Journal of Public Health Education eISSN 2807-2456 pISSN 2807-2464 Vol. No. Januari 2025 Original Artikel Hubungan antara Pengetahuan. Sikap, dan Perilaku Tidak Aman dengan Kejadian Kecelakaan Kerja pada Pekerja Ketinggian MTH 27 Office Suite Syrly Alvera Ayunigtiyas1*. Hedy Herdiana2. Mohamad Yaser3 1,2,3 Fakultas Ilmu Kesehatan. Universitas Indonesia Maju. Indonesia Email corespondent: syrly. alvera@gmail. ABSTRACT Editor: AN Diterima: 11 Januari 2025 Direview: 20 Januari 2025 Publish: 30 Januari 2025 Hak Cipta: A2025 Artikel ini memiliki akses terbuka dan dapat didistribusikan Lisensi Atribusi Creative Commons, yang distribusi, dan reproduksi yang tidak dibatasi dalam media apa pun, asalkan nama penulis dan sumber Karya ini dilisensikan di bawah Lisensi Creative Commons Attribution Share Alike 4. Internasional. Introduction: Work accidents are caused by unsafe human actions . nsafe act. and unsafe conditions. These incidents may be influenced by knowledge, attitudes, and unsafe behavior of Objectives: This study aimed to determine the relationship between knowledge, attitudes, and unsafe behavior with the incidence of work accidents among high-altitude workers at MTH 27 Office Suite in 2021. Method: This research used a quantitative method with a crosectional approach. The data used were primary, collected through questionnaires and interviews, as well as secondary data from previous studies. Data were analyzed using univariate and bivariate analysis through the Statistical Product and Service Solution (SPSS) software. Result: The study found no significant relationship between knowledge and work accidents . = 0. However, there was a significant relationship between attitudes and work accidents . = . , and between unsafe behavior and work accidents . = Conclusion: This research concludes that attitudes and unsafe behavior are significantly related to the incidence of work accidents among high-altitude workers, while knowledge is not significantly Keywords: attitude, knowledge, unsafe behavior, work accident Pendahuluan Keselamatan kerja dimaksudkan untuk memberi perlindungan kepada tenaga kerja agar secara aman dapat melakukan pekerjaannya guna meningkatkan hasil kerja dan produktivitas kerja. Dengan demikian, tenaga kerja harus memperoleh perlindungan keselamatan dan kesehatannya dalam setiap pelaksanaan pekerjaannya sehari-hari. Kecelakaan kerja adalah suatu kejadian yang jelas tidak dikehendaki dan sering kali tidak terduga yang dapat menimbulkan kerugian baik waktu, harta benda, maupun korban jiwa yang terjadi dalam suatu proses kerja industri atau yang berkaitan dengannya. Kecelakaan kerja di industri dapat dibedakan menjadi dua kategori, yaitu kecelakaan industri . ndustrial acciden. dan kecelakaan dalam perjalanan . ommunity acciden. Menurut OHSAS 18001:2007 dan Permenaker No. 03/MEN/1998, kecelakaan kerja adalah kejadian yang berhubungan dengan pekerjaan yang dapat menyebabkan cidera, kesakitan, kematian, atau kejadian yang dapat menyebabkan kematian. Permenaker No. 03/MEN/1998 juga mendefinisikan kecelakaan kerja sebagai kejadian yang tidak dikehendaki dan tidak diduga yang dapat menimbulkan korban manusia atau harta benda. DOI: 10. 53801/jphe. Journal of Public Health Education eISSN 2807-2456 pISSN 2807-2464 Vol. No. Januari 2025 Menurut H. W Heinrich, faktor penyebab kecelakaan kerja adalah tindakan tidak aman . nsafe ac. dan kondisi tidak aman . nsafe conditio. Kecelakaan kerja dapat disebabkan karena pengetahuan, sikap, dan perilaku tidak aman. A Kecelakaan membawa dampak langsung seperti biaya pengobatan, kompensasi, dan kerusakan sarana produksi. serta dampak tidak langsung seperti hilangnya jam kerja, kerugian produksi, kerugian sosial, hingga citra negatif perusahaan. Pengetahuan adalah fakta atau informasi yang diperoleh melalui pengalaman atau pembelajaran. Pengetahuan mencakup deskripsi, hipotesis, teori, prinsip, dan prosedur yang dianggap benar secara Pengetahuan terlihat saat seseorang menggunakan akalnya untuk mengenali sesuatu yang A Perilaku tidak aman merupakan salah satu alasan utama penyebab kecelakaan kerja. AA Unsafe action adalah perilaku membahayakan yang tidak sesuai prosedur kerja sehingga menyebabkan kecelakaan kerja. Umumnya, 80Ae85% kecelakaan kerja disebabkan oleh unsafe action. Menurut data ILO tahun 2013, satu pekerja di dunia meninggal setiap 15 detik karena kecelakaan kerja, dan 160 pekerja mengalami sakit akibat kerja. Pada tahun 2012. ILO mencatat kematian akibat kecelakaan dan penyakit akibat kerja mencapai 2 juta kasus per tahun. Data laporan tahunan PT. Jamsostek . 