Pengaruh Konsep Diri Terhadap Pemilihan Karier Siswa SMK Negeri 7 Surabaya PPENGARUH KONSEP DIRI TERHADAP PEMILIHAN KARIER SISWA SMK NEGERI 7 SURABAYA Amalia Hamida Program Studi Bimbingan dan Konseling. Fakultas Ilmu Pendidikan. Universitas Negeri Surabaya 21024@mhs. Asieline Wahyu Tri Ardyanti Program Studi Bimbingan dan Konseling. Fakultas Ilmu Pendidikan. Universitas Negeri Surabaya asielineardyanti@unesa. Abstrak Konsep diri merupakan salah satu dari sekian banyak elemen internal yang sangat memengaruhi pilihan karier, yang merupakan keputusan penting dalam pertumbuhan pribadi. Konsep diri yang positif memudahkan seseorang mengenali potensi, minat, dan tujuan hidup mereka, sehingga mereka lebih siap memilih jalur karier. Namun, studi menunjukkan bahwa kurangnya kesadaran diri masih menyebabkan banyak mahasiswa kesulitan dalam pengambilan keputusan profesional. Penelitian ini mencoba untuk memastikan dampak konsep diri terhadap pilihan profesi berdasarkan isu ini. Sebanyak 59 responden menjadi subjek penelitian. Skala konsep diri dan skala pilihan pekerjaan digabungkan untuk membuat instrumen penelitian. Hubungan dan tingkat dampak karakteristik konsep diri terhadap pilihan profesi diselidiki melalui analisis data menggunakan metode statistik regresi dan korelasi. Temuan ini menunjukkan hubungan yang positif dan substansial antara pilihan pekerjaan dan konsep diri. Kemampuan seseorang untuk memilih pekerjaan yang sesuai dengan potensi dan meningkatkan tujuan hidup mereka bergantung pada kekuatan konsep diri mereka. Hasil ini mendukung gagasan bahwa kesadaran diri memainkan peran penting dalam memilih vokasi. Simpulan dari penelitian ini adalah bahwa konsep diri berperan sebagai prediktor penting dalam pemilihan karier. Oleh karena itu, saran yang diberikan yaitu sekolah, konselor, dan pihak terkait diharapkan dapat memberikan layanan bimbingan yang berfokus pada pengembangan konsep diri, seperti konseling karier, kegiatan eksplorasi diri, dan pelatihan pemahaman Selain itu, siswa disarankan untuk terus mengembangkan kesadaran diri sebagai bekal dalam mengambil keputusan karier yang matang. Kata Kunci: konsep diri, pemilihan karier Abstract Self-concept is one of the many internal elements that significantly influence career choice, which is a crucial decision in personal growth. A positive self-concept makes it easier for individuals to recognize their potential, interests, and life goals, thus better preparing them for career choices. However, research shows that a lack of self-awareness still causes difficulties for many students in professional decisionmaking. This study attempts to determine the impact of self-concept on career choice based on this issue. total of 59 respondents were the subjects of the study. The self-concept scale and the career choice scale were combined to create a research instrument. The relationship and level of impact of self-concept characteristics on career choice were analyzed through data analysis using statistical methods of regression and correlation. These findings indicate a positive and substantial relationship between career choice and self-concept. A person's ability to choose a job that matches their potential and enhances their life goals depends on the strength of their self-concept. These results support the perception that self-awareness plays a crucial role in vocational choice. The conclusion of this study is that self-concept plays an important predictor in career choice. Therefore, it is recommended that schools, counselors, and related parties provide guidance services that focus on developing self-concept, such as career counseling, selfexploration activities, and potential understanding training. In addition, students are advised to continue to develop self-awareness as a provision for making mature career decisions. Keywords: self-concept, career choice Pengaruh Konsep Diri Terhadap Pemilihan Karier Siswa SMK Negeri 7 Surabaya Pada Agustus 2024, sekolah menengah atas memiliki tingkat kemiskinan terbuka (TPT) terbesar, yaitu 7,05%, dan sekolah menengah kejuruan memiliki tingkat kemiskinan terbuka (TPT) 9,41% dari keseluruhan TFT (Badan Pusat Statistik, 2. Angka-angka