BALANCE : JURNAL AKUNTANSI DAN BISNIS Vol 10. No 1. Juni 2025. Hal 117 - 130 Pengaruh Ukuran Perusahaan. Struktur Modal, dan Corporate Social Responsibility Terhadap Kinerja Keuangan Oleh : Info Artikle : Afridayani1 Universitas Pamulang. Tangerang Selatan. Banten. Indonesia dosen02174@unpam. Diterima : 2 Mei 2025 Direview : 10 Mei 2025 Disetujui : 26 Mei 2025 Irenne Putren2 Universitas Pamulang. Tangerang Selatan. Banten. Indonesia dosen01820@unpam. Co Author *dosen02174@unpam. ABSTRACT This research aims to determine the influence of company size, capital structure, and corporate social responsibility on financial performance. This type of research uses a quantitative approach with an associative type. The population of the study is companies in the basic materials sector listed on the Indonesia Stock Exchange during the period 20192023. The sampling technique used is purposive sampling. Hypothesis answers were obtained through panel data regression analysis using the statistical tool eviews 12. The results of the study indicate that company size and corporate social responsibility do not affect financial performance, while capital structure does affect financial performance. Keywords: Company Size. Capital Structure. Corporate Social Responsibility. Financial Performance ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk menentukan pengaruh ukuran perusahaan, struktur modal, dan tanggung jawab sosial perusahaan terhadap kinerja keuangan. Jenis penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan tipe asosiasi. Populasi dari penelitian ini adalah perusahaan di sektor bahan dasar yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia selama periode 2019-2023. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah purposive sampling. Jawaban hipotesis diperoleh melalui analisis regresi data panel menggunakan alat statistik EViews versi 12. 0 untuk Windows. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ukuran perusahaan dan tanggung jawab sosial perusahaan tidak berpengaruh pada kinerja keuangan, sedangkan struktur modal berpengaruh pada kinerja keuangan. Secara simultan, ukuran perusahaan, struktur modal, dan tanggung jawab sosial perusahaan berdampak pada kinerja Kata Kunci: Corporate Social Responsibility. Kinerja Keuangan. Struktur Modal. Ukuran Perusahaan *Corresponding AuthorAos Email : balance. aktfeb@gmail. ISSN PRINT : 2548-7523 | E-ISSN : 2613-8956 http://jurnal. um-palembang. id/balance Afridayani. Irenne PENDAHULUAN Pada era globalisasi dan modernisasi, setiap perusahaan dituntut untuk mampu bersaing dalam mempertahankan eksistensinya. Salah satu tujuan utama dari aktivitas bisnis adalah memperoleh laba maksimal. Kinerja keuangan menjadi alat penting untuk menilai sejauh mana perusahaan melaksanakan kegiatan operasionalnya sesuai dengan prinsip-prinsip keuangan yang baik (Hutabarat et al. , 2. Perusahaan yang ingin mencapai tujuan tidak hanya fokus pada pencapaian laba, tetapi juga pada efektivitas kinerja yang dapat diukur dengan indikator tertentu. Pengukuran kinerja diperlukan untuk mengetahui perkembangan perusahaan di masa mendatang. Laporan keuangan menjadi alat utama dalam proses ini karena memberikan informasi penting bagi pihak internal dan eksternal perusahaan (Akbar et al. , 2. Melalui laporan keuangan, kinerja perusahaan dapat dievaluasi berdasarkan pencapaian yang sudah diraih (Rengganis et al. Pandemi COVID-19 sejak akhir 2019 turut berdampak pada banyak sektor industri, termasuk sub sektor plastik dan kemasan. Namun, sektor ini justru menunjukkan pertumbuhan signifikan karena meningkatnya permintaan produk berbahan plastik seperti masker, botol sanitizer, dan alat medis Kebutuhan biji plastik dapat meningkat sekitar 107 juta unit pada tahun 2024 . com, 2. Kinerja menggambarkan kondisi keuangannya dan dapat menjadi dasar prediksi di masa depan (Diana & Osesoga, 2. Naik turunnya kinerja ini tercermin dalam laporan keuangan perusahaan, khususnya melalui data aset dan laba. Fenomena selama pandemi menunjukkan adanya fluktuasi pada beberapa perusahaan di sub sektor plastik dan Data dari PT Argha Karya Prima Industry Tbk. PT Tunas Alfin Tbk, dan PT Panca Budi Idaman Tbk menunjukkan