINERJA PELABUHAN RORO BANDAR SRI JUNJUNGAN KOTA DUMAI Rio Hendra Yuda1. Marhadi Sastra2. Politeknik Negeri Bengkalis. Jl. Bathin Alam. Bengkalis. Riau rioocil9@gmail. com1, marhadi@polbeng. Abstrak Pelabuhan RoRo Bandar Sri Junjungan di Dumai menghubungkan daerah Dumai dengan Pulau Rupat. Pelabuhan ini memiliki aktivitas penyeberangan yang Ini dapat dilihat dari lalu lintas kendaraan di akhir pekan dan hari libur dari pelabuhan penyeberangan Dumai ke Tanjung Kapal. Tujuan penelitian ini adalah untuk mempelajari sistem antrian, menemukan solusi untuk antrian kendaraan, dan mendapatkan hasil dari analisis tingkat kebutuhan layanan produktivitas untuk kendaraan dan penumpang RoRo yang dimuat ke kapal RoRo di Pelabuhan Sri Junjungan Kota Dumai. Untuk memprediksi produktivitas selama lima tahun ke depan, survei lapangan, substitusi steady state, dan regresi linear kuadrat digunakan dalam penelitian ini. Karena kondisi A<1 tidak terpenuhi, sistem antrian belum berada pada kondisi steady state, menurut data survei. Metode substitusi steady state dengan penambahan satu kapal mengurangi kepadatan antrian dan menghasilkan waktu antrian tersibuk. Analisis data prakiraan lima tahun ke depan . 4Ae2. menunjukkan peningkatan jumlah penumpang sebesar 12,66%, jumlah kendaraan roda 2 sebesar 9%, jumlah kendaraan roda 4 sebesar 9%, dan jumlah kendaraan roda 6 sebesar 6%. Dari analisis ini, dapat disimpulkan bahwa dengan penambahan satu kapal, tingkat pelayanan kapal akan optimal dalam mengelola antrian kendaraan, dan produktivitas penumpang dan kendaraan akan meningkat setiap tahun di Pelabuhan Bandar Sri RoRo Junjungan Kota Dumai Kata Kunci: Pelabuhan. Sistem antrian. Steady state. Pelayanan. Peramalan. Abstract Bandar Sri Junjungan RoRo Port in Dumai connects the Dumai area with Rupat Island. This port has high crossing activity. This can be seen from the vehicle traffic on weekends and holidays from the Dumai ferry port to Tanjung Kapal. The purpose of this research is to study the queuing system, find a solution for vehicle queuing, and get the results of the analysis of the level of productivity service needs for RoRo vehicles and passengers loaded onto RoRo ships at Sri Junjungan Port in Dumai City. To predict productivity over the next five years, field surveys, steady state substitution, and linear quadratic regression were used in this study. Since the condition A<1 is not met, the queuing system is not yet in steady state, according to the survey data. The steady state substitution method with the addition of one vessel reduced the queue density and resulted in the busiest queue time. Analysis of the forecast data for the next five years . shows an increase in the number of passengers by 12. 66%, the number of 2-wheeled vehicles by 9%, the number of 4-wheeled vehicles by 9%, and the number of 6-wheeled vehicles by 6%. From this analysis, it can be concluded that with the addition of one ship, the level of ship service will be optimal in managing vehicle queues, and the productivity of passengers and vehicles will increase every year at Bandar Sri RoRo Junjungan Port in Dumai City. Keywords: Port. Queuing system. Steady state. Service. Forecasting. dan/atau bongkar muat kapal. barang berupa terminal dan tempat kapal yang dilengkapi dengan perlengkapan keselamatan dan keamanan kegiatan penunjang angkutan laut dan pelabuhan, serta tempat pengangkutan dan antarmoda . Pelabuhan Roro Dumai-Rupat yang ditunjukkan pada Gambar 1 merupakan pelabuhan penyeberangan yang menggunakan kapal Roro (Roll on Roll of. sebagai moda transportasi yang menghubungkan Kota Dumai dengan Pulau Rupat. Pelabuhan ini merupakan pelabuhan dengan aktivitas tinggi atau lalu lintas padat, hal ini disebabkan tingginya aktivitas pada sektor perdagangan, pariwisata dan kegiatan lainnya. Pelabuhan Roro Dumai mempunyai 1 . onton dan moveable bridg. dan prasarana 4 . kapal beroperasi untuk lintas tersebut. Dengan PENDAHULUAN Transportasi adalah perjalanan orang atau barang dengan kendaraan yang digerakkan oleh orang atau mesin dari satu tempat ke tempat lain. Pemerintah pusat, provinsi, dan kabupaten/kota memiliki tanggung jawab untuk menyusun rencana dan merumuskan kebijakan, serta mengawasi dan mengendalikan pelaksanaan pekerjaan transportasi. lintas