Peran Sanad Keilmuan Dalam Pengembangan Pondok Pesantren Ririn Inayatul Mahfudloh1* Program Studi Pendidikan Agama Islam. Universitas Qomaruddin. Gresik *Korespondensi: ririn. july01@gmail. ABTRACT Received: 1 October 2023 Accepted: 10 October 2023 Published: 12 October 2023 This study investigates the critical role of scientific Sanad in preserving the authenticity and validity of Islamic religious teachings within the context of Pesantren (Islamic boarding school. By having a Sanad that is linked to religious scholars or kiai within Pesantren, it ensures that the disseminated knowledge is in strict accordance with authentic religious doctrines. Employing a qualitative research methodology, specifically a Systematic Literature Review (SLR), the study reveals that the tradition of scholarly Sanad in Islamic boarding schools . is fundamentally centered around the kiai. The Kiai serves as the terminal link in the chain of knowledge transmission, particularly evident in the unique pedagogical methods of Pesantren where specific religious texts are studied. The concept of Sanad Kesains not only strengthens religious teachings but also contributes to the institutional development of Pesantren. It enables the Kiai to align with the vision of the Pesantren, thereby extending its impact beyond individual student development to broader social transformation. The resilience and adaptability of Pesantren in the face of modern challenges substantiate the continuing relevance of the scientific Sanad tradition. Keywords: Sanad. Islamic Boarding School. Pesantren Tradition ABSTRAK Copyright: A 2023 by the authors. Submitted for possible open access publication under the terms and conditions of the Creative Commons Attribution (CC BY) . ttps://creativecommons. org/license s/by/4. 0/). Penelitian ini bertujuan menganalisis bahwa Sanad keilmuan memiliki peran penting dalam mempertahankan keaslian dan keabsahan ajaran Dengan adanya sanad yang terikat pada ulama atau kiai di pondok pesantren, dapat memastikan bahwa pengetahuan yang diajarkan benarbenar sesuai dengan ajaran agama yang autentik. Metode penelitian kualitatif dengan jenis systematic Literature Review (SLR) menunjukkan bahwa tradisi sanad keilmuan di pesantren Tradisi Sanad di Pesantren berpusat pada Kiai sebagai ujung mata rantai ketika mentransfer ilmu melalui kajian kitab tertentu di pesantren dengan metode pembelajaran di Sanad Keilmuan memiliki potensi untuk memperkuat ajaran dan mengembangkan pesantren. Membuat seorang kiai dapat mencapai visi pesantren. Melalui tradisi sanad Keilmuan. Pesantren mempunyai peluang besar dalam pengembangan lembaga, karena kemampuan pesantren tidak hanya kepada pembinaan kepribadian seorang santri tetapi mengadakan perubahan dalam tatanan sosial masyarakat, sehingga pengaruhnya tidak saja terdapat kepada santri dan alumni tetapi QOMARUNA Journal of Multidisciplinary Studies 2023. Vol. No. 01, pp. mencakup juga kehidupan bermasyarakat. Hal ini telah dibuktikan dengan eksisnya pesantren ditengah tantangan pembaharuan dan modernitas. Kata kunci: Sanad Keilmuan. Pondok Pesantren. Tradisi Pesantren Pendahuluan Pondok Pesantren tumbuh dan berkembang atas peran masyarakat dan akan kembali ditujukan kepada Eksistensi pondok