peningkatan profit selama pandemi, yang menunjukkan bahwa faktor lain, selain kondisi ekonomi global, turut memengaruhi kinerja keuangan (Nur Amalia & Khuzaini, 2. Salah satu faktor yang memengaruhi kinerja keuangan adalah ukuran Perusahaan dengan ukuran besar biasanya memiliki pangsa pasar yang luas dan kapasitas operasional tinggi, namun membutuhkan pendanaan yang memadai untuk menjalankan aktivitasnya secara optimal. Selain ukuran perusahaan, struktur modal juga memengaruhi kinerja keuangan. Struktur modal mencerminkan komposisi antara utang dan modal sendiri, yang harus dikelola dengan baik untuk menjamin kelangsungan operasional (Muslimah et al. , 2. Struktur modal yang seimbang memungkinkan perusahaan mengakses pendanaan eksternal tanpa membebani operasionalnya secara berlebihan. Faktor lain yang semakin relevan dalam menilai kinerja keuangan adalah Corporate Social Responsibility (CSR). Penerapan CSR berdampak positif terhadap kinerja keuangan perusahaan dengan cara meningkatkan reputasi, loyalitas pelanggan, dan kepercayaan investor. CSR juga membantu perusahaan menjaga keberlanjutan bisnis dan mengurangi risiko sosial serta hukum (Vira, 2. Kegiatan CSR seperti pelestarian lingkungan, dukungan terhadap masyarakat sekitar, dan transparansi sosial telah menjadi bagian dari tanggung jawab perusahaan, sebagaimana diatur dalam UU No. 40 Tahun 2007 dan PP No. Tahun 2012. Beberapa studi terdahulu menunjukkan hasil yang beragam terkait pengaruh ukuran perusahaan, struktur modal, dan CSR terhadap kinerja keuangan. Sebagian penelitian menyatakan pengaruhnya signifikan dan positif (Yuliani, 2. (Onoyi & Windayati, 2. (Nur Amalia & Khuzaini, 2. , sebagian lainnya menemukan pengaruh negatif atau tidak signifikan (Qilmi yuniska. Rahmatin, 2. Oleh karena itu, penelitian ini penting untuk memberikan bukti empiris baru mengenai hubungan antar variabel tersebut pada konteks sektor plastik dan kemasan di Indonesia KAJIAN PUSTAKA Teori sinyal . ignalling theor. Teori sinyal . ignalling theor. menjelaskan bahwa manajemen perusahaan memberikan informasi, seperti laporan keuangan, sebagai sinyal kepada pihak luar untuk menunjukkan prospek perusahaan (Siahaan et al. , 2. Hal ini dilakukan karena manajemen memiliki informasi yang lebih lengkap dan akurat dibandingkan investor, sehingga sinyal ini membantu pihak ketiga dalam pengambilan keputusan (Metta & Efriyanti, 2. Stakeholder Theory Stakeholder theory, menyatakan bahwa perusahaan tidak hanya bertujuan untuk memenuhi kepentingan pemilik atau pemegang saham, tetapi juga harus memperhatikan dan memberikan manfaat kepada berbagai pihak yang terlibat atau terdampak oleh aktivitas perusahaan, seperti karyawan, pelanggan, masyarakat, dan pemerintah. Afridayani. Irenne Teori ini menekankan pentingnya hubungan timbal balik antara perusahaan dan para stakeholder dalam rangka mendukung keberlanjutan bisnis (Melati, 2. pihak eksternal. Kesempatan ini mempengaruhi operasi perusahaan tersebut. Berikut adalah rumus yang dapat digunakan untuk mengukur ukuran perusahaan (Rambe, 2. Kinerja Keuangan Kinerja menggunakan Return on Assets (ROA). Return on Assets adalah rasio yang digunakan untuk mengetahui kemampuan perusahaan dalam menghasilkan keuntungan berdasarkan aset yang digunakan perusahaan. Dengan menggunakan ROA dapat mengukur kemampuan dari perusahaan tersebut apakah sesuai dengan keuntungan yang diperoleh pada periode yang lalu agar keuntungan tersebut dapat digunakan pada masa atau periode (Klikpajak, 2. Return on Assets bertujuan untuk menentukan tingkat kontribusi aset dalam menghasilkan laba bersih perusahaan. Semakin tinggi return on assets, semakin besar laba bersih yang dihasilkan. Return on Assets juga digunakan untuk mengukur efektivitas manajemen perusahaan dalam mengelola investasi yang ada di dalam ROA dihitung menggunakan rumus Keterangan: : Logaritma natural Keterangan ROA Net Income Total Asset : Tingkat Pengembalian Aset : Pendapatan Bersih : Jumlah Keseluruhan Aset Ukuran Perusahaan Ukuran perusahaan adalah Sebuah skala yang dapat diukur dengan total aset dan penjualan yang dapat menunjukkan kondisi suatu perusahaan, di mana perusahaan yang lebih besar akan memiliki keunggulan