transportasi dan Kemudahan kebutuhan servis sangat penting untuk menilai kinerja sistem perlintasan sebidang . Pelabuhan adalah suatu tempat yang terdiri dari daratan dan atau perairan di sekitarnya dengan batasan tertentu sebagai tempat kegiatan pemerintahan dan perekonomian yang digunakan sebagai tempat kapal berlabuh, menaikkan dan menurunkan penumpang JURNAL INOVTEK SERI TEKNIK SIPIL DAN APLIKASI (TEKLA). VOL. NO. DESEMBER 2024 keterbatasan fasilitas tersebut, arus kendaraan darat akan mengalami antrian dan waktu tunggu Beberapa faktor yang dapat mempengaruhi kinerja pelabuhan Roro antara lain adalah kapasitas kapal dan dermaga, jumlah petugas, alat bongkar muat, kecepatan proses bongkar muat, serta kelengkapan infrastruktur dan teknologi yang digunakan. Oleh karena itu, untuk menjamin pelabuhan Roro dapat bekerja secara maksimal maka perlu dilakukan optimalisasi kinerja pada pelabuhan Optimalisasi kinerja di Pelabuhan RoRo membawa sejumlah keuntungan signifikan yang berdampak positif bagi berbagai pihak, termasuk pemerintah, pelaku usaha, dan masyarakat umum. Salah satu keuntungan utama adalah peningkatan efisiensi operasional yang berkontribusi langsung pada pengurangan waktu tunggu . aiting tim. bagi kapal dan Hal ini, pada gilirannya, dapat meningkatkan turnover kapal dan kendaraan, yang sangat penting dalam industri transportasi Selain itu, dengan kinerja yang optimal, pelabuhan mampu menangani volume lalu lintas yang lebih besar tanpa harus menambah infrastruktur secara signifikan, yang berarti biaya investasi dapat ditekan. Sebagai Sebagai contoh. Kementerian Perhubungan telah menerapkan beberapa langkah untuk mengurangi biaya logistik Hal ini mencakup peningkatan pengembangan pelabuhan hub internasional dan dukungan pelabuhan, keamanan, regulasi, teknologi informasi, penggunaan pembiayaan alternatif dan revitalisasi kelembagaan . Dari sini dapat dilihat bahwa kinerja pelabuhan dapat mempengaruhi biaya logistic nasional. Keuntungan lain dari optimalisasi kinerja pelabuhan adalah peningkatan kualitas layanan Dengan penerapan teknologi dan manajemen yang lebih baik, layanan di pelabuhan dapat menjadi lebih cepat, aman, dan andal. Hal ini akan meningkatkan kepuasan pengguna, baik penumpang maupun pelaku usaha, yang pada E-ISSN 2715-842X akhirnya dapat meningkatkan volume bisnis dan pendapatan pelabuhan. Secara ekonomi, pelabuhan penyeberangan berperan sebagai mesin perekonomian. Selain sebagai pintu gerbang distribusi barang pelabuhan penyeberangan juga berfungsi sebagai fasilitas umum dan tempat interaksi antar pengguna . METODOLOGI Pengumpulan Data Pengumpulan data primer dengan observasi atau pengamatan dimulai dari area antrian kendaraan roda dua dan empat, dan pos dermaga Pelabuhan Roro Dumai serta pos dermaga Pelabuhan Rupat. Survei ini dilakukan selama enam hari dan dibagi menjadi hari biasa dan hari libur nasional. Untuk mengetahui penumpang/kendaraan Pelabuhan Bandar Sri Junjungan Kota Dumai juga dilakukan permintaan data berupa data sekunder ke UPT Dishub Provinsi Riau. Data kendaraan/penumpang, data kapasitas muatan kapal, dan waktu berangkat, waktu berlayar, waktu sandar dan waktu muat kapal. Gambar 1. Pelabuhan Roro Dumai Pengolahan Data Survei dilakukan dalam dua kondisi, yakni kondisi pertama dilakukan pada hari kerja biasa pada tanggal 11-13 Mei 2024 dan kondisi kedua di hari libur nasional pada tanggal 12-14 April 2024 (Hari Raya Idul Fitri 2. dengan waktu pengambilan data pada jam 07. 00 WIB. JURNAL INOVTEK SERI TEKNIK SIPIL DAN APLIKASI (TEKLA), VOL. NO. DESEMBER 2024 E-ISSN 2715-842X kualitas dan efisiensi pelayanan mereka. Untuk mengetahui kinerja layanan kapal, dilakukan penelitian untuk mengetahui rata-rata jumlah kendaraan yang memasuki kapal () atau meninggalkan sistem per jam. Survei ini dilakukan selama 23 jam pada hari kerja dan hari libur nasional. Metode survei yang digunakan adalah observasi langsung terhadap kondisi lapangan terkini dan dokumentasi kondisi eksisting. Hal ini dilakukan untuk mengetahui kondisi terkini saat itu, sehingga diharapkan tidak terjadi kesalahan dalam estimasi dan perencanaan. Analisis Kapasitas Kapal Analisis kapasitas kapal adalah proses evaluasi yang dilakukan untuk menentukan berapa banyak muatan atau kargo yang dapat diangkut oleh suatu