Prosiding Seminar Nasional Pengabdian Masyarakat | LPPM UNSERA Website: https://ejournal. id/index. php/senama E-ISSN : 3063-4849 PEMBERDAYAAN MASYARAKAT MELALUI PENGEMBANGAN PRODUK OLAHAN SALAK SASAHAN DAN CITRA MEREK DI DESA SASAHAN Ae WARINGINKURUNG SERANG BANTEN Eka Indah Yuslistyari1*. Chotibul Umam2. Billy Muhamad Firdaus3. Muhammad Quraisy Shihab4. Muhammad Naufal Faras5 1,3,4Program Studi Teknik Industri. Fakultas Teknik. Universitas Serang Raya. Jl. Raya Serang - Cilegon Km. Taman Drangong. Serang. Banten 2Program Studi Kewirausahaan. Fakultas Ekonomi dan Bisnis. Universitas Banten Jaya. Jl. Ciwaru Raya No. 73 Cipare Kec. Serang. Kota Serang. Banten 3Program Studi Administrasi Negara. Fakultas Ilmu Sosial Ilmu Politik dan Ilmu Hukum. Universitas Serang Raya. Jl. Raya Serang - Cilegon Km. Taman Drangong. Serang. Banten 4Program Studi Teknik Informatika. Fakultas Teknologi Informasi. Universitas Serang Raya. Jl. Raya Serang - Cilegon Km. Taman Drangong. Serang. Banten 5SMA Ali Maksum. Jl. KH. Ali Maksum Panggung Harjo Sewon-Bantul. Yogyakarta Email : yuslistyari@unsera. ABSTRAK Kegiatan Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) Universitas Serang Raya tahun 2025 melaksanakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat di Desa Sasahan. Desa Sasahan merupakan salah satu desa di Kecamatan Waringinkurung. Kabupaten Serang. Provinsi Banten yang yang memiliki potensi perkebunan salak cukup melimpah. Permasalahan yang terjadi diantaranya pengembangan alternatif olahan salak belum dilaksanakan dengan optimal. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan nilai tambah buah salak melalui inovasi produk olahan asinan salak dan penguatan aspek pemasaran melalui kemasan dan logo. Kegiatan pengabdian dilaksanakan dalam tiga tahap: tahap awal, tahap inti, dan tahap akhir. Proses pelaksanaan pengabdian dimulai dengan melakukan observasi dan survey ke lokasi pengabdian, melengkapi prosedur administrasi, dan merancang kegiatan pengabdian. Pada tahap inti, kegiatan pengabdian fokus pada pendampingan dalam inovasi produk olahan salak dan citra merek produk pada kemasan serta logo. Sedangkan tahap akhir evaluasi kegiatan dan penyusunan laporan akhir. Sasaran dalam kegiatan pengabdian ini yaitu masyarakat desa Sasahan. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan dalam pengembangan potensi lokal mengolah salak menjadi produk bernilai ekonomis serta pemahaman akan pentingnya identitas merek dalam pemasaran. Kegiatan ini diharapkan mampu mendorong kemandirian ekonomi masyarakat dan menciptakan peluang usaha baru berbasis potensi lokal. Kata kunci: Salak. Asinan Salak. Desa Sasahan. Citra Produk ABSTRACT The University of Serang Raya's Student Work Lecture (KKM) 2025 carried out community service activities in Sasahan Village. Sasahan Village is one of the villages in Waringinkurung District. Serang Regency. Banten Province which has abundant potential for salak plantations. Problems that occur include the development of alternative processed salak has not been implemented optimally. This activity aims to increase the added value of salak fruit through innovation of salak pickled processed products and strengthening marketing aspects through packaging and logos. Service activities are carried out in three stages: the initial stage, the core stage, and the final stage. The process of implementing the service begins with making observations and surveys to the service location, completing administrative procedures, and designing service activities. In the core stage, the service activities focus on assistance in innovating processed snake fruit products and product brand images on packaging and logos. While the final stage evaluates the activities and prepares the final report. The target in this community service activity is the Sasahan village community. The results of the activity show an increase in knowledge in developing local potential to process salak into economically