Vol. 2 No. 4 Edisi November 2022 ISSN. Jurnal Imiah Pendidikan Dasar (JIPDAS) Journal Page is available to https://jurnal. id/index. php/JIPDAS Email: jipdas8@gmail. ANALISIS KESULITAN SISWA MENYELESAIKAN SOAL PADA PEMBELAJARAN MATEMATIKA MATERI BANGUN RUANG KELAS V SDN 1 SUMBERDADI SUMBERGEMPOL KABUPATEN TULUNGAGUNG Oleh: Nadia1. Nourma Oktaviarini2 1*,2, Progam Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar. Fakultas Sosial dan Humaniora. Universitas Bhinneka PGRI Tulungagung *Email: nsyafira45@gmail. Received: 15 September 2022 Article history: Revised: 22 September 2022 Accepted: 04 November 2022 Published: 30 November 2022 Abstrak Kesulitan Belajar merupakan kondisi dimana siswa mengalami hambatan dalam proses belajarnya, hambatan tersebut dipengaruhi oleh beberapa faktor internal dan faktor eksternal. Terdapat beberapa macammacam kesulitan belajar, salah satunya adalah kesulitan menyelesaikan soal yang sering dijumpai pada pembelajaran matematika. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kesulitan siswa menyelesaikan soal pada pembelajaran matematika materi bangun ruang. Penelitian ini menggunakan metode secara kualitatif dengan menggunakan pendekatan studi kasus / case study. Penelitian ini dilakukan di SDN 1 Sumberdadi, subyek peneletian adalah siswa kelas V sebanyak 12 siswa. Data dikumpulkan dengan memberikan soal tes dan wawancara kemudian dianalisis dan disimpulkan. jenis kesulitan yang memiliki rata-rata nilai terendah adalah jenis Kesulitan Dalam Menyelesaikan Masalah Verbal dengan skor total keseluruhan 395 dengan rata-rata skor 15,8%. Kemudian jenis kesulitan terendah kedua adalah jenis Kesulitan Dalam Mempelajari Konsep dengan skor total keseluruhan 835 dengan rata-rata skor 33,4%, jenis kesulitan terendah terakhir yaitu kesulitan dalam menerapkan prinsip dengan skor total keseluruhan 870 dengan rata-rata skor 34,8%. Dari penelitian ini diharapkan dapat memberikan informasi bagi tenaga pendidik sebagai landasan program dalam menambah penyampaian materi dalam pembelajaran untuk siswa. Kata Kunci: matematika, kesulitan menyelesaikan soal, bangun ruang PENDAHULUAN Kesulitan Belajar merupakan kondisi dimana siswa mengalami hambatan dalam proses belajarnya, hambatan tersebut dipengaruhi oleh beberapa faktor internal dan faktor eksternal. Faktor internal bersumber dari dalam diri seseorang seperti minat, motivasi dalam diri dan kemampuan, sedangkan faktor eksternal bersumber dari luar individu seperti keluarga dan lingkungan. Kesulitan dalam menyelesaikan soal bisa terjadi pada semua mata pelajaran, hanya saja menurut dari pernyataan beberapa siswa Kesulitan menyelesaikan soal paling banyak dialami pada mata pelajaran matematika. Pratiwi . seperti dikutip (Dwidarti et al. , 2. dalam penelitianya mengatakan terdapat 3 jenis kesulitan belajar yang dialami siswa pada materi himpunan, yaitu . kesulitan memahami soal, . kesulitan mentransformasi soal, dan . kesulitan menyelesaikan soal. Kesulitan siswa menyelesaikan soal matematika yaitu gangguan dalam memahami konsep yang berkaitan dengan matematika, hal tersebut akan terlihat dari hasil jawaban dan hasil nilai siswa dalam menjawab masalah matematika atau menyelesaikan soal dan perhitungan matematika. Abrar . alam Jamaris, 2014, hal. seperti dikutip (Untu. & Dimpudus3, 2. mengemukakan bahwa kesulitan siswa dalam menyelesaikan matematika dapat dilihat dari siswa menjawab atau memecahkan masalah Vol. 2 No. 4 Edisi