Buletin Ilmiah IMPAS Volumen 24 No. 1 Edisi April 2023 p-ISSN : 0853-7771 e-ISSN : 2714-8459 DETERMINAN PRODUKSI USAHATANI SAYUR SAWI (BRASSISCA JUNCEA L) DI DESA BAUMATA TIMUR KECAMATAN TAEBENU KABUPATEN KUPANG (Production Determinant of Sawi (Brassisca Juncea L) Farm at Desa Baumata Timur. Kecamatan Taebenu. Kabupaten Kupan. Oleh: Patrisia Hadia Putri. Marthen R. Pellokila dan Ernantje Hendrik Program Studi Agribisnis. Fakultas Pertanian Universitas Nusa Cendana Alamat E-mail Korespondensi: patrisiahadiaputri@gmail. Diterima : 05 Januari 2023 Disetujui: 15 Januyari 2023 ABSTRACT This research was conducted in East Baumata Village in April 2020. This study aims to . know the factors that influence the production of mustard vegetables and . know the income obtained from the vegetable farming in the village of East Baumata Taebenu District Kupang Regency. The analytical tools used linear regression doubled Cobb-Douglas's approach. The respondents used were all mustard vegetable farmers in East Baumata Village which amounted to 41 respondents. The data type consists of primary data and secondary data. Primary data was obtained from direct interviews and documentation with respondents, while secondary data was obtained from relevant agencies in this study. Data analysis tools used in this research consist of. descriptive analysis, . kuantitatf analysis using Cob-Douglass functions reformed into the form of multiple regression equations, and . revenue and revenue analysis. The results showed that land area factors, seeds, organic fertilizers, inorganic fertilizers, pesticides, labor together significantly influenced the production of mustard in East Baumata Village. Partially variable land area and seeds have a significant effect on the production of mustard in East Baumata Village. While that has no effect and is not significant to the production of mustard vegetables, namely organic fertilizers, pesticides and labor. Inorganic fertilizer factors have an effect but are not significant to the production of mustard farming. The amount of income obtained from mustard vegetable farming in East Baumata Village amounted to Rp3,872,624/respondent with the largest income of Rp5,420,150 and the smallest income of Rp2,720,850. Keywords: mustard. Production and Revenue ABSTRAK Penelitian ini dilakukan di Desa Baumata Timur pada bulan April Tahun 2020. Penelitian ini bertujuan untuk . mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhiproduksi sayur sawi dan . mengetahui pendapatan yang diperoleh dari usahatani sayur sawidi Desa Baumata Timur Kecamatan Taebenu Kabupaten Kupang. Alat analisis yang digunakan regresi linier berganda pendekatan Cobb-Douglas. Responden yang dipakai yaitu semua petani sayur sawi di Desa Baumata Timur yang berjumlah 41 responden. Jenis data terdiri dari data primer dan data Data primer diperoleh dari hasil wawancara langsung dan dokumentasi dengan responden, sedangkan data sekunder diperoleh dari instansi yang terkait dalam penelitian ini. Alat analisis data yang dipakai dalam penelitian ini terdiri dari. analisis deskriptif, . analisis Putri, et al. Determinan Produksi Usahatani Sayur Sawia. Page 14 Buletin Ilmiah IMPAS Volumen 24 No. 1 Edisi April 2023 p-ISSN : 0853-7771 e-ISSN : 2714-8459 kuantitatf menggunakan