Volume: 22 Nomor 2. September 2024 P-ISSN: 1693-0762 E-ISSN: 2599-3518 PERAN MEDIA SOSIAL DALAM MENINGKATKAN PARTISIPASI GENERASI Z DI PEDESAAN PADA PEMILU TAHUN 2024 SUATU STUDI DI DESA SUNGAI ANA KECAMATAN SINTANG Abang Zainudin Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik. Univesitas Kapuas Sintang. Jl. Oevang Oeray No. Sintang. Indonesia, email: abangzainudin8@gmail. Abstract: This research investigates the role of social media in increasing the political participation of Generation Z in rural areas, especially Sungai Ana Village. Sintang District during the 2024 General Election. Using a mixed methods approach, this research combines a literature review, survey, in-depth interviews, social media content analysis, and observation participatory to collect comprehensive data. These findings reveal that social media platforms such as Instagram. TikTok, and WhatsApp are very important for increasing political awareness among Generation Z users in Sungai Ana Village. Sintang District. About 91% of respondents rely on social media as their main source of political information, and admit that these platforms help them better understand political issues and candidates. These findings highlight the need for increased media literacy and critical thinking skills to combat the spread of fake news. The study concludes with recommendations for policymakers and stakeholders, emphasizing the importance of improving internet infrastructure in rural areas, promoting educational campaigns on media literacy, and fostering collaboration between governments, educational institutions, and social media platforms to develop effective political education initiatives. By overcoming these challenges and harnessing the potential of social media. Generation Z's political engagement in rural areas, especially in Sungai Ana Village, can be significantly increased, resulting in more active and informed participation in the democratic process. Keywords: Social Media. Generation Z. Political Participation. Rural Areas. Media Literacy. Political Awareness. Fake News. Abstrak: Penelitian ini mengkaji peran media sosial dalam meningkatkan partisipasi politik Generasi Z di pedesaan, khususnya Desa Sungai Ana. Kecamatan Sintang selama Pemilu 2024. Dengan menggunakan pendekatan metode campuran, penelitian ini menggabungkan tinjauan pustaka, survei, wawancara mendalam, analisis konten media sosial, dan observasi partisipatif untuk mengumpulkan data yang komprehensif. Temuan ini mengungkapkan bahwa platform media sosial seperti Instagram. TikTok, dan WhatsApp sangat penting untuk meningkatkan kesadaran politik di kalangan pengguna Generasi Z di Desa Sungai Ana. Kecamatan Sintang. Sekitar 91% responden mengandalkan media sosial sebagai sumber utama informasi politik mereka, dan mengakui bahwa platform ini membantu mereka lebih memahami masalah politik dan kandidat. Temuan ini menyoroti perlunya peningkatan literasi media dan keterampilan berpikir kritis untuk memerangi penyebaran berita palsu. Studi ini diakhiri dengan rekomendasi bagi pembuat kebijakan dan pemangku kepentingan, menekankan pentingnya meningkatkan infrastruktur internet di daerah pedesaan, mempromosikan kampanye pendidikan tentang literasi media, dan mendorong kolaborasi antara pemerintah, lembaga pendidikan, dan platform media sosial untuk mengembangkan inisiatif pendidikan politik yang efektif. Dengan mengatasi FOKUS: Publikasi Ilmiah untuk Mahasiswa. Staf Pengajar dan Alumni Universitas Kapuas Sintang Volume: 22 Nomor 2. September 2024 P-ISSN: 