Armadani, dkk / Jurnal Energi dan Inovasi Teknologi (ENOTEK). Vol 5. No. 1, (Oktober 2. Hal. 6 - 11 Analisis Karakteristik Fisik Briket Dari Limbah Pabrik Pengolahan Kelapa Sawit Armadania. Purwo Subektib*. Afrizalb. Saiful Anwarb. Ahmad Fathonib Mahasiswa Program Studi Teknik Mesin. Fakultas Teknik. Universitas Pasir Pengaraian. Rokan Hulu. Riau Program Studi Teknik Mesin. Fakultas Teknik. Universitas Pasir Pengaraian. Rokan Hulu. Riau INFO ARTIKEL ABSTRAK Histori artikel: Tersedia Online Oktober 2025 Riau merupakan wilayah dengan pemasok kelapa sawit terbesar di Indonesia. Pesatnya pertumbuhan permintaan minyak sawit berdampak terhadap peningkatan limbah kelapa sawit. Limbah dihasilkan meliputi tandan buah kosong kelapa sawit (TKSS), cangkang inti sawit, /serat, batang dan pelepah yang memiliki nilai kalor yang besar. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik briket yang dibuat dari kombinasi cangkang, tandan kosong, decanter solid dan palm oil mill effluent (POME). Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode eksperimen yang diawali dengan studi literatur, survei, pembuatan briket, pengujian, analisis data. Nilai kalor yang didapatkan dalam pengujian ini terdapat pada sampel A2B2 nilai tertinggi 75 kal/gram, untuk kadar air nilai tertinggi pada A1B2 sebesar 7,52 %, laju pembakaran nilai tertinggi pada A1B1 sebesar 0,21 %, kandungan abu yang tertinggi A1B2 sebesar 16,6 %, dan untuk kerapatan tertinggi pada A2B3 sebesar 0,59%. Kata kunci: Bio Briket. Cangkang. Decanter Solid. Palm Oil Mill Effluent. Tandan Kosong EAeMAIL ABSTRACT armadhanii98@gmail. Purwos73@gmail. ijalupp@gmail. Riau is the region with the largest palm oil supplier in Indonesia. The rapid growth in demand for palm oil has an impact on increasing palm oil waste. The waste produced includes empty oil palm fruit bunches (TKSS), palm kernel shells, fibers, stems and fronds which have a large calorific value. This research aims to determine the characteristics of briquettes made from a combination of shells, empty fruit bunches, solid decanters and palm oil mill effluent (POME). The method used in this research is an experimental method which begins with literature study, survey, briquette making, testing, data The calorific value obtained in this test was found in sample A2B2, the highest value was 30871. 75 cal/gram, for water content the highest value was 52% in A1B2, the highest combustion rate was 0. 21% in A1B1, the highest ash content was 16. 6% in A1B2, and the highest density was 0. 59% in A2B3. Key words: Bio Briquettes. Shells. Solid Decanters. Palm Oil Mill Effluent. Empty Bunches PENDAHULUAN tandan kosong kelapa sawit sebanyak 23% atau 230 Ketersediaan limbah perkebunan kelapa sawit di kg, limbah cangkang . sebanyak 6,5% atau 65 Provinsi Riau, seperti limbah produksi perkebunan kg, wet decanter solid . umpur sawi. 4 % atau 40 kg, dan limbah pabrik kelapa sawit (PKS), perlu diteliti serabut . 13% atau 130 kg serta limbah cair lebih lanjut untuk dapat memperjelas jumlah limbah sebanyak 50% . Dari data limbah padat yang biomassa kelapa sawit. Potensi limbah terbesar dihasilkan tersebut dapat diperkirakan jumlah limbah adalah tandan kosong kelapa sawit (TKKS) dengan padat yang dihasilkan oleh sebuah pabrik kelapa rata-rata 6. 