ini menunjukkan bahwa lulusan sekolah menengah tidak dapat menerima semua tawaran pekerjaan. Karena rendahnya harga diri, lulusan sekolah menengah kesulitan memilih karier. Menurut perkiraan populasi Indonesia, 60 juta dari 200 juta penduduk Indonesia masih muda, dan 5 juta di antaranya tinggal di Surabaya (Syarifah Gustiawati Mukri, 2. Mereka harus memilih pekerjaan berdasarkan keterampilan dan minat mereka. Jika seseorang tidak dapat memilih karier dengan tepat, maka adanya keraguan yang ada didalam dirinya (Agus Girianto, 2. , seperti susahnya mencari pekerjaan yang tepat, tidak adanya dukungan keluarga dalam melakukan segala hal, dan masih banyak lagi. Adapun sebuah alasan mengapa siswa tidak dapat memilih karier yang sesuai, dikarenakan mereka tidak dapat memahami konsep dirinya. Dalam konteks pemilihan karier, konsep diri memengaruhi bagaimana seseorang memahami kemampuan, minat, dan potensi mereka, yang pada akhirnya berdampak pada keputusan karier yang diambil. Menurut teori Self-Concept dari Super . , pemilihan karier adalah perwujudan konsep diri individu termasuk siswa yang memiliki konsep diri rendah dalam dunia kerja. Rogers mendefinisikan konsep diri sebagai perspektif individu terhadap dirinya sendiri, termasuk keyakinan, evaluasi, dan nilai-nilai (Arif dkk. , 2. Jadi, konsep diri adalah bagaimana seseorang memandang dirinya sendiri, merasa tentang dirinya sendiri, dan ingin menjadi dirinya sendiri. Citra diri memengaruhi pilihan pekerjaan. Jika siswa dapat memahami konsep dirinya dengan jelas, maka siswa tersebut dapat menentukan karier yang Sedangkan jika siswa memiliki konsep diri yang baik, maka akan mendapatkan kepuasan secara pribadi, sosial, moral dan lain sebagainya. Terkait dengan hal itu, subjek yang peneliti peroleh dalam media internet menyatakan bahwa, siswa SMK Negeri 7 Surabaya ini adalah siswa yang berada dalam lingkungan yang tidak aman, mereka merupakan keluarga dari ekonomi rendah . eluarga kurang mamp. , partisipasi rendah . , adanya masalah Kesehatan . aik fisik maupun menta. , adanya traumatis, juga memiliki ketidakjelasan terhadap kariernya, dan lain sebagainya (Lusia Gayatri, 2. Oleh karena itu, peneliti tertarik untuk meneliti apakah siswa tersebut memiliki konsep diri yang baik atau tidak terhadap pemilihan karier. Shertzer dan Stone . juga meyakini bahwa pilihan karier haruslah sah dan selaras dengan konsep diri, dengan mempertimbangkan posisi, fungsi, tugas, dan PENDAHULUAN Setiap individu memiliki perencanaan karier yang Karier merupakan bagian integral dari kehidupan manusia. Karier tidak tentang mencari nafkah saja. Ini tentang mengembangkan diri, mencapai potensi, dan berkontribusi kepada masyarakat. Pilihan karier seseorang merupakan keputusan hidup penting yang dapat memengaruhi kesuksesan mereka di masa depan. Proses memilih profesi atau pekerjaan yang sesuai dengan minat, keterampilan, dan kemampuan seseorang serta kesejahteraan kerja dikenal sebagai pilihan karier (Holland, 1. Seleksi profesional melepaskan konsep diri seseorang di tempat kerja dan memastikan tugas pengembangan profesional diselesaikan sesuai usia dan kemampuan dengan membimbing dan memilih bidang pekerjaan berdasarkan kepribadian dan bakat (Safitri, 2. Beberapa siswa menghadapi tantangan akademik, sosial, atau ekonomi yang dapat menghambat perkembangan karier mereka. Faktor-faktor internal seperti konsep diri memainkan perannya dalam proses pengambilan keputusan karier. Pemilihan karier menjadi kebutuhan siswa di SMK Negeri 7 Surabaya. Realita yang terjadi mereka menghabiskan kesehariannya dengan bermain game bahkan tidak belajar dengan baik untuk mempersiapkan masa depannya. Hal ini dapat di ketahui dengan bukti kehadiran mereka yang selalu bolos ketika sekolah, tidak mengerjakan tugas dengan baik, tidak mau belajar dengan baik, dan berakhir dengan kebingungan dalam memilih karier. Mereka tidak memanfaatkan kemampuan mereka untuk belajar di semua mata pelajaran yang mendukung karier. Angka putus sekolah di kalangan remaja Indonesia, terutama anak perempuan, meningkat setiap tahunnya. Data resmi dari 34 kantor Komisi Nasional Perlindungan Anak di 34 provinsi menunjukkan 11,7 juta anak putus sekolah