fungsi Cob-Douglass yang ditansformasikan ke dalam bentuk persamaan regresi berganda, dan . analisis penerimaan dan pendapatan. Hasil penelitian menunjukan bahwa faktor luas lahan, benih, pupuk organik, pupuk anorganik, pestisida, tenaga kerja secara bersama-sama berpengaruh secara signifikan terhadap produksi sawi di Desa Baumata Timur. Secara parsial variable luas lahan dan benih berpengaruh dan signifikan terhadap produksi sawi di Desa Baumata Timur. Sedangkan yang tidak berpengaruh dan tidak signifikan terhadap produksi sayur sawi yaitu pupuk organik, pestisida dan tenaga kerja. Faktor pupuk anorganik berpengaruh namun tidak signifikan terhadap produksi usahatani sawi. Besar pendapatan yang diperoleh dari usahatani sayur sawi di Desa Baumata Timur sebesar Rp3. 624/responden dengan pendapatan terbesar sebesar Rp5. 150 dan pendapatan terkecil sebesar Rp2. Kata kunci : Sawi. Produksi dan Pendapatan PENDAHULUAN Indonesia adalah Negara agraris yang sebagian besar penduduknya terdiri dari petani, sehingga sektor pertanian memegang peranan penting. Sektor pertanian sebagai sumber kehidupan bagi sebagian besar penduduk terutama bagi mereka yang memiliki mata pencaharian utama sebagai Selain itu sektor pertanian, salah satu hal penting yang harus diperhatikan sebagai Peningkatan produksi yang harus seimbang dengan laju pertumbuhan penduduk dapat dicapai melalui peningkatan pengelolaan usahatani secara intensif (Tou. Proses produksi bisa berjalan bila persyaratan faktor produksi yang dibutuhkan sudah terpenuhi. Faktor produksi terdiri dari empat komponen, yaitu tanah, modal, tenaga kerja, dan skill atau mhanajemen . Dalam beberapa literatur, sebagian para ahli mencantumkan hanya tiga faktor produksi, yaitu tanah, modal, dan Masing-masing mempunyai fungsi yang berbeda dan saling terkait satu sama lain. Jika salah satu faktor tidak tersedia maka proses produksi atau usahatani tidak akan berjalan, terutama ketiga faktor seperti tanah, modal dan tenaga kerja (Murdiantoro, 2. Budidaya sawi jika ditinjau dari aspek teknis tidak terlalu sulit, sedangkan dari segi bisnis, pengusahaan sawi cukup menjanjikan keuntungan yang baik. Pertimbangannya karena modal yang diperlukan tidak terlalu besar, tidak banyak menuntut persyaratan tumbuh yang sulit seperti hanya dengan memanfaatkan lahan yang kecil, sempit & terbatas, mudah di tanam, relatif murah dalam penyediaan biaya usahataninya, dan cepat tumbuh walau tanpa pemeliharaan yang serius. Selain itu, dalam waktu singkat, tanaman sudah dapat dipanen. Sayuran ini sangat digemari oleh masyarakat sehingga tidak sulit dalam memasarkannya. Oleh karena itu, bila diusahakan secara besarbesaran akan mendatangkan keuntungan yang tidak sedikit (Suryawardana, 2. Usahatani sawi yang memiliki potensi sosial dan ekonomi yang besar ini dipandang sebagai salah satu usahatani yang dapat di kembangkan dan dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat, oleh karana itu para petani di Kecamatan Taebenu pun melakukan budidaya sawi. Berdasarkan data BPS. Kecamatan Taebenu memiliki tingkat produksi tanaman sawi yang tetap tanpa adanya peningkatan selama tiga tahun terakhir yaitu tahun 2014-2016 dengan tingkat produksi sebesar 251 kuintal, sedangkan pada tahun 2017 produksi sawi meningkat menjadi 503 kuintal. (Sumber: Putri, et al. Determinan Produksi Usahatani Sayur Sawia. Page 15 Buletin Ilmiah IMPAS Volumen 24 No. 1 Edisi April 2023 BPS NTT. Kecamatan Taebenu dalam Angka 2015-2. Desa Baumata Timur merupakan salah satu desa yang ada di Kecamatan Taebenu Kabupaten Kupang yang membudidayakan usahatani sawi. Pada umumnya petani di Desa Baumata melakukan budidaya tanaman semusim yaitu tanaman pangan dan tanaman hortikultura. Berdasarkan potensi sumberdaya alamnya. Desa Baumata Timur merupakan daerah yang berpotensi sebagai salah satu penghasil Dengan adanya peningkatan produksi ini diharapkan dapat memberikan kontribusi pada pendapatan keluarga petani sawi di Desa Baumata Timur. Produksi sayur sawi diharapkan dapat terus meningkat, namun petani masih dengan kendala faktor-faktor produksi antara lain luas lahan, modal, benih, penggunaan pupuk dan tenaga kerja yang dikelolah belum intensif. Penelitian ini bertujuan untuk . Untuk mengetahui faktor-faktor apa yang mempengaruhi produksi usahatani sayur sawi di Desa Baumata Timur Kecamatan Taebenu Kabupaten Kupang dan . Untuk mengetahui berapa besar pendapatan yang diperoleh dari usahatani sayur sawi di Desa Baumata Timur Kecamatan Taebenu Kabupaten Kupang. METODE PENELITIAN Metode Penarikan Sampel Penentuan lokasi penelitian dilakukan dengan sengaja . urposive samplin. yakni pada Desa Baumata Timur Kecamatan Taebenu. Dengan pertimbangan bahwa lokasi tersebut mengembangkan usahatani sawi di Kecamatan Taebenu Penentuan sampel petani sawi . diambil dari populasi petani yang mengusahakan tanaman sawi di Desa Baumata Timur. Metode p-ISSN : 0853-7771 e-ISSN : 2714-8459 digunakan dalam penelitian ini adalah metode sampel jenuh. Jumlah sampel petani di Desa Baumata Timur yaitu 41 Metode Pengumpulan Data Pada penelitian ini digunakan dua sumber data yaitu data primer yaitu wawancara dan dokumentasi dan data sekunder yaitu berupa data atau dokumen yang berasal dari buku, internet, instansi terkait, surat kabar, penelitian terdahulu yang terkait dengan bahan penelitian. Metode Analisis Data Dalam penelitian ini lebih difokuskan pada analisis kualitatif . untuk menggambarkan secara deskriptif tentang data primer dan data sekunder yang diperoleh selama penelitian dan analisis kuantitatifyang berfungsi menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi produksi usahatani sawi di lokasi penelitian. Untuk menjawab tujuan pertama yaitu beberapa faktor produksi yang mempengaruhi produksi usahatani sayur sawi (Y) yang dianalisis dalam penelitian ini adalah luas lahan (X. , tenaga kerja (X. , bibit (X. , pupuk organic (X. , pupuk anorganik (X. , dan pestisida (X. Sehingga dari fungsi cob-douglass diatas, seperti yang di jelaskan oleh soekartawi . dapat di susun model fungsi produksi sawi sebagai berikut: Y = a X1b1 X2 b2 X3 b3 X4 b4 X5b5 X6 e Dimana : : Produksi sawi . : Intersep B1-B5 : Koefisien Rgresi : Luas Lahan . : Tenaga Kerja (HKO) : Benih . : Pupuk Organik (K. : Pupuk Anorganik (K. : Pestisida (Lite. : Kesalahan Putri, et al. Determinan Produksi Usahatani Sayur Sawia. Page 16 Buletin Ilmiah IMPAS Volumen 24 No. 1 Edisi April 2023 Untuk memudahkan pendugaan terhadap persamaan di atas maka fungsi tersebut diubah bentuknya menjadi regresi linear berganda persamaan tersebut sehingga menjadi Log Y= Log