Jurnal MediLab Mandala Waluya Vol 7 No 2. Desember2023 Website : . ttps://ejournal. id/medilab/inde. DOI : https://doi. org/10. 36566/medilab. v5i1 juli. p-ISSN : 2580-4073 e-ISSN: 2685-1113 KARATERISTIK INTERLEUKIN 17 ( IL - 17 ) PADA PENDERITA DIABETES MELLITUS TIPE 2 YANG MENGALAMI ULKUS DIABETIK MENGGUNAKAN METODE SODIUM DODECYL SULPHATE POLY ACRYLAMIDE GEL ELEKTROFORESIS (SDS-PAGE) DI RSUD KOTA KENDARI Satriani Syarif1. Tasman2. Anisa Ramadan3 D-IV Teknologi Laboratorium Medis Fakultas Sains dan Teknologi Universitas Mandala Waluya Email: satrianisyarif@gmail. ABSTRAK Diabetes Melitus adalah salah satu kelompok penyakit metabolik dengan karakteristik yang terjadi akibat kelainan sekresi insulin. Komplikasi kronis dari diabetes mellitus salah satunya adalah ulkus diabetik. Ulkus ini berupa luka di kulit kaki yang disertai kerusakan atau kematian jaringan. Diabetes mellitus seringkali dikaitkan dengan keadaan proinflamasi pada saat terjadi ulkus. Interleukin-17 merupakan jenis sitokin yang memiliki peran pada saat terjadi proinflamasi. Dengan memahami hubungan antara Interleukin-17 dan ulkus diabetik, penelitian ini dapat menghasilkan solusi medis yang lebih tepat sasaran untuk pasien di RSUD Kota Kendari dengan meningkatkan kualitas perawatan dan pengembangan terapi yang lebih efektif. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui karateristik jenis protein Interleukin-17 pada penderita diabetes mellitus tipe 2 yang mengalami ulkus Jenis penelitian ini adalah deskriptif untuk melihat ada tidaknya jenis protein interleukin-17 yang terdapat pada plasma pasien penderita diabetes mellitus tipe 2 yang mengalami ulkus diabetik menggunakan metode Sodium Dodecyl Sulphate Poly Acrylamide Gel Elektroforesis (SDS-PAGE). Populasi pada penelitian ini yaitu 9 responden. Jumlah sampel ditentukan dengan rumus slovin sehingga diperoleh 7 sampel. Hasil penelitian dari 8 sampel yaitu 7 sampel protein dari penderita diabetes mellitus tipe 2 yang mengalami ulkus diabetik dan 1 sampel adalah kontrol yaitu penderita diabetes mellitus tipe 2 tanpa mengalami komplikasi ulkus diabetik menunjukkan bahwa sebanyak 7 sampel protein yang berhasil diidentifikasi dari pasien diabetes mellitus tipe 2 yang mengalami ulkus diabetik adalah IL-17F dengan berat molekul sekitar 44 kDa sedangkan protein-protein IL-17 yang lain tidak muncul. IL-17F pada penderita DM yang mengalami ulkus diabetik menandakan adanya peningkatan keparahan peradangan pada luka. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa yang berhasil diidentifikasi protein interleukin-17 pada pasien diabetes mellitus tipe 2 yang mengalami ulkus diabetik adalah interleukin-17F dengan berat molekul 44 kDa. Adapun saran kepada peneliti selanjutnya dapat melakukan penelitian mengidentifikasi jenis protein sitokin pada pasien diabetes mellitus tipe 2 menggunakan metode yang sama tetapi dengan kompikasi yang berbeda. Kata Kunci : Diabetes : Di Mellitus Tipe 2. Ulkus Diabetik. SDS-PAGE. Interleukin-17 Jurnal MediLab Mandala Waluya Vol 7 No 2. Desember2023 Website : . ttps://ejournal. id/medilab/inde. DOI : https://doi. org/10. 