VitaMedica : Jurnal Rumpun Kesehatan Umum Volume 2 Nomor 2 April 2024 e-ISSN : 3030-8992. p-ISSN : 3030-900X. Hal 95-103 DOI: https://doi. org/ 10. 62027/vitamedica. Available online at:https://journal. id/index. php/VitaMedica PERBEDAAN PENGETAHUAN TENTANG BAHAYA MEROKOK REMAJA SMP N 3 BELANG SEBELUM DAN SESUDAH PENYULUHAN MENGGUNAKAN MEDIA VIDEO Indah B. J Raranta. Beatrix J. Podung. Pingkan Program Studi Ilmu Kesehatan Masyarakat. Fakultas Ilmu Keolahragaan dan Kesehatan Masyarakat. Universitas Negeri Manado. Minahasa. Indonesia Alamat : Kampus : Tataaran Patar,Kec. Tondano Selatan. Kabupaten Minahasa. Sulawesi Utara E-mail Penulis: indahgriviraranta@gmail. Abstract. Smoking in the community environment is often considered a trivial matter in society, even though smoking can have several effects in the community environment, especially in adolescence and in improving the health status of the community. The problem in this research is: Is there a difference between teenagers at SMP N 3 Belang regarding the dangers of smoking before and after counseling using video media? Research objective: to determine the difference in knowledge of teenagers at SMP N 3 Belang about the dangers of smoking before and after counseling using video media. Research Hypothesis: There is a difference in the knowledge of teenagers at SMP N 3 Belang about the dangers of smoking before and after counseling using video The type of research used is quasi-experimental or quasi-experimental research. The population in this study was taken from 45 students of SMP N 3 Belang. The research design uses: Randomized control groups pre-test and post-test design. Hypothesis testing uses the Wilcoxom matched pairs analysis technique with SPSS. The results of hypothesis analysis using the Wilcoxom test obtained a p value = 0. 000 < 0. 05 using a confidence level of 95%, thus the null hypothesis (H. was rejected and the alternative hypothesis (H. was accepted. Research conclusion: There is a difference in the knowledge of teenagers at SMP N 3 Belang about the dangers of smoking before and after counseling using video media. Keywords: Knowledge. Dangers of Smoking. Counseling Abstrak. Merokok dalam kawasan lingkungan masyarakat sering dianggap sebagai hal yang sepele di masyarakat, padahal merokok bisa menimbulkan beberapa efek di lingkungan masyarakat terlebih khusus pada usia remaja serta pada peningkatan status kesehatan masyarakat. Masalah dalam penelitian ini adalah: Apakah ada perbedan remaja SMP N 3 Belang tentang bahaya merokok sebelum dan sesudah penyuluhan menggunakan media video ? Tujuan penilitian : untuk mengetahui perbedaan pengetahuan remaja SMP N 3 Belang tentang bahaya merokok sebelum dan sesudah penyuluhan menggunakan media video. Hipotesa Penelitian : Terdapat perbdeaan pengetahuan remaja SMP N 3 Belang tentang bahaya merokok sebelum dan sesudah penyuluhan menggunakan media video. Jenis penelitian ini yang digunakan adalah penelitian eksperimen semu atau quasi Populasi dalam penelitian ini di ambil dari 45 siswa SMP N 3 Belang. Rancangan penelitian menggunakan : Randomized control groups pre-test and post-test design. Pengujian hipotesis menggunakan teknik analisis wilcoxom matched pairs dengan SPSS. Hasil analisis hipotesis dengan menggunakan uji wilcoxom diperoleh nilai p value = 0,000 < 0,05 dengan menggunakan tingkat kepercayaan 95% dengan demikian hipotesa nol (H. ditolak dan diterima hipotesa alternatif (H. Kesimpulan penelitian : Terdapat Perbedaan pengetahuan Received: Maret 09, 2024. Revised: Maret 21, 2024. Accepted: April 07, 2024. Online Available: April 21, 2024. *Indah Raranda, indahgriviraranta@gmail. PERBEDAAN PENGETAHUAN TENTANG BAHAYA MEROKOK REMAJA SMP N 3 BELANG SEBELUM DAN SESUDAH