956 ton per tahun . sawit yang berkapasitas 50 ton per jam, yaitu 23. Pengolahan 1 . ton tandan buah segar (TBS) ton/hari . Dengan berjalannya waktu, produksi kelapa sawit akan menghasilkan limbah berupa limbah kelapa sawit terus meningkat setiap tahunnya. 6 iCENOTEK Armadani, dkk / Jurnal Energi dan Inovasi Teknologi (ENOTEK). Vol 1. No. 1, (Oktober 2. Hal. 6 - 11 Lumpur sawit (Decanter soli. adalah limbah yang dihasilkan dari proses pemerasan buah sawit untuk pada penelitian ini berkisar antara 0,68 gr/cm3- menghasilkan minyak sawit yang kasar (CPO) . 0,84 gr/cm3 dan sesuai dengan SNI No. 1/6235/2000 Briket merupakan salah satu alternatif pengganti maksimal 1 gr/cm3. bahan bakar padat yang terbuat dari bahan organik. Limbah 5000 Joule/gr Selanjutnya . Berdasarkan penelitian yang peternakan dan pertanian merupakan telah dilakukan dapat disimpulkan bahwa ukuran biomassa dan memiliki nilai kalor yang tinggi dan partikel memiliki pengaruh terhadap kualitas briket dapat digunakan sebagai bahan baku produksi briket. cangkang kelapa sawit (CKS) dan tandan kosong Contoh biomassa yang dapat menghasilkan briket kelapa sawit (TKKS). Dimana pada variasi ukuran antara lain limbah kayu, sekam padi, jerami, ampas partikel yang semakin kecil menghasilkan kualitas tebu, sabut kelapa, tempurung kelapa, kotoran ternak briket yang semakin baik. Dapat dilihat dari ukuran dan limbah padat perkotaan . Nilai kalor yang partikel 60 mesh diperoleh kadar air sebesar 5941%, kadar abu 7. 9573%, kadar zat terbang dilakukan berbagai upaya untuk meningkatkan 3878% dan nilai kalor 5745 kal/g. Pada ukuran nilai kalor dan kualitas bio-briket. Nilai kalor bio- partikel 80 mesh diperoleh kadar air 5. 5344%, kadar briket dipengaruhi 9340%, kadar zat terbang 12. 4887% dan nilai bahan baku, temperatur dan waktu kalor 6108 kal/g. sementara pada ukuran partikel bio-briket relatif karbonisasi . Kajian tentang 100 mesh didapatkan kadar air 4. 9197%, kadar 9698%, kadar zat terbang 10. 1453% dan dilakukan oleh peneliti terdahulu salah satunya kal/g. Dari hasil yang seperti . Perlakuan komposisi cangkang dan didapatkan untuk setiap variasi ukuran partikel briket tankos 1:20 dengan konsentrasi 2 % perekat tapioka telah memenuhi SNI 01-6235-2000 tentang briket memberikan produk briket bioarang tankos yang terbaik dengan nilai kadar air . ,97 %), nilai kadar Berdasarkan latar belakang yang telah dipaparkan abu . ,54 %), nilai kadar zat menguap . ,67 %), penulis bermaksud akan meneliti pembuatan briket nilai kadar karbon terikat . ,78 %), nilai kerapatan menggunakan empat jenis limbah pabrik kelapa sawit . ,14 g/cm3 ), nilai keteguhan tekan . ,45 kg/m 2 ), yaitu cangkang kelapa sawit, dan nilai kalor bakar . 