dalam sumber dana yang diperoleh untuk membiayai investasi mereka dalam menghasilkan keuntungan. Ukuran perusahaan dapat digunakan untuk mewakili karakteristik keuangan suatu perusahaan. Ukuran perusahaan adalah ukuran, skala, atau variabel yang menggambarkan ukuran perusahaan berdasarkan beberapa kriteria, seperti total aset, ukuran log, nilai pasar, saham, total penjualan, total pendapatan, total modal, dan lainnya. Pasal 1 Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2008 menyatakan bahwa perusahaan diklasifikasikan ke dalam 4 kategori: mikro, kecil, menengah, dan besar. Ukuran Perusahaan yang lebih besar akan lebih mudah untuk mendapatkan pendanaan dari Struktur Modal Struktur modal adalah perimbangan atau perbandingan antara modal ditahan dan kepemilikan perusahaan dengan modal asing yang berupa utang jangkapendek maupun utang jangka struktur modal digunakan untuk pengaturan pendanaan dalam menjalankan usaha. Pengelolaan struktur modal ini bertujuan untuk mengintegrasikan sumber pendanaan permanen yang akan digunakan untuk kegiatan operasional perusahaan, yang akan memaksimalkan nilai Pengelolaan struktur modal ini bertujuan untuk mengintegrasikan sumber pendanaan permanen yang digunakan untuk kegiatan operasional perusahaan, yang akan berguna dalam memaksimalkan nilai perusahaan (Lathifa, 2. Berikut adalah rumus untuk menghitung Debt to Equity Ratio (Kumalasari. Keterangan DER Total Liability Total Equity : Perbandigan Modal : Jumlah Keseluruhan Utang : Jumlah Keselutuhan Modal Corporate Social Responsibility Corporate Social Responsibility merupakan komitmen perusahaan untuk berperilaku etis dan berkontribusi terhadap pembangunan ekonomi yang berkelanjutan, dengan terus meningkatkan kualitas hidup para pekerja atau karyawan, lingkungan serta masyarakat luas (World Business Council on Sustainable Developmen. Di Indonesia, istilah Tanggung Jawab Sosial Perusahaan mulai dikenal pada tahun 1980-an. Namun, istilah ini semakin populer pada tahun 1990-an. Mirip dengan sejarah munculnya Tanggung Jawab Sosial Perusahaan di dunia, di mana istilah Tanggung Jawab Sosial Perusahaan muncul ketika kegiatan Tanggung Jawab Sosial Perusahaan sudah berlangsung. Ini termasuk kegiatan bantuan bencana, distribusi tunjangan hari raya, dan beasiswa yang dilakukan oleh perusahaan. Melalui konsep investasi sosial perusahaan 'sabuk pengaman', yang didirikan pada Afridayani. Irenne tahun 2000-an (GoCsr, 2. Jika perusahaan mengungkapkan per item, diberikan nilai satu . , dan jika perusahaan tidak mengungkapkan, diberikan nilai nol . Metode pengukuran yang digunakan untuk menilai indikator CSR adalah analisis konten. Rumus yang digunakan untuk menghitung CSR yaitu (Salsabila, 2. Keterangan CSRDI j : Corporate Social Responsibility Disclosure Index Perusahaan-j : Jumlah item untuk perusahaan j Xij : Dummy variable, jika item diungkapkan maka bernilai 1 jika tidak maka bernilai Afridayani. Irenne Pengaruh Ukuran Perusahaan Terhadap Kinerja Keuangan Ukuran perusahaan merupakan skala yang dapat diukur melalui total aset dan penjualan yang mencerminkan kondisi perusahaan. Ukuran ini berpengaruh terhadap kegiatan operasional dalam memaksimalkan aktiva guna memperoleh laba optimal (Diana & Osesoga, 2. Perusahaan besar biasanya memiliki aset lebih banyak, laba yang stabil, serta melakukan di versifikasi usaha lebih luas dibanding perusahaan kecil, sehingga risiko kegagalan usaha atau kebangkrutan lebih Penelitian yang dilakukan oleh (Dwi Damayanti & Septiyanti, 2. (Onoyi & Windayati, 2. ) menunjukkan bahwa ukuran perusahaan memiliki dampak yang positif dan signifikan terhadap kinerja keuangan. Namun, penelitian yang dilakukan oleh (Nur Amalia & Khuzaini, 2. menemukan bahwa ukuran perusahaan justru berpengaruh negatif terhadap kinerja keuangan. Adapun penelitian mengenai ukuran perusahaan yang dilakukan (Sihombing et al. , 2021 . Kurniawati, ,Harsono & Pamungkas, 2. Menyatakan hasil bahwa Ukuran Perusahaan tidak memiliki pengaruh terhadap kinerja keuangan. Dari hasil penelitian di atas dapat memunculkan hipotesis penelitian sebagai berikut: H1: Diduga Ukuran Perusahaan memiliki pengaruh terhadap Kinerja Keuangan Pengaruh Struktur Modal Terhadap