pada Angka ini kemungkinan akan meningkat setiap tahunnya karena memburuknya perekonomian nasional (Rahmah Maulidia, 2. Menurut Achmad Nur Sutikno, bonus demografi adalah bertambahnya jumlah individu usia produktif di suatu negara yang dapat mendorong pertumbuhan nasional (Muhammad Alfathir, 2. Bonus demografi merupakan masa transisi demografi. Hal ini menurunkan angka kematian dan meningkatkan angka kelahiran, yang dapat mendorong pembangunan ekonomi dengan memaksimalkan jumlah penduduk usia produktif (Bagaskoro, 2. Jika jumlah penduduk usia produktif seimbang dengan ketersediaan lapangan kerja, bonus demografi akan sangat besar. Pengaruh Konsep Diri Terhadap Pemilihan Karier Siswa SMK Negeri 7 Surabaya ketidakseimbangan (Wicaksono, 2. Inilah konsep diri Super . , sebuah deskripsi dan evaluasi diri. Masa remaja adalah masa ketika orang-orang menciptakan konsep diri profesional, ujarnya. Konsep diri dapat membantu siswa memilih pekerjaan. Orang-orang mungkin menyadari konsep diri mereka di sektor yang sesuai dengan karier. Menemukan pekerjaan yang cocok untuk seseorang akan membantu mereka sukses (Dewani & Dinni, 2. Menurut penelitian, siswa dengan konsep diri yang baik lebih termotivasi, optimis, dan mampu membuat pilihan profesional yang matang (Santrock, 2. Sebaliknya, siswa dengan harga diri yang buruk umumnya kesulitan memilih pekerjaan. Fenomena ini juga terlihat pada siswa di kota Surabaya, dimana faktor - faktor seperti kurangnya kepercayaan diri, rasa tidak mampu, dan kurangnya dukungan sosial menjadi kendala utama dalam proses pemilihan karier (Lusia Gayatri, 2. Di Kota Surabaya, sebagai salah satu kota besar dengan populasi siswa yang beragam, termasuk siswa yang menghadapi berbagai tantangan, seperti siswa yang berada dalam lingkungan yang tidak aman, merupakan keluarga dari ekonomi rendah . eluarga kurang mamp. , partisipasi rendah . , masalah kesehatan . aik fisik maupun menta. , adanya traumatis, juga memiliki ketidakjelasan terhadap kariernya. Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Jawa Timur (DPRD Jati. menyoroti munculnya sebuah diagram, yang menunjukkan jumlah siswa di Provinsi Jawa Timur yang tidak sekolah di tingkat SMA sederajat, sebanyak 260. 347 anak pada tahun 2022 lalu (Anik Hasanah, 2. Temuan ini menunjukkan perlunya program intervensi di SMK Negeri 7 Surabaya yang fokus pada penguatan konsep diri positif siswa untuk memandu penentuan karier mereka. Pemilihan karier tidak hanya sesuai minat dan bakat, melainkan membutuhkan lebih banyak pertimbangan seperti jenjang karier yang menjanjikan, keseimbangan waktu kerja dengan kehidupan pribadi dan lain Bahkan tidak hanya itu saja, memilih karier juga melibatkan suatu komitmen yang harus ditindaklanjuti guna mendukung tujuan pilihan karier yang dipilih (Santrock, 2. Berdasarkan hasil observasi dan wawancara awal oleh peneliti, diidentifikasi bahwa terdapat sejumlah siswa dengan Tingkat konsep diri yang perlu ditingkatkan yang kemudian berdampak pada kematangan keputusan karier mereka. Pelaksanaan pemilihan karier di SMK Negeri 7 Surabaya belum optimal karena adanya kecenderungan pasif dari siswa, dimana siswa tidak secara proaktif memanfaatkan layanan Bimbingan dan Konseling yang tersedia di Sekolah. Kondisi ini berpotensi menyebabkan ketidakselarasan antara kompetensi keahlian yang dimiliki siswa dengan pilihan studi lanjut atau pekerjaan yang mereka ambil. Pemilihan karier sangat dibutuhkan sebagai ketepatan dalam pengambilan keputusan karier, hal ini mencakup pengetahuan tentang diri sendiri, kemampuan dalam menyusun strategi-strategi menuju karier yang diinginkan, kemampuan menentukan pekerjaan yang tepat, serta pengetahuan mengenai dunia kerja (Crites. Dengan demikian, melihat adanya gap antara teori ideal tentang kematangan karier dengan realitas di lapangan, serta kuatnya peran konsep diri sebagai variabel penentu, maka penelitian ini menjadi relevan dan urgen untuk Tujuan utama studi ini adalah untuk menganalisis secara mendalam dan empiris bagaimana konsep diri secara spesifik memengaruhi pemilihan karier siswa di SMK Negeri 7 Surabaya, guna memberikan landasan ilmiah bagi pengembangan strategi layanan BK yang lebih responsif