kapal. Analisis ini melibatkan berbagai faktor seperti ukuran, bobot, jenis muatan, kekuatan struktur kapal, dan persyaratan hukum serta regulasi maritim yang berlaku. Tujuan dari analisa kapasitas kapal adalah untuk memastikan bahwa kapal dapat beroperasi secara efisien dan aman, serta memaksimalkan penggunaan kapasitas muatan yang tersedia. Dengan melakukan analisis tersebut diperoleh data volume muatan yang dapat dimuat oleh kapal. Analisis Kinerja Arus Kapal Kondisi kinerja arus kapal dapat dinilai berdasarkan beberapa indikator servis yang mencerminkan seberapa baik kapal tersebut dapat beroperasi di lingkungan yang dipengaruhi oleh arus laut. Indikator servis adalah data yang memberikan informasi mengenai durasi layanan kapal ketika berada di daerah lintasan penyeberangan . Sedangkan indikator kinerja layanan yang terkait dengan fasilitas pelabuhan dijelaskan sebagai berikut: Waiting Time adalah waktu kapal menunggu pelayanan tambatan dan pelayanan pandu Waiting Time = Waktu Pelayanan (Pilot on Board/ POB) - Waktu Penetapan Pelayanan Masuk. Postpone Time adalah waktu tertunda yang tidak bermanfaat selama kapal berada di perairan pelabuhan antara lokasi lego jangkar sebelum/sesudah melakukan Postpone Time = Waktu kapal lego jangkar . sampai dengan waktu penetapan pelayanan masuk. Approach Time adalah waktu yang digunakan selama pelayanan pemanduan, sejak kapal bergerak dari lego jangkar sampai ikat tali di tambatan dan sebaliknya Approach Time = . apal mulai bergerak s/d ikat tal. epas tali s/d pandu turu. Berthing Time atau waktu tambat adalah jumlah jam selama kapal berada ditambatan, terhitung sejak kapal mengikat tali sampai tali dilepas pada tempat . Turn Round Time adalah jumlah waktu selama kapal berada didermaga, terhitung sejak kapal tiba di lego jangkar sampai Analisis Antrian Kendaraan Analisis antrian kendaraan adalah studi yang digunakan untuk menganalisis perilaku antrian kendaraan, terutama di tempat-tempat seperti terminal transportasi, gerbang tol, dan fasilitas Tujuan dari analisis ini adalah untuk memahami dan meningkatkan efisiensi sistem transportasi dengan mengidentifikasi dan mengatasi potensi kemacetan serta waktu tunggu yang berlebihan. Dari hasil analisis ini dapat ditentukan jumlah rata-rata antrian () kendaraan dalam satu jam. Analisis Pelayanan Kendaraan Kinerja pelayanan kapal pada kendaraan mengacu pada kemampuan suatu kapal untuk memberikan pelayanan yang efektif, efisien, dan aman bagi penumpang dan kargo yang Kinerja pelayanan kapal yang baik dapat meningkatkan kepercayaan pelanggan dan membawa manfaat finansial bagi perusahaan pelayaran. Oleh karena itu, perusahaan pelayaran harus terus memonitor kinerja pelayanan kapal mereka dan melakukan perbaikan yang diperlukan untuk meningkatkan JURNAL INOVTEK SERI TEKNIK SIPIL DAN APLIKASI (TEKLA). VOL. NO. DESEMBER 2024 meninggalkan lego jangkar, dinyatakan dalam jam dinyatakan dalam satuan jam Turn Round Time = Waiting Time Postpone Time Approach Time Berthing Time. E-ISSN 2715-842X agar tidak terjadinya antrian kendaraan yang Penambahan Dermaga Penambahan dermaga merupakan salah satu alternatif untuk membuat antrian dalam kondisi stabil atau kondisi Steady-State. Dilakukan survei kepada masing-masing kru kapal untuk mengetahui faktor yang mempengaruhi waktu tunggu kapal dan lama waktu tunggu di Analisis Kondisi Steady-State Analisis steady state dalam antrian kendaraan dapat memberikan wawasan yang berharga dalam merencanakan dan mengelola infrastruktur transportasi. Misalnya, dengan memahami perilaku antrian kendaraan dalam kondisi stabil, para perencana transportasi dapat menentukan jumlah loket atau jalur yang diperlukan untuk melayani lalu lintas kendaraan dengan efisien, serta mengevaluasi waktu rata-rata yang dihabiskan kendaraan dalam antrian . Ukuran Steady-State dari kinerja sistem antrian di simbolkan dengan A dan dihitung dengan rumus: = . < 1 Produktivitas Pelabuhan Produktivitas pelabuhan mengacu pada menghasilkan output atau layanan yang diinginkan dengan menggunakan sumber daya yang tersedia secara efisien. Produktivitas ini dapat diukur dengan berbagai metrik, termasuk jumlah barang yang ditangani, jumlah kapal yang diterima, waktu putar kapal, waktu tunggu kapal, dan berbagai indikator lainnya. Dimana : = Banyak