Kinerja Keuangan Struktur modal adalah gabungan spesifik antara utang dan ekuitas yang digunakan perusahaan untuk membiayai operasi serta pertumbuhannya, di mana penggunaan utang dapat memudahkan perusahaan masuk ke pasar modal untuk memperoleh permodalan. Struktur modal berpengaruh langsung terhadap posisi keuangan perusahaan, dan pengaturan modal yang baik dapat mendukung pengembangan bisnis. (Sinta Alkhoir, 2. , struktur modal dapat diartikan sebagai perbandingan antara utang jangka panjang dan modal sendiri sebagai penyeimbang modal. Penerapan struktur modal yang tepat tujuannya, dengan pendanaan yang baik untuk mendukung operasional. Selain itu, struktur modal bertujuan untuk memadukan sumber-sumber dana permanen yang digunakan dalam operasional perusahaan guna meningkatkan kinerja keuangan dan nilai perusahaan (Lathifa, 2. Sejalan dengan penelitian (Nur Amalia & Khuzaini, 2021. Yuliani, 2021. Arya Rahman, 2. yang menyatakan bahwa struktur modal memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja keuangan, selain itu ada juga penelitian yang dilakukan (Cahyani & Puspitasari, 2023 . Harsono & Pamungkas. Rahmatin, 2. yang menyatakan bahwa struktur modal tidak memiliki pengaruh terhadap kinerja keuangan. Maka dari itu dari perbedaan hasil penelitian tersebut dapat memunculkan hipotesis penelitian sebagai berikut: H2: Diduga Struktur Modal memiliki pengaruh terhadap Kinerja Keuangan Pengaruh Corporate Social Responsibility Terhadap Kinerja Keuangan Tanggung Jawab Sosial Perusahaan (CSR) adalah strategi yang digunakan oleh mempertahankan citra mereka di mata publik. Perusahaan perlu mematuhi norma yang berlaku untuk membangun kepercayaan publik. CSR dirumuskan sebagai strategi perusahaan untuk memenuhi serta mengakomodasi kebutuhan dan kepentingan para pemangku kepentingan atau Fenomena CSR muncul seiring meningkatnya kesadaran bahwa keberlanjutan perusahaan . dalam jangka panjang lebih penting daripada sekadar mengejar keuntungan . Kepedulian perusahaan terhadap lingkungan dan masyarakat membawa dampak positif, seperti meningkatnya kepercayaan masyarakat terhadap produk yang dihasilkan, yang pada akhirnya juga berdampak baik bagi Penelitian yang sudah dilakukan oleh (Dwi Damayanti & Septiyanti, 2. menyatakan bahwa Corporate Social Responsibility memiliki pengaruh positif terhadap kinerja keuangan. Berbeda dengan penelitian yang dilakukan (Alviansyah & Adiputra, 2. yang menyatakan bahwa Corporate Social Responsibility memiliki pengaruh negatif terhadap kinerja keuangan. Penelitian yang dilakukan oleh ( (Qilmi yuniska, 2021 . Monalisa & Serly, 2023. (Ramadhan & Sulistyowati, 2022. Afifah & Syafruddin, 2. menyatakan bahwa Corporate Social Responsibility tidak memiliki pengaruh terhadap kinerja keuangan. Dari penelitian diatas memunculkan hipotesis sebagai berikut: H3: Diduga Corporate Social Responsibility memiliki pengaruh terhadap Kinerja Keuangan. Afridayani. Irenne Pengaruh Ukuran Perusahaan. Struktur Modal dan Corporate Social Responsibility secara simultan Terhadap Kinerja Keuangan Penelitian ini selain mengkaji secara parsial pengaruh Ukuran Perusahaan. Struktur Modal dan Corporate Social Responsibility terhadap Kinerja Keuangan juga melakukan pengukuran secara simultan sehingga muncul hipotesis sebagai H4: Diduga Ukuran Perusahaan. Struktur Modal dan Corporate Social Responsibility memiliki pengaruh simultan terhadap Kinerja Keuangan. METODOLOGI PENELITIAN Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan asosiatif. Populasi penelitian terdiri dari perusahaan di sub-sektor plastik dan kemasan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia untuk periode 2019Ae2023. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah purposive sampling. Data yang digunakan adalah data sekunder berupa laporan keuangan dan laporan keberlanjutan perusahaan. Analisis data dilakukan dengan menggunakan regresi data panel. Variabel dependen adalah Return on Assets (ROA), sedangkan variabel independennya terdiri dari ukuran perusahaan (Ln Total Asset. , struktur modal (Debt to Equity Rati. , dan Tanggung Jawab Sosial Perusahaan (Indeks Pengungkapan CSR). Analisis data dilakukan dengan pengujian hipotesis dan uji statistik yang dibantu oleh program Eviews 12 untuk Windows. Teknik analisis yang digunakan meliputi pengujian kecocokan model, uji Chow (CEM dan FEM), uji Hausman (REM). Lagrange Multiplier (LM), uji asumsi klasik, uji data panel, koefisien determinasi, uji t, dan uji F. Hasil dari pengumpulan sampel peneliti memperoleh sampel sebanyak 23 perusahaan sektor basic materials selama 5 tahun dengan total data 115 sampel yang memenuhi kriteria. Berikut tabel 1 menyajikan perolehan sampel. Tabel 1. Rincian Perolehan Sampel Penellitian Kriteria Tidak Memenuhi Kriteria Perusahaan sektor industri dasar dan kimia yang aktif dan tercatat di Bursa Efek Indonesia (BEI) tahun 2019-2023 Perusahaan sektor industri dasar dan kimia yang melaporkan . laporan keuangan berturut-turut selama periode 2019-2023 Perusahaan sektor industri dasar dan kimia yang melaporkan laporan tahunan berturut-turut selama periode 2019-2023 Perusahaan sektor industri dasar dan kimia yang memiliki . laba positif periode 2019-2023. Perusahaan sektor industri dasar dan kimia yang menyajikan laporan keuangan dengan mata uang rupiah selama periode 2019- 2023 Tahun Pengamatan Data penelitian=Sampel x Tahun pengamatan Memenuhi Kriteria 5 Tahun Sumber: Data diolah . HASIL DAN PEMBAHASAN Hasil Analisis Estimasi Model Common Effect Model (CEM) adalah menggabungkan semua data deret waktu dan data lintas sektor dan kemudian memperkirakan model menggunakan metode OLS (Ordinary Least Squar. , yang sering disebut sebagai pendekatan PLS (Pooled Least Squar. Afridayani. Irenne Tabel 2. Hasil Regresi Common Effect Model (CEM) Dependent Variable: Y Method: Panel Least Squares Date: 07/20/24 Time: 12:20 Sample: 2019 2023 Periods included: 5 Cross-sections included: 23 Total panel . observations: 115 Variable Coefficient Std. Error t-Statistic R-squared Mean dependent var Adjusted R-squared dependent var of regression Akaike info criterion Sum squared resid Schwarz criterion Log likelihood Hannan-Quinn criter. F-statistic Durbin-Watson stat Prob(F-statisti. Sumber: Data diolah . Common Effect Model (CEM) menunjukkan bahwa hanya struktur modal (X. yang berpengaruh signifikan terhadap kinerja keuangan, dengan nilai probabilitas 0. 0061 (< 0. dan arah pengaruh negatif. Sedangkan ukuran Prob. perusahaan (X. dan CSR (X. tidak signifikan dengan nilai p > 0. Pendekatan Fixed Effect Model mengestimasi data panel menggunakan variabel dummy untuk menjelaskan perbedaan intercept. Berikut hasil dari uji Fixed Effect Model: Tabel 3. Hasil Regresi Fixed Effect Model (FEM) Dependent Variable: Y Method: Panel EGLS (Cross-section weight. Date: 07/20/24 Time: 12:22 Sample: 2019 2023 Periods included: 5 Cross-sections included: 23 Total panel . observations: 115 Linear estimation after one-step weighting matrix Variable Coefficient Std. Error t-Statistic Effects Specification Cross-section fixed . ummy variable. Weighted Statistics R-squared Mean dependent var Adjusted R-squared dependent var of regression Sum squared resid F-statistic Durbin-Watson stat Prob(F-statisti. Prob. Sumber: Data diolah . Afridayani. Irenne Tabel 3. Hasil Regresi Fixed Effect Model (Lanjuta. Unweighted Statistics R-squared Mean dependent var Sum squared resid Durbin-Watson stat Sumber: Data diolah . Fixed Effect Model (FEM) juga memperkuat hasil tersebut, di mana struktur modal (X. kembali menunjukkan pengaruh yang negatif dan sangat signifikan terhadap kinerja keuangan . value = 0. Sementara itu, ukuran perusahaan (X. dan CSR (X. tetap tidak signifikan. Pendekatan Random Effect Model digunakan untuk memperbaiki efisiensi proses least square dengan memperhitungkan error dari crosection dan time- series. Model REM merupakan variasi dari estimasi Generalized Least Square (GLS). Tabel 4. Hasil Regresi Random Effect Model (REM) Dependent Variable: Y Method: Panel EGLS (Cross-section random effect. Date: 07/20/24 Time: 19:03 Sample: 2019 2023 Periods included: 5 Cross-sections included: 23 Total panel . observations: 115 Swamy and Arora estimator of component variances Variable Coefficient Std. Error Effects Specification R-squared Adjusted Rsquared of regression F-statistic Prob(F-statisti. R-squared Sum squared resid Sumber: Data