pesantren menjadi literate society yang perkembangannya berperan sebagai benteng keagamaan masyarakat yang berkaitan dengan cultural (Mukhtar et al. , 2. berdasarkan hal tersebut pesantren dituntut untuk survive dan eksistensinya terus diperlukan masyarakat hingga waktu yang tidak ditentukan dengan banyaknya potensi yang dimilikinya. (Muslim, 2. diantara potensi yang dimilikinya yakni center of civilize muslim di Indonesia yang direalisasikan dalam khazanah intelektual yang selalu ada pada seluruh pondok pesantren berbentuk Aukitab kuningAy selain keilmuan tradisi dan adat lainnya seperti sikap dan perilaku tasamuh, tawasuth, dan tawazun. Begitu pula dengan sanad keilmuan yang bersifat krusial menjadi aset pondok pesantren yang menjadi pembeda antarpondok pesantren dan menjadi ciri khas yang dimilikinya. (Hasanah, 2. Sanad keilmuan telah dimulai sejak masuknya Islam ke wilayah nusantara, hal ini telah ada sejak akhir abad 17 hingga awal abad 18, diawali dari sultan banten yang memberikan perhatian kepada dunia pesantren. Penggerak dari transmisi keilmuan ini adalah Syekh Syarif Hidayatullah, para pelaksana sistem pendidikan ini adalah kaum santri yang direkrut oleh seorang sultan. (Lukman et al. Salah satu bagian dari sanad keilmuan adalah kitab kuning yang berperan sebagai wawasan Islam kaum santri sehingga penguasaan kitab kuning sebagai syarat utama untuk menjadi ulama. Zainul Milal Bizawi mengemukakan sanad keilmuan sebagai pengajian ilmu agama murid atau santri yang berhubungan dengan para ulama dari saban generasi ke generasi para sahabat yang menimba ilmu shahih dari Rasulullah SAW Sanad keilmuan juga sebagai ukuran kelayakan keilmuan dalam konteks pembelajaran, pola ini menekankan pertanggungjawaban yang terperinci dan meyakinkan dari kiai dengan demikian dinyatakaan bahwa pesantren memiliki ciri khas dalam budaya intelektualnya. (Suhendra, 2. Sanad di lingkup kajian ilmu juga diperhatikan dimulai pada awal terbentuknya pondok pesantren yang berada di Indonesia. Seperti pada kajian pada hadis Shahih al-Bukhyri di Pesantren Tebuireng yang dahulu dipimpin oleh Hadratussyaikh KH. Hasyim AsyAoari, selanjutnya diteruskan oleh beberapa santri yang mempunyai sanad keilmuan dari guru seperti KH. Idris Kamali. KH. Syansuri Badawi dan lainnya sampai pada saat ini diampu oleh KH. Habib Ahmad. Umumnya pada akhir suatu pembelajaran akan melangsungkan khataman kitab yang akan diserahkan surat ataupun kertas ijazah berupa sanad keilmuan sang guru memperoleh keilmuan keterangan kitab ini hingga tersambung kemurniannya sampai pada penyusun suatu kitab. Pada metode tersebut masih dipertahankan oleh beberapa pesantren tradisional lainnya. Melalui kertas ijazah sanad tersebut berguna sebagai upaya menghindari adanya taklid buta, hingga benar-benar mengetahui asal keilmuan yang diambil. (Uli Rif`atul Millah, 2. Sanad keilmuan ialah bentuk transformasi keilmuan. Dengan kata lain ilmu yang diperoleh harus memiliki dampak positif pada pengetahuan, sikap, dan perilaku. (Abas Musofa, 2. sanad yang semakin kuat dibangun akan melahirkan kepribadian yang berintegritas sejalan dengan tujuan paling utama dari adanya proses interaksi ilmiah bagi santri. (Subekti, 2. karena nantinya santri akan melakukan sebagaimana sanad yang