a b1 Log X1 b2 Log X2 b3 Log X3 b4 Log X4 b5 Log X5 b6 Log X5 et Untuk menjawab tujuan kedua untuk mengetahui berapa besar pendapatan yang diperoleh petani dari usahatani sayur sawi digunakan Soekarwati . , yaitu : Pd = TR Ae TC Dimana : : Pendapatan usahatani sayur sawi yang diperoleh selama 1 : Total penerimaan, harga pokok yang dikalikan dengan total produksi usahatani sayur sawi : Biaya produksi total yang merupakan jumlah pengeluaran selama proses produksi p-ISSN : 0853-7771 e-ISSN : 2714-8459 Karakteristik Responden Berdasarkan hasil penelitian di lapangan karakteristik responden dalam ini Desa Baumata Timur kategori,yaitu: umur responden, jenis kelamin, tingkat pendidikan, jumlah berusahatani, dan luas kepemilikan lahan usahatani selama 1 musim tanam sawi. Kegiatan Usahatani Sawi di Desa Baumata Timur Kegiatan usahatani sawi di Desa Baumata Timur meliputi pengadaan benih, persiapan lahan, pembuatan bedeng, penanaman, pemeliharaan . enyiramana, penyulaman, penyiangan, pemupukan, pengendalian hama dan penyaki. , panen dan pascapanen. Biaya Produksi Usahatani Sawi Biaya Tetap Biaya tetap yang di keluarkan petani adalah berupa biaya penyusutan dan sewa Peralatan-peralatan yang digunakan petani dalam menunjang kegiatan usahatani di daerah penelitian adalah parang, ember dan pacul. HASIL DAN PEMBAHASAN Tabel 1 Biaya Tetap Biaya No. Tetap Rata-Rata(Rp/res. Biaya 1 penyusutan Jumlah Max (R. Min (R. Rata-Rata (Rp/ar. Sumber : Data Primer Diolah . Berdasarkan Tabel 12 hasil dari perhitungan yang dilakukan maka rata-rata biaya penyusutan petani di Desa Baumata Timur Rp107. 820/responden Rp9. 863/are. Rata-rata biaya penyusutan tersebut terdiri atas rata-rata biaya Rp8. 484/responden, rata-rata penyusutan sprayer sebesar Rp79. 383, ratarata biaya penyusutan parang sebesar Rp7. 760/responden dan rata-rata biaya Rp12. 193/responden. Biaya Variabel Biaya variabel yang di keluarkan oleh petani berupa biaya benih, pupuk. Putri, et al. Determinan Produksi Usahatani Sayur Sawia. Page 17 Buletin Ilmiah IMPAS Volumen 24 No. 1 Edisi April 2023 p-ISSN : 0853-7771 e-ISSN : 2714-8459 pestisida, upah tenaga kerja, transportasi dan biaya pengairan. Tabel 2 Biaya Variabel Biaya Rata-Rata Max (R. Min (R. Variabel (Rp/res. 1 Benih 2 Pupuk 3 Pestisida Tenaga Kerja 5 Transportasi Total Rata-Rata(Rp/ar. Sumber : Data Primer Diolah . Berdasarkan data pada Tabel 13 dapat diketahui bahwa rata-rata biaya variabel sebesar Rp1. 634/responden dan Rp122. 295/are, yang terbagi atas rata-rata biaya benih sebesar Rp530. 732/responden Rp44. 461/are, rata-rata sebesarRp54. 488/responden Rp4. 4883/are, rata-rata pestisida sebesar Rp684. 390/responden dan Rp58. 786/are, rata-rata tenaga kerja sebesar Rp 024/responden dan Rp13. 244/are, dan rata-rata Rp10. 000/responden dan Rp922/are. Hasil Produksi. Penerimaan, dan Pendapatan Usahatani Sawi Hasil Produksi Usahatani Sawi Menurut hasil wawancara, hasil panen petani semuanya dijual kepada pengepul atau dijual ke pasar, dan petani hanya menyimpan sekitar 5-10 kg untuk dikonsumsi sendiri. Total produksi sayur sawi pada lokasi penelitian adalah 46. dengan rata-rata produksi sebesar 1. kg/resp dengan maksimum sebesar 1. 