Journal of Physical Activity and Sports (JPAS) E-ISSN. Volume 6. Nomor 1, 2025, 22-32 DOI: https://doi. org/10. 53869/jpas. PENGARUH METODE BODY PAINTING TERHADAP PEMAHAMAN ANATOMI OTOT PADA MAHASISWA PENDIDIKAN JASMANI (STUDI PADA MATA KULIAH MASSAGE-FISIOTERAPI CEDERA OLAHRAGA) Nurul Fajar Muslimah Ningrum 1 *. Arrendi Afrilliyan 2. Azizatul Khairi 3 Universitas Bengkulu. Bengkulu. Indonesia nfningrum@unib. id1, aafrilliyan@unib. id2, akhairi@unib. * Coressponding Author. E-mail: nfningrum@unib. Abstract This study aims to determine the effect of the body painting method on the understanding of muscle anatomy in physical education students. This type of research is a quasi-experimental study using a nonequivalent control group design. The subjects of the study were 4th semester students consisting of class A and class B totaling 52 The instrument used was a multiple-choice test. The quality test of the test item assessment instrument included validity test, reliability test, question difficulty test, and question discrimination test. The data analysis technique used was a hypothesis test with a t-test to see the difference in understanding of muscle anatomy in the experimental class and the control class with a significance level of 5%. The results of the study showed that there was an effect of the body painting method on understanding muscle anatomy in physical education students. This effect was proven by the results of the t-test on the posttest of the experimental class and the control class obtained tcount Ou ttable . 799> 1. with a sig . value of 0. 007 <0. 05, where tcount is greater than ttable with a sig value less than 0. Keywords: body painting method, understanding muscle anatomy, physical education Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh metode body painting terhadap pemahaman anatomi otot pada mahasiswa pendidikan jasmani. Jenis penelitian ini adalah quasi experiment menggunakan desain nonequivalent control group design. Subjek penelitian yang digunakan adalah mahasiwa semester IV . yang terdiri dari kelas A dan Kelas B yang berjumlah 52 mahasiswa. Instrumen yang digunakan berupa tes dalam bentuk multiple choice. Uji kualitas instrumen penilaian tes butir meliputi uji validitas, uji reliabilitas, uji kesukaran soal, dan uji daya beda soal. Teknik analisis data yang digunakan adalah uji hipotesis dengan t-test untuk melihat perbedaan pemahaman anatomi otot kelas eksperimen dan kelas kontrol dengan taraf signifikansi Hasil penelitian menunjukan adanya pengaruh metode body painting terhadap pemahaman anatomi otot pada mahasiswa pendidikan jasmani. Pengaruh tersebut dibuktikan dengan hasil t-test pada posttest kelas eksperimen dan kelas kontrol diperoleh thitung Ou ttabel . ,799 > 1,. dengan nilai sig . sebesar 0,007 < 0,05, di mana thitung lebih besar dari ttabel dengan nilai sig lebih kecil dari 0,05. Kata kunci: metode body painting, pemahaman anatomi otot, pendidikan jasmani Received: 2025-03-23 Accepted: 2025-04-28 Published: 2025-04-30 PENDAHULUAN Anatomi manusia merupakan salah satu aspek fundamental dalam ilmu keolahragaan, terutama pada mata kuliah massage-fisioterapi cedera olahraga. Anatomi manusia merupakan ilmu yang Pengaruh Metode Body Painting Terhadap Pemahaman Anatomi Otot Pada Mahasiswa Pendidikan Jasmani (Studi Pada Mata Kuliah Massage-Fisioterapi Cedera Olahrag. Nurul Fajar Muslimah Ningrum. Arrendi Afrilliyan. Azizatul Khairi mempelajari struktur tubuh manusia. Menurut Handayani . 