kendaraan yang datang = Laju pelayanan = Banyak server HASIL DAN PEMBAHASAN Analisis Kapasitas Kapal Tabel 1. Kapasitas Kapal Roro Nama Kapal Analisis Sistem Antrian dengan Merubah Tingkat Pelayanan Apabila kondisi Steady-State tidak terpenuhi atau memiliki nilai lebih dari satu, perlu dilakukan perubahan tingkat pelayanan dalam sistem antrian. Hal ini dapat dilakukan dengan mensimulasikan kondisi dengan penambahan dermaga ataupun jalur kendaraan sehingga diapat nilai kondisi Steady-State kurang dari 1. Penjadwalan Waktu Lepas Sandar Untuk mengatasi waktu sandar yang terlalu lama, maka diperlukannya analisis perubahan waktu bongkar muat kendaraan agar tidak terjadinya antrian atau penumpukan kapal dengan cara mengubah waktu bongkar muat menjadi lebih cepat pada hari libur nasional, dikarenakan pada saat hari libur nasional maupun hari besar lainnya antrian kendaraan akan padat dan memerlukan waktu yang cepat Kapasitas Angkut Lintasan Mobil Motor KMP. Muria DumaiTanjung Kapal KMP. Kakap DumaiTanjung Kapal KMP. Swarna Dharma DumaiTanjung Kapal KMP. Swarna Bengawan DumaiTanjung Kapal Data kapasitas kapal didapat melalui UPT Pelabuhan RoRo Dumai. Analisis ini bertujuan untuk memperoleh data volume barang yang dapat dimuat oleh kapal. Data kapasitas angkut kapal dapat dilihat pada Tabel 1. JURNAL INOVTEK SERI TEKNIK SIPIL DAN APLIKASI (TEKLA), VOL. NO. DESEMBER 2024 Analisis Antrian Kendaraan Survei ini bertujuan untuk mengetahui ratarata jumlah antrian kendaraan () per jam. Data kendaraan yang dihitung merupakan data jumlah kendaraan yang datang selama masa penelitian 12 jam dengan tiga hari survei hari biasa dan tiga hari survei hari libur nasional. E-ISSN 2715-842X Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui rata-rata jumlah kendaraan yang masuk kapal () atau keluar sistem per jam. Data kendaraan yang dihitung merupakan data jumlah kendaraan yang masuk ke kapal selama masa penelitian 12 jam dengan tiga hari survey hari biasa dan tiga hari survey pada libur nasional. Berdasarkan gambar 4 dan 5 terlihat terjadi peningkatan jumlah sepeda motor dan mobil dibandingkan hari normal. Jumlah pelayanan sepeda motor terbanyak pada hari biasa sebanyak 20 kendaraan, dan antrian mobil sebanyak 28 kendaraan. Pada hari libur nasional jumlah antrian terbanyak untuk sepeda motor sebanyak 40 kendaraan dan mobil sebanyak 25 kendaraan. Gambar 2 Grafik Perbandingan Antrian Sepeda Motor Hari Biasa dan Hari Libur Nasional Gambar 4. Grafik Perbandingan Pelayanan Sepeda Motor Hari Biasa dan Hari Libur Nasional Gambar 3. Grafik Perbandingan Antrian Mobil Hari Biasa dan Hari Libur Nasional Kedua grafik pada Gambar 2 dan 3 menunjukkan antrian sepeda motor dan mobil pada hari libur meningkat dibandingkan hari normal, karena pada saat peninjauan lapangan banyak kendaraan yang melewati pelabuhan Tanjung Kapal. Data antrian sepeda motor terbanyak pada hari biasa sebanyak 20 kendaraan dan antrian mobil sebanyak 29 Pada hari libur nasional, jumlah antrian sepeda motor terbanyak sebanyak 40 kendaraan dan antrian mobil sebanyak 26 Analisis Pelayanan Kendaraan (Deman. Gambar 5. Grafik Perbandingan Pelayanan Mobil Hari Biasa dan Hari Libur Nasional Analisis Kinerja Arus Kapal Survei kinerja arus kapal bertujuan untuk mengetahui Turn Round Time (TRT) terhadap kinerja sistem pelayanan kapal di Pelabuhan RoRo Bandar Sri Junjungan Kota Dumai. Waiting Time (WT) Berdasarkan survei dilapangan yang disajikan dalam Tabel 2. Waiting Time di JURNAL INOVTEK SERI TEKNIK SIPIL DAN APLIKASI (TEKLA). VOL. NO. DESEMBER 2024 Pelabuhan Roro Bandar Sri Junjungan Kota Dumai memakan waktu tunggu di perairan sekitar rata-rata 29 menit. Hal ini disebabkan karena kapal harus mengantri terlebih dahulu untuk berlabuh di dermaga, karena setiap E-ISSN 2715-842X pelabuhan hanya memiliki satu dermaga saja sedangkan kapal yang beroperasi sebanyak 4 kapal, maka terjadilah Waiting Time di pelabuhan baik di Pelabuhan RoRo Dumai maupun Pelabuhan RoRo Tanjung Kapal. Tabel 2. Waiting Time Kapal Nama Kapal KMP. Muria KMP. Kakap KMP. Swarna Dharma KMP. Swarna Bengawan Rata-rata Waiting Time Kapal Hari Waiting Time Kapal Hari Biasa . Libur Nasional . Hari-1 Hari-2 Hari-3 Hari-1 Hari-2 Hari-3 . Postpone Time (PT) Berdasarkan hasil survei lapangan. Postpone Time di Pelabuhan