36566/medilab. v5i1 juli. p-ISSN : 2580-4073 e-ISSN: 2685-1113 orang di Tiongkok akan hidup dengan PENDAHULUAN Diabetes Melitus adalah salah satu diabetes, menjadikannya negara di posisi pertama dengan jumlah penderita diabetes yang terjadi akibat terbanyak di dunia. India saat ini berada di sekresi insulin, kerja insulin atau pun kedua - posisi kedua dengan 74,19 juta penduduk keduanya yang memerlukan perawatan medis penderita diabetes, sedangkan Pakistan saat berkelanjutan dengan strategi pengurangan ini di posisi empat dengan sekitar 32,96 juta risiko multifaktorial di luar kendali glikemik Indonesia saat ini berada di posisi (Fariza. Health kelima dengan sekitar 19,47 juta orang yang menyebutkan bahwa hidup dengan diabetes. Dengan jumlah Data Organization (WHO) World tercatat 422 juta orang di dunia menderita DM atau terjadi peningkatan sekitar 8,5 % pada menunjukkan 10,6% prevalensi diabetes di Indonesia. Kemenkes RI . menyatakan terdapat 2,2 juta kematian dengan presentase kasus DM di perkirakan akan meningkat akibat penyakit DM yang terjadi sebelum usia sekitar 600 juta jiwa pada tahun 2023 70 tahun, khususnya di negara-negara dengan (Lestari dkk. , 2. 179,72 status ekonomi rendah dan menengah (Safitri Kasus DM berdasarkan data Dinas , 2. American Diabetes Association Kesehatan Kota Kendari tahun 2020 di kota (ADA) menjelaskan bahwa setiap 21 detik Kendari terdapat 3. 030 orang menderita terdapat satu orang yang terdiagnosis diabetes penyakit DM, di susul tahun 2021 dengan melitus atau hampir setengah dari populasi jumlah kasus 2. 985 orang dan pada tahun orang dewasa di Amerika menderita diabetes 2022 kasus penderita DM Kota Kendari mellitus (ADA, 2. International Diabetes Federation (Dinkes Kota Kendari, 2. (IDF) tahun 2021 memperkirakan bahwa 537 Berdasarkan prevalensi data pasien juta orang dewasa . erusia 20 hingga 79 tahu. diabetes melitus di RSUD Kota Kendari, atau 1 dari 10 orang di seluruh dunia hidup pasien DM di tahun 2020 dengan jenis kelamin laki-laki terdapat 74,6% dengan mengakibatkan 6,7 juta kematian atau 1 tiap 5 jumlah 238 orang dan jenis kelamin Pada tahun 2021, sekitar 140,87 juta perempuan 125,3% dengan jumlah 400 Diabetes Jurnal MediLab Mandala Waluya Vol 7 No 2. Desember2023 Website : . ttps://ejournal. id/medilab/inde. DOI : https://doi. org/10. 36566/medilab. v5i1 juli. p-ISSN : 2580-4073 e-ISSN: 2685-1113 orang, di tahun 2021 pasien DM dengan jenis ). laki-laki terdapat 83,6% Salah satu jenis sitokin IL-17, jumlah 256 orang dan jenis kelamin perempuan selain itu, adiponektin yang bersifat anti terdapat 116,3 % dengan jumlah 356 orang dan inflamasi juga ditemukan lebih rendah pada di tahun 2022 pasien DM dengan jenis kelamin pasien diabetes melitus dengan komplikasi laki-laki terdapat 83,3% dengan jumlah 220 makrovaskuler dan mikrovaskuler. Diabetes orang dan jenis kelamin perempuan terdapat dinyatakan sebagai keadaan proinflamasi, 116,6% dengan jumlah 308 orang. Dan data hal ini dibuktikan dengan peningkatan kadar yang tercatat terkena ulkus diabetikum yaitu 24% (Data RSUD Kota kendari, 2. receptor 2 (TLR. , toll-like receptor 4 Diabetes melitus seringkali dikaitkan (TLR. CRP . sCRP). Plasminogen toll-like dengan inflamasi, sesuai dengan pernyataan inhibitor-1 (PAI-. , serta molekul adhesi sel Devaraj . bahwa diabetes melitus adalah keadaan proinflamasi. Inflamasi sebenarnya (Devaraj, merepresantasikan suatu respon protektif yang menunjukkan bahwa sistem imun adaptif, mengontrol infeksi dan memicu perbaikan terutama limfosit T, juga memainkan peran jaringan, namun dapat juga berkontribusi pada penting dalam patogenesis DM. Salah