9 kal/. Kemudian . , decanter solid dan palm oil mill effluent (POME). Hasil Sesuai masalah yang dihadapi, tujuan dari penelitian signifikan terhadap ini untuk memanfaatkan limbah pabrik kelapa sawit analisis kimia kadar air, kadar abu. Pada uji fisik seperti cangkang kelapa sawit, tandan kosong, analisis laju pembakaran, nilai kalor, dan kerapatan. decanter solid dan palm oil mill effluent (POME) Analisis kadar air pada penelitian ini berkisar antara menjadi briket, untuk mengetahui nilai kalor, kadar 5,11%-6,57% sesuai dengan SNI No. 1/6235/2000 air, dan kadar abu, kerapatan, dan laju pembakaran. maksimal 8%, analisis kadar abu yang berkisar antara 7,51%-9,20% II. MATERIAL DAN METODE SNI No. 1/6235/2000 maksimal 8%, analisis nilai kalor pada penelitian ini berkisar antara 17,75 Joule/gr 18,86 Joule/gr sesuai dengan SNI No. 1/6235/2000 tandan kosong . Bahan yang digunakan pada penelitian ini adalah limbah pabrik pengolahan kelapa sawit seperti cangkang, tandan kosong, decanter solid dan palm oil mill effluent (POME). 7 iCENOTEK Armadani, dkk / Jurnal Energi dan Inovasi Teknologi (ENOTEK). Vol 1. No. 1, (Oktober 2. Hal. 6 - 11 Penelitian ini terdiri dari tiga tahap yaitu 3 Nilai Kalor pembuatan arang cangkang kelapa sawit, pembuatan Nilai kalor yang diukur dari briket sebesar dengan perekat dan tahap pembuatan briket. Pembuatan data percobaan menggunakan kalorimeter. Rumus briket ini menggunakan dua variabel yakni ukuran untuk menentukan nilai kalor adalah . Nilai Kalor Q = mC c C AET partikel mesh yaitu : A Mesh 10 (A. Keterangan : A Mesh 20 (A. Q = Nilai Kalor (Joul. Dan variasi komposisi dari limbah pabrik kelapa m = Massa air . sawit yaitu : c = Kalor jenis air = 4,186 (J/kgK) . A Cangkang tankos pome tepung tapioca AET = Perubahan Suhu (K) (B. 4 Laju Pembakaran A Cangkang tankos decanter solid air Lama menggunakan stopwatch dan massa briket ditimbang tepung tapioca (B. A Cangkang tankos air tepung tapioca (B. menggunakan timbangan digital . Briket yang sudah kering disimpan dalam wadah tertutup rapat untuk menjaga briket tetap kering. Briket yang telah dikeringkan akan di uji dan dikarakterisasi untuk berbagai sifat fisik dan kimia, seperti nilai kalor, kadar air, kadar abu, laju pembakaran dan kerapatan. Laju Pembakaran = yco yc Keterangan : m = massa briket terbakar . assa briket awal masa briket sis. t = waktu pembakaran . 5 Kerapatan Semakin tinggi keseragaman ukuran serbuk arang 1 Kadar Air Kadar air dapat ditentukan dengan menggunakan maka akan menghasilkan briket arang dengan kerapatan dengan keteguhan yang semakin tinggi rumus sebagai berikut . Kadar air (%) = ycA1OeycA2 ycaycuycaycuyc ycycaycoycyycoyce pula . x 100% Kerapatan dapat dihitung dengan rumus . Dimana: Kerapatan A = M1 = Bobot cawan kosong bobot sampel sebelum dipanaskan . Keterangan : M2 = Bobot cawan kosong bobot sampel setelah A = kerapatan . /cm. m = massa . v = volume silinder . 2 Kadar Abu Kadar abu dapat di cari dengan persamaan : Kadar abu (%)= w3 -w1 w2 -w1 Dimana: W1 = Berat wadah . W2 = Berat wadah sampel . W3 = Berat wadah abu . 8 iCENOTEK yco yc Armadani, dkk / Jurnal Energi dan Inovasi Teknologi (ENOTEK). Vol 1. No. 1, (Oktober 2. Hal. 6 - 11 HASIL DAN PEMBAHASAN meningkatnya kadar cangkang kelapa. Cangkang memiliki kandungan bahan anorganik silika (SiO . , 1 Kadar Air MgO dan Fe2O3. AlF3. MgF2 dan Fe yang tinggi sehingga memiliki kadar abu yang lebih tinggi pula. 3 Nilai Kalor Gambar 3. 1 Kadar Air Briket Dari Gambar 3. 1 dapat dilihat bahwa berat pengikat serta berat tandan kosong dan arang Gambar 3. 