akan ia terima. Kemurnian sanad berlaku sebagai modal sosial daRI pesantren yang akan membimbingnya menuju jalur yang akan mengarahkannya dalam sifat-sifat yang telah diteladani oleh beberapa sumber sanad yang diterimanya. Pengimplementasian proses tersebut yang menjadikan benteng supaya segala macam bentuk hal negatif tidak akan dilakukannya. (Estuningtyas, 2. Penelitian dalam kajian sanad sudah banyak dilakukan, terutama dalam konteks pendidikan al-QurAoan, namun juga banyak yang membahas tentang sanad keilmuan dalam konteks kajian kitab kuning di pesantren. Diantaranya tentang tranfer ilmu di pesantren: Kajian mengenai Sanad ilmu QOMARUNA Journal of Multidisciplinary Studies 2023. Vol. No. 10, pp. (Sanusi, 2. Urgensitas Sanad berperan sebagai salah satu Modal Sosial Pesantren pada integritas Islam (Estuningtyas, 2. Penyerahan Keilmuan dalam Era Milenial dilakukan dengan upaya Tradisi Sanadan pada Pondok Pesantren Al-Hasaniyah (Suhendra, 2. Ittishal Al-Sanad berkonsep pada Syarat Kajian Kitab Kuning Dalam Tradisi Pesantren An-Nahdliyyah Cirebon (Muthi`ah & MS, 2. Pesantren Dan transfer Keilmuan Islam Melayu-Nusantara. Literasi. Teks. Kitab Dan Sanad Keilmuan (Hasanah, 2. Studi Kritis mengonsep Sanad Kitab Nahj Al-Balaghah menjadi Upaya membentuk Budaya Tabayyun pada wawasan keagamaan Islam (Bashori, 2. Dari berbagai penelitian, dapat disimpulkan bahwa kajian Sanad yang melekat dalam pondok pesantren menjadi sangat urgent, karena potensinya dalam menjaga otentisitas keilmuan. Sedangkan perbedaan literatur terdahulu dengan artikel ini adalah bagaimana Sanad Keilmuan menjadi salah satu faktor yang berperan dalam pengembangan pondok pesantren di Indonesia. Oleh karena itu penelitian ini bertujuan menjawab dua pertanyaan spesifik, yaitu: C Pertanyaan Penelitian 1: Bagaimana Tradisi Sanad Keilmuan pada pondok pesantren? C Pertanyaan Penelitian 2: Bagaimana peran Sanad Keilmuan pada pengembangan pesantren di Indonesia? Metode Penelitian Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif yang menggunakan tinjauan Pustaka berbasis Systematic Literature Review (SLR). Literatur yang digunakan adalah literatur yang relevan dengan masalah atau tujuan penelitian, seperti artikel, jurnal, prosiding, buku, dan laporan penelitian Dalam penelitian literatur sistematis ini, penelitian dimulai dengan mengidentifikasi artikel terkait Sanad Keilmuan di database Scopus dan Google Scholar melalui tool AoPublish and PerishAo. Ada empat fase yang terlibat yaitu fase identifikasi, fase penyaringan, fase kelayakan dan fase inklusi. Fase 1: Fase Identifikasi Penentuan artikel dilandaskan pada kriteria. Pertama, database yang digunakan adalah Scopus dan Google Scholar. Artikel-artikel tersebut perlu diterbitkan antara tahun 2013 hingga 2023. Artikel diidentifikasi melalui kata kunci terkait berdasarkan dari dua mesin pencari yang diperlukan untuk ulasan dapat dipaparkan dalam Tabel 1. Tabel 1. Kata kunci yang dipergunakan menemukan artikel yang relevan. Database Keywords Scopus Sanad Ilmu Google Scholar Sanad Ilmu Tabel 1 mengemukakan kata kunci yang dipergunakan mencari artikel yang relevan berhubungan dengan Sanad Keilmuan di pesantren. Fokusnya adalah Tradisi Sanad Keilmuan di Pondok Pesantren. Selanjutnya, kata kunci