satu Respon jenis limfosit T tertentu bernama sel T inflamasi biasanya dikaitkan dengan variasi helper 17 (Th. , yang merupakan subset dari sel T helper menghasilkan interleukin- Sitokin-sitokin proinflamasi yang Studi 17 (IL-. (Changxia dkk. , 2. Yousefidaredor IL-17 sensitivitas insulin dan fungsi dari sel beta pankreas (Shita, 2. mengaktifkan Janus kinase 1 (JAK. Janus Adanya profil kode gen menunjukkan kinase 2 (JAK. Phosphatidylinositol 3 bahwa paparan glukosa yang tinggi terhadap kinase (PI3K) dan NF- Jalur B yang monosit menyebabkan peningkatan ekspresi mengatur ekspresi gen inflamasi pada DM sitokin proinflamasi, kemokin, dan faktor dengan komplikasinya. Hal ini sejalan terkait, banyak di antaranya diatur oleh faktor dengan studi yang di lakukan Cortvrindt transkripsi proinflamasi nuclear faktor - (NF- . yang melaporkan adanya Jurnal MediLab Mandala Waluya Vol 7 No 2. Desember2023 Website : . ttps://ejournal. id/medilab/inde. DOI : https://doi. org/10. 36566/medilab. v5i1 juli. p-ISSN : 2580-4073 e-ISSN: 2685-1113 peningkatan kadar Interleukin-17 dalam cairan (Safitri dkk. , 2. Sitokin yang berperan vitreous, dan peningkatan sel T helper 17 di jaringan ginjal kronis yang menunjukkan peran Peningkatan kadar IL-17 pada penderita Interleukin-17 diabetes melitus tipe 2 dapat memperburuk kerusakan saraf dan pembuluh darah pada Dari IL-17. menyebabkan ulkus diabetik. Selain itu. IL- beberapa jenis interleukin 17 dan peranannya 17 juga dapat mempengaruhi respons imun yaitu IL-17A dan IL-17F sitokin berperan dan inflamasi pada ulkus diabetik, sehingga dalam perekrutan neutrofil untuk imunitas memperparah kondisi luka (James dkk. (Iwakura dkk. , 2. IL-17B diekspresikan Metode (Sodium Dodecyl sulfate oleh sel T, dan telah terbukti merangsang Polyacrylamide Gel Elektroforesi. SDS- pelepasan TNF- dan IL-1 dari sel-sel garis PAGE keturunan monosit. Untuk peran IL-17C dalam IL-17C memisahkan protein berdasarkan ukuran Metode ini sering digunakan meningkat sekitar 15 kali lipat pada sistem dalam penelitian biokimia dan biologi saraf pusat yang diinduksi dengan autoimun (EAE) mengenai karakteristik protein-protein yang memiliki peran terlibat dalam proses patologis, seperti ulkus sedangkan peran IL-17D penurunan berat badan yang lebih sedikit Komplikasi kronis dari diabetes melitus diabetik pada penderita DM tipe 2. dengan beban patogen yang berkurang selama infeksi virus influenza (Miossec, 2. Penelitian identifikasi protein pada sampel diabetes mellitus telah dilakukan sebelumnya oleh salah satunya adalah ulkus kaki diabetik. Ulkus Dewi, . Pemisahan ini berupa luka di kulit kaki yang disertai Protein Dalam Darah Penderita Diabetes kerusakan atau kematian jaringan, baik dengan Melitus Tipe 2 Untuk Pengembangan infeksi maupun tidak, dan berkaitan terhadap Biomarker menjelaskan bahwa biomarker adanya penyakit arteri perifer atau neuropati adalah semua zat, struktur, atau proses yang Jurnal MediLab Mandala Waluya Vol 7 No 2. Desember2023 Website : . ttps://ejournal. id/medilab/inde. DOI : https://doi. org/10. 36566/medilab. v5i1 juli. p-ISSN : 2580-4073 e-ISSN: 2685-1113 bisa diukur dalam tubuh atau produk-produk solusi medis yang lebih tepat sasaran untuk pasien di RSUD Kota Kendari, dengan Deteksi perbedaan pada level protein sangat penting pengembangan terapi yang lebih efektif. pada penelitian yang mempelajari proteomik. Penelitian Biomarker protein sangat diperlukan untuk diagnosis dan prognosis pada keadaan akut dan mengalami ulkus diabetik menggunakan kronik pada pasien penderita diabetes, berbagai metode Sodium Dodecyl Sulphate Poly tipe kanker. Acrilamide PAGE) masih jarang di lakukan sehingga elektroforesis serum darah penderita DM tipe 2 penelitian ini menjadi penting untuk di di Desa Sukorejo. Kecamatan Bangsalsari dan sindrom lainnya. Gel Electrophoresis (SDS- setelah di elektoforesis dalam 12,5% gel METODE PENELITIAN commassie brilliant blue R-250 masih kurang Jenis penelitian ini merupakan Hasil analisis SDS-PAGE protein yang penelitian deskriptif untuk melihat ada terdapat pada serum darah penderita DM tipe 2 tidaknya jenis protein interleukin-17 yang dan serum orang sehat sebagai kontrol negatif, terdapat pada plasma pasien penderita diperoleh tiga pita protein dengan bobot diabetes mellitus tipe 2 yang mengalami molekul 28 kDa, 45 kDa dan 235 kDa. ulkus diabetik. Dengan desain penelitian Penelitian ini memiliki urgensi yang Deskriptif Laboratorik dengan melihat signifikan di RSUD Kota Kendari karena pita-pita yang terbentuk pada protein kondisi diabetes dengan menggunakan metode SDS-PAGE. mellitus tipe 2 dengan komplikasi ulkus diabetik merupakan masalah kesehatan yang sering terjadi. Peradangan HASIL kronis dan komplikasi yang terkait dengan Dengan memahami hubungan antara IL-17 dan ulkus diabetik, penelitian ini dapat menghasilkan Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan diperoleh hasil : Karakteristik responden Umur Hasil Jurnal MediLab Mandala Waluya Vol 7 No 2. Desember2023 Website : . ttps://ejournal. id/medilab/inde. DOI : https://doi. org/10. 36566/medilab. v5i1 juli. p-ISSN : 2580-4073 e-ISSN: 2685-1113 dilakukan oleh peneliti pada setiap Pada tabel 2 menunjukkan bahwa responden diperoleh data responden sebanyak 7 responden, berjenis kelamin berdasarkan umur adalah sebagai laki-laki berjumlah 3 responden dengan presentase . %) dan berjenis kelamin Tabel 1. Distribusi responden berdasarkan perempuan berjumlah 4 responden dengan presentase . %). No. Umur Pasien Jumlah Total (%) . Total (Sumber data primer, 2. Berdasarkan tabel 1 dapat diketahui bahwa Hasil Pengukuran Konsentrasi Protein Tabel Hasil konsentrasi protein total sebelum Panjang Absor Kosentrasi Protein Sampel berjumlah 1 responden dengan presentase . %), responden yang berumur 54-63 tahun berjumlah 3 responden dengan presentase . %), dan responden yang berumur 64-73 tahun berjumlah 3 responden dengan presentase . %). Jenis Kelamin Hasil observasi yang telah dilakukan oleh peneliti pada setiap responden diperoleh data responden berdasarkan umur Tabel 2. Distribusi responden berdasarkan jenis 320 nm 1,234 320 nm 1,685 320 nm 1,441 320 nm 1,526 320 nm 1,449 320 nm 1,595 320 nm 1,557 320 nm 0,575 (Sumber data primer, 2. Jenis Laki-Laki Perempuan Pada tabel 3 menunjukkan bahwa hasil Total sebelum pemurnian pada sampel DM tipe 2 sebagai berikut: No. (AAg/m. Jumlah . Total (%) panjang gelombang 320 nm memiliki absorbansi dan konsentasi protein yang berbeda disetiap sampel. Tabel 4. Hasil pengukuran konsentrasi protein total sesudah pemurnian Jurnal MediLab Mandala Waluya Vol 7 No 2. Desember2023 Website : . ttps://ejournal. id/medilab/inde. DOI : https://doi. org/10. 