Diana Rahmasari Tumanggor. Anne Rumondang Malau. Hanna M. Damanik. / JEB Online Vol. 04 No. 02 September . Journal of Economics and Business URL: http://jurnal. id/index. php/ekonomibisnis JEB Online Vol. No. Hal . ISSN: 2714-5719 e-ISSN: 2714-5727 ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MINAT BERWIRAUSAHA MAHASISWA DI KOTA MEDAN Diana Rahmasari Tumanggor. Anne Rumondang Malau. Hanna M. Damanik. Universitas HKBP Nommensen. Manajemen. Jl Sutomo No. 4 Medan Dianatumanggor@gmail. , anne. malau@uhn. , hannadamanik@uhn. ABSTRAK Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui dan menganalisa faktorfaktor yang mempengaruhi minat mahasiswa berwirausaha. Ada tiga variabel yang diprediksi mempengaruhi minat berwirausaha, yaitu lingkungan keluarga, kepribadian, motivasi. Studi dilakukan pada mahasiswa yang sudah mengambil matakuliah kewirausahaan di kota Medan yang berjumlah 110 Responden. Metode analisa data yang digunakan dalam penelitian analisis regresi sederhana dengan bantuan program SPSS. Hasil analisa menunjukkan bahwa Lingkungan Keluarga. Kepribadian dan Motivasi berpengaruh positif dan INFORMASI ARTIKEL Dikirim : 14 Maret 2023 Revisi Pertama : 14 Maret 2023 Diterima : 16 Maret 2023 Tersedia online : 16 Maret 2023 Kata Kunci : Minat Berwirausaha. Lingkungan Keluarga. Kepribadian. Motivasi dan Faktor-faktor yang mempengaruhi minat berwirausaha. Diana Rahmasari Tumanggor. Anne Rumondang Malau. Hanna M. Damanik. / JEB Online Vol. 04 No. 02 September . PENDAHULUAN Berdasarkan Badan Pusat Statistik, jumlah angkatan kerja Februari 2022 pada lulusan universitas mencapai sebesar 14,34 juta jiwa, bertambah sebesar 4,20 juta jiwa dibandingkan Februari 2021. Hal ini berpengaruh pada persentase bekerja terhadap angkatan kerja pada lulusan universitas sebesar 93,83% dengan 6,17% merupakan pengangguran terbuka. Berdasarkan data diatas dapat disimpulkan bahwa jumlah angkatan kerja pada lulusan perguruan tinggi cukup besar, sehingga hal tersebut berbanding terbalik dengan ketersediaan lapangan pekerjaan yang membuat tingkat pengangguran di Indonesia masih tinggi. Salah satu langkah awal untuk mengatasi peningkatan angka pengangguran pada perguruan tinggi ialah dengan menumbuhkan minat berwirausaha pada mahasiswa. Dengan adanya minat berwirausaha tersebut, mahasiswa memiliki bekal ketika menyelesaikan perkuliahan, sehingga mahasiswa menciptakan lapangan pekerjaan dan mampu bersaing di tengah pesatnya jumlah angkatan kerja. Hal tersebut juga didukung oleh Suharti dan Sirine . yang menyatakan bahwa menumbuhkan minat berwirausaha pada mahasiswa dipercaya dapat mengurangi tingkat pengangguran, karena para sarjana diharapkan dapat menjadi seorang wirausahawan muda yang terdidik serta mampu merintis usahanya sendiri. Namun saat ini minat berwirausaha pada mahasiswa masih tergolong rendah. Hal ini dikarenakan kalangan berpendidikan cenderung kurang tertarik untuk berwirausaha. Sebagian besar orang yang berpendidikan lebih memikirkan untuk mencari pekerjaan dari pada menjadi seorang wirausahawan atau pencipta lapangan pekerjaan. Rendahnya minat berwirausaha tersebut juga dilakukan penelitian oleh Mbayak dan Eko . yang menyatakan dari 3000 mahasiswa STIMIK Mikroskil hanya 250 mahasiswa yang mengikuti Seminar one day entrepreneur, yang artinya hanya 8. 