Jurnal Kesehatan : Amanah Prodi Ilmu Keperawatan STIKES Muhammadiyah Manado HUBUNGAN UMUR DAN PENGETAHUAN MASYARAKAT KELURAHAN SINDULANG I LINGKUNGAN II DENGAN PEMANFAATAN PUSKESMAS TUMINTING Rahmat Hidayat Program Studi Ilmu Keperawatan Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKES) Muhammadiyah Manado. Indonesia ABSTRAK Pembangunan Kesehatan di Indonesia bertujuan untuk meningkatkan kesadaran, kemauan dan kemampuan hidup sehat bagi setiap orang agar dapat mewujudkan derajat kesehatan yang setinggi-tingginya sebagai perwujudan kesejahteraan umum sebagai yang dimaksud dalam Pembukaan Undang-Undang Dasar 1945. Tujuan penelitian ini ialah untuk mengetahui hubungan umur dan pengetahuan masyarakat Kelurahan Sindulang 1 Lingkungan II dengan pemanfaatan Puskesmas Tuminting. Penelitian menggunakan metode penelitian deskriptif analitik yang bersifat cross sectional. Sampel responden sebanyak 125 orang dengan menggunakan purpose sampling. Pengumpulan data menggunakan kuesioner. Di analisa dengan uji statistik Chi Square. Hasil penelitianjenis kelamin paling banyak perempuan 71responden . ,8%), pendidikan paling banyak pendidikan SD48responden . ,4%), pekerjaan paling banyak IRT 52responden . ,6%). Kesimpulan dalam penelitian ini terdapat ada hubungan umur dengan pemanaatan Puskesmas Tuminting dimana nilai p value 0,000 dimana < nilai 0,05, hubungan pengetahuan dengan pemanaatan Puskesmas Tuminting dimana nilai p value 0,000 dimana < nilai 0,05. Kata Kunci : Umur. Pengetahuan. Pemanfaatan Puskesmas PENDAHULUAN Pembangunan Kesehatan di Indonesia bertujuan untuk meningkatkan kesadaran, kemauan dan kemampuan hidup sehat bagi setiap orang agar dapat mewujudkan derajat kesehatan yang setinggitingginya sebagai perwujudan kesejahteraan umum sebagai yang dimaksud dalam Pembukaan UndangUndang Dasar 1945. Pembangunan Kesehatan diselenggarakan dengan berdasarkan kepada Sistem Kesehatan Nasional ( SKN ) yaitu suatu tatanan yang menghimpun berbagai upaya Bangsa Indonesia secara terpadu dan saling mendukung guna menjamin derajat kesehatan yang setinggi-tingginya. Sebagai pelaku dari pada penyelenggaraan pembangunan kesehatan adalah masyarakat, pemerintah . usat, provinsi, kabupaten/kot. , badan legislatif serta badan yudikatif. Dengan demikian dalam lingkungan pemerintah baik Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah harus saling bahu membahu secara sinergis melaksanakan pembangunan berkesinambungan dalam upaya bersama-sama mencapai derajat kesehatan yang setinggi-tingginya. (Depkes RI, 2. Sebagai unit pelayanan kesehatan tingkat pertama dan terdepan dalam sistem pelayanan Vol. 3 No. kesehatan, puskesmas melakukan upaya kesehatan wajib dan upaya kesehatan pilihan yang disesuaikan dengan kondisi, keutuhan, tuntutan, kemampuan dan inovasi serta kebijakan pemerintah setempat. Adapun fungsinya sebagai pusat pelayanan kesehatan primer dan juga pusat pemberdayan Sebagai pusat pelayanan kesehatan primer keterjangkauan dan kemudahan akses ke sarana pelayanan kesehatan tersebut sangat di perlukan sebab akan mempengaruhi keberhasilan puskesmas dalam melaksanakan