RoRo Bandar Sri Junjungan Kota Dumai tidak melakukan pengurusan dokumen dermaga untuk mencegah terjadinya keterlambatan di laut. Approach Time (AT) Approach Time adalah waktu tugas penggerak, yaitu waktu yang diperlukan kapal untuk berpindah dari jangkar sampai tali melekat pada tanah. Berdasarkan data survei, waktu yang dibutuhkan kapal untuk masuk dan keluar setiap objek wisata adalah 4 menit . Tabel 3 adalah rekapan Approach Time kapal pada hari biasa dan hari libur nasional. Tabel 3. Approach Time Kapal Nama Kapal KMP. Muria KMP. Kakap KMP. Swarna Dharma KMP. Swarna Bengawan Rata-rata Approach Time Kapal Hari Biasa . Hari-1 Hari-2 Hari-3 Approach Time Kapal Hari Libur Nasional . Hari-1 Hari-2 Hari-3 Tabel 4. Berthing Time Nama Kapal KMP. Muria KMP. Kakap KMP. Swarna Dharma KMP. Swarna Bengawan Rata-rata Berthing Time Kapal Hari Biasa . Hari-1 Hari-2 Hari-3 . Berthing Time (BT) Berthing Time adalah waktu pelayanan kapal di tempat berlabuh, waktu yang digunakan untuk melakukan kegiatan bongkar muat dihitung sejak tali pertama diikatkan pada dermaga sampai dengan tali tambatan terakhir dilepas dari dermaga. Berdasarkan data survei, estimasi Berthing Time Pelabuhan RoRo Berthing Time Kapal Hari Libur Nasional . Hari-1 Hari-2 Hari-3 Bandar Sri Junjungan Dumai adalah 35 menit. Tabel 4 adalah rekapan Berthing Time kapal pada hari biasa dan hari libur nasional. Turn Around Time (TRT) Turn Round Time adalah total keseluruhan dari Waiting Time. Postpone Time. Approach Time, dan Berthing Time. TRT=WT PT AT BT JURNAL INOVTEK SERI TEKNIK SIPIL DAN APLIKASI (TEKLA), VOL. NO. DESEMBER 2024 =29 menit 4 menit 35 menit =68 menit = 1,1 jam Analisis Kondisi Steady-State Kondisi Steady-State terpenuhi jika rata-rata kedatangan tidak melebihi rata-rata pelayanan, dapat dikatakan < atau A < 1 . Dimana adalah rata-rata kedatangan kendaraan per satuan waktu, sedangkan adalah rata-rata pelayanan per satuan waktu. E-ISSN 2715-842X Setelah dilakukan perhitungan, terlihat bahwa sistem selanjutnya tidak dalam keadaan stabil (Steady-Stat. karena syarat = / . 1 tidak terpenuhi. Analisis Sistem Antrian dengan Merubah Tingkat Pelayanan Gambar 8. Grafik Kondisi Steady state Sepeda Motor Dengan Penambahan Kapal Gambar 6. Grafik Kondisi Steady state Sepeda Motor Gambar 9. Grafik Kondisi Steady state Mobil Dengan Penambahan Kapal Gambar 7. Grafik Kondisi Steady state Mobil Nilai tingkat pelayanan kurang dari satu yang berarti rata-rata kedatangan tidak melebihi kapasitas pelayanan untuk memenuhi kondisi steady state. Artinya sistem pelayanan sudah baik dan hasil yang diperoleh dapat langsung digunakan untuk menentukan metrik kinerja sistem pelayanan. Jika nilai tingkat pelayanan lebih besar dari satu, maka rata-rata kedatangan melebihi kapasitas pelayanan sehingga tidak memenuhi kondisi steady state. Artinya, sistem pelayanan harus ditingkatkanatau ditambahkan untuk memenuhi kondisi kondisi steady state. Grafik kondisi mapan untuk sepeda motor dan mobil dapat dilihat pada Gambar 6 dan 7. Kondisi Turn Round Time (TRT) dengan jumlah kapal sebanyak 4 buah atau 68 menit selalu menimbulkan steady state A = /. ) > 1, sehingga dilakukan simulasi jika ditambahkan kapal tambahan dari 2 dermaga yang dapat mengoptimalkan sandar kapal di Dermaga Pelabuhan RoRo Bandar Sri Junjungan Dumai Penambahan 1 buah kapal dapat bersandar di pelabuhan dengan kapasitas angkut kapal untuk sepeda motor 110 kendaraan dan mobil 45 kendaraan serta waktu tunggu kapal menjadi 0 Dengan kondisi eksisting pada dermaga pelabuhan Dumai hanya memiliki satu dermaga sehingga menyebabkan waktu tunggu kapal selama 29 menit. Lalu dihitung nilai kondisi JURNAL INOVTEK SERI TEKNIK SIPIL DAN APLIKASI (TEKLA), VOL. NO. DESEMBER 2024 steady state pada sistem antrian Pelabuhan RoRo Bandar Sri Junjungan Dumai. Grafik kondisi steady state sepeda motor dan mobil dengan penambahan 1 kapal dapat dilihat pada Gambar 8 dan 9. pada saat hari libur nasional maupun hari besar lainnya antrian kendaraan akan padat dan memerlukan waktu yang cepat agar tidak terjadinya antrian kendaraan yang panjang. Sedangkan untuk hari biasa bisa tetap mengikuti prosedur pelayanan karena antrian kendaraan tidak terlalu padat. Analisis Penambahan Dermaga Berdasarkan data wawancara pada masing Ae masing kapal, diambil