Pengaruh Konformitas Teman. (Desi Prasastiningru. PENGARUH KONFORMITAS TEMAN SEBAYA TERHADAP BODY IMAGE SISWA SMA THE INFLUENCE OF PEER CONFORMITY WITH BODY IMAGE STUDENTS OF SENIOR HIGH SCHOOL Oleh: Desi Prasastiningrum. Prodi Bimbingan dan Konseling. Fakultas Ilmu Pendidikan. Universitas Negeri Yogyakarta, desi2763fip2016@student. Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh konformitas teman sebaya dengan body image pada siswa SMA. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis korelasional. Sampel dalam penelitian ini adalah siswa SMA kelas XI sebanyak 144 siswa. Uji validasi dalam penelitian ini menggunakan expert judgement dan uji coba instrumen. Uji reliabilitas dalam penelitian ini menggunakan Alpha Cronbach. Analisis data dilakukan dengan analisis regresi sederhana. Diperoleh hasil: Tingkat konformitas siswa sebesar 75% masuk dalam kategori sedang, kemudian pada body image masuk dalam kategori sedang dengan presentase 49%. Sumbangan efektif dari variabel konformitas teman sebaya sebesar 10,2%. Terdapat pengaruh positif dan signifikan antara konformitas teman sebaya dengan body image pada siswa SMA yang ditunjukkan dengan nilai koefisien korelasi sebesar 0,713 dengan signifikansi sebesar sebesar 0,000 (< 0,. Kata Kunci : konformitas teman sebaya, body image Abstract This study aimed to discover the influence of peer conformity with body image students of senior high school. This study used a quantitative approach with a correlation type. The samples on this study were 144 students in senior high school in XI grade. The validity of this study used expert judgment and item of instrument testing. Reliability in this study used the Alpha Cronbach The data were analyzed using simple regression analysis. The results of the study showed that: The peer conformity level of students amounted to 75 % fitted into the category of AumoderateAy, and also on the body image fitted into the category of AumoderateAy with a percentage of 49%. The effective contribution came from variable of peer conformity, which provided 10,2%. There was a positive influence and significance between the peer conformity with body students of senior high school as indicated by the correlation coefficient value of 0. 713 with a significance of 0. 000 (< 0,05 ). Keywords: peer conformity, body image Remaja awal yaitu usia 12-14 tahun. Remaja PENDAHULUAN Manusia mengalami tahap perkembangan tengah yaitu usia 15-16 tahun, dan Remaja Akhir yaitu usia 17-19 tahun (Padmomartono, 2014: 2- bertambahnya usia, termasuk dengan masa Lerner. Boyd dan Du . mengartikan Seperti halnya pada masa perkembangan remaja sebagai periode kehidupan dengan sebelumnya, yaitu pada masa perkembangan karakteristik biologis, kognitif, psikologis dan kanak-kanak. sosial yang sedang berubah dan saling berkaitan perubahan pada masa remaja. Termasuk dari dari masa kanak-kanak menuju masa dewasa. meningginya pola emosi, tingkah laku, minat. Masa remaja biasanya dimulai pada jenjang pendidikan Sekolah Menengah Pertama (SMP). Perubahan fisik pada remaja sangat menonjol. Masa remaja berlangsung dimulai dari usia 12 dimulai dari tinggi badan, berat badan dan sampai 19 tahun yang dibagi menjadi 3 fase. perubahan fisik lainnya baik primer maupun Individu 340 Jurnal Riset Mahasiswa Bimbingan dan Konseling. Volume 7. Nomor 7. Juli 2021 Perubahan fisik yang kurang ideal yang dialami orang tersebut sebagai akibat dari menyebabkan remaja mengupayakan berbagai Dewi . berpendapat bahwa cara agar tubuhnya terlihat ideal. Misalnya, body image adalah kesadaran