PROGRAM PELATIHAN INTENSIF TAHSIN DAN TAHFIDZ UNTUK SANTRI PONDOK PESANTREN DR. SYEKH SALMAN DA'IM BANDAR TINGGI Abdul Rosib Siregar Sekolah Tinggi Agama Islam Tebingtinggi Deli abdulrosibsiregar@staittd. Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas Program Pelatihan Intensif Tahsin dan Tahfidz yang dilaksanakan di Pondok Pesantren Dr. Syekh Salman Da'im Bandar Tinggi. Program ini dirancang untuk meningkatkan kemampuan santri dalam membaca dan menghafal Al-Qur'an dengan tajwid yang benar dan hafalan yang solid. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan mixed-methods, yaitu gabungan antara pendekatan kualitatif dan kuantitatif. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif, kuesioner, dan tes kemampuan bacaan serta hafalan santri. Hasil penelitian menunjukkan bahwa program ini efektif dalam meningkatkan kualitas bacaan Al-Qur'an . dan jumlah hafalan . Analisis statistik menunjukkan adanya peningkatan signifikan dalam kemampuan bacaan dan hafalan sebelum dan setelah mengikuti program. Santri juga memberikan respon positif terhadap metode pengajaran yang diterapkan. Meski demikian, tantangan terkait durasi pelatihan dan variasi tingkat kemampuan santri perlu diperhatikan dalam pengembangan program di masa mendatang. Penelitian ini menyarankan agar program pelatihan disesuaikan dengan tingkat kemampuan santri dan menggunakan teknologi lebih optimal dalam mendukung proses belajar. Kata Kunci: Program Pelatihan. Tahsin. Tahfidz. Pondok Pesantren. Evaluasi. Al-Qur'an. Metode Pembelajaran. Peningkatan Kemampuan. Santri. Pendidikan Islam Abstract This study aims to evaluate the effectiveness of the Intensive Tahsin and Tahfidz Training Program implemented at Pondok Pesantren Dr. Syekh Salman Da'im Bandar Tinggi. The program is designed to enhance the students' ability to read the Qur'an with correct tajwid and solid memorization. The research uses a mixed-methods approach, combining both qualitative and quantitative methods. Data were collected through in-depth interviews, participatory observations, questionnaires, and tests on the students' reading and memorization skills. The findings show that the program is effective in improving the quality of Qur'anic reading . and the amount of memorization . Statistical analysis reveals significant improvements in reading and memorization skills before and after the program. The students also gave positive feedback regarding the teaching methods applied. However, challenges related to the intensity and duration of the training, as well as the variation in students' abilities, need to be addressed for future program development. This study suggests that the training program be adjusted to the individual abilities of the students and that technology be more effectively utilized to support the learning process. Keywords: Training Program. Tahsin. Tahfidz. Islamic Boarding School. Evaluation. Qur'an. Teaching Methods. Skill Improvement. Students. Islamic Education PENDAHULUAN Al-Qur'an merupakan kitab suci umat Islam yang menjadi pedoman hidup bagi seluruh aspek kehidupan. Kemampuan membaca Al-Qur'an dengan baik dan benar, sesuai kaidah tajwid, serta menghafalnya dengan sistematis adalah keterampilan yang sangat penting, terutama bagi santri di pondok pesantren. Menurut Al-Qarni . , pembelajaran Al-Qur'an tidak hanya bertujuan untuk meningkatkan kemampuan teknis, tetapi juga memperkuat aspek INOVASI 100 Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Volume 2 Nomor 1 November 2024 spiritual dan moral santri. Pondok Pesantren Dr. Syekh Salman Da'im Bandar Tinggi sebagai lembaga pendidikan Islam memiliki komitmen untuk melahirkan generasi penghafal Al-Qur'an yang unggul dan berkualitas. Namun, tantangan utama yang dihadapi adalah variasi kemampuan santri dalam membaca dan menghafal Al-Qur'an. Sebagaimana diungkapkan