kesimpulan dengan penambahan 1 dermaga, waktu tunggu bisa berkurang menjadi 0 menit dengan asumsi 4 kapal yang beroperasi bisa bersandar tanpa menunggu kapal lain bongkar muat. Jika 1 dermaga lagi dibangun harus memperhatikan muka air tertinggi (Highest High Water Level / HHWL) dan muka air terendah (Lower Low Water Level / LLWL). Proses SPB (Surat Persetujuan Berlaya. juga mempengaruhi Waiting Time pada kapal . Perhitungan Peramalan Data Produktivitas Pelabuhan Produktivitas keseluruhan data produktivitas penumpang dan kendaraan pada pelabuhan. Produktivitas penumpang dan kendaraan di suatu pelabuhan penumpang dan kendaraan yang diangkut oleh suatu penyeberangan dalam jangka waktu Produktivitas ini dapat dihitung dengan membandingkan jumlah penumpang dan kendaraan yang diangkut dengan kapasitas maksimal kapal . Semakin tinggi produktivitas penumpang dan kendaraan maka pelayanan penyeberangan akan semakin efisien. Produktivitas penumpang dan kendaraan dapat dihitung untuk kurun waktu tertentu, misalnya selama lima tahun terakhir, dan dapat digunakan untuk melakukan peramalan jumlah produktivitas penumpang dan kendaraan untuk kurun waktu yang akan Peramalan ini dapat dilakukan dengan menggunakan metode regresi linear kuadrat terkecil dan memerlukan data produktivitas tahunan yang telah dikumpulkan selama lima tahun terakhir. Selain itu, peramalan juga memerlukan analisis mengenai load factor. Tabel 5. Rekapituasi Hasil Simulasi Untuk Model Antrian (M/M/. : (GD/O/O) Simulasi Model Antrian Tingkat menganggur server Tingkat pelayanan Jumlah rata-rata menunggu dalam Jumlah rata-rata menunggu dalam Waktu rata-rata menunggu dalam Waktu rata-rata menunggu dalam sisten . ntrian Sepeda Motor Mobil 63,7% 36,3% 68,8% 2,21 0,005 jan 0,086 jam 0,014 jam 0,071 jam E-ISSN 2715-842X Keadaan sistem untuk laju kedatangan maksimum berada pada keadaan tetap . teady stat. sehingga simulasi model dapat dilakukan dalam antrian. Rangkuman hasil simulasi model berikut (M/M/. : (GD/O/O) dengan Turnaround Time (TRT) yaitu 68 menit pada Jumat, 12 April 2024 waktu 11. kendaraan sepeda motor dan pada senin, 13 Mei 2024 waktu 07. 00 kendaraan mobil yang direkapitulasi ke dalam Tabel 5. Analisis Penjadwalan Waktu Lepas Sandar Berdasarkan survei dilapangan dan wawancara pada kapal, pada proses bongkar muat pada kapal (Berthing Tim. sesuai prosedur memerlukan waktu sekitar 30 menit bahkan lebih, tentu saja hal tersebut merupakan waktu yang sangat lama yang mengakibatkan terjadinya penumpukan kapal di perairan. Untuk mengatasi hal tersebut maka diperlukannya analisis perubahan waktu bongkar muat kendaraan agar tidak terjadinya antrian atau penumpukan kapal dengan cara mengubah waktu bongkar muat menjadi lebih cepat pada hari libur nasional, dikarenakan JURNAL INOVTEK SERI TEKNIK SIPIL DAN APLIKASI (TEKLA). VOL. NO. DESEMBER 2024 jumlah frekuensi, jumlah kapal, dan produktivitas kapal selama lima tahun terakhir. Data yang didapat pada penelitian ini berupa data sekunder berasal dari Dinas Perhubungan Provinsi Riau. Data sekunder yang dimaksud E-ISSN 2715-842X adalah data produktivitas penumpang dan kendaraan Pelabuhan RoRo Bandar Sri Junjungan Dumai Ae Tanjung Kapal. Rupat dari tahun 2019 Ae 2023, dapat dilihat pada Tabel 6. Tabel 6. Data Produktivitas Penumpang & Kendaraan Tahun 2019-2023 Muatan Penumpang Dewasa Anak-anak Gol. Gol. i Gol. IV A Gol. IV B Gol. V A Gol. V B Kendaraan Tahun Tabel 7. Data Pengelompokan Produktivitas Penumpang & Kendaraan Tahun 2019-2023 Penumpang Kendaraan Roda 2 (R-. Kendaraan Roda 4 (R-. Kendaraan Roda 6 (R-. Tabel 8. Kapasitas Kapal RoRo Muatan KMP. Muria Penumpang Kendaraan Roda 2 (R-. Kendaraan Roda 4 (R-. 2Kendaraan Roda 6 (R-. 