tersebut menjalani kriteria inklusi dan eksklusi untuk memastikan bahwa kata kunci yang dipilih sesuai dengan kerangka yang diperlukan untuk peninjauan seperti yang ditunjukkan dalam Tabel 2. Tabel 2 mengilustrasikan studi mana yang dipilih untuk penyelidikan saat ini berdasarkan kriteria inklusi dan eksklusi. Teks lengkap setiap artikel diunduh, dan artikel yang dibatasi dikecualikan. Fase 3: Fase Eligibility Pada tahap ini, artikel dianalisis dan diperiksa kelayakannya melalui tool zotero. Artikel harus sesuai dengan kriteria inklusi dan eksklusi seperti pada Tabel 2. Teks lengkap yang diunduh memenuhi syarat dan artikel yang dibatasi tidak disertakan. QOMARUNA Journal of Multidisciplinary Studies 2023. Vol. No. 10, pp. Tabel 2. Kriteria Inklusi serta Eksklusi Kriteria inklusi Jurnal Artikel Artikel terbit tahun 2013-2023 Artikel Terkait Sanad Keilmuan di Pondok Pesantren Artikel Berbahasa Inggris Kriteria eksklusi Book chapters, book, proceedings, review Artikel yang tidak diterbitkan antara 2013 Artikel yang Tidak Terkait Sanad Keilmuan di Pondok Pesantren Artikel yang tidak diterbitkan dalam bahasa Inggris. Fase 4: Fase Exclusion Setelah memeriksa artikel dalam tahap kelayakan, artikel penelitian yang tersisa dikeluarkan dari makalah ini. Artikel yang dikecualikan adalah artikel bab buku, buku, prosiding, ulasan dan makalah meta-analisis yang tidak diterbitkan dalam bahasa Inggris. Artikel yang tidak diterbitkan antara tahun 2013 hingga 2023 juga dikecualikan. Detailnya dirangkum dari proses pencarian menggunakan diagram alur PRISMA pada Gambar 1. Gambar 1. Bagan Alur PRISMA tentang Sanad Keilmuan di Pesantren Hasil dan Pembahasan Sebagaimana alur PRISMA, 11 artikel terpilih dimasukkan ke dalam aplikasi Mendeley dan disimpan dalam format sistem informasi penelitian (RIS). langkah selanjutnya masuk ke dalam aplikasi QOMARUNA Journal of Multidisciplinary Studies 2023. Vol. No. 10, pp. VOSviewer untuk memetakan jaringan awal pertautan tema. Analisis awal asosiasi tematik pada Gambar 1 menunjukkan bahwa Sanad memiliki pola asosiasi yang cukup kompleks. Gambar 2 menunjukkan pembahasan dan kajian terkait Sanad dan Pesantren adalah sebuah mata rantai yang mempunyai tujuan dan fungsi yang sejalan. Keduanya dihubungkan dengan beberapa kajian seperti nasab, tarekat, jaringan ulamaAo (Cluster 1 Ae mera. kitab kuning, literasi, teks, sanad keilmuan (Cluster 2 Ae Hija. tabayun, culture, concept (Cluster 3 Ae Bir. dan autentik serta deradikalisasi (Cluster 4 Ae Kunin. Gambar 2. Initial network visualization Tradisi Sanad Keilmuan di Pondok Pesantren Dalam Kajian Konseptual. Sanad terdapat dalam 3 bidang keilmuan. (Melati Ismalia RafiAoi, 2. Pertama pada bidang hadis, di bagian inilah yang paling populer dalam ruang lingkup kajian pendidikan Islam, kedua pada bidang tarikat, ketiga di bidang keilmuan terutama pada lingkungan pondok pesantren. sanad keilmuan dalam pesantren memiliki peran yang penting seiring dengan arus budaya umat yang hanya belajar dari berbagai media, terutama media online. Padahal bila mendapatkan ilmu pengetahuan langsung dari sumber kiai, selain terdapat nilai keberkahan, juga kebenarannya lebih terjamin. Sehingga tradisi pesantren merupakan ketersambungan dari ilmu sampai ke guru, peran