November 2022 ISSN. Jurnal Imiah Pendidikan Dasar (JIPDAS) Journal Page is available to https://jurnal. id/index. php/JIPDAS Email: jipdas8@gmail. Kesulitan siswa dalam memahami dan menyelesaikan soal dalam matematika sudah sering terdengar dan hingga saat ini matematika masih menjadi permasalahan yang serius bagi kebanyakan siswa, hal ini dibuktikan dengan The Organisation for Economic Co-operation and Development (OECD) mengumumkan hasil survei Programme for International Student Assesment (PISA) seperti dikutip (Mandasari, 2. Hasil survei tahun 2018. Indonesia berada pada peringkat yang sangat rendah pada ketiga kategori yang ada yaitu matematika, sains dan membaca. Matematika merupakan mata pelajaran yang tergolong paling ditakuti di sekolah, karena matematika merupakan mata pelajaran yang tidak dapat terlepas dari besaran, struktur, bangun ruang, dan angka-angka tematika. Kebanyakan siswa sangat menghindari pembelajaran matematika dikarenakan sulit, rumit dan terlalu banyak menggunakan teknik berhitung seperti penjumlahan, pengurangan, perkalian dan pembagian dalam proses belajarnya. Pernyataan tersebut sama dengan Abdurrahman . 2 hal. mengemukakan bahwa dari berbagai bidang studi yang diajarkan disekolah, matematika merupakan bidang studi yang dianggap paling sulit dipahami oleh para siswa, terlebih bagi siswa yang berkesulitan belajar. Menyelesaikan soal merupakan hal yang sangat penting dalam pembelajaran matematika. Menyelesaikan soal dengan cara berhitung dalam matematika dapat membantu seseorang untuk berfikir lebih sistematis, dengan menerapkan kebiasaan tersebut tanpa sadar kita telah memaksa otak untuk berpikir lebih runtut. Matematika bukan hanya sekedar mempelajari pemahaman terhadap konsep dan operasinya, melainkan pada pelatihan simbol-simbol matematika dan penggunaan rumus-rumus dengan penekanan pada pemberian informasi dan latihan. Matematika adalah ilmu yang mempelajari tentang logika, cenderung menggunakan konsepkonsep yang berhubungan dengan angka ataupun jumlah tertentu. Sering kali siswa mengalami kesulitan menyelesaikan soal dalam penyelesaianya, oleh karena itu guru dituntut untuk selalu melakukan sebuah usaha agar dapat membangun pemahaman siswa sehingga dapat meningkatkan kemampuan dan penguasaan pada materi matematika. (Dhian K, 2. seperti dikutip (Siagian, 2. menegaskan bahwa berhasil tidaknya pencapaian tujuan pendidikan banyak bergantung kepada bagaimana proses belajar yang dialami oleh siswa sebagai anak didik. Faktanya kesulitan siswa menyelesaikan soal pada pembelajaran matematika pada bangun ruang adalah siswa sulit menghafalkan rumus dan sulit untuk mengingat rumus tersebut, terkadang siswa mengetahui rumusnya namun mereka kesulitan dalam menyelesaikan soalnya karena tidak mengetahui cara mengerjakanya. Maka dari itu dalam mata pelajaran matematika harus dilakukan secara aktif, kreatif dan inofatif. Penelitian sebelumnya yang dilakukan oleh (Anditiasari, 2. dengan judul AuAnalisis Kesulitan Belajar Abk (Tuna Rung. Dalam Menyelesaikan Soal Cerita MatematikaAy. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan Metode Penilaian deskriptif kualitatif. Hasil Penelitian menunjukkan bahwa siswa kelas IV yang berjumlah 10 siswa dari 15 siswa mengalami kesulitan belajar matematika dalam menyelesaikan soal cerita. Kesulitan belajar matematika menyelesaikan soal cerita yang terjadi di kelas IV SD meliputi kesulitan memahami konsep, kesulitan dalam keterampilan, dan kesulitan memecahkan masalah. Berdasarkan uraian di atas maka peneliti tertarik untuk melakukan usulan penelitian dengan judul AuAnalisis Kesulitan Siswa Pada Pembelajaran Matematika Pada Pembelajaran Matematika Materi Bangun Ruang Kelas V SDN 1 Sumberdadi Sumbergempol Kabupaten TulungagungAy. Bertujuan untuk menganalisis kesulitan siswa menyelesaikan soal. KAJIAN PUSTAKA Pembahasan Variabel Penelitian Kesulitan Menyelesaikan Soal Pengertian Kesulitan Menyelesaikan Soal Kesulitan merupakan suatu kendala dalam menyelesaikan suatu permasalaahan. Permasalahan yang dimaksud adalah kesulitan dalam menyelesaikan soal matematika yang dapat dengan mudah diketahui dengan cara memberikan soal berupa tes atau soal tentang materi yang sudah lama dipelajari. Bentuk Vol. 2 No. 4 Edisi November 2022 ISSN. Jurnal Imiah Pendidikan Dasar (JIPDAS) Journal Page is available to https://jurnal. id/index. php/JIPDAS Email: jipdas8@gmail. kesulitan siswa dalam mengerjakan suatu soal dapat menjadi cara untuk mengertahui sejauh mana siswa memahami materi yang telah diajarkan. Dalam Widdiharto (Dwidarti. Mampouw, & Setyadi, 2. seperti dikutip (Muhamad Syahreza Fahlevi1, 2. , menyatakan bahwa tidak mengingat satu syarat atau lebih dari suatu konsep merupakan tanda dari kesulitan dalam matematika. Hal tersebut membuktikan bahwa masih banyak siswa yang mengalami kesulitan dalam proses pemahaman dan penyelesaian suatu materi dalam matematika. Karakteristik Kesulitan Menyelesaikan Soal . kesulitan membedakan angka, simbol-simbol, serta bangun ruang, . tidak sanggup mengingat dalildalil matematika, . menulis angka tidak terbaca atau dalam ukuran kecil, . tidak memahami simbolsimbol matematika, . lemahnya kemampuan berpikir abstrak, . lemahnya kemampuan metakognisi . emahnya kemampuan mengidentifikasi serta memanfaatkan algoritma dalam memecahkan soal-soal Faktor Penyebab Kesulitan Menyelesaikan Soal A Faktor Fisiologis Dalam Hayati . seperti dikutip (Pegram, 2. Faktor fisiologis mencakup kesehatan fisik, pertimbangan neurologis dan jenis kelamin. A Faktor Intelektual Faktor metode mengajar guru dan metode pembelajaran yang tepat, prosedur dan kemampuan A Faktor Lingkungan Lingkungan dapat membentuk pribadi, sikap, nilai dan kemampuan bahasa siswa. A Faktor Psikologis Faktor psikologis mencakup motivasi, minat dan kematangan sosial, emosi dan penyesuaian Indikator Kesulitan Menyelesaikan Soal No. Jenis Kesulitan Kesulitan Dalam Mempelajari Konsep Indikator Siswa tidak tepat dalam bentuk/ilustrasi dari soal. Siswa tidak tepat dalam rumus yang sesuai dengan Kesulitan Dalam Menerapkan Prinsip Siswa tidak tepat dalam sifat-sifat Vol. 2 No. 4 Edisi November 2022 ISSN. Jurnal Imiah Pendidikan Dasar (JIPDAS) Journal Page is available to https://jurnal. id/index. php/JIPDAS Email: jipdas8@gmail. operasi hitung. Siswa tidak Kesulitan Dalam Menyelesaikan Masalah Verbal Siswa tidak tepat dalam kedalam model Siswa tidak tepat dalam data yang akan Siswa tidak tepat dalam (Sumber : Modifikasi Yusmin 2. seperti dikutip (Untu. & Dimpudus3, 2. Matematika Bangun Ruang Pengertian Pembelajaran Matematika Pembelajaran Matematika merupakan proses yang meliputi Kerjasama yang tidak hanya menitikberatkan kegiatan pada guru atau siswa saja, namun guru dan siswa secara bersama-sama dalam memanfaatkan segala potensi dan sumber belajar terutama matematika untuk mencapai tujuan pembelajaran yang telah ditentukan dan dapat mempengaruhi hasil yang lebih