256 orang KMP. Kakap KMP. Swarna Dharma 200 orang KMP. Swarna Bengawan 175 orang Tabel 9. Data Peramalan Produktivitas Penumpang dan Kendaraan Tahun 2024-2028 Kendaraan Tahun Penumpang Kendaraan Roda 2 Kendaraan Roda 4 Kendaraan Roda 6 (R-. (R-. (R-. Pertumbuhan % . Data Bongkar Muat Kapal dan Kapasitas Kapal Kegiatan bongkar muat di Pelabuhan RoRo Bandar Sri Junjungan Dumai dapat diamati dari pergerakan . ongkar/mua. penumpang dan JURNAL INOVTEK SERI TEKNIK SIPIL DAN APLIKASI (TEKLA). VOL. NO. DESEMBER 2024 E-ISSN 2715-842X kendaraan yang menggunakan jasa kapal RoRo. ke depan adalah sebesar 12,66% untuk Kendaraan tersebut dikelompokkan menjadi 3 penumpang, 9% untuk kendaraan roda dua, 9% . , yaitu kendaraan roda dua (R-. , untuk kendaraan roda 4, dan 6% untuk kendaraan roda 4 (R-. dan kendaraan roda 6 kendaraan roda 6. (R-. Data pergerakan muatan pada jalur ini . Analisis Kinerja Operasi Pelabuhan sejak tahun 2019 disajikan pada Tabel 7. Produktivitas kapal Data kapasitas kapal RoRo yang beroperasi Kapal RoRo yang beroperasi pada pada Pelabuhan RoRo Bandar Sri Junjungan pelabuhan RoRo Bandar Sri Junjungan Dumai Dumai dari tahun 2019 sebanyak 4 . pada tahun 2023 sebanyak 4 . buah kapal buah kapal. Kapasitas dari kapal tersebut dapat RoRo. Berdasarkan data pada Dinas dilihat pada Tabel 8. Perhubungan Provinsi Riau dari 4 buah kapal . Analisa Kebutuhan Transportasi dioperasikan bergantian, yakni 2 armada per Penyebrangan hari pada tahun 2023 menghasilkan 3. Kebutuhan angkutan penyeberangan di Pelabuhan RoRo Bandar Sri Junjungan Dumai penumpang, 83. 713 kendaraan R-2, 86. kendaraan R-4 dan 18. 761 kendaraan R-6. tercermin dari pergerakan . ongkar/mua. penumpang dan kendaraan yang menggunakan Dengan metode perhitungan berdasarkan jasa penyeberangan RoRo. Berdasarkan data Satuan Produksi (SUB), rata-rata faktor nilai bongkar/muat, dapat dibuat prakiraan nilai penyerapan tenaga kerja pada tahun 2023 adalah 1,82. Tabel 10 menyajikan hasil bongkar/muat untuk 5 . tahun mendatang. perhitungan nilai load factor kapal tahun 2023 Prakiraan dilakukan dalam kurun waktu satu tahun dengan menggunakan metode kuadrat dan nilai estimasi tahun 2028 berdasarkan hipotesis produksi tahun 2023. terkecil dan bantuan program Microsoft Excel. Tabel 10 menunjukkan bahwa dengan Model yang dibuat oleh metode ini nilai asumsi produksi pada tahun 2023, maka pada perkiraannya untuk 5 tahun ke depan ditunjukkan pada Tabel 9. tahun 2028 load factor mencapai 4,32% yang Hasil analisis yang disajikan pada Tabel 9 penyeberangan telah melebihi kapasitas yang memberikan gambaran bahwa terdapat pertumbuhan positif pada muatan penumpang tersedia, dimana sesuai persyaratan yang dikeluarkan oleh Kementrian Perhubungan dan roda 2 serta pertumbuhan positif pada muatan roda 4 dan 6 di Pelabuhan Roro Bandar melalui DitJen ASDP bahwa load factor Sri Junjungan Dumai. Perkiraan rata-rata angkutan umum maksimal 1,1%. pertumbuhan tahunan angkutan selama 5 tahun Tabel 10. Load factor Kapal 2024 dan 2028 (Estimas. Jenis Muatan Penumpang Roda 2 Roda 4 Roda 6 Total Kapasitas Kapal Realisasi Realisasi Load factor Load factor Tabel 11. Berth Occupancy Ratio (BOR) Dermaga Bandar Sri Junjungan Pelabuhan Jumlah Kapal (Ja. Panjang Dermaga Rata-Rata Panjang Kapal . Waktu Tersedia (Ja. BOR (%) Dumai JURNAL INOVTEK SERI TEKNIK SIPIL DAN APLIKASI (TEKLA). VOL. NO. DESEMBER 2024 Waktu Pelayanan Kapal Waktu pelayanan kapal dipelabuhan . Waiting Time Gross (WTG) Waktu Kapal pada saat tiba di pelabuhan WTG = WTN PT AT WTG = 0,5 0 0,75 = 1,25 Jam Dimana : WTN : Waiting Time Net PT : Propose Time AT : Aprroach Time . Waktu kapal berada di tambatan/sandar Berthing Time (BT) Waktu kapal di perairan = waktu kapal berada di tambatan dihitung sebagai waktu berada di pelabuhan yaitu jam selama kapal berada di pelabuhan sejak kapal berada di lokasi lego jangkar Turn Arround Time (TRT). TRT = WTG BT TRT = 1,25 0,5 = 1,75 jam Dimana : TRT : Waktu lepas jangkar WTG : Waktu kapal tiba di pelabuhan Bt : Waktu mulai tambat Ae waktu lepas Kemampuan Dermaga Hasil perhitungan BOR dermaga Pelabuhan RoRo Bandar Sri Junjungan terdapat pada Tabel 11. Nilai pada Tabel 11 menunjukan bahwa jika di operasikan 2 kapal RoRo pada 1 lintasan, maka nilai BOR sebesar 40,91%. Bila dioperasikan 3 kapal, maka nilai BOR sebesar 45,08%. Hasil analisis ini menjelaskan bahwa dermaga Pelabuhan RoRo Bandar Sri Junjungan Dumai masih bisa menampung kapal RoRo sesuai jadwal operasionalnya. Sesuai Keputusan Menteri Perhubungan Republik Indonesia No. KM 263 kaitannya dengan Rencana Induk Pelabuhan, mempunyai standar pelayanan fasilitas BOR sebesar 75%, hal ini menunjukkan bahwa standar pelaksanaan operasional dermaga mempunyai batasan sebesar 75% dalam pengoperasiannya . E-ISSN 2715-842X Analisa Pengembangan Jumlah Lintasan dan Jumlah Kapal . Jumlah Lintasan Perhitungan jumlah lintas diperhitungkan berdasarkan