diolah . t-Statistic Prob. Rho Cross-section random Idiosyncratic random Weighted Statistics Mean dependent var dependent var Sum squared resid Durbin-Watson stat Unweighted Statistics Mean dependent var Durbin-Watson stat Random Effect Model (REM) menghasilkan kesimpulan yang serupa, di mana struktur modal (X. berpengaruh signifikan . -value = 0. dan negatif terhadap kinerja keuangan. Variabel lainnya tetap tidak signifikan. Variabel struktur modal (X. adalah satusatunya variabel independen yang secara konsisten Afridayani. Irenne berpengaruh signifikan dan negatif terhadap kinerja keuangan perusahaan di ketiga model. Nilai koefisien yang negatif pada X2 di semua model menunjukkan bahwa semakin besar proporsi utang dalam struktur modal, maka kinerja keuangan perusahaan cenderung menurun. Adapun ukuran perusahaan (X. dan corporate social responsibility (X. tidak memiliki pengaruh yang signifikan terhadap kinerja keuangan, karena nilai probabilitasnya berada di atas 0. 05 dalam seluruh model yang diuji. Dari ketiga model. Fixed Effect Model (FEM) dipilih sebagai model terbaik karena memiliki nilai R-squared tertinggi . , yang berarti model ini mampu menjelaskan variabilitas kinerja keuangan perusahaan sebesar 89,78%. Selain itu, model ini juga lolos uji simultan (Prob F-statistic = 000. dan memiliki nilai Durbin-Watson sebesar 089887, yang menunjukkan tidak adanya Uji Kesesuaian Model Menguji kesesuaian atau kecocokan dari tiga metode pada teknik estimasi dengan model data panel telah dilakukan Uji Chow. Uji Hausman dan Uji Langrange Multiplier (Priyatno, 2. Tabel 5. Hasil Uji Chow Redundant Fixed Effects Tests Equation: Untitled Test cross-section fixed effects Effects Test Statistic Cross-section F Sumber: Data diolah . Hasil keluaran dari uji Chow yang ditunjukkan dalam Tabel 5 menunjukkan bahwa nilai probabilitas F sebesar 0. 0000 berarti bahwa nilai probabilitas sebesar 0. 0000 lebih kecil dari . Prob. tingkat signifikansi 0. 05, jadi model yang dipilih adalah model efek tetap, oleh karena itu model estimasi berikutnya adalah uji Hausman. Tabel 6. Hasil Uji Hausman Correlated Random Effects - Hausman Test Equation: Untitled Test cross-section random effects Chi-Sq. Test Summary Statistic Chi-Sq. Cross-section random Sumber: Data diolah . Hasil output uji hausman ditunjukan pada table 6 dengan nilai probabilitas yang dihasilkan adalah 0,0046 yang menunjukan bahwa nilai probabilitas lebih kecil dari 0,05, maka model yang terpilih adalah fixed effect model. Uji Lagrange Multiplier (LM) Uji Lagrange Multiplier (LM) digunakan untuk menentukan apakah model Efek Acak atau model Ordinary Least Squares (OLS) lebih tepat Metode 1 Uji Chow 2 Uji Hausman Sumber: Data diolah . Prob. Uji signifikansi model Efek Acak dikembangkan oleh Breusch Pagan. Metode Breusch Pagan untuk menguji signifikansi Efek Acak didasarkan pada nilai residu yang diperoleh dari metode OLS. Penelitian ini uji Lagrange Multiplier (LM) tidak digunakan karena pada uji chow dan uji hausman telah menunjukan hasil model yang terpilih adalah fixed effect model. Maka dari Uji Lagrange (LM) tidak perlu dilakukan dan Tabel 7. Kesimpulan Pemilihan Model Pengujian Common Effect vc Fixed Effect Fixed Effect vs Random Effect Hasil Fixed Effect Fixed Effect Afridayani. Irenne Hasil uji yang telah dilakukan diatas dapat diambil kesimpulan bahwa hasil model terbaik pada penelitian ini adalah Fixed effect model Sumber: Data diolah . Uji Asumsi Klasik Pengujian asumsi klasik adalah metode statistik dalam analisis regresi linier berganda yang bertujuan untuk menilai apakah ada masalah asumsi klasik dalam model regresi linier kuadrat terkecil biasa. Tabel 8. Hasil Uji Multikolinearitas Hasil keluaran pada tabel 8 menunjukkan korelasi antara X1 (Ukuran Perusahaa. dan X2 (Struktur Moda. 190884, dan antara X2 (Struktur Moda. dan X3 (Tanggung Jawab Sosial Perusahaa. menunjukkan bahwa tidak ada korelasi di antara variabel independen yang melebihi 0. Oleh karena itu, dalam studi ini, tidak ada multikolinieritas di antara variabel independen. Tabel 9. Hasil Uji Heteroskedastisitas Dependent Variable: RESABS Method: Panel Least Squares Date: 08/13/24 Time: 13:45 Sample: 2019 2023 Periods