3% mahasiswa yang tertarik berwirausaha. Penelitian tersebut juga menyatakan bahwa lulusan perguruan tinggi cenderung mencari pekerjaan dari pada menjadi seorang wirausaha atau pencipta lapangan pekerjaan. Menurut Suryana . minat berwirausaha merupakan suatu keinginan seseorang untuk menjalankan aktivitas kewirausahaan yang berani memulai bisnis dan berani mengambil risiko untuk mengolah suatu bisnis. Minat berwirausaha juga dipengaruhi oleh beberapa faktor internal dan faktor eksternal. Faktor internal . epribadian, persepsi, motivasi dan pembelajaran atau sikap dan Faktor eksternal . eluarga, teman, tetangga dan lain lai. Berdasarkan faktor tersebut, peneliti melakukan penelitian terkait faktor lingkungan keluarga, kepribadian dan motivasi yang merupakan sebuah faktor yang memiliki peranan penting pada mahasiswa untuk menumbuhkan minat berwirausaha. Faktor-faktor tersebut dikajikan dalam bentuk tabel research GAP penelitian, sebagai berikut: Tabel 1. Penelitian Terdahulu Motivasi Lingkungan Keluarga Kepribadian (X. (X. terhadap Peneliti (X. terhadap Minat terhadap Minat Minat Berwirausaha (Y) Berwirausaha (Y) Berwirausaha (Y) Ayuningtias dan Berpengaruh Positif Berpengaruh Positif ( ) Berpengaruh Positif ( ) Ekawati . ( ) Widhiastuti dan Tidak Berpengaruh Berpengaruh Positif Berpengaruh Positif ( ) Dewi . Positif (-) ( ) Tidak Berpengaruh Brian . Berpengaruh Positif ( ) Positif (-) Lilis dan Yopi Tidak Berpengaruh Positif Berpengaruh Positif ( ) . (-) Maliah, dkk Tidak Berpengaruh Positif Tidak Berpengaruh . (-) Positif (-) Diana Rahmasari Tumanggor. Anne Rumondang Malau. Hanna M. Damanik. / JEB Online Vol. 04 No. 02 September . Pada tabel research GAP penelitian tersebut,terdapat perbedaan hasil penelitian terdahulu yang membuat faktor-faktor tersebut memiliki hasil yang tidak konsisten terhadap penelitian lainnya. Yang mana hasil penelitian terdahulu menunjukkan bahwa Lingkungan Keluarga. Kepribadian dan Motivasi berpengaruh positif terhadap minat berwirausaha dan sebagian penelitianmenunjukkan bahwa Lingkungan Keluarga. Kepribadian dan Motivasi tidak berpengaruh positif terhadap minat berwirausaha. Dari penelitian terdahulu tersebut, maka dapat disimpulkan masih terjadi ketidakkonsistenan antar variabel yang dibatasi. Berdasarkan penjelasan dan data yang sudah didapatkan, maka penelitian ini akan diarahkan pada mahasiswa terkhusus mahasiswa di kota Medan. Hal ini dikarenakan, pengangguran pada lulusan perguruan tinggi cukup besar, sehingga mahasiswa merupakan objek penelitian yang cukup tepat dalam melakukan penelitian ini. Yang dimana penelitian ini dilakukan di kota Medan yang merupakan ibukota Sumatera Utara yang memiliki cukup banyak perguruan tinggi dan juga mahasiswa yang dapat dijadikan objek dalam penelitian ini. Penelitian ini juga melibatkan tiga faktor variabel yaitu Lingkungan Keluarga. Kepribadian dan Motivasi. KAJIAN PUSTAKA Minat Berwirausaha Menurut Syaifudin . minat Berwirausaha merupakan ketertarikan seseorang terhadap kegiatan bisnis yang memerlukan keberanian dalam mengambil risiko untuk mendapatkan keuntungan. Menurut Suryana . minat berwirausaha merupakan suatu keinginan seseorang untuk menjalankan aktivitas kewirausahaan yang berani memulai bisnis dan berani mengambil risiko untuk mengolah suatu bisnis. Menurut Jailani . minat berwirausahajuga dapat dikatakan sebagai suatu ketertarikan untuk bekerja keras dalam berwirausaha, serta berani menghadapi ketidakpastian yang