valuable products and an understanding of the importance of brand identity in SEMINAR NASIONAL PENGABDIAN MASYARAKAT LPPM UNIVERSITAS SERANG RAYA Prosiding Seminar Nasional Pengabdian Masyarakat | LPPM UNSERA Website: https://ejournal. id/index. php/senama E-ISSN : 3063-4849 This activity is expected to encourage community economic independence and create new business opportunities based on local potential. Keywords: Salak. Pickled Salak. Desa Sasahan. Branding Product PENDAHULUAN Pengembangan masyarakat perdesaan menjadi salah satu fokus penting dalam upaya mengurangi kemiskinan di Indonesia. Penguatan sektor ekonomi lokal di daerah perdesaan dapat membantu masyarakat menjadi lebih mandiri dan mengurangi ketergantungan mereka pada bantuan dari luar. Pemanfaatan sumber daya alam yang potensial dan kearifan lokal untuk menghasilkan produk yang memiliki nilai ekonomi merupakan langkah strategis yang dapat diambil. Kabupaten Serang memiliki banyak potensi sektor pertanian, perkebunan, dan industri rumah tangga, namun masih menghadapi sejumlah masalah dalam hal pemberdayaan ekonomi Kegiatan ekonomi desa selama ini masih didominasi oleh sektor pertanian (Yuslistyari & Djamal. Meskipun Kabupaten Serang berada di lokasi strategis dan dekat dengan pusat industri nasional, sebagian besar penduduknya masih bergantung pada pekerjaan informal dan pertanian konvensional yang tidak Desa Sasahan, yang terletak di Kecamatan Waringin Kurung. Kabupaten Serang. Provinsi Banten, secara demografis berbatasan dengan dengan kelurahan Bojot di sebelah utara. Desa Nanggung di sebelah timur, dan desa Pagintungan di sebelah Barat. Desa Sasahan memiliki potensi agribisnis yang cukup besar yaitu salak. Salak Sasahan dahulu sempat menjadi komoditas utama di pasaran dan banyak dicari oleh masyarakat, bahkan pemasaran salak Sasahan sendiri sampai ke Lampung dan juga Jakarta (Ramdhani, 2. Namun, seiring dengan perkembangan dunia pertanian, salak Sasahan saat ini tergeser oleh salak-salak lain yang memiliki cita rasa rasa yang manis seperti salak Bali dan salak pondoh. Dalam potensi lokal, kuliah kerja mahasiswa berfokus pada pemberdayaan masyarakat berbasis pengembangan produk olahan salak yang memiliki nilai tambah lebih Gambar 1. Lokasi Kantor Desa Sasahan Gambar 2. Akses masuk Desa Sasahan Sasahan Prosiding Seminar Nasional Pengabdian Masyarakat | LPPM UNSERA Website: https://ejournal. id/index. php/senama E-ISSN : 3063-4849 Gambar 3. Salak Sasahan Alternatif menjadi produk olahan seperti keripik, memperpanjang masa simpan dan meningkatkan nilai jual produk Namun, produk olahan di Desa Sasahan masih menghadapi berbagai kendala, mulai minimnya akses terhadap pasar yang Selain optimalnya citra merek produk olahan salak juga menjadi hambatan dalam meningkatkan daya saing produk di tingkat regional maupun nasional (Sari, 2. Pemberdayaan masyarakat melalui pelatihan pengolahan dan manajemen usaha diharapkan dapat meningkatkan berkualitas serta memperkuat citra merek sebagai identitas produk khas Menurut Rahmawati . , pengembangan merek yang baik dapat meningkatkan loyalitas konsumen serta memperkuat posisi produk di pasar yang kompetitif. Oleh karena itu, pembangunan merek yang kuat sangat keberlanjutan usaha olahan salak di Desa Sasahan. Selain aspek teknis dan pemasaran, faktor sosial juga turut berperan dalam Keterlibatan kelompok masyarakat, terutama perempuan dan pemuda, dalam proses produksi dan meningkatkan partisipasi dan rasa memiliki terhadap usaha tersebut. Studi oleh Susanti dan Nugroho pemberdayaan masyarakat berbasis kearifan lokal mampu meningkatkan solidaritas sosial dan mendorong Namun demikian, tantangan lain yang perlu dihadapi adalah minimnya dukungan dari berbagai pihak, baik pemerintah, swasta, maupun lembaga non-pemerintah, pendanaan, pelatihan, dan pemasaran Hal keberlanjutan usaha olahan salak dan penguatan merek menjadi sulit terwujud tanpa adanya sinergi antar pemangku kepentingan (Bappenas. Desa