555 kg dan minimum sebesar 800 kg. Penerimaan Usahatani Sawi Penerimaan . usahatani adalah seluruh pendapatan yang diperoleh dari diperhitungkan dari hasil penjualan atau penaksiran kembali. Tabel 3 Penerimaan Usahatani Sayur Sawi Komponen Penerimaan Rata-rata (Rp/Res. Max (R. Min(R. Rata-Rata (Rp/ar. Sumber : Data Primer Diolah 2020 Harga jual yang ditetapkan oleh petani adalah Rp 5. 000/kg dengan rata-rata produksi sebesar 1. 124 kg/responden. Dari hasil analisa yang dapat dilihat pada tabel 14bahwa rata-rata penerimaan adalah Rp5. 512/responden dan Rp494. 698/are. Analisis Pendapatan Usahatani Sawi Pendapatan usahatani adalah selisih antara penerimaan dan semua biaya. (Rahim dan Hastuti, 2. Putri, et al. Determinan Produksi Usahatani Sayur Sawia. Page 18 Buletin Ilmiah IMPAS Volumen 24 No. 1 Edisi April 2023 Tabel 4 Analisis Pendapatan Usahatani Sawi No Komponen Rata-rata (Rp/res. Max (R. Pendapatan p-ISSN : 0853-7771 e-ISSN : 2714-8459 Min(R. Rata-Rata (Rp/ar. Sumber : Data Primer (Diolah 2. Hasil analisis pada Tabel 4 menunjukan bahwa usahatani sayur sawi memperoleh rata-rata pendapatan sebesar Rp4. 058/responden dan Rp362. 540/are dengan pendapatan terbesar sebesar Rp5. 150 dan pendapatan terkecil sebesar Rp2. Analisis Penggunaan Faktor-Faktor Produksi Usahatani Sawi Berdasarkan hasil perhitungan data menggunakan analisis regresi linear berganda dengan alat bantu SPSS 21, berikuthasil perhitungan dapat kita lihat pada tabel berikut Tabel 5 Hasil Analisis Regresi Fungsi Produksi Cobb-Douglass Usaha Tani Sawi Pada Desa Baumata Timur Kecamatan Taebenu Kabupaten Kupang Variabel Koefisien Regresi Konstanta 5,308 Luas Lahan (X. 0,395 Benih (X. 0,082 Pupuk Organik (X. 0,079 Pupuk Anorganik (X. 0,065 Pestisida (X. -0,035 Tenaga Kerja (X. 0,002 R = 0,994 F-hit = 441,015 Keterangan : ** = signifikan pada O 1 % * = signifikan pada O 5 % Signifikansi t-hitung 0,000 57,766 0,000** 8,396 0,004* 3,075 0,115 1,619 0,041 2,125 0,146 -1,487 0,879 0,154 R adjusted Square = 0,985 Signifikansi = 0,000** Sumber :Hasil Regresi . ata diolah 2. Berdasarkan Tabel diatas dapat diperoleh hasil dari fungsi cobb Ae douglas sebagai berikut : 5,350 0,395x1 0,082x2 0,079x3 0,65 x4-0,035x5 0,002x6 Pada model regresi di atas nilai konstanta sebesar 5,350 artinya jika luas lahan (X. , benih (X. , pupuk organik (X. ,pupuk anorganik (X. , pestisida (X. dan tenaga kerja (X. tidak mengalami perubahan maka produksi usahatani sawi (Y) adalah 5. Koefisien Determinasi Berdasarkan hasil analisis regresi linier berganda dalam penelitian ini, diperoleh nilai R2 sebesar 0,994. Berdasarkan hasil tersebut diketahui bahwa kemampuan variabel-variabel bebas untuk menjelaskan variabel terikat yakni sebesar 99,4%. Sedangkan sisanya sebesar 0,6% dijelaskan oleh variabel-variabel lain yang tidak dimasukan dalam model regresi. Nilai 0,6% Putri, et al. Determinan Produksi Usahatani Sayur Sawia. Page 19 Buletin Ilmiah IMPAS Volumen 24 No. 1 Edisi April 2023 ini mengartikan bahwa faktor-faktor yang tidak dimasukan dalam model penelitian berpengaruh terhadap produksi sawi. Faktorfaktor tersebut bisa saja iklim, suhu, atau manajemen usahatani yang perlu diteliti lebih lanjut. Uji F (Uji Simulta. Berdasarkan hasil analisis uji Annova atau F test pada Tabel 5 menunujukkan nilai F hitung lebih besar dari F tabel, dimana F hitung sebesar 441,015 lebih besar dari F tabel sebesar 2,48 pada