SIMBIOSIS. Vol. 1 No. Halaman: 45-51 September 2024 SIMBIOSIS : Jurnal Sains Pertanian DOI: https://doi. org/10. 30599/simbiosis. Pengaruh Pemberian Pupuk Organik Cair Trubus Dan Pupuk Kandang Kotoran Sapi Terhadap Pertumbuhan Dan Produksi Tanaman Cabai (Capsicum annum . The Effect of Providing Trubus Liquid Organic Fertilizer and Cow Manure on the Growth and Production of Chili Plants Ima Arniati1*. Ilham Mazid1. Mufti Ali2 Mahasiswa Program Studi Sains Pertanian, 2Program Studi Sains Pertanian Fakultas Sains dan Teknologi. Universitas Nurul Huda. Sukaraja. OKU Timur Indonesia *E-mail: Ima04arniati@Gmail. ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dosis yang optimal dan pengaruh pemberian pupuk organik cair Trubus dan pupuk kandang kotoran sapi terhadap pertumbuhan dan produksi tanaman cabai (Capsicum annum L). Penelitian ini berlangsung dari bulan Juni sampai bulan Agustus 2024 di Desa Pemetung Basuki Kecamatan Buay Pemuka Peliung. Rancangan yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri dari dua faktor dan tiga ulangan. Variabel yang diamati meliputi jumlah daun . , tinggi tanaman . , berat buah per tanaman, berat buah per petak, berat brangkasan atas dan berat brangkasan Hasil penelitian menunjukkan bahwa kombinasi perlakuan pupuk organik cair dan pupuk kandang kotoran sapi (P2S. yaitu 75 ml/polybag dan 10 ton/ha atau 250 gr/polybag menunjukkan pengaruh yang nyata dan memberikan hasil yang terbaik pada parameter pertumbuhan dan produksi tanaman cabai (Capsicum annum L). Kata kunci : Pupuk organik cair Trubus, kotoran sapi, tanaman cabai ABSTRACT This research aims to determine the optimal dose and the effect of giving Trubus liquid organic fertilizer and cow dung manure on the growth and production of chili plants (Capsicum annum L). This research took place from June to August 2024 in Pemetung Basuki Village. Buay Pemuka Peliung District. The design used was a Completely Randomized Design (CRD) which consisted of two factors and three The variables observed included the number of leaves . , plant height . , fruit weight per plant, fruit weight per plot, top stover weight and bottom stover weight. The results of the research showed that the combination of liquid organic fertilizer and cow dung manure (P2S. , namely 75 ml/polybag and 10 tonnes/ha or 250 gr/polybag showed a real effect and gave the best results on the growth and production parameters of chili (Capsicu. annum L). Key words: Trubus liquid organic fertilizer, cow dung, chili plants E-ISSN 3046-9988 SIMBIOSIS. Vol. 1 No. Halaman: 45-51 September 2024 SIMBIOSIS : Jurnal Sains Pertanian DOI: https://doi. org/10. 30599/simbiosis. PENDAHULUAN Kegiatan pertanian tentunya tidak akan terlepas dari penggunaan pupuk, baik itu pupuk organik maupun pupuk anorganik. Namun tanpa disadari penggunaan pupuk anorganik secara terus menerus berdampak tidak baik bagi sifat fisik, kimia, dan biologi tanah. Hal ini menyebabkan kemampuan tanah mendukung ketersediaan hara dan kehidupan mikroorganisme dalam tanah menurun, oleh karena itu jika tidak segera di atasi maka dalam jangka waktu tidak terlalu lama lahan-lahan tersebut tidak mampu POC mengandung unsur makro P dan K masing-masing pertumbuhan dan perkembangan buah, batang juga mengandung unsur mikro Ca. Mg. Na. Zn yang dapat berfungsi untuk kekebalan dan pembuahan pada tanaman agar dapat tumbuh secara optimal sehingga berdampak pada jumlah produksi yang maksimal (Dewati, 2. Tanaman Cabai merupakan sumber yang potensial akan serat pangan serta berbagai vitamin dan mineral yang dapat digunkan sebagai sumber antioksidan yang potensial dan membantu mencegah infeksi. Kandungan pigmen yang terdapat pada bit, diyakini sangat bermanfaat untuk mncegah penyakit kanker, terutaman kanker kolon . sus besa. Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari pengaruh pemberian pupuk organik cair dan pupuk kandang kotoran sapi terhadap pertumbuhan dan produksi tanaman cabai (Capsicum annum L). dan mengetahui dosis pupuk organik cair dan pupuk kandang kotoran sapi yang optimal untuk meningkatkan pertumbuhan dan produksi cabai (Capsicum annum L). BAHAN DAN METODE Penelitian ini dilakukan di desa Trantang Saki pada bulan juli sampai Agustus 2024, analisa data dihitung dengan analisa ragam atau uji F dengan taraf 1 % dan 5 %. Setelah uji F terdapat beda nyata atau sangat nyata maka dilanjutkan dngan uji BNT 5%. HASIL DAN PEMBAHASAN 1 Jumlah Daun Pada analisa terpisah, perlakuan pupuk organik cair dari , menunjukkan pengaruh yang sangat nyata pada umur pengamatan 14 HST, 21 HST dan 35 HST, sedangkan pada umur pengamatan 28 HST tidak menunjukkan Perlakuan pupuk kandang kotoran sapi menunjukkan pengaruh yang nyata hanya pada umur pengamatan 35 HST, sedangkan pada umur pengamatan 14 HST, 21 HST dan 28 HST tidak menunjukkan pengaruhnya (Lampiran 1 Ae Rata-rata jumlah daun akibat perlakuan pupuk organik cair dan pupuk kandang kotoran sapi dapat dilihat pada Tabel 3. Penelitian percobaan faktorial yang disusun secara Rancangan Acak Lengkap (RAL), terdiri dari 2 faktor dan 3 ulangan. Faktor pertama adalah dosis pupuk organik cair (P) terdiri dari : P0 = 0 ml/polybag P1 = 25 ml/polybag P2 = 50 ml/polybag P3 =75 ml/polybag Faktor kedua adalah dosis pupuk kandang kotoran sapi (S) terdiri dari : S0 = 0 gr S1 = 5 ton/ha setara 100 gr/polybag S2 = 10 ton/ha setara 150 gr/polybag S3 = 15 ton/ha setara 200 gr/polybag Pengamatan dilakukan dengan interval 1 minggu sekli dengan mengambil 4 tanaman contoh dari 8 populasi tanaman, dimulai 14 hari setelah tanam. Pengamatan dilakukan untuk mengetahui respon pertumbuhan tanaman cabai dari setiap perlakuan yang telah Dalam penelitian ini variabel yang diamati adalah : jumlah daun . ,tinggi tanaman . , berat buah per tanaman, berat buah per petak, berat brangkasan atas dan berat brangkasan bawah. E-ISSN 3046-9988 SIMBIOSIS. Vol. 1 No. Halaman: 45-51 September 2024 SIMBIOSIS : Jurnal Sains Pertanian DOI: https://doi. org/10. 30599/simbiosis. Tabel 3. 1 Rata-rata Jumlah Daun . Pada Berbagai Umur Pengamatan Antara Perlakuan Pupuk Organik Cair dan Pupuk Kandang Kotoran Sapi. Rata-rata Jumlah Daun . Pada umur HST Perlakuan POC . BNT 5% Kotoran Sapi BNT 5% Keterangan : Angka-angka yang didampingi huruf yang sama pada kolom yang sama tidak berbeda nyata menurut uji BNT 5 %. Dari Tabel 3. 1 diatas diketahui bahwa perlakuan pupuk organik . P2 yaitu 75 ml/polybag menunjukkan pengaruh yang paling baik terhadap parameter jumlah daun. Hal ini disebabkan POC mengandung unsur makro P dan K yang masing-masing berfungsi untuk pertumbuhan dan perkembangan buah, batang dan daun. Sedangkan pada perlakuan pupuk kandang kotoran sapi rata-rata jumlah daun paling tinggi ditunjukkan oleh perlakuan (S. yaitu 10 Ton/ha setara 250 gr/polybag, hal ini sesuai dengan referensi yang telah dituliskan. Secara umum, kebutuhan tanaman cabai akan pupuk kandang kotoran sapi adalah 10-15 ton/ha dan kebutuhan setiap lubang 250 gram (Novizan, 2. Disamping perbedaan unsur hara yang relatif besar, keberadaan hara yang cukup didalam tanah diduga mampu memberikan tambahan unsur hara yang disumbangkan oleh pupuk kandang kotoran sapi yang diberikan pertumbuhan daun tanaman cabai. Hal itu didukung dengan kondisi tanah tempat percobaan tergolong keasaman . H) netral yaitu 6,5 ( hasil analisis