1693-0762 E-ISSN: 2599-3518 tantangan ini dan memanfaatkan potensi media sosial, keterlibatan politik Generasi Z di daerah pedesaan, terutama di Desa Sungai Ana, dapat meningkat secara signifikan, menghasilkan partisipasi yang lebih aktif dan terinformasi dalam proses demokrasi. Kata Kunci: Media Sosial. Generasi Z. Partisipasi Politik. Daerah Pedesaan. Literasi Media. Kesadaran Politik. Berita Palsu. PENDAHULUAN Pemilu Presiden 2024 di Indonesia merupakan momen krusial yang akan khususnya Generasi Z, menjadi sangat Generasi Z, yang lahir antara pertengahan 1990-an hingga awal 2010an. Generasi Z adalah generasi yang tumbuh di dunia yang serba digital dan canggih, sebagian besar dari mereka juga telah bermain dengan gadget milik orang tua sejak kecil. Rata-rata Gen Z sudah memiliki ponsel pertama mereka pada usia 10 tahun. Jadi, tidak aneh jika mereka tech-savvy dan begitu lengket dengan gadget, menghabiskan waktu setidaknya 3 jam sehari di depan layar. Generasi ketergantungan pada teknologi, gadget, dan aktivitas di media sosial. Mereka sangat memprioritaskan popularitas, jumlah followers, jumlah likes. Ketergantungan ini juga membuat mereka suka dengan hasil yang cepat dan instan, selalu terburu-buru, dan keras kepala. Meskipun Generasi Z menyukai tantangan, namun mereka juga haus akan pujian. Sebagai generasi yang sangat melek teknologi dan aktif di media sosial. Mereka memanfaatkan platform seperti Twitter. Instagram, dan TikTok tidak hanya untuk berkomunikasi, tetapi juga untuk menyuarakan pandangan politik mereka dan menggerakkan dukungan. Di daerah pedesaan, partisipasi politik sering kali menghadapi berbagai tantangan, seperti keterbatasan akses informasi dan infrastruktur. Namun, media sosial telah membuka peluang baru untuk mengatasi hambatanhambatan Media menyebar dengan cepat dan luas, menjangkau bahkan daerah yang kampanye politik konvensional. Hal ini memberikan Generasi Z di pedesaan kesempatan untuk terlibat lebih aktif dalam proses politik, meningkatkan partisipasi mereka dalam pemilu Beberapa studi kasus menunjukkan keberhasilan penggunaan media sosial dalam meningkatkan partisipasi politik di daerah pedesaan. Misalnya, pemilu 2019 menunjukkan bahwa kampanye yang dijalankan melalui media sosial pemilih muda. Dalam konteks Pemilu 2024, strategi yang sama dapat diterapkan dengan penekanan pada edukasi politik dan pemberdayaan pemilih muda di pedesaan METODE PENELITIAN Metode digunakan : Studi Literatur, dilakukan untuk mengumpulkan informasi dan FOKUS: Publikasi Ilmiah untuk Mahasiswa. Staf Pengajar dan Alumni Universitas Kapuas Sintang Volume: 22 Nomor 2. September 2024 data dari berbagai sumber sekunder seperti jurnal ilmiah, artikel, dan laporan penelitian yang relevan. Literatur ini akan mencakup penelitian tentang Generasi tantangan dan peluang di daerah Survei, dilakukan untuk mengenai penggunaan media sosial oleh Generasi Z di daerah pedesaan. Kuesioner akan dirancang mengukur seberapa sering dan untuk tujuan apa Generasi Z menggunakan media sosial, serta dampaknya terhadap partisipasi mereka dalam pemilu. Survei ini akan dilakukan secara online dan langsung di beberapa beberapa tempat di Desa Sungai Ana yang dipilih sebagai Wawancara. Wawancara mendalam dengan responden terpilih untuk mendapatkan pemahaman yang lebih mendalam mengenai fenomena yang diteliti. Wawancara ini akan pengalaman, dan pandangan mereka tentang penggunaan media sosial dalam konteks politik. Analisis Konten Media Sosial, dilakukan terhadap aktivitas media sosial yang terkait dengan kampanye politik