taraf kepercayaan 95% maka terima H1 dan tolak H0 yang artinya bahwa faktor-faktor produksi yaitu: lahan,benih, organik,pupuk anorganik, pestisida,dan tenaga kerja secara bersama-sama mempengaruhi produksi sawi di desa Baumata Timur Kecamatan Taebenu Kabupaten Kupang. Uji t Hasil Uji T berdasarkan olahan SPSS menunjukan bahwa: Pengaruh Luas Lahan (X. terhadap Produksi Usahatani Sayur Sawi (Y) Berdasarkan hasil analisis diketahui nilai t hitungnya adalah sebesar 8,396 dan nilai t tabelnya sebesar 1,689. Thit > Ttabel, maka secara parsial variabel luas lahan (X. berpengaruh sangat nyata terhadap produksi (Y). Signifikan sebesar sig = 0,00 setelah dibandingkan ternyata nilai sig = 0,00 lebih kecil dari a = 0,05. Jadi, luas lahan (X. berpengaruh signifikan terhadap produksi usahatani sayur sawi (Y). Pengaruh Benih (X. terhadap Produksi Usahatani Sayur Sawi (Y) Berdasarkan hasil analisis diketahui nilai t hitungnya adalah sebesar 3,075 dan nilai t tabelnya sebesar 1,689. Thit >Ttabel, maka secara parsial variabel benih (X. berpengaruh sangat nyata terhadap produksi (Y). Signifikan sebesar sig = 0,004 setelah dibandingkan p-ISSN : 0853-7771 e-ISSN : 2714-8459 ternyata nilai sig = 0,004 lebih kecil dari a = 0,05. Jadi, benih (X. berpengaruh secara signifikan terhadap produksi usahatani sayur sawi (Y). Pengaruh Pupuk Organik (X. Terhadap Produksi Usahatani Sawi (Y) Berdasarkan hasil analisis diketahui nilai t hitungnya adalah sebesar 1,619 dan t tabel sebesar 1,689. Jika thit < ttabel, maka secara parsial variabel bebas pupuk organik (X. tidak berpengaruh terhadap variabel terikat produksi sayur sawi (Y). Signifikan sebesar sig = 0,115 setelah dibandingkan ternyata nilai sig = 0,115 lebih besar dari a = 0,05. Jadi, pupuk organik (X. tidak berpengaruh secara signifikan terhadap produksi usahatani sayur sawi (Y). Pengaruh Pupuk Anorganik (X. terhadap Produksi Usahatani Sawi (Y) Berdasarkan hasil analisis diketahui nilai t hitungnya adalah sebesar 2,125 dan t tabel sebesar 1,689. Jika thit > ttabel, maka secara parsial variabel bebas pupuk anorganik (X. berpengaruh terhadap variabel terikat produksi sayur sawi (Y). Signifikan sebesar sig = 0,041 setelah dibandingkan ternyata nilai sig = 0,041 lebih besar dari a = 0,05. Artinya secara parsial variabel pupuk anorganik (X. signifikan terhadap produksi sayur sawi. Pengaruh Pestisida (X. terhadap Produksi Usahatani Sawi (Y) Berdasarkan hasil analisis diketahui nilai t hitungnya adalah sebesar -1,487 dan t tabel sebesar 1,689. Jika thit < ttabel, maka secara parsial variabel bebas pestisida (X. tidak berpengaruh terhadap variabel terikat produksi sayur sawi (Y). Signifikan sebesar sig = 0,146 setelah dibandingkan ternyata nilai sig = 0,146 lebih besar dari a = 0,05. Artinya secara parsial variabel pestisida (X. Putri, et al. Determinan Produksi Usahatani Sayur Sawia. Page 20 Buletin Ilmiah IMPAS Volumen 24 No. 1 Edisi April 2023 tidak berpengaruh signifikan terhadap produksi sayur sawi. F) Pengaruh tenaga kerja (X. terhadap Produksi Usahatani Sawi (Y) Berdasarkan hasil analisis diketahui nilai t hitungnya adalah sebesar 0,879 dan t tabel sebesar 1,689. Jika thit < ttabel, maka secara parsial variabel bebas tenaga kerja (X. tidak berpengaruh terhadap variabel terikat produksi sayur sawi (Y). Signifikan