1: . menyatakan anatomi tubuh manusia tersusun dalam beberapa bagian yaitu sistem rangka, sistem otot, sistem peredaran darah, sistem pencernaan, sistem endokrin, sistem saraf, sistem pernapasan, sistem kekebalan tubuh, sistem limfatif, sistem eksresi, sistem urinaria, sistem reproduksi, dan sistem indra. Mata kuliah massage-fisioterapi cedera olahraga merupakan mata kuliah wajib, sebelum mahasiswa memprogram mata kuliah ini, mahasiswa harus memiliki dasar ilmu anatomi dan fisiologi. Pemahaman yang baik tentang anatomi manusia terutama tentang otot sangat penting bagi mahasiswa yang menempuh mata kuliah massagefisioterapi cedera olaharaga, terutama pengaplikasian teknik pemijatan secara tepat dan efektif. Sistem otot manusia terdiri atas 600 otot, dan memiliki fungsi untuk membantu pergerakan tubuh, aliran darah, dan menjalankan fungsi tubuh lainnya. Ada 3 jenis otot pada tubuh manusia yaitu otot rangka yang terhubung dengan tulang, otot polos yang ditemukan di dalam organ pencernaan, dan otot jantung yang ditemukan di jantung. Menurut Kurniawan & Kurniawan . 1: . menyatakan dalam melakukan massage olahraga harus didukung dengan ilmu fisiologi olahraga, anatomi tubuh manusia, agar manipulasi pada otot dilakukan atas dasar ilmu pendukung tersebut, sehingga penting sekali bagi para akademisi olahraga dan praktisi olahraga untuk menguasai pengetahuan tersebut. Massage olahraga merupakan metode pemulihan yang umum digunakan dalam dunia olahraga untuk mengatasi kelelahan otot dan meningkatkan kebugaran. Terapi ini dilakukan dengan teknik pijat khusus yang membantu memperlancar sirkulasi darah, merilekskan otot, serta mempercepat pemulihan pasca latihan. Seorang masseur harus memahami anatomi dan fisiologi tubuh dalam proses penanganan pemulihan dan menghindari risiko cedera akibat teknik pijat yang salah (Kholis et al. , 2. Berdasarkan hasil observasi teridentifikasi bahwa 70% mahasiswa masih mengalami kesulitan dalam mengenali dan mengingat nama, serta memahami lokasi otot yang akan di massage . khususnya otot rangka yang terhubung dengan tulang. Faktor penyebab mahasiswa mengalami kesulitan karena keterbatasan media pembelajaran yang digunakan seperti model anatomi atau simulasi digital, menjadi salah satu penyebab masih rendahnya pemahaman anatomi otot manusia. Selain itu, minimnya keterlibatan langsung mahasiswa dalam memahami anatomi otot secara praktis. Fenomena ini sangat berdampak pada keterampilan mahasiswa dalam mengaplikasikan teknik massage secara Salah satu pendekatan yang dapat di terapkan untuk memahami anatomi manusia khususnya otot yaitu menggunakan metode body painting. Body painting merupakan teknik pembelajaran yang dilakukan dengan menggambar langsung struktur otot pada tubuh. Pembelajaran menggunakan body painting memungkinkan mahasiswa untuk melihat, merasakan, memahami Lokasi otot secara lebih nyata, sehingga dapat memaksimalkan pemahaman anatomi otot secara lebih efektif. Sebagai mana yang diketahui bahwa kegiatan melukis tubuh . ody paintin. sebagai alat yang berguna untuk mempelajari anatomi manusia (Ribelles-Garcya et al. , 2. Beberapa penelitian telah menemukan bahwa melukis tubuh sebagai alat yang berharga untuk mempelajari anatomi permukaan (Basharat Ali et al. , 2. Metode melukis tubuh sebagai alat alternatif untuk mempelajari anatomi permukaan dan klinis (Carrasco-Molinillo. Ribelles-Garcya. Gomar. Pyrez-Arana, & Prada-Oliveira, 2. Metode body painting merupakan metode yang efektif untuk mempelajari permukaan dan anatomi klinis, membantu mahasiswa dalam mempelajari anatomi, merasakan serta memahami hubungan antara berbagai struktur anatomi (Nanjundaiah & Chowdapurkar, 2. Dapat disimpulkan bahwa metode body painting atau melukis tubuh merupakan salah satu cara untuk mempelajari anatomi secara Pembelajaran menggunakan metode Body painting