36566/medilab. v5i1 juli. p-ISSN : 2580-4073 e-ISSN: 2685-1113 Sampel Panjang Absor Kosentrasi Protein (AAg/m. 320 nm 0,416 320 nm 0,338 320 nm 0,109 320 nm 0,487 320 nm 0,685 320 nm 0,491 320 nm 0,451 320 nm 0,511 (Sumber data primer, 2. Pada tabel 4 menunjukkan bahwa hasil pengukuran konsentrasi protein total setelah Gambar 1. Hasil pita-pita protein pasien diabetes melitus tipe 2 yang mengalami ulkus diabetik. M= marker (Bio ra. A-G= sampel. H= kontrol Distribusi Distribusi jenis protein pemurnian pada sampel DM tipe 2 yang mengalami ulkus diabetik setelah dimurnikan menggunakan larutan ammonium sulfat 40% mengalami ulkus diabetik dan larutan Phosphate Buffered Saline yang Tabel 5. Distribusi jenis protein interleukin- diukur dengan spektrofotometer pada panjang 17 pada penderita diabetes melitus tipe2 gelombang 320 nm memiliki absorbansi dan yang mengalami ulkus diabetik konsentasi protein yang berbeda disetiap Hasil SDS-PAGE Gambar hasil pita-pita protein dengan menggunakan pewarnaan Commasie Brilliant Blue pada sampel plasma pasien diabetes mellitus tipe 2 yang mengalami ulkus diabetik (Sumber data primer, 2. Berdasarkan tabel 5 distribusi jenis dapat dilihat pada gambar di bawah ini: diabetes melitus tipe 2 yang mengalami ulkus diabetik yang berhasil diidentifikasi yaitu Interleukin-17F sebanyak 7 sampel Jurnal MediLab Mandala Waluya Vol 7 No 2. Desember2023 Website : . ttps://ejournal. id/medilab/inde. DOI : https://doi. org/10. 36566/medilab. v5i1 juli. p-ISSN : 2580-4073 e-ISSN: 2685-1113 dengan kode sampel A. Jurnal MediLab Mandala Waluya Vol 7 No 2. Desember2023 Website : . ttps://ejournal. id/medilab/inde. DOI : https://doi. org/10. 36566/medilab. v5i1 juli. p-ISSN : 2580-4073 e-ISSN: 2685-1113 PEMBAHASAN Penelitian Laboratorium D-IV Teknologi Laboratorium Medis Universitas Mandala Waluya Kendari selama bulan Juni. Penelitian ini di lakukan interleukin-17 pada pasien DM tipe 2 yang mengalami ulkus diabetik. DM Tipe 2 adalah penyakit gangguan metabolik yang di tandai oleh kenaikan gula darah akibat penurunan sekresi insulin oleh sel beta pankreas dan atau ganguan fungsi insulin . esistensi insuli. (Fatimah, 2015. Sugireng dkk. , 2. Salah satu komplikasi yang sering terjadi pada penderita DM tipe 2 adalah ulkus diabetik. Ulkus diabetik adalah infeksi pada tungkai bawah pasien DM tipe 2 diakibatkan adanya inflamasi atau invasi mikroorganisme kedalam jaringan (Dutta dkk. , 2. Ulkus diabetik merupakan kondisi yang dapat menyebabkan luka, infeksi, dan dalam kasus yang parah dapat mengarah pada amputasi, ulkus diabetik dapat terjadi karena neuropati perifer, penyakit arteri perifer, dan gangguan sistem imun (Lauri dkk. Berdasarkan tabel 1 pada penelitian ini menunjukkan bahwa penderita DM tipe 2 yang mengalami ulkus diabetik lebih banyak diderita pada usia tua. Usia yang merupakan salah satu Jurnal MediLab Mandala Waluya Vol 7 No 2. Desember2023 Website : . ttps://ejournal. id/medilab/inde. DOI : https://doi. org/10. 