ada. Menurut Ari . minat berwirausaha merupakan keinginan serta ketertarikan untuk bekerja keras dalam memenuhi kebutuhan hidup tanpa ada rasa takut akan kegagalan. Dalam hal ini dapat disimpulkan bahwa minat berwirausaha merupakan sebuah ketertarikan dan keinginan yang ada pada diri seseorang yang memiliki tanggung jawab dan tidak takut akan sebuah risiko dan memiliki niat untuk memperoleh keuntungan dan kesuksesan dalam berwirausaha. Menurut Zimmerer dalam Aditya . menyatakan bahwa terdapat karakteristik yang melekat pada diri seorang wirausahawan sebagai berikut: Desire for responsibility Memiliki tanggung jawab pribadi terhadap usaha yang dimilikinya, dalam hal ini seorang wirausaha harus memiliki tanggung jawab risiko yang akan terjadi pada usahanya. Tolerance for ambiguity Memiliki kemampuan untuk berhubungan dengan orang lain dan mampu menjaga dan mempertahankan hubungan baik dengan orang lain. Karena seorang wirausahawan tidak akan lepas dari bantuan orang lain untuk melancarkan usaha yang dimilikinya. Vision Seorang wirausahawan harus memiliki motivasi dalam mengembangkan sebuah usahanya. Dalam hal ini, visi perusahaan ataupun visi seorang wirausahawan harus dimiliki untuk mengembangkan usahanya. Tolerance for failure Usaha yang berhasil membutuhkan sebuah kerja keras, pengorbanan baik waktu, biaya dan juga tenaga. Diana Rahmasari Tumanggor. Anne Rumondang Malau. Hanna M. Damanik. / JEB Online Vol. 04 No. 02 September . Internal locus of control Seorang wirausahawan harus mampu mengendalikan dirinya sendiri terhadap persaingan bisnis dan perubahan yang cepat dalam dunia bisnis dan mampu bertahan dalam dunia bisnis yang sudah dibangun. Continuous improvement Seorang wirausahawan harus memiliki keinginan untuk terlibat dalam konsekuensi yang menguntungkan dimasa yang akan datang. Preference for moderate risk Seorang wirausahawan akan berhadapan dengan intensitas risiko yang digolongkan dalam 3 macam sifat mengambil risiko yaitu: risk seeking . rang yang suka dengan risiko yang tingg. , moderat risk . rang yang suka mengambil risiko yangs sedan. dan risk averse . rang yang menghindari risik. Confidence in their ability to success Memiliki keyakinan dan percaya diri atas kemampuan diri untuk berhasil, dimana cenderung optimis terhadap peluang dan keberhasilan. Desire for immediate feedback Wirausahawan yang memiliki keinginan untuk mendapatkan feedback terhadap suatu permasalahn, yang dimana wirausawan dituntut untuk berpikir secara cerdas. High Energy Level Seorang wirausahawan pada umumnya memiliki energy yang cukup tinggi dalam melakukan kegiatan usaha yang sejalan dengan risiko yang akan ditanggung. Dalam hal ini, dengan adanya karakteristik-karakteristik yang dimiliki seseorang, sehingga dengan adanya karakteristik tersebut dapat membantu proses berwirausaha untuk mencapai kesuksesan dalam berwirausaha. Lingkungan Keluarga Menurut Galih . lingkungan keluarga merupakan lingkungan sosial yang paling dekat yang memiliki peranan paling besar dalam membentuk karakter, salah satunya yaitu karakter berwirausaha. Menurut Alma . Lingkungan keluarga memiliki pengaruh yang sangat kuat dalam hal psikologis seorang anak yang dapat mempengaruhi pemilihan minat karir seseorang mau menjadi apa dimasa depan. Menurut Widhiastuti dan Dewi . lingkungan keluarga merupakan sebuah lingkungan yang memiliki peranan penting dalam mengembangkan