Buletin Ilmiah IMPAS Volumen 23 No. 1 Edisi April 2022 p-ISSN : 0853-7771 e-ISSN : 2714-8459 PERANAN BADAN USAHA MILIK DESA (BUMDe. HONIHAMA DALAM MEMBERDAYAKAN USAHATANI JAGUNG DI DESA TUWAGOETOBI KECAMATAN WITIHAMA KABUPATEN FLORES TIMUR (The Role of Village Owned Enterprise Honihama in Empowering CornAos Farm at Desa Tuwagoetobi. Kecamatan Witihama. Kabaupaten Flores Timu. Theresia Dayen Muli. Charles Kapioru. Ignatius Sinu Program Studi Agribisnis. Fakultas Pertanian. Universitas Nusa Cendana Email Penulis Korespondensi: dayenmulitheresia@gmail. Diterima : 09 Maret 2022 Disetujui: 17 Maret 2022 ABSTRAK Penelitian ini telah dilakukan di Desa Tuwagoetobi Kecamatan Witihama Kabupaten Flores Timur, dari bulan September 2020 sampai Oktober 2020. Tujuan untuk mengetahui: . Kinerja Usahatani Jagung (Produksi dan Penerimaa. Peranan Badan Usaha Milik Desa (BUMDe. dalam memberdayakan Usahatani Jagung. Metode ini menggunakan metode sensus. Penentuan lokasi penelitian dilakukan secara sengaja . urposiive samplin. dengan pertimbangan bahwa BUMDes yang ada di Tuwagoetobi merupakan salah satu BUMDes yang mempunyai program pemberdayaan usahatani sesuai dengan potensi desanya. Populasi penelitian seluruhnya berjumlah 30 orang. Jenis data yang dikumpulkan yaitu data primer diperoleh dari wawancara secara langsung dengan responden yang berpedoman pada daftar pertanyaan sedangkan data sekunder adalah dokumentasi yang diperoleh dari instansi terkait dan Badan Pusat Statistik. Untuk mengetahui tujuan pertama dianalisis secara kuantitatif dan tujuan kedua dianalisis berdasarkan rata-rata . Hasil penelitian menunjukan bahwa: . Kinerja usahatani jagung . roduksi dan penerimaa. melalui kegiatan pertanian yang dilakukan oleh BUMDes Honihama selama dua tahun yaitu pada tahun 2019 583 kg dengan total penerimaan sebesar Rp. 000 dan pada tahun 2020 total produksi 203 kg dengan total penerimaan Rp. 000 dimana jumlah produksi dan pendapatan petani mengalami peningkatan. Peranan Badan Usaha Milik Desa (BUMDe. Honihama dalam memberdayakan Usahatani jagung meliputi bina manusia, bina usaha, bina modal tergolong Au Cukup baikAy dengan skor rata-rata 32,27. Kata Kunci: Peranan Badan Usaha Milik Desa. Pemberdayaan Petani. ABSTRACT This research was conducted in Tuwageotobi village. Witihama sub- District. East Flores Regency, from September 2020 to October 2020. The objective of the study are to know: . Corn farming performance ( production and revenu. , . the role of Village Owned Enterprises ( BUMdes ) in empowering corn farming. This research used Cencus method. Determination of the research location is done intentionally . urposive samplin. considering that the BUMdes in Tuwageotobi village is one of the BUMdes which has farming empowerment program in accordance with the potential of the village. The total research population is 30 people. The type of data collected is primary data obtained from direct interviews with respondents who are guided by the list of questions, while secondary data is documentation obtained from related agencies and the central statistic agency. To find out the first objective to be analyzed quantitatively and the second objektive was analyzed by statistical test base on the average . The result of this study showed that . corn farming performance ( production and revenu. through activities carried out by BUMdes Honihama for 2 years that in 2019 as many as 9. 583 kg with a total revenue is IDR 38. 000, and in 2020 the total production of 19. 