included: 5 Cross-sections included: 23 Total panel . observations: 115 Variable Coefficient Std. Error t-Statistic 05E-05 Sumber: Data diolah . Tabel 9 menunjukkan nilai probabiliti dari masing-masing variabel lebih dari nilai signifikansi Prob. 0,05 sehingga data pada penelitian ini dinyatakan lolos atau tidak terjadi gejala heteroskedastisitas. Tabel 10. Hasil Uji Autokorelasi Weighted Statistics R-squared Adjusted R-squared of regression F-statistic Prob(F-statisti. Sumber: Data diolah . Berdasarkan tabel 10, nilai Durbin-Watson stat sebesar 2,089887 nilai tersebut berada diantara 1,5 sampai 2,5 jadi dapat dikatakan bahwa model pada penelitian ini tidak terjadi autokorelasi. Mean dependent var dependent var Sum squared resid Durbin-Watson stat Uji Data Panel Uji data panel merupakan jawaban yang bersifat sementara terhadap rumusan masalah penelitian (Ghozali, 2. Afridayani. Irenne Tabel 11. Hasil Uji Koefisien Determinasi R-squared 0. Mean dependent var Adjusted R-squared 0. dependent var of regression 0. Sum squared resid F-statistic 31. Durbin-Watson stat Prob(F-statisti. Sumber: Data diolah . Hasil keluaran pada tabel 11 menjelaskan bahwa koefisien determinasi (R. Adjusted RSquare adalah 0,869116, yang berarti bahwa pengaruh dari variabel independen . kuran Variable Coefficient Sumber: Data diolah . R-squared Adjusted R-squared of regression F-statistic Prob(F-statisti. Sumber: Data diolah . perusahaan, struktur modal, dan tanggung jawab sosial perusahaa. terhadap variabel dependen . inerja keuanga. adalah 86,91%, dan sisa 13,09% dipengaruhi oleh variabel di luar penelitian. Tabel 12. Hasil Uji t Std. Error t-Statistic Hasil uji hipotesis 1, yaitu ukuran perusahaan tidak memiliki pengaruh dan signifikan terhadap kinerja keuangan. Hasil uji hipotesis 2, yaitu struktur modal memiliki pengaruh terhadap Pembahasan Pengaruh Ukuran Perusahaan Terhadap Kinerja Keuangan Hasil uji t yang dilakukan dalam studi ini menunjukkan nilai probabilitas sebesar 0,1647, yang lebih besar dari nilai signifikansi 0,05. Oleh karena itu. H0 diterima dan H1 ditolak. Studi ini Prob. kinerja keuangan. Hasil uji hipotesis 3, yaitu corporate social responbility tidak memiliki pengaruh terhadap kinerja keuangan Tabel 13. Hasil Uji F Mean dependent var dependent var Sum squared resid Durbin-Watson stat Hasil output tabel di atas menunjukkan nilai F-statistic 31,28000, berarti nilai probabilitas lebih besar dari signifikansi 0,05. pencarian F-tabel dengan jumlah . = 115. jumlah variabel = 4. signifikansi 0,05. df1 = 115 dan df2 = 3 sehingga di peroleh nilai F-tabel sebesar 8,5503 maka nilai Fhitung 31,28000 > nilai F-tabel 8,5503. Sehingga secara simultan variabel Ukuran Perusahaan. Struktur Modal, dan Corporate Social Responsibility memiliki pengaruh secara simultan terhadap Kinerja Keuangan. menyimpulkan bahwa ukuran perusahaan tidak berpengaruh terhadap kinerja keuangan. Kinerja keuangan dapat menurun karena tingginya biaya pemeliharaan aset dan lingkup operasi perusahaan yang besar karena peningkatan aset tidak diimbangi dengan jumlah keuntungan yang diperoleh Ini berarti bahwa perusahaan masih kurang efektif dalam pengelolaan aset untuk meningkatkan keuntungan. Perusahaan dengan total aset besar mencerminkan kemampuan Perusahaan besar dan mapan umumnya memiliki kondisi keuangan yang stabil, dan ukuran perusahaan yang besar dapat meningkatkan skala ekonomi. Hasil penelitian ini sejalan oleh penelitian (Kurniawati, 2. yang menyatakan bahwa ukuran perusahaan tidak berpengaruh pada kinerja keuangan. Temuan dari studi ini sejalan dengan Teori Signaling, yang menyatakan bahwa ukuran perusahaan tidak Afridayani. Irenne secara langsung mempengaruhi kinerja keuangan. Teori Signaling menekankan bahwa informasi yang diberikan oleh perusahaan, seperti total aset, tidak dapat secara akurat memprediksi kinerja keuangan Pengaruh Struktur Modal Terhadap Kinerja Keuangan Hasil uji t menunjukkan bahwa nilai probabilitas struktur modal adalah 0,0000, yang lebih kecil dari level signifikansi . Oleh karena itu. H0 ditolak dan H2 diterima. Ini berarti bahwa struktur modal berpengaruh terhadap kinerja Temuan penelitian ini sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh (Yuliani, 2. yang menyatakan bahwa Struktur Modal berpengaruh terhadap kinerja keuangan. Keputusan perusahaan dalam mengakuisisi modal dengan melibatkan pihak eksternal memiliki pengaruh positif. operasional perusahaan. Perusahaan mendapat pendanaan yang cukup dari struktur modal yang Struktur modal yang dijalankan dengan baik akan mempengaruhi kinerja perusahaan dalam Jalinan hubungan yang baik dengan pihak eksternal yang memberikan modal dapat meningkatkan kepercayaan terhadap Sejalan dengan teori stakeholder yang juga menyatakan bahwa adanya stakeholder yang merupakan pihak eksternal perusahaan dapat memberikan pengaruh terhadap tingkat laba yang di peroleh perusahaan. Peningkatan laba dan struktur modal yang baik memberikan pengaruh terhadap kinerja keuangan. Pengaruh Corporate Social Responbility Terhadap Kinerja Keuangan Tanggung jawab sosial perusahaan tidak berpengaruh terhadap kinerja keuangan karena nilai signifikansinya lebih besar dari probabilitas, dengan kata lain, 0,7469 > 0,05. Ini menunjukkan bahwa H0 diterima dan H3 ditolak. Hasil penelitian ini konsisten dengan penelitian sebelumnya (Monalisa & Serly, 2023 . Ramadhan & Sulistyowati, 2. yang menyatakan bahwa corporate social responbility tidak memiliki pengaruh terhadap kinerja keuangan. Penelitian ini didukung dengan teori stakeholder yang menyatakan bahwa perusahaan harus bertanggungjawab juga terhadap Dimana Corporate social responsibility pada dasarnya merupakan tanggungjawab perusahaan terhadap lingkungan, ini dilakukan dengan mengungkapkan Corporate social Corporate social responsibility pada penelitian tidak memiliki pengaruh terhadap kinerja keuangan karena pengungkapan Corporate social responsibility yang dilakukan oleh perusahaan tidak dilakukan dengan konsisten. Pengungkapan ini menjadi penilaian konsumen yang berpengaruh terhadap tingkat pembelian terhadap produk Karena tingkat pengungkapan yang dilakukan belum konsisten maka bisa menjadi sebab naik turunya laba perusahaan yang disebabkan karena naik turunnya tingkat penjualan produk dari perusahaan. Pengaruh Ukuran Perusahaan. Struktur Modal, dan Corporate Social Responbility terhadap Kinerja Keuangan. Hasil dari tes dalam studi ini menunjukkan bahwa dalam uji f . ecara simulta. untuk semua model menunjukkan nilai 0. 00000, yang kurang dari tingkat signifikansi . Selanjutnya, nilai F yang dihitung sebesar 31. 28000 > nilai F kritis sebesar Dengan demikian, secara simultan, variabel ukuran perusahaan, struktur modal, dan tanggung jawab sosial perusahaan memiliki pengaruh terhadap kinerja keuangan. KESIMPULAN Penelitian ini menunjukkan bahwa dari tiga variabel yang diuji terhadap kinerja keuangan perusahaan di sektor industri dasar dan kimia di IDX . 9Ae2. , hanya struktur modal yang memiliki efek individu yang signifikan. Ukuran perusahaan dan corporate social responsibility (CSR) tidak berpengaruh signifikan secara terpisah. Namun, secara simultan, ketiga variabel tersebut berpengaruh signifikan terhadap kinerja keuangan. Secara keseluruhan, temuan ini menegaskan bahwa meskipun tidak semua faktor secara individu memengaruhi kinerja keuangan, namun dalam kombinasi tertentu, pengaruhnya menjadi signifikan. Hal ini memberikan implikasi bagi manajemen perusahaan untuk lebih memperhatikan struktur modal sebagai faktor dominan dalam mengelola kinerja keuangan, serta mempertimbangkan strategi CSR dan pengelolaan ukuran perusahaan secara lebih integratif. Rekomendasi Penelitian keterbatasan yang perlu diperhatikan dalam menafsirkan hasilnya. Pertama variabel independen yang digunakan terbatas hanya pada ukuran perusahaan, struktur modal, dan corporate social responsibility, sehingga ada kemungkinan faktor Afridayani. Irenne lain yang berpengaruh terhadap kinerja keuangan belum tercakup. Ketiga, ruang lingkup penelitian dibatasi hanya pada perusahaan yang konsisten terdaftar di Bursa Efek Indonesia selama lima tahun . 9Ae2. , yang dapat membatasi manfaat praktis dari hasil penelitian. Terakhir, sebagian besar pembahasan bersifat konseptual dan bergantung pada temuan studi sebelumnya, sehingga memerlukan kajian lanjutan dengan pendekatan yang lebih luas dan mendalam. DAFTAR PUSTAKA