PENYULUHAN MENGGUNAKAN MEDIA VIDEO remaja SMP N 3 Belang tentang bahaya merokok sebelum dan sesudah penyuluhan menggunakan media video. Katakunci: Pengetahuan. Bahaya Merokok. Penyuluhan. LATAR BELAKANG Penggunaan media video mempunyai dampak yang lebih pada penyuluhan kesehatan yaitu dengan mengandalkan pendengaran dan penglihatan dari sasaran, pesan yang disampaikan cepat dan mudah diingat dan dapat mengembangkan pikiran dan mengembangkan imajinasi. Media video dapat memperkuat pemahaman responden terhadap materi ajar, merasakan unsur emosi dan penyikapan dari pembelajaran yang efektif serta dapat memberikan kesempatan pada responden untuk mengamati dan mengevaluasi kembali kegiatan tersebut (Wijayanti, 2. Menurut Utari. L tahun 2020 pada usia remaja untuk menyampaikan pesan membutuhkan media yang tepat karena usia remaja suka berimajinasi, salah satu media yang tepat yaitu media video karena dapat lebih mudah untuk dimengerti oleh para Penggunaan media video akan mampu mencapai efektivitas proses menyampaikan pesan, mengarahkan perhatian untuk berkonsentrasi pada materi yang dipelajari sehingga proses pembelajaran menjadi menarik dan video juga dapat menggambarkan suatu proses secara tepat dan dapat dilihat secara berulang-ulang. Pesan yang disampaikan lewat penyuluhan media video cenderung lebih efektif. Indikator dari PHBS salah satunya adalah tidak merokok dalam rumah yang merupakan sekumpulan perilaku yang dilakukan karena kesadaran dari hasil pembelajaran, yang membuat individu atau keluarga dapat menjaga dan memelihara kesehatan serta berperan aktif untuk mewujudkan masyarakat sehat (Kemenkes RI. Merokok dalam kawasan lingkungan masyarakat sering dianggap sebagai hal yang sepele di masyarakat, padahal merokok bisa menimbulkan beberapa efek di lingkungan masyarakat terlebih khusus pada usia remaja serta pada peningkatan status kesehatan masyarakat. Berdasarkan fenomena yang ada terlihat bahwa usia remaja sekolah kebiasaan kurang memperhatikan perlunya menghindari rokok dalam kehidupan sehari-hari, terutama ketika di lingkungan sosial masyarakat. Perilaku Jurnal VitaMedica VOLUME 2. NO. APRIL 2024 e-ISSN: 3030-8992. p-ISSN: 3030-900X. Hal 95-103 tersebut tentunya berpengaruh dan dapat memberikan kontribusi dalam terjadinya penyakit infeksi pada paru-paru. Berdasarkan hasil survey WHO tahun 2017, terdapat 1,26 milyar perokok, dimana lebih dari 200 juta orang diantaranya adalah remaja. Sebanyak 55% remaja lakilaki dipengaruhi oleh iklan rokok dan perilaku merokok di lingkungan, remaja laki-laki yang memiliki teman merokok 9 kali lebih rentan untuk meniru perilaku merokok Menurut Menkes, pada konferensi tembakau yang diadakan di Indonesia, lebih dari sepertiga penduduk atau 36,3% penduduk di Indonesia adalah perokok aktif. Bahkan 20% diantaranya dari usia 13-17 tahun adalah perokok. Kemudian jumlah remaja laki-laki yang merokok meningkat dari tahun ke tahun. Pada 2017, jumlah perokok pria meningkat 58,8%. Pengetahuan dan sikap merupakan salah satu faktor yang menyebabkan perilaku merokok pada remaja (Alamsyah & Nopianto, 2. Selain perokok aktif, masyarakat di Indonesia juga terpapar asap rokok. Praktik merokok di tempat umum dan di dalam rumah meningkatkan risiko paparan asap rokok bagi bukan perokok, termasuk risiko infeksi saluran pernapasan akut. Anak-anak yang terpapar asap rokok juga mengalami hal yang samarentan terhadap gangguan kesehatan pernapasan, seperti asma dan infeksi saluran pernapasan. (IWG Suarjana,2. Dalam hal mengurangi ketergantungan rokok di kalangan remaja, upaya yang akan dilakukan oleh penulis adalah dengan mengedukasi remaja menggunakan media leaflet dan video sehingga dapat meningkatkan kesadaran remaja tentang pencegahan Karena berdasarkan penelitian awal