individu akan dengan menggunakan berbagai produk skincare tubuhnya sendiri, refleksi tubuh individu dan untuk wajah remaja yang berjerawat disaat pengalaman individu dengan tubuhnya sendiri. mendekati siklus menstruasi, atau ada yang Menurut Cash dan Pruzinsky . body merasa dirinya terlalu gemuk dibandingkan image dibagi menjadi 2, yaitu body image teman-temannya sehingga melakukan diet ketat positive dan body image negative. Idealnya setiap untuk merubah bentuk tubuhnya. Namun, individu memiliki body image yang positif terkadang remaja kurang paham cara melakukan khususnya pada masa remaja. Pada masa remaja diet yang sehat sehingga hanya membatasi identitas diri sangatlah penting dalam lingkup Remaja idealnya memiliki penerimaan mengalami gangguan kesehatan yang lainnya. diri yang baik terhadap keadaan dan kondisi Beberapa hal yang dianggap tidak ideal Realitanya banyak remaja yang masih dalam ruang lingkup sosialnya menyebabkan memandang tubuhnya dengan pandangan yang remaja putri merasa malu dan kurang percaya tidak baik. Hal ini diperkuat dengan pendapat Remaja putri menyadari bahwa daya tarik Hurlock . bahwa hanya sedikit remaja fisik mempunyai peran yang cukup besar dalam yang mengalami kepuasan terhadap tubuhnya. hubungan sosialnya, terutama pada penilaian Ketidakpuasan terhadap tubuh menjadi salah satu terhadap lawan jenis. Seperti hasil wawancara penyebab timbulnya konsep diri yang kurang yang dilakukan oleh Akhmada Muhsin . baik dan kurangnya percaya diri selama masa dengan Mumun . bahwa penampilan seorang wanita . emaja putr. harus menarik, akan tetapi Seperti yang dikemukakan Wati dan juga harus dibarengi dengan sifat yang menarik Sumarmi . hasil penelitian yang dilakukan Hal ini membuktikan bahwa remaja putri di India pada sebagian remaja menunjukkan sangat memperhatikan penampilannya untuk adanya 12,5% remaja laki-laki dan 40,8% remaja dilihat oleh orang lain yang ada di dalam perempuan mengalami body image yang negatif. Bukan hanya di India saja. Wati dan Sumarmi Perubahan fisik menyebabkan remaja . melakukan penelitian di suatu SMA yang memiliki berbagai pandangan tentang body ada di Surabaya pada 100 remaja putri Menurut . remaja sangat Padmommartono masing-masing. mementingkan penampilan dan body image. Kebanyakan remaja yang memberikan penilaian Justin Healey . 4: . body image adalah negatif dan mengalami ketidakpuasan terhadap persepsi seseorang tentang fisiknya, tetapi yang tubuhnya adalah perempuan. lebih penting adalah tentang fikiran dan perasaan Berdasarkan hasil survey tersebut jelas Pengaruh Konformitas Teman. (Desi Prasastiningru. 341 membuktikan bahwa remaja terutama perempuan ketergantungan remaja terhadap orangtua, . cenderung mengalami body image negative yang Mulai eksplorasi relasi dengan lawan jenis. Teman sebaya memiliki andil yang cukup terhadap penampilannya. Body image negative besar bagi remaja, remaja yang merasa diterima yang dialami oleh remaja selain karena kurang dalam lingkungan pertemanan akan memiliki puas dan tidak percaya diri terhadap tubuhnya, kemampuan sosial yang lebih baik walaupun juga karena adanya pengaruh dari lingkungan tidak populer. Pada masa remaja eksplorasi sosial sosialnya yaitu teman sebaya. akan semakin kompleks, hal ini dikarenakan pada Adams . dalam penelitiannya di Amerika remaja akan semakin luas. Lingkungan sosial memiliki pengaruh yang signifikan dan dapat yang semakin luas menyebabkan banyaknya kelompok sosial yang akan dihadapi pada masa consciousness, persepsi mengenai body image Kelompok sosial yang berinteraksi dan