sebesar sig = 0,876 setelah dibandingkan ternyata nilai sig = 0,876 lebih besar dari a = 0,05. Artinya secara parsial variabel tenaga kerja (X. tidak berpengaruh signifikan terhadap produksi sayur sawi. PEMBAHASAN Berdasarkan hasil penelitian nilai koefisien regresi variabel luas lahan adalah sebesar 0,395 yang artinya setiap peningkatan luas lahan sebesar 1% akan meningkatkan nilai produksi sayur sawi sebesar 0,395% dengan asumsi bahwa variabel lain dianggap konstan. Variabel luas lahan berpengaruh dan nyata pada O 1% dalam meningkatkan produksi sayur Pengaruh luas lahan terhadap produksi berpengaruh positif sehingga apabila terjadi meningkatkan produksi sayur sawi. Hal ini dikarenakan luas lahan merupakan faktor yang sangat penting dalam pertanian, jika lahan yang dikelola semakin luas maka semakin banyak produksi yang bisa diperoleh petani. Hal ini sejalan dengan hasil penelitian Lama . yang menyatakan bahwa variabel luas lahan berpengaruh terhadap produksi sawi Kelurahan Bensone Kecamatan Kota Kefamenanu Kabupaten Timor Tengah Utara Berdasarkan hasil penelitian variabel benih memiki pengaruh yang positif dan nyata pada O 5% . Nilai koefisien regresi p-ISSN : 0853-7771 e-ISSN : 2714-8459 variabel benih adalah sebesar 0,082 yang artinya setiap peningkatan benih sebesar 1% akan meningkatkan nilai produksi sayur sawi sebesar 0,082% dengan asumsi bahwa variabel lain dianggap konstan. Pengaruh benih terhadap produksi berpengaruh positif penggunaan benih akan meningkatkan produksi sayur sawi. Benih berpengaruh terhadap produksi usahatani sawi karena benih yang digunakan dapat beradaptasi dengan kondisi alam sekitar dan tumbuh dengan baik. Hal ini sejalan dengan hasil penelitian Wibawa . yang menyatakan bahwa varibel benih memberikan pengaruh terhadap produksi sawi di Kelurahan Landasan Ulin Utara Kecamatan Lianganggang Kota Banjarbaru. Variabel pupuk anorganikmemiliki pengaruh positif namun tidak nyatapada O Nilai koefisien regresi pupuk anorganik adalah sebesar 0,065 yang artinya setiap penambahan 1% pupuk anorganik meskipun tidak nyataakan menaikan produksi sayur sawi sebesar 0,065%. Hal ini bisa disebabkan karena petani tidak menggunakan dosis penggunaan pupuk anorganik dengan baik dan benar. Dosis disesuaikan dengan kebutuhan dalam berusahatani sawi serta luas lahan yang digunakan karena luas lahan yang digunakan hanya dalam bentuk are. Sehingga penggunaan pupuk anorganik mempunyai pengaruh yang kecil terhadap produksi Berdasarkan penelitian Kalauw . anorganik tidak berpengaruh signifikan terhadap produksi sayuran buncis . haseolus vulgaris . di Dusun Telaga Kodok Kabupaten Maluku Tengah. Berdasarkan hasil analisis diketahui bahwa variabel pupuk organik tidak berpengaruh nyata terhadap produksi sayur sawi karena Ou 10%. Nilai koefisien regresi pupuk organik sebesar 0,079 menunjukkan Putri, et al. Determinan Produksi Usahatani Sayur Sawia. Page 21 Buletin Ilmiah IMPAS Volumen 24 No. 1 Edisi April 2023 bahwa meskipun tidak berpengaruh nyata namum bernilai positif artinya pemakaian pupuk organik mempunyai kecendrungan dapat meningkatkan produksi sawi. Tidak signifikannya faktor produksi Pupuk organik pada penelitian ini disebabkan oleh tidak semua responden petani sawi menggunakan Pupuk organik sehingga secara agregrat pengaruhnya