sanad adalah hal yang sangat penting dalam kajian keilmuan pondok pesantren sebab dengan hadirnya sanad ini bisa dipertanggungjawabkan secara ilmiah. (Farihin et al. , 2. Sebagai Lembaga Pendidikan Islam yang mempunyai historis Panjang, pesantren dapat memberikan perhatian khusus pada sanad keilmuan. Bahkan beberapa pesantren menjadikan sanad keilmuan sebagai indicator dalam proses Pendidikan. Hal tersebut berdasarkan dasarnya ilmu dalam keislaman nantinya pasti sanadnya akan sampai pada Rasulullah. Oleh karena itu mampu diketahui bahwa suatu sanad keilmuan adalah latar belakang dari pengajian ilmu agama seseorang yang berkaitan dengan para ulama hingga sampai pada sahabat yang telah memahami serta mengambil suatu pemahaman agama baik langsung dari Rasulullah. (Abas Musofa, 2. System pembelajaran di pesantren salah satunya berupa asrama yang mengharuskan para santri untuk menetap di pondok, mengolah batin, menyamakan persepsi, dan menyiapkan mental diri selama mukim di pondok. Aktivitas yang wajib diikuti santri pun beragam dari mulai aktivitas ibadah wajib, dan kajian keilmuan yang dilakukan dengan cara mengkaji kitab-kitab tertentu khas pesantren. (Sundari et al. , 2. Selain aspek ritualistic tersebut, tradisi pesantren yakni implementasi tradisi yang berkaitan antara guru serta murid. Guru (Kia. tidak hanya membimbing keterampilan murid, namun membangun karakternya (Mukhtar et al. , 2. Seorang kiai adalah pusat dalam memberikan nilainilai (Krisdiyanto et al. , 2. Bagi Kiai membangun tidak mudah berhadapan langsung dengan santriQOMARUNA Journal of Multidisciplinary Studies 2023. Vol. No. 10, pp. santri yang sedang mencari suatu ilmu. Tetapi santri juga berupaya mendapatkan ilmunya. Tugas serta tanggung jawab kiai besar yakni membina umat dan santrinya. (Ahmad, 2. sebabnya, sosok Kiai haruslah mempunyai mental serta spiritual yang kuat dengan jejaring serta sanad keilmuan yang ada. Dalam proses pembelajaran kitab atau keilmuan lainnya tentu yang diajarkan bukan hanya sebatas materi dalam buku akan namun juga mengulurkan mata rantai yang ia miliki. Dengan demikian santri-santri akan mendapatkan ilmu ruhani, tidak hanya melakukan kewajiban yang ada di pesantren, namun kewajibannya selaku seorang hamba berkeinginan dan memahami untuk mencari Tuhannya (Subekti, 2. Penyusunan sanad ini berlangsung terkait keilmuan baik ijazah riwayah, dirayah ataupun ijazah tadris wa nasyr . jazah izin guna membimbing dan lainny. yaitu guna menjaga tradisi amalan para ulama yang terdahulu dan memaparkan latar belakang keilmuan dari mereka. Oleh karena itu sanad keilmuan pada pengajar yang bersifat krusial untuk pembenaran suatu konflik dan penjelasan baik yang bersumber jelas dari Al QurAoan, hingga sunah dan lisan. (Uli Rif`atul Millah, 2. Sanad yang dimaksud ialah sanad yang berupa tulisan, atau yang tidak tertulis. Sanad yang tertulis seperti yang dicontohkan oleh almarhum KH Sahal Mahfudz . Pada kitab yang beliau tulis berjudul Kitab Faidh al Hija fi Syarh Nail al-Raja fi Madzumat Safinah an-Naja. (Estuningtyas, 2. beliau mengikutsertakan nama para guru sebagai mata rantai sanad keilmuan serta proses transfer Dalam menulis AusanadAy ataupun AutsabatAy yakni hal yang lazim untuk dilakukan para ulama besar. Dalam Sanad