dalam kelompok teman sebaya individu akan dengan remaja tentunya akan berpengaruh dasarnya lingkungan sosial individu pada masa terhadap pola kehidupan remaja itu sendiri. Tidak hanya dalam hal perilaku tetapi termasuk dengan . gaya hidup, persepsi dan berbagai aspek Hal Kenny penelitian di Irlandia dengan melibatkan 111 kehidupan remaja yang lainnya. subjek, menyatakan bahwa kelompok teman Seperti pendapat Panut dan Ida . sebaya memiliki pengaruh pada perkembangan . yang mengemukakan bahwa remaja akan body image remaja. mengidentifikasi dan meniru tingkah laku. Pada pakaian, sikap dan tindakan kelompok teman tumbuh dan berkembang tidak lepas dari bantuan Jika kelompok sosial yang berada di orang lain. Begitupun dengan remaja yang dalam lingkungan remaja tersebut baik, maka pola kehidupannya tidak terlepas dari pengaruh perilaku yang mempengaruhi individu juga baik lingkungan sosialnya yaitu teman sebaya. Teman begitu sebaliknya. sebaya adalah faktor yang cukup dominan dalam Penerimaan diri yang baik di dalam mempengaruhi aspek kehidupan di dalam masa kelompok terhadap keadaan individu akan perkembangan remaja. Hal ini diperkuat dengan membuat individu merasakan keterikatan dan pendapat Padmommartono . 4: . pada ketertarikan yang kuat dan melekat sehingga remaja tengah, muncul tanda-tanda sebagai yang menjadi ketetapan atau aturan di dalam berikut: . Teman sebaya menetapkan standar kelompok tersebut akan dianggap benar dan perilaku kelompoknya, . Kelompok sebaya individu akan menyesuaikan. Penyesuaian untuk berperan utama dalam memenuhi kebutuhan remaja, . Identifikasi diri dengan kelompok pertemanan ini disebut konformitas. Konformitas adalah pengaruh sosial yang 342 Jurnal Riset Mahasiswa Bimbingan dan Konseling. Volume 7. Nomor 7. Juli 2021 mengubah sikap dan tingkah laku individu sesuai berkembang sehingga memandang suatu hal baik dengan norma dan sosial yang ada (Baron & dan buruk berdasarkan gambaran dari orang lain. Byrne, 2005 : . Bukan hanya bertingkah laku Ketika orang lain beranggapan sesuatu dalam sama seperti orang lain, tetapi juga berarti dirinya itu baik, maka kepercayaan dalam dirinya akan meningkat, begitu sebaliknya. Remaja bertingkah laku (Myers, 2012 : . Sarwono belum dapat memiliki konsep diri untuk . 5: . juga berpendapat bahwa konformitas membedakan yang baik dan buruk menurut adalah perilaku sama dengan orang lain yang dirinya sendiri. Berawal dari ketidakpercayaan didorong oleh keinginan diri sendiri. Pemilihan pakaian, musik, nilai dan aktifitas di waktu luang konformitas dalam ruang lingkup remaja agar merupakan beberapa dimensi yang dapat diamati remaja dapat diterima dan tidak dianggap menyimpang oleh orang lain. (Santrock, 2007: . Gagasan tersebut diperkuat dengan survei Pengaruh konformitas terhadap kehidupan yang dilakukan oleh peneliti di salah satu SMA individu dapat dilihat dari beberapa fenomena di di Yogyakarta, bahwa terdapat 5 dari 15 siswa lingkungan sekolah. Ketika dalam suatu lingkup yang merasa tidak puas dengan tubuhnya karena pertemanan dalam kelompok memiliki aturan adanya faktor konformitas dengan teman sebaya. Siswa tersebut mengemukakan alasan memiliki mendominasi maka akan diikuti oleh anggota penilaian yang negatif terhadap tubuhnya karena kelompok yang lainnya. Selain itu, remaja merasa kurang percaya diri terhadap keadaan seringkali beranggapan bahwa pandangan orang tubuhnya ditambah dengan adanya penilaian dari lain sama dengan persepsi di dalam dirinya. teman sebayanya. Sebagai contoh kasusnya. Remaja akan mudah terpengaruh dengan yang siswa