36566/medilab. v5i1 juli. p-ISSN : 2580-4073 e-ISSN: 2685-1113 internal dalam diri seseorang memiliki Perempuan mempunyai komponen resistensi insulin yang akan meningkat ketika hamil. terjadinya ulkus diabetik. Hal ini sejalan dengan yang dikatakan oleh Musa dkk. , bahwa seiring bertambahnya usia akan menyebabkan penurunan sekresi mengakibatkan penurunan sirkulasi darah besar ataupun sedang di tungkai yang lebih beresiko terjadinya ulkus diabetik dan usia tua akan terjadi penurunan fungsi organ tubuh, termasuk pankreas dalam memproduksi insulin sehingga pengenalian glukosa darah yang tinggi kurang optimal. Pada tabel 2 didapatkan penderita DM tipe 2 yang mengalami ulkus diabetik lebih banyak diderita oleh perempuan dibandingkan dengan lakilaki. Data ini sesuai dengan penelitian yang dilakukan oleh Mildawati dkk. Perempuan lebih berisiko terkena laki-laki. Perempuan karbohidrat atau glukosa untuk physical activity (Sanatang dan Syarif, 2. Faktor lain secara internal adalah insulin Jurnal MediLab Mandala Waluya Vol 7 No 2. Desember2023 Website : . ttps://ejournal. id/medilab/inde. DOI : https://doi. org/10. 36566/medilab. v5i1 juli. p-ISSN : 2580-4073 e-ISSN: 2685-1113 Itulah sebabnya mengapa ibu hamil juga maka kosentrasi dari protein tersebut juga Insulin resistance itu menjadi berbahaya dan terjadi hubungan antara kosentrasi dan absorbansi. karena terlalu banyak makan, terlalu gemuk. Pemurnian protein pada kurang olahraga dan dan sindrom siklus haid plasma dalam penelitian ini menggunakan serta saat manopause yang mengakibatkan metode salting-out, dimana larutan yang berperan adalah garam ammonium sulfat terhambatnya pengangkutan glokusa kedalam larutan Phosphat Buffer saline (PBS). Penentuan kosentrasi protein total pada Garam- sampel plasma di ukur dengan menggunakan mengendapkan protein-protein yang ada di Spektrofotometer UV-Vis dengan Panjang dalam sampel tersebut, hal ini dijelaskan gelombang () sebesar 320 nm. Volume kuvet oleh Sari dkk. dimana metode sampel ketika sebelum dilakukan pemurnian salting-out bertujuan untuk mengendapkan dan sesudah dilakukan pemurnian sebanyak 1 molekul-molekul protein dengan cara gaya ml . AA sampel 500 AA biuret 400 AA tarik menarik antara protein satu dan yang lain sehingga protein dapat mengendap. Berdasarkan kosentrasi protein dari 8 sampel yang dapat Proses pemisahan protein dilakukan dilihat pada tabel hasil 3 dan 4, dimana untuk dengan running dilakukan selama 90 menit mengetahui nilai kosentrasi protein pada setiap dengan menggunakan tegangan arus listrik sampel maka digunakan rumus persamaan sebesar 120 volt dan 60 amp, proses ini akan regresi linear. Dari hasil pengukuran kosentrasi menimbulkan perpindahan serta pemisahan protein sampel di dapatkan bahwa kosentrasi masing-masing. Teknik dibandingkan dengan kosentrasi protein ketika sampel setelah pemurnian. Menurut Salim dkk. kemampuan protein untuk bergerak dalam . dalam penelitiannya semakin tinggi arus listrik dan berdasarkan berat molekul kadar kosentrasi suatu sampel maka semakin Molekul tinggi juga absorbansi sampel tersebut begitu protein yang bermuatan negatif pula sebaliknya jika kadar absorbansi rendah bermigrasi kearah elektroda (Syarif dkk. Jurnal MediLab Mandala Waluya Vol 7 No 2. Desember2023 Website : . ttps://ejournal. id/medilab/inde. DOI : https://doi. org/10. 36566/medilab. v5i1 juli. p-ISSN : 2580-4073 e-ISSN: 2685-1113 bermuatan positif (Hermanto dkk. , 2. yang tipis. Hal ini mengindikasikan protein Setelah proses running selesai maka didapatkan yang terseparasi memiliki kosentrasi protein hasil pada gel yang kemudian akan di warnai dengan Commasie Briliant Blue dan dilakukan Cahyarini . , bahwa perbedaan tebal destaining agar pita lebih jelas. Hasil akan tipis protein yang terbentuk disebabkan didapatkan dan dilakukan pengukuran setiap karena perbedaan jumlah