dan diskusi publik di kalangan Generasi Z. Platform seperti Twitter. Instagram, dan TikTok akan dianalisis untuk memahami bagaimana pesan-pesan politik disebarkan dan diterima oleh pengguna di Desa Sunai Ana. Observasi Partisipatif, dilakukan untuk melihat langsung bagaimana media sosial digunakan oleh Generasi Z dalam konteks sehari-hari. Observasi ini akan memberikan wawasan tambahan P-ISSN: 1693-0762 E-ISSN: 2599-3518 tentang dinamika sosial dan budaya yang mempengaruhi partisipasi politik Responden bejumlah 350 orang dari Generasi Z. Subk penelitian Para Aktor Politik. Tokoh Pemuda dan Generasi Z yang berjumlah 27 orang. Lokasi Penelitian Di Desa Sungai Ana Kecamatan Sintang. HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN Peningkatan Kesadaran Politik Generasi Z dikenal sebagai digital natives yang sangat bergantung pada teknologi dan media sosial untuk komunikasi sehari-hari. Menurut Evita . Generasi Z menggunakan media sosial tidak hanya untuk berinteraksi sosial tetapi juga untuk mencari informasi politik dan mengorganisir Mereka Instagram. TikTok, dan Twitter untuk menyuarakan pandangan politik mereka dan memobilisasi dukungan. Media sosial telah menjadi alat penting dalam proses politik modern. Berdasarkan Wolfsfeld. Yarchi, dan Samuel-Azran . , media sosial memainkan peran kunci dalam partisipasi politik. Mereka menemukan bahwa platform seperti Twitter dan Facebook memungkinkan penyebaran informasi politik secara cepat dan luas, keterlibatan politik generasi muda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas Generasi Z di daerah pedesaan menggunakan media sosial secara aktif. Generasi Z dalam FOKUS: Publikasi Ilmiah untuk Mahasiswa. Staf Pengajar dan Alumni Universitas Kapuas Sintang Volume: 22 Nomor 2. September 2024 kehidupan sehari-harinya di waktu media social sebagai sarana mereka bersosialisasi baik kepada teman, kolega bahkan kekhalayak ramai. Platform yang paling popular yang dimanfaatkan oleh generasi Z adalah Instagram. TikTok, dan WhatsApp dan face book. Dengan mengunakan medeia social tersebut, para generasi Z sering digunakan untuk Berdasarkan dilakukan terhadap generasi Z di Desa Sungai Ana diketahui bahwa 91 % responden mengandalkan media sosial sebagai sumber utama informasi politik, sementara sisanya mengkombinasikan dengan media tradisional seperti televisi dan radio. Dari data tersebut dapat dikatakan bahwa peran media sosial dalam kehidupan Generasi Z. Demikian juga hasil wawancara dengan generasi Z di desa Sungai Ana menjunjukan bahwa umumnya mengatakan bahwa media sosial merupakan media utama bagi mereka untuk mengetahui informasi penyelenggaraan pemilu maupun untuk mengetahui profil dan program kerja peserta pemilu baik itu menyangkut calon Presiden dan wakil Presiden maupun terhadap Calon Legeslator. Hasil penelitian menunjukkan bahwa media sosial telah memainkan peran penting dalam meningkatkan kesadaran politik di kalangan Generasi Z di daerah pedesaan khusunya generasi Z P-ISSN: 1693-0762 E-ISSN: 2599-3518 di Desa Sungai Ana. Media sosial memungkinkan penyebaran informasi yang cepat dan luas, membantu mengatasi keterbatasan akses informasi di daerah pedesaan. Bagi generasi Z yang terdapat di Desa Sungai Ana. Media sosial seperti Instagram. TikTok, dan WhatsApp dan face book merupakan wadah atau media bagi mereka untuk berkomunikasi kepada teman, keluarga bahkan orang asing. Media sosial memungkinkan penyebaran informasi politik secara pengguna di daerah pedesaan dengan berita dan diskusi politik yang mungkin tidak mudah diakses melalui