baik. Matematika merupakan salah satu mata pelajaran pada jenjang pendidikan dasar dan menengah yang bertujuan untuk mempersiapkan siswa agar sanggup menghadapi perubahan keadaan dan keterampilan serta cara Siswa dilatih dan diajarkan berpikir logis, rasional dan kritis di dalam proses pembelajaran walaupun pada dasarnya matematika beroperasi berdasarkan aturan-aturan . yang perlu dipelajari. Matematika diberikan untuk membekali siswa dengan kemampuan berpikir logis, analitis, sistematis, kritis dan kreatif, serta kemampuan bekerja sama. Sama dengan pernyataan Palling yang dikutip Mulyono Abdurrahman . 3, hal. seperti dikutip (Trieni, 2. mengemukakan bahwa ide manusia tentang Matematika berbeda-beda, tergantung pada pengalaman dan pengetahuan masingmasing. Ada yang mengatakan bahwa Matematika hanya perhitungan yang mencakup tambah, kurang, kali, dan bagi, tetapi ada pula yang melibatkan topik-topik aljabar, geometri dan trigonometri. Selanjutnya Lerner . alam Abdurrahman, 2012, hal. seperti dikutip (Dwi Rezeki et al. , 2. bahwa matematika hendaknya mencakup tiga elemen yaitu konsep, keterampilan, dan pemecahan Pengertian Bangun Ruang Bangun Ruang merupakan bangun yang terdiri dari tiga dimensi yang memiliki ruang, rusuk dan sisi serta memiliki ciri-ciri dan sifat-sifat pada tiap bangunya. Dalam Tiyani . , hal. seperti dikutip (Arina et al. , 2. AuBangun ruang adalah suatu bangun yang memiliki daerah yang membatasi bagian dalam dan bagian luar serta memiliki ruang di dalamnyaAy. Berdasarkan uraian tersebut, sebuah Vol. 2 No. 4 Edisi November 2022 ISSN. Jurnal Imiah Pendidikan Dasar (JIPDAS) Journal Page is available to https://jurnal. id/index. php/JIPDAS Email: jipdas8@gmail. bangun ruang memiliki daerah yang membatasi bagian dalam dan luar pada masing-masing bangunya. Sedangkan menurut Diwarta dalam MuAoadz . 6, hal. seperti dikutip (Arina et al. , 2. AuBangun ruang merupakan bangun matematika . yang memiliki isi atau volumeAy. METODE PENELITIAN Penelitian lapangan ini menggunakan metode Jenis penelitian yang dilakukan adalah penelitian Penelitian kualitatif adalah adalah penelitian yang temuannya tidak didapatkan dari tahap kuantifikasi yang berupa angka, perhitungan, maupun statistic (Hermawan, 2. seperti dikutip (Alfiyah1 & . Sri Hartatik2. Nafiah3, 2. Penelitian kualitatif bertujuan untuk mendapatkan pemahaman yang mendalam mengenai masalah-masalah manusia dan sosial, bukan mendeskripsikan bagian permukaan dari sebuah realitas sebagaimana dilakukan penelitian kuantitatif dengan Karena peneliti menginterpretasikan bagaimana sampel memperoleh makna dari lingkungan sekeliling, dan bagaimana makna tersebut mempengaruhi perilaku mereka. Prosedur penelitian yaitu tahap pra lapangan, tahap pekerjaan lapangan, tahap analisis data dan tahap penyusunan laporan. Penelitian ini dilaksakan di SDN 1 Sumberdadi Sumbergempol Kabupaten Tulungagung pada semester genap. Subyek penelitian dalam penelitian ini adalah siswa kelas V SDN 1 Sumberdadi Sumbergempol Kabupaten Tulungagung berjumlah 12 siswa dan guru kelas. Instrumen dalam penelitian ini adalah pedoman tes, pedoman wawancara dan dokumentasi. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini adalah soal tes, wawancara dan dokumentasi. Teknik analisis data dalam penelitian ini adalah . reduksi data, . penyajian data, . penarikan kesimpulan. Pengecekan keabsahan data menggunakan triagulasi sumber. HASIL DAN PEMBAHASAN Hasil penelitian kesulitan siswa menyelesaikan soal pada pembelajaran matematika materi bangun ruang kelas V SDN 1 Sumberdadi Sumbergempol Kabupaten Tulungagung dihasilkan dari beberapa indikator meliputi jenis kesulitan dalam mempelajari konsep, jenis kesulitan dalam menerapkan prinsip, dan jenis kesulitan dalam memecahkan masalah verbal. Untuk pembahasan lebih jelas dan lengkap akan dibahas dibawah ini. Peneliti memberikan soal kepada siswa kelas V yang berjumlah 25 siswa. Soal berupa uraian dengan jumlah 5 butir soal tentang kesulitan siswa menyelesaikan soal pada pembelajaran matematika materi bangun ruang. Selain memberikan soal, peneliti juga melakukan wawancara kepada siswa yang mengalami kesulitan dan guru matematika kelas V sebanyak 5 butir pertanyaan. maka untuk menjawab penelitian tersebut, dilakukan pemaparan data dan temuan penelitian dari jawaban siswa untuk mengungkapkan bagaimana kesulitan yang menyebabkan siswa mengalami kesulitan menyelesaikan soal pada pembelajaran matematika materi bangun ruang. Pada hasil nilai menyelesaikan soal, dari 25 siswa terdapat 12 siswa yang mengalami kesulitan menyelesaikan soal yang terbukti dan dapat dilihat dari skor dan hasil jawaban yang masih terdapat beberapa kesalahan dalam menyelesaikan soalnya. 12 siswa tersebut dengan inisial MHKH. ATA. ARDS. MWR. MPMW. SAP. AAS. GDM. ISH. MRAP. MKAR, dan AZZ. Selanjutnya hasil dari jawaban dari 13 siswa yang lain dinyatakan benar dan sempurna karena menjawab sesuai prasyarat dalam rubrik penilaian yang telah ditentukan oleh peneliti. Selanjutnya peneliti melakukan wawancara kepada 12 siswa yang mengalami kesulitan menyelesaikan soal dan guru matematika, dapat diketahui Kesulitan Siswa Menyelesaikan Soal Pada Pembelajaran Matematika Materi Bangun Ruang Kelas V SDN 1 Sumberdadi Sumbergempol Kabupaten Tulungagung yaitu Kesulitan Dalam Mempelajari Konsep. Kesulitan Dalam Menerapkan Prinsip dan Kesulitan menyelesaikan masalah-masalah verbal. Kesulitan tersebut terjadi karena siswa kurang teliti dalam menyelesaikan soal, sulit dalam menghafalkan rumus dan seringkali menggunakan rumus yang salah. Hal tersebut juga dibenarkan oleh guru kelas V. Ibu Indah Astutik dapat disimpulkan bahwa penyebab utama dari munculnya kesulitan adalah kemalasan siswa untuk menghafal dan berpikir serta didukung Vol. 2 No. 4 Edisi November 2022 ISSN. Jurnal Imiah Pendidikan Dasar (JIPDAS) Journal Page is available to https://jurnal. id/index. php/JIPDAS Email: jipdas8@gmail. Rata-Rata Jenis Kesulitan oleh kebiasaan siswa itu sendiri dalam meyelesaikan soal. Namun faktor tersebut tidak hanya berasal dari siswa itu sendiri, melainkan peran guru sangat mempengaruhi kesulitan siswa tersebut dalam menyelesaikan soal, pernyataan tersebut dibuktikan dengan hasil wawancara bahwa guru hanya mengulang materi yang sama secara terus menerus jika mendapati siswa dengan kesulitan tanpa mengarahkan siswa dalam mengatasi masalah tersebut. Guru juga tidak memberikan metode pembelajaran yang sesuai dengan kebutuhan siswa, metode yang digunakan hanya metode ceramah dan penugasan yang memungkinkan siswa jenuh terkesan tidak tertarik dalam melakukan proses pembelajaran di dalam kelas yang menyebabkan siswa kesulitan menyelesaikan soal. Tabel 4. 2 Hasil Rekapitulasi Rata-Rata Kesulitan Siswa Menyelesaikan Soal Pada Pembelajaran Matematika Materi Bangun Ruang Pada Setiap Jenis Kesulitan Kesulitanverbal konsep Jenis Pada Tabel 4. 