bernama RM yang pada saat itu memiliki dikatakan oleh orang lain terhadap dirinya dan masalah dengan kulitnya sehingga wajahnya mencoba membandingkan antara dirinya dan tampak banyak jerawat. Terdapat siswa lain yang orang lain sebagai acuan untuk penilaian dalam mengomentari wajah RM dan Termasuk dengan penilaian tentang merasa malu. Kemudian di hari selanjutnya RM bentuk tubuh, gaya berpakaian, penampilan serta merasa tidak percaya diri dan body image dirinya menurut orang lain. Sehingga menyembuhkan jerawat yang ada di wajahnya. ketika kelompok teman Berdasarkan paparan kasus di atas, peneliti sebaya remaja kurang baik, maka remaja tersebut mengubah penampilannya bahkan meniru apa memiliki dugaan sementara bahwa adanya pengaruh konformitas teman sebaya terhadap body image pada siswa SMA. METODE PENELITIAN Hal ini didukung dengan perkembangan membuat RM benar-benar Jenis Penelitian Pendekatan Pengaruh Konformitas Teman. (Desi Prasastiningru. 343 pendekatan kuantitatif dengan jenis penelitian antara item favorable dan unfavorable berbeda Muri Yusuf . 4: . menjelaskan seperti pada tabel berikut: bahwa jenis penelitian korelasional adalah penelitian yang dilakukan peneliti untuk melihat Tabel 1. Skor Skala Alternatif Respon suatu hubungan antara 1 variabel dengan beberapa variabel yang lain dengan tujuan untuk menerangkan dan meramalkan sesuatu. Waktu dan Tempat Penelitian Penelitian ini dilaksanakan di salah satu SMA yang berlokasi di Kepatihan. Jl. Daeng. Randu Gunting. Tamanmartani. Kecamatan Kalasan. Kabupaten Sleman. Daerah Istimewa Yogyakarta. Waktu pelaksanaan penelitian ini adalah bulan Juli sampai Oktober 2020. Sangat Sesuai Sesuai Tidak Sesuai Sangat Tidak Sesuai Validitas dan Reliabilitas Uji validitas intrumen ini diuji dengan pendapat dari ahli . udgment expert. Dalam penelitian ini, ahli dalam pengujian validitas instrumen adalah Dr. Budi Astuti. Si. Setelah melalui uji validitas menurut pendapat ahli Subjek Penelitian . udgment expert. kemudian diteruskan dengan Populasi pada penelitian ini yaitu siswa SMA kelas XI dengan jumlah 224 siswa. Pengambilan Skor Skor Favorable Unfavorable random sampling. Berdasarkan rumus Slovin jumlah sampel yang digunakan sebanyak 144 uji coba instrumen. Setelah menggunakan angket atau kuesioner secara online menggunakan google formulir. Peneliti menggabungkan instrumen penelitian kuesioner dengan skala. Skala yang digunakan adalah skala konformitas teman sebaya dan skala body image. Instrumen yang tersusun terdiri dari dua . ernyataan tidak mendukun. Skala yang digunakan sebagai pilihan jawaban dalam penelitian ini adalah sangat sesuai (SS), sesuai (S), tidak sesuai (TS), sangat tidak sesuai (STS). Pada setiap pilihan jawaban akan diberi skor 1 sampai dengan 4. Namun, setiap pilihan jawaban kemudian instrumen di uji reliabilitasnya. Sukardi . 3: . mengemukakan bahwa reliabilitas suatu tes pada umumnya ditunjukkan Teknik Pengumpulan Data Dalam penelitian ini pengumpulan data Koefisien yang tinggi menunjukkan reliabilitas yang tinggi. Sebaliknya, jika koefisien suatu tes rendah maka reliabilitasnya rendah. Priyanto . bahwa rumus reliabilitas dikatakan kurang baik apabila kurang dari 0,6 sedangkan dapat dikatakan baik atau diterima apabila bernilai 0,7. Dalam penelitian ini reliabilitas dilakukan dengan mengujikan instrumen pada siswa SMA Negeri 1 Prambanan kelas XI sebanyak 50 siswa dan hasilnya akan diuji dengan rumus Alpha Cronbach menggunakan SPSS for Windows 23. Version. Hasil uji reliabilitas pada instrumen penelitian ini yaitu 0,773 pada skala konformitas teman sebaya dan 0,876 pada skala body image. 