media Platform media sosial menyediakan ruang bagi pengguna untuk berinteraksi, berdiskusi, dan berbagi pandangan politik, yang dapat meningkatkan partisipasi aktif dalam proses politik. Lembaga politik dan lembaga memanafaatkan media sosial untuk memsosialisasikan berbagai informasi yang berkaitan dengan politik dan pemilu kepada khalayak ramai, tak terkeculi para generasi Z. Hasil penelitian menunjukan bahwa para responden dalam hal ini Generasi Z umumnya mengetahui perihal pemilu pada tahun 2024 memlaui media sosial, kenyataan ini ditunjukan dengan pengetahuan mereka dapatkan berkaitan dengan politik dan pemilu tahun 2024 sebagian besar diakses memlaui media sosial yang mereka gunakan. FOKUS: Publikasi Ilmiah untuk Mahasiswa. Staf Pengajar dan Alumni Universitas Kapuas Sintang Volume: 22 Nomor 2. September 2024 Bagi Generasi Z yang merupakan generasi yang tumbuh di dunia yang serba digital dan canggih, sebagian besar dari mereka juga telah bermain dengan gadget milik orang tua sejak kecil sehingga tidak mengherankan dalam kehidupan sehari-harinya mereka sangat tergantung kepada gadget. Bagi generasi Z, gadget adalah merupakan sarana utama dalam kehidupan mereka untuk pengetahuan,hobby, dan aktivitas kegiatan yang mereka lakoni. Dengan melihat kenyataan pola atau perilaku hidup dari generasi Z yang gadget tentunya manfaatkan oleh para aktor politik menyebarluaskan informasi yang tepat dan mudah diakses oleh Generasi Z dengan cara memanfaatkan media sosial untuk dapat mempengaruhi generasi Z agar dapat membuat keputusan politik yang lebih baik dan berpartisipasi lebih aktif dalam proses pemilu. Penggunaan Media Sosial untuk Edukasi Politik Dalam Pemilu tahun 2024 para Legeslator Calon Preiseden dan Wakil Presiden telah memanfaatkan media sosial untuk menyapaikan visi, misi dan program kerja mereka. Tidak dapat dipungkiri bahwa media sosial merupakan sarana komunikasi yang efektif bagi mereka untuk mensosialisasikan, mengajak dan mepengaruhi para konstituennya secara luas khususnya para generasi Z. Para kotestan dalam pemilu tahun 2024 melakukan kegiatan secara massif dan berkelanjutan dengan memanfaatkan media sosial untuk menjaringa dan P-ISSN: 1693-0762 E-ISSN: 2599-3518 menjangkau para konstituennya, hal ini dikarenakan jejaring media sosial yang sifatnya tanpa batas yang melingkupi wilayah perkotaan sampai kepelosok daerah pedesaan. Penelitian menemukan bahwa menyampaikan edukasi politik kepada Generasi Z. Kampanye politik yang inovatif dan interaktif di media sosial meningkatkan pemahaman politik di kalangan pemuda. Media sosial dapat digunakan untuk kampanye edukasi politik yang lebih menarik dan mudah dipahami oleh Generasi Z, yang cenderung merespon lebih baik terhadap konten visual dan interaktif. Hasil responden menunjukan bahwa 91 % mereka mendapatkan informasi politik memlalui media sosial dan sisanya 9 % di akses lewat media tradisional seperti televisi dan radio. Generasi Z khususnya yang terdapat di Desa Sungai Ana dapat mengetahuai dan mengerti tentang Pengaruh media sosial dalam dunia politik khususnya dalam hal komunikasi politik, terutama dalam kampanye Pemilu tahun 2024 Penting bagi institusi politik untuk berpartisipasi aktif dalam komunikasi politik yang berbasiskan media sosial, terutama dalam kampanye Pemilu. Dalam Permen PANRB Nomor 83 Tahun Tentang Pedoman Pemanfaatan Media Sosial Instansi Pemerintah Penggunaan membentuk dan mendukung cara baru dalam berkomunikasi, berinteraksi, dan FOKUS: Publikasi Ilmiah untuk Mahasiswa. Staf Pengajar dan Alumni Universitas