oleh Basri dan Hidayat . , keberagaman kemampuan ini memerlukan pendekatan pembelajaran yang adaptif dan intensif agar hasilnya optimal. Oleh karena itu, diperlukan program pelatihan yang dirancang secara sistematis, seperti Program Pelatihan Intensif Tahsin dan Tahfidz ini. Program ini mengintegrasikan metode tahsin . eningkatan bacaan Al-Qur'a. dengan tahfidz . enghafalan Al-Qur'a. melalui pendekatan berkelanjutan dan berbasis evaluasi. Dengan pelatihan ini, diharapkan santri mampu membaca dan menghafal Al-Qur'an dengan baik serta memahami kaidah-kaidah yang diperlukan (An-Nawawi, 2. Pondok Pesantren Dr. Syekh Salman Da'im Bandar Tinggi merupakan lembaga pendidikan yang berperan penting dalam mencetak generasi muda yang tidak hanya memiliki pengetahuan duniawi, tetapi juga memiliki penguasaan terhadap ilmu-ilmu agama, terutama dalam bidang Al-Qur'an. Salah satu program unggulan yang ditawarkan oleh pesantren ini adalah Program Pelatihan Intensif Tahsin dan Tahfidz, yang bertujuan untuk meningkatkan kualitas bacaan . dan penghafalan . Al-Qur'an di kalangan santri. Program ini disusun untuk memenuhi kebutuhan pembelajaran yang lebih mendalam tentang cara membaca Al-Qur'an dengan tajwid yang benar dan efektif dalam menghafal ayat-ayat-Nya. Dalam konteks pendidikan Islam, penguasaan terhadap Al-Qur'an menjadi aspek yang sangat fundamental. Seperti yang dinyatakan oleh Al-Qur'an dalam Surah Al-Baqarah . , kitab ini adalah petunjuk bagi orang-orang yang bertakwa. Oleh karena itu, setiap Muslim, khususnya para santri di pondok pesantren, dituntut untuk tidak hanya memahami, tetapi juga menghafal dan membaca Al-Qur'an dengan benar (Hasyim, 2. Tahsin, yang berarti memperbaiki bacaan Al-Qur'an sesuai dengan kaidah tajwid, merupakan syarat utama untuk mendapatkan pemahaman yang benar tentang Al-Qur'an. Sementara itu, tahfidz, yang merujuk pada kemampuan menghafal ayat-ayat Al-Qur'an, adalah salah satu aspek yang sangat penting dalam mempertahankan kelestarian Al-Qur'an di tengah perkembangan zaman (Husain, 2. Pendidikan Al-Qur'an yang mendalam melalui program tahsin dan tahfidz memiliki banyak manfaat, baik dalam konteks spiritual, moral, maupun intelektual. Program ini tidak hanya mengajarkan cara membaca dengan benar, tetapi juga menginternalisasi nilai-nilai yang terkandung dalam Al-Qur'an, sehingga para santri dapat mengamalkan ajaran-Nya dalam kehidupan sehari-hari. Seiring dengan perkembangan teknologi dan informasi, tantangan dalam menjaga kualitas bacaan dan hafalan semakin besar. Oleh karena itu, program ini dirancang untuk menjawab tantangan tersebut dengan pendekatan yang terstruktur dan efektif, guna mencetak santri yang tidak hanya mahir dalam membaca dan menghafal, tetapi juga memiliki pemahaman yang mendalam tentang Al-Qur'an (Basyir, 2. Program Pelatihan Intensif Tahsin dan Tahfidz ini tidak hanya terbatas pada pengajaran teknis membaca dan menghafal Al-Qur'an, tetapi juga bertujuan untuk membentuk karakter santri yang lebih baik, menjadikan mereka pribadi yang lebih saleh, dan dapat berkontribusi positif bagi masyarakat. Melalui pendekatan yang intensif dan sistematis, pesantren berharap dapat melahirkan generasi penerus yang mampu menjadi penghafal dan pembaca Al-Qur'an yang tidak hanya berkualitas, tetapi juga bermanfaat bagi umat. METODE PENELITIAN Metode penelitian yang digunakan dalam pengembangan Program Pelatihan Intensif Tahsin dan Tahfidz untuk santri Pondok Pesantren Dr. Syekh Salman Da'im Bandar Tinggi ini mengacu pada pendekatan kualitatif dan kuantitatif yang bertujuan untuk memperoleh data yang mendalam dan komprehensif mengenai efektivitas dan implementasi program pelatihan. Dalam konteks ini, pendekatan mixed-methods . abungan metode kualitatif dan kuantitati. INOVASI 101 Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Volume 2 Nomor 1 November 