344 Jurnal Riset Mahasiswa Bimbingan dan Konseling. Volume 7. Nomor 7. Juli 2021 Teknik Analisis Data Diagram Konformitas Teman Sebaya Pengolahan data adalah proses pemberian kode terhadap data penelitian melalui angkaangka. Menurut Burigin . 4: . pada dilaksanakan dengan tahap memeriksa . , . Tinggi pembeberan . Teknik analisis data dalam penelitian ini Sedang Gambar 1. Diagram Konformitas Teman Sebaya adalah analisis data kuantitatif karena data pada penelitian ini disajikan dalam bentuk angka. Analisis mendiskripsikan, menganalisis dan menarik kesimpulan dari semua data yang sudah Body Image Pada variabel konformitas teman sebaya terdapat 24 item pernyataan yang diberikan kepada 144 sampel siswa SMA. Berikut hasil statistik deskripsi: Tabel 3. Skor Skala Body Image HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN Interval Statistik Deskripsi Pada variabel konformitas teman sebaya terdapat 17 item pernyataan yang diberikan kepada 144 sampel siswa SMA. Berikut hasil statistik deskripsi: Kategori < 48 Rendah 48 Ae 71 Sedang Ou 72 Tinggi Jumlah Jumlah Presentase (%) Berdasarkan tabel diatas dapat diketahui bahwa tingkat body image pada siswa SMA masuk Konformitas Teman Sebaya dalam kategori sedang dengan jumlah 71 siswa. Tabel 2. Skor Skala Konformitas Teman Sebaya Berdasarkan persentasenya dalam diagram lingkaran berikut: Interval Kategori < 34 Rendah 34 Ae 50 Sedang Ou 51 Tinggi Jumlah Jumlah Presentase (%) Diagram Body Image Berdasarkan tabel diatas dapat diketahui bahwa tingkat konformitas teman sebaya pada siswa SMA masuk dalam kategori Berdasarkan data tersebut, dapat dilihat Tinggi Sedang Gambar 2. Diagram Body Image Statistik Pengaruh Konformitas Teman. (Desi Prasastiningru. 345 Uji Linearitas Inferensial Uji Prasyarat Uji prasyarat yang dilakukan terdiri dari 2 uji yaitu uji normalitas dan uji linearitas. Berikut Uji Normalitas Uji normalitas dilakukan untuk mengetahui skor variabel yang diteliti mengikuti distribusi normal atau tidak. Uji normalitas data pada Uji linearitas digunakan untuk mengetahui ada atau tidaknya hubungan linear pada masingmasing variabel bebas dan terikat. Apabila taraf signifikansi 5% . > 0,. maka hubungan antara kedua variabel tidak linear. Hasil uji linearitas variabel konformitas teman sebaya dan body image dapat dilihat dari tabel berikut: Tabel 5. Hasil Uji Linearitas Kolmogorov Ae Smirnov dengan bantuan software dikatakan normal apabila mempunyai nilai signifikansi 5% . O 0,. maka hubungan antara penelitian ini menggunakan uji normalitas SPSS version 23. Data dalam penelitian dapat Body_Image Konformitas _Teman_Se Betwe Group ANOVA Table Sum of Squares (Combine. Linearity signifikansi > 0,05. Hasil uji normalitas variabel Within Groups dilihat dari tabel berikut: Total Mean Square Deviation Linearity konformitas teman sebaya dan body image dapat Tabel 4. Hasil Uji Coba Normalitas One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test Unstandard Residual Mean Normal Std. Parametersa,b Deviation Absolute Most Positive Extreme Negative Differences Test Statistic Asymp. Sig. -taile. Diketahui hasil uji linearitas diatas menunjukkan bahwa pada variabel konformitas teman sebaya dan body image memiliki signifikansi 0,249 > 0,05 sehingga dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan yang linear antara konformitas teman sebaya dan body image. Uji Hipotesis Uji hipotesis pada penelitian ini menggunakan uji regresi sederhana. Berikut hasilnya: Tabel 6. Hasil Uji Regresi Sederhana Berdasarkan