Kapuas Sintang Volume: 22 Nomor 2. September 2024 Media sosial menawarkan cara yang lebih cepat dan tepat untuk . alam jaringan/onlin. Dengan membangun komunikasi dan interaksi masyarakat pemerintah harus mampu memanfaatkan media sosial untuk khalayak luas serta tidak lagi sematamata cara-cara komunikasi yang konvensional. Pengaruh media sosial dalam dunia politik khususnya dalam hal komunikasi politik, terutama dalam kampanye Pemilu Penting bagi institusi politik untuk berpartisipasi aktif dalam komunikasi politik yang berbasiskan media sosial, terutama dalam kampanye Pemilu. Media sosial selanjutnya menggambarkan sebagai sarana ideal dan basis informasi untuk mengetahui opini publik tentang kebijakan dan posisi politik, selain untuk membangun dukungan komunitas kepada politisi yang tengah berkampanye. Sejumlah penelitian menunjukkan mengadopsi media sosial untuk menjalin hubungan dengan konstituen, berdialog langsung dengan masyarakat dan membentuk diskusi politik. Kemampuan menciptakan ruang dialog antara politisi dengan publik serta menarik minat pemula/pemilih membuat media sosial semakin penting bagi politisi Sebelum menggunakan media sosial para politisi sudah P-ISSN: 1693-0762 E-ISSN: 2599-3518 Internet bisa menjadi cara yang potensial dalam mendobrak politik demokrasi massa yang opresif yang menyuarakan suara dari bawah ke atas, yang kerap dengan power yang dimiliki, dimanfaatkan oleh penguasa untuk Internet diharapkan bisa menjadi media bagi mengalirnya informasi dua arah yang Internet menjanjikan memberikan forum yang seluasluasnya penyaluran opini. Tantangan Berita Palsu Partisipasi politik di daerah pedesaan sering kali terhambat oleh keterbatasan akses informasi dan Namun, media sosial telah membuka peluang baru bagi pemilih di daerah pedesaan untuk terlibat dalam proses politik. Studi dari Tirto. menunjukkan bahwa media sosial dapat menjembatani kesenjangan informasi dan memungkinkan warga pedesaan untuk terlibat lebih aktif dalam diskusi politik dan pemilu. Meskipun menawarkan berbagai peluang untuk meningkatkan partisipasi politik, ada juga tantangan yang harus diatasi. Salah penyebaran informasi palsu . dan polarisasi politik. Generasi Z perlu dilengkapi dengan literasi media yang kuat untuk memilah informasi yang akurat dari yang tidak. Menurut kajian dari Geotimes . , pentingnya pendidikan politik yang baik tidak dapat diabaikan, terutama dalam membekali FOKUS: Publikasi Ilmiah untuk Mahasiswa. Staf Pengajar dan Alumni Universitas Kapuas Sintang Volume: 22 Nomor 2. September 2024 Generasi Z dengan keterampilan kritis yang diperlukan untuk menghadapi tantangan ini. Hasil penelitian menunjukan bahawa para generasi Z yang terdapat di Desa Sungai Ana sering mendapatkan informasi atau berita palsu di media sosial yang mereka ikuti. Berkaitan dengan hal tersebut para aktor politik dalam pemanfaat media sosial untuk pendidikan dan partisipasi politik generasi Z dihadapkan pada tantangan adanya penyebaran informasi palsu . Bersadarkan wawancara dengan responden dan subek penelitian diketahui bahwa pada umumnya mereka generasi Z mudah percaya dengan penyebaran informasi palsu yang disebarkan dan mereka terima melalui media sosial, hal ini dikembangkan para psikolog Univeristy of Cambridge. Hasil studi yang melibatkan lebih dari 8. 