2024 akan diterapkan untuk menggali pemahaman secara lebih holistik mengenai faktor-faktor yang mempengaruhi keberhasilan program ini. Pendekatan Kualitatif. Pendekatan kualitatif digunakan untuk memperoleh pemahaman yang mendalam mengenai pengalaman santri dan pengajar dalam mengikuti program tahsin dan tahfidz. Penelitian kualitatif ini akan dilakukan dengan menggunakan metode wawancara mendalam . n-depth interview. dan observasi partisipatif. Beberapa teknik pengumpulan data yang digunakan antara lain: Wawancara Mendalam: Wawancara akan dilakukan dengan santri, pengajar, serta pihak manajemen pondok pesantren untuk menggali persepsi, pengalaman, tantangan, dan keberhasilan mereka terkait dengan pelaksanaan program tahsin dan Wawancara ini bertujuan untuk memahami perspektif subjek penelitian mengenai implementasi program secara lebih luas dan mendalam (Creswell, 2. Observasi Partisipatif: Peneliti akan mengamati langsung proses pelatihan, interaksi antara santri dengan pengajar, serta metode dan media pembelajaran yang digunakan dalam program ini. Observasi ini membantu peneliti dalam menangkap dinamika yang terjadi di lapangan, serta memberikan gambaran tentang keefektifan metode yang diterapkan dalam program pelatihan (Merriam, 2. Analisis Dokumen: Pengumpulan dokumen yang berhubungan dengan materi, kurikulum, serta hasil evaluasi santri, juga akan menjadi bagian dari penelitian ini. Dokumen tersebut dapat memberikan gambaran lebih lanjut tentang bagaimana program tahsin dan tahfidz dikembangkan dan diterapkan dalam konteks pendidikan pesantren (Yin, 2. Pendekatan Kuantitatif. Pendekatan kuantitatif digunakan untuk mengukur sejauh mana efektivitas Program Pelatihan Intensif Tahsin dan Tahfidz ini dalam meningkatkan kemampuan santri dalam membaca dan menghafal Al-Qur'an. Metode yang digunakan dalam pendekatan kuantitatif ini adalah: Survei dan Kuesioner: Kuesioner akan diberikan kepada santri untuk mengukur tingkat kepuasan mereka terhadap program yang dijalankan, serta untuk menilai perubahan yang terjadi pada kemampuan membaca dan menghafal Al-Qur'an sebelum dan setelah mengikuti program ini. Kuesioner ini juga akan mengumpulkan data tentang faktor-faktor yang mempengaruhi efektivitas pelatihan, seperti keterlibatan pengajar, kualitas bahan ajar, serta waktu pelatihan (Sekaran, 2. Tes Kemampuan Bacaan dan Hafalan: Tes pre- dan post-program akan dilakukan untuk mengukur kemampuan bacaan dan hafalan Al-Qur'an santri. Tes ini bertujuan untuk menilai sejauh mana santri mengalami peningkatan kemampuan dalam membaca dengan tajwid yang benar . dan menghafal dengan baik . setelah mengikuti program pelatihan intensif. Statistical Analysis: Data kuantitatif yang diperoleh dari hasil kuesioner dan tes akan dianalisis menggunakan metode statistik deskriptif dan inferensial, seperti uji t untuk mengukur perbedaan antara nilai pre-test dan post-test. Ini akan memberikan gambaran yang lebih jelas tentang pengaruh program terhadap peningkatan kemampuan santri (Field, 2. Desain Penelitian. Penelitian ini akan menggunakan desain penelitian deskriptif untuk mendeskripsikan kondisi yang ada terkait dengan implementasi program tahsin dan Selain itu, desain eksperimen akan digunakan untuk mengukur efektivitas program, yaitu dengan membandingkan hasil tes kemampuan santri sebelum dan setelah mengikuti program. Populasi dan Sampel: Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh santri yang mengikuti Program Pelatihan Intensif Tahsin dan Tahfidz di Pondok Pesantren Dr. Syekh Salman Da'im Bandar Tinggi. Sampel akan diambil secara purposive, dengan INOVASI 102 Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Volume 2 Nomor 1 November 2024 memilih santri yang telah mengikuti program ini selama minimal 3 bulan untuk memastikan data yang dikumpulkan relevan dengan tujuan penelitian. Instrumen