sekian banyaknya siswa di SMPN 3 Belang ada sekitar 15-20 orang yang belum tau tentang bahaya merokok dalam remaja masa kini sehingga mereka kedapatan merokok di dalam kelas. WC dan diluar sekolah. Sejalan dengan penelitian Cecep Eli Kosasih, dkk yang dilakukan pada tahun 2017, pemberian pendidikan kesehatan khususnya pada anak sejak dini sangatlah penting karena anak sangat peka untuk ditanamkan pemahaman dan mengembangkan kebiasaan untuk hidup sehat. Institusi pendidikan dinilai sebagai tempat yang sangat strategis dan efektif untuk pendidikan kesehatan. Diharapkan pengetahuan dan sikap yang dipelajari anak setelah mendapat penyuluhan kesehatan akan terbawa pulang sehingga mempengaruhi perilaku positif keluarganya dalam mencegah merokok. Beberapa PERBEDAAN PENGETAHUAN TENTANG BAHAYA MEROKOK REMAJA SMP N 3 BELANG SEBELUM DAN SESUDAH PENYULUHAN MENGGUNAKAN MEDIA VIDEO keunggulan media leaflet antara lain bentuk dan ukuran leaflet yang sangat ringkas, dikenal kuat dan awet, mudah dibawa dan mudah dibaca. Keunggulan media video mendeskripsikan kejadian secara realistik dalam waktu singkat, keterulangan, dan kemampuan menumbuhkan pemikiran dan pendapat siswa. (Tafanao, 2. Berdasarkan latar belakang masalah di atas maka peneliti tertarik untuk melakukan penelitian dengan judul perbedaan pengetahuan remaja SMPN 3 belang tentang bahaya merokok sebelum dan sesudah penyuluhan menggunakan media video. METODE PENELITIAN Didalam penelitian ini kami akan menjelaskan langkah-langkah dalam mengubah ukuran font dan membuat teks menjadi miring, tebal dan garis bawah. Penelitian ini adalah penelitian eksperimen semu atau Quasi Experimental yaitu penelitian yang menggunakan seluruh subjek dalam kelompok untuk diberi perlakuan . , bukan menggunakan subjek yang diambil secara acak. Dengan menggunakan rancangan one group pretest-postest design untuk mengetahui pengaruh penyuluhan Kesehatan menggunakan media video terhadap peningkatan pengetahuan bahaya merokok pada remaja di SMPN 3 BELANG. HASIL DAN PEMBAHASAN Hasil Analisis univariat digunakan untuk mengetahui distribusi frekuensi masingmasing variabel penelitian. Tabel 4. 1 Distribusi Frekuensi Berdasarkan Jenis Kelamin Jenis Kelamin Perempuan Laki-Laki Total Frekuensi Berdasarkan tabel 4. 1 menunjukkan bahwa dari 45 responden terdapat 28 responden . ,2%) yang berjenis kelamin perempuan, dan 17 responden . ,8%) berjenis kelamin laki-laki. Jurnal VitaMedica VOLUME 2. NO. APRIL 2024 e-ISSN: 3030-8992. p-ISSN: 3030-900X. Hal 95-103 Tabel 4. 2 Distribusi Frekuensi Berdasarkan Umur Umur 12 Tahun 13 Tahun 14 Tahun Frekuensi 15 Tahun Total Berdasarkan tabel 4. 2 menunjukkan bahwa mayoritas dari 45 responden terdapat 23 responden . ,1%) yang berumur 13 Tahun. Tabel 4. 3 Distribusi Frekuensi Berdasarkan Pengetahuan Pre-Test Pengetahuan Pre-Test Mean Median Min - Max 74,11 75,00 50 - 90 9,960 Berdasarkan tabel 4. 3 menunjukkan bahwa rata-rata pengetahuan responden sebelum dilakukan penyuluhan adalah 74,11. Tabel 4. 4 Distribusi Frekuensi Berdasarkan Pengetahuan Post-Test Pengetahuan Post-Test Mean Median Min - Max 88,11 85,00 75 - 100 7,174 Berdasarkan tabel 4. 4 menunjukkan bahwa rata-rata pengetahuan responden sesudah dilakukan penyuluhan adalah 88,11. Analisis Bivariat Tabel 4. 5 Uji Normalitas Data Tests of Normality Kolmogorov-Smirnova Shapiro-Wilk Statistic Sig. Statistic Sig. Pre-Test ,162 ,005 ,938 ,019 Post-Test ,179 ,001 ,926 ,007 Lilliefors Significance Correction Berdasarkan tabel 4. 5 didapatkan bahwa data pengetahuan sebelum dan sesudah penyuluhan berdistribusi tidak normal, sehingga analisis bivariat pada penelitian ini menggunakan uji wilcoxon yang bertujuan untuk menguji perbedaan pengetahuan PERBEDAAN PENGETAHUAN TENTANG BAHAYA MEROKOK REMAJA SMP N 3 BELANG SEBELUM DAN SESUDAH PENYULUHAN MENGGUNAKAN MEDIA VIDEO remaja SMP Negeri 3 Belang tanteng bahaya merokok sebelum dan sesudah penyuluhan menggunakan media video. Tabel 4. 