Sasahan dengan kekayaan sumber daya alam yang dimiliki mengembangkan alternatif produk olahan hasil pertanian lokal yaitu salak dengan citra merek yang kuat sebagai upaya pemberdayaan masyarakat. Dengan strategi pengembangan yang tepat, diharapkan produk olahan salak dari Desa Sasahan dapat bersaing di pasar regional bahkan nasional, sehingga meningkatkan kesejahteraan masyarakat setempat (Fitriani, 2. Melalui pemberdayaan masyarakat pengembangan produk dan citra merek. Desa Sasahan dapat menjadi contoh desa mandiri yang mampu mengoptimalkan potensi lokal menjadi sumber pendapatan berkelanjutan. Oleh karena itu, kajian mengenai strategi pemberdayaan masyarakat melalui pengembangan produk olahan salak dan citra merek di Desa Sasahan sangat relevan untuk dilakukan. Prosiding Seminar Nasional Pengabdian Masyarakat | LPPM UNSERA Website: https://ejournal. id/index. php/senama E-ISSN : 3063-4849 Dengan latar belakang tersebut, menganalisis dan merumuskan model pemberdayaan masyarakat yang efektif melalui pengembangan produk olahan salak dan penguatan citra merek kesejahteraan masyarakat di Desa Sasahan. Kecamatan Waringin Kurung. Serang. Banten. METODE PELAKSANAAN Pelaksanaan pengabdian dilakukan dalam tiga tahap: tahap awal, tahap inti, dan tahap akhir. Pada tahap awal, studi lapangan dilakukan pada lokasi pengabdian di Desa SasahanAi Warungin kurung untuk mendapatkan masalah yang dihadapi mitra sehingga dapat diberikan solusi yang tepat. Selanjutnya, menyelesaikan proses administratif, yang akan digunakan menunjukkan pengabdian kepada kegiatan utama untuk memenuhi kebutuhan mitra dan menyelesaikan Pada tahap inti, terdiri atas pra implementasi dan implementasi. Tahap pra implementasi menentukan tanggal pelaksanaan kegiatan, tempat Sedangkan implementasi dilaksanakan dengan pemetaan potensi desa, lalu praktek pembuatan produk inovasi yang dilakukan oleh Mahasiswa KKM kelompok 58 dan masyarakat desa Sasahan dalam pembuatan asinan salak Sasahan dengan waktu yang ditentukan oleh kedua belah pihak diakhiri dengan kegiatan pengemasan dalam upaya citra merek. Pada tahap akhir, kegiatan yang dilakukan adalah . Mengevaluasi kegiatan yang akan dilakukan secara keseluruhan dan . membuat laporan akhir. HASIL DAN PEMBAHASAN Tahap Awal Tahap awal ini melakukan studi lapangan ke lokasi tempat kegiatan akan dilaksanakan yaitu Desa Sasahan. Kecamatan Waringinkurung. Kabupaten Serang. Koordinasi dengan aparat desa diantaranya Kepala Desa Bapak Karuji. Pd. I serta ketua Pokdarwis Alam Berkah Bapak Aryani guna kelancaran dalam memperoleh informasi dalam tercapainya tujuan akhir pengabdian. Meninjau dilaksanakan pada 21 April 2025 di Desa Sasahan oleh 15 peserta KKM 2025 kelompok 58 dan 1 orang Dosen Informasi yang didapat yaitu potensi salak Sasahan yang dapat olahan buah salak yang mudah di buat, bernilai ekonomi dan memiliki daya tarik pasar dengan kemasan dan label yang menarik. Selanjutnya, pada tanggal 22 April 2025 mengunjungi kantor Desa Sasahan-Waringinkurung administratif, sebagai proses formal untuk melegitimasi tindakan yang menunjukkan pengabdian kepada kegiatan utama untuk memenuhi kebutuhan mitra serta menyelesaikan Gambar 4. Survei Lokasi Pengabdian Prosiding Seminar Nasional Pengabdian Masyarakat | LPPM UNSERA Website: https://ejournal. id/index. php/senama E-ISSN : 3063-4849 Gambar 5. Proses Administrasi Tahap Inti Tahap pra implementasi dilakukan dengan diskusi bersama pihak desa dan masyarakat mengenai tanggal pelaksanaan kegiatan serta tempat berlangsungnya kegiatan pengabdian. Dalam tahap ini, didapatkan tanggal survei bahan baku salak sasahan yaitu di kebun milik Bapak Rusdi yang dilaksanakan pada tanggal 13 Mei 2025 dan praktek pembuatan asinan salak yang sebelumnya melakukan uji coba pembuatan asinan salak pada 23 Mei 2025 di rumah Ibu Ifah MaAorifah seorang praktisi bidang kuliner AuDapur SalmanAy didampingi oleh dosen pendamping. Eka Indah Yuslistyari masyarakat Desa Sasahan pada tanggal 25 Mei 