2 terlihat dari hasil rata-rata setiap siswa pada tiap soal dan perbandingan ketiga Jenis Kesulitan Siswa Menyelesaikan Soal yang diteliti, jenis kesulitan yang memiliki rata-rata nilai terendah adalah jenis Kesulitan Dalam Menyelesaikan Masalah Verbal dengan skor total keseluruhan 395 dengan rata-rata skor 15,8%. Kemudian jenis kesulitan terendah kedua adalah jenis Kesulitan Dalam Mempelajari Konsep dengan skor total keseluruhan 835 dengan rata-rata skor 33,4%. Urutan jenis kesulitan terendah terakhir yaitu Kesulitan dalam menerapkan prinsip yakni dengan skor total keseluruhan 870 dengan rata-rata skor 34,8%. Dari hasil tes dan wawancara kepada siswa dan guru terdapat beberapa pembahasan yang akan dibahas, antara lain: Jenis Kesulitan Konsep Soal Nomor 1 Hasil yang peneliti temukan dengan menganalisis hasil nilai tes matematika materi bangun ruang dan wawancara siswa maka hasil analisis tersebut menunjukkan bahwa siswa kelas V SDN 1 Sumberdadi Sumbergempol Kabupaten Tulungagung secara umum belum terlalu menguasai tentang Memahami bentuk ilustrasi pada gambar dan menyebutkan sifat-sifatnya. Pada nomor 1 ini, dari 25 siswa sebanyak 18 siswa . %) yang menjawab dengan jawaban benar. Sedangkan 7 siswa . %) kesulitan memahami konsep, hal tersebut dibuktikan dengan cara menjawab siswa yang mengalami kesalahan yaitu tidak tepat dalam menyebutkan ilustrasi gambar pada soal karena sulit membedakan bentuk antara bangun ruang kubus dan balok, tidak menyebutkan sifat-sifatnya atau menyebutkan ilustrasi dengan tepat tetapi kurang tepat dalam menyebutkan sifat-sifatnya karena tidak hafal. Jenis Kesulitan Konsep Soal Nomor 2 Hasil yang peneliti temukan dengan menganalisis hasil nilai tes matematika materi bangun ruang dan wawancara siswa maka hasil analisis tersebut menunjukkan bahwa siswa kelas V SDN 1 Sumberdadi Sumbergempol Kabupaten Tulungagung secara umum nyaris seluruhnya menguasai tentang ketepatan dalam menggunakan rumus yang sesuai dengan kondisi prasyarat berlakunya rumus. Pada nomor 2 ini, dari 25 siswa sebanyak 15 siswa . %) menjawab dengan jawaban yang benar. Sedangkan 10 siswa . %) mengalami kesulitan memahami konsep nmatematika, yaitu dibuktikan dengan cara menjawab siswa yang mengalami kesulitan yang tidak dapat menuliskan rumus dengan Vol. 2 No. 4 Edisi November 2022 ISSN. Jurnal Imiah Pendidikan Dasar (JIPDAS) Journal Page is available to https://jurnal. id/index. php/JIPDAS Email: jipdas8@gmail. tepat, menyelesaikan soal menggunakan rumus yang telah ditentukan dengan tidak tepat, tidak menggunakan kalimat penjelas pada rumus dan menjawab menggunakan kalimat penegas. Jenis Kesulitan Prinsip Soal Nomor 3 Hasil yang peneliti temukan dengan menganalisis hasil nilai tes matematika materi bangun ruang dan wawancara siswa maka hasil analisis tersebut menunjukkan bahwa siswa kelas V SDN 1 Sumberdadi Sumbergempol Kabupaten Tulungagung secara umum nyaris seluruhnya menjawab dengan benar tentang menggunakan sifat-sifat operasi hitung. Pada nomor 3 ini, dari 25 siswa sebanyak 20 siswa . %) yang menjawab dengan jawaban benar. Sedangkan 5 siswa . %) kesulitan mengalami kesulitan tidak menyebutkan rumus dan tidak menggunakan kalimat penjelas seperti luas alas, tinggi kubus, dan volume alas. Jenis Kesulitan Prinsip Soal Nomor 4 Hasil yang peneliti temukan dengan menganalisis hasil nilai tes matematika materi bangun ruang dan wawancara siswa maka hasil analisis tersebut menunjukkan bahwa siswa kelas V SDN 1 Sumberdadi Sumbergempol Kabupaten Tulungagung secara