203 kg with a total revenue of IDR 76. Dayen Muli, et al. Peranan Badan Usaha Milik Desa Honihama. Page 77 Buletin Ilmiah IMPAS Volumen 23 No. 1 Edisi April 2022 p-ISSN : 0853-7771 e-ISSN : 2714-8459 000, where the amount of production and farmers income has increased. The role of Honihama village-owned enterprises ( BUMdes ) in empowering corn farmers, including human development, business development, capital development, capital development is classified as AygoodAy with an average score of 32. Key words : The role of village-owned enterprises. Farmer empowerment. PENDAHULUAN Pembangunan pada hakekatnya bertujuan untuk membangun kemandirian, termasuk pembangunan Salah satu misi pemerintah adalah membangun daerah pedesaan yang dapat dicapai meningkatkan produktivistas dan keanekaragaman usaha pedesaan, membangun dan memperkuat institusi yang mendukung rantai produksi dan pemasaran, serta mengoptimalkan sumber daya sebagai dasar pertumbuhan ekonomi pedesaan. Tujuannya adalah untuk memberi peluang bagi kemampuan daerah dan pedesaan sebagai tulang punggung ekonomi regional dan nasilonal (Darwita & Redana, 2. Sesuai dengan UU No. 6 Tahun 2014 tentang desa, yang merupakan bagian dari upaya mencapai keberdayaan Negara dan bangsa Indonesia dari kemandirian desa-desanya. Untuk mewujudkan desa yang mandiri diperluhkan adanya strategi Diberlakukannya Undang-undang No. 6 Tahun 2014 tentang desa maka menjadi peluang yang sangat besar bagi setiap desa yang ada di Indonesia untuk bisa mengembangkan setiap potensi yang dimilikinya secara mandiri sesuai masing-masing mewujudkan kesejahteraan masyarakat. Berdasarkan asumsi itulah maka seharusnya eksistensi desa mendapat perhatian yang serius dari pemerintah pusat dengan lahirnya kebijakankebijakan terkait dengan pemberdayaan ekonomi yang dilakukan dengan cara menghimpun dan melembagakan kegiatan ekonomi masyarakat. Oleh karena itu pemerintah menerapkan pendekatan baru yang diharapkan mampu menstimulus dan menggerakan roda perekonomian di pedesaan adalah melalui pendirian kelembagaan ekonomi yang dikelolah sepenuhnya oleh masyarakat desa yaitu Badan Usaha Milik Desa yang disingkat menjadi BUMDes merupakan lembaga usaha yang dikelola oleh masyarakat dan pemerintah desa dalam upaya memperkuat perekonomian desa yang dibentuk berdasarkan kebutuhan dan potensi desa. BUMDes dapat membantu masyarakat desa untuk mengembangkan sekaligus memenuhi kebutuhan sehari-hari, menjadi peluang usaha, menambah wawasan masyarakat yang lebih baik dengan cara memanfaatkan sumber daya alam desa. BUMDes dapat menjadi pertimbangan untuk menyalurkan inisiatif masyarakat desa, potensi desa, mengelola dan memanfaatkan potensi Sumber Daya Alam (SDA) desa serta mengoptimalkan sumber daya manusia (Maryunani, 2. Provinsi Nusa Tenggara Timur merupakan salah satu provinsi yang mendukung pendirian Badan Usaha Milik Desa (BUMDe. , terdapat 3. 026 Desa yang telah terbentuk dan telah dibentuk 1. BUMDes, terdapat 781 yang berstatus aktif (Masyarakat, 2. BUMDes tersebut secara mandiri mengembangkan potensi ekonomi desa. Dari sebanyak 229 desa tersebar di 19 kecamatan di Kabupaten Flores Timur, hingga saat ini baru 45 desa yang telah memiliki Badan Usaha Milik Desa (BUMDe. dan telah melakukan berbagai aktivitas usaha meski belum berjalan maksimal. Salah satunya adalah Badan Usaha Milik Desa Honihama yang ada di Desa Tuwagoetobi Kecamatan Witihama Kabupaten Flores Timur. Kehadiran BUMDes Honihama di Desa Tuwagoetobi dapat memberikan kontribusi sekaligus sebagai fasilitator dalam pemberdayaan petani. Program ini sesuai dengan potensi hasil usahatani yang dimiliki yaitu usahatani jagung. Kecamatan Witihama merupakan salah satu kecamatan di Kabupaten Flores Timur yang sebagian besar menanam tanaman jagung. Produksi jagung di Kecamatan Witihama dalam empat tahun terakhir berfluktuasi, dimana pada tahun 2015 701,629 ton dengan luas panen 1. 