telah digunakan untuk memahami anatomi tubuh manusia seperti pada Fakultas Kedokteran. Berdasarkan permasalahan yang telah dibahas, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh metode body painting terhadap pemahaman anatomi otot pada mahasiswa Pendidikan Jasmani yang sedang menempuh mata kuliah massagefisioterapi cedera olahraga. Diharapkan, metode body painting dapat menjadi solusi dalam meningkatkan pemahaman anatomi otot, sehingga mahasiswa dapat mengaplikasikan teknik massage secara tepat. METODE Jenis penelitian ini adalah kuantitatif, dengan menggunakan metode eksperimen. Penelitian Eksperimen merupakan jenis penelitian yang bertujuan membuktikan pengaruh suatu perlakuan terhadap akibat dari perlakuan tersebut (Arib. Rahayu. Sidorj, & Afgani, 2. Desain penelitian eksperimen yang digunakan dalam penelitian ini adalah quasi experimental design dengan nonequivalent control group design. Desain jenis ini membutuhkan dua kelas sampel, yaitu kelas eksperimen dan kelas kontrol. Kelas eksperimen adalah kelas yang akan diberikan perlakuan dan kelas kontrol adalah kelas yang tidak diberikan perlakuan . iasanya menggunakan pembelajaran langsung yang sering dikenal sebagai pendekatan konvensiona. (Isnawan, 2020: . Kelompok eksperimen di beri perlakuan menggunakan metode body painting, sedangkan kelompok kontrol menggunakan metode konvensional. Tabel 1. Rancangan penelitian nonequivalent control group design Subyek Pretest . Perlakuan Posttes (Pascate. Kelompok Eksperimen Kelompok Kontrol Keterangan: O1 = hasil pretest kelompok eksperimen sebelum diberikan perlakuan O2 = hasil posttest kelompok eksperimen setelah diberikan perlakuan O3 = hasil pretest kelompok kontrol setelah diberikan perlakuan O4 = hasil posttest kelompok kontrol tanpa diberikan perlakuan Pengaruh Metode Body Painting Terhadap Pemahaman Anatomi Otot Pada Mahasiswa Pendidikan Jasmani (Studi Pada Mata Kuliah Massage-Fisioterapi Cedera Olahrag. Nurul Fajar Muslimah Ningrum. Arrendi Afrilliyan. Azizatul Khairi X = treatment yang diberikan pada kelompok eksperimen (Permatasari, 2. Prosedur penelitian yang dilakukan yaitu. observasi untuk memperoleh data awal tentang pemahaman anatomi otot pada mata kuliah massage-fisioterapi cedera olahraga, jumlah subjek yang terlibat dala penelitian, . menyusun dan menyiapkan ujicoba instrumen penelitian berupa isntrumen tes pemahaman . , . menyiapkan materi, peralatan dan perlengkapan, . pengambilan data pretest terhadap kelompok eksperimen dan kelompok kontrol, . pelaksanaan dilakukan selama 6 minggu mulai dari bulan januari-Februari, sebanyak 8 kali pertemuan dengan 1 kali pretest, 6 kali perlakuan . , dan 1 kali posttest, . melakukan posttest terhadap kelompok eksperimen dan kelompok kontrol untuk mengetahui pemahaman anatomi otot yang diperoleh mahasiswa setelah perlakuan, . melakukan analisis data, menganalisis data hasil tabulasi dan menguji hipotesis, . laporan hasil penelitian. Populasi dan Sampel Populasi dalam penelitian ini adalah mahasiswa semester IV . yang sedang menempuh mata kuliah massage-fisioterapi cedera olahraga Prodi Penjas Universitas Bengkulu sebanyak 52 Mahasiswa semester IV . yang terdiri dua kelas yaitu Kelas A sebanyak 26 mahasiswa sebagai kelas ekperimen, dan kelas B sebanyak 26 mahasiswa sebagai kelas kontrol. Teknik dan Instrumen Pengumpulan Data Instrumen penelitian adalah suatu alat yang digunakan mengukur fenomena alam maupun social yang diamati (Pinar Arwanda. Kresnapati, & Ariwidyatmoko, 2. Teknik pengumpulan data dan instrumen penelitian yang digunakan dalam bentuk tes. Tes digunakan untuk mengukur pemahaman anatomi otot manusia. Tes diberikan sebelum perlakuan . bertujuan untuk mengetahui kemampuan awal mahasiswa, dan sesudah diberikan perlakuan . mahasiswa diberikan tes kembali. Tes yang digunakan pada saat pretest dan posttest mempunyai bobot tes yang Bentuk soal tes yang diberikan berupa multiple choice. Pemberian skor 1 apabila jawaban benar, dan skor 0 apabila menjawabnya salah. Sebelum digunakan pada responden tes tersebut perlu diujicobakan terlebih dahulu kepada 30 mahasiswa, untuk mengetahui soal-soal yang memenuhi syarat penyusunan tes yang baik atau uji kualitas instrumen penilaian tes butir meliputi uji validitas, uji reliabilitas, uji kesukaran, dan uji daya beda. Instrumen penelitian diuji kelayakannya dengan uji validitas isi menggunakan expert judgemen guna mengetahui kelayakan pertanyaan yang diberikan, sedangkan uji validitas butir soal menggunakan rumus korelasi poin biserial dengan taraf signifikansi 5% atau 0,05 menggunakan Ms. excel, di mana 17 soal dinyatakan valid dan 3 soal dinyatakan invalid/gugur . poin biserial lebih kecil dari 0,. yaitu butir no 1 . point biserial = 0,. , butir no 6 . point biserial = 0,. , dan butir no 10 ( r point biserial = 0,1. Tabel 2. Kisi-kisi Instrumen Tes Indikator Deskripsi No. Soal Identifikasi Otot Mengidentifikasi nama otot berdasarkan ciri-ciri 1*, 2, 3, 4, 5, 6* bentuk dan Lokasi Fungsi Otot Menjelaskan fungsi utama dari masing-masing otot Kelompok Otot Mengelompokkan 7, 8, 9, 10*, 11, 12 13, 14 Relasi Otot dan Menghubungkan massage/pemijatan Teknik 15,16, 17,18, 19, 20 Keterangan: *soal invalid/gugur Uji reliabilitas menggunakan rumus Kuder Ricardson (KR-. menggunakan Ms. Excel, diperoleh koefisien reliabilitas (KR-. sebesar 0,896 yang berarti realibilitasnya tinggi. Uji kesukaran soal, diperoleh taraf kesukaran soal dengan 5 soal kategori mudah, 11 soal kategori sedang, dan 1 soal kategori sukar. Sedangkan uji daya beda soal, diperoleh daya beda soal dengan 7 soal kategori baik, dan 10 soal kategori sangat baik. Analisis Data Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah dengan teknik independent sample t test dengan uji prasyarat yaitu uji normalitas dan uji homogenitas. Uji Normalitas digunakan untuk menguji apakah data tersebut memiliki sebaran normal atau tidak. Data dinyatakan berdistribusi normal jika nilai signifikansi lebih dari 0,05 atau P>0,05, sebaliknya jika nilai lebih kecil dari 0,05 atau P<0. 05 maka tidak berdistribusi normal (Prastawa. Hadi, & Pradipta, 2. Uji normalitas dengan menggunakan bantuan komputer program SPSS dengan teknik Liliefors Significance Correction dari Shapiro-Wilk pada taraf signifikansi = 0. dengan bantuan SPSS versi 26 for windows. Uji Homogenitas digunakan untuk mengetahui apakah sampel diambil homogen atau tidak. Uji homegenitas menggunakan data pretest dan posttest menggunakan uji F atau ANOVA pada taraf signifikansi = 0. 05 dengan bantuan SPSS versi 26 for windows. Pengaruh Metode Body Painting Terhadap Pemahaman Anatomi Otot Pada Mahasiswa Pendidikan Jasmani (Studi Pada Mata Kuliah Massage-Fisioterapi Cedera Olahrag. Nurul Fajar Muslimah Ningrum. Arrendi Afrilliyan. Azizatul Khairi HASIL DAN PEMBAHASAN HASIL Tes dilakukan sebanyak dua kali melalui pretest dan posttest pada kelas kontrol dan kelas Data pretest diperoleh sebelum mahasiswa diberi perlakuan, sedangkan data posttest diperoleh setelah diberi perlakuan. Berikut hasil pretest kelas kontrol dan kelas eksperimen dapat dilihat pada tabel 3. Tabel 3. Hasil Perhitungan pretest kelas kontrol dan eksperimen Data Kontrol Eksperimen Rata-rata . Median Standar Deviasi Range Nilai Minimum Nilai Maksimum Hasil pretest kelas kontrol dan kelas eksperimen diperoleh nilai rata-rata pretest kelas kontrol sebesar 68. 