dan tepat sasaran. METODE Jenis penelitian ini yaitu menggunakan pendekatan Pendekatan Kuantitatif digunakan untuk mengukur hubungan antara variabel konsep diri . ariabel beba. dan pemilihan karier . ariabel terika. secara Pendekatan ini memungkinkan peneliti untuk menggunakan alat ukur terstandarisasi dan menganalisis data secara statistik. Bersamaan dengan tujuan penelitian ini, maka jenis penelitian yang digunakan yaitu. Penelitian menggunakan data numerik untuk mengukur dan menganalisis informasi. Penelitian kuantitatif mengkaji komponen, fenomena, dan hubungan sebab akibat. Penelitian ini menggunakan korelasi kuantitatif. Pendekatan evaluasi termasuk korelasi kuantitatif, menurut Rustamana (Rustamana dkk. , 2. Pada dasarnya, korelasi kuantitatif menggunakan koefisien korelasi untuk menentukan seberapa besar suatu hal memengaruhi satu atau lebih hal lainnya. Teknik penelitian kuantitatif seperti korelasi kuantitatif menggunakan koefisien korelasi untuk menentukan tingkat hubungan antara satu elemen dengan elemen lainnya. Studi korelasional mengkaji hubungan antara dua variabel tanpa mengubahnya. Peneliti akan menilai konsep diri dan pilihan pekerjaan siswa yang berisiko (Fraenkel et al. , 2. HASIL DAN PEMBAHASAN Konsep diri dan pilihan profesi dikaji dalam penelitian Evaluasi validitas dan reliabilitas dilakukan terhadap instrumen penelitian sebelum digunakan. Penelitian ini mendeskripsikan dan menguji faktor-faktor independen terhadap variabel dependen. Pengaruh Konsep Diri Terhadap Pemilihan Karier Siswa SMK Negeri 7 Surabaya Deskripsi Data Penelitian Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh konsep diri terhadap pemilihan karier siswa SMK Negeri 7 Surabaya. Gambaran Subjek Penelitian Berikut ini adalah gambaran responden berdasarkan jenis kelamin. Dalam penelitian ini menggunakan sampel sebanyak 59 siswa. Tabel 1 Gambaran Subjek Jenis Kelamin Dasar pengambilan keputusan dalam uji normalitas KS atau Kolmogrov Sminov: Jika nilai signifikansi (Sig. ) lebih besar dari 0,05 maka data penelitian berdistribusi normal. Sebaliknya, jika nilai signifikansi (Sig. ) lebih kecil dari 0, 05 maka data penelitian tidak berdistribusi Tabel 4 Uji Normalitas Frekuensi Presentase Laki-laki Perempuan Total Berdasarkan hasil uji normalitas K-S atau Kolmograv Sminov diketahui nilai Asymp. Sig. -taile. Variabel X 0, 054 > 0, 05 dan variabel Y 0,063 > 0, 05 maka dapat disimpulkan bahwa variabel X dan Y berdistribusi Normal. Uji Linearitas Dasar pengambilan keputusan uji linearitas: Jika selisih dari tanda linearitas lebih besar dari 0,05, maka variabel bebas (X) dan variabel terikat (Y) berhubungan secara linear. Jika selisih dari tanda linearitas lebih kecil dari 0,05, maka variabel bebas (X) dan variabel terikat (Y) tidak memiliki hubungan linear. Dapat juga dilihat dalam F hitung yaitu: Terdapat hubungan linier antara variabel bebas (X) dengan variabel terikat (Y) jika nilai F taksiran < F tabel. Variabel bebas (X) dan variabel terikat (Y) tidak memiliki hubungan linier jika nilai F taksiran > F tabel. Cara mencari Ftabel Ftabel : . f Devlation from linierity : df Ftabe. : . : 2,37 Hasil dari Uji Linearitas Tabel 5 Hasil Uji Linearitas Deskripsi Variabel Konsep Diri Rata-rata skor konsep diri siswa adalah 0,91 . ategori Tabel 2 Deskripsi Variabel Konsep Diri Data ini menggambarkan bahwa meskipun terdapat siswa yang cukup memahami potensi, kemampuan, dan nilai dirinya, masih banyak sekelompok siswa yang memiliki persepsi diri yang belum positif, yang berpotensi memengaruhi ketidakmatangan arah karier mereka. Deskripsi Variabel Pemilihan Karier Rata-rata skor pemilihan karier adalah 0,81 . ategori Tabel 3 Deskripsi Variabel Pemilihan Karier Temuan ini menunjukkan bahwa terdapat 81% siswa yang masih belum mampu menentukan pilihan karier secara jelas, yang dapat disebabkan oleh kurangnya pemahaman terhadap diri sendiri, kurangnya dukungan lingkungan, dan keterbatasan informasi tentang dunia Hasil Uji Asumsi Klasik Uji Normalitas Uji linearitas menunjukkan bahwa variabel bebas (X) dan variabel terikat (Y) berhubungan secara linear karena nilai Sig. penyimpangan dari linearitas adalah 0,762 > 0,05. Hasil Uji Linearitas dengan