170 ha hingga produktivitas mencapai 1,446 ton/ha. Pada tahun 2016 produksi meningkat menjadi 1. 834,012 ton dengan luas panen 1. 255 ha hingga produktivitas mencapai 1,450 ton/ha. Pada tahun 2017 produksi meningkat menjadi 1. 953,060 ton Dayen Muli, et al. Peranan Badan Usaha Milik Desa Honihama. Page 78 Buletin Ilmiah IMPAS Volumen 23 No. 1 Edisi April 2022 dengan luas panen1. 326 ha hingga produktivitas mencapai 1,484. Kemudian pada tahun 2018 produksi menurun menjadi 1. 862,346 ton dengan luas panen 1. 299 dengan pencapaian produktivitas 1,434 ton/h. (Witihama, n. Peranan BUMDes Honihama memberikan motivasi dan pengetahuan mengenai pola pendampingan usaha, pelatihan keterampilan dan pengembangan kewirausahaan merupakan cara pemberdayaan untuk membekali petani agar bisa bekerja dan mempunyai penghasilan dengan usahanya dalam membuat dirinya berdaya. Kurangnya permasalahan petani dalam mengelola hasil usahataninya sehingga tingkat ekonomi masyarakat petani masih masih belum maksimal. Oleh karena itu dalam program kegiatan pemberdayaan masyarakat petani melalui tiga upaya pokok yaitu bina manusia, bina usaha dan bina modal mendorong dinamisasi kehidupan ekonomi serta sebagai penggerak perekonomian masyarakat desa dan diharapkan dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat Hal tersebut dapat tercapai melalui pemberdayaan usahatani jagung yang dilakukan oleh BUMDes Honihama yaitu memberikan mengembangkan usahatani jagung, menyediakan modal untuk petani dalam mengembangkan usahataninya, serta membantu petani dalam pemasaran hasil produksi jagung. Sebelum kehadiran BUMDes Honihama petani mengalami kendala dalam mengembangkan usahatani jagung yaitu kesulitan memperoleh modal dan jaringan pemasaran sehingga hal ini berdampak pada peningkatan produksi jagung dan penerimaan petani yang berfluktuasi. Kehadiran BUMDes Honihama sebagai suatu lembaga yang diperluhkan keterlibatan dan mempunyai peran serta dalam pemberdayaan ekonomi pedesaan. Hal ini sejalan dengan tujuan berdirinya BUMDes sebagaimana dinyatakan dalam pasal 3 Peraturan Menteri Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi Nomor 4 tahun 2015. Adapun tujuan yang terkait mengelola potensi desa dan mengembangkan jaringan kerja sama ekonomi dengan berbagai pihak serta menciptakan peluang pasar. p-ISSN : 0853-7771 e-ISSN : 2714-8459 Berdasarkan perspektif diatas Peranan BUMDes Honihama dalam memberdayakan menurut Mardikanto dan Soebianto . meliputi tiga upaya pokok pemberayaan yaitu bina manusia, bina usaha dan bina modal. Berkenaan dengan itu maka dalam rangka perwujutan tujuanya. BUMDes Honihama diharapakan dapat berperan dalam pemberdayaan usahtani jagung guna untuk meningkatkan perekonomian petani. METODE PENELITIAN Tempat dan Waktu Penelitian Penelitian ini telah dilaksanakan di Desa Tuwagoetobi Kecamatan Witihama Kabupte Flores Timur bulan September Ae Oktober 2020. Metode Penentuan Sampel Metode Penentuan Sampel dalam penelitian ini melalui beberapa tahap yaitu: Tahap pertama pemilihan lokasi penelitian ini dilakukan secara sengaja . urposive samplin. Tahap kedua: penentuan