58, sedangkan nilai rata-rata pretest kelas eksperimen sebesar 68,77. Untuk hasil posttest kelas kontrol dan kelas eksperimen diperoleh nilai rata-rata posttest kelas kontrol sebesar 71,69, sedangkan nilai rata-rata posttest kelas eksperimen sebesar 81,81. Hal tersebut dapat dilihat pada tabel 4 berikut. Tabel 4. Hasil Perhitungan posttest kelas kontrol dan eksperimen Data Kontrol Eksperimen Rata-rata . Median Range Nilai Minimum Nilai Maksimum Standar Deviasi Uji Normalitas Uji normalitas bertujuan untuk menguji apakah data memiliki distribusi normal atau tidak. Data berdistribusi normal jika nilai signifikan lebih besar dari 0,05. Sedangkan, data tidak berdistribusi normal jika nilai signifikan lebih kecil dari 0,05. Berikut hasil uji normalitas dalam penelitian ini. Tabel 5. Hasil Uji Normalitas Pretest dan Posttest Pemahaman Anatomi Otot Kolmogorov-Smirnova Kelas Hasil Shapiro-Wilk Statistic Sig. Statistic Sig. Pretest Kontrol Posttest Kontrol Pretest Eksperimen Posttest Eksperimen Berdasarkan tabel diatas, dapat diketahui bahwa nilai sig. pada Shapiro-Wilk variabel pretest dan posttest kelas kontrol sebesar 0,105 dan 0,167. Sedangkan nilai sig pada ShapiroWilk untuk variabel pretest dan posttest kelas ekperimen sebesar 0,150 dan 0,111. Hasil menunjukan bahwa nilai dari data tersebut lebih besar dari = 0. Maka, distribusi data pretest dan posttest kelas kontrol dan eksperimen berdistribusi normal. Uji Homogenitas Uji Homogenitas digunakan untuk mengetahui apakah sampel diambil homogen atau tidak. Data homogen jika nilai signifikan lebih besar dari 0,05. Sedangkan, data tidak homogen jika nilai signifikan lebih kecil dari 0,05. Berikut hasil uji normalitas dalam penelitian ini: Tabel 6. Hasil Uji Homogenitas Pretest dan Posttest Pemahaman Anatomi Otot Hasil Levene Statistic Sig. Based on Mean Based on Median Based on Median and with adjusted df Based on trimmed mean Berdasarkan tabel diatas, nilai sig. pada pretest dan posttest kelas kontrol dan kelas eksperimen sebesar 0,123 lebih besar dari = 0. Maka, dapat disimpulkan bahwa data di atas bersifat homogen. Uji Hipotesis Uji hipotesis menggunakan analisis Independent Samples t-Test, untuk mengetahui ada tidaknya perbedaan antara nilai posttest kelas kontrol dan kelas eksperimen. Perbandingan nilai posttest bertujuan untuk mengetahui apakah terdapat pengaruh pemahaman anatomi otot pada kelas eksperimen yang menggunakan metode body painting. Data nilai di analisis dengan bantuan SPSS version 26 for Apabila nilai thitung Ou ttabel atau sig < 0,05 maka Ha diterima dan Ho ditolak, artinya ada pengaruh yang signifikan antara nilai posttest kelompok eksperimen dan kelompok kontrol. Sebaliknya, apabila nilai thitung O ttabel atau sig > 0,05 maka Ho diterima dan Ha ditolak, artinya tidak ada pengaruh yang signifikan antara nilai posttest kelompok eksperimen dan kelompok kontrol (Permatasari, 2. Hasil analisis data Independent Samples t-Test dapat dilihat pada tabel7. Pengaruh Metode Body Painting Terhadap Pemahaman Anatomi Otot Pada Mahasiswa Pendidikan Jasmani (Studi Pada Mata Kuliah Massage-Fisioterapi Cedera Olahrag. Nurul Fajar Muslimah Ningrum. Arrendi Afrilliyan. Azizatul Khairi Tabel 7. Hasil analisis data Independent Samples t-Test Levene's Test for Equality of Variances t-test for Equality of Means Hasil Equal Equal Sig. 95% Confidence Interval of the Difference Sig. Mean Std. Error taile. Difference Difference Lower Upper Berdasarkan tabel di atas dapat diketahui thitung Ou ttabel . ,799 > 1,. dengan nilai sig. sebesar 0,007 < 0,05, di mana thitung lebih besar dari ttabel dengan nilai sig. lebih kecil dari 0,05, hal ini