9Ae2. menunjukkan kecelakaan kerja di Indonesia mengalami kenaikan rata-rata 1,76% per tahun. A Pada tahun 2009 terjadi 96. 314 kasus, dan meningkat 285 kasus pada 2013. Berdasarkan data BPJamsostek, diprediksi kasus kecelakaan kerja pada tahun 2020 mencapai lebih dari 160. 000 kasus, bahkan bisa menembus angka 180. Metode Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif, yaitu pengumpulan data dengan sampel untuk mengetahui karakteristik dan hubungan antar variabel. Metode yang digunakan bersifat observasional analitik dengan desain studi cross sectional, karena variabel independen dan dependen diidentifikasi secara bersamaan. Populasi adalah keseluruhan objek penelitian atau subjek yang memiliki karakteristik tertentu yang diteliti dan kemudian ditarik kesimpulannya. AA Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh pekerja ketinggian di proyek pembangunan MTH 27 Office Suite. Sampel adalah bagian dari populasi yang mewakili populasi secara keseluruhan. AA Jenis sampel dalam penelitian ini ditentukan berdasarkan rumus Slovin. Data disajikan dalam bentuk narasi dan tabel, dan diolah secara statistik menggunakan aplikasi SPSS. Kuesioner yang berisi jawaban responden dikumpulkan dan diolah untuk menghasilkan informasi yang digunakan dalam menjawab tujuan penelitian. Hasil Analisis Univariat Berdasarkan Tabel 1, dari 133 responden pekerja ketinggian di MTH 27 Office Suite Tahun 2021, sebanyak 80 responden . ,2%) diketahui mengalami kecelakaan kerja, sementara 53 responden . ,8%) tidak mengalami kecelakaan. Sebagian besar responden memiliki pengetahuan rendah terkait kecelakaan kerja, yaitu sebanyak 81 responden . ,9%), dan hanya 52 responden . ,1%) yang memiliki pengetahuan tinggi. Dari segi sikap, 78 responden . ,6%) menunjukkan sikap kurang baik terhadap keselamatan kerja, sedangkan 55 responden . ,4%) memiliki sikap yang baik. Selain itu, sebanyak 82 responden . ,7%) memiliki perilaku kerja yang tidak aman, dan hanya 51 responden . ,3%) yang menunjukkan perilaku aman. Temuan ini menggambarkan bahwa mayoritas responden memiliki tingkat pengetahuan, sikap, dan perilaku yang kurang mendukung keselamatan kerja, yang dapat berkontribusi terhadap tingginya angka kecelakaan kerja. DOI: 10. 53801/jphe. Journal of eISSN 2807-2456 pISSN 2807-2464 Public Health Education Vol. No. Januari 2025 Tabel 1. Distribusi Frekuensi Responden Berdasarkan Variabel Penelitian Pekerja Ketinggian MTH 27 Office Suite Tahun 2021 Variable Kecelakaan Kerja Tidak Total Pengetahuan Rendah Tinggi Total Sikap Kurang Baik Baik Total Perilaku Tidak Aman Tidak Aman Aman Total Frekuensi . Presentase (%) Analisis Bivariat Tabel 2. Hubungan Antara Pengetahuan Terhadap Kecelakaan Kerja Pada Pekerja Ketinggian MTH 27 Office Suite Tahun 2021 Pengetahuan Rendah Tinggi Total Kecelakan Kerja Tidak Total Value Nilai 0,796 Berdasarkan tabel 2, menunjukkan hasil bahwa pekerja yang mengalami kecelakaan kerja dan berpengetahuan rendah terdapat sebanyak 47 . ,7%), sementara pekerja yang tidak mengalami kecelakaan kerja dan berpengetahuan tinggi sebanyak 34 . ,2%). Hasil uji statistic diperoleh nilai pvalue adalah 0,054 < . , sehingga dapat dinyatakan bahwa tidak ada hubungan antara kecelakaan kerja dengan pengetahuan. Hasil analisis lebih lanjut didapatkan Odds Ratio (OR) = 0,796, artinya pekerja tidak memiliki peluang untuk terjadinya kecelakaan kerja yang disebabkan oleh pengetahuan yang rendah. Tabel 3. Hubungan Antara Sikap Terhadap Kecelakaan Kerja Pada Pekerja Ketinggian MTH 27 Office Suite Tahun 2021 Sikap Kurang Baik Total Kecelakaan Kerja Tidak Total Value Nilai 0,037 2,199 Berdasarkan tabel 3, menunjukkan hasil bahwa pekerja yang masih mengalami kecelakaan kerja dan sikap yang masih kurang baik terdapat sebanyak 53 . ,9%), sementara pekerja yang tidak mengalami kecelakaan kerja karena memiliki sikap yang baik yaitu sebanyak 25 . ,1%). Hasil uji DOI: 10. 