potensi seorang anak. Menurut Ayuningtias & Ekawati . latar belakang anggota keluarga, tradisi keluarga dan cara orang tua mendidik akan dapat menunjang, membimbing dan mendorong seorang anak untuk kehidupannya di masa yang akan datang. Dalam hal ini, menjadi seorang wirausaha tidak terlepas dari dukungan keluarga, karena dukungan keluarga yang positif akan menumbuhkan jiwa dan minat seseorang dalam berwirausaha, namun jika keluraga tidak mendukung maka akan semakin kecil tumbuhnya minat berwirausaha tersebut. H1 : Lingkungan Keluarga berpengaruh positif dan signifikan pada minat berwirausaha pada Kepribadian Menurut Alma . kepribadian merupakan keseluruhan kualitas yang khas dalam diri seseorang dan sebuah karakter yang memberikan individualistis bagi perilaku seseorang. Menurut Uno . kepribadian ialah sikap seseorang yang bertanggung jawab terhadap dirinya sendiri dengan tujuan agar dirinya lebih mampu berdiri sendiri. Menurut Robbins dan Judge . kepribadian ialah seseorang yang bereaksi dan berinteraksi dengan orang lain. Diana Rahmasari Tumanggor. Anne Rumondang Malau. Hanna M. Damanik. / JEB Online Vol. 04 No. 02 September . Menurut Koswara dalam Widiastuti dan Sadnrya . menyatakan bahwa kepribadian merupakan kebiasaan, sikap dan sifat yang dimiliki seseorang yang berkembang ketika seseorang berhubungan dengan orang lain. Dalam hal ini, kepribadian merupakan sebuah perilaku yang dimiliki setiap orang yang mampu berinteraksi serta bertanggung jawab terhadap dirinya sendiri. Kepribadian juga merupakan sifat individu yang dimiliki seseorang untuk berinteraksi dengan individu lain, kepribadian juga merupakan sifat yang paling menonjol pada diri setiap individu. H2 : Kepribadian berpengaruh positif dan signifikan pada minat berwirausaha pada Motivasi Menurut Saiman . Motivasi adalah kemauan seseorang untuk berbuat sesuatu dalam kegiatan kewirausahaan, dimana kemauan itu terdorong oleh motif yang kuat yang ada pada dirinya dengan mempertahankan aktivitas untuk diarahkan pada tujuan. Menurut Aidora dan Tan . motivasi merupakan sebuah keinginan untuk belajar yang biasanya mengacu pada minat seseorang. Motivasi yang merupakan sebuah dorongan untuk berusaha memenuhi minat yang ada pada diri seseorang. Menurut Robert dan Daniel . motivasi merupakan tujuan pribadi dan percaya bahwa mereka dapat mencapai kesuksesan. Seseorang yang memiliki motivasi pada umumnya akan lebih cenderung bertahan serta mereka cenderung memiliki sumber daya yang cukup untuk menahan persaingan negatif yang terjadi ketika Adapun jenis motivasi menurut Davis dan Strom dalam Mahesa . ialah sebagai Motivasi prestasi . chievement motivatio. merupakan dorongan dalam diri seseorang untuk mengatasi segala tantangan dan hambatan \mencapai tujuan. Motivasi afiliasi . ffiliation motivatio. adalah dorongan untuk berhubungan dengan orangorang atas dasar sosial. Motivasi kompetensi . ompetence motivatio. adalah dorongan untuk mencapai keunggulan kerja dan meningkatkan keterampilan dalam memecahkan masalah. H3 : Motivasi berpengaruh positif dan signifikan pada minat berwirausaha pada mahasiswa Gambar 1. Kerangka Berpikir METODOLOGI PENELITIAN Jenis penelitian yang dilakukan ialah penelitian kuantitatif menggunakan metode Populasi dalam penelitian ini adalah Mahasiswa yang terdaftar di perguruan tinggi di kota Medan dengan teknik pengambilan sampel yang dilakukan dalam penelitian ini yaitu dengan menggunakan teknik nonprobality dengan cara teknik purposive sampling yang merupakan metode penetapan sampel berdasarkan kriteria tertentu. Adapun kriteria mahasiswa di kota Medan yang di jadikan sampel dalam penelitian ini adalah Mahasiswa yang sudah Diana Rahmasari Tumanggor. Anne Rumondang Malau. Hanna M. Damanik. / JEB Online Vol. 04 No. 02 September . pernah mengambil mata kuliah kewirausahaan. Responden penelitian berjumlah 110 orang. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Desember 2021 sampai dengan September 2022. Teknik analisis data yang digunakan untuk memecahkan permasalahan dalam penelitian ini adalah menggunakan analisis statistik deskriptif, uji asumsi klasik, koefisien determinasi dan analisis regresi menggunakan bantuan program SPSS (Statistical Product and Service Solution. Definisi operasional untuk variabel-variabel tersebut diuraikan sebagai berikut: Tabel 2. Definisi Operasional Definisi Operasional Item Pertanyaan/Pernyataan Lingkungan keluarga merupakan suatu lingkungan Menggunakan 3 butir pernyataan kecil yang terdiri dari ayah, ibu, anak dan anggota yang dikembangkan oleh Galih keluarga lainnya Kepribadian merupakan keseluruhan kualitas yang khas Menggunakan 4 butir pernyataan dalam diri seseorang dan sebuah karakter yang yang dikembangkan oleh Alma memberikan individualistis bagi perilaku seseorang Motivasi adalah kemauan seseorang untuk berbuat Menggunakan 5 butir pernyataan sesuatu dalam kegiatan kewirausahaan, dimana yang dikembangkan oleh Saiman kemauan itu terdorong oleh motif yang kuat yang ada . pada dirinya dengan mempertahankan aktivitas untuk diarahkan pada tujuan. Minat berwirausaha merupakan ketertarikan seseorang Menggunakan 3 butir pernyataan terhadap kegiatan bisnis yang memerlukan keberanian yang mendapatkan Syaifudin . HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN Hasil Penelitian Item dinyatakan valid apabila nilai rhitung > rtabel . ,1. Item corrected item-total correlation menghasilkan r hitung variabel lingkungan keluarga . 518 Ae 0. Kepribadian . 606 Ae 0. Motivasi . 450 Ae 0. , dan variabel minat berwirausaha . 792 Ae 0. Cronbach's alpha based on standardized items lingkungan keluarga sebesar 0. Kepribadian 0. 920, kepribadian 0. 956, dan berwirausaha 0. 916 > 0,6 atau reliabel. Karakteristik reponden mahasiswa di kota Medan ditujukan pada 4 perguruan tinggi dan 40% berasal dari keluarga wirausaha. Tabel 2. Asumsi Klasik Colinearity Statistics Tolerance VIF Model 1 (Constant. Lingkungan Keluarga Kepribadian Motivasi Dilihat dari Tabel 2 diatas didapatkan hasil penelitian yang menunjukkan bahwa variabel X1 atau Lingkungan Keluarga dengan nilai tolerance 0,709 > 0,01 dengan VIF 1,410 < 10, hal ini menunjukkan bahwa tidak ada gejala multikolineritas pada variabel Lingkungan Keluarga. Variabel X2 atau Kepribadian dengan nilai tolerance 0,266 > 0,01 dengan VIF Diana Rahmasari Tumanggor. Anne Rumondang Malau. Hanna M. Damanik. / JEB Online Vol. 04 No. 02 September . 