tabel diatas dapat diketahui bahwa data pada variabel konformitas teman sebaya dan body image telah memenuhi asumsi distribusi normal. Hal ini dapat dilihat melalui penentuan dari nilai p atau Asymp. Sig, . -taile. > 0,05 yaitu 0,2 > 0,05 dengan hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa distribusi data dalam penelitian ini berdistribusi normal. Model Sum of Squares Mean Square Regressio Residual Total Dependent Variable: Body_Image Predictors: (Constan. Konformitas_Teman_Sebaya Berdasarkan tabel diatas diperoleh nilai 346 Jurnal Riset Mahasiswa Bimbingan dan Konseling. Volume 7. Nomor 7. Juli 2021 Fhitung sebesar 16,129 dengan nilai signifikansi sebesar 0,000. Nilai 0,000 < 0,05 maka dapat disimpulkan variabel konformitas teman sebaya Unstandardiz Coefficients Standardized Coefficients Model Std. Error (Constant 22. Konform itas_Te dapat memprediksi besarnya variabel body Sig. Beta Artinya terdapat pengaruh variabel konformitas teman sebaya dengan variabel body Pembahasan Penelitian Pada tabel diatas dapat diketahui bahwa konstanta . yaitu sebesar 22,706 dan nilai koefisien regresi . yaitu sebesar 0,713 untuk variabel konformitas teman sebaya. Tanda positif dari nilai koefisien regresi mempunyai arti bahwa Maka dapat dikatakan bahwa semakin membuktikan hipotesis bahwa terdapat pengaruh positif dan signifikan konformitas teman sebaya siswa SMA. Hasil konformitas teman sebaya pada siswa SMA masuk dalam kategori sedang dengan jumlah sebesar 108 siswa dari total responden 144 siswa. Berdasarkan uraian diatas diketahui bahwa besar pengaruh konformitas teman sebaya semakin besar pula body image terhadap siswa siswa SMA memiliki tingkat konformitas teman sebaya yang sedang dengan rata-rata sebesar SMA. 42,5. Hasil presentase tersebut menunjukkan Tabel 8. Koefisien Determinasi bahwa dalam menentukan sikap, penampilan dan Model Summary Model pengambilan keputusan sebagian besar siswa Adjusted R Std. Error of Square the Estimate R Square SMA Pernyataan tersebut membuktikan ,a. Predictors: (Constan. Konformitas_Teman_Sebaya bahwa sebagian besar siswa SMA cenderung mengikuti sesuatu hal yang dianggap wajar oleh Berdasarkan tabel diatas dapat diketahui bahwa nilai korelasi (R) yaitu sebesar 0,319. Nilai koefisien determinasi atau R square sebesar 0,102. Hal ini berarti bahwa variabel konformitas teman sebaya berpengaruh terhadap body image. Variabel konformitas teman sebaya memberikan sumbangan efektif sebesar 10,2% terhadap variabel body image dan 89,8% diberikan oleh variabel-variabel lain yang tidak dibahas dalam penelitian ini. Tabel 7. Hasil Koefisien Analisis Regresi Sederhana kelompok teman sebayanya agar terlihat kompak. Hasil penelitian ini menguatkan pernyataan Reber dan Reber, . 0: . , yang mengatakan keputusan yang ada di dalam kelompok. Bernard & Perry (Papalia, 2009: . juga berpendapat bahwa pada masa remaja individu cenderung memilih teman yang dianggap mirip dan dalam prosesnya dalam kelompok tersebut akan saling mempengaruhi untuk menjadi semakin mirip. Pada penelitian ini menunjukkan bahwa Pengaruh Konformitas Teman. (Desi Prasastiningru. 347 konformitas teman sebaya memiliki pengaruh masa remaja individu memiliki perhatian yang terhadap body image dengan > sebesar 0,713 berusaha menampilkan jati diri terbaiknya agar menunjukkan bahwa ada pengaruh positif terlihat menarik di depan orang lain terutama konformitas teman sebaya terhadap body image. pada penampilan fisik. 