tidak signifikan. Hal ini berbeda dengan penelitian Kalauw . yang menyatakan bahwa pupuk organik berpengaruh nyata terhadap produksi sayuran buncis . haseolus vulgaris . di Dusun Telaga Kodok Kabupaten Maluku Tengah. Variabel tenaga kerjajuga memiki pengaruh yang positif namun tidak nyata pada Ou 10%. Variabel tenaga kerja memiliki nilai koefisien regresi sebesar 0,002 yang artinya setiap peningkatan luas lahan sebesar 1% meskipun tidak nyata akan meningkatkan nilai produksi sayur sawi sebesar 0,002%. Hal ini disebabkan karena penggunaan tenaga kerja . ebagai inpu. sebenarnya telah berlebihan proporsinya dibandingkan dengan produksi yang diperoleh, secara logika dapat diterangkan bahwa hal ini bisa terjadi karena pengukuran tenaga kerja sulit untuk diperhitungkan hanya spesifik untuk sawi, mengingat petani juga menanam tanaman lain pada lahan yang Hal ini sejalan dengan penelitian Mufriantie . yang memperoleh variabel tenaga kerja berpengaruh tidak signifikan terhadap produksi bayam di Kota Bengkulu. Variabel pestisida memiliki pengaruh negatif dan tidak nyata pada Ou 10%. Nilai koefisien regresi tenaga kerja adalah sebesar -0,035 yang artinya setiap penambahan 1% pestisida akan menurunkan produksi sayur sawi sebesar 0,035% atau setiap penurunan 1% pestisida akan meningkatkan produksi sebesar 0,035%. Pestisida memberikan pengaruh yang negatif terhadap produksi sawi dikarenakan pemberian dosis pestisida p-ISSN : 0853-7771 e-ISSN : 2714-8459 yang tidak tepat. Pemberian dosis pestisida yang terlalu banyak dapat menyebabkan terhambatnya pertumbuhan sayur sawi bahkan dapat menyebabkan kegagalan produksi sayur sawi. Penelitian Wibawa . diperoleh varibel pestisida tidak berpengaruh terhadap produksi sawi di Kelurahan Landasan Ulin Utara Kecamatan Lianganggang Kota Banjarbaru. PENUTUP Kesimpulan Dari hasil analisis dan pembahasan, maka dapat ditarik kesimpulan sebagai berikut: Faktor luas lahan, benih, pupuk organik, pupuk anorganik, pestisida, tenaga kerja secara bersama-sama terhadap produksi sawi di Desa Baumata Timur. Secara parsial variable luas lahan dan benih berpengaruh dan signifikan terhadap produksi sawi di Desa Baumata Timur. Sedangkan yang tidak berpengaruh dan tidak signifikan terhadap produksi sayur sawi yaitu pupuk organik, pestisida dan tenaga kerja. Faktor pupuk anorganik berpengaruh namun tidak signifikan terhadap produksi usahatani sawi. Besar pendapatan yang diperoleh dari usahatani sayur sawi di Desa Baumata Timur Rp3. 624/responden Rp5. 150 dan pendapatan terkecil sebesar Rp2. Saran Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan maka penulis mengajukan saran sebagai berikut : Usaha tani sawi sangat layak dikembangkan karena tanaman sawi mudah dikembangkan dan juga dapat memberi keuntungan yang cukup bagi petani. pada petani sawi agar memperluas usahanya dan dapat meningkatkan Putri, et al. Determinan Produksi Usahatani Sayur Sawia. Page 22 Buletin Ilmiah IMPAS Volumen 24 No. 1 Edisi April 2023 jumlah produksiusahanya. Pemerintah daerah khususnya pemerintah Kabupaten Kupang melalui Dinas Pertanian diharapkan terus memberi penyuluhan dan pengetahuan bagi petani sawi agar dapat mengelola usaha taninya dengan baik agar hasil produksi lebih baik dari pada hasil meningkatkan taraf hiduppetani. DAFTAR PUSTAKA