fungsinya. Peneliti Susanto. E dan hasanbasri. M . memaparkan bahwa pemanfaatan sarana pelayanan kesehatan dipengaruhi oleh beberapa hal antara lain menurunnya daya beli masyarakat, menurunnya minat masyarakat untuk berobat karena merasa tidak puas dengan pelayananya, tidak puas dengan kwalitas obat yang diperoleh dan tidak puas dengan tarif pelayanan, akses geografis ke pelayanan kesehatan sulit. Penelitian ini juga menyimpulkan bahwa masyarakat yang lebih mampu memanfaatkan sarana pelayanan kesehatan dua kali lipat dibandingkan dengan masyarakat yng tidak mampu, keadaan ini menggambarkan bahwa masyarakat yang tidak mampu mempunyai keterbatasan akses dalam memanfaatkan sarana pelayanan kesehatan. Jurnal Kesehatan : Amanah Prodi Ilmu Keperawatan STIKES Muhammadiyah Manado Tahun 928Puskesmas, 19. 681 Puskesmas pembantu, 725 Polindes/Poskesdes yang tersebar diseluruh Indonesia (Depkes, 2. KotaManado memiliki 16 puskesmas yangtersebar di 15 kecamatan, dari total 116puskesmas yang ada di Provinsi SulawesiUtara (Depkes, 2. Puskesmas Tuminting,merupakan salah satu puskesmas yang diKota Manado. Sebagai Tuminting memilikisumber daya manusia yang berperan didalamnya, menurut data ada 40 tenagakesehatan yang bekerja di puskesmasTuminting (Profil Puskesmas Tuminting,2. Dari survey awal yang dilakukan oleh peneliti terdapat 6456 penduduk, khusus di lingkungan 2 terdapat 1243 jiwa. Dimana dari hasil wawancara yang dilakukan oleh 10 masyarakat yang mamanfaatakan puskesmas sebanyak 4 orang dang 6 orang jarang ke puskesmas. Hal ini disebabkan oleh pengetahuan,umur, dan jarak ke puskesmas yang lumayan jauh. Dari masalah diatas peneliti tertarik untuk meneliti tentang karakteristik METODE. Penelitian ini menggunakan metode deskritif yaitu untuk mendeskripsikan suatu keadaan secara objektif dan untuk menjawab permasalahan yang sedang dihadapi pada situasi sekarang (Elfindri,2. , dengan pendekatan kuantitatif dan desain penelitian cross sectional . otong lintan. dimana pengamatan terhadap variabel dependen dan variabel independen dilakukan dalam waktu bersamaan sehingga dapat diperloleh gambaran antara faktor resiko dan faktor efek pada populasi jumlah sampel 125 dan menggunakan teknik purposive sampling yaitu cara pengambilan sampel untuk tujuan tertentu, dimana teknik penetapan sampel dengan cara memilih sampel diantara populasi sesuai yang dikehendaki oleh peneliti sehingga sampel tersebut dapat mewakili karakteristik populasi yang telah dikenal sebelumnya (Hidayat, 2. HASIL Tabel 5. 1 Distribusi frekuensi responden berdasarkan jenis kelamin di Kelurahan Sindulang I Lingkungan II Tahun 2016 . Jenis Kelamin Perempuan Vol. 3 No. Frequensi Presentasi Laki-laki Total Sumber Data Primer 2016 Tabel 5. 2 Distribusi frekuensi responden berdasarkan pendidikan di Kelurahan Sindulang I Lingkungan II Tahun 2016 . Pendidikan Frequensi Presentasi SMA SMP D3/SARJANA Total Sumber Data Primer 2016 Tabel 5. 3 Distribusi frekuensi responden berdasarkan pekerjaan di Kelurahan Sindulang I Lingkungan II Tahun 2016 . Pekerjaan Frequensi Presentasi IRT Nelayan Tukang Ojek Pedagang PNS Tidak Bekerja Total Sumber Data Primer 2016 ANALISA UNIVARIAT Tabel 5. 