dari molekul- panjang tracking pita mulai dari atas sumuran molekul yang termigrasi. Pita yang memiliki hingga dasar sumuran. Dari hasil penelitian pita ionik atau muatan lebih besar akan bermigrasi lebih jauh daripada pita yang pita-pita terbentuk, maka dari pita- pita tersebut dihitung (Sinlae. Menurut berkekuatan ionik lebih kecil. panjang atau nilai retardation factor (RF) Dari penelitian ini ingin melihat sehingga akan didapatkan berat molekul (BM) apakah ada IL-17A. IL-17B. IL-17C. IL- dari setiap pita yang terbentuk. Nilai RF 17D. IL-17E dan IL-17F pada plasma pasien diperoleh dengan menghitung hasil pembagian DM tipe 2 yang mengalami ulkus diabetik. antara jarak pergerakan pita protein dari tempat Dari hasil penelitian ini pada gambar 1 dan awal. arak pit. dengan jarak pergerakan warna tabel 5 dapat dilihat bahwa yang berhasil di dari tempat awal . anjang ge. (Rantam, 2. identifikasi dari pasien tersebut adalah IL- Sampel penelitian ini berjumlah 8, 7 17F dengan berat molekul sekitar 44 kDa sampel protein dari penderita DM tipe 2 yang sedangkan protein-protein IL-17 yang lain mengalami ulkus diabetik dan 1 sampel adalah tidak muncul. Interleukin-17 adalah jenis kontrol yaitu penderita DM tipe 2 tanpa sitokin yang diproduksi oleh sel Th-17 dan mengalami komplikasi ulkus diabetik. Hasil dikatakan sebagai sitokin pro-inflamasi SDS-PAGE menunjukkan adanya pita . karena dapat menginduksi ekspresi berbagai protein yang memiliki intensitas ketebalan yang berbeda-beda. Hal ini menunjukkan bahwa proliferasi, maturasi dan kemoktasis (Kolls kosentrasi protein serum masing-masing fraksi dan Anders, 2. IL-17A memiliki peran Pengamatan visual terhadap hasil penting dalam merangsang produksi sitokin SDS-PAGE masing-masing menunjukkan beberapa pita protein yang peradangan dan pertahanan tubuh. Respons terbentuk yaitu pita protein dengan intensitas peradangan yang diinduksi oleh IL-17A Jurnal MediLab Mandala Waluya Vol 7 No 2. Desember2023 Website : . ttps://ejournal. id/medilab/inde. DOI : https://doi. org/10. 36566/medilab. v5i1 juli. p-ISSN : 2580-4073 e-ISSN: 2685-1113 melawan infeksi berkontribusi pada penyakit autoimun dan kDa menurut Tanaka dkk. sedangkan BM IL-8 sekitar 8-10 kDa menurut Holmes . peradangan kronis jika terjadi dalam jumlah Penderita berlebihan atau tidak terkendali. IL-17B dapat peningkatan pada mempengaruhi berbagai sel imun dan sel-sel seperti IL-6 dan IL-8 yang akan memicu sel non-imun leukosit meningkat, sehingga pada proses berkontribusi pada regulasi respon inflamasi dan awal inflamasi neutrophil akan diaktivasi perlindungan terhadap infeksi. IL-17C dalam oleh IL-8 pada tahap selanjutnya IL-6 akan penyakit inflamasi bahwa ekspresi jaringan mengatur produksi sitokin pro-inflamasi meningkat sekitar 15 kali lipat pada sistem menjadi monocyte chemotactic protein-1 saraf pusat (SSP) yang diinduksi dengan (MCP-. yang selanjutnya mengaktivasi mononuklear sel. Perubahan aktivasi dari (EAE). IL-17D memiliki peran penurunan berat neutrofil ke limfosit diikuti dengan proses badan yang lebih sedikit dengan beban patogen apoptosis dan fagositosis neutrofil sehingga yang berkurang selama infeksi virus influenza. peningkatan apoptosis limfosit T dapat IL-17E terkait dengan regulasi alergi dan respon imun tipe-2, serta penyakit peradangan pasien DM (Tiana dkk. , 2. TNF- saluran pernapasan seperti asma (Miossec, adalah