3,758< 10, hal ini menunjukkan bahwa tidak ada gejala multikolinearitas pada variabel Kepribadian dan variabel X3 atau Motivasi dengan nilai tolerance 0,284 > 0,01 dengan VIF 3,520< 10, hal ini menunjukkan bahwa tidak ada gejala multikolinearitas pada variabel Motivasi. Tabel 3. Uji Parsial (Uji-. Unstandardized Standardized Coefficients Coefficients Std Error Beta Model 1 (Constan. Lingkungan Keluarga (X. Kepribadian (X. Motivasi (X. Sig Berdasarkan tabel 3 menunjukkan nilai t hitung yang diperoleh dari masing-masing variabel yang dapat disimpulkan sebagai berikut: Variabel Lingkungan Keluarga (X. diperoleh nilai t-hitung dan t-tabel . ,037 > 1,. dan nilai signifikannya memiliki nilai 0,044 < 0,05. Maka H0 ditolak H1 diterima. Sehingga dapat disimpulkan bahwa variabel Lingkungan Keluarga memiliki pengaruh positif dan berpengaruh signifikan terhadap variabel minat berwirausaha pada Mahasiswa di Kota Medan. Variabel Kepribadian (X. diperoleh nilai t-hitung dan t-tabel . ,449 > 1,. dan nilai signifikannya memiliki nilai 0,000 < 0,05. Maka H0 ditolak H1 diterima. Sehingga dapat disimpulkan bahwa variabel Kepribadian memiliki pengaruh positif dan berpengaruh signifikan terhadap variabel minat berwirausaha pada Mahasiswa di Kota Medan. Variabel Motivasi (X. diperoleh nilai t-hitung dan t-tabel . ,691 > 1,. dan nilai signifikannya memiliki nilai 0,000 < 0,05. Maka H0 ditolak H1 diterima. Sehingga dapat disimpulkan bahwa variabel Motivasi memiliki pengaruh positif dan berpengaruh signifikan terhadap variabel minat berwirausaha pada Mahasiswa di Kota Medan. Model Tabel 4. Uji Simultan (Uji F) Sum of Squares Meaan Square 1 Regression Residual Total Sig. Dapat dilihat dari hasil uji F pada tabel 4 memperlihatkan bahwa nilai F-hitung > Ftabel . ,255 > 2,. dan tingkat signifikasinya 0,000 < 0,005 maka H0 ditolak dan H1 Sehingga dapat disimpulkan bahwa variabel Lingkungan Keluarga. Kepribadian dan Motivasi secara serempak berpengaruh signifikan terhadap Minat Berwirausaha. Model Tabel 5. Uji Simultan (Uji F) Adjusted R R Square Square Std. Error of the Estimate Berdasarkan pada tabel 5menunjukkan nilai R Square 0,716 atau 71,6%. Itu artinya pada variabel Lingkungan Keluarga (X. Kepribadian (X. dan Motivasi (X. mampu Diana Rahmasari Tumanggor. Anne Rumondang Malau. Hanna M. Damanik. / JEB Online Vol. 04 No. 02 September . menjelaskan variabel Minat Berwirausaha (Y) sebesar 71,6% dan sisanya sebesar 28,4% dijelaskan oleh variabel lain. Pembahasan Uji hipotesis pertama dapat disimpulkan bahwa variabel lingkungan keluarga secara parsial berpengaruh positif dan signifikan terhadap minat berwirausaha. Hasil penelitian ini menunjukkan nilai t-hitung lebih besar dari nilai t-tabel . ,037 > 1,. dengan nilai sig lebih kecil dari 0,05 . ,044 < 0,. Maka H0 ditolak dan H1 diterima, artinya secara statistik menunjukkan bahwa lingkungan keluarga berpengaruh positif dan signifikan terhadap minat berwirausaha pada Mahasiswa di Kota Medan. Hasil penelitian ini mendukung penelitian terdahulu yang dilakukan oleh Ayuningtias dan Ekawati . menunjukkan bahwa Lingkungan Keluarga berpengaruh positif terhadap Minat Berwirausaha pada Mahasiswa. Uji hipotesis kedua dapat disimpulkan bahwa variabel kepribadian secara parsial berpengaruh positif dan signifikan terhadap minat berwirausaha. Hasil penelitian ini menunjukkan nilai t-hitung lebih besar dari nilai t-tabel . ,449 > 1,. dengan nilai sig lebih kecil dari 0,05 . ,000 < 0,. Maka H0 ditolak dan H1 diterima, artinya secara statistik menunjukkan bahwa kepribadian berpengaruh positif dan signifikan terhadap minat berwirausaha pada Mahasiswa di Kota Medan. Hasil penelitian ini mendukung penelitian terdahulu yang dilakukan oleh Kaharuddin dan Vernando . menunjukkan bahwa