4Distribusi frekuensi responden berdasarkan umur di Kelurahan Sindulang I Lingkungan II Tahun 2016 . Umur Frequensi Presentasi Dewasa Akhir Dewasa Muda Total Sumber Data Primer 2016 Tabel 5. 5Distribusi frekuensi responden berdasarkan pebgetahuan di Kelurahan Sindulang I Lingkungan II Tahun 2016 . Pengetahuan Kurang Baik Frequensi Presentasi Jurnal Kesehatan : Amanah Prodi Ilmu Keperawatan STIKES Muhammadiyah Manado Baik Total Sumber Data Primer 2016 Tabel 5. 6Distribusi frekuensi responden berdasarkan pemanfaatan puskesmas di Kelurahan Sindulang I Lingkungan II Tahun 2016 . Pemanfaatan Puskesmas Frequensi Presentasi Kurang Baik Baik Total Sumber Data Primer 2016 ANALISA BIVARIAT Tabel 5. 7Analisa umur dengan pemanfaatan puskesmas di Kelurahan Sindulang I Lingkungan II Tahun 2016( n = 47 ). Pemanfaatan Puskesmas Baik Kurang Baik Umur Dewa Muda Tot Dewa Akhir Total Sumber Data Primer 2016 Data pada Tabel 5. 7 di atas menunjukkan bahwa dari 125 responden, paling banyak memiliki umur 26 Ae 35 tahun dengan pemanfaatan puskesmas kurang baik. Dilihat dari nilai signifikansi sebesar 000 dengan demikian probabilitas . lebih kecil dari 0,000 . ,000>0,. , maka H0 diterima atauterdapat hubungan antaraumur dan pemanfaatan puskesmas. Dan memiliki nilai OR 3,983yang memiliki arti umur dewasa muda berpeluang 3,983pemanfaatan puskesmas baik dibandingkan umur dewasa akhir. PEMBAHASAN Vol. 3 No. Dari hasil penelitian didapatkan hasil sebagian masyarakat sindulang I khususnya lingkungan II memiliki pekerjaan IRT. Menurut Notoatmodjo fasilitas kesehatan seperti puskesmas, rumah sakit, balai pengobatan, dan sebagainya tidak hanya disebabkan oleh faktor jarak antara fasilitas tersebut dengan masyarakat yang terlalu jauh . aik jarak secara fisik maupun secara sosia. , tetapi dilatar belakangi juga pekerjaan yang mereka miliki diamana pekerjaan sesorang menentukan pendapatan orang tersebut sehingga berdampak terhadap pemilihan fasilitas kesehatan yang akan digunakan. Hubungan pengetahuan masyarakat Kelurahan Sindulang 1 dengan Pemanfaatan Puskesmas. Dari hasil uji statistik didapatkan hasil terdapat hubungan antara pengetahuan dengan pemanfaatan puskesmas dimana nilai signifikan lebih kecil dari nilai alfa. Penelitian ini sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh Ni Putu Prastika Hasil menggunakan uji chi square serta diperoleh p<0,05 yaitu 0,000 yang berarti bahwa ada hubungan antara puskesmas maka hipotesis diterima. Pengetahuan adalah hasil pengindraan manusia, atau hasil tahu seseorang terhadap objek melalui indra yang dimilikinya . ata, hidung, telinga, dan sebagainy. (Notoatmodjo, 2. Disetiap wilayah masyarakat sudah terdapat berbagai tempat pelayanan kesehatan ataupun tempat berobat dari mulai bidan desa, posyandu, puskesmas pembantu, puskesmas, klinik dokter dan rumah Dalam memilih berbagai pelayanan kesehatan ini masyarakat memiliki hak ataupun kebebasan untuk sarana berobat mereka, yang mana disesuaikan dengan keadaan ekonomi dan kebutuhan mereka Perubahan perilaku kesehatan melalui cara pendidikan atau promosi