responden dilakukan menggunakan metode sensus . ampling jenu. semua anggota populasi dijadikan sebagai sampel. Hal ini dapat dilakukan apabila jumlah populasi kecil (Supriyanto, 2. Populasi dalam penelitia ini berjumlah 30 orang. Jenis dan Sumber Data Jenis data yang dipakai dalam penelitian ini meliputi data primer dan data sekunder. Data primer diperoleh melalui wawancara langsung dengan petani yang berpedoman paa daftar pertanyaan yang di sediahkan pada kuisioner. Data sekunder diperoleh melalui buku-buku, literatur dan juga lembaga/instasi terkait dalam penelitian ini seperti Badan Pusat Statistik dan Dinas Pertanian. Model Analisi Data Untuk menjawab tujuan pertama yaitu mengenai kinerja usahatani jagung . roduksi dan penerimaa. petani melalui peranan BUMDes Honihama dalam memberdayakan Usahatani Jagung, maka dilakukan analisis deskriptif kuantitatif. An untukmenjawab tujuan kedua yaitu mengenai peranan Badan Usaha Milik Desa (BUMDe. Hoihama memberdayakan usahatani jagung, dianalisis menggunakan uji statistik, maka analisi digunakan berdasarkan rata-rata . , diperoleh dengan menjumlahkan data keseluruhan dalam setiap variabel kemudian dibagi dengan jumlah Dayen Muli, et al. Peranan Badan Usaha Milik Desa Honihama. Page 79 Buletin Ilmiah IMPAS Volumen 23 No. 1 Edisi April 2022 p-ISSN : 0853-7771 e-ISSN : 2714-8459 Untuk rumus tara-rata digunakan sebagai berikut: HASIL DAN PEMBAHASAN Ocycuycn ycAyce = (Sugiyono, 2. ycu Kinerja Usahatani Jagung (Produksi dan Keterangan: Penerimaa. Me = Rata-rata Produksi Jagung Ocxi = Jumlah nilai x sampai ke-n n = Jumlah responden yang akan dirata-rata Tabel 1. Produksi Jagung 2019 dan 2020 Tahun Usaha Jumlah (K. Jumlah Sumber: analisi data primer, 2020 Rata-rata Produksi . Hasil analisis data pada tabel 1. bahwa total produksi jagung petani pada tahun 2019 dan 2020 terjadi peningkatan yaitu dari 9. kg menjadi 19. 203 kg atau mengalami kenaikan 33,43%. Namun kenaikan ini belum signifikan karena sebagian petani yang masih mengalami kendala yaitu curah hujan, yang tidak menentu serta hama dan penyakit sehingga terjadi kegagalan Persentase (%) 33,29 66,71 panen serta sebagian petani yang mempunyai tingkat pengetahuan serta kemampuan dalam mengelola usahatani jagung masih minim karena dipengaruhi oleh lamanya berusahatani serta tingkat pendidikan dan usia. Penerimaan Tabel 2. Penerimaan Usahatani jagung 2019 dan 2020 Tahun Aspek Produksi (K. Harga (R. Penerimaan Rata-rata Penerimaan Sumber: analisis data primer 2020 Tabel 2. dapat diperlihatkan bahwa produksi jagung tahun 2019 sebanyak 9. 583 kg dengan harga jual Rp 4. 000, maka perolehan ratarata total penerimaan petani yaitu sebesar Rp. 737 per rumah tangga petani. Pada musim panen 2020 sebanyak 19. 203 kg dengan perolehan rata-rata penerimaan sebesar Rp. 400 per rumah tangga petani pada tahun Artinya penerimaan petani mengalami peningkatan setelah kehiran BUMDes Honihama memberikan pelatihan dan pola pendampingan mengenai usahatani jagung dan penyediaan modal berupa sarana produksi dan alat pertanian. Peranan Badan Usaha Milik Desa (BUMDe. Honihama dalam Memberdayakan Usahatani Jagung. Tabel 3. Peranan Badan Usaha Milik Desa (BUMDe. Honihama dalam Memberdayakan Usahatani Jagung. Dayen Muli, et al. Peranan Badan Usaha Milik Desa Honihama. Page 80 Buletin Ilmiah IMPAS Volumen 23 No. 1 Edisi April 2022 Pencapaian Skor Kategori Tingat Masimum Peranan 10 Ae 17 Sangat tidak baik 18 Ae 25 Tidak baik 26 Ae 33 Cukup baik 34 Ae 41 Baik 42 Ae 50 Sangat baik Jumlah Sumber: Data Primer diolah, tahun 2020 Tabel 3 dapat diketahui bahwa sebagian besar petani responden berada pada kategori cukup baik yaitu 20 orang . %), sedangkan jumlah petani responden yang berada pada kategori baik 10 orang . %). Hasil analisis menunjukan bahwan peranan BUMDes dalam memberdayakan petani cukup baik dengan skor rata-rata = 30 = 32,27 jika bandingkan dengan kategori rujukan maka nilai ini berada pada kisaran antara 26Ae33 sehingga dapat disimpukan bahwa peranan BUMDes Honihama dalam memberdayakan usahatani cukup baik. Hal ini dikarenakan BUMDes Honihama sebagai fasilitator dalam memberdayakan usahatani pada bina manusia, bina usaha, bina dan bina modal belum dilakukan secara optimal. p-ISSN : 0853-7771 e-ISSN : 2714-8459 Frekusensi (Oran. Persentase (%) Hasil penelitian ini berbanding terbalik dengan hasil penelitian dari Edy dan Suherman . dimana hasil penelitian menunjukan bahwa peran BUMDes dalam pemberian pinjaman modal kepada pertani menunjukan rata-rata nilai interval sebesar 96,00% dengan kategori AuSangat Setuju/berperanAy. Peran BUMDes dalam peningkatan kualitas tenaga kerja menunjukan rata-rata nilai interval sebesar 61,85% dengan ketegori Ausetuju/berperanAy. Peran BUMDes dalam penyediaan Sarana Produksi (SAPRODI) menunjukan rata-rata nilai interval sebesar 97,77% dengan kategori Ausangat setuju/berpeeranAy. Bina Manusia Tabel. Distribusi Responden Terhadap peranan BUMDes dalam Membina Manusia Pencapaian Skor Kategori Tingat Masimum Peranan 4Ae6 sangat tidak baik 7Ae9 tidak baik 10 Ae 12 cukup baik 13 Ae 15 Baik 16 Ae 20 sangat baik Jumlah Sumber: Data Primer diolah, tahun 2020 Tabel 4 dapat diketahui bahwa sebagian besar petani responden berada pada kategori baik sebanyak 28 orang . %), dan terdapat 2 orang ( 7%) berada pada kategori cukup baik. Hasil analisis data skor rata-rata = = 13,53. Jika Frekusensi (Oran. Persentase (%) dibandingkan dengan kategori rujukan maka nilai ini berada pada kategori antara 13Ae15 sehingga dapat disimpulkan bahwa peranan BUMDes Honihama dalam membina manusia tergolong cukup baik. Dayen Muli, et al. Peranan Badan Usaha Milik Desa Honihama. Page 81 Buletin Ilmiah IMPAS Volumen 23 No. 1 Edisi April 2022 Hal ini dipengarui oleh tingkat pendidikan petani masih rendah dan tingakat usia petani yang sudah berusia lanjut sehingga pengetahuan, kemampuan dan secara fisik maupun mental paa usia lanjut sudah tidak mendukung secara aktif dalam mengembangkan usahatani jagung tergolong baik. Hasil penelitian ini sejalan dengan penelitian Utari et al. dimana hasil penelitian menunjukan bahwa upaya pemberdayaan kelompok wanita tani Sanur Asri Lestari melakukan beberapa upaya bina manusia sehingga berada pada kategori baik dengan adanya pembuatan demplot untuk p-ISSN : 0853-7771 e-ISSN : 2714-8459 mempraktekan hasil dari penyuluhan dan pelatihan yang diberikan. Hasil penelitian berbanding terbalik dengan hasil penelitian yang dilakukan oleh Pariaman et al. yang berjudul Au peran penyuluh dalam pemberdayaan petani kelapa pola swadaya di Desa Bente Kecamatan Mandah Kabupaten Indragiri HilirAy. Tahun 2015. Peran penyuluh di Desa Bente pada bina manusia secara keselurhan berada dalam kategori cukup berdaya dengan skor 3,35. Bina Usaha Tabel 5. Distribusi Responden terhadap peranan BUMDes Honihama dalam membina usaha Pencapaian Skor Kategori Tingat Masimum Peranan 2Ae3 Sangat tidak baik 4Ae5 Tidak baik 6Ae7 Cukup baik 8Ae9 Baik 10 Ae 11 Sangat baik Jumlah Sumber:Data primer diolah, tahun 2020 Tabel 5 diketahui