53801/jphe. Journal of eISSN 2807-2456 pISSN 2807-2464 Public Health Education Vol. No. Januari 2025 statistic diperoleh dari nilai p-value adalah 0,037 < ,. , sehingga dapat dinyatakan bahwa ada hubungan antara kecelakaan kerja dengan sikap. Hasil analisis lebih lanjut didapatkan Odds Ratio (OR) = 2,199 artinya pekerja dengan pengetahuan yang baik memiliki 2,199 kali untuk mengurangi terjadinya kecelakaan kerja dibandingkan dengan yang memiliki sikap yang kurang baik. Tabel 4. Hubungan Antara Perilaku Tidak Aman Terhadap Kecelakaan Kerja Pada Pekerja Ketinggian MTH 27 Office Suite Tahun 2021 Perilaku Tidak Aman Tidak Aman Aman Total Kecelakaan Kerja Tidak Total Value Nilai 0,021 0,417 Pembahsan Hubungan Antara Pengetahuan terhadap Kecelakaan Kerja Pekerja dengan pengetahuan rendah yang mengalami kecelakaan kerja sebanyak 47 . ,7%), sedangkan yang tidak mengalami kecelakaan kerja dan memiliki pengetahuan tinggi sebanyak 34 . ,2%). Nilai p-value sebesar 0,054 > . menunjukkan tidak ada hubungan yang signifikan antara pengetahuan dan kecelakaan kerja. OR = 0,796, artinya pengetahuan rendah tidak memiliki peluang signifikan terhadap terjadinya kecelakaan kerja. Pengetahuan merupakan hasil dari rasa ingin tahu melalui pengindraan seperti penglihatan dan pendengaran terhadap objek tertentu. AA Penelitian oleh Farah Afianti Putri juga menunjukkan tidak ada hubungan antara pengetahuan dan kecelakaan kerja dengan p-value = 0,529. Hubungan Antara Sikap terhadap Kecelakaan Kerja Pekerja dengan sikap kurang baik yang mengalami kecelakaan kerja sebanyak 53 . ,9%), sedangkan pekerja dengan sikap baik yang tidak mengalami kecelakaan kerja sebanyak 25 . ,1%). Nilai p-value = 0,037 < . , menunjukkan adanya hubungan antara sikap dan kecelakaan kerja. OR = 2,199, artinya sikap baik mengurangi kemungkinan kecelakaan kerja sebesar 2,199 kali. Menurut LaPierre, sikap merupakan pola perilaku atau predisposisi untuk merespons kondisi AA Penelitian oleh Septiasary dan Hanifah menunjukkan ada hubungan sikap dengan unsafe action, dengan nilai p-value = 0,003. a Hubungan Antara Perilaku Tidak Aman terhadap Kecelakaan Kerja Pekerja dengan perilaku tidak aman yang mengalami kecelakaan kerja sebanyak 43 . ,3%), sedangkan yang berperilaku aman sebanyak 39 . ,7%). Nilai p-value = 0,021 < . menunjukkan adanya hubungan antara perilaku tidak aman dan kecelakaan kerja. OR = 0,417, artinya perilaku aman mengurangi peluang kecelakaan kerja sebesar 0,417 kali. Unsafe action merupakan perilaku yang membahayakan dan tidak sesuai dengan prosedur kerja yang dapat menimbulkan kecelakaan kerja hingga kematian. AA Penelitian oleh Bayu Wibisono menunjukkan adanya hubungan signifikan antara unsafe action dan kecelakaan kerja dengan p = 0,010, serta hubungan penggunaan APD dengan kecelakaan kerja dengan p = 0,005. Kesimpulan Berdasarkan pembahasan dalam penelitian ini yang berjudul AuHubungan antara Pengetahuan. Sikap, dan Perilaku Tidak Aman dengan Kejadian Kecelakaan Kerja pada Pekerja Ketinggian MTH 27 Office Suite Tahun 2021Ay seperti yang telah diuraikan sebelumnya, maka peneliti dapat mengambil kesimpulan bahwa tidak adanya hubungan antara variable pengetahuan dengan nilai (P value = 0,. sikap dengan nilai (P value = 0,. dan perilaku tidak aman dengan nilai (P value = 0,. hasil uji DOI: 10. 53801/jphe. Journal of Public Health Education eISSN 2807-2456 pISSN 2807-2464 Vol. No. Januari 2025 statistik dapat dilihat dari nilai p < 0,05. Sehingga memeilik hubungan antara variabel pengetahuan, sikap, dan perilaku tidak aman dengan kejadian kecelakaan kerja di MTH 27 Office Suite. Konflik Kepentingan Peneliti menyatakan bahwa tidak terdapat konflik kepentingan baik secara individu maupun organisasi dalam pelaksanaan dan penyusunan penelitian ini. Seluruh proses dilakukan secara objektif dan Ucapan Terima Kasih Peneliti menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada semua pihak yang telah memberikan dukungan, bantuan, serta motivasi sehingga penelitian ini dapat terselesaikan dengan baik. Pendanaan Penelitian ini didanai secara mandiri oleh peneliti tanpa dukungan finansial dari pihak manapun. References