pH tanah sebelum perlakua. Pada kemasaman tersebut, hara dalam tanah tersedia dalam jumlah yang banyak dan cukup bagi Kondisi kecukupan itu diduga mampu memberikan unsur hara tambahan bagi pertumbuhan daun cabai dan dibantu pemberian berbagai dosis perlakuan yang dicobakan. Kondisi pH tanah mempengaruhi serapan unsur hara dan pertumbuhan tanaman melalui pengaruhnya terhadap ketersedian unsur hara (Hanafiah, 2. Alasan yang serupa juga diungkapkan oleh peneliti lain bahwa pada kondisi tanah berkeasaman netral, hara yang tersedia dalam tanah lebih tinggi dibandingkan pada kondisi tanah berkeasaman rendah atau tinggi (Budianto, 2. Sejalan pula dengan peneliti lainnya bahwa, biasanya jika pH tanah semakin tinggi maka unsur hara semakin sulit diserap tanaman, demikian juga sebaliknya jika terlalu rendah akar juga akan kesulitan menyerap makanannya yang berada didalam tanah. Akar tanaman akan mudah menyerap unsur hara atau pupuk yang kita yang kita berikan jika pH dalam tanah sedang-sedang saja cenderung netral (Tan. E-ISSN 3046-9988 SIMBIOSIS. Vol. 1 No. Halaman: 45-51 September 2024 SIMBIOSIS : Jurnal Sains Pertanian DOI: https://doi. org/10. 30599/simbiosis. 2 Tinggi Tanaman Perlakuan menunjukkan pengaruh yang sangat nyata pada semua umur pengamatan 14 HST, 21 HST, 28 HST dan 35 HST. Sedangkan perlakuan pupuk kandang kotoran sapi menunjukkan pengaruh yang sangat nyata pada umur 14 HST, 28 HST dan 35 HST, dan menunjukkan pengaruh yang nyata pada umur 21 HST (Lampiran 5-. Ratarata tinggi tanaman akibat pupuk organik cair dan pupuk kandang kotoran sapi dapat dilihat pada Tabel 3. Tabel 3. 2 Rata-rata Tingi Tanaman . Pada Berbagai Umur Pengamatan Antara Perlakuan Pupuk Organik Cair dan Pupuk Kandang Kotoran Sapi. Rata-rata Tinggi Tanaman . Pada umur HST Perlakuan POC BNT 5% Kotoran Sapi 74 ab 82 ab 18 ab 33 ab 02 bc 22 ab 83 bc 62 bc BNT 5% Keterangan :Angka-angka yang didampingi huruf yang sama pada kolom yang sama tidak berbeda nyata menurut uji BNT 5 %. Dari Tabel 3. 2 diatas diketahui bahwa perlakuan pupuk organik cair dari . P2 yaitu 75 ml/polybag menunjukkan pengaruh yang paling baik terhadap parameter tinggi tanaman. Hal ini disebabkan karena tingginya unsur hara N. P dan K yang terkandung pada pupuk organik cair dan bahan yang digunakan mengandung unsur hara makro maupun mikro yang dibutuhkan oleh Sedangkan pada perlakuan pupuk kandang kotoran sapi S2 yaitu 10 Ton/ha setara 250 gr/polybag menunjukkan pengaruh yang paling baik terhadap parameter tinggi tanaman unsur hara, hal ini disebabkan karena pupuk kandang kotoran sapi mengandung bahan organik yang dapat meningkatkan kesuburan tanah. Selain itu bokashi juga mengandung unsur hara makro (N. P, dan K) dan unsur hara mikro seperti Ca. Mg. S, dan lain-lain. Pemberian pupuk kandang kotoran sapi dengan dosis yang sesuai akan memperbaiki kandungan unsur hara tanah. Hal ini sesuai dengan pendapat Sholeh . , bahwa penambahan bahan organik kotoran sapi ke dalam tanah dapat meningkatkan kandungan bahan organik dan unsur hara dalam tanah. Pupuk meningkatkan dan memperbaiki kandungan 3 Berat Buah Per Tanaman Pupuk organik cair menunjukkan pengaruh yang sangat nyata terhadap parameter berat buah per tanaman, sedangkan perlakuan E-ISSN 3046-9988 SIMBIOSIS. Vol. 1 No. Halaman: 45-51 September 2024 SIMBIOSIS : Jurnal Sains Pertanian DOI: https://doi. org/10. 30599/simbiosis. pupuk kandang kotoran sapi tidak menunjukkan pengaruhnya (Lampiran . Rata-rata berat buah per tanaman akibat perlakuan perlakuan pupuk organik cair dari , dan pupuk kandang kotoran sapi dapat dilihat pada Tabel 3. Tabel 3. 