bahwa petani responden yang menyatakan peranan BUMDes Honihama dalam membina usaha petani yaitu pengembangan sarana prasarana dan pengembangan jejaring untuk pemasarana hasil produksi jagung berada pada kategori baik sebanyak 10 orang . %), 17 orang . %) berada pada kategori cukup baik, sedangkan 3 orang . %) berada pada katgori tidak baik. Hasil analisis data menunjukan skor rata-rata peranan BUMDes dalam membina usaha yakni = =7,07. Jika dibandingkan dengan kategori rujukan maka nilai ini berada pada kategori antara 6-7 sehingga dapat disimpulkan bahwa Peranan BUMDes Honihama dalam membina usaha tergolong cukup baik. Hal ini dikarenakan belum terbentunya sebuah kelompok tani untuk mewadahi Frekusensi (Oran. Persentase (%) seluruh kegiatan petani dalam upaya meningkatkan produksi usahatani jagung. Hasil penelitian ini berbanduig terbalik dengan penelitian yang dilakukan oleh Suryani et al. yang berjudul AuPeran Badan Usaha Milik Desa (BUM Des. Langkafe memberdayakan petani vanili di Desa Luba Kecamatan Lembur Kabupaten Alor. Tahun 2020. Hasil penelitan menunjukan bahwa bina usaha dengan indikato pembinaak kepada petani dalam upaya untuk melakukan pengembangan jejaring serta pengembangan sarana prasarana pendukung usaha buiaya vanili menunjukan bahwa sebesar 51,5 % menyatakan bahwa BUM Desa sudah berperan memfasilitasi pemasaran vanili dan menjalin kerja sama untuk penjualan diluar Desa Luba. Bina Modal Tabel 6. Distribusi Responden Terhadap Penanan BUMDes Honihama dalam Membina Modal Dayen Muli, et al. Peranan Badan Usaha Milik Desa Honihama. Page 82 Buletin Ilmiah IMPAS Volumen 23 No. 1 Edisi April 2022 Pencapaian Skor Kategori Tingkat Maksimum Peranan 1 4 -6 Sangat tidak baik 2 7-9 Tidak baik 3 10 Ae 12 Cukup baik 4 13 Ae 15 Baik 5 15 Ae 18 Sangat baik Jumlah Sumber:Data primer diolah, tahun 2020 Tabel 6 diketahui bahwa petani responden yang menyatakan peranan BUMDes Honihama dalam membina modal petani berada pada kategori baik sebanyak 12 orang . %), kemudian 14 orang . %) menyatakan peranan BUMDes Honihama dalam membina modal petani cukup baik, namun masih terdapat 4 orang . %) menyatakan peranan BUMDes Honihama dalam membina modal tidak baik, hal ini dikarenakan penyediaan sarana produksi dan alat pertanian masih terbatas sehingga belum memenuhi kebutuhan petani. Hasil analisis data menunjukan skor rata-rata peranan BUMDes Honihama dalam membina modal petani yakni = = 11,83. Jika dibandingkan dengan kategori rujukan maka nilai ini berada pada kisaran antara 10- 12, sehingga dapat dikatakan bahwa peranan BUMDes Honihama dalam membina modal petani Aucukup baikAy. Hal ini dikarenakan penyediaan modal dari BUMDes berupa pengadaan sarana produksi dan alat pertanian masih terbatas sehingga belum sesuai dengan kebutuhan petani. hasil penelitian ini berbanding terbalik dengan penelitian dari Bulu et al. yang berjudul AuPemberdayaan Kelompok Tani Sayur Organik Melalui Pemanfaatan Boi Urin Sapi di Desa Netpala Kecamatan Mollo Utara Kabupaten Timor Tengah Sealatan. Tahun 2018. Hasil penelitian menunjukan bahwa pemberayaan petani di Desa Netpala yang dilakukan oleh Pemerintah melalui TTP telah berhasil dilaksanakan dalam membina modal yang dimiliki oleh petani responden dibandingkan sebelum TTP hadir di Desa Netpala. Persepsi petani terhadap bina modal berada pada kategori tinggi dengan persentase pencapain skor maksimum sebesar sebesar 87,56%. PENUTUP Frekuensi . p-ISSN : 0853-7771 e-ISSN : 2714-8459 Persentase (%) Kesimpulan Setelah melakukan penelitian di Desa Tuwagoetobi Kecamatan Witihama Kabupaten Flores Timur tentang Peranan Badan Usaha Milik Desa (BUMDe. Honihama dalam memberdayakan petani dapat disimpulkan bahwa: Kinerja usahatani jagung . roduksi dan penerimaa. melalui kegiatan pertanian yang dilakukan oleh BUMDes Honihama selama 2 . tahun yaitu pada tahun 2019 583 kg dengan total penerimaan sebesar Rp. 000 dan pada tahun 2020 total produksi sebanyak 19. 