6 Perbedaan Pengetahuan Remaja SMP N 3 Belang Tentang Bahaya Merokok Sebelum dan Sesudah Penyuluhan Menggunakan Media Video Pre-Test Post-Test Variabel P-Value Mean Mean Pengetahuan 74,11 9,960 88,11 7,174 0,000 Berdasarkan tabel 4. 6 didapatkan bahwa hasil uji data pengetahuan dengan menggunakan uji wilcoxon diperoleh nilai p Value = 0,000 < 0,05 dengan menggunakan tingkat kepercayaan 95% berarti ada perbedaan pengetahuan remaja SMP Negeri 3 Belang tentang bahaya merokok sebelum dan sesudah penyuluhan menggunakan media Pembahasan Efektivitas Media Video terhadap Pengetahuan Bahaya Merokok Penelitian menunjukkan bahwa penyuluhan menggunakan media video efektif meningkatkan pengetahuan siswa SMP N 3 Belang tentang bahaya merokok. Sebelum penyuluhan, tingkat pengetahuan responden tergolong rendah, dengan rata-rata nilai pre-test 74,11. Setelah penyuluhan, rata-rata meningkat menjadi 88,11. Selisih nilai rata-rata sebesar 14,00 menunjukkan adanya peningkatan yang signifikan . -value = 0,. Hasil ini sejalan dengan penelitian sebelumnya, seperti oleh Jannatu . , yang menunjukkan peningkatan rata-rata pengetahuan siswa setelah intervensi menggunakan video-based learning, serta oleh Alma et al. dan Hariza . , yang juga menemukan perbedaan signifikan pada tingkat pengetahuan sebelum dan sesudah diberikan penyuluhan menggunakan media video. Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Pengetahuan Menurut Notoatmodjo . , pengetahuan seseorang dapat bertambah melalui informasi dari berbagai media, baik cetak, elektronik, maupun penyuluhan langsung oleh tenaga kesehatan. Media video lebih menarik perhatian siswa karena memungkinkan mereka melihat visual dan menyimak pesan secara bersamaan, sehingga Jurnal VitaMedica VOLUME 2. NO. APRIL 2024 e-ISSN: 3030-8992. p-ISSN: 3030-900X. Hal 95-103 lebih efektif dalam menyampaikan informasi. Keberhasilan penyuluhan juga dipengaruhi oleh jarak waktu antara intervensi dengan post-test. Berdasarkan Puspitaningrum et al. , ingatan akan materi cenderung menurun seiring waktu, dengan hanya 8% materi yang diingat setelah 14 Oleh karena itu, penyuluhan dengan media video yang interaktif dinilai mampu meningkatkan retensi pengetahuan siswa lebih baik. Pengaruh Orang Tua dan Lingkungan Perilaku merokok pada anak dapat dipengaruhi oleh sikap orang tua. Orang tua yang toleran terhadap rokok di rumah memberikan nilai negatif pada anak, sehingga meningkatkan risiko anak untuk merokok. Kesimpulan dan Rekomendasi Penelitian ini membuktikan bahwa media video merupakan alat yang efektif dalam meningkatkan pengetahuan siswa SMP N 3 Belang tentang bahaya merokok. Penggunaan media ini dapat meningkatkan motivasi belajar siswa, sebagaimana didukung oleh hasil penelitian sebelumnya. Diharapkan penelitian ini dapat menjadi acuan untuk edukasi kesehatan yang lebih interaktif, terutama dalam memberikan pemahaman kepada remaja mengenai bahaya merokok. Para tenaga kesehatan dan pendidik disarankan untuk memanfaatkan media video sebagai sarana edukasi yang efektif. KESIMPULAN DAN SARAN Kesimpulan Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan tentang perbedaan pengetahuan remaja SMP N 3 Belang tentang bahaya merokok sebelum dan sesudah penyuluhan menggunakan medai video, maka dapat disimpulkan bahwa terdapat perbedaan bermakna pada pengetahuan siswa SMP N 3 Belang antara sebelum dan sesudah penyuluhan bahaya merokok menggunakan media video dengan nilai p value 0,000 <0. PERBEDAAN PENGETAHUAN TENTANG BAHAYA MEROKOK REMAJA SMP N 3 BELANG SEBELUM DAN SESUDAH PENYULUHAN MENGGUNAKAN MEDIA VIDEO Saran