0,000. Hasil Maka dapat dikatakan bahwa semakin besar Justin Healey . juga mengemukakan pengaruh konformitas teman sebaya semakin bahwa terdapat beberapa faktor body image besar pula body image terhadap siswa SMA. yaitu: usia, jenis kelamin, harga diri rendah dan / Konformitas teman sebaya berpengaruh atau mengalami depresi, kepribadian, teman dan terhadap body image, artinya pola berpikir dan Berdasarkan dengan penjelasan diatas, dapat dipahami bahwa hasil penelitian tentang kelompok teman sebaya yang menganggap pengaruh konformitas teman sebaya terhadap sesuatu hal yang ada di dalam individu tersebut body image pada siswa SMA sesuai dengan teori tidak wajar. Sehingga memicu individu untuk yang ada dan sesuai dengan penelitian jenis merubah penampilan dan tingkah laku sesuai Perkembangan sosial remaja ditandai dengan SIMPULAN DAN SARAN meningkatnya pengaruh sosial terhadap teman Simpulan Berdasarkan analisis dan pembahasan hasil Hal ini disebabkan karena pada masa penelitian yang telah dilakukan pada variabel konformitas teman sebaya dan body image maka menghabiskan waktu dengan teman sebaya dapat disimpulkan bahwa AuTerdapat pengaruh dibandingkan dengan orangtua. Maka tidak heran positif dan signifikan pada signifikasi 0,000 < apabila pada masa remaja individu cenderung 0,005 antara konformitas teman sebaya dan body mengikuti kelompok teman sebayanya. Seperti image pada siswa SMAAy. yang dikemukakan oleh Santrock . 7: . Ditunjukkan pada setiap nilai koefisien bahwa remaja mengikuti kelompok teman korelasi antara konformitas teman sebaya dan sebayanya agar disukai dan diterima di dalam body image sebesar 0,713 dengan p = 0,000 pada kelompok sosial tersebut. taraf signifikansi ( p < 0,005 ) dan sumbangan Hasil perhitungan koefisien determinasi efektif sebesar 10,2%. Maka dapat dikatakan menunjukkan variabel konformitas teman sebaya bahwa semakin besar pengaruh konformitas memberikan sumbangan efektif sebesar 10,2% teman sebaya semakin besar pula body image terhadap variabel body image dan 89,8% terhadap siswa SMA. diberikan oleh variabel-variabel lain yang tidak Konformitas teman sebaya berpengaruh dibahas dalam penelitian ini. Hasil perhitungan terhadap body image, artinya pola berpikir dan presentase diatas diperkuat dengan pendapat Hurlock . yang mengatakan bahwa pada kelompok teman sebaya yang menganggap 348 Jurnal Riset Mahasiswa Bimbingan dan Konseling. Volume 7. Nomor 7. Juli 2021 sesuatu hal yang ada di dalam individu tersebut membantu siswa mengenali potensi yang ada tidak wajar. Sehingga memicu individu untuk dalam diri siswa dan kemudian dikembangkan merubah penampilan dan tingkah laku sesuai untuk menjadikannya sebuah prestasi yang dengan pendapat teman-temannya. Sehingga siswa dapat lebih Saran percaya diri dan tidak mudah terpengaruh oleh Berdasarkan hasil penelitian dan kesimpulan lingkungan sosial yang kurang baik. diatas, maka dapat diberikan saran sebagai Bagi peneliti selanjutnya Bagi Peneliti Selanjutnya, diharapkan untuk meneliti faktor-faktor lain seperti usia. Bagi Guru Bimbingan dan Konseling Bagi guru bimbingan dan konseling, jenis kelamin, harga diri rendah dan / atau diharapkan penelitian ini dapat dijadikan suatu mengalami depresi, dan kepribadian yang acuan dalam membantu siswa untuk menciptakan lingkungan sosial yang baik dan memberikan konsep kepada siswa agar memiliki persepsi yang penelitian mendapat hasil yang maksimal dan baik terhadap bentuk tubuh dan penampilan yang menjadi acuan untuk bahan layanan yang Layanan yang diharapkan adalah diberikan kepada siswa. sebagai bentuk pencegahan serta mengurangi adanya konformitas dan body image yang bersifat DAFTAR PUSTAKA