kesehatan diawali dengan cara pemberian informasi-informasi kesehatan. Dengan memberikaninformasi-informasi tentang cara-cara mencapai hidup sehat, cara pemeliharaan kesehatan, cara menghindari penyakit, dan sebagainyaakan meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang hal tersebut. Persepsi masyarakat terhadap sehat-sakit erat hubungannya dengan perilaku pencarian Kedua pokok pikiran tersebut akan mempengaruhi atas dipakai atau tidak dipakainya fasilitas kesehatan yang disediakan. Apabila persepsi sehat-sakit belum sama dengan dengan konsep sehatsakit kita, maka jelas masyarakat belum tentu atau tidak mau menggunakan fasilitas yang diberikan, bila persepsi sehat-sakit sudah sama dengan pengertian kita, maka kemungkinan besar fasilitas yang diberikan akan mereka pergunakan. Jurnal Kesehatan : Amanah Prodi Ilmu Keperawatan STIKES Muhammadiyah Manado Dalam meningkatkan pelayanan kesehatan di puskesmas perlu ditunjang dengan adanya penelitian-penelitian social, budaya masyarakat, persepsi dan perilaku masyarakat tersebut terhadap sehat-sakit dengan memberikan pendidikan kesehatan masyarakat. Dengan demikian pelayanan yang diberikan akan diterima oleh masyarakat. Menurut peneliti orang yang berpengetahuan akan menyadari pentingnya kesehatan dan akan lebih memanfaatkan pelayanan kesehatan yang ada. Selain itu pemilihan pemanfaatan puskesmas Tuminting sebagai sarana pelayanan kesehatan prioritas tidak dapat terlepas dari pengaruh faktor pemilihan alternatif sarana pelayanan kesehatan lain, yakni dengan adanya pilihan Rumah Sakit Sitti Maryam, praktek dokter dan bidan yang biaya pengobatannya juga masih dapat dijangkau oleh masyarakat dengan mutu pelayanan yang baik. Selain itu, kemungkinan ada faktor lain yang tidak diteliti oleh peneliti yang mempengaruhi pemanfaatan pelayanan kesehatan di puskesmas Tuminting Azwar. Azrul. Pengantar Administrasi Kesehatan. Jakarta : B Addani. Adam. Analisis Pemanfaatan Pelayanan Kesehatan Masyarakat SukuBajo Di Kabupaten Kolaka Sulawesi Tenggara Tahun 2008 (Jurna. Makassar:Universitas Hasanuddin (Onlin. , http://isjd. id/admin/jurnal/1208 pdf, diakses pada tanggal 8 April 2016 Depkes KESIMPULAN Sebagianbesar umur responden masyarakat Kelurahan Sindulang I Lingkungan IIberada pada tingkat dewasa akhir Sebagian besar pengetahun masyarakat Kelurahan Sindulang I Lingkungan II responden berada pada tingkat kurang baik Sebagian besar pemanfaatan puskesmas masyrakat Kelurahan Sindulang I Lingkungan IIberada pada tingakatan kurang baik Terdapat hubungan antara umur masyarakat Kelurahan Sindulang I Lingkungan II dan pemanfaatan Puskesmas Tuminting Terdapat hubungan antara pengetahuan masyarakat Kelurahan Sindulang I Lingkungan IIdengan pemanfaatan puskesmas SARAN Tempat Penelitian Memberikan gambaran bagaimana masyarakat dalam pemanfaatan puskesmas dimana perlu adanya sosialisasi untuk lebih memanfaatkan pelayanan puskesmas Responden Lebih pemanfaatan pelayanan kesehatan Untuk peneliti lain Sebagai bahan atau dasar penelitian selanjutnya terutama mengenai tingkat pengetahuan masyarakat terhadap pemanfaatan pelayanan DAFTAR PUSTAKA