membuktikan adanya perbedaan signifikan pada hasil posttest kelas eksperimen dan kelas Maka dapat disimpulkan bahwa ada pengaruh yang signifikan metode body painting terhadap pemahaman anatomi otot pada mahasiswa pendidikan jasmani. Untuk mengetahui rata-rata posttest kelas eksperimen dan kelas control dapat dilihat pada tabel 8. Tabel 8. Rata-rata Posttest Kelas Eksperimen dan Kelas Kontrol Group Statistics Hasil Kelas Mean Std. Deviation Std. Error Mean Posttest Eksperimen Posttest Kontrol Berdasarkan tabel diatas nilai rata-rata hasil posttest kelas eksperimen sebesar 81,81 dan nilai rata-rata kelas kontrol 71,69. Maka dapat disimpulkan ada perbedaan rata-rata hasil posttest pemahaman anatomi otot kelas eksperimen dan kelas kontrol, di mana nilai rata-rata posttest kelas eksperimen yang diberikan perlakuan menggunakan metode body painting lebih besar dari kelas kontrol. PEMBAHASAN Penelitian ini dilaksanakan pada bulan januari-februari 2025 sebanyak 8 kali pertemuan. Penelitian di awali dengan pretest dan diakhiri posttest kelas eksperimen dan kelas kontrol, yang bertujuan untuk mengetahui kemampuan awal pemahaman mahasiswa tentang anatomi otot. Pemahaman anatomi otot merupakan dasar yang harus dimiliki mahasiswa penjas pada mata kuliah massage-fisioterapi cedera olahraga. Hal ini dapat dilihat dari rata-rata hasil pretest yang hampir sama. Nilai rata-rata kelas eksperimen sebesar 68,77, dan kelas kontrol sebesar 68,58. Setelah dilakukan pretest, masing-masing kelas diberikan perlakuan berbeda. Kelas eksperimen menggunakan metode body painting, dan kelas kontrol menggunakan metode konvensional. Pembelajaran metode konvensional menggunakan metode ceramah, diskusi, dan tanya jawab. Pada metode konvensional penyampain materi didominasi dengan ceramah menggunakan buku atau gambar, sehingga terkadang mahasiswa mengalami kesulitan untuk mengingat nama dan lokasi otot karena hanya menghafal tanpa adanya pengalaman secara langsung. Interaksi dan keterlibatan mahasiswa juga cendrung pasif, karena hanya mendengarkan penjelasan dan melihat gambar. Pembelajaran menggunakan metode body painting mengajarkan mahasiswa untuk melihat, merasakan, memahami lokasi otot, serta memberikan pengalaman pembelajaran secara lebih nyata, sehingga dapat memaksimalkan pemahaman anatomi otot secara lebih efektif. Adapun tahap-tahap perlakuan atau pembelajaran menggunakan metode body painting. Pertama, tahap perencanaan dan persiapan yaitu menentukan tujuan pembelajaran, di mana mahasiswa dapat memahami lokasi otot . kstremitas atas, ekstremitas bawah, punggung, atau abdome. , fungsi, kelompok, dan relevansi otot dengan mata kuliah massage-fisioterapi cedera Selanjutnya, menyiapkan bahan dan alat seperti cat body painting khusus merk viva yang aman untuk kulit, kuas dan spons yang digunakan untuk aplikasi cat, gambar referensi otot manusia, spidol non-permanen untuk menandai bagian otot sebelum dilakukan pengecatan. Mahasiswa bekerja dalam kelompok yang berisi 3 s. d 4 orang, di mana satu orang menjadi model dan yang lain bertugas untuk menggambar. Kedua, tahap pelaksanaan, dosen menjelaskan otot yang akan dipelajari. Mahasiswa melaksanakan praktik melukis otot, dengan meraba otot pada model untuk memahami letaknya secara langsung, dan menandai area otot menggunakan spidol non-permanen, selanjutnya mahasiswa melukis otot dengan warna berbeda untuk membedakan kelompok otot. Ketiga, tahap evaluasi dan refleksi, di mana mahasiswa mempresentasikan hasil body painting, tanya jawab dan diskusi. Metode body painting juga memfasilitasi mahasiswa untuk menggunakan informasi yang terkandung dalam ilustrasi, beralih dari representasi