sitokin utama pada respon inflamasi Interleukin-17F adalah anggota dari akut terhadap bakteri gram negatif dan keluarga sitokin IL-17 yang berperan dalam respon imun. Interleukin-17F memiliki peran beberapa fungsi dalam proses inflamasi, penting dalam merangsang produksi sitokin pro-inflamasi seperti IL-6. IL-8 dan TNF-, trombotik dan merangsang molekul adhesi selain itu dapat meningkatkan migrasi dan dari sel leukosit serta menginduksi sel endotel, berperan dalam mengatur aktivitas rekrutmen neutrophil dijaringan ulkus, sehingga makrofag dan respon imun dalam jaringan hal ini dapat menyebabkan kerusakan jaringan dengan merangsang faktor pertumbuhan dan dan lambatnya proses penyembuhan luka sitokin lain, berfungsi sebagai regulator dari (Kuwubara dkk. , 2. BM IL-6 sekitar 21-26 hematopoetik serta komitogen untuk sel T sitokin pro-inflamasi TNF- Jurnal MediLab Mandala Waluya Vol 7 No 2. Desember2023 Website : . ttps://ejournal. id/medilab/inde. DOI : https://doi. org/10. 36566/medilab. v5i1 juli. p-ISSN : 2580-4073 e-ISSN: 2685-1113 dan sel B serta aktivitas sel neutrofil dan Dari ke 8 sampel tersebut jenis protein makrofag (Amin dkk. , 2. sitokin yang di temukan dalam penelitian ini Berdasarkan penelitian Xuexian dkk. yaitu TNF- dengan BM 26 kDa menurut . telah menunjukkan bahwa IL-17F Thomson dkk. Interleukin-35 BM 75 berperan dalam patogenesis penyakit autoimun, seperti psoriasis, rheumatoid arthritis, dan lupus Interleukin-27 BM 50 kDa menurut Yoshida eritematosus sistemik. Produksi berlebihan IL- . Interleukin-15 BM 15 kDa 17F dapat menyebabkan peradangan kronis dan menurut Yuparera dkk. Interleukin-35 adalah sitokin yang penyakit ini. IL-17F juga terlibat dalam berfungsi sebagai penghambat proliferase sel T reg dan mencegah aktivitas Th-17 serta penyakit Crohn dan kolitis ulseratif. Sitokin ini mensuplai respon inflamasi (Chongsu dkk. berkontribusi pada pengaktifan sel epitel usus. Interleukin-27 adalah sitokin yang peningkatan produksi sitokin inflamasi, dan migrasi leukosit ke daerah yang terkena. IL-17F juga telah dikaitkan dengan penyakit paru-paru, kekebalan tubuh untuk mencegah proses termasuk asma, bronkitis kronis, dan fibrosis paru idiopatik. Produksi IL-17F oleh sel autoimun, fungsi utamanya adalah untuk mengatur aktivitas sel limfosit B dan paru-paru Lingwei inflamasi kronis dan kerusakan jaringan paruparu. IL-17F peningkatan keparahan peradangan pada ulkus. berhasil mengidentifikasi protein IL-17F tetapi Interleukin-15 adalah sitokin proinflamasi limfosit T (Lalive dkk. , 2. mengalami ulkus diabetik menandakan adanya Dalam meningkatkan sitotoksisitas sel T neutrophil apoptosis (Badenski dkk. , 2. ada beberapa protein-protein yang lain. Pada sampel A menghasilkan 6 protein, sampel B 8 protein, sampel C 8 protein, sampel D 7 KESIMPULAN Kesimpulan protein, sampel E 6 protein, sampel F 7 protein, adalah yang berhasil diidentifikasi protein sampel G 6 protein, dan sampel H 7 protein. interleukin-17 pada pasien diabetes mellitus Jurnal MediLab Mandala Waluya Vol 7 No 2. Desember2023 Website : . ttps://ejournal. id/medilab/inde. DOI : https://doi. org/10. 36566/medilab. v5i1 juli. p-ISSN : 2580-4073 e-ISSN: 2685-1113 tipe 2 yang mengalami ulkus diabetik adalah Journal of Diabetes Research. interleukin-17F dengan berat molekul 44 kDa. Chongsu. Xiao. Fang. Wang. Emerging role of IL-35 DAFTAR PUSTAKA