3 Rata-rata Berat Buah Per Tanaman . Pada Berbagai Umur Pengamatan Antara Perlakuan Pupuk Organik Cair dan Pupuk Kandang Kotoran Sapi. Rata-rata Berat Buah per Tanaman . Pada umur Perlakuan HST POC 29 ab 19 ab BNT 5% Pupuk Kandang Sapi BNT 5% Keterangan : Angka-angka yang didampingi huruf yang sama pada kolom yang sama tidak berbeda nyata menurut uji BNT 5 %. Dari Tabel 4. 6 diatas diketahui bahwa perlakuan pupuk organik cair P2 yaitu 75 ml/polybag menunjukkan pengaruh yang paling baik terhadap parameter berat buah pertanaman. Hal ini disebabkan unsur nitrogen yang terkandung dalam pupuk organik cair berperan mempercepat pertumbuhan vegetatif, sehingga berpengaruh meningkatkan berat buah per Hal ini berkaitan dengan peran unsur kalium sebagai aktivator enzim yang terlibat dalam sintetis protein dan karbohidrat. Ketersediaan unsur hara makro dan mikro yang cukup dan sesuai menyebabkan pertumbuhan tanaman akan terpacu secara optimal sehingga diperoleh produksi berupa berat buah pertanaman dengan kombinasi perlakuan terbaik pada perlakuan P2 yaitu 75 ml/polybag. Masing - masing unsur hara baik makro dan mikro yang bersifat essensial bagi tanaman, memiliki peran yang spesifik terhadap kelangsungan proses fisiologi didalam tubuh 4 Berat Buah Per Petak Perlakuan menunjukkan pengaruh yang sangat nyata terhadap parameter berat buah tanaman per petak, sedangkan perlakuan pupuk Rata-rata parameter berat buah per petak akibat perlakuan pupuk organik cair dari , dan pupuk kandang kotoran sapi dapat dilihat pada Tabel 3. E-ISSN 3046-9988 SIMBIOSIS. Vol. 1 No. Halaman: 45-51 September 2024 SIMBIOSIS : Jurnal Sains Pertanian DOI: https://doi. org/10. 30599/simbiosis. Tabel 3. 4 Rata-rata Berat Buah Tanaman Per Petak . Pada Berbagai Umur Pengamatan Antara Perlakuan Pupuk Organik Cair , dan Pupuk Kandang Kotoran Sapi Perlakuan Rata-rata Berat Buah per Petak . Pada umur HST POC 63 ab 86 ab BNT 5% Pupuk Kandang Sapi BNT 5% Keterangan : Angka-angka yang didampingi huruf yang sama pada kolom yang sama tidak berbeda nyata menurut uji BNT 5 %. Dari tabel 3. 4 dapat dilihat bahwa terjadi interaksi yang nyata antara pemberian pupuk organik cair dari , dan pupuk kandang kotoran sapi terhadap parameter berat buah tanaman per petak yaitu perlakuan P2S2 . ml/polybag dan 10 ton/ha atau 250 gr/polyba. Hal iini disebabkan terdapat hubungan yang saling menguntungkan antara kombinasi P2S2. Kombinasi dari perlakuan tersebut akan menunjang sekali terhadap pertumbuhan tanaman cabai, karena unsur hara yang terkandung pada perlakuan tersebut sudah dapat memenuhi kebutuhan tanaman untuk tumbuh dengan baik. Karena pada pemberian pupuk kandang kotoran sapi sebanyak itu kebutuhan unsur hara bagi tanaman sudah KESIMPULAN tercukupi dengan baik. kaya akan potasium sehingga dapat membantu pertumbuhan tanaman. Caranya, cukup dengan ditanam atau diletakkan begitu saja diantara kedua tanaman. Jika anda khawatir pupuk pisang itu mengandung serangga, campur , dengan sedikit air, lalu hancurkan dengan mengunakan blender, setelah itu siramkan pada tanaman. , sebagai penghasil xylanase dan juga merupakan bahan organik yang mengandung unsur kimia seperti magnesium, sodium, fosfor, sulfur yang dapat digunakan sebagai pupuk organik. Pembuatan pupuk organik dengan bahan dapat dalam bentuk padat atau cair ( Nuris, 2. parameter pertumbuhan dan produksi tanaman cabai (Capsicum annumL). Kombinasi perlakuan pupuk organik cair dan pupuk kandang kotoran sapi (P2S. yaitu 75 ml/polybag dan 10 ton/ha atau 250 gr/polybg memberikan hasil yang terbaik pada E-ISSN 3046-9988 SIMBIOSIS. Vol. 1 No. Halaman: 45-51 September 2024 SIMBIOSIS : Jurnal Sains Pertanian DOI: https://doi. org/10. 30599/simbiosis. DAFTAR PUSTAKA