dua dimensi ke representasi tiga dimensi. Mahasiswa memperoleh perspektif yang lebih baik tentang tubuh manusia dan pemahaman yang lebih memadai tentang strukturnya (Ribelles-Garcya et al. , 2. Melukis tubuh atau body painting secara anatomi merupakan pendekatan berbasis seni yang efektif dan populer untuk pendidikan anatomi, popularitasnya didasarkan pada kemampuan adaptasinya sebagai alat untuk mempelajari anatomi kasar dan permukaan (Finn, 2. Melukis tubuh membantu siswa memperdalam pengetahuan tentang anatomi (Bilella. Eppler. Link, & Filgueira, 2. Body painting terbukti menjadi metode pembelajaran anatomi yang efektif dan menarik bagi mahasiswa non-kedokteran, terutama dalam meningkatkan keterlibatan dan pemahaman anatomi secara visual dan kinestetik (Green & Dayal. Dapat disimpulkan bahwa metode body painting merupakan pendekatan pembelajaran anatomi yang efektif dan adaptif, membantu mahasiswa memahami struktur tubuh secara visual dan kinestetik, tidak hanya meningkatkan keterlibatan belajar, tetapi juga memperkuat pemahaman anatomi dari dua dimensi ke tiga dimensi, serta relevan untuk pembelajaran anatomi kasar dan permukaan. Pengaruh Metode Body Painting Terhadap Pemahaman Anatomi Otot Pada Mahasiswa Pendidikan Jasmani (Studi Pada Mata Kuliah Massage-Fisioterapi Cedera Olahrag. Nurul Fajar Muslimah Ningrum. Arrendi Afrilliyan. Azizatul Khairi Setelah diberikan perlakuan pada kelas eksperimen dan kelas kontrol, penelitian di akhiri dengan posttest pada masing-masing kelas. Tujuannya untuk melihat ada atau tida ada perbedaan pemahaman tentang anatomi otot sebelum maupun sesudah perlakuan. Dari hasil posttest yang dilakukan, diperoleh hasil rata-rata posttest kelas eksperimen sebesar 81,81 dan nilai rata-rata kelas kontrol 71,69. Sehingga selisih perbedaan hasil rata-rata masing-masing kelas sebesar 10,12. Hasil posttest kelas eksperimen dan kelas kontrol menunjukan bahwa terdapat perbedaan hasil rata-rata. Perbedaan tersebut disebabkan oleh pemberian treatment yang berbeda. Perbedaan pemahaman anatomi otot pada masing-masing kelas merupakan akibat dari penggunaan metode body painting dalam Berdasarkan pengujian statistik pada hasil posttest masing-masing kelas dengan menggunakan uji-t, diperoleh thitung Ou ttabel . ,799 > 1,. dengan nilai sig. sebesar 0,007 < 0,05, di mana thitung lebih besar dari ttabel dengan nilai sig. lebih kecil dari 0,05, hal ini membuktikan adanya perbedaan signifikan pada hasil posttest kelas eksperimen dan kelas kontrol. Maka dapat disimpulkan bahwa ada pengaruh yang signifikan metode body painting terhadap pemahaman anatomi otot pada mahasiswa pendidikan jasmani. Pemahaman anatomi otot sangat penting pada mata kuliah massage-fisioterapi cedera olahraga terutama pada efektivitas teknik massage dan terapi fisik yang benar dan tepat. Metode body painting membantu mahasiswa dalam mengembangkan kemampuan observasi dan analisis klinis yang sangat penting dalam bidang fisioterapi dan massage olahraga. Dengan memahami lokasi serta fungsi otot secara lebih mendalam, mahasiswa dapat menerapkan teknik massage . dengan lebih tepat, mengurangi risiko kesalahan dalam terapi latihan, serta meningkatkan efektivitas pemijatan dalam rehabilitasi cedera olahraga. KESIMPULAN Berdasarkan dari hasil penelitian yang telah dilakukan dapat ditarik kesimpulan bahwa terdapat pengaruh penggunaan metode body painting terhadap pemahaman anatomi otot pada mahasiswa pendidikan jasmani berdasarkan studi pada mata kuliah massage-fisioterapi cedera olahraga. Saran penelitian selanjutnya yaitu dapat mengkombinasikan pembelajaran metode body painting dengan metode pembelajaran lainnya . DAFTAR PUSTAKA