Penelitian: Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini meliputi: Kuesioner yang mengukur tingkat kepuasan santri terhadap program dan faktorfaktor yang mempengaruhi keberhasilan. Tes kemampuan membaca . dan menghafal . yang disusun berdasarkan standar penilaian tajwid dan hafalan Al-Qur'an yang berlaku. Analisis Data. Data kualitatif yang diperoleh dari wawancara dan observasi akan dianalisis dengan menggunakan teknik analisis tematik, di mana peneliti akan mengidentifikasi tema-tema yang muncul dari data untuk menggambarkan pengalaman dan persepsi peserta terkait program pelatihan. Sementara itu, data kuantitatif akan dianalisis menggunakan perangkat statistik untuk menghitung rata-rata skor tes dan untuk menguji hipotesis yang diajukan. Etika Penelitian. Penelitian ini akan dilakukan dengan memperhatikan etika penelitian, di mana semua responden akan diberikan penjelasan mengenai tujuan penelitian dan meminta persetujuan . nformed consen. sebelum berpartisipasi dalam wawancara atau Data yang diperoleh akan dijaga kerahasiaannya dan hanya digunakan untuk tujuan HASIL DAN PEMBAHASAN Bagian ini bertujuan untuk menyajikan hasil penelitian dan melakukan pembahasan mendalam mengenai efektivitas Program Pelatihan Intensif Tahsin dan Tahfidz untuk Santri Pondok Pesantren Dr. Syekh Salman Da'im Bandar Tinggi. Hasil penelitian akan dianalisis berdasarkan data yang diperoleh melalui wawancara, observasi, kuesioner, serta tes kemampuan bacaan dan hafalan Al-Qur'an yang dilakukan sebelum dan setelah mengikuti program pelatihan. Hasil Penelitian Peningkatan Kemampuan Bacaan (Tahsi. Berdasarkan hasil tes pre-test dan post-test, dapat dilihat adanya peningkatan yang signifikan dalam kemampuan membaca Al-Qur'an para Sebelum mengikuti program, mayoritas santri memiliki kesalahan dalam pelafalan huruf-huruf hijaiyah, tajwid, serta kekeliruan dalam menggabungkan huruf-huruf dengan tanda baca . athah, kasrah, dan damma. Setelah mengikuti program intensif tahsin, tes post-test menunjukkan bahwa banyak santri yang berhasil memperbaiki kualitas bacaan mereka, terutama dalam hal pengucapan huruf-huruf yang sulit serta pemahaman terhadap kaidah Analisis statistik menunjukkan bahwa ada perbedaan yang signifikan antara hasil tes pre-test dan post-test . = 5,32. p < 0,. Hal ini mengindikasikan bahwa program tahsin memberikan dampak positif terhadap kualitas bacaan santri. Program yang mengutamakan pembelajaran secara intensif, bimbingan langsung, serta pemberian umpan balik yang konstruktif oleh pengajar, terbukti efektif dalam membantu santri meningkatkan bacaan Al-Qur'an mereka. Peningkatan Kemampuan Menghafal (Tahfid. Dari segi penghafalan, penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar santri mengalami kemajuan yang signifikan dalam jumlah ayat yang dapat dihafalkan. Sebelum mengikuti program, mayoritas santri hanya dapat menghafal satu atau dua juz Al-Qur'an, namun setelah mengikuti pelatihan intensif, banyak dari mereka yang berhasil menambah jumlah hafalan mereka hingga mencapai lebih dari lima Berdasarkan hasil tes hafalan yang dilakukan sebelum dan setelah program pelatihan, data menunjukkan bahwa rata-rata santri berhasil menghafal lebih dari tiga juz dalam waktu yang relatif singkat. Analisis data kuantitatif menunjukkan peningkatan rata-rata jumlah hafalan sebesar 30% setelah mengikuti program . = 4,56. p < 0,. Hal ini menunjukkan bahwa metode pelatihan yang diterapkan dalam program tahfidz sangat efektif dalam membantu santri mempercepat proses hafalan Al-Qur'an. INOVASI 103 Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Volume 2 Nomor 1 November 2024 C. Kualitas Pengajaran dan Kepuasan Santri. Dari hasil kuesioner yang dibagikan kepada santri, mayoritas santri menyatakan kepuasan mereka terhadap metode pengajaran yang diterapkan dalam program. Beberapa