melihat F tabel Pengaruh Konsep Diri Terhadap Pemilihan Karier Siswa SMK Negeri 7 Surabaya Diketahui nilai F hitung 0, 728 < F tabel 2, 37 sehingga dapat disimpulkan antara variabel bebas (X) dengan variabel terikat (Y) terdapat hubungan yang linier. Uji Analisis Korelasi Pearson Tabel 6 Uji Analisis Korelasi Pearson Nilai F terhitung sebesar 31,008 dengan ambang batas signifikansi 0,001 < 0,05 menunjukkan bahwa model regresi dapat memprediksi partisipasi, yang menunjukkan bahwa konsep diri (X) memengaruhi pilihan profesi (Y). Tabel 10 Coefficients Diketahui nilai constant atau pemilihan karier . sebesar 26,605, sedangkan nilai konsep diri . atau koefisien regres. sebesar 1,136, sehingga persamaan regresinya dapat ditulis: Y = a bX Y = 26,605 1,136X Persamaan tersebut dapat diterjemahkan: Konstanta sebesar 26. 605 menunjukkan konsistensi variabel pilihan karier. Koefisien regresi X adalah 1,136, sehingga pilihan pekerjaan meningkat sebesar 1,136 untuk setiap peningkatan 1% dalam konsep diri. Koefisien regresi ini menunjukkan bahwa variabel X berpengaruh positif terhadap variabel Y. Pengambilan Keputusan dalam Uji Regresi Sederhana . Tabel koefisien menunjukkan nilai signifikansi 0,001 < 0,005. Dengan demikian, konsep diri (X) memengaruhi pilihan profesi (Y). Nilai t hitung adalah 5,568 > t tabel 2002, yang menunjukkan bahwa konsep diri (X) memengaruhi pilihan profesi (Y). Ttabel = (/2 : n-k-. = . ,05/2 : 59-1-. = . ,025 : . [Dilihaat pada distribusi Ttabe. = 2002 Berdasarkan wawancara dan observasi dengan instruktur bimbingan dan konseling (BK), konsep diri sangat memengaruhi pilihan pekerjaan di kalangan remaja usia 16Ae18 tahun. Remaja dapat membuat pilihan pekerjaan yang lebih baik berdasarkan kemampuan dan minat mereka dengan citra diri yang sehat. Uji validitas SPSS 27 juga dilakukan terhadap data tersebut. Hasil pengolahan data SPSS 27 menunjukkan bahwa jika r hitung lebih besar dari r tabel, maka item tersebut valid, begitu pula sebaliknya. Selain itu, nilai r tabel distribusi signifikan 5%, dengan 0,261 untuk N = 59 responden. Item yang valid memiliki nilai r yang ditentukan > 0,261, sedangkan item yang tidak valid memiliki nilai < 0,261. Berdasarkan tabel di atas, 44 item yang menyatakan pengaruh variabel X (Konsep Dir. terhadap variabel Y (Pilihan Karie. Data diatas menggambarkan bahwa Nilai . positif yaitu hubungannya positif. Artinya adanya pengaruh konsep diri terhadap pemilihan karier siswa. Untuk nilai . sendiri yaitu . = 0,594. Artinya korelasi antara konsep diri terhadap pemilihan karier yaitu kuat. Untuk nilai p = <0,001 dimana taraf signifikansinya 5% atau < =0,05. Sehingga nilai p. < . Artinya adanya pengaruh antara konsep diri terhadap pemilihan . Uji Regresi Sederhana Tabel 7 Uji Regresi Sederhana Tabel di atas menjelaskan variabel dan pendekatannya. Di sini, konsep diri merupakan variabel bebas dan pilihan profesi merupakan variabel terikat. Teknik Enter Tabel 8 Model Summary Tabel di atas menunjukkan nilai korelasi (R) sebesar 0,594. Koefisien determinasi (R Squar. sebesar 0,352, yang menunjukkan bahwa Konsep Diri memengaruhi Pilihan Karier sebesar 35,2%. Tabel 9 ANOVA Pengaruh Konsep Diri Terhadap Pemilihan Karier Siswa SMK Negeri 7 Surabaya mewakili 79% responden, dan 12 item tidak valid, mewakili 21%. 2014 (Sugiyon. Berdasarkan uji normalitas Kolmogorov-Sminov, nilai Asymp. Sig. -taile. X . dan Y . > 0,05. Dengan demikian. X dan Y terdistribusi secara teratur. Hal ini menandakan uji normalitas instrumen. Data tersebut memiliki Cronbach's Alpha sebesar 0,905. Hal ini menunjukkan bahwa kuesioner konsep diri tentang pilihan pekerjaan kredibel. Nilai r positif menunjukkan hubungan yang positif dalam uji korelasi. Hal ini menunjukkan konsep diri memengaruhi pilihan pekerjaan mahasiswa. Nilai r-nya adalah 0,594. Dengan demikian, konsep diri sangat memengaruhi pilihan pekerjaan. Nilai p < 0,001 menunjukkan ambang batas signifikansi 5%, atau < = 0,05. Oleh karena itu, p . < . Hal ini menunjukkan bahwa konsep diri dan pilihan karier saling terkait. Regresi sederhana menunjukkan nilai korelasi (R) sebesar 0,594. Konsep diri memengaruhi pilihan karier sebesar 35,2%, berdasarkan koefisien determinasi (R Squar. sebesar 0,352. Siswa SMK Negeri 7 Surabaya memiliki bahasa, budaya, nilai, komunitas, dan struktur keluarga yang berbeda dengan lingkungan sekitarnya. Dengan demikian, siswa SMK Negeri 7 Surabaya merupakan produk masyarakat multikultural yang menghadapi risiko medis, psikologis, sosial, ekonomi, dan budaya yang memengaruhi kehidupan mereka dan menghalangi mereka untuk lulus serta meraih kesempatan yang lebih baik. Konsep diri yang rendah menyebabkan ketidakpastian pekerjaan di kalangan siswa SMK Negeri 7 Surabaya, menurut penelitian. Prestasi akademik yang buruk menunjukkan kepercayaan diri yang rendah. Mereka yang berisiko lebih cenderung berjenis kelamin laki-laki dan Mereka biasanya berasal dari keluarga miskin. Siswa dengan orang tua berpenghasilan rendah dan minoritas berisiko. Orang tua mereka mungkin tidak berpendidikan dan memiliki aspirasi pendidikan yang rendah (Lestari, 2. PEMBAHASAN Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan di SMK Negeri 7 Surabaya, diketahui pada tabel 4. 2, bahwa hanya terdapat 1% siswa yang memiliki konsep diri yang Siswa dengan kemampuan sedang mencakup 18% Sedangkan sisanya yaitu 91% memiliki konsep diri tinggi, artinya banyak siswa yang memiliki konsep diri Data ini menunjukkan bahwa Sebagian besar siswa masih menngalami kesulitan dalam memahami dan menilai diri mereka secara positif. Siswa yang berada di lingkungan yang tidak aman dan kondisi ekonomi rendah cenderung mengembangkan konsep diri yang kurang positif karena keterbatasan akses terhadap sumber daya pendukung seperti, bimbingan keluarga, fasilitas belajar, dan pengalaman yang dapat membangun kepercayaan diri (Dewi, 2. Hasil pada tabel 4. 2 menunjukkan bahwa aspek konsep diri berada pada kategori tinggi, hal ini mengindikasikan bahwa siswa mengalami kesulitan dalam menilai kemampuan diri, kepercayaan diri, dan prestasi akademik mereka. Fenomena ini dapat dijelaskan melalui teori Rogers yang menyatakan bahwa konsep diri lingkungannya, termasuk pengalaman keberhasilan dan kegagalan (Rogers, 1. Siswa yang sering mengalami kegagalan akademik atau kurangnya apresiasi dari lingkungan akan membuat konsep diri mereka rendah. Kondisi yang ditemukan peneliti dalam latar belakang adanya kesesuaian dengan realita yang ada dilapangan seperti siswa menghabiskan kesehariannya dengan bermain game, sering bolos sekolah, tidak mengerjakan tugas baik, dan tidak mau belajar untuk mempersiapkan masa depan. Perilaku ini merupakan manifestasi dari konsep diri yang rendah, dimana siswa tidak memiliki keyakinan terhadap kemampuan diri dan tidak meliat pentingnya investasi terhadap masa depan mereka(Lusia Gayatri Y, 2. Sebaliknya, aspek konsep diri yang menunjukkan bahwa meskipun kondisi ekonomi rendah, hubungan siswa dengan keluarga masih cukup baik. Hal ini menunjukkan bahwa dukungan keluarga masih dapat menjadi modal sosial yang penting untuk mengembangan konsep diri siswa, meskipun perlu ditingkatkan terutama dalam aspek dukungan terhadap pemilihan karier. Hasil penelitian pada tabel 4. 3 menunjukkan bahwa 81% siswa memiliki kategori tinggi. Artinya siswa belum matang dalam pemilihan karier. Terdapat 18% siswa kategori sedang dan 1% siswa kategori rendah. Data ini mengonfirmasi permasalahan yang dipaparkan dalam latar belakag penelitian, dimana siswa SMK Negeri 7 Surabaya mengalami kebingungan dalam memilih karier dan tidak memanfaatkan baik kesempatan belajar di berbagai bidang yang tersedia. Temuan ini sangat penting karena menunjukkan akar masalah ketidakmatangan pemilihan karier siswa, yaitu kurangnya pemahaman terhadap diri sendiri dan Keputusan pemilihan karier. Kondisi ini sejalan dengan teori Super . yang menyatakan bahwa pemilihan karier adalah memindahkan konsep diri individu dalam dunia kerja. Siswa yang tidak memahami konsep dirinya dengan baik akan kesulitan dalam mengidentifikasi minat, bakat, kemampuan, dan nilai-nilai yang dimiliki, yang pada akhirnya berdampak pada ketidakmampuan memilih karier yang sesuai(Super, 1. Berdasarkan BPS (Biro Pusat Statisti. menyatakan bahwa banyaknya angka putus sekolah yang mencapai 9. Pengaruh Konsep Diri Terhadap Pemilihan Karier Siswa SMK Negeri 7 Surabaya 41% sehingga