SOSIALISASI DAN PEMBAGIAN MASKER SERTA HAND SANITZER DALAM PENERAPAN PROTOKOL KESEHATAN DI ERA NEW NORMAL PADA PEDAGANG YANG BERJUALAN DI CAR FREE DAY TEMANGGUNG Tri Suraning Wulandari1. Retno Lusmiati2. Nur Gilang Fitriana3 Akademi Keperawatan Alkautsar Temanggung Telp. 4961948/ E-mail : damkhaz@gmail. ABSTRAK Latar Belakang: Masyarakat memiliki peran penting dalam memutus mata rantai penularan COVID-19 agar tidak menimbulkan sumber penularan baru/cluster pada tempat-tempat dimana terjadinya pergerakan orang, interaksi antar manusia dan berkumpulnya banyak orang. Masyarakat harus dapat beraktivitas kembali dalam situasi pandemi COVID-19 dengan beradaptasi pada kebiasaan baru yang lebih sehat, lebih bersih, dan lebih taat, yang dilaksanakan oleh seluruh komponen yang ada di masyarakat serta memberdayakan semua sumber daya yang ada. Peran masyarakat untuk dapat memutus mata rantai penularan COVID-19 . isiko tertular dan menularka. harus dilakukan dengan menerapkan protokol kesehatan. Metode: Kegiatan ini dilakukan dengan studi pendahuluan tentang pegetahuan dan perilaku pedagang yang berjualan di car free day Temanggung, dilanjutkan tentang penerapan protokol kesehatan dalam pencegahan Covi-19, pembagian masker dan hand sanitizer serta pendampingan pasca kegiatan. Hasil: presentasi peningkatan kesadaran mayarakat Temanggung untuk merubah perilaku dan sikap dalam menerapkan protokol kesehatan belum berhasil 100 %. Simpulan: masih perlu adanya pendampingan kepada pedagang yang berjualan di car free day dengan peningkatan kesadaran masyarakat. Kata Kunci : Covid-19. Protokol Kesehatan PENDAHULUAN Masyarakat memiliki peran penting dalam memutus mata rantai penularan COVID-19 agar tidak menimbulkan sumber penularan baru/cluster pada tempat-tempat dimana terjadinya pergerakan orang, interaksi antar manusia dan berkumpulnya banyak Masyarakat harus dapat beraktivitas kembali dalam situasi pandemi COVID-19 dengan beradaptasi pada kebiasaan baru yang lebih sehat, lebih bersih, dan lebih taat, yang dilaksanakan oleh seluruh komponen yang ada di masyarakat serta memberdayakan semua sumber daya yang ada. Peran masyarakat untuk dapat memutus mata rantai penularan COVID-19 . isiko tertular dan menularka. harus dilakukan dengan menerapkan protokol METODE Kegiatan ini dilakukan dengan studi pendahuluan tentang pegetahuan dan perilaku pedagang yang berjualan di car free day Temanggung, dilanjutkan tentang penerapan protokol kesehatan dalam pencegahan Covi19, pembagian masker dan hand sanitizer serta pendampingan pasca kegiatan. Dengan target luaran berupa peningkatan perilaku dan sikap dari pedagang yang berjualan di car free day dalam menggunakan masker dan mencuci tangan atau minimal dengan handsanitzer dalam menerapkan protocol kesehatan dalam mencegah penyebaran covid 19. Khalayak sasaran kegiatan pengabdian ini adalah pedagang yang berjualan di car free day Temanggung. Target sasaran berjumlah kurang lebih 100 orang. HASIL DAN PEMBAHASAN Car Free Temanggung dilaksanakan di jalan Jenderal Sudirman No. Dongkelan Utara. Jampiroso. Kec. Temanggung. Kabupaten Temanggung. Jawa Tengah 56212. Car free day Temanggung telah dibuka kembali sejak Juli 2020 dimasa pandemi Covid 19. Jumlah pedagang yang berjualan di car Free day saat ini yaitu 90 pedagang dengan berbagai anekaragaman pedagang, selain itu kegiatan car free day ini juga dipilih karena selalu ramai di kunjungi pengunjung ataupun pembeli dan dikenal karena menjual barang kebutuhan yang lengkap serta pengunjung yang datang ke car free day tidak hanya dapat melihat jaul beli tetapi juga dapat sebagai wahana untuk Kegiatan Covid-19 dengan menerapkan protokol