2025 di rumah ibu Bayi Masruroh. Tahap implementasi dilaksanakan dengan meninjau langsung kebun salak bersama mahasiswa KKM 58 serta dosen pendamping. Mahasiswa ikut serta dalam menyiapkan bahan baku yaitu salak Sasahan. Tahap melakukan pengembangan alternatif olahan salak Sasahan dilaksanakan oleh divisi UMKM KKM kelompok 58 dengan diawali uji coba bersama AuDapur SalmanAy pada tanggal 23 Mei 2025. Praktik uji coba pembuatan asinan salak mendapatkan hasil yaitu bahanbahan yang dipakai dalam pembuatan asinan salak sahahan dan proses pembuatan asinan salak. Bahan-bahan yang diperlukan yaitu salak yang telah di kupas, gula putih, garam, dan cuka. Sedangkan proses pembuatan asinan salak dilakukan oleh mahasiswa yang Ifah. Tahapan proses diantaranya, diawali dengan pembersihan buah salak dari kulitnya, kemudian di cuci bersih dan Langkah selanjutnya semua blender sampai halus kemudian masukkan kedalam rebusan air selanjutnya masukkan salak yang telah bersih kedalam rebusan air tersebut. Gambar 7. Hasil uji coba pembuatan asinan salak sasahan Hasil uji coba berupa asinan salak Sasahan kepada masyarakat untuk kemudian masyarakat desa Sasahan pada tanggal 25 Mei 2025 di salah satu rumah Gambar 6. Proses Memanen Salak Prosiding Seminar Nasional Pengabdian Masyarakat | LPPM UNSERA Website: https://ejournal. id/index. php/senama E-ISSN : 3063-4849 Mahasiswa KKM kelompok 58 menetapkan harga untuk asinan salak yang telah di kemas dengan disertakan label sebesar Rp. 000,-. Harga memperhatikan keuntungan untuk kelangsungan usaha masyarakat desa Sasahan. Gambar 8. Praktek pembuatan asinan salak bersama masyarakat Tahapan implementasi diakhiri dengan proses pengemasan. Proses pengemasan asinan salak Sasahan dilakukan dengan memperhatikan aspek kebersihan, kerapihan dan estetika guna membangun citra merek yang menarik. Asinan salak yang telah jadi kemudian dikemas dengan menggunakan wadah tertutup rapat untuk menjaga kesegaran dan kualitas Label produk disertakan dengan mencerminkan identitas lokal, informasi komposisi, tanggal produksi, serta logo merek AuSalak SasahanAy sebagai olahan khas daerah. Upaya ini tidak hanya bertujuan untuk menarik memperkuat daya saing produk di pasaran dengan menghadirkan kesan modern namun tetap mengangkat kearifan lokal. Tahap Akhir Tahap akhir yaitu mengevaluasi keseluruhan, tahap ini dilakukan evaluasi melalui wawancara pada masyarakat yang telah mengikuti praktek pembuatan asinan sasahan. Adapun hasil yang didapat yaitu pengembangan alternatif potensi lokal pemahaman akan pentingnya identitas merek dalam pemasaran. Kemudian laporan akhir dibuat dalam penulisan artikel yang diseminarkan pada Seminar Nasional Pengabdian Masyarakat yang di adakan oleh LPPM Universitas Serang Raya pada tanggal 2 Juli 2025. Gambar 10. Evaluasi Kegiatan Gambar 9. Hasil Pengabdian AuAsinan Salak SasahanAy KESIMPULAN Beberapa pengabdian kepada masayarakat yang Prosiding Seminar Nasional Pengabdian Masyarakat | LPPM UNSERA Website: https://ejournal. id/index. php/senama E-ISSN : 3063-4849 dilaksanakan oleh mahasiswa KKM kelompok 58 antara lain : Pemberdayaan masyarakat desa Sasahan fokus pada pengembangan alternatif produk olahan pertanian lokal yaitu salak sasahan menjadi produk asinan salak sasahan yang mudah dibuat dan memiliki nilai Dalam membangun citra merek asinan salak Sasahan dilakukan dengan pengemasan wadah tertutup rapat disertakan label produk yang produksi, serta logo merek AuSalak SasahanAy dengan harga Rp. 000,UCAPAN TERIMAKASIH Kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada LPPM Universitas Serang Raya (UNSERA) atas dukungan yang telah diberikan KKM Dukungan dari LPPM UNSERA sangat berarti dalam mewujudkan program sehingga dapat berjalan dengan lancar dan memberikan manfaat nyata bagi warga serta mendorong tumbuhnya inovasi produk lokal yang bernilai Kepala Desa Sasahan. Karuji, kepala Madrasah Ibtidaiyah. Bai Masruroh dan ketua Pokdarwis Alam Berkah Sasahan. DAFTAR PUSTAKA