Kepribadian berpengaruh positif terhadap Minat Berwirausaha pada Mahasiswa. Uji hipotesis ketiga dapat disimpulkan bahwa variabel motivasi secara parsial berpengaruh positif dan signifikan terhadap minat berwirausaha. Hasil penelitian ini menunjukkan nilai t-hitung lebih besar dari nilai t-tabel . ,691 > 1,. dengan nilai sig lebih kecil dari 0,05 . ,000 < 0,. Maka H0 ditolak dan H1 diterima, artinya secara statistik menunjukkan bahwa motivasi berpengaruh positif dan signifikan terhadap minat berwirausaha pada Mahasiswa di Kota Medan. Hasil penelitian ini mendukung penelitian terdahulu yang dilakukan oleh Faisal . menunjukkan bahwa Motivasi berpengaruh positif terhadap Minat Berwirausaha pada Mahasiswa. KESIMPULAN DAN SARAN Kesimpulan Lingkungan Keluarga (X. memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap variabel Minat Berwirausaha (Y). Hal ini berarti apabila Lingkungan Keluarga semakin tinggi, maka Minat Berwirausaha semakin besar. Apabila Lingkungan Keluarga semakin rendah maka Minat Berwirausaha semakin berkurang. Kepribadian (X. memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap variable Minat Berwirausaha (Y). Hal ini berarti apabila Kepribadian semakin tinggi, maka Minat Berwirausaha semakin besar. Sebaliknya, apabila Kepribadian semakin rendah maka Minat Berwirausaha semakin berkurang. Motivasi (X. memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap variabel Minat Berwirausaha (Y). Hal ini berarti apabila Motivasi semakin tinggi, maka Minat Berwirausaha semakin besar. Begitu juga sebaliknya, apabila Motivasi semakin rendah maka Minat Berwirausaha semakin berkurang. Saran Dari kesimpulan yang telah diperoleh, maka dapat disampaikan beberapa saran sebagai Berdasarkan hasil penelitian, terdapat 40% mahasiswa berasal dari keluarga wirausaha yang memberikan hasil bahwa lingkungan keluarga memberikan hasil bahwa lingkungan keluarga memberikan pengalaman, dukungan dan mengarahkan untuk berwirausaha, sedangkan 60% mahasiswa berasal dari keluarga non wirausaha yang menunjukan hasil Diana Rahmasari Tumanggor. Anne Rumondang Malau. Hanna M. Damanik. / JEB Online Vol. 04 No. 02 September . bahwa, lingkungan keluarga tidak memberikan pengalaman dalam berwirausaha, namun membebaskan seorang anak untuk mengembangkan potensi dan siap memberikan modal. Sehingga mahasiswa yang berasal dari keluarga wirausaha dan non wirausaha diharapkan juga dapat memberikan dukungan dari segi materi maupun finansial. Dikarenakan keluarga memiliki peranan yang cukup besar dalam menentukan minat anak dalam berwirausaha. Diharapkan mahasiswa dapat terlibat dalam satu bentuk kegiatan yang dapat menumbuhkan dan membangun potensi diri dalam berwirausaha, misalnya dengan mengikuti seminar kewirausahaan dan bersosialisasi dengan entrepreneur untuk mendapatkan ilmu dan pengalaman dalam berwirausaha. Sehingga hal tersebut menjadi motivasi dan dapat membangun minat mahasiswa untuk berwirausaha. Diharapkan bagi peneliti selanjutnya yang memiliki judul penelitian yang sama dengan penelitian ini, sebaiknya menambahkan variabel baru misalnya locus of control, self efficacy dan need for achivment yang merupakan variable independen yang saling berhubungan terhadap minat berwirausaha. Sehingga variabel tersebut dapat menambah referensi baru untuk penyusunan penelitian yang lain dan untuk menambah objek penelitian yang luas. DAFTAR PUSTAKA