tersebut menghubungkan dengan Rasulullah saw merupakan wujud keabsahan dan penguatan otoritas untuk intelektual mereka. (Estuningtyas, 2. Selain penguatan otoritas untuk intelektual, temali sanad memiliki fungsi sebagai suatu ijazah atau legimitasi bagi siswa guna mampu memaparkan ilmu yang telah diperolehnya dari seorang Pada sejarah, pengaplikasian hal tersebut dapat kita temui pada jejaring yang tarikat. Seperti sanad tarekat Khalwatiyah Syaikh Yusuf al-Makassari . Sebagai mursyid tarekat, ditemukan naskah Syaikh Yusuf al-Makassari yang memaparkan kumpulan silsilah sanad tarekat. Contoh lain pada sanad Tarekat Qodiriyah. Khalwatiyyah. Naqsabandiyah. Kubrowiyyah. Syadzliyyah. Syattariyyah, dan sebagainya. Eksistensi sanad tarikat selain memiliki fungsi sebagai salah satu legitimasi bagi siswa, juga mengantarkan murid memasuki diskursus dakwah ajaran agama Islam dengan pendekatan pada tasawuf yang mengutamakan dalam pengelolaan kebersihan hati. Adanya hubungan kelindan sanad menjadikan pemilik sanad semakin kuat pada melaksanakan suatu proses terbentuknya transmisi lainnya. Peran Sanad Keilmuan Dalam Pengembangan Pondok Pesantren Dalam Masterpiece Islam Nusantara. Zainul Milal Bizawie mengemukakan sanad keilmuan ialah latar belakang pemerolehan ilmu agama seseorang yang bersambung dengan para ulama setiap generasi hingga pada generasi sahabat yang mengambil pemahaman agama yang shahih dari Rasulullah Saw. (Hasanah, 2. Lebih jauh, sanad ilmu yang juga biasa katakana dengan systemsistem jejaring sanad . adalah bagian yang tak terpisahkan dari terbentuknya jaringan keulamaan seperti yang dicetuskan oleh Azyumardi Azra. Artinya, jaringan keulamaan mampu diketahui serta ditemukan sumber serta alurnya adalah melalui sanad keilmuan tersebut. Kedua jejaring tersebut, sanad ilmu serta ulama menjadi elemen utama pada tradisi pesantren guna menjaga serta memaparkan tradisi amalan para ulama terdahulu pada kemurnian ilmu mereka. (Suhendra, 2. Sanad keilmuan memiliki peran penting dalam mempertahankan keaslian dan keabsahan ajaran Dengan adanya sanad yang terikat pada ulama atau kiai di pondok pesantren, dapat memastikan bahwa pengetahuan yang diajarkan benar-benar sesuai dengan ajaran agama yang Hal ini membantu menjaga kelestarian ajaran agama sepanjang generasi dan mencegah penyelewengan atau pemahaman yang salah. (Muthi`ah & MS, 2. Sanad memiliki potensi untuk memperkuat ajaran dan mengembangkan pondok pesantren. Sosok Kiai mampu mencapai suatu visi pesantren sebagai salah satu tempat membentuk manusia yang berbudi luhur pada jalur nilai keagamaan Islam yang saleh. Kemudian pesantren mampu mencapai tujuannya selaku media yang tepat untuk para santri dalam penemuan jati dirinya. Melalui sanad yang tertulis berbentuk ijazah atau teks sebagai legitimasi otoritas keilmuan, serta sanad yang tidak tertulis QOMARUNA Journal of Multidisciplinary Studies 2023. Vol. No. 10, pp. berbentuk mirroring, sosok santri akan memperoleh kemudahan beradaptasi dengan dalil keagamaan yang akurat. Sebagaimana yang dicontoh oleh Nabi Muhammad SAW. Pesantren dalam hal ini mempunyai peluang yang sangat besar dalam rangka pengembangan lembaga, karena kemampuan pesantren tidak hanya kepada pembinaan kepribadian seorang santri tetapi