umum belum terlalu menguasai tentang menyelesaikan perhitungan. Pada nomor 4 ini, dari 25 siswa sebanyak 15 siswa . %) yang menjawab dengan jawaban benar. Sedangkan 10 siswa . %) kesulitan dalam perhitungan, yaitu siswa hanya menyebutkan salah satu rumus saja, tidak menyelesaikan perhitungan sesuai rumus, hanya menuliskan rumus tanpa perhitungan dan menggunakan kalimat penegas. Jenis Kesulitan Prinsip Soal Nomor 5 Hasil yang peneliti temukan dengan menganalisis hasil nilai tes matematika materi bangun ruang dan wawancara siswa maka hasil analisis tersebut menunjukkan bahwa siswa kelas V SDN 1 Sumberdadi Sumbergempol Kabupaten Tulungagung secara umum belum terlalu menguasi tentang menerjemahkan, menggunakan dan menarik kesimpulan pada soal cerita kedalam model matematika. Pada nomor 5 ini, dari 25 siswa sebanyak 18 siswa . %) yang menjawab dengan jawaban benar. Sedangkan 7 siswa . %), kesulitan yang dialami oleh siswa yaitu siswa tidak dapat memasukkan data ke dalam model matematika, tidak menggunakan data sesuai dengan soal, tidak dapat mengartikan bahasa, dan tidak dapat menarik kesimpulan dari model matematika yang telah dibuat. Penelitian ini sejalan dengan teori Cooney . alam Abdurrahman, 2003, hal. seperti dikutip (Sholekah et al. , 2. dan diperkuat dengan penelitian yang dilakukan oleh (Fauzi & Arisetyawan, 2. yang memproleh hasil penelitian yaitu Hasil analisis menunjukkan bahwa terdapat kesulitan yang dihadapi siswa dalam menjawab soal geometri, kesulitan tersebut diantaranya adalah . siswa kesulitan dalam penggunaan konsep, . siswa kesulitan dalam penggunaan prinsip, dan . siswa kesulitan dalam menyelesaikan masalah-masalah verbal. Sehingga dapat disimpulkan bahwa siswa dengan koneksi matematis tinggi cenderung tidak mengalami kesulitan dalam menyelesaikan soal. Berdasarkan hasil tes yang didapatkan bahwa siswa dengan kemampuan koneksi matematis siswa ini mampu menyelesaikan semua soal. KESIMPULAN Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan mengenai Kesulitan Siswa Menyelesaikan Soal Pada Pembelajaran Matematika Materi Bangun Ruang Kelas V SDN 1 Sumberdadi Sumbergempol Kabupaten Tulungagung maka peneliti dapat mengambil kesimpulan yaitu dari hasil rata-rata setiap siswa pada tiap soal dan perbandingan ketiga Jenis kesulitan siswa menyelesaikan soal yang diteliti, jenis kesulitan yang memiliki rata-rata nilai terendah adalah jenis Kesulitan dalam Menyelesaikan Masalah Verbal dengan skor total keseluruhan 395 dengan rata-rata skor 15,8%. Kemudian jenis kesulitan terendah kedua adalah jenis kesulitan dalam mempelajari konsep dengan skor total Vol. 2 No. 4 Edisi November 2022 ISSN. Jurnal Imiah Pendidikan Dasar (JIPDAS) Journal Page is available to https://jurnal. id/index. php/JIPDAS Email: jipdas8@gmail. keseluruhan 835 dengan rata-rata skor 33,4%. Urutan jenis terendah terakhir yaitu Kesulitan dalam Menerapkan Prinsip yakni dengan skor total keseluruhan 870 dengan rata-rata skor 34,8%. Siswa dengan kategori nilai tinggi 80-100 yaitu berjumlah 16 siswa, siswa dengan kategori nilai sedang 60-79 yaitu berjumlah 4 siswa, sedangkan siswa dengan jumlah kategori nilai rendah atau kurang dari 60 yaitu berjumlah 5 siswa. Siswa yang mencapai nilai maksimal yang dinyatakan benar dan sempurna terdapat 13 siswa karena menjawab sesuai prasyarat dalam rubrik penilaian yang telah ditentukan oleh peneliti, sedangkan 12 siswa yang lain mengalami kesulitan menyelesikan soal. DAFTAR PUSTAKA