kesehatan yang dilakukan saat kegiatan di car free day temanggung dimulai terlebih dahulu dengan melakukan pembagian masker dan pembagian handsanitzer. Sebanyak 100 masker kain nonmedis dibagikan kepada pedagang yang berjualan di car free day Temanggung, minimal satu pedagang punya dua masker yang bisa dipakai bergantian setiap Produk masker nonmedis yang dibagikan sepenuhnya buatan pelaku UKM di Temanggung untuk mengurangi permintaan pasar terhadap masker medis dan menambah peluang penghasilan bagi produsen. Selanjutnya pedagang yang tidak menggunakan masker dan tidak tersedia tempat untuk cuci tangan di tempat jualan diberikan edukasi langsung untuk mengenakan masker kain nonmedis dan diberikan handsanitzer, kemudian menghimbau kepada seluruh pedagang untuk melawan Covid-19 dengan tetap mengikuti protokoler kesehatan dengan cara sering mencuci tangan menggunakan handsanitzer yang sudah diberikan pada saat di kegiatan car free day untuk melakukan Jaga jarak dan jaga kebersihan lingkungan, khususnya pedagang kecil . yang sebagian besar tidak bisa menerapkan social distancing karena mereka harus mencari nafkah dijalan maupun dipasar, sementara protokol covid-19 juga harus Penggunaan masker kain di kalangan pedagang yang berjualan di car free day ini sangat penting karena termasuk kelompok yang rentan terpapar covid-19. Dengan mengenakan masker, para pedagang yang berjualan di car free day dapat beraktivitas dengan lebih nyaman dan selalu waspada. Para pedagang ini berhubungan dengan banyak orang, dan mereka juga menjual makanan atau produk-produk yang lain. Kalau mereka tidak mengikuti protokol covid- 19, penularan virus ini akan makin menyebar, sementara mereka juga sangat membutuhkan pendapatan dan tetap mencari nafkah untuk keluarganya di Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 menjelaskan bahwa masker kain bisa digunakan sebagai pengganti masker medis untuk mengurangi risiko penularan Covid-19 di tengah masyarakat umum. Banyaknya kasus orang tanpa gejala (OTG) juga mendasari sosialisasi masker kain. Orang yang tidak sadar bahwa dirinya positif corona bisa saja menulari orang lain tanpa sengaja ketika berinteraksi tanpa masker. Satu tetesan . cairan saja bisa menyebabkan orang lain terkena Covid-19. Untuk mengantisipasi mengenakan masker ke mana pun pergi di area Namun manfaat masker kain tersebut bisa didapatkan selama memenuhi persyaratan untuk mendukung efektivitasnya (Kemenkes. Di situasi dan kondisi saat ini, kesadaran seluruh masyarakat untuk patuh dan taat dalam menjalankan protokol kesehatan memiliki peranan yang signifikan, sehingga perlu ditekankan kepada seluruh masyarakat untuk mematuhi protokol Covid-19 agar mengurangi penyebaran virus di car free day. Kebiasaan memakai masker bukan hanya keluar rumah, namun juga saat beraktivitas di luar, terlebih bagi para pedagang yang berjualan di car free day,sangat penting untuk tahu kemudian peduli terhadap diri sendiri dan lingkungan sekitar. Masyarakat punya andil dalam memutus rantai penyebaran Covid-19 dengan langkah kecil seperti memakai masker. Faktor pengabdian kepada masyarakat ini adalah kabupaten Temanggung dengan Akper Alkautsar Temanggung pada umumnya dan kerjasama antara penanggungjawab kegiatan car fee day dikabupaten Temanggung dengan Akper alkautsar Temanggung Adapun kendala dalam pelaksanaan pengabdian kepada masyarakat hanyalah prosentasi peningkatan kesadaran mayarakat Temanggung untuk merubah perilaku dan sikap dalam menerapkan protocol kesehatan belum berhasil 100 %. KESIMPULAN Masih pendampingan kepada pedagang yang berjualan di car free day dengan peningkatan kesadaran masyarakat DAFTAR PUSTAKA