Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat Vol. No. Juli 2023. Hal. 51 - 55 PENGARUH EDUKASI PADA MASYARAKAT TERHADAP PENGGUNAAN ANTIBIOTIK Made Prita Artika1*. Iwan Saka Nugraha2. Ni Wayan Rika Kumara Dewi3 1,2,3Institut Teknologi dan Kesehatan Bintang Persada e-mail: Pritaartika100@gmail. com1, saka. nugraha1@gmail. com2,rikakumara1987@gmail. * Penulis Korespondensi: E-mail: saka. nugraha1@gmail. Abstract Self-medication is an effort made by someone to treat all complaints on themselves with medicines that are purchased freely at pharmacies or drug stores without using a doctor's prescription. Irrational use of antibiotics is often done in self-medication. Rational implementation of self-medication can increase public understanding of the use of antibiotics. The implementation method begins with a pre-test, continued with education and closed with a post-test. The characteristics of the respondents who took part in this activity were 17-35 years old by 60%, female sex was 56% and high school education was 51%. The results obtained in this activity were that 52% of the public had less knowledge about the use of antibiotics, whereas after the post-test there was an increase in knowledge of 64%. Increasing public knowledge regarding standardized storage methods and rational use of antibiotics. Keywords: Antibiotic Knowledge. Atibotic Use Behavior. Antibiotic Abstrak Swamedikasi adalah upaya yang dilakukan seseorang untuk mengobati segala keluhan pada diri sendiri dengan obat-obat yang dibeli secara bebas di apotek atau toko obat tanpa menggunakan resep dokter. Penggunaan antibiotik yang tidak rasional sering dilakukan dalam swamedikasi. Pelaksanaan swamedikasi secara rasional dapat meningkatkan pemahaman masyarakat terhadap penggunaan antibiotik. Metode pelaksanaan diawali dengan pre-test, dilajutkan edukasi serta ditutup post-test. Karakteristik responden yang mengikuti kegiatan ini berusia 17-35 tahun sebesar 60%, jenis kelamin perempuan 56% dan berpendidikan SMA yaitu 51%. Hasil yang didapat pada kegiatan ini 52% masyarakat berpengetahuan kurang tentang penggunaan antibioitk, sedangkan setelah post-test terjadi peningkatan pengetahuan sebesar 64%. Peningkatan pengetahuan masyaratkan terkait cara penyimpanan yang sesuai standar serta penggunaan antibiotik yang rasional. Kata Kunci. Pengetahuan Antibiotik. Perilaku Penggunaan Antibiotik. Antibotik PENDAHULUAN Swamedikasi adalah upaya yang dilakukan seseorang untuk mengobati segala keluhan pada diri sendiri dengan obat-obat yang dibeli secara bebas di apotek atau toko obat tanpa menggunakan resep dokter. Swamedikasi menjadi pilihan masyarakat untuk meningkatkan keterjangkauan dalam pengobatan (Sitindaon, 2. Praktik swamedikasi di Indonesia masih cukup besar. Hasil Riset Kesehatan Dasar (Riskesda. pada tahun 2018 menunjukan bahwa persentasi penduduk Indonesia yang melakukan swamedikasi dengan membeli obat di apotek atau warung sebesar 24,4%. Data menunjukan sebesar 103,860 atau 35,2% dari 294,959 rumah tangga (RT) di Indonesia menyimpan obat untuk swamedikasi (Kementerian Kesehatan RI, 2. Penggunaan antibiotik yang tidak rasional sering dilakukan dalam swamedikasi (Harun et , 2. Berdasarkan hasil Riskesdas tahun 2018, terdapat 86,1% rumah tangga menyimpan antibiotik yang diperoleh tanpa resep. Antibiotik digunakan untuk megobati gejala-gejala ringan seperti flu, batuk, demam, sakit tenggorokan dan penggunaannya Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat Vol. No. Juli 2023. Hal. 51 - 55 kurang dari 5 hari (Kementerian Kesehatan RI, 2. Penggunaan antibiotik yang tidak rasional meliputi tidak tepat indikasi, tidak tepat obat, tidak tepat dosis, dan tidak tepat durasi dapat menyebabkan efek samping dan resistensi terhadap antibiotik (Purwanti & Estiningsih, 2. Pelaksanaan swamedikasi secara rasional dapat meminimalkan terjadinya kesalahan pengobatan, oleh karena itu pelaku swamedikasi harus mampu memperoleh informasi yang jelas dan dapat dipercaya mengenai obat-obat yang digunakan, pemilihan jenis dan jumlah obat yang diperlukan harus sesuai dengan gejala yang di alami, memperhatikah efek samping obat dan cara penggunaanya (Harun et al. , 2. Pengetahuan yang cukup tentang swamedikasi berkaitan dengan praktik swamedikasi yang dilakukan. Masyarakat harus memiliki pemahaman yang baik tentang penggunaan antibiotik. Masyarakat juga harus paham mengenai penggunaan antibiotik yang baik dan benar. Penggunaan antibiotik yang tidak rasional dapat membahayakan kesehatan. Swamedikasi apabila tidak sesuai dengan aturan dapat menimbulkan reaksi obat yang tidak diinginkan, misalnya timbulnya sensitifitas, munculnya efek samping dan terjadi resistensi terhadap obat (Fatmah et al. , 2. Mencegah hal tersebut terus terjadi. Maka. Dosen Farmasi Institut Teknologi dan Kesehatan Bintang Persada melakukan kegiatan pengabdian masyarakat bekerja sama dengan pihak Kelurahan Renon Denpasar Selatan dalam memberikan edukasi tentang penggunaan antibiotik yang baik dan benar . Pemberian informasi dilakukan pada remaja usia 17-65 tahun di Kelurahan Renon Denpasar Selatan melalui dua tahapan dalam pelaksanaannya. Sehingga, masyarakat mempunyai pengetahuan yang baik dalam penggunaan antibiotik, termotivasi dan sadar terhadap penggunana antibiotik yang efektif dan efisien. METODE PELAKSANAAN Metode kegiatan yang digunakan adalah ceramah dan tanya jawab. Sasaran kegiatan ini adalah masyarakat usia 17-65 tahun di Kelurahan Renon Denpasar Selatan yang dilakukan pada bulan Maret 2023. Jumlah masyarakat yang berpartisipasi dalam kegiatan pengabdian ini sebanyak 100 orang warga di kelurahan Renon Denpasar Selatan. Kegiatan pengabdian dilakukan dalam dua tahapan. Tahap pertama fasilitator memberikan kuesioner pre-test secara online. Kemudian, memberikan edukasi tentang pengunaan antibiotik yang baik dan benar dengan media powerpoint dan LCD secara Selanjutnya fasilitator memberikan kuesioner post-test secara online. Tahap kedua fasilitator membagikan brosur yang berisikan informasi mengenai tatacara penggunaan antibiotik yang baik dan benar di Kelurahan Renon Denpasar Selatan. HASIL DAN PEMBAHASAN HASIL Kegiatan pengabdian tahap pertama di Kelurahan Renon Denpasar Selatan yang dilakukan tanggal 18 Maret 2023 diikuti oleh masyarakat di Kelurahan Renon Denpasar Selatan sejumlah 100 orang dengan kegiatan pemberian edukasi secara langsung. Hasilnya sebagai berikut. Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat Vol. No. Juli 2023. Hal. 51 - 55 Tabel 1. Karakteristik Responden Karakteristik Usia (Tahu. 17-35 . ewasa awa. 36-45 . 46-65 . ewasa lanju. Jenis Kelamin Laki-Laki Perempuan Pendidikan SMP SMA Diploma Perguruan Tinggi Total Frekuensi (N) Persen (%) Berdasarkan Tabel 1. Karakteristik responden yang mengikuti kegiatan ini berusia 1735 tahun sebesar 60%, jenis kelamin perempuan 56% dan berpendidikan SMA yaitu 51%. Kegiatan tahap kedua dengan memberikan edukasi dengan media brosur penggunaan antibiotik yang baik dan cara penyimpanannya dilaksanakan dengan memberikan materi melalui brosur secara singkat dan jelas disertai dengan gambar-gambar yang menarik, sehingga masyarakat di Kelurahan Renon Denpasar antusias dalam mendengarkan penjelasan yang disampaikan. Hasil pre-test dan post-test tingkat pengetahuan masyarakat Kelurahan Renon Denpasar Selatan menggunakan kuesioner sebagai berikut. Tabel 2. Hasil Pretes dan Postest Tingkat Pengetahuan Remaja Pengetahuan Frekuensi Persen . (%) Pretest Baik Cukup Kurang Postest Baik Cukup Kurang Total Data Tabel 2. diatas, pada saat pretes yang didapatkan bahwa sebagian besar masyarakat memiliki pengetahuan kurang 52% mengenai penggunaan antibiotik yang baik dan benar. Sehingga, tim pengabdian melakukan pemberian edukasi secara langsung di Kelurahan Renon Denpasar Selatan untuk dapat meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang penggunaan dan penyimpanan antibiotik. Pada saat post-test online menggunakan google formulir didapatkan bahwa sebagian besar masyarakat memiliki pengetahuan baik 64% mengenai penggunaan dan penyimpanan antibiotik. Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat Vol. No. Juli 2023. Hal. 51 - 55 PEMBAHASAN Kegiatan pengabdian ini diikuti oleh masyarakat berusia 17-34 tahun sebesar 60%. Penelitian yang dilakukan oleh oleh Meinitasari,dkk tahun 2021 menunjukkan bahwa umur tidak berhubungan signigfikan terhadap pengetahuan penggunaan antibiotik di masyarat di Dusun Batur yang ditunjukkan dengan nilai p=0,615. Hal ini berbanding terbalik dengan penelitian yang dilakukan oleh Konjoy, dkk . , usia adalah salah satu faktor yang mempengaruhi pengetahuan. Pengetahuan serta pola pikir seseorang semakin berkembang seiring dengan bertambahnya. Usia dapat mendorong seseorang dalam menentukan perilaku untuk mencari sumber pengetahuan sehingga dapat meningkatkan keterampilan dan kinerja seseorang usia (Victoria Kondoj et al. , 2. Hasil kegiatan pengabdian ini menunjukkan bahwa sebagian besar peserta berjenis kelamin perempuan sebesar 56%. Penelitian yang dilakukan oleh Widyaningrum,dkk . , membuktikan ada pengaruh jenis kelamin terhadap pengetahuan dengan nilai pO0,05. Remaja laki-laki tentu memiliki perbedaan dalam mendapatkan informasi tentang pendidikan kesehatan dibanding perempuan. Pada laki-laki biasanya mencari informasi kesehatan melalui teman sebaya dan media elektronik. Namun, perempuan cenderung mencari informasi melalui tenaga kesehatan, guru dan orang tua (Widyaningrum et al. Hasil kegiatan pengabdian ini menunjukkan bahwa sebagian besar berpendidikan SMA yaitu 51%. Penelitian yang dilakukan kecamatan Tambelang, di Kabupaten bekasi menunjukkan bahwa sebagian besar responden berpendidikan SMA sebesar 40,2% memiliki pengetahuan yang baik terhadap penggunaan antibiotik. Terdapat hubungan yang signifikan antara pendidikan terhadap pengetahuan tentang penggunaan antibiotikdengan nilai p=0,004(Handayanti & Gunawan, 2. Pada dasarnya pendidikan yang dimiliki seseorang bisa menjadi faktor dasar pembentukan dan perubahan perilaku dan pengetahuan . Pelaksanaan pemberian edukasi dilakukan secara langsung, tingkat pengetahuan masyarakat diukur melalui pre-test dengan formulir yang dibagikan, didapatkan bahwa sebagian besar masyarakat memiliki pengetahuan kurang sebanyak 52 orang . %). Setelah diberikan post-test didapatkan hasil bahwa sebagian besar masyarakat memiliki pengetahuan baik sebanyak 64 orang . %) mengenai penggunaan dan penyimpanan Penelitian yang dilakukan oleh Meinitasari,dkk tahun 2021 di masyarakat Dusun Batur menunjukkan bahwa adanya pengaruh pengetahuan terhadap perilaku penggunaan antibiotik secara signifikan dengan nilai p=0,000 dan arah korelasi positif sebesar 0,528. Sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh Zulfa, dkk pada tahun 2021, dikabupaten Sidoarjo terdapat hasil yang signifikan . =0,. terhadap pengetahuan tentang penggunaan antibiotik. Pengetahuan mengenai penggunaan antibiotik dapat meningkat salah satunya dapat disebabkan adanya konstribusi tenaga kesehatan yang memberikan edukasi tentang penggunaan antibiotik. Pemberian edukasi dapat meningkatkan pengetahuan masyarakat tetang penggunaan antibiok dan penyimpanan antibiotik yang baik dan benar (Maidatuz Zulfa et al. , 2. KESIMPULAN Pelaksanaan kegiatan pengabdian ini tidak ada hambatan dan telah terlaksana dengan baik dan lancar. Kesimpulan kegiatan ini yaitu seluruh peserta mengikuti kegiatan pemberian edukasi penggunaan serta penyimpanan antibiotik yang baik dan benar. Kegiatan ini diikuti sejumlah 100 orang masyarakat yang tinggal di Kelurahan Renon Denpasar . %), pemberian edukasi ini dapat meningkatkan pengetahuan masyarakat Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat Vol. No. Juli 2023. Hal. 51 - 55 dimana saat diberikan pretest sebagian besar memiliki pengetahuan kurang sebesar 52% dan mengalami peningkatan pengetahuan saat posttest yaitu sebagian besar memiliki pengetahuan baik sebesar 64%, dan seluruh masyarakat telah mendapatkan brosur dan tempat penyimpanan obat secara gratis. Peserta mendapatkan informasi tentang cara penyimpanan yang sesuai standar . %). Kegiatan edukasi pada masyarakat dapat dilakukan rutin dan berkala dengan melibatkan institusi pendidikan agar kesadaran masyarakat tentang penggunaan antibiotik meningkat. UCAPAN TERIMAKASIH Penulis mengucapkan terima kasih kepada kelurahan Renon dan Institut Teknologi dan Kesehatan Bintang Persada (ITEKES bintang Persad. yang telah memberi dukungan terhadap kegiatan pengabdian ini. DAFTAR PUSTAKA