203 kg dengan total penerimaan Rp. hal ini menunjukan bahwa kehadiran BUMDes Honihama pengetahuan tentang cara pe ngelolaan usahatani jagung yang baik serta penyertaan modal kepada petani memberikan dampak cukup baik kepada petani jagung sehingga produksi dan penerimaan petani mengalami Peranan Badan Usaha Milik Desa (BUMDe. Honihama memberdayakan petani meliputi bina manusia, bina usaha, bina modal tergolong Au cukup baikAy dengan skor rata-rata 32,57. Sehingga peranan BUMDes Honihama dalam memberdayakan usahatani jagung belum secara optimal, karena pelaksanaan sosialisasi dan pelatihan serta pengadaan modal masih terbatas. Saran Berdasarkan Untuk meningkatkan kinerja usahatani . roduksi diharapkan agar penyediaan modal oleh Dayen Muli, et al. Peranan Badan Usaha Milik Desa Honihama. Page 83 Buletin Ilmiah IMPAS Volumen 23 No. 1 Edisi April 2022 p-ISSN : 0853-7771 e-ISSN : 2714-8459 BUMDes sesuai dengan kebutuhan petani Petani Kelapa Pola Swadaya Di Desa Bente sehingga produksi jagung tidak mengalami Kecamatan Mandah Kabupaten Indragiri fluktuasi dan perekonomaian petani Hilir. Jom Faperta, 2. Sugiyono. Metode Penelitian Kombinasi Dalam pelaksanaan pemberdayaan usahatani (Mixed Method. Bandung: Alfabeta, 28, 1Ae jagung diharapkan BUMDes memiliki bidang Supriyanto. Metodologi Riset Manajemen Sumber Daya Manusia. Uin. eningkatkan pelatihan kepada petan. Maliki Press. Bina usaha . eningkatkan pendampingan Suryani. Abdurrachman. , & Kapioru. usaha dalam hal pemasaran produksi . Peran Badan Usaha Milik Desa (Bum jagun. dan bina modal . eningakatkan Des. Dalam Memberdayakan Petani Vanili penyediaan modal sesuai dengan kebutuhan (Vanilla Planifoli. Di Desa Luba Kecamatan petan. sehingga kegiatan pemberdayaan Lembur. Kabupaten Alor. Buletin Ilmiah dapat berjalan dengan baik dan efektif. Impas, 22. , 1Ae8. Utari. Putra. , & Parining. Strategi Pemberdayaan DAFTAR PUSTAKA Kelompok Wanita Tani Sanur Asri Lestari Bulu. Kapioru. , & Nainiti. Dalam Pengembangan Urban Farming Di Pemberdayaan Kelompok Tani Sayur Organik Desa Sanur Kauh. Kecamatan Denpasar Melalui Pemanfaatan Bio Urine Sapi Di Desa Selatan. Jurnal Agribisnis Dan Agrowisata. Netpala Kecamatan Mollo Utara Kabupaten 384Ae393. Timor Tengah Selatan. Studi Kasus Https://Ojs. Unud. Ac. Id/Index. Php/JAA/article Kelompok Tani Binaan Taman Teknologi /download/67684/37501 Pertanian Mollo. Buletin Ilmiah IMPAS. Witihama. Tentag Produksi. Luas 19. , 75Ae Panen, dan Rata-rata Produktivitas Jagung. https://doi. org/10. 35508/impas. Darwita. , & Redana. Peranan Badan Usaha Milik Desa (Bumde. Dalam Pemberdayaan Masyarakat Dan Penanggulangan Pengangguran Di Desa Tejakula Kecamatan Tejakula Kabupaten Buleleng. Locus, 9. Edy. , & Suherman. Peran Kelembagaan Badan Usaha Milik Desa (Bumde. Dalam Meningkatkan Produksi Petani Cabai Rawit Di Desa Waondowolio Kecamatan Kapontori Kabupaten Buton. Media Agribisnis, 5. , 42Ae51. Mardikanto. , & Soebianto. Pemberdayaan Masyarakat Dalam Perspektif Kebijakan Publik. Alfabeta. Maryunani. Pembangunan Bumdes Dan Pemberdayaan Pemerintah Desa. Cv Pustaka