mengadakan perubahan dalam tatanan sosial masyarakat, sehingga pengaruhnya tidak saja terdapat kepada santri dan alumni tetapi mencakup juga kehidupan bermasyarakat. Hal ini telah dibuktikan dengan eksisnya pesantren ditengah tantangan pembaharuan dan modernitas. Arah pembaruan pesantren tidak terlepas dari dampak kuat oleh sosok kiai. Kiai mempunyai otoritas paling tinggi pada struktur keilmuan di lingkungan pesantren. Kiai berperan memimpin di pesantren dengan pengajaran pada keislaman yang menciptakan pengaruh yang signifikan dalam membangun perspektif, pola berpikir, serta paradigma suatu masyarakat untuk menghadapi realitas suatu kehidupan. Apabila masyarakat telah mempunyai paradigma hidup yang cukup jelas, oleh sebab itu masyarakat tidak mudah untuk dipengaruhi oleh ideologi yang ada di luar nilai dengan diserukan oleh pesantren. Pada perkembangan yang telah terjadi. Isnad atau mata rantai adalah suatu hal yang bernilai Dalam Mata rantai suatu keilmuwan yang penting pada tradisi keilmuan Islam perlahan menjadikan hilang disebabkan adanya proses formalisasi di Pesantren. (Melati Ismalia RafiAoi, 2. mulanya pesantren menjadi salah satu pusat bimbingan moral serta batiniyah, perlahan menjadi bervariasi berkolaborasi dengan adanya pendidikan modern yang cukup ada. Namun tidak akan menghilangkan kemurnian sanad itu dan bentuk dari pengamalannya yang nantinya akan terasa (Muhamad R okim, 2. kemurnian sanad ini ditekan oleh Nashiruddin al-Asad pada kitabnya Mashadiru al-SyiAori al-Jahily. Nashiruddin menegaskan ketika seseorang sedang melakukan suatu usaha mempelajari agama Islam, oleh sebab itu keilmuan mengenai agama ini perlu diidentifikasi, dari mana asal keilmuan tersebut. sebab ajaran yang Rasulullah saw ajarkan yakni ajaran agama Islam yang memberikan ajaran kelembutan pada berperilaku, akan tetapi tetap tegas pada proporsionalitas adanya situasi kondisi tertentu. Beliau juga mengemukakan bahwa ketika mengkaji isnad ataupun jalur transmisi keilmuan para ulama salaf akan berdampak dhaif atau lemah keilmuan murid yang hanya berniat mendapatkan ilmu dari teks yang ada dalam lembaran yang tertulis tanpa merujuknya pada pada ulama. (Hakim, 2. Kesimpulan Tradisi Sanad di Pesantren memainkan peran kunci dalam transmisi ilmu dan ajaran keagamaan, dengan kiai sebagai titik sentral. Selain sebagai sumber ilmu, kiai juga berfungsi sebagai mata rantai penyaluran tradisi dan otoritas keilmuan. Sanad, baik dalam bentuk tertulis seperti ijazah atau teks maupun dalam bentuk tidak tertulis seperti mirroring, memberikan legitimasi dan kemudahan bagi santri dalam memahami ajaran Islam. Pesantren, melalui tradisi Sanad, tidak hanya fokus pada pembentukan karakter santri tetapi juga berkontribusi pada perubahan sosial dalam masyarakat. Dengan demikian, pesantren memiliki potensi besar untuk berkembang sebagai lembaga pendidikan dan sosial, terutama dalam menghadapi tantangan modernitas. Ini sesuai dengan ajaran Nabi Muhammad SAW dan memungkinkan lulusan pesantren untuk menerapkan ilmu mereka di masyarakat dengan otoritas yang terjaga. Pernyataan Konflik Kepentinggan Para penulis menyatakan tidak ada potensi konflik kepentingan terkait dengan penelitian, penulisan, dan/atau publikasi dari artikel ini Daftar Pustaka