mengakibatkan tingkat pengangguran yang tinggi (Biro Pusat Statistik, 2. Fenomena ini dapat dipahami sebagai konsekuensi dari ketidakmatangan pemilihan karier ini. Siswa yang tidak memiliki arah karier yang jelas akan kesulitan dalam mempertahankan motivasi belajar, yang berujung pada perilaku bolos sekolah, tidak mengerjakan tugas, dan bahkan putus Penelitian Shertzer dan Stone . dalam Wicaksono . memperkuat temuan ini dengan menyatakan bahwa pemilihan karier harus valid sesuai dengan konsep diri yang telah dibentuk untuk mempertimbangkan posisi dan fungsi kerja, tugas, serta kewajiban dalam pekerjaan tersebut (Wicaksono, 2. Siswa SMK Negeri 7 Surabaya yang memiliki kategori rendah dalam pemilihan menunjukkan ketidakselarasan antara konsep diri dengan perencanaan karier mereka. Dimana siswa sebenarnya memiliki informasi tentang dunia kerja, namun tidak mampu mengaplikasikannya dalam pengambilan keputusan karier karena kurangnya pemahaman terhadap diri sendiri. Konsep diri memengaruhi pilihan profesi siswa SMK Negeri 7 Surabaya sebesar 35,2%. Hal ini secara signifikan mendukung hipotesis konsep diri Super . yang menyatakan bahwa pilihan profesi merupakan transisi konsep diri di tempat kerja (Afnibar dkk. , t. Konsep diri yang positif membantu siswa mengenali kekuatan dan keterbatasan mereka, menemukan minat dan kemampuan mereka, serta memilih karier yang sesuai. Persamaan regresi Y = 26,605 1,136X (Tabel 10 Koefisie. menunjukkan bahwa skor pilihan karier meningkat sebesar 1,136 untuk setiap peningkatan Konsep Diri sebesar 1%. Hal ini menunjukkan bahwa peningkatan harga diri akan memengaruhi pilihan profesi siswa. Penemuan ini memiliki konsekuensi besar bagi program bimbingan dan konseling di sekolah. Penelitian ini mendukung temuan Santrock . yang menyatakan bahwa siswa dengan konsep diri yang baik lebih termotivasi, optimis, dan mampu membuat pilihan karier (Zarkasyi dkk. , 2. Sebaliknya, siswa dengan harga diri yang rendah umumnya kesulitan memilih pekerjaan. Dalam konteks SMK Negeri 7 Surabaya, temuan ini menjelaskan mengapa siswa yang memiliki konsep diri rendah cenderung menunjukkan perilaku seperti bolos sekolah, tidak mengerjakan tugas dengan baik, dan berakhir dengan kebingungan dalam memilih karier. Perilaku-perilaku ini merupakan manifestasi dari ketidakjelasan tujuan hidup yang berakar pada konsep diri yang negatif. Penelitian Nurmalasari dan Erdiantoro . memperkuat temuan ini dengan menyatakan bahwa seseorang akan mendapatkan hasil yang baik dalam berkarier jika orang tersebut mendapatkan pekerjaan yang sesuai dengan karakteristik dirinya (Nurmalasari & Erdiantoro, 2. Karakteristik diri ini hanya dapat dipahami dengan baik jika individu memiliki konsep diri yang positif dan akurat. Beberapa faktor yang mendukung temuan pengaruh konsep diri terhadap pemilihan karier dalam penelitian ini adalah: pertama, berdasarkan wawancara kondisi latar belakang siswa SMK Negeri 7 Surabaya yang mayoritas berasal dari keluarga ekonomi rendah menciptakan tantangan tersendiri dalam pengembangan konsep diri. Keterbatasan ekonomi seringkali membatasi akses siswa pengalaman-pengalaman membangun kepercayaan diri, seperti mengikuti kursus keterampilan, kegiatan ekstrakurikuler yang memerlukan biaya, atau bahkan sekadar memiliki ruang belajar yang nyaman di rumah. Kedua, pola asuh orang tua, teman sebaya, peranan penampilan fisik dan peranan harga diri (Kania Saraswatia et al. , 2. berkontribusi terhadap pembentukan konsep diri siswa. Siswa yang mengalami trauma atau tinggal dalam lingkungan yang penuh tekanan akan kesulitan mengembangkan self-esteem yang positif, yang pada akhirnya berdampak pada ketidakmampuan mereka dalam membuat keputusan karier yang matang. Ketiga, kurangnya pemanfaatan layanan Bimbingan dan Konseling yang tersedia di sekolah menunjukkan pengembangan diri dan perencanaan karier. Kondisi ini menciptakan lingkaran setan dimana siswa dengan konsep diri rendah tidak mencari bantuan, yang kemudian semakin memperburuk konsep diri dan kematangan pemilihan karier mereka. Keempat, konteks bonus demografi Indonesia yang seharusnya menjadi peluang justru menjadi ancaman jika tidak dikelola dengan baik. Tingginya angka pengangguran . ,41%) menunjukkan bahwa banyak remaja usia produktif yang tidak dapat mengoptimalkan potensi dirinya karena ketidakjelasan arah karier. Hasil analisis menunjukkan bahwa semakin tinggi konsep diri yang dimiliki siswa, semakin baik pula kesiapan pemilihan karier siswa kelas XI Program Teknik Pemesinan (TP. SMK Negeri 7 Surabaya. Sebaliknya, ketika konsep diri siswa rendah, pemilihan karier siswa juga cenderung rendah. PENUTUP Simpulan Pengujian hipotesis dan analisis data kuantitatif mengevaluasi bagaimana konsep diri memengaruhi pilihan pekerjaan di antara siswa SMK Negeri 7 Surabaya. Temuan menunjukkan bahwa konsep diri sangat memengaruhi pilihan pekerjaan siswa. Uji korelasi dan Pengaruh Konsep Diri Terhadap Pemilihan Karier Siswa SMK Negeri 7 Surabaya regresi linier sederhana mendukung premis penelitian. Distribusi normal data uji normalitas. Oleh karena itu, siswa lebih cenderung memilih pekerjaan jika tingkat keterampilannya tinggi dan sesuai dengan pilihan karier Bahkan dengan efek yang menguntungkan, pilihan profesi siswa memiliki konsep diri dan kematangan rata-rata yang rendah . %), menunjukkan peluang untuk berkembang. Selain faktor internal, faktor eksternal seperti dukungan sosial ekonomi yang terbatas . isalnya, pendapatan menengah ke bawah, pendidikan orang tua yang renda. dan tantangan lingkungan sosial budaya . isalnya, diskriminasi lingkungan dan sosia. dapat memengaruhi konsep diri siswa, yang membantu mereka membuat keputusan yang baik. Ahsan. , & N. The Implementaion Of Public Information Disclosure Policy In Sigi Regency. Central Sulawesi. Indonesia (Implementasi Kebijakan Pengungkapan Informasi Publik Di Kabupaten Sigi. Sulawesi Tengah. Indonesi. Asian Journal of Environment. History and Heritage, 3. Asian Journal of Environment. History and Heritage, 3. Saran Temuan penelitian yang menunjukkan adanya pengaruh signifikan konsep diri terhadap pemilihan karier, dan adanya indikasi bahwa konsep diri siswa masih dipengaruhi oleh berbagai faktor eksternal, sosio-ekonomi dan lingkungan, maka di ajukan saran-saran kepada beberapa pihak dan dapat dipertimbangkan, sebagai Bagi Sekolah dan Guru Bimbingan Konseling Dapat merancang dan melaksanakan layanan konseling dan saran yang tepat untuk memahami konsep diri dan pilihan siswa, membantu siswa menuju konsep diri yang lebih baik. Konseling kelompok dan individual dapat membantu siswa memahami sejarah mereka. Bagi Peneliti selanjutnya Disarankan untuk melakukan studi lanjutan dengan memperluas atau meneliti variabel-variabel lain yang teridentifikasi dalam pembahasan, seperti dukungan orang tua, latar belakang ekonomi, atau persepsi lingkungan, sebagai variabel, moderasi yang mungkin memperkuat atau memperlemah hubungan antara konsep diri dan pemilihan karier. Sehingga, dapat dihasilkan model prediksi pemilihan karier yang lebih akurat pada konteks siswa SMK. Arjanggi. Identifikasi permasalahan pengambilan keputusan karir remaja (Vol. Anik Hasanah. Dewan Jatim Soroti Tingginya Anak Putus Sekolah Tingkat SMA. Rri. Co,Id. https://w. id/surabaya/daerah/480574/dewanjatim-soroti-tingginya-anak-putus-sekolah-tingkat-sma Antonina Pantja Juni Wulandar. Mengenal Resiliensi Ilmu Psikologi. https://psychology. id/2020/03/31/mengenalresiliensi-dalam-ilmu-psikologi/ Ayu. Konsep diri, regulasi emosi dan asertivitas pada mahasiswa. Philanthropy: Journal of Psychology, 4. , 25-33. Philanthropy: Journal of Psychology, 4. , 25-33. , 4. , 25Ae33. Bagaskoro. , & R. FaktorFaktor Yang Mempengaruhi Demografi: Fertilitas. Mortalitas Dan Migrasi (Literature Review Perilaku Konsume. Jurnal Ilmu Hukum. Humaniora dan Politik, 2. , 303-312. Jurnal Ilmu Hukum. Humaniora Dan Politik, 2. , 303-312. , 2. , 303Ae312. Bailey. Self-Image. Self-Concept, and Self-Identity Revisited. Environmental Factors and Asthma, 95. , 383Ae386. Bandura. Social foundations of thought and Englewood Cliffs. NJ, 1986. , 2. Englewood Cliffs. NJ, 2, 23Ae28. Berchah Pitoewas. Pengaruh Lingkungan Sosial Dan Sikap Remaja Terhadap Perubahan Tata Nilai. BIRN. , & ERYILMAZ. Conceptual and Theoretical Review of Self-Worth. Psikiyatride Gyncel Yaklamlar, 16. , 327Ae346. https://doi. org/10. 18863/pgy. DAFTAR PUSTAKA