total waktu pelayanan dan lama waktu operasi dermaga/pelabuhan, sehingga : L = y 100 2 y T L = y 100 2 y 1 L = 50 Lintasan Trip = 50/2 = 25 trip/lintasan Dimana : L = Jumlah Lintasan WD = Waktu di dermaga T = Total waktu pelayanan Berdasarkan hasil analisis jumlah lintasan sebesar 50 lintasan serta 25 trip per lintasan dan jika dibandingkan dengan pelayanan oleh operasional kapal RoRo di pelabuhan RoRo Bandar Sri Junjungan Dumai sebanyak 20 trip/lintasan mengindikasikan bahwa pelayanan di pelabuhan penyeberangan tersebut sangat memadai dari kebutuhan / permintaan . yang ada. Jumlah Kapal RoRo per Lintasan Jumlah kapal per lintasan dapat dihitung dengan total waktu lintas dibagi dengan waktu di dermaga di formulasikan sebagai berikut : K = K = Dimana : K = Jumlah kapal/lintas = Waktu pelayanan = 1 jam = Waktu di Dermaga = 1 jam Hasil analisis jumlah kapal / lintasan yaitu 2 . kapal, tetapi hasil survei dan data dari Dinas Perhubungan Provinsi Riau sebanyak 2 kapal / lintasan menjelaskan bahwa jumlah kapal yang melayani sudah memenuhi persyaratan jumlah kapal yang dibutuhkan KESIMPULAN Berdasarkan hasil analisis perhitungan data survei dan perhitungan data lima tahun terakhir serta peramalannya di lima tahun kedepan di JURNAL INOVTEK SERI TEKNIK SIPIL DAN APLIKASI (TEKLA). VOL. NO. DESEMBER 2024 pelabuhan RoRo Bandar Sri Junjungan Kota Dumai dapat disimpulkan bahwa. Untuk mengatasi antrian di Pelabuhan RoRo Bandar Sri Junjungan Kota Dumai, dilakukan analisis kondisi steady state. Nilai kondisi steady state tertinggi pada kendaraan sepeda motor sebesar 1,90 dan mobil sebesar 1,73. Hal ini membuat > 1 yang artinya pelayanan kendaraan kurang menangani antrian kendaraan. Untuk mengatasi kondisi steady state > 1 dibuat simulasi penambahan 1 kapal, sehingga nilai < 1. Nilai perubahan kondisi steady state tertinggi pada kendaraan sepeda motor sebesar 0,36 dan mobil sebesar 0,69. Dari survei lapangan selama 6 hari, nilai jumlah antrian kendaraan tertinggi sebesar 337 sepeda motor dan 290 untuk mobil. Sedangkan jumlah pelayanan kendaraan tertinggi untuk sepeda motor sebesar 306 dan untuk mobil sebesar 256 unit. Dari estimasi rata-rata pertumbuhan muatan pertahun selama kurun waktu 5 tahun kedepan adalah sebesar 12,66% untuk penumpang, 9% kendaraan roda 2, 9% untuk kendaraan roda 4, dan 6% untuk kendaraan roda 6. Turn Round Time (TRT) atau waktu pelayanan kapal di Pelabuhan RoRo Bandar Sri Junjungan Kota Dumai dari hasil survei dan perhitungan adalah sebesar 68 menit. Dengan waktu tunggu . aiting tim. rata-rata 29 menit. Hal ini merupakan waktu yang relatif lama terhadap antrian kendaraan di Pelabuhan RoRo Bandar Sri Junjungan Kota Dumai. E-ISSN 2715-842X Pemerintah . Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 61 Tahun 2009 Tentang Kepelabuhanan . Kementerian Perhubungan Republik Indonesia. Tingkatkan Daya Saing Logistik. Menhub Dorong Digitalisasi Layanan Kepelabuhanan. Diakses pada 20 Agustus https://dephub. id/post/read/tingkatkandaya-saing-logistik,-menhub-dorongdigitalisasi-layanan-kepelabuhanan . Dinas Perhubungan Provinsi Aceh. Pelayanan Pelabuhan Baik. Wisata dan Ekonomi Tumbuh. Diakses pada 20 Agustus https://dishub. id/pelayananpelabuhan-baik-wisata-dan-ekonomitumbuh/ . Triatmodjo. AuPerencanaan PelabuhanAy. Beta Offset. Yoyakarta. Maspaitella. Analisis Kebutuhan Kapal Ferry Di Pelabuhan Laut. Provinsi Maluku (Study Kasus Pelabuhan Ferry HunimuaWaipiri. Manumata: Jurnal Ilmu Teknik, 7. , 63-76. Al-Irsyad. Penentuan Model Antrian Pengukuran Kinerja Pelayanan Plasa Telkom Pahlawan Semarang (FSM Universitas Diponegor. Irwansyah. Analisis Kelayakan Penambahan Dermaga Penyalur Minyak Di Pelabuhan PT X Kota Baru. Kalimantan Selatan (Universitas Gadjah Mad. Razak. , & Riksakomara. Peramalan Jumlah Produksi Ikan dengan Menggunakan Backpropagation Neural Network (Studi Kasus: UPTD Pelabuhan Perikanan Banjarmasin. Jurnal Teknik ITS, 6. A142-A148 Keputusan Menteri Perhubungan Republik Indonesia Nomor KM 263, . https://peraturanpedia. com/keputusanmenteri-perhubungan-nomor-km-263tahun-2019/ UCAPAN TERIMAKASIH Penulis mengucapkan terima kasih kepada berbagai pihak yang telah memberikan dukungan dan bantuan berupa data pendukung sehingga penulis dapat menyelesaikan penelitian ini dengan baik. DAFTAR PUSTAKA