000 peserta selama dua tahun ini diterbitkan dalam jurnal Behavior Research Methods, dan polling dirilis di situs web YouGov AS pada 28 Juni 2023 sebagaimana yang dimuat di laman Kompas. id, dikatakan bahwa Penelitian terbaru menemukan, remaja dan anak muda lebih buruk dari pada orang yang lebih tua dalam mengidentifikasi berita palsu. Semakin seseorang untuk berselancar di internet, semakin besar kemungkinan mereka terkecoh dengan berita keliru. Apabila penyebaran informasi ini tidak ditata dan dikendalikan tentunya akan memiliki dampak yang signifikan khususnya bagi P-ISSN: 1693-0762 E-ISSN: 2599-3518 generasi Z, oleh karena itu Penting untuk meningkatkan literasi media di kalangan Generasi Z agar mereka mampu memilah informasi yang benar dari yang salah dan tidak terpengaruh oleh hoaks. Disamping itu diperlukan informasi di media sosial untuk mengurangi dampak negatif dari berita palsu dan polarisasi politik. KESIMPULAN DAN SARAN Penelitian bahwa media sosial memiliki peran yang partisipasi politik Generasi Z di daerah pedesaan khusunya di Desa Sungai Ana Kecamatan Sintang pada Pemilu 2024. Temuan utama meliputi: Peningkatan Kesadaran politik generasi Z melalui Media sosial seperti Instagram. TikTok, face book dan WhatsApp menjadi sumber utama informasi politik bagi Generasi Z di Desa Sungai Ana Kecamatan Sintang, membantu mereka memahami isu-isu politik dan calon pemimpin dengan lebih baik. Edukasi politik dilakukan dalam bentuk Kampanye politik yang interaktif dan inovatif melalui media sosial efektif dalam menyampaikan edukasi politik dan meningkatkan pemahaman di kalangan Generasi Z di Desa Sungai Ana Kecamatan Sintang. Tantantang berita palsu. Meskipun ada manfaat yang signifikan, penyebaran hoaks dan tantangan besar. Banyak responden mengaku sering menemukan informasi yang menyesatkan di media sosial. FOKUS: Publikasi Ilmiah untuk Mahasiswa. Staf Pengajar dan Alumni Universitas Kapuas Sintang Volume: 22 Nomor 2. September 2024 P-ISSN: 1693-0762 E-ISSN: 2599-3518 Berdasarkan temuan di atas, berikut adalah beberapa saran untuk memaksimalkan peran media sosial dalam meningkatkan partisipasi politik Generasi Z Generasi Z di Desa Sungai Ana Kecamatan Sintang : Pemerintah, lembaga pendidikan, dan platform media sosial harus berkolaborasi untuk mengembangkan kampanye edukasi politik yang menarik dan informatif. Kampanye ini harus dirancang untuk menarik minat Generasi Z dan menggunakan format yang mereka sukai, seperti video pendek dan infografis interaktif. Program edukasi yang fokus pada literasi media dan keterampilan berpikir kritis perlu dikembangkan dan diterapkan di sekolah-sekolah dan komunitas. Hal ini akan membantu Generasi Z memilah informasi yang benar dari yang salah dan tidak terpengaruh oleh hoaks. Perlu adanya regulasi yang lebih ketat dan informasi di media sosial untuk mengurangi dampak negatif dari berita palsu dan polarisasi politik. Platform media sosial juga harus bertanggung jawab dalam memfilter dan menandai konten yang tidak benar. x-y-zalpha#::text=Generasi Z . &text=Gen Z a dalah generasi yang,mereka pada usia 10 tahun. Evita. Generasi Z dalam Pemilu: Pola Bermedia Generasi Z dalam Pencarian Informasi Politik. Electoral Governance Jurnal Tata Kelola Pemilu Indonesia, 5. , 47-66. https://journal. id/index. p/jurnal_tkp/article/view/1051 Fuchs. Social Media: A Critical Introduction. Sage Publications. https://fuchsc. net/books/socialmedia-a-critical-introduction/ Geotimes. Pemilu 2024 di Indonesia: Generasi Z Mengubah Paradigma Demokrasi. https://geotimes. id/opini/pemilu2024-di-indonesia-generasi-zmengubah-paradigma-demokrasi/ Haryono. Strategi Pemilu Dalam Meningkatkan Partisipasi Pemilihan Pada Pemilihan Walikota Dan Wakil Walikota Di Samarinda Tahun 2015. Jurnal Administrative Reform, 6 DAFTAR PUSTAKA