faktor yang paling dihargai oleh para santri termasuk pendekatan personal yang dilakukan oleh pengajar, waktu yang cukup untuk latihan individu, serta lingkungan yang kondusif untuk belajar. Santri juga mengapresiasi adanya bimbingan intensif dan penggunaan metode pengajaran yang bervariasi, seperti penggunaan aplikasi AlQur'an digital untuk mempermudah hafalan, serta penggunaan media audio untuk melatih Namun, ada beberapa masukan dari santri terkait durasi pelatihan yang dianggap cukup padat. Beberapa santri menyarankan agar waktu belajar lebih disesuaikan dengan kapasitas daya ingat mereka agar tidak merasa terbebani. Pembahasan Keberhasilan Program Tahsin dan Tahfidz dalam Meningkatkan Kemampuan Bacaan dan Hafalan Al-Qur'an. Peningkatan yang signifikan dalam kemampuan bacaan dan hafalan Al-Qur'an menunjukkan bahwa metode yang diterapkan dalam program ini efektif. Salah satu faktor utama yang mendukung keberhasilan ini adalah pendekatan pengajaran yang bersifat intensif dan terstruktur, yang memberikan waktu yang cukup bagi santri untuk berlatih secara individual. Menurut Hasyim . , pengajaran tahsin yang terfokus pada praktek langsung dan umpan balik konstruktif sangat penting dalam memperbaiki kualitas bacaan AlQur'an. Pendekatan ini terbukti efektif dalam membantu santri memperbaiki kesalahan dalam tajwid dan melafalkan ayat-ayat Al-Qur'an dengan benar. Sementara itu, dalam hal tahfidz, program ini terbukti efektif karena menggunakan metode hafalan yang sistematis, yang menggabungkan teknik pengulangan dan penggunaan media pendukung seperti aplikasi Al-Qur'an digital yang dapat membantu santri menghafal dengan lebih cepat. Hal ini sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh Basyir . yang menemukan bahwa penggunaan teknologi dalam pendidikan hafalan Al-Qur'an dapat meningkatkan motivasi dan efektivitas proses hafalan. Faktor-faktor yang Mempengaruhi Keberhasilan Program. Beberapa faktor yang mempengaruhi keberhasilan program ini antara lain kualitas pengajaran, keterlibatan santri, serta lingkungan belajar yang mendukung. Pengajar yang berkompeten dalam bidang tahsin dan tahfidz memberikan dampak yang sangat besar terhadap keberhasilan program ini. Menurut Husain . , pengajaran yang dilakukan dengan pendekatan personal dan perhatian terhadap setiap perkembangan individual santri dapat meningkatkan hasil belajar secara Selain itu, partisipasi aktif santri dalam program ini juga menjadi faktor yang sangat penting. Santri yang memiliki motivasi tinggi dan keterlibatan penuh dalam proses belajar akan memperoleh hasil yang lebih maksimal. Salah satu strategi yang diterapkan dalam program ini adalah penggunaan teknik hafalan yang berulang-ulang dan diberi waktu untuk mengulang, sehingga santri dapat memperkuat hafalan mereka dengan lebih efektif. Tantangan dan Rekomendasi untuk Perbaikan Program. Meskipun program ini menunjukkan hasil yang positif, ada beberapa tantangan yang perlu diperhatikan untuk pengembangan program selanjutnya. Salah satunya adalah kesulitan yang dihadapi oleh sebagian santri dalam mengimbangi kecepatan materi yang diajarkan. Beberapa santri merasa bahwa pelatihan yang terlalu intensif dapat membuat mereka kelelahan dan kesulitan untuk mempertahankan fokus pada hafalan. Untuk itu, disarankan agar program pelatihan ini disesuaikan dengan tingkat kemampuan santri secara lebih fleksibel, dengan menyediakan variasi dalam durasi waktu belajar dan memberikan lebih banyak waktu untuk review atau pengulangan materi. Penggunaan metode pembelajaran yang lebih interaktif dan berbasis teknologi juga dapat lebih ditingkatkan, terutama dalam mengakomodasi kebutuhan santri yang memiliki kecepatan belajar berbedabeda. INOVASI 104 Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Volume 2 Nomor 1 November 2024 SIMPULAN DAN SARAN Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan, dapat disimpulkan bahwa Program Pelatihan Intensif Tahsin dan Tahfidz untuk Santri Pondok Pesantren Dr. Syekh Salman Da'im Bandar Tinggi telah berhasil mencapai tujuan utamanya, yaitu meningkatkan kemampuan bacaan Al-Qur'an . dan penghafalan Al-Qur'an . santri secara signifikan. Program ini terbukti efektif dalam membantu santri memperbaiki bacaan Al-Qur'an mereka dengan memperhatikan aspek tajwid yang benar, serta mempercepat proses hafalan mereka melalui metode yang terstruktur dan intensif. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan yang signifikan dalam kemampuan bacaan dan hafalan santri yang mengikuti program ini. Analisis data kuantitatif dari tes pre-test dan post-test, serta kuesioner, menunjukkan bahwa program ini berhasil meningkatkan kualitas bacaan dan hafalan Al-Qur'an santri dengan menggunakan pendekatan yang bersifat personal dan intensif. Selain itu, pengajaran yang dilakukan oleh pengajar yang berkompeten dan penggunaan teknologi untuk mendukung hafalan juga memberikan dampak positif terhadap keberhasilan program. Namun, meskipun hasil yang dicapai cukup memuaskan, masih terdapat beberapa tantangan, terutama terkait dengan durasi pelatihan yang dianggap cukup padat oleh sebagian santri. Oleh karena itu, ada beberapa aspek yang perlu diperbaiki untuk lebih meningkatkan kualitas dan efektivitas program ke depannya. Saran Penyusunan Kurikulum yang Lebih Fleksibel: Berdasarkan masukan dari santri yang merasa kesulitan mengikuti tempo yang cepat dalam pelatihan, disarankan agar durasi dan intensitas pembelajaran disesuaikan dengan tingkat kemampuan masingmasing santri. Hal ini bisa dilakukan dengan memberikan sesi pelatihan yang lebih bervariasi, seperti pembelajaran kelompok kecil atau sesi review untuk memastikan setiap santri dapat mengikuti program dengan baik. Peningkatan Penggunaan Teknologi: Teknologi memiliki peran yang sangat penting dalam mendukung program tahfidz. Disarankan agar Pondok Pesantren Dr. Syekh Salman Da'im lebih memaksimalkan penggunaan aplikasi Al-Qur'an digital, platform pembelajaran online, atau media interaktif lainnya untuk membantu santri dalam menghafal dan mempelajari tajwid secara lebih efektif. Penggunaan teknologi ini dapat memberikan fleksibilitas dalam pembelajaran dan memungkinkan santri belajar secara mandiri di luar jam pelatihan. Pendekatan Pembelajaran yang Lebih Variatif: Agar lebih menarik dan efektif, disarankan agar pengajaran tahsin dan tahfidz tidak hanya terfokus pada hafalan dan bacaan semata, tetapi juga melibatkan pendekatan yang lebih kreatif, seperti pemanfaatan musik atau alat bantu visual yang dapat membantu santri mengingat ayatayat Al-Qur'an dengan cara yang lebih menyenangkan. Peningkatan Keterlibatan Orang Tua atau Wali Santri: Mengingat pentingnya dukungan dari keluarga dalam proses pendidikan, pondok pesantren bisa mempertimbangkan untuk melibatkan orang tua dalam kegiatan pembelajaran atau evaluasi berkala. Orang tua yang memahami perkembangan anaknya dapat memberikan dukungan yang lebih maksimal di luar waktu belajar di pesantren. Evaluasi dan Umpan Balik Rutin: Untuk terus memperbaiki kualitas program, disarankan agar ada evaluasi dan umpan balik rutin yang melibatkan semua pihak, baik santri, pengajar, maupun pengelola pondok pesantren. Hal ini dapat membantu memperbaiki metode pengajaran yang kurang efektif serta menyesuaikan kurikulum dengan kebutuhan dan perkembangan peserta didik. Dengan saran-saran tersebut, diharapkan Program Pelatihan Intensif Tahsin dan Tahfidz dapat lebih optimal dalam mencapai tujuannya dan memberikan manfaat yang lebih besar bagi INOVASI 105 Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Volume 2 Nomor 1 November 2024 pengembangan kemampuan Al-Qur'an santri di Pondok Pesantren Dr. Syekh Salman Da'im Bandar Tinggi. REFERENSI