3 Nilai Kalor cangkang sawit juga dapat mempengaruhi kadar air. Berdasarkan Gambar 4. 4 di atas, menunjukkan Hal ini dikarenakan sedikit arang akan menyebabkan nilai kalor tertinggi pada sample briket A2B2, salah berkurangnya bahan penyerap perekat sehingga satu faktornya adalah tingginya nilai kalor pada meningkatkan kadar air pada briket. Hal ini sejalan bahan baku cangkang = 47991 kal/gram, tandan dengan penelitian . Nilai kadar air cenderung kosong = 44805 kal/gram . , dan decanter solid = menurun dengan semakin halusnya ukuran serbuk, 17400 kal/gram . Semakin tinggi kadar karbon Pada saat pencetakan atau pencampuran perekat yang tetap maka besar nilai kalor yang dihasilkan. Nilai tidak merata akan menghasilkan biopelet yang tidak kalor tertinggi adalah pada campuran serabut 80 % seragam sehingga mudah mengalami penyerapan air cangkang 20 % serabut buah kelapa sawit sebesar di udara. 115,391 Kj/Kg . 2 Kadar Abu 4 Laju Pembakaran Gambar 3. 2 Kadar Abu Briket Dari Gambar 3. 2 dapat dilihat bahwa analisis Gambar 3. 4 Laju Pembakaran kadar abu pada beberapa briket yang dihasilkan tidak Salah satu faktor yang dapat mempengaruhi laju memenuhi standar yang telah ditetapkan, yaitu pembakaran pada briket adalah karbon terikat yang sebesar <8 %. Salah satunya dikarenakan karena terkandung didalam briket tersebut, dimana semakin adanya pencampuran bahan baku dari lumpur tinggi kadar karbon yang terikat maka pembakaran . ecanter soli. , penggunaan perekat dan kandungan briket akan semakin baik. Faktor-faktor yang karbon yang tinggi pada bahan baku. Penelitian yang mempengaruhi laju pembakaran, antara lain ukuran dilakukan . Kadar abu meningkat dengan 9 iCENOTEK Armadani, dkk / Jurnal Energi dan Inovasi Teknologi (ENOTEK). Vol 1. No. 1, (Oktober 2. Hal. 6 - 11 partikel, kecepatan aliran udara, jenis bahan bakar, dan temperatur udara . 5 Kerapatan Gambar 3. 3 Kerapatan Kerapatan briket semakin meningkat seiring dengan semakin kecil ukuran partikel. Berdasarkan hasil tersebut, terlihat bahwa ukuran partikel dapat menaikkan kerapatan, hal ini karena semakin kecil ukuran partikel akan mengakibatkan ikatan antar molekul arang lebih kuat. IV. KESIMPULAN Nilai kalor yang didapatkan dalam pengujian ini terdapat pada sample A2B2 Cangkang mesh 20 Tankos Decanter Solid Air Tepung Tapioka dengan nilai tertinggi sebesar 30871. 75 kal/gram, untuk kadar air nilai tertinggi pada A1B2 Cangkang mesh 10 Tankos Decanter Solid Air Tepung Tapioka sebesar 7,52 %, laju pembakaran nilai tertinggi pada A1B1 Cangkang mesh 20 Tankos POME Tepung tapioka sebesar 0,21 gram/menit, kandungan abu yang tertinggi A1B2 Cangkang mesh 10 Tankos Decanter Solid Air Tepung tapioka sebesar 16,6 %, dan untuk kerapatan tertinggi pada A2B3 Saringan mesh 20 Cangkang Tankos Air Tepung tapioka sebesar 0,59%. Kualitas dari biobriket dapat dikategorikan baik, hal ini dapat di lihat dari nilai kalor, kadai air, dan kerapatan yang memenuhi standar nasional Indonesia, kecuali kadar abu yang tidak yang memenuhi standar nasional Indonesia. UCAPAN TERIMA KASIH Kami mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah bekerjasama dalam pembuatan karya ini. DAFTAR PUSTAKA: